Articles

PEMODELAN KO-EKSISTENSI PARIWISATA DAN PERIKANAN: ANALISIS KONVERGENSI –DIVERGENSI (KODI) DI SELAT LEMBEH SULAWESI UTARA ., Parwinia; Fauzi, Akhmad; Soedharma, Dedi; H Taryoto, Andin; Boer, Mennofatria
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.413 KB)

Abstract

Perlindungan sebagian kawasan pesisir untuk konservasi dan pariwisata bahari akan memberikan manfaat baik secara ekonomi maupun ekologi. Namun demikian dalam kondisi dimana area yang dilindungi ini tumpang tindih dengan area penangkapan ikan tradisional maka diharapkan kegiatan-kegiatan ini dapat saling ko-eksis. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab issu tersebut melalui pemodelan bio-ekonomi. Dilakukan di Selat Lembeh Sulawesi Utara yang terkenal sebagai area yang dimanfaatkan untuk perikanan tangkap dan pariwisata. Penelitian ini juga menghasilkan empat tipologi interaksi antara pariwisata dan perikanan tergantung dari besaran kapasitas ekonomi dan kapasitas biofisik. Beberapa alternative kebijakan untuk melindungi pengelolaan kawasan pesisir yang mungkin dapat dilakukan adalah melalui kemitraan antara pengelola kawasan konservasi dan wisata dengan nelayan (sebagai guide diving, pemandu wisata). Analisis dinamik merupakan interaksi antara kegiatan perikanan yang diwakili dengan potensi perikanan dengan kegiatan pariwisata yang diwakili jumlah wisatawan. Konvergensi terjadi pada tahun ke 40 dengan nilai biomasa ikan sebesar lebih kurang 13 ton dengan jumlah tersebut wisatawan sebanyak 119 orang. Sementara itu interaksi dinamik melalui analisis phase line memiliki keseimbangan stable focus dimana keseimbangan system jangka panjang akan dicapai melalui penyesuaian antara kedua kegiatan tersebut. Artinya bahwa peningkatan jumlahwisatawan hanya bisa dicapai jika kegiatan perikanan dikurangi.Kata kunci: daerah perlindungan laut, ko-eksistensi, konvergensi, divergensi.
STRUKTUR KOMUNITAS DAN DISTRIBUSI IKAN KARANG DI PERAIRAN PULAU SEKEPAL DAN PANTAI BELEBUH , LAMPUNG SELATAN , DAN HUBUNGANNYA DENGAN KARAKTERISTIK HABITAT F Tamimi, Maya; Soedharma, Dedi; A Butet, Nurlisa; G Bengen, Dietriech
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 1 No. 2 (1993): Desember 1993
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5378.385 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas dan distribusi ikan karang serta hubungannya dengan karakteristik habitat. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai infonllasi yang berguna bagi pengelolaansumberdaya ikan karang. Pengamatan komunitas ikan karang dilakukan dengan menggunakan metoda pencacahan langsung. Struktur komunitas ikan karang dilihat berdasarkan indekskeragaman, keseragaman dan dominansi, sedangkan untuk melihat distribusi spasial ikim karang dan hubungannya dengan karakteristik habitat, digunakan metoda analisis faktorial koresponden.Struktur komunitas ikan karang di perairan Pulau Sekepal dan Pantai Belebuh umurnnya berada pada kondisi masih stabil, kecuali pada stasiun 14. Pada stasiun 14 sering terjadi kekeruhan yang disebabkan oleh adanya sirkulasi air yang tidak stabil. Hal ini merupakan faktor yang tidak menunjang bagi kehidupan komunitas karang dan ikannya. Dari studi ini juga dapat diketahui bahwa distribusi beberapa jenis ikan karang secara nyata dapat dicirikan oleh karakteristik habitattertentu, disamping adanya beberapa jenis ikan yang kosmopolit.Kata-kata kunci: struktur komunitas, ikan karang, karakteristik habitat, analisisfaktorial koresponden
THE COMPOSITION AND DISTRIBUTION OF BENTHIC FORAMINIFERA AT CORAL REEF ECOSYSTEM IN THOUSANDS ISLAND Toruan, Lumban Nauli Lumban; Soedharma, Dedi; Dewi, Kresna Tri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 5 No. 1 (2013): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.236 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v5i1.7741

