Articles

PROGRAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA (P4GN) DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM ANTI NARKOBA DI SMP NEGERI 3 SURABAYA OKTAVIA PUJI RAHAYU, ELA; SETYOWATI, SRI
Inspirasi Manajemen Pendidikan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Inspirasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to describe about 1) Anti Narcotics Curriculum Planning, 2) Organizing the Anti Narcotics Curriculum; 3) Implementation of the Anti Narcotics Curriculum; and 4) Evaluation of the Anti Narcotics Curriculum at SMP Negeri 3 Surabaya. This study uses the qualitative method with case studies. Retrieval of data using interview techniques, observation and study documentation. Data analysis using data source triangulation, technical triangulation, and member checks. Checking wetness data uses a credibility test, transferability test, dependability test and confirmation test. The results of the research related to the Prevention and Eradication of Narcotics Broadcasting and Circulation (P4GN) Program in the Implementation of Anti-Narcotics Curriculum Management in SMP Negeri 3 Surabaya found research, 1) Anti-Narcotics Curriculum Planning uses a Balanced Scorecard strategy and assistance in planning and forming curriculum programs anti-narcotics; 2) Organizing the Anti-Narcotics Curriculum involves all components in the school and cooperates with related institutions and establish Anti-Narcotics programs to complement the Anti-Narcotics Task Force, Ambassadors and Cadres; 3) The implementation of the Anti Narcotics Curriculum, which is the material for Anti-Narcotics integration which is included in all subjects and the implementation of approved programs such as the socialization of the dangers of drugs, organized the Drug Narcotics School Competition, and the implementation of routine student character training activities; 4) Anti Narcotics Curriculum Evaluation discusses supervision carried out by teachers on changes in student attitudes in daily life in schools which have been discussing both in the absence of students using drugs. Supervision is also carried out by related institutions such as the Surabaya National Narcotics Agency, Education Office, Surabaya City Government and Social Institution. Keywords: P4GN, management, anti narcotics curriculum Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang 1) Perencanaan Kurikulum Anti Narkoba, 2) Pengorganisasian Kurikulum Anti Narkoba; 3) Pelaksanaan Kurikulum Anti Narkoba; dan 4) Evaluasi Kurikulum Anti Narkoba di SMP Negeri 3 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan triangulasi sumber data, triangulasi teknik, dan member check. Pengecekan keabsahan data menggunakan uji kredibilitas, uji transferabilitas, uji dependabilitas dan uji konfirmabilitas. Hasil penelitian terkait Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dalam Implementasi Manajemen Kurikulum Anti Narkoba di SMP Negeri 3 Surabaya menunjukkan bahwa, 1) Perencanaan Kurikulum Anti Narkoba menggunakan strategi Balanced Scorecard serta berisi tentang tujuan perencanaan dan proses pembentukan program-program kurikulum anti narkoba; 2) Pengorganisasian Kurikulum Anti Narkoba melibatkan seluruh komponen dalam sekolah dan melakukan kerjasama dengan lembaga terkait serta terbentuk program-program Anti Narkoba meliputi satgas, duta, kader dan pahlawan Anti Narkoba; 3) Pelaksanaan Kurikulum Anti Narkoba yakni integrasi materi Anti Narkoba yang dimasukkan ke dalam seluruh mata pelajaran serta pelaksanaan fungsi program-program yang telah dibentuk seperti sosialisasi bahaya narkoba, mengadakan Lomba Sekolah Resik Narkoba, dan melaksanakan kegiatan rutin pembentukan karakter siswa; 4) Evaluasi Kurikulum Anti Narkoba meliputi pengawasan yang dilakukan oleh guru terhadap perubahan sikap siswa dalam kehidupan sehari-hari di sekolah yang selama ini dinilai baik dengan tidak adanya siswa pengguna narkoba. Pengawasan dilakukan pula oleh lembaga terkait seperti BNNK Surabaya, Dinas Pendidikan, Pemerintah kota Surabaya dan Dinas Sosial. Kata Kunci : P4GN, manajemen, kurikulum anti narkoba
