Budi Setiyono
Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudharto, SH, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia

Published : 159 Documents
Articles

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PUBLIK BIDANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN PASCA PEMEKARAN DI KECAMATAN UNGARAN BARAT TAHUN 2017 Ardiansyah, Ardik; Setiyono, Budi; ., Turtiantoro
Journal of Politic and Government Studies Vol 6, No 2 (2017): Periode Wisuda April 2017
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.79 KB)

Abstract

Administration of population is one form of public service that must be held by the Local Government related to basic services of life. Subdistrict as government agencies, are required to provide excellent service (one of which is the settlement administration services) to the public. Good public services can be achieved if accompanied by an excellent resource officers. The aim of research to find out the perception of public perceptions of public services, especially in the field of population administration at the district office Ungaran Barat, Semarang regency in 2017. Efforts to address concerns and objectives of research carried out using public service indicators that have been developed by Zeithemal, Parasuraman & Berry consisting of tangibles, relibility, responsiveness, competence, courtesy, credibility, security, access, communication, and understanding the costumers. This research uses descriptive quantitative research methods, which dianalisisa and presented in tabular form and processed using SPSS program for the data to be valid.The population in this study is the community sub-district of West Ungaran. While the sample is most people who use the District of West Ungaran public services in the field of population administration drawn at random (accident sampling) and numbered as many as 100 people. The results showed that the public service field of population administration at the district office Ungaran Barat largely rated by the community. People are already satisfied with the performance Ungaran Barat district office employees. But the need to improve services so that excellent service can always be realized. Keywords: Public Services; Population administration
SENGKETA TATA KELOLA ANTAR INSTANSI PEMERINTAH: STUDI KASUS PENGELOLAAN OBYEK WISATA TELAGA WARNA DIENG TAHUN 2012 - 2015 ANWAR, TATAG TAUFANI; SETIYONO, BUDI; ADNAN, MUHAMMAD
Journal of Politic and Government Studies Vol 5, No 03 (2016): Volume 5,Number 3, Tahun 2016
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSIHubungan kemitraan tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya kesetaraan dan kepercayaandari masing-masing pihak. Meski hubungan kemitraan itumelibatkan antar instansi pemerintah,namun jika tidak dilandasi dua hal tersebut, maka akan rawan menimbulkansengketa. Seperti yangterjadi pada kemitraan pengelolaan obyek wisata Telaga Warna Dieng yang dilakukan olehPemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)Jawa Tengah. Kedua belah pihak yang awalnya bekerja sama kemudian menjadi bersengketa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemitraan yang terjalin, mengidentifikasipenyebab dan dampaksengketa, dan terakhir berusaha memberikan rekomendasi penyelesaiansengketa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif-kualitatif. Penelitiandilakukan di Kantor Pariwisata Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo, BKSDAJawa Tengah,dan BKSDAperwakilan Kabupaten Wonosobo,sertasekitar Telaga Warna Dieng. Teknikpengumpulan data penelitian ini diambil dari wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemitraan yang terjalin antara Pemkab Wonosobodan BKSDAJawa Tengahtidaklah memenuhi prinsip kesetaraan dan kepercayaan. Mulai darikedudukan yang berbeda tingkatan, perbedaan tugas dan fungsi instansi, hingga pembagiankeuntungan yang timpang. Akibatnya,sengketatidak bisa dihindari dan berakhir denganpemutusan kerjasama. Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya bagi pihak yang bersengketasaja,namun meluas ke masyarakat dan para pelaku pariwisata.Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan dalam upaya resolusisengketaantaraPemkab Wonosobo dan BKSDAJawa Tengahdengan menekankan pada kerjasama yang sesuaidengan prinsip kemitraan, agar di masa mendatang tidak terjadi kembalisengketayang merugikanberbagai pihak ini.Kata kunci: kemitraan,sengketa, pengelolaan, obyek wisata.
TUNING PARAMETER PROPORSIONAL – INTEGRAL DENGAN FUZZY LOGIC UNTUK PENGATURAN SUHU AIR PADA PLANT HEAT EXCHANGER Rindho S., Prestian; Setiyono, Budi; Setiawan, Iwan
Transmisi Vol 12, No 3 (2010): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.233 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.12.3.101-106

