Articles

Found 12 Documents
Search

IMPLEMENTASI MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Sofiah, Siti; Rudiyanto, Rudiyanto; Mariyana, Rita
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.008 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v14i1.17093

Abstract

Abstrac : Implementation of Facilities and Infrastructure Management at the Institute of Early Childhood Education (Case Study in RA AL-Mu'min West Bandung regency). The focus of facilities and infrastructure management process is divided into subfokus planning, procurement, maintenance and supervision. Focus constraints management infrastructure constraints subfokus divided into planning, procurement, utilization, maintenance and supervision. Research is conducted qualitatively by using a single case study. This approach was Chosen in order to Obtain a natural and comprehensive data on the issue is being investigated. In this study, Researchers act as a key instrument of planning, implementing, collecting the data, analyzing, interpreting the the data and report the results. Data Obtained through (1) observation, (2) interview, and (3) documentation. Data analysis was Carried out in two stages, the time of collection and after the data collection. The analysis through the steps of data reduction, display data, and the data verification. Mechanical checking the validity of the data used to hold more diligent observation and testing triangulasi. The Reasecrh of Data analysis is then Obtained two Conclusions: (1) planning the which includes about Determining the needs of RA-related facilities and infrastructure, the determination of the required budget, Determining who Reviews those that facilitate or finance the procurement of Reviews These facilities; (2) The procurement includes: through purchase, make your own, grants, school recycling of goods that have been using; (3) maintenance covers anyone who Participated maintain infrastructure RA, then anyone who is Involved in the maintenance and how to maintain the facilities and pasarana in order to REMAIN well preserved condition (4) The supervision includes berapa how long and how Often the checks done by the school and anyone who checks the facilities and good infrastructure in RA AL-Mu'min West Bandung regency. All These points are unified process is implemented a management infrastructure in RA AL-Mu'min West Bandung regency.Abstrak : Implementasi Manajemen Sarana dan Prasarana di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (Studi Kasus di RA AL-Mu?min Kabupaten Bandung Barat ). Fokus penelitian ini adalah Proses manajemen sarana dan prasarana di RA AL-Mu?min Kabupaten Bandung Barat dan Kendala-kendala dalam proses manajemen sarana dan prasarana RA AL-Mu?min Kabupaten Bandung Barat. Fokus Proses manajemen sarana dan prasarana dibagi menjadi subfokus perencanaan, pengadaan, pemeliharaan dan pengawasan. Fokus kendala-kendala manajemen sarana dan prasarana dibagi menjadi subfokus kendala perencanaan, pengadaan, pendayagunaan,  pemeliharaan dan pengawasan. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus tunggal. Pendekatan ini dipilih agar dapat memperoleh data secara alami dan komprehensif mengenai masalah yang diteliti. Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci yang merencanakan, melaksanakan, mengumpulkan data, menganalisis, menafsirkan data dan melaporkan hasil penelitian. Data yang diperoleh melalui (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam dua tahap yaitu saat pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Analisis tersebut melalui langkah-langkah yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah mengadakan pengamatan lebih tekun dan menguji triangulasi. Hasil analisis data tersebut kemudian diperoleh empat kesimpulan yaitu:  (1) perencanaan yang meliputi tentang penentuan kebutuhan RA terkait sarana dan prasarana, penentuan anggaran yang dibutuhkan, penentuan siapa-siapa saja yang memfasilitasi atau membiayai pengadaan sarana tersebut ; (2) pengadaan yang meliputi :melalui pembelian, membuat sendiri, penerimaan hibah, pendaurulangan barang barang sekolah yang telah using; (3) pemeliharaan meliputi siapa saja yang ikut memelihara sarana dan prasarana RA,  kemudian siapa saja yang terlibat dalam pemeliharaan beserta cara memelihara sarana dan pasarana agar tetap terjaga dengan baik kondisinya (4) pengawasan meliputi berapa lama dan berapa kali pengecekan di lakukan oleh pihak sekolah dan siapa saja yang mengecek sarana dan prasrana yang ada di RA AL-Mu?min Kabupaten Bandung Barat.  Semua poin tersebut merupakan kesatuan proses manajemen sarana dan prasarana yang dilaksanakan di RA AL-Mu?min Kabupaten Bandung Barat.
EXPLORATION OF FLORA DIVERSITY AND RECOMMENDING SPECIES FOR RECLAMATION OF COAL MINING WITH BIODIVERSITY CONCEPT IN BESIQ BERMAI FOREST, EAST BORNEO Trimanto, Trimanto; Sofiah, Siti
Journal of Tropical Life Science Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jtls.08.02.02

