Articles

Found 25 Documents
Search

Perilaku Kader dalam Penemuan Suspek Tuberkolosis Slamet, Agus
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v1i1.60

Abstract

Penanggulangan Tuberkolosis (TB) merupakan tanggungjawab seluruh elemen masyarakat. Program pengendalian TB berbasis masyarakat adalah wujud partisipasi masyarakat dalam pengendalian TB. Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Baubau terpanggil untuk bergerak bersama dalam program penanggulangan penyakit TB agar penyakit TB dapat teratasi. Program ini bertujuan untuk mengetahui berbagai faktor yang berhubungan dengan perilaku kader dalam menemukan suspek TB di Kota Baubau. Pendekatan yang digunakan berupa studi kasus (case study), yaitu sebuah pendekatan dalam penelitian kualitatif yang berusaha menemukan makna, menyelidiki proses, dan memperoleh pemahaman dari individu, kelompok atau situasi. Populasi penelitian adalah seluruh Kader TB Aisyiyah di empat Kecamatan Kota Baubau pada tahun 2016 yang berjumlah 34 responden yang seluruhnya disertakan sebagai sampel. Data berupa informasi yang dikumpulkan dari wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dengan menelaah seluruh data, reduksi, kemudian pemahaman, melakukan pemeriksaan keabsahan data dan interpretasi. Pengabdian ini menemukan lima variabel meliputi dukungan pemegang program, motivasi, pengetahuan, pelatihan dan  perilaku. Untuk meningkatkan penemuan suspek TB disarankan untuk lebih meningkat dukungan pengelola program yang berkelanjutan.
Penambahan Urea sebagai Co-Substrat pada Sistem High Rate Algae Reactor (HRAR) untuk Pengolahan Air Limbah Tercemar Minyak Solar Darwinastwantya, Ayu Syarifa; Slamet, Agus; Hermana, Joni
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.444 KB)

Abstract

Kebutuhan bahan bakar minyak di Indonesia semakin meningkat. Peningkatan tersebut mengakibatkan eksplorasi dan pengolahan secara berlebihan. Eksplorasi dan pengolahan berlebihan akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan, yaitu limbah. Limbah minyak bumi biasanya langsung dibuang ke lingkungan yang dapat menyebakan pencemaran lingkungan, misalnya air. Pengolahan limbah menggunakan alga dapat digunakan sebagai pengolahan lanjutan tanpa menimbulkan polusi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan urea sebagai co-substrat terhadap kinerja High Rate Algae Reactor (HRAR) dalam menurunkan kandungan minyak dalam air limbah minyak bumi. Variabel penelitian adalah konsentrasi minyak solar dalam air limbah dan konsentrasi urea yang digunakan. Konsentrasi minyak solar yang dipakai berasal penelitian pendahuluan sebesar 346 ppm dan 692 ppm untuk 18 L alga. Penelitian utama dilakukan dengan menambahkan 3 konsentrasi urea yang berbeda. Penelitian dilakukan selama 14 hari setiap dua hari sekali untuk semua parameter. Parameter yang digunakan dalam penelitian adalah kandungan Oil and Grease, Chemical Oxygen Demand (COD), klorofil a, Dissolved Oxygen (DO), pH, nitrogen-amonia, temperatur, dan Mixed Liquor Suspended Solid (MLSS). Dalam penelitian utama, menunjukkan bahwa sistem HRAR dapat mengolah air limbah mengandung minyak solar. Efisiensi penyisihan minyak solar paling optimal oleh sistem HRAR untuk variasi penambahan minyak solar 346 ppm adalah dengan penambahan urea 0,1 gr/L sebesar 83,33% sedangkan untuk variasi penambahan minyak solar 692 ppm menggunakan penambahan urea sebesar 0,3 gr/L sebesar 85,05%.
Pengaruh Penambahan Glukosa Sebagai Co-substrate dalam Pengolahan Air Limbah Minyak Solar Menggunakan Sistem High Rate Alga Reactor (HRAR) Putri, Laksmisari Rakhma; Slamet, Agus; Hermana, Joni
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.71 KB)

