Frits O. P. Siregar
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, Manado

Published : 25 Documents
Articles

Found 25 Documents
Search

HOTEL RESORT DI KOTABUNAN KAB. BOLAANG MONGONDOW TIMUR. AQUASCAPE ARSITEKTUR Bakari, Sanjeksen; Siregar, Frits O. P.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional. Peranan pariwisata di Indonesia sangat dirasakan manfaatnya, karena pembangunan dalam sektor pariwisata serta pendayagunaan sumber potensi kepariwisataan menjadi kegiatan ekonomi yang dapat diandalkan.Hotel Resort merupakan salah satu sarana pokok dalam menyediakan penginapan, sarana rekreasi pendukung lain dan terletak di lokasi pariwisata. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi utara. ?Aqua? merupakan Kata yang berasal dari bahasa Latin yang berarti Air.?Scape? merupakan Bentang, yang dimaksud disini Landscape yaitu Bentang darat/ laut.Jadi, Aquascape adalah Bentang air/ elemen air yang digunakan  pada perancangan ruangluar (landscape) yang lebih dominan dengan memanfaatkan unsur-unsur  penting pada air seperti bentuk, transparansi, pantulan, warna, gerak, suara, dan pencahayaan dengan memadukan unsure ruang luar. Kata Kunci :Pariwisata, Hotel Resort, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Aquascape Arsitektur. 
LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS 1 DI MANADO. TEORI GESTALT DALAM ARSITEKTUR Kolondam, Januar; Franklin, Papia J. C.; Siregar, Frits O. P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 No.2 November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila membuka pemikiran- pemikiran baru mengenai fungsi pembinaan yang tidak lagi sekedar penjaraan tetapi juga merupakan suatu usaha rehabilitasi dan reintegrasi sosial Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Beberapa fenomena yang menjadi kendala bagi sistem pembinaan dan pembimbingan di lembaga pemasyarakatan sampai saat ini belum mendapat titik penyelesaian, sehingga penilaian masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan tidak ada bedanya dengan penjara membuat mantan narapidana sulit diterima oleh masyarakat. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau dalam bahasa masyarakat awam disebut penjara,merupakan tempa/kediaman bagi orang-orang yang bermasalah dngan hukum.Penerapan teori gestalt terhadap bangunan dapat menghasilkan konsep baru bagi desain lapasLuas site yang akan di bangun 38.417 m2,BCR bangunan 26,443.9m2  dalam kawasan terdapat 11 masa bangunan,terdiri dari masa perkantoran ,rg.kunjungan,dapur,poliklinik,workshop,aula,hunian umum,narkoba dan tipikor.Dengan ketinggian lantai berfariasi tergantung kebutuhan.Untuk mencapai bangunan tujuan bangunan lapas yang dapat memanusiakan manusia di terapkan 2 hukum gestalt yaitu hukum similarity atau kelarasan pada fasade bangunan dan hukum ketertutupan pada konsep layout.Kata kunci : Lembaga Pemasyarakatan, Gestalt 
HOTEL BISNIS DAN PUSAT KONVENSI DI MANADO “MORPHOGENESIS IN ARCHITECTURE” Hanry, Irwan; Siregar, Frits O. P.; MT, Surjono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado adalah salah satu kota yang sangat pesat perkembangannya, mulai dari sektor pariwisata, industri, perdagangan dan jasa serta pembangunannya yang semakin maju, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis  berada pada lingkaran pasifik yang strategis sebagai pintu masuk ke ekonomi global. Selain itu usaha Pemerintah Kota Manado untuk memperkenalkan sebagai Kota tujuan pariwisata dan bisnis mulai dari penyempurnaan perizinan investasi bagi para investor lokal maupun asing untuk dapat berinvestasi didalamnya.  