Abstract

Composition and distribution of foraminifers are affected by human activities and have close association with coral reef ecosystem. The aims of this research were to investigate the benthic foraminifers? composition and distribution in sediment of coral reef ecosystem. Eleven stations of Karang Bongkok, Pramuka, and Onrust Island were observed in this study. The sediments were taken from surface substrate up to 2 cm under the substrate. Samples were washed on sieve with mesh size 0,063 mm, and then dried in oven with 50°C of temperature  for two hours. After separating from the sediment, the foraminifers were laid on foraminiferal slide and indentified using binocular microscope. The highest composition of symbiont-bearing foraminiferal assemblages which associated with reef ecosystem was in East Pramuka (78.17%) and the lowest was in South Onrust (21,83%). The opportunistic type had the highest composition in South Onrust (38.67%) and the lowest was in South Karang Bongkok. In west Pramuka had the highest composition of heterotrophic type (57.17%) and the lowest was in North Onrust (11.33%). Onrust Island was dominated by opportunistic type, indicating high nutrient. The highest amount of foraminifers? taxa was found in Karang Bongkok with good coral reef coverage, while the lowest in Onrust facing with Jakarta Bay. Keywords: composition, distribution, benthic foraminifers, coral reef.
KEBIJAKAN PENGELOLAAN PULAU KECIL PERBATASAN BERBASIS GEOPOLITIK, DAYA DUKUNG EKONOMI DAN LINGKUNGAN (KASUS PULAU PULAU KECIL PERBATASAN KEPULAUAN SANGIHE, SULAWESI UTARA) Biasane, Achmad Nasir; Fauzi, Akhmad; Monintja, Daniel R.; Soedharma, Dedi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 2 No 2 (2011): NOVEMBER 2011
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.331 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.2.21-40

Abstract

Pulau Sipadan dan Ligitan sebagai bagian dari kedaulatan Malaysia ditetapkan oleh Mahkamah Internasional berdasarkan keberadaannya, telah mendorong Indonesia untuk lebih sadar dan peduli untuk mengembangkan pulau-pulau kecil perbatasan. Terdapat lembaga-lembaga nasional dan regional telah mengembangkan program dan kegiatan untuk pulau kecil perbatasan tapi program masih berorientasi sektoral dan parsial, sedangkan tidak ada kebijakan nasional mengenai manajemen pulau kecil perbatasan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kebijakan yang komprehensif untuk pengelolaan pulau-pulau kecil kepulauan Sangihe berdasarkan geo-politik, ekonomi dan daya dukung lingkungan. Penelitian dilakukan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Data primer dikumpulkan di Tahuna, Pulau Marore, Pulau Matutuang, Pulau Tinakareng, dan Pulau Kawio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor potensial untuk dikembangkan di Kepulauan Sangihe adalah perikanan tangkap dan komoditas perkebunan. Penelitian ini melakukan analisis untuk mengembangkan perikanan tangkap pada ikan layang (Decapterus sp.), trvevallies (Selar spp.), tuna kecil (Euthynus sp.), Skipjack tuna (Katsuwomus pelamis), hiu (Charcarias sp.) dan tuna (Thunnus albacares). Produksi berkelanjutan rata-rata pada 20 tahun (1988-2007) ikan layang adalah 1746,3 ton/tahun, bobara adalah 194,1 ton/tahun, hiu adalah 148,4 ton/tahun, ikan tuna cakalang adalah 315,6 ton/tahun, tuna adalah 152 ton/tahun, dan tuna kecil adalah 1073,2 ton/tahun pada periode yang sama. Prioritas kebijakan pulau kecil perbatasan adalah: (1) pengembangan perikanan tangkap, kelapa dan pala real, (2) demarkasi dan delimitasi batas negara, (3) mengembangkan sistem pertahanan dan keamanan di pulau-pulau kecil, (4 ) perubahan perjanjian dasar perdagangan terhadap perbatasan nilai ekonomi; dan (5) pemanfaatan optimal dan berkelanjutan sumber daya alam.
PENGARUH CAHAYA TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN KARANG LUNAK LOBOPHYTUM STRICTUM (OCTOCORALIA: ALCYONACEA) HASIL TRANSPLANTASI PADA SISTEM RESIRKULASI Subhan, Beginer; Soedharma, Dedi; Arafat, Dondy; Madduppa, Hawis; Rahmawati, Fadillah; Ervinia, Ayu; Bramandito, Aditya; Khaerudi, Denny; Ghozali, Ahmad Taufik
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 3 No 2 (2012): NOVEMBER 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.925 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.3.35-42