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI EKSTRAKURIKULER DI SDN AIRLANGGA 1/ 198 SURABAYA RUSDIANA DEVI, EVA; SETYOWATI, SRI
Inspirasi Manajemen Pendidikan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Inspirasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to describe Forms The Constraints and Efforts and the Impact of Community Participation in Extracurricular Implementation. This study used to qualitative approach with the draft case study data collection techniques interviews observation and documentation. Research result show that 1 Forms of Community Participation there are four forms of participation given Finance Physical Morale Material. 2 The Constraints and Efforts for Community Participation as fallows a These Obstacles occur on the day of extracurricular as such Saturday due to school holiday the next constraints is Lack of care and trust form the student guardians and the last obstacle is on the infrastructure or school facilities to support implementation extracurricular activities b The Efforts made by the community in extracurricular were assisted by schools with the help of school committees and internal school residents to overcome obstacles to extracurricular implementation by coordinating all school activities including extracurricular using social media namely WhatsApp and Mediation on student guardians to solve problems and borrow public facilities to support extracurricular activities. 3 The Impact of Community Participation on schools students guardians and the community environment. The impact is the form of achievements behaviors and benefits of extracurricular implementation organized by other organizations / groups that participated in developing extracurricular activities at Airlangga Elementary School 1/198 Surabaya.Keywords community participation, extracurricularAbstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Bentuk Kendala dan Upaya dan Dampak Partisipasi Masyarakat dalam Implementasi Ekstrakurikuler di SDN Airlangga 1/ 198 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif rancangan studi kasus teknik yang digunakan wawancara observasi dan dokumentasi. Penelitian menghasilkan 1 Bentuk Partisipasi Masyarakat terdapat empat bentuk partisipasi yaitu Finansial Fisik Moril Material 2 Kendala dan Upaya Partisipasi Masyarakat menghasilkan 1 Kendala pada hari pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yaitu hari sabtu karena hari libur sekolah kendala selanjutnya Kurang kepedulian dan kepercayaan wali murid dalam kegiatan ekstrakurikuler dan yang terakhir pada prasarana/fasilitas sekolah untuk menunjang implementasi ekstrakurikuler 2 Upaya dilakukan masyarakat dan sekolah dengan bantuan komite sekolah dan warga internal sekolah untuk mengatasi kendala-kendala implementasi ekstrakurikuler mengkoordinasikan semua kegiatan sekolah termasuk ekstrakurikuler dengan media sosial yaitu WhatsApp dan Mediasi pada wali murid untuk menyelesaikan permasalahan dan meminjam fasilitas umum untuk kegiatan ekstrakurikuler. 3 Dampak Partisipasi Masyarakat berdampak pada sekolah wali murid dan lingkungan masyarakat. Dampak tersebut berupa prestasi perilaku dan manfaat dari implementasi ekstrakurikuler yang diselenggarakan organisasi/kelompok lain yang ikut mengembangkan ekstrakurikuler di SDN Airlangga 1/ 198 Surabaya. Kata Kunci partisipasi masyarakat, ekstrakurikuler.
