Articles

Found 9 Documents
Search

RANCANG BANGUN ALAT PEMBUAT MIKROKAPSUL SEBAGAI PAKAN LARVA IKAN DAN UDANG Soeprapto, Hayati
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 13, No 8 (2010): Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian,Vol XIII, No. 8, April 2010
Publisher : Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikrokapsul adalah pakan bagi larva ikan dan udang. Pemeliharaan benih udang, selama ini masih menggunakan pakan Mikrokapsul komersial (buatan Pabrik) yang harganya cenderung mahal, padahal pakan tersebut sebenarnya dapat dibuat dari bahan baku lokal, yang mudah didapat dan murah harganya, antara lain telur bebek dan ikan layur (Trichiurus sp). Oleh karena telah dilakukan rekayasa teknologi yang dapat memanfaatkan bahan-bahan tersebut.Tekniknya adalah telur bebek dan daging ikan Layur di-mixer sampai homogen. Kedua campuran diberi air setengah bagian dan campuran telur serta air di-mixer kembali sampai homogen selama 15 menit, sambil dipanaskan hingga mencapai pada suhu 800 C dan terbentuk Emulsi. Proses pencampuran tersebut digunakan alat modifikasi, mixer dan kompor listrik. Alat tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga mixer dan kompor listrik dapat berfungsi secara bersamaan/simultan. Emulsi yang terjadi selanjutnya di Oven selama 22 jam pada suhu 50 - 55°C, kemudian dibiarkan dingin. Selanjutnya bahan dari oven yang dingin di-mixer lalu disaring/diayak, dengan menggunakan ayakan berukuran 100 - 150  ?m. Maka pakan Mikrokapsul telah terbentuk   .Hasil uji terhadap bentuk fisik, kandungan nutrisi, dan uji biologi pada larva Udang Windu (P. monodon), menunjukkan bahwa Pakan mikrokapsul buatan mempunyai ukuran 80 ?m - 200 ?m dan kandungan proteinnya 42,73%. Sedang pakan mikrokapsul komersial berdiameter antara 80 - 150 ?m, dengan kandungan protein 45%. Larva yang diberi pakan mikrokapsul buatan, menunjukkan ?trend? pertumbuhan yang sama dibanding larva yang pakan mikrokapsul komersial. Kata kunci: Mikrokapsul, rancang bangun. Pakan larva
ANALISIS BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA BUDIDAYA IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) DI TAMBAK-TAMBAK KOTA PEKALONGAN Amalia, Evida; Soeprapto, Hayati; Syakirin, M Bahrus
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 14, No 1 (2016): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN SEPT 2016
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.655 KB) | DOI: 10.31941/penaakuatika.v14i1.506

Abstract

Tilapia fish (Oreochromis niloticus) is one of freshwater commodities gained big attentionfrom governments abd obsevers of world fisheries issues, especially related to raising nutritients in countries ? developing countries. The succes of Tilapias related to environment healthy and fish disease caused by bacteria. One of bacteria found in aquatic ecosystems is Escherichia coli. This research has a purpose to know there are Escherichia coli at Tilapia fish cultivation and to know the existence of contamination from cultivation media. This research is done on February 24th until March 6th, 2015. The research used sample purposive sampling, sample was taken at three fishpond locations, there was slamaran and Degayu. Then, sample was analyzed at Laboratory testing and Quality Control of Fishery Product ( LPPMHP), Pekalongan City. The research result show that Escherichia coli content in first fishpond is 3,6 MPN/gr, second fishpond is 9,4 MPN/gr and the last fishpond is 9,3 MPN/gr. Another side, Escherichia coli content of meat Tilapias is less than 3 MPN/gr for each cultivation, either in Slamaran or Degayu. It is stated that the content of E.coli in the pond water does not contaminate tilapia fish. Tilapia fish is safe for consumption. Keywords : Escherichia coli, fishpond, tilapia fish
7. ANALISIS BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA BUDIDAYA IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) DI TAMBAK-TAMBAK KOTA PEKALONGAN Amalia, Evida; Soeprapto, Hayati; Syakirin, M Bahrus
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 12, No 1 (2015): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN SEPT 2015
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.821 KB) | DOI: 10.31941/penaakuatika.v12i1.328

Abstract

Tilapia fish (Oreochromis niloticus) is one of freshwater commodities gained big attentionfrom governments abd obsevers of world fisheries issues, especially related to raising nutritients in countries ? developing countries. The succes of Tilapias related to environment healthy and fish disease caused by bacteria. One of bacteria found in aquatic ecosystems is Escherichia coli. This research has a purpose to know there are Escherichia coli at Tilapia fish cultivation and to know the existence of contamination from cultivation media. This research is done on February 24th until March 6th, 2015. The research used sample purposive sampling, sample was taken at three fishpond locations, there was slamaran and Degayu. Then, sample was analyzed at Laboratory testing and Quality Control of Fishery Product ( LPPMHP), Pekalongan City. The research result show that Escherichia coli content in first fishpond is 3,6 MPN/gr, second fishpond is 9,4 MPN/gr and the last fishpond is 9,3 MPN/gr. Another side, Escherichia coli content of meat Tilapias is less than 3 MPN/gr for each cultivation, either in Slamaran or Degayu. It is stated that the content of E.coli in the pond water does not contaminate tilapia fish. Tilapia fish is safe for consumption.Keywords : Escherichia coli, fishpond, Tilapia fish
MANFAAT CAHAYA BAGI ALGAE KHUSUSNYA CHLOROPHYTA Soeprapto, Hayati
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 1, No 1 (2009): Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vo. 1 No. 1 April 2009
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1352.358 KB) | DOI: 10.31941/penaakuatika.v1i1.252