Abstract

Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan karang lunak Lobophytum strictum hasil transplantasi dilakukan dengan pemeliharaan karang lunak pada dua buah kolam, yaitu kolam terbuka (cahaya) dan kolam tertutup (tanpa cahaya). Pada masing-masing kolam ditempatkan 16 fragmen karang lunak yang sudah ditransplantasikan. Kelangsungan hidup dan pertumbuhan karang lunak berbeda signifikan antar perlakuan cahaya (P<0,05). Karang lunak yang dipelihara di kolam terbuka mampu bertahan hidup 100% (12 minggu), dengan disertai peningkatan panjang (5,95-10,04 cm)  dan lebar (5,27-6,84 cm) fragmen karang. Hal yang berbeda ditunjukkan karang lunak yang dipelihara di kolam tertutup, hanya mampu bertahan hidup hingga minggu ke-8 (62,5%). Hal ini disertai dengan penurunan panjang (8,25-5,25 cm) dan lebar (9,14-4,86 cm) fragmen setiap minggunya.
KOMPONEN FITOKIMIA DAN TOKSISITAS SENYAWA BIOAKTIF DARI LAMUN ENHALUS ACOROIDES DAN THALASSIA HEMPRICHII DARI PULAU PRAMUKA, DKI JAKARTA Dewi, Citra S.U.; Soedharma, Dedi; Kawaroe, Mujizat
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 3 No 2 (2012): NOVEMBER 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.407 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.3.23-27