Rituximab Iodination Procedure for Radioiodinated Rituximab (131I-Rituximab) Preparation Ramli, Martalena; Hidayat, Basuki; Sutari, Sutari; Setyowati, Sri; Susilo, Veronica Yulianti
Majalah Kedokteran Bandung Vol 51, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1864.956 KB) | DOI: 10.15395/mkb.v51n2.1595

Abstract

Rituximab is a chimeric monoclonal antibody which has specific for CD20 antigen expressed by pre-B and mature B-cells. Radiolabelled Rituximab, 131I-Rituximab, has been sucessfully used for treatment of B-Cell NHL. Due to its short shelf-life, 131I-Rituximab is commonly freshly prepared in hospitals prior to its used.  This study aimed to validate rituximab iodination procedure for 131I-Rituximab preparation in order to find the most suitable procedure to be applied in hospitals which intend to produce 131I-Rituximab in-house.  Three different methods of radiolabelling using three types of oxidizing agents, namely Iodobeads, Iodogen, and Chloramine-T were performed. Prior to the validation, radiochemical purity test and purification procedures were also validated as these procedures are critical for producing an acceptable quality of  I-Rituximab. In addition, the shelf-life of 131I-Rituximab was also studied. This study was conducted at the Centre for Radioisotope and Radiopharmaceutical Technology, Serpong during the period of July 2015 to February 2018.  The results showed that the radiochemical purity test of 131I-Rituximab could be easily performed by using instance thin layer chromatography–silica gel (ITLC-SG) in the stationary phase and 85% methanol or saline in the mobile phase. Purification of 131I-Rituximab was conducted using a Sephadex G-25 M filled column with 0.1 M PBS, pH 7.2, as the eluent that was found to be quite reliable to give 131I-Rituximab with radiochemical purity of >95% and recovery of approximately 90%. Radiolabelling efficiency performed using Iodobeads was the lowest (60%) compared to that of Iodogen and Chloramine-T (80–90%). In addition, approximately 30% of  I was retained by Iodobeads and this procedure was time consuming(~ 1 hours). It is concluded that Chloramine-T and Iodogen are better than Iodobeads as the oxidizing agent for radiolabelling of Rituximab with 131I. The radiochemical purity of 131I-Rituximab is well maintained when stored at room temperature and in 4 °C temperature up to 6 hours.Validasi Prosedur Iodinasi Rituximab untuk Preparasi131 I-RituximabValidasi proseduri odinasi rituximab untuk preparasi131I-Rituximab telah berhasil dilakukan.  Validasi ini dilakukan untuk mendapatkan prosedur yang paling sesuai yang dapat diaplikasikan untuk produksi131 I-Rituximabdi rumah sakit yang ingin memproduksi131 I-Rituximab di laboratorium mereka.  Tiga metode radiolabelling menggunakan 3 jenis oksidator Iodobeads, Iodogen, dan Chloramine-T telah divalidasi. Sebelum validasi ini, prosedur uji kemurnian radiokimia dan pemurnian divalidasi terlebih dahulu karena prosedur-prosedur ini sangat berpengaruh dalam penyediaan131 I-Rituximab dengan kualitas yang baik. Disampingitu, lama simpan131I-Rituximab juga dipelajari. Penelitan ini dilaksanakan di Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka, Serpong, Juli 2015–Februari 2018. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa uji kemurnian radiokimia 131I-Rituximab dapat dilakukan dengan mudah menggunakan instance thin layer chromatography – silica gel (ITLC-SG) sebagai fasa diam dan metanol 85% atau larutan salin sebagai fasa gerak. Pemurnian131I-Rituximab menggunakan kolom Sephadex G-25 M dan0.1 M PBS pH 7,2 sebagai eluen dapat diandalkan dan memberikan131I-Rituximab dengan kemurnian radiokimia >95% dan sekitar 90% perolehan kembali. Efisiensi penandaaan menggunakan Iodobeads didapatkan paling (60%) dibanding dengan Iodogen dan Chloramine-T (80 – 90%). Di samping itu, sekitar 30% 131I hilang karena terikat pada Iodobeads dan prosedur ini memakan waktu yang panjang (~1 jam). Penandaan Rituximab 131I menggunakan Chloramine-T and Iodogen dapat disimpulkan lebih baik dibanding dengan menggunakan Iodobeads. Kemurnian radiokimia131I-Rituximab terjaga dengan baik pada penyimpanan selama 6 jam pada suhu kamar dan 4 °C.