Abstract

Tumbuhan algae jenis ABSTRAK Chlorophyta membutuhkan cahaya untuk proses fotosintesis yang terjadi secara kimia dengan memanfatkan cahaya matahari sebagai sumber energi. Proses tersebut akan menghasilkan oksigen yang akan digunakan sebagai fototrop. Chlorophyta mampu mensintesa makanan sendiri dengan bantuan cahaya matahari karena adanya klorofil (G; :sen Algae). Algae ini juga menggunakan korbondioksida dan air untuk menghasikan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanan. Komposisi dari algae di perairan dipengaruhi oleh cahaya dan temperatur air, dan ada simbiosis dengan beberapa anemone, tetapi tidak ada hubungan yang signifikan antara anemon dan chlorophyta yang hidup bersama di dasarpada kondisi air yang rusak.Kata kunci: cahaya chlorophyta sinrbiosis
APLIKASI TEPUNG DAUN TURI HASIL FERMENTASI DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA SRIKANDI (OREOCHROMIS AUREUS X NILOTICUS) Ridho, Muhammad Rasyid; Soeprapto, Hayati; Syakirin, M Bahrus
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 15, No 1 (2017): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN MARET 2017
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.606 KB) | DOI: 10.31941/penaakuatika.v15i1.509

Abstract

The aim of this research is to determine the effect of fermented flour turi leaves in artificial feed on the growth of Srikandi niloticus fish seed (Oreochromis aureus x niloticus). This research was conducted on Desember 5, 2016 to Januari 5, 2017 in the Laboratory of Brackish Water, Faculty of Fisheries, Pekalongan University. The research method used experimental methods with Complete Random Design (CRD), consisting of 4 treatments and 4 replications. The feed used is artificial feed, whcih added turi leaves fermented flour with different precentages 0 %, 5 %, 10 %, and 15 %. The fish used are Srikandi niloticus fish seed, sized 5-7 cm, stocked in the aquarium, with density of 1 fish/L. The parameters observed were the growing biomass, the survival rate (SR), and the quality of water as supporting data. The results of this research showed that the use of fermented flour turi leaves in artificial feed, affect the growth of Srikandi niloticus fish seed (F count (80,53)> F table (5,96)). The use of fermented flour turi leaves gave the highest yield to the biomass growth rate of Srikandi niloticus fish seed on a treatment equal to 7,33 grams. The results of polynomials orthogonal analysis produced the forms quadratc equation Y = 3,28 + 0,54 X ? 0,02 X2 (R2 = 0,78), where X is the percentage of turi leaves fermented flour addition in artificial feed and Y is the growth of Srikandi niloticus fish seed biomass. Based on those equation, the result obtained maximum value X = 12,43 % of the total weight percentage of the feed additions, and maxmimum value Y = 6,64 grams. The survival rate of Srikandi niloticus fish seed during the research reached 100 %. The water quality research is feasible for media maintenance of Srikandi niloticus fish, that is temperature 26 ? 29o C, pH 6.7 ? 7.8, DO 6 mg/l.Keywords: Niloticus, Turi Leaves Fermented Flour.
IDENTIFIKASI KEBERADAAN BAKTERI AEROMONAS HYDROPHILA PADA IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS)YANG DIBUDIDAYAKAN DI KOLAM BALAI BENIH IKAN KARANGANYAR KABUPATEN PEKALONGAN Rofiani, Esti Maret; Madusari, Benny Diah; Soeprapto, Hayati
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 15, No 1 (2017): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN MARET 2017
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.254 KB) | DOI: 10.31941/penaakuatika.v15i1.513

