Articles

Found 7 Documents
Search

Pendeteksi Kemiripan Dokumen (PKD) Menggunakan POSI (Percentage OF Similarity) Dengan Algoritma Genetika Sihombing, Poltak
Prosiding SNATIKA Vol 01 (2011) Vol 1
Publisher : Prosiding SNATIKA Vol 01 (2011)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam paper ini, penulis mengembangkan suatu formula POSI (Persentage Of Similarity) dengan Algortima Genetika (Genetic Algorithm, GA) untuk menemukan nilai kemiripan dokumen yang diperoleh dari suatu database. Kemiripan ini didasakan pada jumlah keyword (katakunci) yang ditemukan dan berkompetisi menggunakan GA. Sebagai data testing penulis menggunakan database dari koleksi jurnal, paper dan proceeding dari  BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional) ditambah beberapa tesis (skripsi) mahasiswa sebagai benchmark data-set. Penulis memodifikasi keyword dari koleksi dokumen tersebut menjadi bentuk  kromosom dengan  maksud untuk mendapatkan nilai kemiripan yang paling optimum untuk diseleksi berdasarkan  fitness kromosom.  Penulis mengembangkan sebuah prototype mesin pencari dokumen yang disebut sebagai Pendeteksi Kemiripan Dokumen (PKD). PKD ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis database sesuai dengan keperluan yang dibutuhkan. Kata Kunci: database, optimasi, kemiripan, POSI, GA
COMBINATION OF AES ALGORITHM WITH BLOWFISH ALGORITHM FOR FILE ATTACHMENT AT E-MAIL SENDING Iswo, Yongki; Sihombing, Poltak
METHODIKA: Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 2, No 1 (2016): Methodika
Publisher : METHODIKA: Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2127.898 KB)

