Wahyuning Setyani
Hanny Setyowati, Hananun Zharfa Hanifah, Rr Putri Nugraheni, Wahyuning Setyani

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

UJI EFEK ANTIINFLAMASI FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK ALFAFA (Medicago sativa) PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI KARAGENIN Kusmita, Lia; Setyani, Wahyuning; Puspitaningrum, Ika
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Ter
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Inflamasi (radang) adalah reaksi setempat dari jaringan hidup atau sel terhadap suatu rangsang atau injury (cidera atau jejas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi fraksi etil asetat ekstrak herba alfafa (Medicago sativa) terhadap salah satu parameter inflamasi yaitu pembengkakan pada kaki tikus dengan induksi karagenin 1%. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dosis efektif dari fraksi etil asetat ekstrak herba alfafa sebagai antiinflamasi. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus jantan galur Wistar sebanyak 25 ekor dibagi 5 kelompok. Kelompok I (kontrol negatif) Na CMC 0,5%, kelompok II (kontrol positif) natrium diklofenak 6,3 mg/kgBB tikus, serta kelompok III, IV dan V suspensi fraksi etil asetat ekstrak alfafa 6,3; 12,6 dan 25,2 mg/kgBB tikus. Inflamasi (radang) pada tikus dengan cara diinduksi karagenin 1% sebanyak 0,10 ml. Volume udema setiap jam diketahui dari selisih volume telapak kaki pada jam-jam tertentu dengan volume kaki normal. Nilai AUC volume udema dihitung dengan metode trapezoid tiap satu jam dan dihitung % daya anti inflamasi (DAI). Nilai AUC volume udema yang diperoleh dianalisa statistik dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney menggunakan SPSS release 16. Hasil penelitian menunjukkan fraksi etil asetat ekstrak alfafa dapat menurunkan volume udema kaki tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi karagenin dengan dosis efektif sebesar 6,3 mg/ kgBB tikus dan daya antiinflamasi sebesar 20,95%.   Kata kunci: alfafa, antiinflamasi, fraksi etil asetat
PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL DAUN SOM JAWA SEBAGAI OBAT HERBAL ANTIKEPUTIHAN DALAM SEDIAAN SABUN CAIR Prasetyaningrum, Erna; Suharsanti, Ririn; Setyani, Wahyuning
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Ter
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi sabun cair dengan ekstrak daun som jawa berbagai konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas ekstrak etanol daun som jawa sebagai obat herbal antikeputihan dalam sediaan sabun cair, mengetahui aktivitas antijamur sediaan terhadap Candida albicans dan mengetahui konsentrasi ekstrak daun som jawa yang efektif sebagai bahan jamur dalam sediaan sabun cair. Pengujian kualitas sabun cair telah disesuaikan dengan aturan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang meliputi pengamatan skrining fitokimia, organoleptis, pH, viskositas, bj selama waktu penyimpanan. Dari hasil penelitian kestabilan fisika, kimia dan mikrobiologi diketahui bahwa sabun cair ekstrak daun som jawa relatif stabil selama penyimpanan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa uji organoleptis dari sediaan kurang nyaman jika dipakai karena bau dan warna yang tidak menarik. Sedangkan pada uji pH konsentrasi 30%,40% dan 50% memenuhi persyaratan lebih dari 8, viskositas dan bobot jenis sediaan memenuhi syarat lebih dari 1,01-1,10. Uji aktivitas antijamur menunjukkan hasil yang positif pada konsentrasi 40% dan 50 % yang diujikan. Kata kunci: antijamur, antikeputihan, Candida albicans, daun som jawa, sabun cair
EFEK ANALGETIK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Puspitaningrum, Ika; Kusmita, Lia; Setyani, Wahyuning
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL.11 NO.1 JUNI 2014
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Antipyretic analgesic is a compound that can relieve pain and can reduce fever. One of the plants that has potential as antipyretic analgesic is mangosteen (Garcinia mangostana L.). Mangosteen peel contains flavonoids and alkaloids that may have an effect as an analgesic. In addition, flavonoids could inhibit prostaglandin that has antipyretic effect. This study aims to determine the antipyretic analgesic effect of ethanol extract of mangosteen peel and the effective dose.             Analgesic and antipyretic test using 25 male Wistar rats were divided 5 groups , I (negative control) CMC Na 0,5 % , II (positive control) paracetamol 50 mg/kg body weight, and III, IV and V suspension of the ethanol extract of the skin manggis 50; 100 and 200 mg/kg body weight. Pain stimuli by dipping a rat tail in the water temperature of 40° C for 10 seconds. Rat response to a painful stimulus done prior to treatment (normal response), and 30 minutes after treatment. While excitatory fever in rat by injection of 0.2 ml vaccine DPT are intramuscular. Rectal temperature of rat were measured before treatment (initial temperature), 60 minutes after the vaccine, as well as 30 minutes after treatment . Rat response to a painful stimulus and a rectal temperature of rat was analyzed using SPSS statistical release 16 .            The results showed that the ethanol extract of mangosteen peel can improve the rat response to pain stimulation and lower the temperature of the mice vaccinated fever DPT. The effective dose of ethanol extract of mangosteen peel as antipyretic analgesic is 50 mg / kg body weight.Keywords: mangosteen skin, analgesics, antipyretics
PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL DAUN SOM JAWA SEBAGAI OBAT HERBAL ANTIKEPUTIHAN DALAM SEDIAAN SABUN CAIR Prasetyaningrum, Erna; Suharsanti, Ririn; Setyani, Wahyuning
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1206