Melihat peluang dan potensi yang dimiliki Kota Manado maka timbul gagasan perencanaan Hotel Bisnis dan Pusat Konvensi berlokasi dipusat Kota Manado, yang mengacu dari  kebutuhan akan jasa akomodasi sebagai penunjung program pemerintah serta mendukung pariwisata-pariwisata yang ada di Sulawesi Utara. Dalam perancangan objek Hotel Bisnis dan Pusat Konvensi di Kota Manado dengan tema ?Morphogenesis In Architecture? konsep ini mencakup  evolusi pada konsep desain bangunan diharapkan dapat mampu beradaptasi dengan penekanan trasformasi bentuk gubahan dengan mempertimbangkan permodelan dalam bentuk bangunan yang dinamis, sehingga desain yang dihasilkan tidak hanya menjadi desain yang kaku dan monoton, tapi juga dapat menjadi desain yang baik dan memperhatikan standar dan kebutuhan ruang yang ada.Kehadiran Hotel Bisnis dan Pusat Konvensi di Kota Manado diharapkan dapat memberikan fasilitas akomodasi yang baik dan lengkap bagi para tamu dengan berbagai tujuan yang berbeda-beda.                Kata kunci           : Kota Manado, Hotel Bisnis, Konvensi, Architecture Morphogenesis
SEKOLAH TINGGI MUSIK DI MANADO (SISTEM AKUSTIK SEBAGAI PENDEKATAN DESAIN) Losu, Kennedy V.; Makainas, Indradjaja; Siregar, Frits O. P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan iptek yang semakin pesat dan canggih membuat perkembangan dunia musik yang kian marak, banyak bermunculan grup band maupun musisi disetiap tempat dimana saja tidak terkecuali di kota Manado ini, bisa dilihat dengan maraknya even- even musik seperti konser musik daerah sampai dengan konser musik mancanegara, adapula even seperti lomba paduan suara yang sudah menjadi rutinitas tahunan bagi masyarakat sulut khususnya yang ada di kota Manado ini. Penyediaan fasilitas pendidikan berupa sekolah tinggi musik untuk menunjang akan animo masyarakat dikiranya mampu menjawab akan kesemuanya ini, jenjang pendidikan yang berupa jenjang strata-1 atau S-1 merupakan suatu agenda yang dapat mewadahi pendidikan yang ada di kota Manado khususnya di bidang musik. Untuk mencapai tujuan diatas, proses perancangan sekolah tinggi musik didasari atau dilaksanakan dengan sistim akustik dimana penataan akustika ruangan yang menjadi issue dalam proses perancangan ini. Kata kunci : Sekolah Tinggi, Musik, Sistem Akustik.
BITUNG SHOPPING CENTER. MORPHOGENESIS IN ARCHITECTURE Basaen, Jordi P.; Siregar, Frits O. P.; Lakat, Ricky S. M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 7, No 1 (2018): Volume 7 No.1 Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Kota Bitung adalah salah satu kota yang sangat pesat perkembangannya, mulai dari sektor industri, perdagangan, pariwisata dan jasa serta pembangunannya yang semakin maju, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis  berada pada lingkaran pasifik yang strategis sebagai pintu masuk ke ekonomi global. Selain itu usaha Pemerintah Kota Bitung untuk memperkenalkan  Kota Bitung sebagai Kota tujuan industri, pariwisata dan bisnis mulai dari penyempurnaan perizinan investasi bagi para investor lokal maupun asing untuk dapat berinvestasi didalamnya. Melihat peluang dan potensi yang dimiliki Kota Bitung sangat besar maka hadirlah konsep perencanaan Bitung Shopping Center atau Pusat Perbelanjaan berlokasi dipusat Kota Bitung, yang mengacu dari  kebutuhan akan jasa akomodasi sebagai penunjung dan penyediaan kebutuhan pokok maupun pusat rekreasi di Sulawesi Utara. Dalam perancangan objek Bitung Shopping Center ini, dengan tema ?Morphogenesis In Architecture? konsep ini mencakup perubahan  evolusi pada konsep desain bangunan diharapkan dapat mampu beradaptasi dengan penekanan trasformasi bentuk gubahan dengan mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan sekitar berdasarkan analisa tapak serta permodelan dalam bentuk bangunan yang dinamis, sehingga desain yang dihasilkan tidak hanya menjadi desain yang kaku dan monoton tapi juga dapat menjadi desain yang sangat baik dan ramah terhadap lingkungan. Kehadiran Bitung Shopping Center ini diharapkan dapat memberikan fasilitas penyediaan kebutuhan berbelanja yang legkap, aman dan nyaman bagi para pemakai dengan berbagai kebutuhan yang berbeda-beda.          Kata kunci       : Kota Bitung, Shopping Center, Morphogenesis
