Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS KERAGAMAN GENETIK BEBERAPA POPULASI IKAN BATAK (TOR SORO) DENGAN METODE RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHISM DNA (RAPD) Nugroho, Estu; Soewardi, Kadarwan; Kurniawirawan, Adi
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.58 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik ikan batak dari beberapa lokasi yang berbeda. Ikan batak yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dari Sungai Tarutung, Sungai Bahorok, Sungai Aek Sirambe dan Sungai Asahan di provinsi Sumatera Utara, dan dari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode Random Amplified Polymorphism DNA (RAPD). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa nilai rata-rata heterozygote adalah antara 0.0909 ? 0.1407. Populasi ikan batak dariTarutung dan Bahorok memiliki jarak genetik paling dekat dengan nilai 0.1272 dan populasi ikan batak dari Asahan dan Aek Sirambe memiliki jarak genetik paling jauh dengan nilai 0.3106. Dari dendogram jarak genetik terlihat bahwa terjadi dua pengelompokkan populasi, kelompok pertama terdiri dari populasi Tarutung, Bahorok dan Asahan, dan kelompok kedua terdiri dari populasi Sumedang dan Aek Sirambe.Kata kunci: ikan batak, Tor soro, RAPD. 
PATTERNS OF MORPHOMETRIC VARIABILITY IN THREE STOCKS OF FARMED TIGER SHRIMP, PENAEUS MONODON, IN INDONESIA AND ITS APPLICATION FOR SELECTIVE BREEDING Soewardi, Kadarwan; ., Imron
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.629 KB)

Abstract

Program perbaikan genetik secara konvensional mengandalkan dan mengeksploitasi pola-pola dan besarnya keragaman genetik pada karakter fenotipik sehingga pemahaman tentang kedua aspek tersebut sangat penting. Penelitian ini ditujukan untuk mengeksplorasi pola dan besarnya keragaman pada beberapa karakter fenotipik udang windu dan mengetahui karakter fenotipik terbaik untuk seleksi peningkatan bobot tanpa kepala. Tiga stok udang windu hasil budidaya di tambak yang masing-masig merupakan keturunan induk udang windu dari perairan Aceh, Cilacap dan Sumbawa dikoleksi dan diukur keragaman pada 22 karakter morfometriknya. Pola-pola keragaman antar karakter fenotipik dianalisis secara deskriptif sedangkan pola keragaman antar stok dianalisis menggunakan uji F. Eksplorasi untuk mendapatkan karakter fenotipik terbaik penduga bobot dilakukan dengan uji koefisien korelasi dan regresi berganda. Keragaman antar karakter fenotipik sangatditentukan jenis karakter fenotipik yang diukur. Keragaman pada karakter yang diukur dengan satuan berat dua kali lebih besar dari pada keragaman karakter yang diukur dengan satuan panjang. Dengan beberapa perkecualian, urutan tingkat keragaman karakter fenotipik antar stok dari rendah ke tinggi adalah Aceh, Cilacap dan Sumbawa. Pada pembandingan berpasangan, banyaknya karakter fenotipik yang berbeda nyata terbanyak pada pembandingan antara Aceh dengan Cilacap dan Aceh dengan Sumbawa sedangkan yang paling sedikit terdapat pada pembandingan antara Cilacap dengan Sumbawa. Karakter morfometrik yang paling baik dalam menjelaskan keragaman bobot tanpa kepala adalah panjang parsial, lingkar abdomen anterior, lingkar abdomen posterior, dan endopod. Implikasi dari hasil-hasil penelitian ini dalam kaitan dengan program perbaikan genetik didiskusikan.Kata kunci: karakter morfometrik, program perbaikan genetik, udang windu, Penaeus monodon.
PENELUSURAN VARIETAS IKAN GURAME, OSPHRONEMUS GORAMY, LACEPEDE,DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA Soewardi, Kadarwan; Rachmawati, Rita; G Bengen, Dietriech; Affandi, Ridwan
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 3 No. 1 (1995): Juni 1995
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.661 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya perbedaan populasi ikan gurame berdasarkan karakter morfometrik. Dad S50 contoh ikan yang digunakan, 100 contoh berasal dad Purwokerto, Banyumas (2 kelompok), dan 250 contoh berasal dad Parung, Bogor (5 kelompok). Pengukuran karakter morfometrik dilakukan dengan menggunakan metode morfometrik baku dengan 12 karakter dan metode truss motphometrics (truss morfometrik) dengan 23 karakter. Data yang terdid at as data morfometrik, data nisbah morfometrik dan data truss morfometrik dianalisis dengan menggunakan Analisis Komponen Utama. Hasil Analisis Komponen Utama memperlihatkan adanya kecenderungan bahwa individu asal Banyumas merupakan satu populasi, dan berbeda dengan populasi yang berasal dad Parung. Di antara grup populasi gurame asal Parung, terdapat dua varietas yaitu gurame bastar dan gurame paris yang memiliki karakter morfometrik berbeda,dibandingkan dengan gurame grup populasi yang lain, yaitu bule, blusafir dan batu.Kata-kata kunci : ikan gurame, vadetas, analisis komponen utama
ANALISIS LOGIT KEPUTUSAN PERILAKU ILLEGAL FISHING NELAYAN PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG JAWA TIMUR Tiwiw, Clara; Monintja, Daniel R.; Fauzi, Akhmad; Soewardi, Kadarwan; Nikijuluw, Victor P.H.
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 3 No 1 (2012): MEI 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.459 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.3.63-76