Abstract

Metode kontrol Proporsional-Integral (PI) merupakan sebuah metode kontrol yang banyak diterapkan di bidang industri sampai saat ini. Kontroler ini memiliki parameter-parameter pengontrol, yaitu konstanta proporsional (Kp) dan konstanta integral (Ki). Pada metode PI konvensional, kedua parameter tersebut diturunkan dari perhitungan matematis. Kesulitan penalaan parameter-parameter tersebut akan ditemui bila plant yang dikendalikan adalah sistem dengan orde tinggi. Maka dari itu, diperlukan suatu metode penala PI yang lebih baik dan dapat diterapkan dalam sistem orde tinggi.Metode penalaan PI dengan logika fuzzy dapat dilakukan secara otomatis tanpa melakukan pemodelan sistem. Pada metode ini nilai Kp dan Ki ditentukan berdasarkan sejumlah aturan-aturan yang ditetapkan oleh Logika  fuzzy. Input fuzzy berupa error dan delta error .  Plant pengendalian suhu cairan pada Heat Exchanger menggunakan mikrokontroler ATmega8535 sebagai kontroler dan heater sebagai aktuator. Pada pengujian didapatkan hasil penalaan parameter PI dengan logika fuzzy mampu menghasilkan tanggapan keluaran dengan rise time yang cepat, selisih tunak yang kecil, overshoot yang kecil,  dan ketika sistem diberi gangguan, tanggapan keluaran akan tetap terjaga dalam kestabilan. Keyword :   PI (Proporsional-Integral), metode Penalaan PI dengan logika fuzzy, Mikrokontroler ATmega 8535, Heat Exchanger
PENGENDALIAN PUTARAN KIPAS VENTILATOR PADA SMART SMOOKING AREA MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AT MEGA 8535 DAN SENSOR GAS MQ7 Pradika, Ganis Rama; Sumardi, Sumardi; Setiyono, Budi
Transmisi Vol 12, No 4 (2010): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.239 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.12.4.155-159

Abstract

The higher the risk of poisoning for passive and active smokers if they smoked in a closed room. More than 4,000 chemicals and carcinogens contained in cigarettes would be more dangerous as cigarette smoke trapped in confined spaces. Poisons can enter the body in the maximum amount and in a short time. Leaving the window open space will not solve the problem. Cigarette smoke is often blew back into the room and continue to stay in the room for hours. In this final project, designed a special room to smoke a smart, using a special ventilator that will absorb the smoke of ciagrette combustion. Ventilator will do the absorption of gases from burning cigarettes based on the many levels of CO gas in the room. Control is performed by the microcontroller ATmega 8535 using Proportional Control method based on carbon monoxide gas sensor MQ7. Based on tests performed, it is known that proportional control with Kp=0.625 can produce a pretty good system response. Keyword:  cigarette smoke, microcontroller ATmega 8535, proportional control, carbon monoxide gas sensor MQ7
DESAIN KONTROLER GENETIC-FUZZY PADA MODEL AUTOMATIC-ANTILOCK BRAKING SYSTEM Surya, Andreas; Triwiyatno, Aris; Setiyono, Budi
Transmisi Vol 17, No 3 Juli (2015): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.842 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.17.3.113-121