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi sabun cair dengan ekstrak daun som jawa berbagai konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas ekstrak etanol daun som jawa sebagai obat herbal antikeputihan dalam sediaan sabun cair, mengetahui aktivitas antijamur sediaan terhadap Candida albicans dan mengetahui konsentrasi ekstrak daun som jawa yang efektif sebagai bahan jamur dalam sediaan sabun cair. Pengujian kualitas sabun cair telah disesuaikan dengan aturan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang meliputi pengamatan skrining fitokimia, organoleptis, pH, viskositas, bj selama waktu penyimpanan. Dari hasil penelitian kestabilan fisika, kimia dan mikrobiologi diketahui bahwa sabun cair ekstrak daun som jawa relatif stabil selama penyimpanan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa uji organoleptis dari sediaan kurang nyaman jika dipakai karena bau dan warna yang tidak menarik. Sedangkan pada uji pH konsentrasi 30%,40% dan 50% memenuhi persyaratan lebih dari 8, viskositas dan bobot jenis sediaan memenuhi syarat lebih dari 1,01-1,10. Uji aktivitas antijamur menunjukkan hasil yang positif pada konsentrasi 40% dan 50 % yang diujikan. Kata kunci: antijamur, antikeputihan, Candida albicans, daun som jawa, sabun cair
EFEK ANALGETIK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Puspitaningrum, Ika; Kusmita, Lia; Setyani, Wahyuning
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL.11 NO.1 JUNI 2014
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v11i1.1284

Abstract

ABSTRACT Antipyretic analgesic is a compound that can relieve pain and can reduce fever. One of the plants that has potential as antipyretic analgesic is mangosteen (Garcinia mangostana L.). Mangosteen peel contains flavonoids and alkaloids that may have an effect as an analgesic. In addition, flavonoids could inhibit prostaglandin that has antipyretic effect. This study aims to determine the antipyretic analgesic effect of ethanol extract of mangosteen peel and the effective dose.             Analgesic and antipyretic test using 25 male Wistar rats were divided 5 groups , I (negative control) CMC Na 0,5 % , II (positive control) paracetamol 50 mg/kg body weight, and III, IV and V suspension of the ethanol extract of the skin manggis 50; 100 and 200 mg/kg body weight. Pain stimuli by dipping a rat tail in the water temperature of 40° C for 10 seconds. Rat response to a painful stimulus done prior to treatment (normal response), and 30 minutes after treatment. While excitatory fever in rat by injection of 0.2 ml vaccine DPT are intramuscular. Rectal temperature of rat were measured before treatment (initial temperature), 60 minutes after the vaccine, as well as 30 minutes after treatment . Rat response to a painful stimulus and a rectal temperature of rat was analyzed using SPSS statistical release 16 .            The results showed that the ethanol extract of mangosteen peel can improve the rat response to pain stimulation and lower the temperature of the mice vaccinated fever DPT. The effective dose of ethanol extract of mangosteen peel as antipyretic analgesic is 50 mg / kg body weight.Keywords: mangosteen skin, analgesics, antipyretics
PEMANFAATAN EKSTRAK TERSTANDARDISASI DAUN SOM JAWA (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn) DALAM SEDIAAN KRIM ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus Setyani, Wahyuning; Setyowati, Hanny; Ayuningtyas, Dewi
Journal of Pharmaceutical Sciences and Community Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.106 KB) | DOI: 10.24071/jpsc.131139

Abstract

Infectious diseases have been the leading cause of morbidity and mortality because of the widespread antibacterial resistance due to existing drugs. Thus, the discovery and development of new antimicrobial agents, especially from natural resources is important to promote the human health. This research aimed to examine the antibacterial activity of som jawa (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn.) standardized extract thus their application into cream. Extraction was done by remaceration method, then followed by phytochemical investigation to obtain the active ingredients inside extract. The result of this research showed that both som jawa standardized extract and their formula cream had antibacterial activity towards Staphylococcus aureus. This formula cream was potential as alternative herbal medicine for skin infection caused by Staphylococcus aureus.
UJI DAYA ANTIBAKTERI DAN IDENTIFIKASI ISOLAT SENYAWA KATEKIN DARI DAUN TEH (Camellia sinensisL. var Assamica) Astutiningsih, Christina; Setyani, Wahyuning; Hindratna, Himawan
Journal of Pharmaceutical Sciences and Community Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.609 KB) | DOI: 10.24071/jpsc.112100

