Articles

Found 29 Documents
Search

DEIKSIS ARTIKEL HARIAN SUARA MERDEKA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN MENULIS NARASI NONFIKSI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA Setyaningsih, Dwi
SURYA BAHTERA Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.377 KB)

Abstract

Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini, yaitu (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk deiksis pada artikel wacana lokal harian Suara Merdeka edisi April 2013 dan (2) mendeskripsikan skenario pembelajaran deiksis yang diintegrasikan ke dalam pembelajaran menulis narasi nonfiksi pada kelas X SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Bentuk-bentuk deiksis yang dipakai dalam artikel wacana lokal harian Suara Merdeka edisi April 2013 terdiri dari: (1) deiksis persona berupa kata saya, kita, kami, mereka, dia, ia, dan ?nya;(2) deiksis tempat berupa (provinsi) ini, (republik) ini, (kota) ini, dan (kota) itu; (3) deiksis waktu berupa lima tahun ke depan, beberapa waktu lalu, sekarang, kini, sepekan terakhir, sebelumnya, medio Juli, saat ini, selama ini, tahun ini,selama ini, belakangan ini, dan hari ini; (4) deiksis anafora berupa ini, itu, hal ini, hal itu, -nya, mereka, dan ia; dan (5) deiksis katafora berupa seperti, adalah, yaitu, meliputi, semisal yakni, artinya, terdiri atas, antara lain, dan misalnya. Pembelajaran deiksis yang diintegrasikan ke dalam pem-belajaran menulis narasi nonfiksi dilakukan dengan mengombinasikan tiga metode pembelajaran, yaitu: metode ceramah, metode problem solving, dan penugasan. Kata Kunci: Bentuk Deiksis, Artikel, Skenario Pembelajaran
PENENTUAN LAMA SULFONASI PADA PROSES PRODUKSI SURFAKTAN MES UNTUK APLIKASI EOR Rival, Mira; Irawadi, Tun Tedja; Suryani, Ani; Setyaningsih, Dwi; Hambali, Erliza
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 16 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.818 KB)

Abstract

For producing oil remains that remained at old oil wells (mature field), a method of advanced oil acquirement improvement known as an Enhanced Oil Recovery (EOR) should be applied. Surfactant plays an important role in EOR process by reducing interfacial tension (1FT), altering wettability, reducing oil viscosity, and stabilizing dispersion to facilitate the process of oil jetting from reservoir to production well. To optimally cleanse oil that still remained a surfactant compatible with formation water and reservoir is needed. This study was conducted to get the best time of sulfonation process for producing MES surfactant with lower interfacialtension for EOR application. Results showed that the best times of sulfonation process with lower interfacial tension value were 3 and 4 hours.
KAJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIMIKROBA EKSTRAK BIJI, KULIT BUAH , BATANG DAN DAUN TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) Setyaningsih, Dwi; Nurmilah, Ovi Yulianti; Windarwati, Sri
REKAPANGAN Vol 4, No 2 (2010): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jatropha  curcas is  one  of  potential  bioenergy  plant.  Jatropha  curcas  also  has  great potential  for  the  development  of  bio-products,  medicines  and  consumer  good  since  it contains some bioactive agents such as β-sitosterol, stigmasterol, curcin, flavonoid and 12-deoxyl-16-hydroxyphorbol  (phorbol  esther)  that  potentials  as  antioxidant  and antimicrobial  agent.  The  purpose  of  this  research  were  to  determine  the  yield  of extract, antimicrobial and antioxidant activity from seed, fruit shell, stem and leaves of  J. curcas. Seed, fruit shell, stem and blend of stem and leaves were extracted with three type  of  solvents.  They  were  methanol,  ethyl  acetate  and  n-hexane.  From  the  yield  of extract,  it  could  be  concluded  that  seed  of J.curcas L  contained  a  lot  of  semi  polar compounds  (35,98%)  and  non  polar compounds  (32,27%),  blend  of  stem  and  leaves contained a lot of polar compounds (9,75%) and J. curcas fruit shell contained a lot of polar  compounds  (5,96%).  Antioxidant  activity  with  scavenging  effect  on  DPPH radical  (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazil)  and  antimicrobial  activity  using  well  diffusion method  showed  that  methanol  extract  from J.  curcas seed  had  the  highest  value  of antioxidant  and  antimicrobial  activity  than  other  samples.  The  antioxidant  activity  of methanol  extract  from J. curcas seed  was  93,40%,  comparable  with  ascorbic  acid  as reference. The potency of antimicrobial activity of this extract  could be seen from the bacterial inhibition zone diameter of 11.9 mm for E. coli and 14.83 mm for S. aureus.Keywords: Antimicrobial, antioxidant, Jatropha curcas L
PROFIL LEMAK PLASMA DAN NILAI HEMATOLOGI TIKUS SPRAGUE DAWLEY DENGAN SUPLEMENTASI AMIDA MINYAK IKAN Wajizah, Sitti; Wiryawan, Komang G.; Manalu, Wasmen; Setyaningsih, Dwi
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 7, No 1 (2013): J. Ked. Hewan
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v7i1.556