STUDI AWAL ESTIMASI DOSIS INTERNAL 177Lu-DOTA TRASTUZUMAB PADA MANUSIA BERBASIS UJI BIODISTRIBUSI PADA MENCIT Hidayati, Nur Rahmah; Setyowati, Sri; Sutari, Mrs; Triningsih, mrs; Karyadi, mr; Aguswarini, Sri; Humani, Titis Sekar; Hidayat, Basuki; Ramli, Martalena; Massora, Stepanus; Susilo, Veronika Yulianti; Mutalib, Abdul; Sastramihardja, Herry; Masjhur, Johan S.
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.903 KB) | DOI: 10.17146/jstni.2015.16.2.2362

Abstract

ABSTRAK STUDI AWAL ESTIMASI DOSIS INTERNAL 177Lu-DOTA TRASTUZUMAB PADA MANUSIA BERBASIS UJI BIODISTRIBUSI PADA MENCIT. Radiofarmaka baru untuk pengobatan penyakit kanker payudara tipe HER-2, 177Lu-DOTA Trastuzumab, telah berhasil diproduksi oleh Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BATAN. Demi keamanan produk dan keselamatan pasien, radiofarmaka baru tersebut perlu dilengkapi dengan data studi dosis internal yang dilakukan setelah uji praklinis pada hewan coba selesai. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk melakukan estimasi dosis pada pasien yang dihitung berdasarkan data uji biodistribusi pada mencit. Studi Uji biodistribusi dilakukan pada 25 ekor mencit dan diamati biodistribusinya pada organ-organ, diantaranya otak, perut, usus, jantung , ginjal, hati, paru-paru, otot, tulang, limpa dan kandung kemih. Pengamatan cacahan organ dilakukan pada jam ke 1, 2, 3, 4, 24, 48 pasca injeksi radiofarmaka 177Lu DOTA-Trastuzumab sebesar 100mCi. Hasil yang diperoleh dari uji biodistribusi adalah % ID/gram organ tikus, kemudian dilakukan konversi perhitungan ke % ID/gram organ manusia. Untuk mengestimasi dosis ke manusia, hasil %ID/gram organ tersebut dipakai sebagai input pada software dosimetri internal OLINDA/EXM, dengan cara melakukan plotting %ID/gram versus waktu, yang akan menghasilkan residence time di masing-masing organ. Setelah residence time diperoleh, dosis internal radiasi pada masing-masing organ dan seluruh tubuh dapat diketahui. Hasil studi menunjukkan bahwa tiga  organ yang memiliki dosis internal tertinggi 177Lu DOTA Trastuzumab adalah : paru-paru, hati dan ovarium dengan dosis masing-masing 0,063; 0,046 dan 0,025 mSv/MBq. Disimpulkan bahwa hasil estimasi dosis internal radiasi total yang diperoleh manusia pada penyuntikan radiofarmaka 177Lu-DOTA Trastuzumab adalah 0.21 mSv/MBq. ABSTRACT   INTERNAL DOSE ESTIMATION OF 177Lu-DOTA TRASTUZUMAB IN HUMAN BASED ON THE BIODISTRIBUTION DATA OF MICE: A PRELIMINARY STUDY. A new radiopharmaceutical for treating Breast Cancer of HER-2 type, 177Lu DOTA-Trastuzumab, had been successfully produced by The Centre for Radioisotope and Radiopharmaceutical Technology-BATAN. With regard to the patient safety, the new drug development process need internal dosimetry data obtained of preclinical study in animal. Hence, this study has been objected to estimate the internal radiation dose in human by performing the biodistribution test in mice. In this study, the biodistribution test was done for 25 mice and sacrificed at 1, 2, 3, 4, 24, 48 hour after the injection of 177Lu DOTA-Trastuzumab. There were 11 organs, namely brain, stomach, intestine, heart, kidneys, liver, lungs, muscle, bone, spleen, and urinary bladder, have been investigated by observing the uptake in each organ during the proposed time. The result of biodistribution test then were being calculated into injection dose per gram human organ (%ID/gr). To estimate the internal dose in human, the data of % ID/gram in human need to be plotted to calculate the residence time which will be need as the input for OLINDA/EXM, a tool for calculating internal dosimetry in Nuclear Medicine fields. As a result, three organs that have been estimated receiving the highest internal radiation dose due to the administration of 177Lu DOTA Trastuzumab are: lungs, liver, and ovaries at approximately 0,063; 0,046 and 0,025 mSv/MBq respectively. To conclude, the total internal dose in human reference model due to the administration of 177Lu-DOTA Trastuzumab has been estimated to be 0,21 mSv/MBq.
