Martomo Setyawan
Program Studi Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

KARAKTERISTIK REAKTOR HIDROGENASI MINYAK BIJI KAPUK UNTUK PEMBUATAN GREEN DIESEL Salamah, Siti; Setyawan, Martomo
SPEKTRUM INDUSTRI Vol 11, No 1: April 2013
Publisher : SPEKTRUM INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green diesel  merupakan salah satu solusi mengatasi kebutuhan bahan bakar diesel yang semakin meningkat, green diesel merupakan minyak diesel yang berasal dari hidrogenasi minyak nabati yang memiliki kualitas lebih baik dibandingkan biodiesel dan ramah lingkungan. Proses hidrogenasi minyak nabati menjadi green diesel dirancang di reaktor yang beroperasi pada suhu 250 0 C  dan tekanan 10 atm, untuk beroperasi pada suhu dan tekanan tersebut maka perlu diketahui karakter reaktor juga  suhu pemanasnya. Penelitian ini dilakukan dengan merancang reaktor hidrogenasi dan merancang pemanas reaktor juga uji temperatur pemanas.Pemanas listrik disambungkan  dengan regulator tegangan, termokopel dipasang  pada batu penahan panas tepat di atas elemen  pemanas.  Regulator  diputar pada tegangan 100 volt, perubahan suhu dicatat   tiap 5 menit, percobaan  dihentikan apabila suhu sudah konstan , percobaan diulangi  untuk tegangan 125,150,175,200 dan 225  volt. Percobaan diulang untuk mempelajari karakter perpindahan panas ke  reaktor. Hasil dari penelitian ini adalah reaktor hidrogenasi dirancang dari bahan stainless steel,  beroperasi pada temperatur 250 0 C dengan tekanan 10 atm, Spesifikasi reaktor  sebagai berikut : volume cairan 2 liter, tinggi reaktor 31 cm, diameter luar 15 cm dan diameter dalam 10 cm. Reaktor tabung ini dilihat dari persyaratan suhu dan kebutuhan panas dapat digunakan sebagai reaktor untuk hidrogenasi minyak biji kapuk. Pemanasan di reaktor dapat mencapai  suhu  2400  C dengan menggunakan tegangan 175 Volt. .           Kata kunci : Karakteristik , Reaktor hidrogenasi ,  Green diesel
Pembuatan Arang Aktif dari Tempurung Kelapa dan Aplikasinya untuk Penjernihan Asap Cair Jamilatun, Siti; Setyawan, Martomo
SPEKTRUM INDUSTRI Vol 12, No 1: April 2014
Publisher : SPEKTRUM INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.547 KB)

Abstract

Arang aktif merupakan senyawa karbon amorph, yang dapat dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon atau dari arang yang diperlakukan dengan cara khusus untuk mendapatkan permukaan yang lebih luas. Arang aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu atau sifat adsorpsinya selektif, tergantung pada besar atau volume pori-pori dan luas permukaan.. Arang aktif akan dibuat dari arang hasil pirolisis tempurung kelapa.dan diimplementasikan untuk menjernihkan asap cairnya.Adapun langkah yang pertama membuat arang aktif dari tempurung kelapa adalah, membuat arang tempurung kelapa dengan membersihkan tempurung kelapa terlebih dahulu dari bahan-bahan pengotor seperti tanah, kerikil. Kemudian mengeringkannya dibawah sinar matahari, selanjutnya membakar tempurung kering pada drum/bak pembakaran dengan suhu 300-500 0C selama 3-5 jam. Langkah yang kedua adalah arang hasil pembakaran direndam dengan bahan kimia CaCl2 dan ZnCl2 (kadar 25 %) selama 12 sampai 24 jam untuk menjadi arang aktif. Selanjutnya melakukan pencucian dengan air suling/air bersih hingga kotoran atau bahan ikutan dapat dipisahkan. Arang aktif basah dihamparkan pada rak dengan suhu kamar untuk ditiriskan, kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 110 – 8000C selama 3 jam.Suhu aktivasi mempengaruhi kualitas karbon aktif yang terbentuk. Dari uji kualitas karbon aktif yang dilakukan, kualitas karbon aktif yang terbaik diperoleh pada suhu 800oC dengan kadar air 1,3 %, kadar abu 0,60 % memenuhi standar SII 0258-79 dan memiliki daya serap terhadap kadar iod sebesar 580,0 mg/g  yang memenuhi standar SNI 06-3730. Penjernihan air limbah rumah tangga, air berwarna menggunakan karbon aktif dari suhu aktivasi 800oC menghasilkan air yang jernih, tidak berbau dan memenuhi pH standar air (7,0-7,5). Key words: Asap cair, tempurung kelapa, pirolisis, arang aktif
KARAKTERISTIK REAKTOR HIDROGENASI MINYAK BIJI KAPUK UNTUK PEMBUATAN GREEN DIESEL Salamah, Siti; Setyawan, Martomo
SPEKTRUM INDUSTRI April 2013
Publisher : SPEKTRUM INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.547 KB)