Abstract

Kandungan minyak dalam air limbah umumnya relatif sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme pada pengolahan air limbah secara biologis. Sistem alga dalam High Rate Alga Reactor (HRAR) telah banyak dikembangkan dan digunakan sebagai pengolah air limbah domestik dan industri. Aplikasi sistem alga dalam HRAR ini dicoba untuk diaplikasikan dalam pengolahan air limbah mengandung minyak solar. Penelitian dilakukan untuk mengkaji kemampuan HRAR dalam menurunkan kandungan minyak solar dengan penambahan glukosa sebagai co-substrate. Penambahan co-substrate diperkirakan dapat mendorong bakteri untuk memberikan suplai karbondioksida pada mikroalga. Penelitian ini dilakukan dengan dua variabel penelitian yaitu konsentrasi minyak solar sebesar 381 ppm dan 830 ppm dalam air limbah dan konsentrasi co-substrate berupa gula sebesar 5 gram, 7 gram, dan 10 gram ke dalam 18 Liter air pada reaktor. Setiap dua hari sekali selama 14 hari akan diambil sampel untuk kemudian dilakukan analisis masing-masing parameter. Hasil menunjukkan bahwa efisiensi tertinggi kinerja HRAR dalam menurunkan kandungan minyak solar adalah sebesar 84,27%. Efisiensi tertinggi ini didapatkan pada reaktor dengan variasi penambahan minyak solar 830 ppm dan co-substrate sebesar 10 gram ke dalam 18 Liter yang memiliki nilai COD 586,67 mg/L. Pada konsentrasi minyak solar sebesar 830 ppm, penambahan co-substrate memberikan pengaruh pada efisiensi penurunan kandungan minyak solar. Semakin besar penambahan co-substrate, semakin besar efisiensi penurunan kandungan minyak solar.
Pengaruh Konsentrasi Substrat terhadap Laju Pertumbuhan Alga dan Bakteri Heterotropik pada Sistem HRAR Septiani, Wahyu Dian; Slamet, Agus; Hermana, Joni
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.27 KB)

Abstract

Air limbah domestik Kota Surabaya yang dibuang langsung ke badan air tanpa dilakukan pengolahan akan mengakibatkan pencemaran karena memiliki kandungan nutrien dan bahan organik yang tinggi. High Rate Algae Reactor (HRAR) merupakan sistem pengolahan limbah dengan memanfaatkan alga dan sesuai untuk pengolahan limbah domestik. Perencanaan sistem HRAR dapat dilakukan dengan pendekatan berdasarkan parameter koefisien biokinetik alga maupun bakteri heterotropik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi substrat terhadap laju pertumbuhan alga dan bakteri heterotropik pada air limbah domestik berdasarkan koefisien biokinetiknya (µ, Y, dan Ks). Penelitian dilakukan dengan menggunakan variabel konsentrasi substrat dan lama durasi pencahayaan. Sampel yang digunakan merupakan air Boezem Kalidami dengan glukosa sebagai substrat tambahan. Pengambilan sampel dilakukan satu kali dalam sehari dan dilakukan setiap hari selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi substrat bepengaruh terhadap laju pertumbuhan alga dan bakteri heterotropik. Semakin tinggi konsentrasi substrat maka laju pertumbuhan semakin tinggi. Reaktor dengan kondisi awal substrat sebesar 800 mg/L dan durasi pencahayaan selama 12 jam memiliki laju pertumbuhan spesifik terbaik. Nilai koefisien biokinetik tertinggi untuk alga adalah µ sebesar 0,624/hari, Ks sebesar 311,2 mg/L, dan Y sebesar 0,533 mg biomassa/mg substrat. Sedangkan nilai koefisien biokinetik tertinggi untuk bakteri adalah µ sebesar 0,395/hari, Ks sebesar 384 mg/L, dan Y sebesar 0,857 mg biomassa/mg substrat.
Efek Durasi Pencahayaan Pada Sistem HRAR Untuk Menurunkan Kandungan Minyak Solar Dalam Air Limbah Puspitasari, Dian; Slamet, Agus; Hermana, Joni
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.087 KB)