Abstract

This research was conducted to gather basic information to support recovery coal mining area with study of flora biodiversity. Plants inventory were conducted explorative in Besiq Bermai forest. Some observations were conducted on plants as integral part of the documentation process. The result showed that there are 203 numbers of plant. They consist of 51 families of flora collection to be conserved in Purwodadi Botanic Garden. There are 53 species of orchid that collected from this forest, including of rare species and endemic orchid. There are 70 numbers of 1000 specimen floras to be collected in Nursery of coal mining to be used in reclamation program. There are 20 species of flora that be conserved because it is threatened species that based on IUCN. Ten species can be chosen to become pioneer species in reclamation of coal mining area. Biodiversity concept can be used in reclamation of post mining area. Prospective conservation area that called Arboretum is provided for in-situ conservation program. Some practical considerations are suggested for fu-ture reclamation projects.
ASPEK BIOLOGI IKAN BUTINI (GLOSSOGOBIUS MATANENSIS) DI DANAU TOWUTI, SULAWESI SELATAN ., Sulistiono; Firmansyah, Akhmad; Sofiah, Siti; Brojo, Murniarti; Affandi, Ridwan; Mamangke, Jack
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.446 KB)

Abstract

Penelitian aspek biologi ikan butini (Glossogobius matanensis) di Danau Towuti, Sulawesi Selatan dilakukan sejak Maret 2002 sampai April 2004 dengan menggunakan contoh yang diambil dengan eksperimental jaring insang (ukuran mata jaring ¾, 1, 1¼, dan 1½ inci). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuibeberapa aspek biologi yang meliputi tingkat kematangan gonad, indeks somatik gonad, fekunditas, diameter telur dan kebiasaan makanan. Kematangan gonad diduga secara morfologi, dan fekunditas dihitung secara gravimetrik. Isi lambung diamati dengan menggunakan mikroskop pembesaran 50 kali. Analisis dilakukan untuk mengetahui nisbah kelamin (J/B), indeks somatik gonad (GSI), Indeks isi lambung (ISC), indeks kesukaan (IP) dan indeks similaritas. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ikan butini yang tertangkap terdiri atas 193 jantan dan 219 betina. Nilai nisbah kelamin bervariasi, namun secara umum tidak berbeda nyata dengan 1:1 (? = 0.05).Musim pemijahan diduga sekitar Maret-April dan Oktober-desember, dengan puncak sekitar Maret dan November. Fekunditas berkisar antara 20 667?178 133. Diameter telur berkisar antara 0.04 sampai 0.65 mm. Berdasarkan pola distribusi diduga pola pemijahan ikan ini adalah pemijah sebagian-sebagian. Nilai ISC ikan butini berdasarkan bulan pengambilan contoh berkisar antara 0.02-2.93% (jantan) dan 0.02- 3.20 (betina), dan keduanya diperkirakan lebih aktif mencari makan pada bulan April dan Oktober. Berdasarkan nilai IP, makanan utama ikan butini adalah udang baik pada ikan jantan (77.54%) maupun betina (68.74%). Berdasarkan Indeks similaritas, jenis makanan ikan butini jantan dan betina adalah serupa (0.91).Kata kunci: kematangan gonad, kebiasaan makan, ikan butini, danau Towuti, Sulawesi Selatan.
Sistem Informasi Penjualan dan Piutang Accessories Mobil PT. Varia Baru Basri, Muhammad Thamrin; Sofiah, Siti
Jurnal Informatika dan Komputasi STMIK Indonesia Jakarta Vol 6, No 1 (2012): Jurnal Informatika dan Komputasi STMIK Indonesia Jakarta
Publisher : Jurnal Informatika dan Komputasi STMIK Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas tentang rancangan sistem informasi penjualan dan piutang accessories mobil pada PT. Varia Baru. Metodologi yang digunakan dalam penelitian meliputi : (1) Analisa sistem yang ada, (2) Perancangan, Pada tahapan analisa sistem menggunakan Diagram Alir Data (DAD) terutama diagram konteks, Pseudocode. Pada tahap Perancangan, menggunakan DAD sampai diagram rinci, Kamus data, Rancangan file, dan User interface. Hasil implementasi memberikan gambaran yang memuaskan pemakai, terutama dalam pembuatan Laporan yang lebih cepat, dan perekaman data transaksi yang lebih akurat. Kata kunci: sistem informasi, penjualan, piutang, sistem informasi penjualan dan piutang
HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY METHOD VALIDATION OF α-MANGOSTIN ASSAY IN MANGOSTEEN (Garcinia mangostana L.) FRUIT RIND EXTRACT FORMULATED IN ORAL SOLUTION Nurhidayati, Liliek; Sofiah, Siti; Sumarny, Ros; Caesar, Kevin
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 11, No 1 (2015): Alchemy jurnal penelitian kimia
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.11.1.104.38-46

