Fariza Siswanti
Jurusan D III Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jalan Prof. Soedharto, SH Tembalang - Semarang

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

FORMULASI BIOADITIF SUPER “RON BOOSTER“ PADA BAHAN BAKAR MINYAK MELALUI EKSTRAKSI MINYAK SEREH WANGI (CITRONELLA OIL) MENGGUNAKAN GELOMBANG MIKRO Agustian, Heri Dwi; Anggryani S, Dwi; Baskoro, Hendro; Khoirunnisa, Amalia; Pudjihastuti, Isti; Siswanti, Fariza
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor energi memiliki peranan penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan karena segala aktivitas manusia membutuhkan pasokan energi. Kebijakan energi nasional mentargetkan 5% kebutuhan energi nasional harus dapat dipenuhi melalui pemanfaatan biofuel sebagai energi terbarukan karena pembakaran dari BBM mengakibatkan pencemaran udara dan global warming. peningkatan proses pembakaran dapat melalui penambahan aditif, oleh sebab itu perlu adanya eksplorasi bioaditif sebagai senyawa tambahan dalam bahan bakar. Salah satu alternatif aditif yang baik dan ramah lingkungan adalah minyak atsiri. Diantara 14 jenis minyak atsiri yang menjadi komoditi ekspor adalah minyak Serai Wangi. Minyak serai wangi diprediksi mempunyai karakteristik yang mendekati karakteristik bahan bakar, seperti berat jenis, titik didih, dan sifat mudah menguap. Proses ekstrak diharapkan akan mendongkrak produktifitas dan kualitas kandungan minyak serai wangi. Proses yang ditawarkan adalah ekstraksi minyak sereh wangi menggunakan gelombang mikro. Prinsip pemanasan menggunakan gelombang mikro bedasarkan  tumbukan langsung dengan material polar atau solvent dan diatur oleh dua fenomena yaitu konduksi ionik dan rotasi dipol. Hasil dari penelitian ini berupa senyawa bioaditif yang dicampurkan dengan BBM dan meningkatkan cetane number dan octane number. Variabel berubah yang digunakan adalah proes ekstraksi dengan suhu 40°C dan 60° C, serta  pelarut n-heksan dan etanol . setelah didapat ekstrak bioaditif kemudian dicampur dengan BBM dengan formulasi perbandingan bioaditif minyak sereh wangi : BBM ( Solar atau Bensin ) adalah rentang 0,1-1 : 100 Dan diilkukan pengujian Gas Chromatografi dan cetane-octane number.Rendemen maksimal berada pada suhu 70oC dengan pelarut ethanol selama 2 jam ekstraksi. Formulasi ang efisien untuk penambahan pada BBM berada pada rasio 3% dengan peningkatan angka cetana dari point 48 menjadi 50. Kata Kunci : Energi, Bioaditif. Minyak Sereh Wangi, Ekstraksi, Gelombang Mikro
PENGARUH KONFIGURASI ANAEROBIC BAFFLED REACTOR, MEDIA BIOBALL DAN TANAMAN ECENG GONDOK UNTUK PENYISIHAN AMMONIA, UREA DAN TOTAL KJELDAHL NITROGEN Siswanti, Fariza; Samudro, Ganjar; Wisnu Wardana, Irawan
Jurnal Teknik Lingkungan Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.96 KB)

Abstract

Industrial wastewater of urea provide a substansial contribution to water pollution, especially with high concentration of ammonia, urea and Total Kjeldahl Nitrogen (TKN) into existing problems. This study is an attempt to find out the concentration of ammonia, urea and TKN before and after using Anaerobic Baffled Reactor (ABR) modification and to analyze the efficiency influence that affected by ABR modification to concentration removal. Meanwhile the modification of ABR in this study, which comprises ABR treatment with bioballs in last compartement as bacterial support medium to place and preventing out, afterward was continuing aerobic process with water hyacinth plants to maximal function of nitrogen removal after ABR packed. The performance of the study gave results that ammonia, urea, and TKN removal in ABR modification was 94%, 98%, 96% and also produced methane equal to 0,68% that concentration of ammonia, urea, and TKN can decreased by bacterial degradation.