Abstract

Kandungan minyak di dalam air limbah industri perminyakan umumnya bersifat toksik terhadap mikroorganisme dan mengganggu proses pengolahan secara biologis. Sistem HRAR diperkirakan dapat mengatasi hambatan tersebut melalui proses fotosintesis untuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme dalam mendegradasi senyawa hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perpanjangan waktu pencahayaan pada kemampuan HRAR dalam menurunkan kandungan minyak di dalam limbah. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi durasi pencahayaan dan variasi penambahan volume minyak solar yang ditambahkan ke dalam reaktor. Variasi durasi pencahayaan yang digunakan adalah pencahayaan selama 12 jam dan pencahayaan selama 24 jam. Sedangkan penambahan volume minyak solar ke dalam masing-masing reaktor adalah sebesar 346 ppm, 519 ppm dan 692 ppm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah durasi pencahayaan selama 12 jam memiliki efek yang lebih baik terhadap penurunan konsentrasi minyak dibandingkan pencahayaan selama 24 jam. Hal ini dapat terlihat dari baiknya pertumbuhan alga dan bakteri di dalam reaktor serta tingginya penurunan konsentrasi minyak solar di dalamnya. Penurunan konsentrasi minyak solar terbaik terdapat pada reaktor dengan penambahan minyak solar sebesar 346 ppm. Pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 12 jam terjadi penurunan konsentrasi minyak sebesar 78,4%. Sedangkan penurunan kandungan minyak solar pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 24 jam adalah sebesar 73,9%.
Pelatihan Dan Pendampingan Pengrajin Bakpia Kemusuk Dengan Rasa Baru Menggunakan Oven Gas Kanetro, Bayu; Slamet, Agus
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Nasional LPPM 2014, 20 Desember 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri rumahtangga bakpia di Dusun Kemusuk Kidul RT 01 Argomulyo Bantul DIY belum menerapkan proses pengolahan yang baik terutama sanitasi. Hal tersebut ditunjukkan dari cara pengolahan bakpia yang masih menggunakan pan terbuka sehingga bakpia bisa terkontaminasi oleh udara sekitarnya. Industri rumahtangga bakpia di Kemusuk memperoleh oven gas yang tertutup dari kegiatan IbM ini pada 2014. Industri ini juga dilatih tentang teknik menggunakan oven gas dan pengolahan produk baru bakpia dengan  tetap memperhatikan aspek sanitasi. Hasil kegiatan IbM ini menunjukkan bahwa kelompok telah mengembangkan produk bakpia dengan cita rasa baru dengan isi bakpia labu kuning, ubi ungu, dan kacang tunggak dan mendampingi proses pembuatannya menggunakan oven gas tertutup serta menguji tingkat kesukaan produk yang dihasilkan. Kata kunci: bakpia, industri umahtangga dan oven gas
Peningkatan Mutu Dan Pengelolaan Usaha Pada Kelompok Pengrajin Jamu Tradisional Slamet, Agus; Budiantara, Muhammad
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Nasional LPPM 2014, 20 Desember 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta adalah pusat produksi  jamu traditional. Para pengrajin bergabung dalam kelompok usaha bersama “Jati Husada Mulya”. Jumlah anggota  sekitar 29 orang.  Para pengrajin jamu tradisional bertindak sebagai produsen dan sekaligus penjual. Jamu yang diproduksi di sana dua jenis yaitu cair dan bubuk (instan). Jamu cair yang dihasilkan antara lain: kunir asam, beras kencur, temu lawak, uyup-uyup, cabe puyang, pahitan, kunci suruh dan kudu laos. Jenis jamu instan yang diproduksi antara lain: jahe, kunir putih, secang dan  temu lawak. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan pendampingan praktek kemasan dan pengolahan serta konseling tentang  cara produksi jamu cair dan instan yang baik, sanitasi, keamanan pangan, bahan tambahan  pangadan   teknologi pengemasan. Dengan demikian, akan terjadi peningkatan mutu jamu tradisional, sehingga konsumen jamu aman dari masalah kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kualitas kemasan jamu tradisional berbentuk cair yang lebih baik dilihat dari  jenis bahan kemasan dan labeling kemasan dengan stiker. Kualitas kemasan jamu tradisional instan lebih baik dilihat dari ketebalan plastik yang digunakan, cara penutupan dari plastik dan label dengan stiker.  Hasil penerapan Ipteks ini dapat meningkatkan kualitas produk dan menambah pengetahuan  keterampilan  para  pengrajin jamu tradisional “Jati Husada Mulya” di Desa Argomulyo Sedayu Bantul Yogyakarta.Kata kunci : kemasan, kualitas, jamu tradisional
FORTIFIKASI TEPUNG WORTEL DALAM PEMBUATAN BUBUR INSTAN UNTUK PENINGKATAN PROVITAMIN A Slamet, Agus
AGROINTEK Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v5i1.1929

