Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L) DALAM RANSUM TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DAGING AYAM BROILER STRAIN HUBBARD Setyaningsih, Endang
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.879 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung mengkudu (Morinda citrifolia L) dalam ransum terhadap penurunan kadar kolesterol daging dada ayam broiler strain hubbard. Tujuan lain penelitian ini yaitu untuk mengetahui pada taraf berapa persenkah penambahan tepung mengkudu dalam ransum ini yang dinilai paling maksimal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL). Populasi dalam penelitian adalah ayam broiler strain hubbard dan sebagai sampel penelitian adalah 25 ekor ayam broiler strain hubbard. Dua puluh lima ekor ayam terbagi dalam 5 kelompok dengan perlakuan penambahan tepung mengkudu dalam ransum sebesar 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Penelitian ini dilakukan selama 6 minggu. Parameter yang diukur adalah kadar kolesterol daging dada ayam broiler strain hubbard. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis varian satu jalur (ANAVA) untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung mengkudu dalam ransum terhadap kadar kolesterol daging ayam broiler dan dilanjutkan dengan uji Duncan?s Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui adanya perbedaan rerata antara kelompok perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis dengan program Software SPSS Versi 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung mengkudu dalam ransum dapat menurunkan kadar kolesterol daging dada ayam broiler strain hubbard pada perlakuan PI (0,3489 mgr/gr), PII (0,3128 mgr/gr), PIII (0,2873 mgr/gr), PIV (0,2611 mgr/gr), dan PV (0,2232 mgr/gr). Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa dosis penambahan tepung mengkudu dalam ransum yang dinilai paling maksimal dalam menurunkan kadar kolesterol daging dada ayam broiler strain hubbard adalah pada taraf 10% dari total ransum. Kata kunci : Mengkudu, Kolesterol dan Daging
PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF DENGAN STRATEGI LIGHTENING THE LEARNING CLIMATE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI ORGANISASI KEHIDUPAN PADA SISWA KELAS VII E SMPN 1 GONDANGREJO TAHUN AJARAN 2011/2012 Aisyiyah, Nur; Setyaningsih, Endang; Chalimah, Siti
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.708 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: keaktifan dan hasil belajar biologi siswa kelas VII E SMPN 1 Gondangrejo pada pokok materi Organisasi Kehidupan, Tahun Ajaran 2011/2012 dengan menerapkan strategi pembelajaran Lightening The Learning Climate (mengurangi suasana belajar formal). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi, dan evaluasi dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif yaitu dengan cara menganalisis data perkembangan siswa dari siklus I sampai dengan siklus II melalui tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar di setiap siklus. Rata-rata kelas hasil belajar aspek kognitif siklus I sebesar 74,06 dengan prosentase ketuntasan 62,5%, siklus II sebesar 81,56 dengan prosentase ketuntasan 93,75%. Rata-rata kelas hasil belajar aspek afektif siklus I sebesar 12,69 (termasuk katagori berminat), siklus II ranah afektif sebesar: 15,09 (termasuk kategori berminat). Sedangkan prosentase afektif siswa yang bekerjasama dalam kelompok pada siklus I mencapai 37,5%, pada siklus II meningkat sebesar 78,13%, keberanian siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapat pada siklus I mencapai 18,75%, pada siklus II sebesar 46,88%, perhatian siswa saat guru menjelaskan pada siklus I sebesar 34,38%, pada siklus II sebesar 90,63%, keaktifan dalam bekerja sistematis siklus I sebesar 78,13%, siklus II mengalami peningkatan menjadi 93,75%.  Berdasarkan dari penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi Lightening The Learning Climate dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar biologi materi organisasi kehidupan pada siswa kelas VII E SMPN 1 Gondangrejo Tahun Ajaran 2011/2012.   Kata Kunci: Strategi Lightening The Learning Climate, Keaktifan dan Hasil Belajar.