Abstract

Abstrak   Automatic Antilock Braking System menawarkan sebuah solusi pilihan dibidang system keamanan pengereman kendaraan, khususnya mobil, untuk melakukan pengereman secara otomatis. Automatic antilock braking system mengukur slip roda sebagai variabel dikontrol dan torsi rem sebagai variable dimanipulasi. Dalam penelitian ini, didesain kontroler Genetic-Fuzzy untuk menjaga slip sesuai ratio slip referensi. Algoritma genetika diaplikasikan untuk mengoptimasi parameter himpunan keanggotaan fuzzy. Pengujian kondisi aspal kering, kontroler Genetic-Fuzzy berhasil mencapai  pemberhentian sempurna pada jarak 15,52 m dan IAE sebesar 0,095, sedangkan kontroler Fuzzy mencapai pemberhentian  pada jarak 15,45 m dan IAE sebesar 0,099. Pengujian kondisi aspal basah, kontroler Genetic-Fuzzy berhasil mencapai  pemberhentian pada jarak 17,46 m dan IAE sebesar 0,0806, sedangkan kontroler Fuzzy mencapai pemberhentian pada jarak 17,39 m dan IAE sebesar 0,0802. Abstract   The Automatic Antilock Braking System offers an optional solution in vehicle safety braking system, particularly cars to brake automatically. Automatic antilock braking system works to measure wheel slip as controlled variable and applies braking torque as manipulated variable. In this final assignment, Genetic-Fuzzy controller has been designed to maintain measured wheel slip fit to the reference slip. Genetic algoritm was applied to optimize a membership function parameter of fuzzy. In dry asphalt simulation, Genetic-Fuzzy  controller has succeed to achieve perfect stoppage distance by 15,52 m and IAE value of 0,095, whereas the fuzzy controller achieved stoppage distance by 15,45 m and IAE value of 0,099. In wet asphalt simulation, Genetic-Fuzzy  controller achieved stoppage distance by 17,46 m and IAE value of 0,0806, whereas the fuzzy achieved stoppage distance by 17,39m and IAE value of 0,0802.   Keywords: Genetic Fuzzy, Genetic Algoritm, Fuzzy, Automatic Antilock Braking System
KINERJA KONTROLER INTERNAL MODEL KONTROL (IMC) PADA PLANT FIRST ORDE PLUS DEAD TIME (FOPDT) Wahyudi, Wahyudi; Wara, Bayu Bagas; Setiyono, Budi
Transmisi Vol 19, No 2 April (2017): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.045 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.19.2.58-64

Abstract

Sistem dengan waktu mati sering kita jumpai dalam dunia industri salah satunya sistem kolom distilasi biner yang biasa diwakili dengan fungsi alih First Orde Plus Dead Time (FOPDT). Adanya waktu mati akan membuat sistem menjadi tidak stabil.Intrnal Model Control (IMC) adalah salah satu metode kontrol untuk proses dengan waktu mati. Hal yang penting dalam mendesain kontrol IMC adalah pemilihan tuning filter IMC karena parameter filter IMC akan membuat sistem kontrol menjadi robust dan stabil. Dalam perancangan IMC pada proses FOPDT terdapat lima tuntunan tuning parameter filter IMC yaitu Rivera, Chien & Fruchaut, Lee et al, Skogestad, dan RC. Panda. Pada penelitian ini  variabel yang dikontrol dalam kolom distilasi adalah konsentrasi produk atas (XD) dan produk bawah (XB) dengan memanipulasi variabel laju aliran reflux (L) dan laju steam pada reboiler (Qr).Variabel gangguan yang mempengaruhi proses adalah laju aliran umpan (F) dan konsentrasi umpan (XF). Struktur kontrol MIMO yang digunakan adalah struktur multivariabel terdesentralisasi dengan pemilihan konfigurasi kontroler menggunakan metode Relative Gain Array (RGA). Model proses pada perancangan IMC 1 DOF menggunakan asumsi model sempurna dan mengikuti aturan perancangan MIMO IMC. Perbandingan performasi metode tuning filter IMC didasarkan pada nilai Integaral Absolut Error (IAE).Analisis perbandingan kinerja lima metode empiris tuning filter IMC menunjukkan metode Chien & Fruehaut dengan  dan  memperoleh nilai IAE terkecil pada semua pengujian yang dilakukan kecuali pada pengujian dengan sinyal uji band limited white noise variabel gangguan F.
SISTEM KENDALI POSISI SUDUT ANGGUK UNTUK ROKET RKX-300 DENGAN METODE KENDALI LINEAR QUADRATIC REGULATOR (LQR) DAN POLE PLACEMENT Mangkusasmito, Fakhruddin; Wahyudi, Wahyudi; Setiyono, Budi
Transmisi Vol 15, No 2 (2013): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.195 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.15.2.99-106