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas amida minyak ikan dalam menurunkan konsentrasi kolesterol dan trigliserida plasma dan pengaruhnya terhadap nilai hematologi darah. Tiga puluh lima ekor tikus jantan, galur Sprague Dawley, umur 7 minggu dibagi secara acak ke dalam lima kelompok perlakuan. Kelompok kontrol (A) mendapat ransum semi purified yang mengandung 8% minyak jagung. Kelompok perlakuan masing-masing disuplementasi 4,5% minyak ikan (B), 3% minyak ikan+1,5% amida (C), 1,5% minyak ikan+3% amida (D), dan 4,5% amida (E). Ransum perlakuan diberikan selama 6 minggu. Pada akhir penelitian dilakukan pengambilan sampel darah untuk menganalisis nilai hematologi dan profil lemak plasma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi amida minyak ikan dapat mempertahankan jumlah eritrosit dan Hb, namun nilai hematokrit mulai menurun pada suplementasi amida 3% (D), dibandingkan suplementasi minyak ikan (B) dan suplementasi amida 1,5% (C). Jumlah leukosit pada kelompok yang mendapat suplementasi 4,5% amida (E) secara nyata (P 0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang diberi minyak ikan (B). Suplementasi amida minyak ikan tidak berpengaruh terhadap konsentrasi kolesterol total dan HDL plasma, namun pada suplementasi 3% amida mulai meningkatkan konsentrasi trigliserida dan LDL plasma secara nyata (P 0,05). Disimpulkan bahwa suplementasi amida sebesar 3% mulai memperlihatkan pengaruh negatif terhadap nilai hematologi dan profil lemak plasma.
STUDI AWAL PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP RENDEMEN DAN KADAR ASIATICOSIDE DARI CENTELLA ASIATICA (L) URB Sondari, Dewi; Irawadi, Tun Tedja; Setyaningsih, Dwi; Tursiloadi, Silvester
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 3: APRIL 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.3.4193