VALIDASI METODE PEMBUATAN DAN KENDALl MUTU KIT UBIQUICIDINE UNTUK DETEKSI INFEKSI Widjaksana, Widyastuti; Roseliana, Anna; Lestari, Enny; Tahyan, Yayan; Setyowati, Sri; Humani, Titis Sekar; Kartamihardja, Hussein S
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 12 (2009): JurnaL PRR 2009
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3590.876 KB)

Abstract

ABSTRAK VALIDASI  METODE  PEMBUATAN  DAN  KENDALl  MUTU  KIT UBIQUICIDINE  UNTUK  DETEKSI INFEKSI. Telah dilakukan pembuatan dan uji mutu radiofarmaka Ubiquicidine 29-41 (UBI 2941)untuk ditandai dengan teknesium 99mTcyang akan digunakan untuk preparat diagnosis infeksi bakteriGram posistif dan jamur. Kit kering UBI telah dibuat secara aseptis dan dianalisis kemumian radiokimia, sterilitas dan apirogenitasnya. HasH penandaan UBI dengan 99mTcdianalisis dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi kertas menggunakan ITLC-SG dengan eluen campuran dapar ammonium asetat 0.1 M 5.2 - metanol (1: I) serta kertas Whatman-l dengan e1uen aseton, sedangkan uji sterilitasnya dilakukan menggunakan medium perbenihan cair Fluid Thioglycolate (FTG) dan Trypton Soy Broth (TSB). Uji in vivo pada hewan percobaan dilakukan pada mencit normal dan yang diinduksi infeksi, sedangkan uji klinis pendahuluan dilakukan pada 5 orang relawan di RS. Hasan Sadikin Bandung dan RSPAD Gatot Soebroto Jakarta yang I orang diantaranya mewakili pasien sehat, dan waktu pengamatan dilakukan pada I jam dan 2 jam setelah penyuntikan dengan 99mTc_UBI.Hasil percobaan menunjukkan efisiensi penandaan sebesar 99,34%, uji sterilitas menunjukkan tidak terjadi pertumbuhan mikroba dalam media uji, uji pirogenitas tidak menunjukkan kenaikan temperatur yang berarti pada kelinci percobaan dan stabilitas kit kering UBI pada penyimpanan di suhu 4°C tidak berubah hingga 12 bulan pengamatan. Biodistribusi pada mencit normal menunjukkan akumulasi radioaktivitas pada ginjal dan kandung kemih, sedangkan pad a mencit yang diinfeksi terlihat adanya penangkapan yang signifikan' pada jaringan yang mengalami infeksi (paha kanan) dibandingkan jaringan yang sehat (paha kiri). Studi pendahuluan pada pasien normal menunjukkan akumulasi radioaktivitas pad a ginjal dan kandung kemih sedangkan pada pasien dengan gejala diare maupun hemoroid terlihat juga adanya penangkapan yang signifikan pada usus dan penangkapan radioaktivitas terse but terlihilt lebih jelas setelah 2 jam. Telah dibuktikan pula kespesifikan dalam pencitraan infeksi bakteri dibandingkan dengan non bakteri (amuba). Hal ini menunjukkan bahwa radiofarmaka 99mTc-Ubiquicidine 29-41 dapat digunakan untuk mendeteksi adanya infeksi secara umum dalam tubuh menggunakan kamera gama dengan waktu pencitraan optimal 2 jam sekaligus juga dapat membedakan antara infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan non bakteri. Kata kunci: 99mTc,penandaan, Ubiquicidine, biodistribusi, infeksi ABSTRACT VALIDATION OF PREPARATION AND QUALITY CONTROL METHODS OF UBIQUICIDINE KIT TO BE USED AS INFECTION IMAGING AGENT. Preparation and Quality Control of Ubiquicidine 29-41 (UBI 29-41) to be labelled with 99mTchave been carried out and will be prepared as infection imaging agent specifically for Gram positive bacteria-and fungi. Lyophilised UBI kits was prepared aseptically and analysed for its sterility, apyrogenicity and radiochemical purity. Labeling efficiency of UBI was analysed by thin layer chromatography using ITLC-SG with ammonium acetate 0.1 M pH 5.2-methanol (1: I) as eluants and paper chromatography using Whatman-I paper with acetone as eluant, and its sterility was assesed using bacterial and fungal culture media, i.e fluid thioglycolate (FTG)and trypton soy broth (TSB). In vivo study was