Abstract

Illegal fishing activities are basically not just done by foreign fisherman but also carried out by fisherman of Indonesia but they are using the size are smaller that is under 30 gross tonage. Due to the size a small fishing vessels are often allowed by the law enforcement officers due to the influence that is relatively small, whereas in the number of ships that are much smaller of course though its capacity would provide a major problem for the management of fish resources in Indonesia. Fishermen who settled in Brondong East Java is an example of illegal fishing activities as offeriders by loweinr the size of the ship that is lowering the gross tonage. These activities were carried out because the cost of maintaining a very troublesome permission and expensive.
VARIASI GEOGRAFIK DALAM STRUKTUR GENETIK POPULASI IKAN KAKAP MERAH, LUTJANUS MALABARICUS (LUTJANIDAE) DAN INTERAKSI LINGKUNGAN DI LAUT JAWA Soewardi, Kadarwan; ., Suwarso
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.462 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur genetik populasi ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus;LUTJANIDAE). Struktur genetik dianalisis berdasarkan polimorfisme mtDNA. Karakter polimorfisme diperoleh dari analisis RFLP (Restriction Fragment Length Polymorphism). Populasi contoh berasal dari lima populasi ikan di Laut Jawa, yaitu Blanakan, Batang, Banyutowo, Tuban dan Kotabaru. Berdasarkan tipe-tipe restriksi yang ditemukan, setiap tipe restriksi berbeda dalam jumlah situs dan fragmen restriksi. Telah teridentifikasi 5-6 haplotipe diversitas haplotipe (h) tingkat populasi bervariasi antara 0.60-0.76, dimana untuk populasi ikan di wilayah timur cenderung lebih tinggi. Didasarkan pada analisis jarak genetik terdapat tiga unit stok ikan Kakap merah di Laut Jawa: Unit stok 1, populasi Blanakan, Batang dan Banyutowo Unit stok 2populasi Kotabaru; dan Unit stok 3, populasi tuban.penstrukturan genetik demikian juga ditegaskan melalui analisis varian molekuler (AMOVA) yang menyatakan perbedaan sangat nyata antara   varian genetik populasi Tuban dengan keempat populasi lainnya. Dari fakta adanya pengelompokkan struktur genetik populasi ini, strategi manajemen perikanan sebaiknya dilaksanakan secara lokal menurut unit stokKata kunci: kakap merah, populasi eenetik, Laut Jawa.
KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON CRYSOPHYTA (PAHEODACTYLUM SP., CHAETOCEROS SP., DAN PAVLOVA SP.) PADA BERBAGAI TINGKAT KANDUNGAN UNSUR HARA NITROGEN, FOSFOR DAN SILIKAT Soewardi, Kadarwan; Pratiwi, Niken; ., Menssenreng
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2005): Desember 2005
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.365 KB)