REDESAIN EX SHOPPING CENTER PASAR 45 & GEDUNG PARKIR DI MANADO. ARSITEKTUR SIMBIOSIS (SYMBIOSIS NATURE & HISTORY AND PRESENT) Bawole, Andretha M. V.; Siregar, Frits O. P.; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 No.2 November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shopping center yang populer pada tahun 1980-1990an kini sudah tidak seperti dulu. Selain karena bermunculan tempat-tempat perbelanjaan yang baru, secara arsitektural bangunan ini sudah tidak representatif lagi. Walaupun begitu, kawasan ini merupakan salah satu tempat yang memiliki nilai historis terhadap perkembangan kota Manado, baik pelabuhan, perkampungan Cina, perkampungan Arab, hingga Taman Kesatuan Bangsa. Untuk itu diperlukan sebuah pendekatan perancangan yang mampu menghidupkan kawasan ini serta memaksimalkan potensi akan zona-zona tersebut. Dengan melakukan redesain gedung ex Shopping Center serta menghadirkan gedung parkir diharap mampu menjawab permasalahan yang ada di kawasan ini. Konsep Arsitektur Simbiosis ((Nature & History and Present) dipakai dalam rancangan ini dengan memadukan bangunan terhadap kondisi lingkungan sekitar, menggabungkan nilai-nilai masa lalu serta masa yang sekarang. Berdasarkan Analisa pada site, bangunan yang dihasilkan mampu menjawab tantangan yang ada. Selain menghadirkan suasana yang baru, bangunan ini juga mampu mengakomodir nilai-nilai masa lalu namun tetap menonjolkan kesan yang modern.Kata kunci: Arsitektur Simbiosis, Gedung Parkir, Redesain Shopping Center 
ARENA OLAHRAGA REKREATIF DI MANADO. ANALOGI MEKANIK Lempoy, Wailan K.; Siregar, Frits O. P.; Kapugu, Herry
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado sebagai salah satu kota yang mulai berkembang di provensi Sulawesi Utara. Seiring dengan perkembangannya masyrakat kota Manado yang semakin hari semakin sibuk dengan pekerjaan meraka pun hanya memiliki waktu yang relatif sedikit untuk berolahraga maupun untuk berrekeasi, dan dilihat dari segi lainnya perkembangan dari masyarakat yang hobi akan olahraga pun semakin hari semakin bertambah. Di kota Manado sendiri sudah terdapat beberapa tempat olahraga namun dalam segi fasilitas yang belum memadai.            Melihat kurangnya fasilitas akomodasi di kota Manado maka penulis tertarik untuk merencanakan pembangunan Arena Olahraga Rekreatif di Manado. Perancangan Arena Olahraga Rekreatif ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyrakat kota Manado.            Dalam perancangan Arena Olahraga Rekreatif ini menggunakan konsep ?Analogi Mekanik? dimana bentuk bangunan ini menganalogikan bentuk dari mesin motor sebagai bentukan dasarnya dan mengalami beberapa transformasi  Kata Kunci: Arena Olahraga Rekreatif, Kota Manado, Analogi Mekanik  
HOTEL RESORT DI BATU ANGUS KOTA BITUNG. ARSITEKTUR POST MODERN: NEO VERNAKULAR Angkouw, Alfredo D.; Siregar, Frits O. P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional. Peranan pariwisata di Indonesia sangat dirasakan manfaatnya, peranan sektor pariwisata dalam menciptakan output pereokonomian dan PDB tahun 2015 mencapai 5.57% dan 5.47% sedangkan di tahun 2016 kontribusi pariwisata dalam output dan PDB Indonesia mencapai 5.89% dan 5.82%. Kota Bitung adalah sebuah Kota di provinsi Sulawesi Utara  yang memiliki potensi pariwisata yang indah. Peningkatan kunjungan wisatawan yang tidak dibarengi dengan peningkatan sarana penunjang pariwisata serta belum adanya sarana akomodasi yang representative di Kota Bitung. Hotel Resort merupakan salah satu sarana pokok dalam menyediakan penginapan dan sarana rekreasi. Perancangan Hotel Resort di Batu Angus Kota Bitung dengan tema ArsitekturPost modern : Neo Vernakular adalah penerapan elemen arsitektur yang telah ada baik fisik (bentuk, konstruksi) maupun non fisik (konsep, filosofi, tata ruang) dengan tujuan melestarikan unsur-unsur lokal yang telah terbentuk secara empiris oleh sebuah tradisi yang kemudian sedikit atau banyak mengalami pembaruan menuju suatu karya yang lebih modern atau maju tanpa mengesampingkan nilai-nilai tradisi setempat. Kata Kunci :    Pariwisata, Hotel Resort, Batu Angus Kota Bitung, Post Modern Architechture, Neo Vernacular