Abstract

Green diesel  merupakan salah satu solusi mengatasi kebutuhan bahan bakar diesel yang semakin meningkat, green diesel merupakan minyak diesel yang berasal dari hidrogenasi minyak nabati yang memiliki kualitas lebih baik dibandingkan biodiesel dan ramah lingkungan. Proses hidrogenasi minyak nabati menjadi green diesel dirancang di reaktor yang beroperasi pada suhu 250 0 C  dan tekanan 10 atm, untuk beroperasi pada suhu dan tekanan tersebut maka perlu diketahui karakter reaktor juga  suhu pemanasnya. Penelitian ini dilakukan dengan merancang reaktor hidrogenasi dan merancang pemanas reaktor juga uji temperatur pemanas.Pemanas listrik disambungkan  dengan regulator tegangan, termokopel dipasang  pada batu penahan panas tepat di atas elemen  pemanas.  Regulator  diputar pada tegangan 100 volt, perubahan suhu dicatat   tiap 5 menit, percobaan  dihentikan apabila suhu sudah konstan , percobaan diulangi  untuk tegangan 125,150,175,200 dan 225  volt. Percobaan diulang untuk mempelajari karakter perpindahan panas ke  reaktor. Hasil dari penelitian ini adalah reaktor hidrogenasi dirancang dari bahan stainless steel,  beroperasi pada temperatur 250 0 C dengan tekanan 10 atm, Spesifikasi reaktor  sebagai berikut : volume cairan 2 liter, tinggi reaktor 31 cm, diameter luar 15 cm dan diameter dalam 10 cm. Reaktor tabung ini dilihat dari persyaratan suhu dan kebutuhan panas dapat digunakan sebagai reaktor untuk hidrogenasi minyak biji kapuk. Pemanasan di reaktor dapat mencapai  suhu  2400  C dengan menggunakan tegangan 175 Volt. .           Kata kunci : Karakteristik , Reaktor hidrogenasi ,  Green diesel
Pembuatan Arang Aktif dari Tempurung Kelapa dan Aplikasinya untuk Penjernihan Asap Cair Jamilatun, Siti; Setyawan, Martomo
SPEKTRUM INDUSTRI April 2014
Publisher : SPEKTRUM INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.547 KB)

Abstract

Arang aktif merupakan senyawa karbon amorph, yang dapat dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon atau dari arang yang diperlakukan dengan cara khusus untuk mendapatkan permukaan yang lebih luas. Arang aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu atau sifat adsorpsinya selektif, tergantung pada besar atau volume pori-pori dan luas permukaan.. Arang aktif akan dibuat dari arang hasil pirolisis tempurung kelapa.dan diimplementasikan untuk menjernihkan asap cairnya.Adapun langkah yang pertama membuat arang aktif dari tempurung kelapa adalah, membuat arang tempurung kelapa dengan membersihkan tempurung kelapa terlebih dahulu dari bahan-bahan pengotor seperti tanah, kerikil. Kemudian mengeringkannya dibawah sinar matahari, selanjutnya membakar tempurung kering pada drum/bak pembakaran dengan suhu 300-500 0C selama 3-5 jam. Langkah yang kedua adalah arang hasil pembakaran direndam dengan bahan kimia CaCl2 dan ZnCl2 (kadar 25 %) selama 12 sampai 24 jam untuk menjadi arang aktif. Selanjutnya melakukan pencucian dengan air suling/air bersih hingga kotoran atau bahan ikutan dapat dipisahkan. Arang aktif basah dihamparkan pada rak dengan suhu kamar untuk ditiriskan, kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 110 – 8000C selama 3 jam.Suhu aktivasi mempengaruhi kualitas karbon aktif yang terbentuk. Dari uji kualitas karbon aktif yang dilakukan, kualitas karbon aktif yang terbaik diperoleh pada suhu 800oC dengan kadar air 1,3 %, kadar abu 0,60 % memenuhi standar SII 0258-79 dan memiliki daya serap terhadap kadar iod sebesar 580,0 mg/g  yang memenuhi standar SNI 06-3730. Penjernihan air limbah rumah tangga, air berwarna menggunakan karbon aktif dari suhu aktivasi 800oC menghasilkan air yang jernih, tidak berbau dan memenuhi pH standar air (7,0-7,5). Key words: Asap cair, tempurung kelapa, pirolisis, arang aktif
PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI TEMPURUNG KELAPA DENGAN AKTIVASI SEBELUM DAN SESUDAH PIROLISIS Jamilatun, Siti; Setyawan, Martomo; Salamah, Siti; Purnama, Dwi Astri Ayu; Putri, Riska Utami Melani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan arang aktif semakin meningkat seiring dengan kebutuhan industri akan bahan pembersih dan penyerap dan juga bahan pengemban katalisator. Arang aktif dapat dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon atau dari arang yang diaktivasi untuk mendapatkan permukaan yang lebih luas. Arang aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawa kimia tertentu tergantung besar atau volume pori-pori dan luas permukaan. Penelitian ini bertujuan membuat karbon aktif dari tempurung kelapa dengan pengaktivasi KOH dilakukan satu kali aktivasi ( sesudah pirolisis) dan dua kali aktivasi (sebelum dan sesudah pirolisis). Kualitas arang aktif yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui karateristik kadar air, kadar abu,  iodine number dan surface area karbon aktif dari arang tempurung kelapa yang sesuai dengan SII No.0258 – 79. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa karbon aktif dapat dibuat dari tempurung kelapa dengan terlebih dahulu dilakukan pirolisis dan kemudian dilakukan aktivasi. Untuk mengetahui pengaruh aktivasi maka dilakukan aktivasi satu kali ( sesudah pirolisis) dan aktivasi dua kali (sebelum dan sesudah pirolisis) dengan aktivasi kimia KOH 2N dengan variasi waktu perendaman. Hasil menunjukkan bahwa aktivasi dua kali memberikan hasil iodine number dan surface area lebih tinggi daripada aktivasi satu kali. Karakteristik karbon aktif yang dihasilkan untuk iodine number 300-500 mg I2/gram arang aktiv telah sesuai dengan SII No.0258–79, untuk kadar air, kadar abu belum sesuai dengan standar diatas, surface area 185,447 m2/g atau mengalami peningkatan 35 kali surface area dengan arang tempurung kelapa yang tidak diaktivasi. Arang aktif ini akan digunakan sebagai katalis pada proses pirolisis dan gasifikasi biomassa untuk penelitian selanjutnya.
STUDI PENGENDALIAN PEMANAS PADA REAKTOR HIDROGENASI MINYAK NABATI MENJADI GREENDIESEL DENGAN JAKET PEMANAS Setyawan, Martomo
CHEMICA: Jurnal Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.638 KB)