carried out in normal mice and infection induced mice, whereas initial clinical study was carried out on 5 volunteers at Hasan Sadikin General Hospital and Gatot Soebroto Army Hospital, which 1 of them represents normal patient. The images were taken I hour and 2 hours post administration. QC results showed labelling efficiency of UBI of 99.34%, no microorganisms growth in culture media, no significant increase in temperature of experimental rabbits and the stability of unlabeled UBI kits during storage at 4°C was unchanged up to 12 months. Biodistribution study in normal mice showed high accumulation in kidneys and bladder, whereas in infected mice higher uptake was alsoobserved in infected area (right thigh) rather than in uninfected one (left thigh). Initial clinical study in normal patient showed high accumulation of radioactivity in kidneys and bladder whereas in 2 patients with symptoms of diarrhoea and haemorroid respectively the uptake was also seen in colon which increased after 2 hours. Uptake of radioactivity was also seen in patient with spondy litis TB but none in patient with amoebic infection who was previously proven infected using other modality. From this experiment it can be concluded that Ubiquicidine 29-41 labeled with 99mTccan be used as infection imaging agent using gamma camera with optimum scanning time of 2 hours post injection and enable to differentiate between bacterial infection and amoebic infection.Keywords: 99mTc,labeling, Ubiquicidine, biodistribution, infection
PENGARUH KEGIATAN MERONCE DENGAN MEDIA SEDOTAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOLK A DI KB/TK ISLAM DARUL FATAH SURABAYA QORIAH, MARIA; SETYOWATI, SRI
PAUD Teratai Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Quasi Eksperimen bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan meronce dengan media sedotan terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok A di KB/TK Islam Darul Fatah Surabaya. Subjek penelitian adalah anak kelompok A usia 4-5 tahun di KB/TK Islam Darul Fatah Surabaya berjumlah 40 anak yang dibagi menjadi 20 kelas eksperimen dan 20 kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknis anailisis data menggunakan Uji SPSS hasilnya kelas eksperimen Asymp. Sig. (2-tailed) .001 berarti < 0,05 yakni .001< 0,05. Sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kegiatan meronce dengan media sedotan terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok A di KB/TK Islam Darul Fatah Surabaya. Kata Kunci : mototrik halus, meronce sedotan
PENGARUH PERMAINAN MAZE MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL HURUF VOKAL PADA ANAK KELOMPOK A DI TK PERTIWI II KALIANYAR NGRONGGOT NGANJUK DWI CHARUNIA, ANINGRUM; SETYOWATI, SRI
PAUD Teratai Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAnak usia dini merupakan masa keemasan (the golden age), namun sekaligus periode yang sangat kritis dalam tahap perkembangan manusia. Tujuan dari penelitian ini yakni melihat pengaruh permainan maze modifikasi terhadap kemampuan mengenal huruf vokal pada anak kelompok A TK Pertiwi II Kalianyar Ngronggot Nganjuk. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni perkembangan kemampuan bahasa. Bahasa sebagai aspek penting dalam setiap kehidupan manusia. Selain itu teori mengenal huruf vokal dan teori bermain dengan belajar juga digunakan untuk penelitian ini. Sedangkan metode penelitian ini yakni dengan metode kuantitatif dengan Uji Wilcoxon. Hasil dari penelitian ini yakni bahwa ada pengaruh antara permainan maze modifikasi terhadap kemampuan mengenal huruf vokal. Dalam hal ini hipotesisnya diterima. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa Thitung = 0 lebih kecil daripada Ttabel dengan taraf signifikansi 95% jumlah N24=81 dilihat dari tabel harga kritis yang menunjukkan bahwa Thitung< Ttabel (0<81). Dalam penelitian ini taraf kesalahan sebesar 5% dan keberhasilannya 95%. Kata Kunci :Permainan maze modifikasi, Huruf vokal Abstract Early childhood is a golden age, but at the same time a very critical period in the stage of human development. The purpose of this study is to see the effect of modification maze game on the ability to recognize vowels in the group A TK Pertiwi II Kalianyar Ngronggot Nganjuk. The theory used in this study is the development of language skills. Language is an important aspect in every human life. In addition, the theory of recognizing vowels and playing theory with learning is also used for this study. While the method of this research is quantitative method with Wilcoxon Test. The result of this study is that there is an influence between the maze modification game on the ability to recognize vowels. In this case the hypothesis is accepted. The Wilcoxon test results show that Tcount = 0 is smaller than Ttable with a significance level of 95%, the number of N24 = 81 is seen from the critical price table which shows that T count <T table (0 <81). In this study the error rate was 5% and the success was 95%.Keywords : Modification maze game, recognize vowels
PENGARUH KEGIATAN FUN COOKING TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL HURUF VOKAL PADA ANAK KELOMPOK A DI TK DHARMA WANITA TUMAPEL MOJOKERTO TRIA FATIMATUZ ZAHRO, RIKA; SETYOWATI, SRI
PAUD Teratai Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Pre Eksperimental Design ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh kegiatan fun cooking terhadap kemampuan mengenal huruf vokal pada kelompok A di TK Dharma Wanita Tumapel Mojokerto. Subjek penelitian adalah anak kelompok A usia 4-5 tahun di TK Dharma Wanita Tumapel Mojokerto yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan menggunakan tabel penolong wilcoxon match pairs test dan data yang diperoleh adalah Thitung = 0, sedangkan Ttabel = 25, yang berarti Thitung<Ttabel (0<25). Sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan uraian tersebutdapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kegiatan fun cooking terhadap kemampuan mengenal huruf vokal pada kelompok A di TK Dharma Wanita Tumapel Mojokerto. Kata kunci : kegiatan fun cooking, mengenal huruf vokal.
PENGARUH MERONCE BERMEDIA MANIK-MANIK DAN MAKRONI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK A1 TK YAPITA SUKOLILO SURABAYA RAHMAWATI, DWI; SETYOWATI, SRI
PAUD Teratai Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meronce adalah salah satu kegiatan yang mampu mengembangkan motorik halus anak. Gerakan motorik halus melalui kegiatan meronce adalah gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu yang dilakukan oleh otot-otot kecil. Oleh karena itu, peneliti betujuan untuk mengetahui adanya pengaruh meronce bermedia manik-manik dan makroni terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok A1 TK Yapita Sukolilo Surabaya. Penelitian Pre Eksperimental Design, dengan jenis One-Group Pretest Dan Post-Test Design. Sampel penelitian adalah anak kelompok A1 di TK Yapita Sukolilo Surabaya yang berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan rumus Wilcoxon Match Pairs Test dan data yang diperoleh adalah Thitung = 0, sedangkan Ttabel = 52, yang berarti Thitung<Ttabel (0<52). Sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan uraian tersebutdapat disimpulkan bahwa ada pengaruh meronce bermedia manik-manik dan makroni terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok A1 TK Yapita Sukolilo Surabaya. Kata kunci : meronce bermedia manik-manik dan makroni, kemampuan motorik halus.