Abstract

STUDI AWAL PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP RENDEMEN DAN KADAR ASIATICOSIDE DARI CENTELLA ASIATICA (L) URB. Proses ekstraksi Centella asiatica (L) Urb dengan metode maserasi, sonikasi, sokletasi dan CO2 superkritik telah dilakukan. Pengaruh proses ekstraksi terhadap rendemen dan kadar asiaticoside dari Centella asiatica (L) Urb (pegagan) telah dipelajari. Hasil dari perhitungan rendemen asiaticoside terlihat bahwa kandungan asiaticoside (% berat) dari proses ekstraksimaserasi, sonikasi, sokletasi dan CO2 superkritik berturut-turut sebagai berikut: 6,723%; 0,187%; 3.648%dan 9,24%. Rendemen asiaticoside paling tinggi diperoleh dari teknologi ekstraksi CO2 superkritik, karena teknologi ini dilakukan pada tekanan dan suhu tertentu sehingga kualitas hasil ekstraksi ditentukan oleh seberapa kritis penggunaan tekanan dan suhunya. Karena pada kondisi ini, selain mengubah densitas CO2, juga berpengaruh terhadap kelarutan dan selektivitas dari zat yang akan terekstrak. Semakin tinggi tekanan dan kelarutan, total hasil ekstraksi akan semakin tinggi. Untukmengetahui adanya senyawa asiaticoside dalam Centella asiatica (L) Urb (pegagan) digunakan analisis HPLC. Dari hasil analisis kromatogram bahwa ada dua puncak yang terdeteksi, dan secara kualitatif senyawa asiaticoside yang diperoleh denganmenggunakan ekstraksi CO2 superkritik lebih tinggi kadarnya dibanding metode ekstraksi lainnya, karena teknologi proses ekstraksi CO2 superkritik memanfaatkan kekuatan pelarut dan sifat fisik dari komponenmurni atau campuran, sehinggamudahmelakukan penetrasi ke dalam dinding material yang di ekstrak dan melarutkan komponen senyawa aktif secara selektif dengan kualitas produk tinggi dan tidakmengandung residu pelarut sehingga lebih murni.
MODIFICATION OF NATURAL ZEOLITE AS MOLECULAR SIEVE MATERIAL ON BIOETHANOL DEHYDRATION Khaidir, Khaidir; Setyaningsih, Dwi; Haerudin, Hery
Jurnal Zeolit Indonesia Vol 8, No 2 (2009)
Publisher : Jurnal Zeolit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.47 KB)

Abstract

This study aimed to find a method of modification zeolite structure so it has a fit pore size to used on bioethanol dehydration process and acquiring bioethanol quality for fuel. The method used by heating the mixture of ethanol azeotropic and water at distillation flask which passed through on the column filled by zeolite molecular sieve. The result showed that zeolite modifications (ZMS) have a better characteristic for used on bioethanol dehydration process than natural zeolite. The result which obtained on dehydration process using ZMS was better rather than commercial zeolite 3 A and natural zeolite. Concentration of bioethanol obtained by using ZMS has increased 3,14%.
THE STUDY ON MICROENCAPSULATION OF VANILLA EXTRACT Setyaningsih, Dwi; Rahmalia, Reni; Sugiyono, .
Journal of Agroindustrial Technology Vol. 19 No. 2 (2009): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.913 KB)

Abstract

Natural vanilla extract microencapsulation was done by spray drying method, using maltodextrin DE10 and modified cassava starch (Flomax 8) as coating material. Selection of coating material ratio of maltodextrin DE10 : Flomax8 (1:0, 1:1, 0:1, 1:2, 2:1) was done as pre-treatment, resulted in an optimum ratio of 2:1. Three different treatments were applied: type of coating material (maltodextrin DE10, and maltodextrin DE10: Flomax8 = 2:1), coating material concentration (10, 20, and 30%) and vanilla extract - coating material ratio (3:2, 2:1 and 3:1). Type of coating material, coating concentration and ratio between vanilla extract and coating material gave a significant difference to the yield, vanillin content and vanillin recovery. Vanillin extract coated by maltodextrin DE10:Flomax8 2:1 gave yield, vanillin content and vanillin recovery higher than only maltodextrin. The highest vanillin content and vanillin recovery obtained from 30% concentration of coating material. The higher ratio of vanillin extract to coating material gave the higher vanillin content, but recovery was lower. The type of coating material gave a significant effect to the solubility of vanilla powder. The concentration of coating material and ratio between extract vanilla and coating material did not affect the solubility. The type of coating materials, coating material concentration and ratio between vanilla extract and coating material did not affect water activity of the obtained vanilla powder.
Perbedaan Persepsi Pengalaman Belajar Klinik Stase Keperawatan Medikal Bedah Bagi mahasiswa Program A dan Program B PSIK-FK UGM di RS Dr.Sardjito Yogyakarta Setyaningsih, Dwi; Winarso, Mariyono Sedyo; Aulawi, Khudazi
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : School of Nursing Faculty of Medicine Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.013 KB)

Abstract

Please refer to the file
Rekayasa Proses Hidrolisis Pati dan Serat Ubi Kayu (Manihot utilissima) untuk Produksi Bioetanol Susmiati, Yuana; Setyaningsih, Dwi; Sunarti, Titi Candra
Agritech Vol 31, No 4 (2011)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.652 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9648