IDENTIFIKASI KUALITATIF KANDUNGAN LOGAM BERAT (PB, CD, CU, DAN ZN) PADA IKAN SAPU-SAPU (HYPOSTOMUS PLECOSTOMUS) DI SUNGAI PABELAN KARTASURA TAHUN 2012 Saputro, Andi; Hariyatmi, Hariyatmi; Setyaningsih, Endang
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.591 KB)

Abstract

ABSTRAK   Kepadatan penduduk yang tinggi menimbulkan dampak negatif terhadap kelestarian lingkungan hidup. Kecamatan Kartasura merupakan suatu daerah perkotaan dengan kepadatan penduduk dan aktivitas yang tinggi, hal ini yang memperkuat munculnya dampak pencemaran di kecamatan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kandungan logam berat Pb, Cd, Cu, dan Zn pada ikan Sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) di sungai Pabelan Kartasura tahun 2012 dan untuk mengetahui apakah Sungai tersebut tercemar oleh logam berat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan cara mengidentifikasi logam berat menggunakan metode ekstraksi dengan larutan larutan Na2S 10% b/v dan ditizon 0,005% b/v pada pH yang berbeda pada daging Ikan Sapu-sapu dari Sungai Pabelan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan sistem purposive sampling pada 3 lokasi sampling yaitu pada area batas awal Sungai, area tengah Sungai, dan area batas akhir Sungai. Hasil reaksi dengan Na2S 10% untuk mengetahui kandungan logam pada sampel menunjukkan hasil positif yang ditunjukkan dengan mengeruhnya larutan sampel. Berdasarkan hasil tersebut kemudian dilakukan identifikasi kandungan jenis logam menggunakan larutan ditizon 0,005%. Hasil rata-rata identifikasi menunjukkan nilai positif untuk logam Pb (pH 8,5) terjadi perubahan warna menjadi merah tua, Cd (pH 6,5) terjadi perubahan warna menjadi merah muda, Zn (pH 7,0) terjadi perubahan warna menjadi merah, sedangkan hasil negatif ditunjukkan pada identifikasi logam Cu (pH 3,5) tidak terjadi perubahan warna. Identifikasi logam Cu bernilai positif apabila dalam reaksi menggunakan ditizon 0,005% terjadi perubahan warna menjadi warna ungu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ikan Sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) di sungai Pabelan Kartasura pada tahun 2012 positif mengandung logam berat jenis Pb, Cd, dan Zn dan air Sungai Pabelan Kartasura tidak aman untuk digunakan dalam menunjang kehidupan masyarakat.   Kata kunci:  ikan sapu-sapu, logam berat, identifikasi kualitatif
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN READING GUIDE DENGAN MEDIA KOMPUTER PROGRAM POWERPOINT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA MATERI EKOSISTEM SISWA KELAS VII C SMP NEGERI 3 KARTASURA TAHUN AJARAN 2011/2012 Setyaningsih, Endang; Setyowati, Deni
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 3 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ekosistem dengan penerapan strategi pembelajaran Reading Guide  dengan media Powerpoint pada siswa kelas VII C SMP Negeri 3 Kartasura tahun ajaran 2011/2012. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, refleksi dan evaluasi dengan menggunakan strategi pembelajaran Reading Guide dengan media komputer program   Powerpoint yang dilaksanakan dalam II siklus dan  target nilai kognitif siswa 75% di atas KKM. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif yaitu dengan cara menganalisis data perkembangan siswa dari siklus I sampai dengan siklus II melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil belajar (aspek kognitif) mata pelajaran biologi dan pengamatan sikap siswa selama proses pembelajaran berlangsung (aspek afektif) antara peneliti dengan kolaborator. Hasil penelitian tindakan kelas adalah peningkatan prosentase hasil belajar (aspek kognitif) siswa, banyaknya siswa yang memperoleh nilai > 69 sebelum tindakan sebanyak 20 siswa (57,14%), siklus I aspek kognitif meningkat menjadi 24 siswa (68,57%);  rata-rata aspek afektif = 13,05 (termasuk katagori berminat). Pada siklus II aspek kognitif meningkat menjadi 33 siswa (94,28%); rata-rata aspek afektif meningkat menjadi = 17,77 (termasuk kategori sangat berminat). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh  prosentase nilai kognitif (57,14%<68,57%<94,28%) dan rata-rata nilai afektif (13,05<17,77). Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan strategi pembelajaran Reading Guide dengan media komputer program Powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas VII C SMP Negeri 3 Kartasura.  Kata kunci : Strategi Pembelajaran Reading Guide dengan media komputer program Powerpoint, Hasil Belajar
KONSUMSI OKSIGEN TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus L.) STRAIN WISTAR YANG TERDEDAH ASAP ROKOK-BERFILTER DAN TANPA FILTER Setyaningsih, Endang
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Pencemaran udara khususnya oleh asap rokok sangatlah berbahaya bagi tubuh karena mengandung ribuan bahan berbahaya. Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari pendedahan asap rokok-berfilter dan tanpa filter terhadap konsumsi oksigen tikus putih (Rattus norvegicus L.) strain Wistar. Lima belas ekor tikus putih jantan umur 2 bulan dengan berat 120-160 gram dibagi dalam 5 kelompok perlakuan : P1 (10 hari didedahkan asap rokok-berfilter), P2 (10 hari didedahkan asap rokok-tanpa filter), P3 (30 hari didedahkan asap rokok-berfilter), P4 (30 hari didedahkan asap rokok-tanpa filter), dan kelompok kontrol (tanpa didedahkan asap rokok). Penelitian diteruskan tanpa pendedahan asap rokok selama 20 hari sebagai masa pemulihan. Sampel berupa penghitungan konsumsi oksigen dan food intake diukur selama masa perlakuan dan masa pemulihan berlangsung. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji  Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan menggunakan program SAS (Statistical Analisys System). Penggunaan filter pada ujung rokok yang dihisap berpengaruh terhadap level kadar CO dalam asap rokok dan berpengaruh terhadap jumlah konsusmsi oksigen tikus putih (Rattus norvegicus L.) strain Wistar. Pendedahan dengan asap rokok berfilter dan tanpa filter dapat menurunkan jumlah konsumsi oksigen tikus putih (Rattus norvegicus L.) strain Wistar. Selama masa pemulihan, jumlah konsumsi oksigen beranjak kembali ke jumlah normal.
ADAT BUDAYA SIRAMAN PENGANTIN JAWA SYARAT MAKNA DAN FILOSOFI Setyaningsih, Endang; Zahrulianingdyah, Atiek
Teknobuga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upacara perkawinan adat Jawa merupakan warisan tradisi keraton yang dulu hanya boleh diselenggarakan oleh keluarga keraton saja, akan tetapi dengan perkembangan  zaman,  adat  budaya  perkawainan  berkembang  luas  di  masyarakat sampai manca Negara. Salah satu dari adat budaya perkawinan yang sampai saat ini masih dilaksanakan adalah adat budaya siraman pengantin Jawa, adat budaya siraman pengantin Jawa mempunyai pengertian menyirami atau memandikan calon pengantin agar pengantin bersih suci lahir dan batinnya dan siap memulai kehidupan berumah tangga.Perlengkapan siraman  pengantin  antara  lain,  tumpeng    lengkap,  tumpeng  robyong, tumpeng gundul, jajan pasar, bunga tujuh rupa, kendi yang berisi dari tujuh sumber mataair  bertuah, kain  batik  wahyu tumurun, cendol, uang kreweng dari  tanah liat, klosobongko, daun tolak balak, dan lain-lain. Perlengkapan yang  disajikan mempunyai makna dan filosofi tuntunan hidup agar calon pengantin   dapat mengarungi kehidupanyangbahagia dan sejahtera.Adat budaya siraman pengantin Jawa pada masa kini berkembang luas diberbagailapisan masyarakat Jawa baik di nusantara maupun di manca Negara, bahkan orang asingpun tertarik untuk mempelajarinya, karena…….mempunyai filosofi yang luhur, untuk itu perlu disosialisasi dengan berbagai media tentang adat budaya perkawinan adat Jawa dengan lengkap.