Abstract

Abstrak Secara umum roket merupakan sistem yang terdiri dari wahana, propulsi, propelan, aeorodinamika dan trayektori, pemanduan dan kendali, serta telemetri dan telekomando.Agar sistem roket bisa bekerja dengan baik maka setiap subsistem tersebut harus bekerja secara sinergis untuk mencapai performa yang diharapkan.Secara garis besar pergerakkan roket ditentukan oleh sirip-sirip roket.Pada umumnya sirip kendali dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu sirip kendali angguk, sirip kendali geleng, dan sirip guling.Di Indonesia sendiri melaui Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mencoba untuk melakukan pengembangan teknologi kedirgantaraan di Indonesia termasuk di dalamnya roket.Salah satu produknya adalah roket RKX-300 yang diharapkan menjadi sistem wahana peluncur bagi uji coba sistem muatan. penelitian  ini dilakukan dengan mensimulasikan perancangan pengendalian terhadap sirip angguk atau defleksi elevator roket untuk mengatur posisi sudut angguk roket. Untuk metode pengendalian defleksi elevator, digunakan metode Linear Quadratic Regulator (LQR) dan pole placement yang diterapkan bersama-sama pada plant. Penggunaan metode LQR saja menghasilakan hasil yang tidak optimal, kemudian digunakan metode pole placement yang memperlihatkan perbaikan pada respon transien sistem terhadap masukan step, yang selanjutnya dengan metode LQR sistem dapat mencapai nilai referensi yang diinginkan.   Kata Kunci : Roket RKX-300, Sirip Angguk, LQR,Pole Placement     Abstract In general, rocket is a system consist of spacecraft, propulsion, propellant, aerodynamic and trajectory, scouting and control, as well as telemetry and telecommand. In order for rocket system can work well, each subsystem must work synergistically to achieve the expected performance. the system aims to control the movement of rocket, so rocket could move according target given. In general, the control fins can be divided into three types, namely pitch fin, yaw fin, and roll fin. In Indonesia alone through Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tries to make development of aerospace technology including rocket. One of its prosuct is RKX-300 that expexted to lauch vehicle system for payload testing charge.The final task is accomplished by simulating the control design of pitch fin or elevator deflection to position its nod. For elevator deflection control method, used Linear Quadratic Regulator (LQR) and Pole Placement, applied together on the plant. Using LQR method alone resulting in sub-optimal results, then use pole placement method that shows the improvement in the transient response of the system to a step input, the system further with LQR method can achieve the desired reference value.   Key Word : Rocket RKX-300, Pitch Fin, LQR, Pole Placement, MATLAB,
ANALISIS DAN SIMULASI SHELL HEAVY OIL FRACTIONATOR (SHOF) MENGGUNAKAN METODE KONTROL PID Aria EL, Jusagemal; Setiawan, Iwan; Setiyono, Budi
Transmisi Vol 13, No 4 (2011): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.812 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.13.4.114-120