Abstract

Ethanol production from cassava (Manihot utilissima) usually uses enzymatic process for starch hydrolysis. Enzymatichydrolysis by α-amylase and amyloglucosidase enzymes are not able to convert cassava fibers into sugars. Dilute acid hydrolysis is applied to convert both starch and fibers, which will increase the yield of simple sugars as fermentable sugars and resulting in high ethanol production. In this research there are two steps of dilute acid hydrolysis, first for starch hydrolysis at H SO concentration of 0.1-0.5 M, 5-15 minutes and second for fiber hydrolysis at 0.5-1.0 24M H SO , 10-20 minutes, at the same temperature of 121-127 oC and pressure of 1.0-1.5 atm. The disadvantage of acid hydrolysis is the formation of toxic compounds such as hydroxymethyl furfural (HMF) which is inhibited yeast fermentation. Therefore, acid hydrolyzates were detoxified with NH OH before use as fermentation substrate. The best starch hydrolysis condition was obtained at 0.4 M H SO  for 10 minutes which gave 257.37 g/l of total sugars, 24229.38 g/l of reducing sugars, 89.59 of dextrose equivalent (DE) and 0.57 g/l of HMF. While the best fiber hydrolysis performed at 1.0 M H SO  solution for 20 minutes which gave 79.74 g/l of total sugars, 70.88 g/l of reducing sugars, 2488.99 of DE and 0.0142 g/l of HMF. Single direct acid hydrolysis was the most suitable substrate for yeast fermentationwith the ethanol concentration of 5.7 % (w/v) and 30.5 % (w/w) of ethanol yield. This result is comparable with enzymatic hydrolysis which gave ethanol yield of 30 % (w/w).ABSTRAKProduksi etanol dari ubi kayu biasanya menggunakan enzim untuk menghidrolisis pati. Hidrolisis secara enzimatismenggunakan enzim α-amilase dan amiloglukosidase tidak mampu mengkonversi serat menjadi gula. Hidrolisis asam  berkonsentrasi  rendah  dilakukan  untuk  mengkonversi  pati  dan  serat,  sehingga  gula-gula  sederhana  yang dapat difermentasi meningkat dan menghasilkan produksi etanol tinggi. Pada penelitian ini ada dua tahap hidrolisis menggunakan asam berkonsentrasi rendah, yaitu tahap pertama untuk menghidrolisis pati dengan konsentrasi H SO 0,1-0,5 M selama 5-15 menit dan tahap kedua untuk menghidrolisis serat dengan kensentrasi H SO  0,5-1,0 M selama 2410-20 menit pada suhu dan tekanan sama, yaitu 121-127 oC dan 1,0-1,5 atm. Kekurangan pada hidrolisis asam adalahterbentuknya senyawa toksik seperti hidroksimetil furfural (HMF) yang mengganggu fermentasi khamir. Oleh karena itu hidrolisat asam didetoksifikasi menggunakan NH OH sebelum digunakan sebagai substrat fermentasi. Kondisi terbaik hidrolisis pati diperoleh pada konsentrasi H SO  0,4 M selama 10 menit dengan nilai total gula 257,37 g/l, 24gula pereduksi 229,38 g/l, dextrose equivalent (DE) 89,59 dan HMF 0,57 g/l. Selain itu kondisi terbaik hidrolisis serat diperoleh pada konsentrasi H SO  1,0 M selama 20 menit dengan nilai total gula 79,74 g/l, gula pereduksi 70,88 g/l, 24DE 88,99 dan HMF 0,0142 g/l. Hidrolisat asam yang paling sesuai digunakan sebagai substrat fermentasi adalah darihidrolisis satu tahap tanpa pemisahan serat yang menghasilkan etanol dengan konsentrasi 5,7 % (b/v) dan rendemen etanol 30,5 (b/b). Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan hidrolisis enzimatis yang mengasilkan rendemen etanol 30% (b/b).
Kajian Aktivitas Antioksidan dan Antimikroba Fraksi dan Ekstrak dari Daun dan Ranting Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) serta 126 Pemanfaatannya pada Produk Personal Hygiene Setyaningsih, Dwi; Pandji, Chilwan; Perwatasari, Dayu Dian
Agritech Vol 34, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.354 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9502