Abstract

Penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan untuk mengetahui perbandingan N:P yang terbaik untuk pertumbuhan diatom dan penelitian utama untuk mengetahui pengaruh penambahan Si pada perbandingan N:P yang menghasilkan pertumbuhan diatom yang optimum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan, komposisi dan pola pertumbuhan fitoplankton Chrysophyta pada kandungan unsur hara makro (N dan P) dan unsur hara mikro (silika) yang berbeda. Bahan-bahan yang digunakan sebagaisumber N adalah pupuk urea (46% N), sumber P adalah TSP (32% P2O5), dan sumber Si (silika) adalah sodium meta silika (34% Si(OH)2). Dari hasil penelitian pendahuluan didapatkan hasil bahwa perbandingan N:P terbaik untuk pertumbuhan diatom adalah 30:1. Penelitian utama terdiri dari 5 perlakuan dan 1 kontrol, masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Penambahan unsur hara silikat berkisar 2-4 mg/l cukup untuk pertumbuhan algae. Unsur silikat menyebabkan perbedaan terhadap laju pertumbuhan spesifik, kepadatan populasimaksimum dan waktu untuk mencapainya. Laju pertumbuhan spesifik untuk jenis Phaeodactylum sp sebesar 0.362-0.489 ind/hari, Chaetoceros sp. sebesar 0.156-0.437 ind/hari dan Pavlova sp. sebesar 0.251-0.530 ind/hari dan untuk gabungan sebesar 0.229-0.376 ind/hari. Kepadatan maksimum (gabungan) yang dicapai sebesar 9.40 x 106 sampai 16.06 x 106 ind/ml yang dicapai dalam waktu 11 sampai 13 hari. Berdasarkan laju pertumbuhan spesifik, kepadatan maksimum dan waktu untuk mencapai kepadatan populasi maksimumadalah media dengan perlakuan N:P:Si = 30:1:4 (P3) yang terbaik untuk pertumbuhan algae Phaeodactylum sp sp.Chaetoceros sp. dan Pavlova sp.Kata kunci: fitoplankton, Chrysophyta, nisbah N/P, Si
SISTEM SOSIAL EKOLOGI KAWASAN DESA PESISIR KABUPATEN SUBANG Muliani, .; Adrianto, Luky; Soewardi, Kadarwan; Hariyadi, Sigid
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v10i3.20597