Abstract

Greendiesel is the second generation of the biodiesel fuel. The advantages of greendiesel compare  with first generation of biodiesel are higher cetane number, no waste on the production and low CO2 emission. Greendiesel was made from vegetable oil with hydrogenation process at the high temperature and high pressure, this process has high risk to explode. This research was to study about heat transfer mechanism from electric heat source to the reactor with avoid explode, by to avoid hydrogen contact with high temperature above 500 OC.Heat transfer mechanism on the hydrogenation reactor was designed from electric heat source transferred to the oil heater and then to the reactor. At this research was studied effluence of the electric voltage  to the temperature of the heating oil and the water inside at the reactor.The Result of this research was show increasing voltage cause increasing speed of heating. At the all voltage increasing heating speed occur until 40 minutes as linier and after 40 minutes the heating speed decrease as logarithmic. By indirect heating by electric source contact between hydrogen and high temperature surface can be avoided.
Analisa Perpindahan Panas dan Pengembunan pada Pengembunan Uap Cair dengan Pengembunan Parsial Bertingkat Setyawan, Martomo
CHEMICA: Jurnal Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.292 KB) | DOI: 10.26555/chemica.v2i2.4567

Abstract

Production of charcoal as an alternative fuel have been growth as the solution of the national problem about decreasing energy source from petroleum. Production of charcoal has a useful side product in the form of liquid smoke. The liquid smoke can be used as food preservative in the high grade of liquid smoke and the low grade liquid smoke can be used as wood preservative form termite. The conventional process on production liquid smoke it was using redistillation the raw liquid smoke from direct condensation. This process was consumed lot of energy. Liquid smoke consist of some components which had different boiling point.The aim of this research was to study the influence in using different combination of vertical condensor at the condensation of liquid smoke process fro the making coconut shell charcoal. This research was done by make some coconut shell charcoal and the smoke which was formed was flown passed some condensors.The result of this research shown that condensation of liquid smoke in the vertical condenser occured a contact  between condensation down flow and the vapour. The temperature of  the condensation taking point can be adjust by adjusting heat transfer area of the vertical condenser. The tar can be taken at the temperature above 100 0C. The colour of the liquid smoke was lighter with the lower temperature.
STUDI PENGENDALIAN PEMANAS PADA REAKTOR HIDROGENASI MINYAK NABATI MENJADI GREENDIESEL DENGAN JAKET PEMANAS Setyawan, Martomo
CHEMICA: Jurnal Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.638 KB) | DOI: 10.26555/chemica.v1i1.503

Abstract

Greendiesel is the second generation of the biodiesel fuel. The advantages of greendiesel compare  with first generation of biodiesel are higher cetane number, no waste on the production and low CO2 emission. Greendiesel was made from vegetable oil with hydrogenation process at the high temperature and high pressure, this process has high risk to explode. This research was to study about heat transfer mechanism from electric heat source to the reactor with avoid explode, by to avoid hydrogen contact with high temperature above 500 OC.Heat transfer mechanism on the hydrogenation reactor was designed from electric heat source transferred to the oil heater and then to the reactor. At this research was studied effluence of the electric voltage  to the temperature of the heating oil and the water inside at the reactor.The Result of this research was show increasing voltage cause increasing speed of heating. At the all voltage increasing heating speed occur until 40 minutes as linier and after 40 minutes the heating speed decrease as logarithmic. By indirect heating by electric source contact between hydrogen and high temperature surface can be avoided.