Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PENANGGULANGAN DAN PEMANFAATAN HAMA KEONG MAS UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI DANPENDAPATAN KELOMPOK TANI PADI DAN PETERNAK UNGGAS Simorangkir, Murniaty; Hasanah, Uswatun; Juniar, Anna Juniar; Riwayati, Riwayati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 72 (2013)
Publisher : LPM Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Program Ipteks Bagi Masyarakat ini bertujuan memberi solusi kepada mitra Kelompok TaniMaju dan Peternak Unggas Aktif untuk mengendalikan hama keong mas secara non kimia  danmemanfaatkannya agar mempunyai nilai jual, serta mengatasi harga pakan ternak yang cukup tinggidan  untuk memperoleh gizi ternak yang seimbang dan berpeluang berwirausaha baru pakan ternakunggas.  Kegiatan berlangsung 8 bulan, melibatkan empat orang dosen dan dua mahasiswa. Metodeyang diterapkan adalah penyuluhan, pendampingan dan  pelatihan produksi dan bisnis sederhana.  Hasilkegiatan sebanyak 85 % anggota kelompok tani dan peternak mitra memiliki pengetahuan  danketerampilan cara pengendalian hama keong mas, cara pengolahan pakan unggas berbasis keong mas,cara pemberian pakan unggas dan pengemasan serta pemasaran produk pakan unggas. Sebanyak 70 %anggota kelompok mitra berminatberwirausaha baru pakan ternak unggas berbasis keong mas. SetelahIbM dilaksanakan,  produksi pakan unggas berbasis keong mas mitrasebanyak8 kg/minggu  pakan itikpetelur, 4 kg/minggu pakan itik pedaging tergantung cuaca (kering)  dan ketersediaan keongmas.Produksi telur itik meningkat, dari 60 % menjadi 90 % itik bertelur  dengan kualitas kulit telur lebih tebal(tidak mudah pecah), berat rata-rata bertambah  sekitar 125 gr, dan vol. kuning telur lebih besar.Produksi Pedaging, terjadi pertambahanberat badan itik rata-rata  220gr/minggu lebih tinggi  daripertambahan berat badan sebelum IbM yaitu 150 gr/minggu. Pada  kelompok tani mitra, terjadipengurangan biaya produksi  karena  pengurangn biaya bahan kimia anti hama keong mas karenapengendalian hama keong mas secara non kimia (teknis dan biologis), peningkatan produksi  panen,terbentuk wirausaha baru pakan ternak unggas dan peningkatan pendapatan petani.  Pada kelompokpeternak unggas, biaya produksi  berkurang karena  harga pakan ternak  terutama bahan  konsentrat(sumber protein) dapat ditekan dan  gizi menjadi seimbang sehinggaproduktivitas (pertambahan beratternak dan produksi telur)  maksimal yang mengakibatkan pertambahan pendapatan peternak.
PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN DAN PETERNAKAN SEBAGAI KOMPOS DAN PESTISIDA ALAMI Simorangkir, Murniaty; Riwayati, Riwayati; Idramsa, Idramsa; Panggabean, Freddy Tua Musa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : LPM Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan produksi palawija dan serangan hama daun merupakan masalah utama yang dihadapi oleh kelompok tani Sada Nioga dan Juma Ndeher di Desa Sikeben Kabupaten Deli Serdang. Mengatasi permasalahan tersebut, telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian terapan untuk: (1) mengatasi kekurangan ketersediaan kompos dan pestisida alami; (2) meningkatkan hasil produksi palawija melalui pemanfaatan kompos dan pestisida alami dari limbah pertanian dan peternakan; dan (3) membuka peluang usaha dalam produksi kompos dan pestisida alami. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup: penyuluhan penggunaan kompos dan pestisida alami; perancangan perajang mekanik dan fermentor; dan pelatihan produksi kompos dan pestisida alami dari limbah kulit jengkol, cabe busuk dan urine sapi pada tanaman palawija yang dikelola oleh kedua mitra. Hasil kegiatan menunjukkan masing-masing 90% dan 80% anggota kelompok dari Kelompok Tani Sada Nioga dan Kelompok Tani Juma Ndeher telah terampil dalam mengolah kompos dengan durasi pengolahan selama 11 hari. Kualitas kompos (C/N, P2O5, K2O dan N) pada kelompok Sada Nioga adalah masingmasing 8.80%, 2.85%, 1.58% dan 0.08%; sedangkan pada Kelompok Juma Ndeher pada kadar 9.0%, 3.10%, 1.52% dan 0.05%. Produk pestisida yang dihasilkan mengandung metabolit sekunder fenolik(+++), alkaloid (++++) dan saponim (+). Peningkatan produksi tanaman palawija mencapai 27.14% setelah menggunakan kompos dan pestisida alami.