Abstract

Beberapa penelitian mengenai kandungan bioaktif  telah dilakukan dengan menggunakan bahan dasar lamun. Sehubungan dengan kandungan senyawa bioaktif yang terkandung dalam Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii yang kaya dan potensial sebagai bahan kecantikan, obat, dan bidang farmasi lain, maka perlu dilakukan observasi mengenai komponen fitokimia dan tingkat toksisitasnya.  Penelitian ini melaporkan golongan senyawa kimia yang terkandung dalam Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii dari Pulau Pramuka, DKI Jakarta serta tingkat toksisitasnya. Uji fitokimia yang dilakukan menunjukkan ekstrak Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii mengandung senyawa bioaktif dari jenis flavonoid, alkaloid, dan steroid. Uji toksisitas dengan metode BSLT yang dilakukan menunjukkan ekstrak metanol Enhalus acoroides bersifat sangat toksik dengan nilai LC50 5,74 ppm, sedangkan ekstrak n-heksana Enhalus acoroides bersifat tidak toksik ditunjukkan dengan nilai LC50 1309,42 ppm.
SEBARAN LOGAM BERAT DALAM SEDIMEN ESTUARI WAKAK-PLUMBON, SEMARANG, JAWA TENGAH ., Haeruddin; S . Sanusi, Harpasis; Soedharma, Dedi; Supriyono, Edy; Boer, Mennofatria
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2005): Desember 2005
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.581 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengamati penyebaran spasial dan temporal logam dalam sedimen estuari Wakak- Plumbon, Semarang, Jawa Tengah, serta kaitannya dengan berbagai faktor yang mempengaruhi distribusinya dlam sedimen (konsentrasi karbon organik total, redoks potensial sedimen dan ukuran butiran sedimen). Untuk mengamati distribusi spasial logam dalam sedimen, sedimen dikumpulkan dari 9 titik pengamatan, 3 titik masing -masing diambil dari Sungai Plumbon, Wakak dan laut. Pengamatan distribusi temporal dilakukan pada 3 stasiun pengamatan di laut (A, B dan C) terhadap 5 logam dominan. Sedimen dikumpulkan dengan Petersen grab, kemudian dianalisis kandungan logamnya dgan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam Pb, Cd dan Ni konsentrasinya lebihtinggi ke arah hulu sungai dan memiliki hubungan negatif dengan salinitas, sehingga sumber masukannya diduga berasal dari hulu. Logam Cu, Cr dan Hg lebih tinggi di laut dan memiliki hubungan positif dengan Salinitas, sehingga sumber masukan diduga berasal dari laut. Logam seng konsentrsainya tinggi di laut dan diduga terjadi secara alami. Selain salinitas, faktor lain yang dominan pengaruhnya terhadap penyebaran logam dalam sedimen estuari Wakak-Plumbon adalah karbon organik total. Konsentrasi logam cenderung lebih tinggi dengan meningkatnya konsentrasi karbon organik total.Kata kunci: penyebaran spasial dan temporal, logam, sedimen dan estuaria Wakak-Plumbon.
BIOACTIVE CEMBRANOID COMPOSITION IN THE SOFT CORAL OF SARCOPHYTON GLACCUM ON THE RESPONSE TO CHANGING PH Januar, Hedi Indra; Zamani, Neviaty Putri; Soedharma, Dedi; Chasanah, Ekowati
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 22, No 1 (2017): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.642 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.22.1.25-30

Abstract

Soft coral is predicted to outcompete with hard coral in future ocean acidification scenarios. Beside the biological resilience shown in acidic conditions, soft corals ability to maintain or compete for space is shown to relate with their ability to produce cytotoxic cembranoid-type compounds. The aim of this study was to investigate composition of cytotoxic cembranoid compounds of Sarcophyton glaccum soft coral exposed to current and predicted future ocean acidification scenarios. Sarcophyton glaccum colonies were acclimated along a pH gradient to simulate predicted increases in ocean acidification: natural/current (pH 8,2), slight increase in acidification (pH 8.0 year-1 2060), and moderate increase in acidification (pH 7,8 year­-1 2100). Cembranoid composition was determined by quantitative Nuclear Magnetic Resonance spectroscopy while cytotoxic activity was determined against tumor cell lines. Results of the study showed cytotoxicity and sarcophytoxide (the most active cembranoid compound in observed Sarcophyton glaccum) were both found to be higher at pH 8,0. However, a further increase of acidification resulted on a reduction of both the cytotoxicity and sarcophytoxide production. This suggests that acidification pressures affect directly the defense system metabolism of Sarcophyton glaccum and that while they may be resilient to small decreases in pH, their ability to compete for space may be hampered by more pronounced changes. Keywords: Cembranoids; Cytotoxic; Sarcophyton glaccum; Seawater Acidification; Soft Coral.
MORPHOLOGY AND CELL BIOMASS OF SPONGE AAPTOS AAPTOS AND Ismet, Meutia Samira; Soedharma, Dedi; Effendi, Hefni
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 3 No. 2 (2011): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.701 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v3i2.7829