MEMORIAL PARK DI MANADO “FENG SHUI DALAM GUBAHAN BENTUK DAN RUANG ARSITEKTUR” Loho, Jonathan B.; Siregar, Frits O. P.; Egam, Pingkan P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia akan mengalami siklus kehidupan, mulai dari lahir hingga meninggal, bukan hanya manusia yang hidup yang membutuhkan lahan, bahkan Manusia yang telah meninggal pun membutuhkan lahan sebagai tempat peristirahatan terakhir. Kondisi pemakaman yang ada sekarang ini khususnya di Kota Manado kurang mendapatkan perhatian, dilihat dari kondisi pemakaman yang bertumpuk tumpuk, kotor dan tak terawat mengakibatkan dibutuhkannya kompleks pemakaman yang dikelola secara profesional. Maka diperlukan adanya pemakaman yang berkonsep feng shui serta memiliki fasilitas fasilitas penunjang.Feng shui merupakan ilmu yang mempelajari tentang keseimbangan antara manusia dan lingkungan, feng shui sangat memperhatikan tata letak dan penyatuan antara seseorang dan aktifitas, bangunan sebagai tempat orang itu berada dan lingkungan disekitar bangunan.dengan memperhatikan elemen elemen feng shui seperti kayu, api, logam, air, tanah yang diterapkan melalui pencocokan elemen dengan aktifitas yang terjadi di dalam bangunan, sehingga terciptanya suatu area pemakaman yang memiliki konsep kembali ke alam dengan memperhatikan perancangan ruang luar sesuai dengan feng shui itu sendiri dan juga memperhatikan filosofi yang ada tentang pemakaman itu sendiri. Kata Kunci : Meninggal, Pemakaman, Feng Shui
CONVENTION CENTER DI MANADO. GREEN BUILDING Gosal, Priscillia N.; Siregar, Frits O. P.; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado adalah ibukota dari provinsi Sulawesi Utara yang dikenal memiliki banyak potensi dalam pengembangan pembangunan fasilitas umum. Salah satunya menyimpan potensi sebagai destinasi MICE. Pada dasarnya dikota Manado memiliki potensi yang sangat baik untuk kegiatan konvensi bertaraf nasional maupun internasional. Pesatnya perkembangan globalisasi yang merambah sampai diseluruh pelosok kota Manado, memberikan dampak positif peningkatan permintaan yang tajam dari waktu ke waktu, terhadap penyediaan fasilitas Convention Center, namun sayangnya lonjakan permintaan penyediaan fasilitas berbasis Konvensi dikota Manado minimnya sarana dan prasarana yang memadai. Berdasarkan uraian diatas yaitu rancangan objek bangunan Convention Center ini suatu motivasi untuk dapat mengangkat kota Manado sebagai kota yang dipercayai untuk mengadakan event-event yang besar. Berbagai strategi dilakukan dalam persaingan global seperti kegiatan kepariwisataan perdagangan dan investasi serta terlebih khusus dalam hai ini yaitu peran dan ikut serta MICE (Meeting, Incentives, Conferences, Exhibition) sebagai sektor usaha yang memfasilitasi wadah objek Convention Center. Kurangnya kesadaran akan lingkungan yang patut dijaga dan untuk ikut membantu menjaga kelestarian lingkungan. Tema yang akan diimplementasikan pada objek Convention Center yaitu Green Building. Menciptakan objek bangunan Convention Center dengan penerapan Green Building yang ramah lingkungan serta memperhatikan aspek lingkungan yang bernuansa alam dan memberikan dampak positif disekitar lingkungan. Kata Kunci: Manado, Convention Center, MICE, Green Building