Abstract

ABSTRAK Interaksi sistem sosial - ekologi di desa pesisir sering menimbulkan permasalahan, mulai dari menurunnya kualitas ekologi hingga terjadinya konflik sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem sosial - ekologi yang terdapat di Desa Blanakan, Desa Tanjungtiga, Desa Rawameneng, dan Desa Mayangan serta mengetahui jaringan konektivitas sistem sosial - ekologi dari desa pesisir yang terintegrasi. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder terkait sistem sosial dan sistem ekologi, analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan spasial deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem sosial ? ekologi Desa Blanakan, Desa Tanjungtiga, Desa Rawameneng, dan Desa Mayangan tersusun atas jaringan sumberdaya berupa sumberdaya ikan, sumberdaya ekosistem, sumberdaya lahan, dan sumberdaya air yang digunakan oleh nelayan, petani, dan masyarakat umum. Keberlanjutan pemanfaatan sumberdaya didukung oleh ketersediaan infrastruktur yang disediakan oleh pemerintah dan swasta. Jaringan konektivitas sistem sosial - ekologi dari integrasi desa pesisir menunjukkan bahwa sistem sosial antar desa pesisir terkonektivitas melalui interaksi pendidikan, kelembagaan nelayan, pelayaanan kesehatan, dan interaksi lainnya, sedangkan interaksi sistem ekologi terkonektivitas melalui jaringan fishing ground dan pemanfaatan ekosistem mangrove secara bersama terutama antara Desa Blanakan dan Desa Mayangan.  ABSTRACTThe interactions of the socio-ecological systems in the coastal villages often create problems, ranging from the declining ecological quality to social conflicts. This study aimed not only to analyze the socio-ecological systems in the villages of Blanakan, Tanjungtiga, Rawameneng, and Mayangan, but also to find out the connectivity network of socio-ecological systems of the integrated coastal villages. The data collected included primary and secondary data related to social and ecological systems. The data analysis was performed in descriptive-quantitative and descriptive-spatial manners. The results showed that the socio-ecological systems of Blanakan Village, Tanjungtiga Village, Rawameneng Village, and Mayangan Village were composed of resource networks such as fish resources, ecosystem resources, land resources, and water resources used by fishermen, farmers and general public. The sustainable utilization of the resources was supported by the availability of infrastructure provided by the government and the private sector. The connectivity network of socio-ecological ecosystems of the integrated coastal villages showed that the social systems among coastal villages were connected through educational interactions, fishermen institutions, health services, and other interactions, while the interaction of the ecological system was connected through fishing ground networks and the shared utilization of mangrove ecosystems, especially between Blanakan Village and Mayangan Village.
PENGARUH KOMPOSISI MINERAL AIR TANAH TERHADAP FISIOLOGI DAN HISTOLOGI UDANG VANAME LITOPENAEUS VANNAMEI Dwiono, Agus; Widigdo, Bambang; Soewardi, Kadarwan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v10i3.21049

Abstract

ABSTRAKBanyak petambak udang vaname L. vannamei di pantai utara Jawa menggunakan air tanah (groundwater) sebagai media budidaya dengan tujuan untuk menghindari berbagai kontaminan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi komposisi mineral utama air tanah di kabupaten Karawang (Jawa Barat), serta pengaruhnya terhadap performa pertumbuhan, fisiologi dan histologi udang vaname. Penelitian dengan metode ex post-facto didasarkan pada pengamatan tiga kolam budidaya selama 83 hari masa pemeliharaan. Antar kolam penelitian terdapat perbedaan nyata (p<0,05) pada parameter salinitas (12-16 ppt), SO42? (148-642 mg/L) dan Na/K (26,6-45,2). Hasil penelitian memperlihatkan udang memiliki bobot tubuh rata-rata (ABW) sebesar 8,83; 17,3; dan 18,5 g serta sintasan (SR) sebesar 37,7; 81,7; dan 78,3% masing-masing untuk kolam A, B dan C. Rendahnya ABW dan SR kolam A diperkirakan karena pengaruh infeksi Enterocytozoon hepatopenaei. Udang dari kolam C (Na/K=45,2) memiliki konsentrasi glukosa hemolim lebih tinggi dibanding kolam B (Na/K=26,6), yang mengindikasikan bahwa udang kolam C lebih terpapar stres. Hepatopankreas udang kolam C mengalami beberapa kelainan berupa atrofi tubulus, sloughing cell, dan penurunan jumlah sel sekretori, sementara kelainan tersebut tidak ditemukan pada kolam B. Meskipun relatif tidak ada perbedaan performa pertumbuhan antara kolam B dengan kolam C, namun secara fisiologis dan histologis terdapat perbedaan yang dimungkinkan akibat dari perbedaan rasio Na/K media. ABSTRACTMany shrimp farmers on the northern coast of Java used groundwater as a culture media in order to avoid various contaminants. This study aimed to evaluate the major mineral composition of inland saline groundwater (ISGW) in Karawang (West Java, Indonesia) and its effects on the growth, physiology, and histology of L. vannamei. Ex post-facto study was done based on observations of three ponds during 83 days of shrimp culture. Between ponds there were significant differences (p <0.05) on salinity (12-16 ppt), SO42? (148-642 mg/L) and Na/K (26.6-45.2). The results showed that shrimp?s average body weight (ABW) and survival rate (SR) of pond A, B and C was 8.83, 17.3, and 18.5 g; and 37.7, 81.7, and 78.3% respectively. The low ABW and SR of pond A were possibly due to the influence of Enterocytozoon hepatopenaei infection. Pond C (Na/K=45.2) significantly has a higher shrimp?s hemolymph glucose concentration than pond B (Na/K=26.6), indicated more exposed to stress. Similarly, shrimp?s hepatopancreas of pond C has some abnormalities that were not found in pond B. Although relatively there was no difference in the growth performance between pond B and pond C, but physiologically and histologically there were some differences that possibly due to the difference in Na/K ratio of the media.
POTENSI LAHAN UNTUK KOLAM IKAN DI KABUPATEN CIANJUR BERDASARKAN ANALISIS KESESUAIAN LAHAN MULTI KRITERIA Cahyaningrum, Wuri; Widiatmaka, Widiatmaka; Soewardi, Kadarwan
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 1 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.41 KB) | DOI: 10.29244/jitl.16.1.24-30