Abstract

Aaptos aaptos and Petrosia sp. sponges are known for their ability to produce potential marine bioactive compound. As a metazoan animal with simple body structure, the morphology and it association with symbiont-bacteria could influence their bioactive compound both type and activity, as much as their habitat adaptation. In order to determine morphology and its cell biomass of Aaptos aaptos dan Petrosia sp., samples were taken from the West Pari Island, at 7 m depth. Preserved samples (in 4% formaldehyde) were examined using a histological mounting and centrifugation method to separate the cells fraction of sponge?s tissues. A. aaptos sponge has a soft body structure with 55.9% skeleton-forming fraction, 14.2% sponge cell fraction and 29.9% bacteria fraction. Meanwhile, Petrosia sp. sponge has a rigid body with dominant skeleton-forming fraction (68.6%), and lesser sponge cell and bacteria associated (19.7% and 11.7%, respectively).Keywords: A. aaptos, Petrosia sp, morphology, cell biomass
BIOPOTENSI TUMBUHAN MANGROVE UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT VIBROSIS PADA UDANG WINDU ., Melki; Soedharma, Dedi; Effendi, Hefni; Mustopa, A. Zaenal
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 2, No 1 (2011): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.912 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v2i1.1146

Abstract

Ekstrak tiga jenis tumbuhan mangrove (daun, buah, batang dan akar) meliputi tumbuhan mangrove Ceriops tagal, Rhizophora apiculata, dan Sonneratia alba yang diambil dari Sadai, Bangka Selatan, Bangka Belitung dimana telah diekstraksi dengan pelarut methanol, ethyl acetate dan n-hexane serta telah diuji sebagai antibakteri pada bakteri Vibrio harveyi yaitu patogen udang windu dan uji toksisitas BSLT. Hasil uji antibakteri dari semua bagian tumbuhan mangrove didapatkan bahwa daun dan batang S. alba dengan pelarut metanol lebih potensi yaitu dengan zona hambat yang terbentuk 24±3,78 mm dan 23±3,78 mm. Hasil uji BSLT didapatkan untuk daun S. alba dengan pelarut metanol bersifat toksik sedangkan batang S. alba dengan pelarut metanol bersifat tidak toksik terhadap artemia. Selanjutnya bagian tumbuhan mangrove dianalisa komponen kimianya dengan menggunakan kromatografi kolom, kromatografi lapis tipis dan kromatografi cair kinerja tinggi dengan detektor PDA. Hasil identifikasi dengan menggunakan kromatografi kolom dengan eluen chloroform: methanol (9:1 sampai 1:9) memberikan hasil pemisahan terbaik, identifikasi dengan menggunakan kromatografi lapis tipis dengan eluen chloroform: methanol (9:1 sampai 1:9) memberikan hasil pemisahan terbaik dan identifikasi dengan kromatografi cair kinerja tinggi pada panjang gelombang 200-400 nm menghasilkan bahwa ekstrak tumbuhan mangrove yang berperan sebagai antibakteri dan untuk selanjutnya ekstrak tumbuhan mangrove ini dapat dikembangkan sebagai antibakteri dan biofarmatika.   