PENGARUH MEDIA MENARA KARDUS ANGKA TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN 1-5 PADA ANAK KELOMPOK A DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 2 SURABAYA ARYANI, NOURISKA; SETYOWATI, SRI
PAUD Teratai Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Pre Eksperimental Design ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media menara kardus angka terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan 1-5 pada anak kelompok A di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 surabaya. Subjek penelitian adalah anak kelompok A usia 4-5 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 surabaya yang berjumlah 25 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan menggunakan tabel penolong wilcoxon match pairs test dan data yang diperoleh adalah Thitung = 0, sedangkan Ttabel = 89, yang berarti Thitung<Ttabel (0<89). Sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan uraian tersebutdapat disimpulkan bahwa ada pengaruh media menara kardus angka terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan 1-5 pada anak kelompok A di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 surabaya. Kata kunci : Media menara kardus angka, Kognitif, Mengenal lambang bilangan
Co-Authors Abdul Mutalib Adang Hardi Gunawan Agus Ariyanto AMALIAH, SUFIAH Anna Roseliana ARYANI, NOURISKA Basuki Hidayat Cahya Nova Ardianto Cecep Taufik Rustendi Dewi Nurul Qomariyah, Dewi Nurul DWI CHARUNIA, ANINGRUM DWI RAHMAWATI DWI WARDAH, NABILA Edi Faizal Enny Lestari FUROTUL ULYA, MAS Gina Mondrida Hakim, Nasrul Herry Sastramihardja, Herry Hussein S Kartamihardja Inayatil Maula, Naili Inayatil Indah Lestari, Dwi Indah Istijarti, Atiek Johan S. Masjhur, Johan S. Kurniyati, Nany Noor Laksmi Andri Astuti Mallevi Agustin Ningrum, Mallevi Agustin Martalena Ramli Maryani Maryani Mas'udah, Siti MASHYUR, JOHAN Maskur Maskur MASLIKHATIN NIKMAH, DIYANAH Maulidiya, Rohmatul Maulidiya, Rohmatul MIHDA ROSYIDAH HABE, RIHANUM mr Karyadi, mr Mrs Sutari, Mrs mrs Triningsih, mrs Muhammad Subur NALAKANDIARSI, CHOURIKA NUFUS AZIZAH, HAYATUN Nur Rahmah Hidayati, Nur Rahmah OKTAVIA PUJI RAHAYU, ELA Pertiwi Putri Darwanto, Intan Puji Widayati Purwanti, Kristina Dwi Purwoko Purwoko PUTRI UTAMI, RACHMAWATI QORIAH, MARIA Rakhmawati, Anik Rien Ritawidya Rizky Elok Agustin, Rizky Elok RIZMA RACHMAWATI, SITI RUSDIANA DEVI, EVA SOLIKHAH, SAYYIDATUS Sri Aguswarini Sri Widayati Stepanus Massora, Stepanus Sumarsih Sumarsih Susilo, Veronica Yulianti Sutari Sutari Titis Sekar Humani Totok Suprawoto, Totok TRIA FATIMATUZ ZAHRO, RIKA Triningsih Triningsih TRIWULANDARI, DIAH Veronika Yulianti Susilo Wening Lestari Widyastuti Widjaksana Widyastuti Widyastuti Wigatiningsih, Maria Indri YATIM RIYANTO Yayan Tahyan Yulianti S, V. Yulianti S, V. Yunilda Yunilda