Andy Soegianto
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH TINGKAT KONSENTRASI 2,4-DICHLOROPHENOXYACETICACID TERHADAP INDUKSI KALUS PADA TIGA VARIETAS TEBU SECARA IN-VITRO Pranayadipta, Nadya Wening; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21176/protan.v8i2.1351

Abstract

Tebu ialah salah satu tanaman perkebunan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan dasar gula sebagai bahan pokok utama. Produksi tanaman tebu penting dilakukan dengan cara penyediaan bibit melalui kultur jaringan. Induksi kalus merupakan tahapan penting dalam perbanyakan melalui kultur jaringan guna memperoleh tanaman baru dengan jumlah yang besar. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi 2,4 Dichlorophenoxyaceticacid (2,4-D) yang tepat dalam keberhasilan menginduksi kalus tebu yang dilaksanakan pada Februari 2019-Mei 2019 di Laboratorium Kultur Jaringan Pusat Penelitian Sukosari PTPN XI, Lumajang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor. Faktor 1 yaitu konsentrasi 2,4-D 0 ppm, 1 ppm, 3 ppm, 5 ppm, dan 7 ppm. Faktor 2 yaitu varietas tebu NXI 1-3, CYZ 71/95, dan Bululawang (BL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 2,4-D mampu menginduksi kalus pada varietas NXI 1-3, CYZ 71/95, dan Bululawang secara In-Vitro. Perbedaan konsentrasi 2,4-D 3 ppm dapat mempengaruhi hasil waktu muncul kalus, berat segar kalus, volume kalus, dan persentase keberhasilan pembentukan kalus serta menghasilkan tekstur kalus yang remah dan berwarna hijau keputihan dan hijau kekuningan pada tiga varietas tebu secara In-Vitro.
KONFIRMASI GEN YANG MENCIRIKAN EKSPRESI ANTOSIANIN PADA BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Balladona, Freta Kirana; Saptadi, Darmawan; Soegianto, Andy
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.62 KB)

Abstract

Peningkatan permintaan buncis dari luar negeri membuat beberapa varietas lokal tersisih karena varietas introduksi yang berasal dari luar negeri tersebut memiliki kandungan gizi lebih banyak dari varietas lokal. Salah satu cara meningkatkan kualitas buncis lokal adalah persilangan antara varietas lokal dan varietas introduksi Namun identifikasi secara fenotipik memiliki beberapa kelemahan. Maka dari itu, perlu dilakukan identifikasi molekuler pada tetua dan hasil persilangan buncis tersebut. Tujuan: mengonfirmasi keberadaan gen antosianin pada beberapa aksesi buncis berdasarkan penanda gen antosianin melalui pendekatan tetua dengan keturunan berikutnya. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 isolat DNA buncis persilangan lokal dan introduksi dan 3 primer SSR (MdMYB9, MdMYB12 dan MdMYB17). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2015 di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Berdasarkan hasil amplifikasi terlihat bahwa ketiga primer tersebut bersifat polimorfis. Hal ini membuktikan bahwa primer spesifik antosianin tersebut dikonfirmasi pada buncis. Berdasarkan panjang pita DNA yang ditinjau pada Purple Queen dan Gogo Kuning (tertua,) sama dengan keturunannya GK x PQ, PQ x GK, PQ x GI, GI x PQ dan GK x CS.
The Yield Potential Of F6 Generation Of Yellow Common Bean (Phaseolus vulgaris L.) Soegianto, Andy; Fikry, Bima
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.487 KB)