Abstract

The development of jarak pagar (Jatropha curcas L) in Indonesia needs to be followed by the optimum utilization of all parts of the plants, including the leaves and twigs. This study aims to determine the antioxidant and antimicrobial activities of the leaves and twigs extracts of Jatropha curcas L and to see the effects of their use in personal hygiene products, as part of efforts to increase the added value of the Jatropha’s leaves and twigs. Extract of Jatropha curcas in this study were obtained through a solvent extraction process using ethanol 96% by the method of soxhlet and maceration. Fraction obtained by performing advanced stages in the extract called fractination. Antioxidant activity was analized by using DPPH method at concentration of 4, 6, 8, 10, 12, 16 and 20 µg/mL. While the analysis of antimicrobial activity was performeed by well diffusion method against Candida albicans, Microsporum gypseum, and Pseudomonas aeruginosa at the concentration of extract/fraction 1, 2, and 3%. The result showed that crude extract of maceration and ethyl acetate fraction of soxhlet had the highest antioxidant activity with IC50 values of 7.019 and 7.857 µg/mL where this values were not significantly different. In other side, the result of antimicrobial activity indicated the present of antimicrobial inhibitory of maceration crude extract against Microsporum gypseum. It proved by the formation of clear zones of inhibition around the wells with diameter of 12, 14, and 20 mm for concentration 1, 2, and 3%. The ethyl acetate fraction showed the inhibitory against Microsporum gypseum only at concentration of 3% extract with diameter of inhibitory zones 14 mm. Utilization of selected extract fraction applied to one of personal hygiene product, transparent soap, by utilizing its antioxidant activity. Soap with the addition of ethyl acetate fraction of Jatropha curcas at a concentration level of 0.8% produces soap with antioxidant activity of 66.15% and the rate of foam stability about 83.23%.ABSTRAK Perkembangan jarak pagar (Jatropha curcas L) di Indonesia perlu diikuti dengan pemanfaatan yang optimal dari seluruh bagian tanaman tersebut, termasuk bagian daun dan ranting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan antimikroba dari ekstrak serta fraksi daun dan ranting jarak pagar serta melihat efek pemanfaatannya pada produk personal hygiene, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah dari daun jarak pagar. Ekstrak jarak pagar pada penelitian ini diperoleh melalui proses ekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode soxhlet dan maserasi. Fraksi diperoleh dengan melakukan tahap lanjut yaitu tahap fraksinasi pada ekstrak. Analisis antioksidan dilakukan dengan metode DPPH pada konsentrasi 4, 6, 8, 10, 12, 16, dan 20 µg/mL. Sedangkan analisis antimikroba dilakukan dengan metode difusi sumur terhadap Candida albicans, Microsporum gypseum, dan Pseudomonas aeruginosa pada tingkat konsentrasi ekstrak/fraksi 1, 2, dan 3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan tertinggi dimiliki oleh ekstrak kasar maserasi dan fraksi etil asetat soxhlet dengan nilai IC50 sebesar 7,019 dan 7,857 µg/mL dimana nilai keduanya tidak berbeda nyata. Sementara itu, hasil analisis antimikroba menunjukkan adanya aktivitas penghambatan dari ekstrak kasar maserasi terhadap Microsporum gypseum yang terbukti dengan terbentuknya zona bening disekitar sumur dengan diameter hambat 12, 14, dan 20 mm untuk konsentrasi 1, 2, dan 3%. Adapun fraksi etil asetat hanya menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap Microsporum gypseum pada tingkat konsentrasi 3% dengan diameter hambat sebesar 14 mm. Pemanfaatan fraksi ekstrak terpilih diterapkan pada salah satu produk personal hygiene yaitu sabun transparan dengan memanfaatkan aktivitas antioksidan yang dimilikinya. Sabun dengan penambahan fraksi etil asetat jarak pagar pada tingkat konsentrasi 0,8% menghasilkan sabun dengan aktivitas antioksidan sebesar 66,15% dan tingkat kestabilan busa sebesar 83,23%.