Abstract

Nile tilapia (Oreochromis niloticus) is one of the freshwater commodities which has high economic value and has been farmed in many countries around the world, including Indonesia. One of the obstacles in the cultivation of nile tilapia is fish diseases. One type of fish diseases often suffered is a bacterial disease caused by Aeromonas hydrophila, which affects freswater fish species in tropical waters. This research aims to find indications of Aeromonas hydrophila bactery infection in nile tilapia gift (Oreochromis niloticus) and water quality measurement of the nile tilapia farming pond in Karanganyar Fish Breeding Center. This research was held on 27th Desember 2016 - 23th January 2017. The method used in this research is a sample survey methods and examination of test bacteria by conventional method, sampling is done on 3 ponds at Karanganyar Fish Breeding Center which each pond is taken three fish. Then, the samples were analyzed in Fish Quarantine Class II of Tanjung Mas, Semarang. The result showed that farmed nile tilapia gift in the fishpond in fish Breeding Center of Karanganyar has indicated 7.40% infected with the bacterium Aeromonas hydrophila, which 3,70% in the pond B, with the samples code B3.liver and 3,70% in the pond C, with the sample code C1.gill filament. The value of water quality parameter measured in the range of optimal for cultuation of fish. Keywords: Oreochromis niloticus, Aeromonas hydrophila, the fishpond in Fish Breeding Center of Karanganyar.
MANFAAT CAHAYA BAGI ALGAE KHUSUSNYA CHLOROPHYTA Soeprapto, Hayati
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 1, No 1 (2009): Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vo. 1 No. 1 April 2009
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1352.358 KB) | DOI: 10.31941/penaakuatika.v1i1.237

Abstract

Tumbuhan algae jenis Chlorophyta membutuhkan cahaya untuk proses fotosintesis yang terjadi secara kimi4 dengan  memanfatkan cahaya matahari sebagai sumber energi. Proses tersebut akan menghasilkan oksigen yang akan digunakan sebagai fototrop. Chlorophyta mampu mensintesa makanan sendiri dengan bantuan cahaya matahari karena adanya klorofil (C; :en Algae). Algae ini juga menggunakan korbondioksida dan air untuk menghasikan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanan. Komposisi dari algae di perairan dipengaruhi oleh cahaya dan temperatur air, dan ada simbiosis dengan beberapa anemone, tetapi tidak ada hubungan yang signifikan antara anemon dan chlorophyt4 yang hidup bersama di dasar pada kondisi air yang rusak. Kata kunci: cahaya chlorophyta sinrbiosis
DISKRIPSI DAN MANFAAT TANAMAN OBAT DI PEDESAAN SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN APOTIK HIDUP (STUDI KASUS DI KECAMATAN WONOKERTO) Syarif, Pudjiati; Suryotomo(, Bambang; Soeprapto, Hayati
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 21, No 1 (2011): Pena September 2011
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v21i1.49

Abstract

This  research  aims  to  identify  and  know  the  benefits  of  herbs  at  the  village  as  a  source  of traditional medicine and find the villages which have high potential to reserve herbal garden. The methodology of the research is a survey with proporsiv random sampling at Wonokerto, Pekalongan district. The sample of the research is 30 % of 11 villages as the population. They are  Wonokerto  Kulon,  Api-Api,  Pesanggrahan,  and  Sijambe.  The  result  of  the  research indicates that at the location of the research, there are 40 species of herbs which can be used as  a  source  of  traditional  medicine.  This  herbal  can  be  used  to  cure  the  diseases,  such  as: itchy, inflamed, tuberculosis, flu, kidney, diabetic, liver, maag, rheumatic, reducing fat, high tension, heart disease, cancer, and etc. But the utilization of herbs as traditional medicine has not been used by the villagers. The herbs are mostly found in Sijambe village, it means that this village has good potential to develop herbal garden.Key words: Herbal Garden, herbs.
ANALISIS LOGAM BERAT TIMBAL (Pb)PADA IKAN LELE (Clarias sp.) YANG DIBUDIDAYAKAN DI KOTA PEKALONGAN Anindhita, Metha Anung; Rusmalina, Siska; Soeprapto, Hayati
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 28, No 2 (2015): Pena Maret 2015
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v28i2.144

Abstract

Timbal (Pb) merupakan jenis logam berat yang bersifat toksik, yang ketika masuk ke dalam tubuh akan terikat dengan protein sehingga hanya sedikit yang diekskresikan (Sudarwin, 2008). Ikan lele merupakan jenis ikan tawar yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Selain kandungan gizinya yang  baik,  harga  ikan  lele  juga  terjangkau. Analisis logam  berat  Pb pada ikan  lele  yang dibudidayakan  di  Kota  Pekalongan  diharapkan  mampu  menjamin  hasil  budidaya  ikan  lele  yang akan  dikonsumsi  oleh  masyarakat  bebas  dari  kandungan  logam  berat  yang  berbahaya,  sehingga aman  dikonsumsi  dan  menyehatkan.  Sampel  logam  berat  Pb  diambil  dari  empat  wilayah pembudidayaan  di  Kota  Pekalongan,  yakni  Tirto,  Dekoro,  Jenggot,  dan  Panjang.  Kandungan logam  berat  Pb  dianalisis  dengan  menggunakan  metode  spektrofotometer  serapan    atom (AAS). Hasil analisis menunjukkan tiap sampel ikan lele hasil budidaya empat lokasi di Kota Pekalongan memiliki  kandungan  logam  berat  timbal  (Pb)  pada    rentang  8,3 – 39,45  μg/kg  bb.  Kadar  logam berat  Pb  hasil  analisis  tiap  sampel  masih  berada  di  bawah  ambang  batas  maksimal  kandungan logam berat Pb. Kata kunci: ikan lele, Pb, pekalongan