TARUB DAN PERLENGKAPANNYA SARAT DENGAN MAKNA DAN FILOSOFI Setyaningsih, Endang
Teknobuga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan secara adat jawa, selaku menjadi pernikahan yang sakral dan agung. Adat – istiadat yang turun temurun penuh dengan, makna dan filosofi. Pemasangan tarub yang masih di pertahankan dan dilestarikan sampai masa kini diawali dengan pernikahan pada masa raja-raja mataram islam. Yaitu saat Ki Ageng Tarub,  menikahkan  putranya  Raden  Bondan  Kejawen  Dan  Dewi  Nawangsasih, karena merasa rumahnya kecil dan tamu yang akan hadir itu jumlahnya banyak oleh sebab itu ada ide untuk membuat tarub, dan dengan bantuan tetangga dan sanak family maka pembuatan tarub dapat di wujudkan dan pada saat itu berkembang cerita dongeng tentang Joko Tarub dan Dewi Nawang Wulan yang sampai saat ini cerita dongeng tersebut masih di kenal oleh masyarakat jawa. Tarub dengan segala perlengkapannya mengenalkan, makna dan filosofi petuah, tata kehidupan berumah tangga. Contoh janur kuning mengandung makna rasa syukur kepada Allah dan filosofinya untuk mendapatkan Cahaya Illahi Atau Keberkahan Allah, pohon pisang, buah dan jantung pisang mengandung makna pisang buah yang manis dan mengandung filosofi agar mendapatkan keturunan yang banyak sebanyak buah pisang setandan.  Cengkir Gading mempunyai makna kebulatan  tekad  filosofinya berarti sudah siap berumah tangga dan daun opo-opo daun yang mempunyai makna dan  filosofi  dapat  menolak halangan  dan  rintangan  dalam  rumah  tangga.  Tarub dengan segala bentuk dan perkembangnnya tetap mempertahankan adat istiadat budaya jawa yang mempunyai nilai luhur.
Kasetyan Setyaningsih, Endang
JOGED: Jurnal Seni Tari Vol 7, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.753 KB) | DOI: 10.24821/joged.v8i1.1594

Abstract

Karya Tari Berjudul Kasetyan adalah komposisi tari puteri yang berbentuk srimpen, yakni refleksi kesetiaan atau sikap tidak ingkar janji Dewi Drupadi yang diambil dari cerita Mahabarata. Drupadi sebagai putri dari kerajaan Pancala yang dilahirkan dari api pemujaan yang kemudian menjadi istri Raja Yudhistira. Karya ini berangkat dari rangsang idesional dan gagasan yang kemudian memilih temakesetiaan Drupadi dengan tipe tari Dramatik. Mode penyajian adalah simbolisrepresentasional dengan menggunakan empat penari puteri. Ide penciptaan karya merupakan hasil eksplorasi dan analisis dari pola-pola gerak tari tradisi puteri yaitu tari Srimpi. Pengembangan geraknya mengacu pada motif gerak tari tradisi puteri gaya Surakarta, seperti gerak lenggut, manglung, lumaksana lara maju mundur, ogek lambung, sembahan laras, sekar suwun dan berbagai motif gerak bahkan sendi. Aspek koreografi lain yang mendukung penciptaan karya ini adalah penataan setting panggung yang menggunakan trap di area up center sebagai dimensi ruang yang berbeda untuk mendukung perjalanan tiap adegan. A Dance titled Kasetyan is a composition of a female dance which have a form of srimpen, this dance is a reflection of a loyalty or Goddess Draupadi’s attitude that doesn’t break a promise which taken from the Mahabharata. Draupadi as the daughter of Panchala born from veneration fire which later became the wife of King Yudhishthira. This artwork departs from the idea that excitatory idesional and then choose the theme of Draupadi’s loyalty with the Dramatic type dance. The presentation mode is symbolic-representational using four female dancers. The idea from the creation of thisartwork is the result of exploration and analysis from the patterns of traditional female dance called Srimpi. Development of the choreography refers to the motion motive of femaletraditional dance from Surakarta style, such as lenggut motion, manglung,lumaksana laras maju mundur, ogek lambung, sembahan laras, sekar suwun and various motifs motion even the joints. Another aspect of choreography that supports the creation of this artwork is the arrangement of stage setting that uses trap in up center area as another dimension to support the plot of each scene.