Abstract

Data security in the delivery of online file becomes very important in the world of information itself. One way that can bedone for the security of the data is to perform encryption before the data is sent. Cryptographic message encoding dividedinto two symmetric and asymmetric. Kriptogarfi AES (Advanced Encryption Standard) is a symmetric cryptographicalgorithms means that the key used in the encryption process is the same as the key to the decryption process. The analysisconcludes theory, AES encryption process is designed to make the process of encoding in secret with no security level ofcomplexity linear with time as efficiently as possible through the use of processes of transformation of light in theimplementation. Aside from the AES algorithm, Blowfish algorithm is also a symmetric cryptographic algorithm. Theoryanalysis shows that Blowfih a cryptographic algorithm that uses a key with variable length provided that no more than 448-bit. Blowfish also combine non-reverse function f, keydependent S-Box, dun Feistel network. The process of encryption anddecryption using the ECB and CBC operation has the same worst case is O (n). In this study the authors combine these twoalgorithms in the security of a file attachment in an email that is expected to increase the security file.Keywords -- Chriptographi, AES, Blowfish
COMBINATION OF AES ALGORITHM WITH BLOWFISH ALGORITHM FOR FILE ATTACHMENT AT E-MAIL SENDING Iswo, Yongki; Sihombing, Poltak
METHODIKA: Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 2, No 1 (2016): Methodika
Publisher : METHODIKA: Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data security in the delivery of online file becomes very important in the world of information itself. One way that can be done for the security of the data is to perform encryption before the data is sent. Cryptographic message encoding divided into two symmetric and asymmetric. Kriptogarfi AES (Advanced Encryption Standard) is a symmetric cryptographic algorithms means that the key used in the encryption process is the same as the key to the decryption process. The analysis concludes theory, AES encryption process is designed to make the process of encoding in secret with no security level of complexity linear with time as efficiently as possible through the use of processes of transformation of light in the implementation. Aside from the AES algorithm, Blowfish algorithm is also a symmetric cryptographic algorithm. Theory analysis shows that Blowfih a cryptographic algorithm that uses a key with variable length provided that no more than 448-bit. Blowfish also combine non-reverse function f, keydependent S-Box, dun Feistel network. The process of encryption and decryption using the ECB and CBC operation has the same worst case is O (n). In this study the authors combine these two algorithms in the security of a file attachment in an email that is expected to increase the security file.Keywords -- Chriptographi, AES, Blowfish
ANALISIS CONTRAST STRETCHING MENGGUNAKAN ALGORITMA EUCLIDEAN UNTUK MENINGKATKAN KONTRAS PADA CITRA BERWARNA Nurliadi, Nurliadi; Sihombing, Poltak; Ramli, Marwan
Jurnal Teknovasi : Jurnal Teknik dan Inovasi Vol 3, No 1 (2016): Teknovasi April 2016
Publisher : LPPM Politeknik LP3I Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Contrast stretching merupakan metode peningkatan kontras pada citra, pada umumnya Contrast Stretching banyak digunakan untuk citra hitam putih (grayscale), penggunaan metode contrast stretching sering juga disandingkan dengan Histogram Equalization untuk melihat diagram dari hasil citra yang sudah diproses. Dari salah satu jurnal tentang Contrast Stretching membuktikan bahwa Contrast Stretching dapat juga diproses untuk citra berwarna, namun dalam prosesnya masih menggunakan cara manual atau melalui pergeseran control transformasi sebagai input peningkatan kontras, pada penelitian ini peneliti mencoba menerapkan salah satu Algoritma sebagai penentu titik transformasi antara R1,S1 dan R2,S2 dalam Contrast Stretching yaitu dengan menggunakan Algoritma Euclidean. Dengan mengambil jumlah nilai Contrast Stretching maka akan menghasilkan peningkatan kontras serta mendapatkan jarak Euclidean dari transformasi R1, S1 dan R2, S2.
ANALISIS CONTRAST STRETCHING MENGGUNAKAN ALGORITMA EUCLIDEAN UNTUK MENINGKATKAN KONTRAS PADA CITRA BERWARNA Nurliadi, Nurliadi; Sihombing, Poltak; Ramli, Marwan
Jurnal Teknovasi : Jurnal Teknik dan Inovasi Vol 3, No 1 (2016): Teknovasi April 2016
Publisher : LPPM Politeknik LP3I Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Contrast stretching merupakan metode peningkatan kontras pada citra, pada umumnya Contrast Stretching banyak digunakan untuk citra hitam putih (grayscale), penggunaan metode contrast stretching sering juga disandingkan dengan Histogram Equalization untuk melihat diagram dari hasil citra yang sudah diproses. Dari salah satu jurnal tentang Contrast Stretching membuktikan bahwa Contrast Stretching dapat juga diproses untuk citra berwarna, namun dalam prosesnya masih menggunakan cara manual atau melalui pergeseran control transformasi sebagai input peningkatan kontras, pada penelitian ini peneliti mencoba menerapkan salah satu Algoritma sebagai penentu titik transformasi antara R1,S1 dan R2,S2 dalam Contrast Stretching yaitu dengan menggunakan Algoritma Euclidean. Dengan mengambil jumlah nilai Contrast Stretching maka akan menghasilkan peningkatan kontras serta mendapatkan jarak Euclidean dari transformasi R1, S1 dan R2, S2.
ANALISIS SUBSPACE CLUSTERING MENGGUNAKAN DBSCAN DAN SUBCLU UNTUK PROYEKSI PEKERJAAN ALUMNI PERGURUAN TINGGI Aritonang, Anni Rotua; Sutarman, Sutarman; Sihombing, Poltak
Jurnal Teknovasi : Jurnal Teknik dan Inovasi Vol 2, No 1 (2015): Teknovasi April 2015
Publisher : LPPM Politeknik LP3I Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Subspace clustering diproyeksikan sebagai teknik pencarian untuk mengelompokkan data atau atribut pada klaster yang berbeda, Pengelompokan dilakukan dengan menentukan tingkat kerapatan data dan juga mengidentifikasi outlier atau data yang tidak relevan, sehingga masing-masing cluster ada dalam subset tersendiri. Tesis ini mengusulkan inovasi algoritma subspace clustering based on density connection. Pada tahap awal akan dihitung kerapatan dimensi, hasil kerapatan dimensi akan dijadikan data masukan untuk menentukan klaster awal yang berdasarkan kerapatan dimensi, yakni dengan menggunakan Algoritma DBSCAN. Data pada setiap klaster kemudian akan diuji apakah memiliki hubungan dengan data pada klaster yang lain, yakni dengan menggunakan Algoritma SUBCLU. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahawa SUBCLU tidak memiliki un-cluster dataset nyata, sehingga persepsi hasil cluster akan menghasilkan informasi yang lebih akurat sedangkan untuk kepuasan kerja dataset DBSCAN membutuhkan waktu lebih lama daripada metode SUBCLU. Untuk lebih besar dan lebih kompleks data, kinerja SUBCLU terlihat lebih efisien daripada DBSCAN.
RANCANGAN MINIATUR OTOMATISASI BEL LISTRIK PADA GERBANG PINTU MENGGUNAKAN MICROKONTROLER ATMEGA8535 Yasin, Verdi; Zarlis, Muhammad; Tulus, Tulus; Nababan, Erna Budhiarti; Sihombing, Poltak
Journal of Information System, Informatics and Computing Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Stmik Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan aplikasi sistem menggunakan bahasa pemrograman C dalam mikrokontroler merupakan suatu cara untuk memudahkan dalam mengendalikan gerbang pintu, sehingga para pengguna dapat membuka gerbang pintu secara otomatis dengan menggunakan sistem pengendalian mikrokontroler berbasis bel listrik. Dalam mengembangkan sistem ini, menggunakan metode berorientasi obyek pada sistem buka dan tutup gerbang pintu dengan mikrokontroler ATMega8535 dan Pemrograman C. Diharapkan semua proses buka dan tutup pintu lebih efektif. Untuk menggambarkan pemodelan rancangan proses sistem simulasi pengendalian alat bantu ini, di rancang dengan sistem pemodelan berorientasi obyek yakni Unified Modeling Language (UML) dan Flowchart. Dengan adanya sistem ini, tentu pengendalian gerbang pintu akan lebih efektif