Abstract

Shell Heavy Oil Fractionator (SHOF), types of distillation columns are often used as models in the application of advanced control, are examples that illustrate the dynamics of real plant from the process industries, especially petroleum refining industry. This thesis research analysis and simulation of control systems Shell Heavy Oil Fractionator column (SHOF) which is a multivariable system with three inputs and three outputs (Multi Input Multi Output). Interaction between subsystems is reduced by applying the method of Relative Gain Array and decoupling, so the system can be transformed into three Single Input Single Output (SISO). Control system uses Proportional Integral control (PI) and Proportional Integral Derivative control (PID). SHOF control system simulation can be concluded that decoupling eliminate the influence of input Top Draw on outputs Side End Point Composition and Bottom Reflux Temperature, influence of input Side Draw on outputs Top End Point Composition and Bottom Reflux Temperature, as well as the influence of inputs Bottom Reflux Duty on outputs Top End Point Composition and Side End Point Composition. The best results were obtained from the Top End Point Composition control using PID control Chien-Regulator 1, Side End Point Composition using PI control Minimum IAE-Murill Regulators, and the Bottom Reflux Temperature using PI control with closed loop time constant (Tcl) for 1.5 minutes. Keyword : Shell Heavy Oil Fractionator (SHOF), Relative Gain Array (RGA), decoupling, PID control
ANALISIS METODE PENDETEKSIAN LANGKAH KAKI PADA PEDESTRIAN DEAD RECKONING Wisnurahutama, Surya; Setiawan, Iwan; Setiyono, Budi
Transmisi Vol 12, No 3 (2010): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.356 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.12.3.120-125

Abstract

Pedestrian Dead Reckoning merupakan salah satu bagian dari sistem navigasi personal yang diterapkan untuk pejalan kaki. Posisi ditentukan oleh posisi sebelumnya, jarak yang ditempuh dan arah melangkah. Deteksi langkah merupakan salah satu faktor penting pada sistem navigsi PDR. Jarak yang ditempuh dapat ditentukan dengan mengetahui jumlah langkah ketika berjalan dikalikan dengan jarak untuk satu kali melangkah yang dianggap konstan. Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mendeteksi langkah manusia dan dalam tugas akhir ini akan mengulas tentang metode pendeteksian langkah kaki manusia. Pendeteksian langkah dilakukan dengan melihat nilai sensor akselerometer ketika berjalan. Sensor akselerometer yang digunakan adalah sensor 3 axis HITACHI H48C yang dipasang pada sepatu. Nilai percepatan ketiga axis yang terbaca oleh sensor ketika berjalan kemudian dikirim ke netbook. Nilai percepatan ketiga axis tersebut diolah sehingga didapatkan sinyal magnitude, sinyal energi, sinyal product, dan sinyal sum. Pendeteksian langkah kaki dilakukan dengan menganalisis sinyal yang didapatkan menggunakan pendekatan nilai threshold dan nilai variansi. Berdasarkan pengujian dan analisis yang dilakukan dapat diketahui bahwa fase stance merupakan fase yang paling mudah dideteksi karena pada fase stance sinyal akan stabil pada rentang nilai tertentu. Penggunaan nilai variansi pada pendeteksian langkah berguna untuk membuat sinyal pada fase stance akan berada pada nilai nol. Pendeteksian menggunakan nilai variansi memiliki tingkat keberhasilan lebih besar dibandingkan  dengan sinyal aslinya. Keyword :   stance, swing, magnitude, threshold, variansi.
IDENTIFIKASI PLANT SIMULATOR SECARA ONLINE MENGGUNAKAN METODE JARINGAN SARAF TIRUAN DENGAN STRUKTUR MODEL NARX (NONLINEAR AUTOREGRESSIVE EXOGENOUS) Istiqomah, Dini Yasa; Setiyono, Budi; Sumardi, Sumardi
Transmisi Vol 17, No 1 Januari (2015): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.05 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.17.1.1-6