Abstract

Abstract: Antibacterial is a substance that can interfere with the growth and metabolism of bacteria, so that these substances can inhibit growth or even kill bacteria. This research aimed to utilize natural materials as a natural antibacterial. This study investigated the ability of isolates catechins of tea leaves to inhibit Staphylococcus aureus and spectral identification of these catechins. Catechin compounds was extracted by water, and then fractionated with CHCl3 and ethyl acetate. Ethyl acetate phase was concentrated fractionation results using a rotary evaporator for further separation using thin layer chromatography with various mobile. The results of the study showed that the concentration of isolates of demonstrated to be effective as antibacterial, with MIC 12.5%. UV spectrum measurement showed that the isolates had a maximum absorption at a wavelength of 279 nm while the FTIR spectrophotometer showed that isolates catechin-containing functional groups C = C aromatic absorption 1500-1600 nm^-1 and OH groups, a broad band between 2000 and 3600 nm^-1.Key words: isolates catechins, Staphylococcus aureus, tea leaves, antibacterial
POTENSI NANOKOLAGEN LIMBAH SISIK IKAN SEBAGAI COSMECEUTICAL Setyowati, Hanny; Setyani, Wahyuning
Journal of Pharmaceutical Sciences and Community Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.966 KB) | DOI: 10.24071/jpsc.121112

Abstract

Abstract: Collagen is the most abundant protein of white connective tissue, comprising approximately 30% of total animal protein. This is a fibrous protein which give strength and flexibility in the tissue and bone, also playing an important role for skin and tendon. The utilization of collagen from fish scales waste become an alternative for medication (pharmaceutical), and daily care as cosmetic, which known by cosmeceutical. Nanotechnology application can be completing of cosmeceutical, not only for cure, but also for daily treatment using an wasted materials changed into beneficial product to be developed. Keywords : collagen, fish scales waste, cosmeceutical
Kefir: A new role as nutraceuticals Setyowati, Hanny; setyani, Wahyuning
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 7, No 5, (2016)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol7.Iss5.art5

Abstract

Nutraceutical is the fusion of nutrition and pharmaceutical. This products, in broad, are food or part of food that provides medical or health benefits including the prevention and or treatment of a disease. Kefir is renowned nutraceutical dairy products produced through fermentation of bacteria and yeasts and naturally present in grains of kefir. The nutritional attributes are due to presence of vital nutrients such as carbohydrates, amino acids, proteins, minerals, phosphorus, vitamin, calcium, and certain biogenic compounds. Intestinal immunity, antimicrobial, anticarcinogenic, hypocholesterolemic effect, antibiabetic, effect on blood pressure level, antioxidant, wound healing, and lactose intoleran can be achieved using this products. The purpose of this review is to gather information about composition, methods of production, and therapeutic properties of kefir products to provide justification for its consumption. This review confirms that kefir can be a new role of nutraceutical products.
UJI EFEK ANTIINFLAMASI FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK ALFAFA (MEDICAGO SATIVA) PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI KARAGENIN Kusmita, Lia; Setyani, Wahyuning; Puspitaningrum, Ika
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1200

Abstract

ABSTRAK Inflamasi (radang) adalah reaksi setempat dari jaringan hidup atau sel terhadap suatu rangsang atau injury (cidera atau jejas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi fraksi etil asetat ekstrak herba alfafa (Medicago sativa) terhadap salah satu parameter inflamasi yaitu pembengkakan pada kaki tikus dengan induksi karagenin 1%. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dosis efektif dari fraksi etil asetat ekstrak herba alfafa sebagai antiinflamasi. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus jantan galur Wistar sebanyak 25 ekor dibagi 5 kelompok. Kelompok I (kontrol negatif) Na CMC 0,5%, kelompok II (kontrol positif) natrium diklofenak 6,3 mg/kgBB tikus, serta kelompok III, IV dan V suspensi fraksi etil asetat ekstrak alfafa 6,3; 12,6 dan 25,2 mg/kgBB tikus. Inflamasi (radang) pada tikus dengan cara diinduksi karagenin 1% sebanyak 0,10 ml. Volume udema setiap jam diketahui dari selisih volume telapak kaki pada jam-jam tertentu dengan volume kaki normal. Nilai AUC volume udema dihitung dengan metode trapezoid tiap satu jam dan dihitung % daya anti inflamasi (DAI). Nilai AUC volume udema yang diperoleh dianalisa statistik dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney menggunakan SPSS release 16. Hasil penelitian menunjukkan fraksi etil asetat ekstrak alfafa dapat menurunkan volume udema kaki tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi karagenin dengan dosis efektif sebesar 6,3 mg/ kgBB tikus dan daya antiinflamasi sebesar 20,95%.   Kata kunci: alfafa, antiinflamasi, fraksi etil asetat