Abstract

Kabupaten Cianjur merupakan salah satu wilayah yang potensial untuk pengembangan budidaya ikan air tawar. Sampai saat ini, proporsi terbesar dari total produksi ikan berasal dari Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Cirata. Waduk Cirata saat ini sudah dan sedang mengalami penurunan kualitas sehingga mengurangi produksi ikan Kabupaten Cianjur. Oleh karena itu, diperlukan alternatif cara pemeliharaan ikan selain KJA. Salah satunya adalah kolam. Informasi mengenai wilayah yang berpotensi untuk lokasi budidaya ikan merupakan faktor penting dalam pengembangan perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kesesuaian lahan untuk kolam. Penentuan kesesuaian lahan dilakukan dengan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Evaluasi Multi-kriteria (Multi Criteria Evaluation, MCE). Hasil analisis kesesuaian lahan menunjukkan lokasi yang sesuai untuk kolam seluas 86,511 ha (23.9% dari total luas wilayah). Hasil analisis terhadap lahan yang sesuai, lokasi yang tersedia seluas 74,062 ha (20.5%) dan yang tidak tersedia seluas 12,449 ha (3.44%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan lahan untuk kolam masih mungkin dilakukan di Kabupaten Cianju
KUALITAS AIR DAN STATUS KESUBURAN PERAIRAN WADUK SEMPOR, KEBUMEN Shaleh, Fuquh Rahmat; Soewardi, Kadarwan; Hariyadi, Sigid
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 19 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.565 KB)

Abstract

Sempor Reservoir is one of the reservoir in Central Java. This reservoir has primary function as irrigation and hydropower source. Beside, it also has some benefit for fisheries and tourism activities. Reservoir utilization which has not been optimum yet need some adjustments with water quality and aquatic trophic state in Sempor Reservoir. This study was aimed to determine water quality and aquatic trophic state of Sempor Reservoir. This study was conducted from January to March 2014 with monthly water sampling. Survey method to collect data with stratified random sampling was used for four represented station. Aquatic trophic state determination was based in Carlson Trophic State Index (TSI) measurement. This method used some represented parameters of physics, chemistry and biology such as water transparency, total phosphorus, and chlorophyll-a. The results showed that water quality of Sempor Reservoir was still good for fishery activities. Aquatic trophic state of Sempor Reservoir based on Carlson TSI was classified to low-medium in euthropic category ranging from 50.71-64.91. Inlet was the only area which had medium category of eutrophic due to highly nutrient content derived from anthropogenic activities nearby.