Abstract

Abstrak   Pada Analisa sebuah sistem, hal ini dapat dilakukan lebih mudah jika diketahui persamaan model matematikanya. Salah satu caramendapatkan persamaan matematika adalahmenggunakan identifikasi sistem.. Identifikasi sistem adalah usaha untuk mendapatkan sebuah informasi yang berupa  model matematika yang didapat dari hasil analisa data masukan dan keluaran dari sistem. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi secara online atau secara langsung terhubung dengan plant yang bersifat black-box. Metode identifikasi yang digunakan adalah algoritma Neural Network dengan model NARX(Nonlinear Auto Regressive Exogenous). Nilai masukan dan keluaran pada plant simulator akan diidentifikasi menggunakan model NARX dengan pelatihannya menggunakan algoritma Levenberg Marquardt. Hasil yang diperoleh dari identifikasi ini adalah berupa jaringan model. Berdasarkan hasil identifikasi menggunakan struktur model NARX, simulator plant sudah bisa direpresentasikan dalam bentuk jaringan model. Jaringan model ini dapat dibuat dalam persamaan matematika. Salah satu hasil identifikasi yang terbaik ditunjukkan dengan nilai MSE validasi pada rangkaian op-amp orde 3 dengan interkoneksi umpan balik yaitu 0,075.   Kata kunci: Identifikasi, Sistem Black-box, Jaringa Saraf Tiruan     Abstract In system analysis, it becomes easier if the mathematical equation can be known. One way to get the equation is using system identification. System identification is the discipline to obtain system information in the form of mathematical equation, starting from experimental data, the input and the output value.  In this research, the identification was online or directly connected with the black-box system. Neural network methods were used to identify the system. The input and output value of simulator plant were identified with NARX (Nonlinear Auto Regressive Exogenous) model and the training algorithm used Levenberg-Marquardt algorithm. The result from this identification was a model network. Based on the results, the simulator plant can be represented by the network models. The networks model show by mathematic equation form. The best identification gave by op-amp circuit order 3 with feedback interconnection. The MSE validation value of this network model was 0,075. Keywords: Identification, Black-box System, Neural Network
Co-Authors Abdul Syakur Achmad Abdul Jabbar Aghus Sofwan Agung Imam Rahmanto, Agung Imam AHMAD IMRON Ahmad Nur Ihsan Ahmad Taufiq Akbar Yoga Prastya, Akbar Yoga Akbar, Muhamad Rizqi Akbar, Muhammad Royan Al Fadli, Muhammad Hanifudin Al Mufti, Muhammad Khoirul Anam Al Vandy Reactor Muhammad Albab, Muhamad Edwin Alfrian Dwi Vamiko Ananto Bilowo, Ananto Andhika Dwipradipta Andreas Surya, Andreas Anggita P. Septiani Arbye S Ardiansyah, Ardik Arif Widagdo Arifyanto, Aziz Nur Aris Triwiyatno Aristya Panggi Wijaya Azhar Rosad Alfauji, Azhar Rosad Bagas Adi Luhung, Bagas Adi Bambang Nur Cahyono Bayu Bagas Wara, Bayu Bagas Bayu Gigih Prasetyo Berlianta Syiamora Dekrita, Berlianta Syiamora Bimo, Margilang Cahyanti, Anifah Putri Catur Ardy Bayu Pamungkas Cosa Pamungkas