Pemanfaatan dan Pengolahan Pupuk Organik Dari Limbah Tanaman Jagung Dan Kulit Coklat Hasanah, Uswatun; Simorangkir, Murniaty; Masmur, Indra; Dur, Sajaratud; Sitinjak, Elvri Melliaty
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 75 (2014)
Publisher : LPM Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan IbM  Kelompok Tani Jagung dan Coklat ini bertujuan 1) memberi solusi kepada mitran Kelompok Tani Jagung Sejahtera dan Kelompok Tani Coklat Saroha untuk mengatasi kekuranganpupuk organik dengan memanfaatkan limbah tanaman jagung dan coklat yang cukup melimpahn dalam usaha meningkatkan produktivitas tanaman  dan mensukseskan program pertanianorganik, 2) membuka peluang membuka usaha baru pupuk organik. Target khusus yang ingin dicapai adalah publikasi jurnal, laporan kegiatan,  aspek produksi dan manajemen.  Luaran kegiatan adalah produk pupuk organik limbah tanaman jagung dan coklat berkualitas (fisik dan kandungan unsur hara), desain alat perajang mekanik limbah pertanian dan rencana bisnis sederhana pupuk organik. Metode yang diterapkan adalah penyuluhan, rancang alat perajang mekanik  limbah organik, pelatihan dan peraktek produksi serta penyuluhan perencanaan bisnis sederhana pupuk organik. Kegiatan melibatkan  tiga orang dosen dan dua mahasiswa. Mitra kegiatan adalah kelompok tani jagung Sejahtera dan kelompok tani coklat Saroha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 80 %  kelompok tani kedua mitra mampu mengolah pupuk organik dari limbah kulit coklat dan limbah batang serta daun jagung dalam waktu 10 hari. Kualitas tekstur pupuk organic baik yaitu tidak berbau, tidak berair, gembur, tidak panas dan warnanya hitam. Kualitas unsur hara .masing-masing pupuk limbah jagung, coklat dan campuranlimbah jagung dan coklata dalah  ratio C/N 8,4; 8,8 dan 9,0 yang sudah mendekati ratio C/N tanah, kadar KO 1,60 %; 1,52% dan 1,58% serta kadar P2O adalah  3,15%; 2,50% dan 3,00%. Hal ini menunjukkan bahwa  zat organik limbah telah terurai menjadi unsur hara yang menyuburkan tanah dan mudah diserap 5 tanaman. Kelompok tani  mitra mengembangkan pembuatan pupuk dengan menggunakan limbah  tanaman/batang pisang yang ada di lokasi pada saat sebelum panen jagung.  Kapasitas alat perajang mekanik yang digunakan dapat memotong 500 kg limbah pertanian/jam.  Sebanyak 50% kelompok tani mitra berminat berwirausaha baru pupuk organik dan 50% lagi  sementara hanya untuk memenuhi kebutuhan pupuk tanamannya. Kelompok tani mitra ini memerlukan pembinaan lanjutan baik dalam penyempurnaan produksi, pengemasan maupun pemasaran produksinya.
Pemanfaatan Limbah Usaha Pemotongan Ayamdan Pertanian UntukPenyediaan PupukOrganik Cairdan Produksi Tanaman Organik Simorangkir, Murniaty; Baiduri, Ratih; Idramsa, Idramsa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 78 (2014)
Publisher : LPM Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program tanaman organik adalah salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah untukmengendalikan dampak bahan kimia anorganik terhadap kesehatan dan lingkungan.  Kegiatan Ipteks bagiMasyarakat (IbM) ini bertujuan memberi solusi kepada mitra  pengusaha pemotongan ayam untukmemanfaatkan limbah usaha dan mitra kelompok tani untuk memenuhi kebutuhan pupukorganik dalamusaha meningkatkan produksi pertanian organik dengan memanfaatkan limbah pertanian dan limbahusahapotong ayam menjadi pupuk organik cair melalui penerapan teknologi fermentasi EM4. Manfaatkegiatan ini adalah pengendalian limbah usaha dan pelestarian lingkungan, penyediaan pupuk organik,mewujudkan tanaman organik dan berpeluang berwirausaha baru pupuk organik cair serta meningkatkanpendapatan kedua kelompok mitra. Kegiatan berlangsung lima bulan, melibatkan tiga orang dosen dandua mahasiswa. Metode yang diterapkan adalah penyuluhan, rancang bangun alat komposter, demostrasidan pelatihan produksi pupuk organik cair, rekomendasi dan  penerapan pupuk cair pada tanaman.  Hasilevaluasi kegiatan,  80% anggota kedua mitra trampil mengolah pupuk organik cair selama 21 hari. Teksturpupuk organik cair cukup baik yaitu kental dan warnanya hitam.  Pupuk kompos cair berbahan organiklimbah potong ayam, mengandung Nirogen (N) 0,26 %;  fosfor (P2O5)  0,03 % dan  K (KO) 0,04. Pupukorganik cair berbahan organik limbah pertanian/pasar sayuran (bonggol pisang, kangkung, sawi)mengandung unsur Nirogen (N) 0,08 %; fosfor (P2O5)  0,02 % dan  K (KO) 0,04.  Kapasitas alat komposterdapat menghasilkan 100 L lindi (pupuk kompos cair) dalam waktu 21 hari. Peningkatan produksi tanamanjagung dan kacang putih setelah penggunaan pupuk organik cair adalah 28,57 % dan 20,00%.