Kata kunci: ekstrak mangrove, antibakteri, BSLT, kromatografi kolom , kromatografi lapis tipis, dan kromatografi cair kinerja tinggi ABSTRACT Crude extracts of three mangrove species (leaf, fruit, bark and root), i.e. Ceriops tagal, Rhizophora apiculata, and Sonneratia alba collected from Sadai, South Bangka, Bangka Belitung was extracted  in methanol, ethyl acetate, n-hexane and tested for different range of biological activities including antimicrobial activity of shrimp Vibrio harveyi pathogen and brine shrimp cytotoxic. The overall bioactivity profile showed that, leaf and bark of S. alba methanolic (24±3,78 mm and 23±3,78 mm) exhibited more biopotency. Result by using Brine Shrimp Lethality Test showed that leaf of S. alba methanolic was toxic and bark of S. alba methanolic was not toxic to Artemia. The highly active mangrove was evaluated further to analyze the chemical compounds using column chromatography, thin layer chromatography and high performance liquid chromatography with detector photodiode array (PDA). The identification with column chromatography using chloroform: methanol (9:1 to 1:9) gave the best separation, identification results using thin layer chromatography using chloroform: methanol (9:1 to 1:9) gave the best separation and chromatographic identification results high performance liquid at a wavelength of 200-400 nm showed mangrove extracts might have functional role in bioactivity and can be used for the development of antibacterial and biopharmaceuticals.   Keywords: Mangrove extract, antibacterial activity, brine shrimp cytotoxicity, column    chromatography, TLC, and HPLC
Co-Authors , Suharsono A. Zaenal Mustopa Abdul Haris Achmad Nasir Biasane, Achmad Nasir Adi Winarto Adi, Nyoman Darma Aditya Bramandito Agus Nuryanto Agus Saptono, Agus Ahmad Taufik Ghozali Aileen Tan Shau Hwai, Aileen Akhmad Fauzi Akhmad Solihin Andin H Taryoto, Andin Andry Indrawan ANI MARDIASTUTI Ario Damar Ayhuan, Hendrik Victor Ayu Ervinia Bambang Sulistiyarto Bambang Widigdo Beginer Subhan Chair Rani Chairul Muluk Citra S.U. Dewi D Djokosetiyanto, D Daniel R. Monintja DEDY DURYADI Denny Khaerudi DIETMAR BLOHM Dietriech G Bengen, Dietriech Dondy Arafat Edi Rudi Edison Harteman Edy Supriyono Ekowati Chasanah Elvi Yetti, Elvi Enan M. Adiwilaga Estu Nugroho Fadillah Rahmawati Fifi Widjaja Fredinan Yulianda Haeruddin . Harpasis S . Sanusi, Harpasis Harpasis S Sanusi Harpasis S. Sanusi Hawis H Madduppa, Hawis H Hawis Madduppa HEDI INDRA JANUAR Hefni Effendi Ida Ayu Lochana, Ida Ayu Ida Bagus Jelantik Swasta Ikhsan, Nur Jefry Jack Mamangkey John I Pariwono, John John I. Pariwono Kardiyo Praptokardiyo KholiPdan, KholiPdan KholiPdan, KholiPdan Kresna Tri Dewi Kurdi Gunawan, Kurdi Lilik B Prasetyo Luky Adrianto Lumban Nauli Lumban Toruan LURY SEVITA YUSIANA M. F. Rahardjo, M. F. M. Fedi A. Sondita MAULINIA MAULINIA Maya F Tamimi, Maya Melki . Mennofatria Boer Meutia Samira Ismet Moh Muhaemin MUJIZAT KAWAROE Muliari Muliari Mulyono S. Baskoro Muschsin, Ismudi Nasir Haya, Nasir Nasution, Syahroma Husni Neviaty P Zamani Neviaty P. Zamani Neviaty P. Zamani NEVIATY PUTRI ZAMANI Niken T.M. Pratiwi Nurlisa A Butet, Nurlisa Nurul Khakhim Ofri Johan Parwinia ., Parwinia Paulus Boli R Widodo Rachmaniar Rachmaniar, Rachmaniar Rachmaniar Rachmat Ratna Siahaan Richardus F Kaswadji Ridwan Affandi Rilus Kinseng Risamasu, Fonny J.L. SIGID HARIYADI Siregar, Rahmadsyah Deny Siti Nurisjah Sjafei, Djadja Subardja Soehartini Sekartjakrarini Soetikno Wirjoatmodjo, Soetikno Suharsono Suharsono Sulistiono Sulistiono Sumardjo, nFN Suparno Suparno Supriadi Supriadi Sutrisno Sukimin Tatag Budiardi Tjahjo Winanto, Tjahjo Vincentius P. Siregar Walukow, Auldry F Walukow, Auldry F Yudi Herdiana Yusli Wardiatno Zulfigar Yasin, Zulfigar Zulfikar Zulfikar Zulkifli Zulkifli