Prabaswara Darjat Darjat Dini Yasa Istiqomah Dista Yoel Tadeus Ditya Satriya Nugroho Hadi Diyah Amiati Rochmana, Diyah Amiati Dwirahayu, Rio Dzunuwanus Ghulam Manar Ebtian Apriantoro Edo Herwinantyo, Edo Erwin Adriono Erwin Nashrullah Esa Apriaskar Ezufatrin Ezufatrin, Ezufatrin Fadilah, Aldi Nur Fahmi Rezza Djuliandri, Fahmi Rezza Fahmida, Dianti Shobri Fakhruddin Mangkusasmito Fakhruddin, Ahmad Muhammad Fergy Romadhany Frans Scifo Ganis Rama Pradika Ghina Febrina, Ghina Gunawan, Fransiskus Allan Gunawan, Khoe Happy Hadyan Gilang K, Hadyan Gilang Hafidz Aly Hidayat Hanafi, Iqbal Herawati, Nunik Herdiansyah, Ikbal Imam Mukhlash Iwan Setiawan Jamaludin, Teten Jan Pieter Candra Siahaan, Jan Pieter Candra Juan Maurice, Juan Juningtyastuti Juningtyastuti Jusagemal Aria EL Kamila, Nelly Rifda Kevin Adelin, Kevin Kholifah, Ratri Nur Kristifolus, Willybrodus Gabriel Kurniawan Nur Aryadi, Kurniawan Nur KUSUMANINGTYAS, MEISYA Laras Dwi Kawuri Larasaty Ekin Dewanta, Larasaty Ekin Lusia Astrika Lutfi Nur Rachmad luthfianwar, faishal manar, dzunuanus ghulam Martasia, Sela Mastuti, Arum Mauridhi Hery Purnomo Mauridhi Hery Purnomo Moch. Akbar Ramadhan A.F Mochamad , Hariadi, Mochamad , Mochamad Hariadi Mohammad Adhitama Muarif Fandhi A, Muarif Fandhi Muhamad Iqbal Muhammad Adnan Muhammad Asrofi, Muhammad Muhammad Danang Nuralamsyah Muhammad Fadli Nasution Muhammad Manshur, Muhammad Muhammmad Abbie Hamzah Munawar Agus Riyadi Nugraha, Satria Indra Nunik Retno Herawati Oka Danil Saputra Olief Ilmandira Ratu Farisi, Olief Ilmandira Ratu Pambudi, Ricko Dwi Panjaitan, Charlie Alexander Paramitha, Dyah Ayu Risky Pardomuan, Andre Praptiandari Raras Puspitasari, Praptiandari Raras Prastiyo, Dibyo Pratama, Syahrizal Yudha Edhi Pravitasari, Chyntia Dewi Candra Prestian Rindho S. Priyatno Harsasto Puguh Gambiro Purwoko . Putra, Florian Destito R. Imbang Danandjojo, R. Imbang R. Rizal Isnanto Radhitya Pujosakti, Radhitya Rafdito Harisuryo, Rafdito Rahadian Nurfansyah Rahmat Rizeki, Rahmat Reimansyah, Muhammad Fajri Nur Rg Setiawan S Ridwan Tri Prasetyo Rochim, Basten Bastory Rohmat Hidayat Rosdiana Fajar Mardhika, Rosdiana Fajar Rousyan Faikar Rr. Kartika Kusuma Winahyu, Rr. Kartika Kusuma Ruzianto, Rega Sakti Sani Salimah Arub, Sani Salimah Saputra, Alfado Haryadi Saputra, Bangun Saputri, Afriska Yoga Sari, Angie Permata Satrio Jat, Dio Scenda Bernados Purba Selamat Marylin Manroe Sinaga, Selamat Marylin Manroe Setiawan Romadhan Silvano, Kennaldo Solichul Huda, Solichul Sonya Fitri Situmorang, Sonya Fitri Sudjadi Sudjadi Sumardi Sumardi Surgani, Fatamorgana Surya Wisnurahutama Susilo Utomo Sutapa, Reza Baskara TATAG TAUFANI ANWAR, TATAG TAUFANI Tejawijaya, Dennis Tito Tuesnadi, Tito Tri Bagus Susilo Trias Andromeda Turtiantoro . Vega Pradana Rachim Veriningrat Wijaya, Veriningrat Wafdulloh, Yoga Wahyudi Wahyudi Wicaksono, Muhammad Isaldi Widaningrum, Lidya Wijaya, Okza Hendrian Yoga Adi Candra, Yoga Adi Yonatan Riyaneka Putra Yuandhica AP Yulfiani Fikri Yuli Christyono Yulius Krisna Deva Purusha, Yulius Krisna Deva Yunita Fitri Yustian Bayu Prihandika, Yustian Bayu Yusuf Yusuf Yuwanto .