Abstract

The yield potential test is an important step in breeding activity in creating new varieties through evaluation the desired genes on some lines (Basuki, 1995). The value of heritability could indicate that every character observed was genetically influenced which inherited from the parental lines and its interaction with environmental factors. On this basis, this research was conducted at the Sawaulan, Tawang Agro Village, District Karangploso, Malang, East Java. The used materials in this research were three lines of yellow pod common beans of F6generation (CS x GK 50-0-24; CS x GI 63-0-24; and CS x GI 63-33-31), three parental varieties and Lebat-3 variety as check varieties. The completely randomized block design was used by observed 10 samples of plants per plot. This research showed that the three lines of common bean tested had uniformity in all characters evaluated by using quantitative and qualitative analysis. The value of GCV (Genotypic Coefficient of Variance) in every characters evaluated of the tested lines were low criteria and these values were lower than in the check varieties. The low variation indicated the small variation, i.e that the lines were already uniform. The heritability value of some characters observed in the lines were lower, while some other characters still had high heritability value. The heritability in the three lines tested were influenced by environment and genes as well. The character that had high heritability could inherit uniformly the character in concern on the next generation. The high heritability shows that the plant breeding program especially the selection program has been succesful. 
UJI DAYA HASIL BUNCIS POLONG UNGU (Phaseolus vulgaris L.) GENERASI F6 PADA DATARAN RENDAH Cholifah, Ayu; Kendarini, Niken; Soegianto, Andy
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.08 KB)

Abstract

Persilangan varietas introduksi Purple Queen dan varietas lokal Surakarta (Mantili, Gilik ijo, dan Gogo kuning) dilakukan untuk pembentukan populasi dasar buncis polong Ungu. Buncis polong ungu merupakan salah satu hasil dari perbaikan sifat daya hasil tinggi dan memiliki kandungan anthosianin. Anthosianin adalah salah satu pigmen yang terekspresi sebagai karakter warna merah, biru, ungu pada bagian tanaman. Anthosianin pada tanaman berfungsi sebagai antioksidan. Seleksi generasi F5 menghasilkan tiga galur buncis terpilih yang telah menunjukkan penampilan yang seragam dan memiliki daya hasil tinggi sehingga pengujian daya hasil dapat dilakukan pada generasi selanjutnya. Tiga galur tersebut antara lain GIxPQ-35-11-23, GIxPQ-12-2-18 dan PQxGK-1-12-29. Pada generasi selanjutnya diperlukan pengujian daya adaptasi pada beberapa dataran antara lain adalah dataran rendah, tinggi, dan medium. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui daya hasil galur buncis polong ungu generasi F6 yang ditanam pada dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang dengan ketinggian ±330 m dpl pada bulan Januari hingga Mei 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh yang nyata dilanjutkan menggunakan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa galur GIxPQ-35-11-23 dan GIxPQ-12-2-18 memiliki potensi hasil sama dengan varietas pembanding Lebat 3. Karakter kualitatif ketiga galur F6 menunjukkan hasil yang seragam pada semua parameter yang diamati.
KERAGAMAN DAN HERITABILITAS 10 GALUR INBRIDA S4 PADA TANAMAN JAGUNG KETAN (Zea mays L. var.ceritina Kulesh) Dwi Julianto, Reza Prakoso; Sugiharto, Arifin Noor; Soegianto, Andy
BUANA SAINS Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.716 KB) | DOI: 10.33366/bs.v16i2.425

Abstract

This research aims to determine the variability of S4 generation between waxy corn x local yellow corn (Arjuno) based on seed color selection and cob position. The research was conducted at Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu with a height of ± 610 m asl, the maximum temperature is 27.4 º C and minimum temperature is 15.1 º C and with inceptisol type soil. The research started in December 2011 until March 2012. Plant materials that used here were 10 strains of S4 waxy corn from crossing with local corn (Arjuno) that have been selected based on seed color and cob location. This research used Randomized Design Group (RDG), three replications with 30 plants each genotype every replication by using one cob one line selection (ear to row). The results showed the character of plant height, the number of seed line, and the cob circumference among strains showed significant differences between inbred strains, The heritability values among strains showed medium value criteria in all parameters except the stalk length that showed the low heritability value
Penampilan Karakter Agronomi Genotipe Potensial Buncis Polong Kuning (Phaseoulus vulgaris L.) Pada Ketinggian Tempat yang Berbeda Pramadio, Lazuardi; Saptadi, Darmawan; Soegianto, Andy
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.884 KB)