KOMPOS DAUN SOLUSI KREATIF PENGENDALI LIMBAH Setyaningsih, Endang; Setyo Astuti, Dwi; Astuti, Rina
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 2: September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i2.5181

Abstract

Universitas Muhammadiyah Surakarta merupakan kampus swasta ternama di Indonesia. Kampus ini masuk dalam peringkat ke-8 terbaik kampus Indonesia. Keberhasilan menjadi Universitas ternama tidak lepas dari lengkapnya sarana prasarana kampus. Infrastruktur kampus yang dibangun sedemikian megah, lengkap, dan memiliki banyak lahan hijau menyebabkan kampus ini menjadi tempat yang nyaman untuk melakukan pembelajaran. Hal lain yang muncul dan tidak dapat dikesampingkan dengan adanya kampus hijau adalah masalah sampah terutama sampah daun. Banyaknya sampah daun yang dihasilkan dari setiap kampus yang terkumpul dengan bantuan tenaga maintenance kampus di setiap harinya, setiap minggu, dan setiap bulannya, memerlukan penangan khusus. Selama ini sampah daun yang hanya dikumpulkan dan dibuang ditempat pembuangan sampah akhir belum ada yang memanfaatkan. Tujuan dari program ini adalah untuk membuat kompos daun sebagai solusi kreatif pengendali limbah di kampus I, II, dan IV Universitas Muhammadiyah Surakarta.
BRINGING CRITICAL LITERACY INTO TERTIARY EFL READING CLASS Setyaningsih, Endang
Indonesian Journal of Applied Linguistics Vol 9, No 2 (2019): Vol. 9, No. 2, September 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijal.v9i2.20220

Abstract

Critical literacy (CL) is an area that remains under-researched regardless of the growing acknowledgement on its importance. Previously published works on CL have provided depictions of classroom implementations but they appeared to be lacking a guiding framework thus tended to be haphazard. This study addressed the gap by exploring the implementation of CL using a prototype model that combines the Four Resources Framework (FRF) as a theoretical frame and Survey, Question, Read, Recite, and Review (SQ3R) as a working model. The study aims at uncovering how CL could be infused into regular EFL Reading class using the model and how students developed their CL. The investigation involved 39 university students in Indonesia. The data were collected using multiple methods:  observation, tests, interview, artifact, and questionnaire. Quantitative and qualitative data were concurrently analyzed by using statistical pack and interactive model, respectively. The study confirmed that questions and materials played key roles in turning a conventional Reading class into a CL class. Having exposed to critical questions, the students  indicated progress in their practice as text users and text analysts. The analysis revealed that the students at differing baselines addressed the four roles differently in terms of the extent and consistency. Students with high proficiency tended to be more consistent in addressing the text user and text analyst roles either individually or as part of the group. In contrast, students with lower proficiency indicated inconsistent engagement with the two roles, particularly in individual work. Generally, the students? ability to build critical stance to text was also determined by the complexity of the material. The easier the text was comprehended, the more critical the students were toward the text. The study suggests that it be necessary to include explicit teaching and sufficient provision of time in CL teaching to produce an automated critical response to texts.