Abstract

Malnutrition, particularly vitamin A is still a problem in Indonesia. Vitamin A plays an important role in sustaining life. The main role of vitamin A in the body is as a regulator of cell structure metabolism. Carrots are a potential source of vitamins. Vitamin found in carrots at 12,000 SI. To overcome the problem of vitamin A deficiency by using the carrot mixture of several kinds of wheat flour and make practical in food processing, easy to prepare and tune. Instant Porridge is a simple fast food in processing, presentation and the like starting from toddler age up to the parents. Variation of treatment used are various types of flour and the number of additional carrots flour. A variety of wheat used was: flour carrot, arrowroot flour: flour carrot and cassava flour: flour carrot. Variation number 100:0, 90:10, 80:20 and 70:30. Analysis performed: physical properties include: water absorption capacity, color, rehydration rate. Chemical properties include: water content, protein, ash, starch and β-carotene. This product is also tested with the level of his favorite method of hedonic test. The results of this study concluded that the preferred instant porridge made with flour carrot mixture of flour and cassava flour: carrot flour with variations in 70:30. Instant porridge has a β-carotene content of 3891.78 g / g
Developing genetic learning module based on blue eyes phenomenon in Buton Island, Southeast Sulawesi Slamet, Agus; Taharu, Fahmil Ikhsan; Hudha, Atok Miftachul
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 5, No 1 (2019): MARCH
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.156 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v5i1.7071

Abstract

The existence of learning resources based on local phenomena is presumed to be able to optimize genetic learning processes. The purposes of this study were (1) to produce module based on the blue eyes phenomenon occurred in Buton Island for genetic material in senior high school and (2) to find the quality of the module produced. This study used research and development (R & D) based on Borg & Gall model which was limited to seventh step. The research involved three validators, six students in initial field-testing step, and 70 students in main field testing. The data collection technique used was questionnaire. The data obtained were calculated as percentages of module quality. The results of the material validation, media validation, and practitioners were 96.52% (very valid); 82.40% (very valid); and 83.75% (very valid), respectively. In addition, the student responses to the module was 22.13% (good). In conclusion, this module can be used as a learning resource for senior high school students in genetic learning.
PENGARUH PERLAKUAN PENDAHULUAN PADA PEMBUATAN TEPUNG GANYONG (CANNA EDULIS) TERHADAP SIFAT FISIK DAN AMILOGRAFI TEPUNG YANG DIHASILKAN Slamet, Agus
AGROINTEK Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v4i2.1361

Abstract

Ganyong flour is product derived from ganyong crop (Canna edulis). However, its appearance looks a bit dull. With pretreatments blanching, submerging in salt water or bisulphide, it is expected that processing would yield (a) brighter flour. Wider use of ganyong flour other than conventional ones has not been attempted because of lack of information on its amilographical property. A research on this is therefore needed. Pretreatments vary from none serving as a check to blanching, submerging in salt water or bislphide. Ganyong flour produced from all processing was analyzed for its color, water absorbing capacity, and amilographical properties which include gelatination temperature, gelatination time, and peak viscosity at 50oC. Experimental yield showed that with treatments, ganyong flour produced is brighter than control. Water absorbing capacity of flour from processing with blanching pretreatment is 509,28% of dry weight. The amilographical properties are as follows : gelatination temperature and time are 76,05 oC and 32,82 minutes respectively, viscosity at peak and at 50 oC are 580and 370 Brabender Unit (BU).