Abstract

Permintaan masyarakat untuk komoditas buncis tiap tahunnya meningkat tetapi tidak diikuti dengan hasil produksi yang signifikan. Tanaman buncis di Indonesia masih banyak dibudidayakan di dataran medium dan tinggi dimana di dataran tinggi sering terjadi kerusakan menyebabkan hasil dari tanaman buncis menurun. Untuk itu dilakukan pengembangan varietas buncis baru yang mampu tumbuh berproduksi baik pada ketinggian tempat berbeda. Pada penelitian ini dilakukan uji penampilan karakter agronomi dan uji stabilitas dan adaptabilitas genotip potensial buncis di ketinggian tempat yang berbeda. Penelitian berlokasi di tiga tempat, Desa Jatikerto ±330 mdpl, Kelurahan Jatimulyo ±460 mdpl dan Kecamatan Pujon ±1100 mdpl yang dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2017. Bahan yang digunakan 4 genotip yaitu CSxGI 63-0-24, CSxGK 50-0-24, Cherooke Sun, dan Lebat 3. Rancangan yang digunakan analisis gabungan dengan RAK pada 3 lokasi dan dilanjutkan dengan uji stabilitas dan adaptabilitas. Hasil penelitian menunjukkan pada ketinggian tempat berbeda semua karakter agronomi terjadi interaksi dan uji stabilitas dan adaptabilitas semua genotip stabil dan genotip CS adaptif pada lahan marginal, genotip Lebat 3 dan CSxGK 50-0-24 memiliki adaptif yang luas dan genotip CSxGI 63-0-24 adaptif pada lahan yang optimal.
DROUGHT RESISTANT SELECTION ON SOYBEAN SOMACLONAL VARIANTS Widoretno, Wahyu; Arumingtyas, Estri Laras; Basuki, Nur; Soegianto, Andy
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 34, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v34i1.136

Abstract

This research was conducted to evaluate the yield potential of 19 somaclonal variants resulting from in vitro selection when planted under drought stress condition in the field. Field test was done by planting the variants, the parents, and checked varieties in the field during dry season, and was irrigated once a week for non-stress and once two weeks for drought stress treatment. Split-plot design arranged in a factorial (2 x 28) with three replications was used in this research. Observations were done on yield and yield components. Analysis of variance was used to see the difference between treatments and then it was continued with analysis using Honestly Significant Difference test to find out the best treatments. There was no interaction between genotype and drought stress on seed yield. Different genotypes showed a significant difference on this character. It indicated that the yield potential of selected variants was not affected by drought stress treatment. This research gave 10 variants having the potential to be developed as drought resistant genotypes. However, these ten potential genotypes need to be tested further in field trial to find out the yield adaptability and stability and their resistance to drought stress.   Keywords: somaclonal variants, in vitro selection, drought stress, soybean, selection
Hubungan antara Komponen Hasil dan Hasil pada Tanaman Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) Generasi CT2 dan CT1(CT1) Rachma, Izza Azkiya; Waluyo, Budi; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21176/protan.v8i5.1408

Abstract

Jarak kepyar (Ricinus communis L.) merupakan tanaman yang berperan penting dalam industri minyak. Di Indonesia tanaman jarak kepyar memiliki tingkat produktivitas yang masih rendah dan cenderung mengalami penurunan. Sehingga diperlukan usaha peningkatan produksi, salah satunya dengan perakitan varietas unggul dalam kegiatan pemuliaan tanaman melalui seleksi. Untuk mengatasi permasalahan dalam menentukan pilihan karakter yang dianggap unggul maka perlu diketahui hubungan antara komponen hasil dan hasil pada tanaman jarak kepyar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter komponen hasil yang berkorelasi terhadap hasil pada setiap aksesi tanaman jarak kepyar dan perbedaannya dalam dua populasi, yaitu populasi CT2 dan CT1(CT1). Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 – April 2019 di Kebun Percobaan Jatimulyo, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Kota Malang Jawa Timur dengan ketinggian ±460 mdpl. Percobaan dilakukan menggunakan metode pengamatan single plant dengan menanam 16 aksesi jarak kepyar generasi ke-3. Jumlah tanaman pada masing-masing aksesi sebanyak 20 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan karakter jumlah buah dan jumlah biji berkorelasi positif signifikan terhadap hasil pada setiap aksesi tanaman jarak kepyar dengan koefisien korelasi yang berbeda-beda pada setiap aksesi dalam dua populasi tanaman jarak kepyar. Sehingga karakter jumlah buah dan biji dapat digunakan sebagai kriteria seleksi tanaman jarak kepyar pada setiap aksesi.