Abstract

Mangosteen fruit rind extract contain a lot of antioxidants. α-Mangostin is a component in mangosteen fruit rind that has highest antioxidant effect. The oral solution containing mangosteen fruit rind extract is required an assay method for quality assessment. Determination of a very low concentration of analyte in sample with very complex matrix, such as α-mangostin in oral solution, needs a selective and sensitive method, such as high performance liquid chromatography (HPLC). In this study, α-mangostin assay was performed by reverse phase HPLC system using octadecylsilane (C18) as stationary phase,  methanol-water (90:10) as mobile phase, the flow rate is 1.0 mL/min, and the UV detector at 316 nm. The retention time of α-mangostin was 9.622 minutes. Peak of α-mangostin was well separated with resolution of 1.725. Linearity was in the range of 1.67-5.01 ppm with correlation coefficient of 0.9986. The relative standard deviation (RSD) was 1.30 %, the recovery was in the range of 95.80-100.76 
POLA PENYEBARAN, KELIMPAHAN DAN ASOSIASI BAMBU PADA KOMUNITAS TUMBUHAN DI TAMAN WISATA ALAM GUNUNG BAUNG JAWA TIMUR [Distribution Pattern, Association and Abundance of Bamboo in Plants Community in Mount Baung Natural Tourism Park East Java] Sofiah, Siti; Setiadi, Dede; Widyatmoko, Didik
BERITA BIOLOGI Vol 12, No 2 (2013)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.259 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v12i2.538

Abstract

One of bamboo forests which are located in a conservation area in Indonesia is Mount Baung Natural Tourism Park, East Java. Bambooforest is a uniqueness/distinctiveness in this area. Study of bamboo ecology in Mount Baung Natural Tourism Park was very important inconservation purposes. The objectives of the research were to assess the distribution pattern, association and abundance of bamboo species at Mount Baung Natural Tourism Park. A systematic quadrat method was used in this study. The distribution pattern of bamboo was calculated using Morisita Index by calculating the Chi-square formula while plant association was calculated using the contingency table. The results indicated that: (1) there were 11 plant species (bearing the Importance Value Index >10%) associated with bamboo, and showing a clumped distribution pattern, (2) bamboo supported the highest importance value, in which Bambusa blumeana was the dominant. The population structure of bamboo in this area showed pre-reproductive phase, indicating the dominance of young stage (D clump < 5m).
Pengolahan Palawija Sebagai Bahan Makanan (Pengeringan Ubi Jalar) Wiriano, Harry; Farida, Ida; Sofiah, Siti; -, Amiroh
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 02 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4558.164 KB)

Abstract

Suatu percobaan untuk mengolah ubi jalar menjadi berbagai produk seperti “Chip”, tepung dan pati telah dilakukan. Untuk memperoleh “Chip” yang berwarna putih, irisan ubi jalar direndam dalam larutan NaCl,CaO, CaOCl2, dan Na2S2O5 masing-masing 0,2;0,3;0,4;0,6;0,8 dan 1% (berat/volume). Perendaman dilakukan selama 10 menit dan semalam. Hasil yang paling baik diperoleh dengan perendaman dalam Na2S2O5 0,3-0,4% selama 10 menit. Tepung ubi jalar dapat dibuat dengan menggiling “Chip” ubi jalar sampai kehalusan 60 mesh dan suhu gelatinisasinya 690-700C. Tepung ubi jalar dapat digunakan sebagai pengganti ubi rebus dalam pembuatan kue basah. Kue yang dibuat dapat diterima dalam hal warna yang lebih baik (beda nyata) sedang tekstur, aroma dan rasa tidak berbeda nyata.
Pengembangan Pembuatan sosis Ikan Cucut (The Development Of Shark Meat Sausage Manufacture) Sutrisniati, Dwi; Sofiah, Siti; Surtiningsih, Nining
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 02 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2391.94 KB)

Abstract

Sosis ikan cucut dibuat dengan margarine 5%, tepung tapiokka 6%, gula pasir 1%, garam 1%, bumbu-bumbu 2,5% (terdiri dari bawang merah, bawang putih, lada, jahe, ketumbar, MSG dan pala dengan perbandingan  6 : 5 : 5 : 6: 1 : 1 : 1) dan dikukus pada suhu 90-95 derajat C selama 60 menit. Cara ini memberikan hasil sosis dengan warna, aroma, rasa dan tekstur yang dapat diterima konsumen dan secara mikrobiollogis memenuhi standard aging olah dan sosis olah yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan.Penambahan bahan ‘curing’ yang terdiri dari Natrium nitrit 150 ppm dan asam Askorbat 500 ppm menghasilkan sosis yang warnanya kemerah-merahan, tetapi tidak menunjukkan beda nayata dalam hal penerimaan oleh konsumen.Dengan harga produk Rp. 2.400/kg, perhitungan kasar menunjukkan bahwa pembuatan sosis ikan cucut seperti yang dilakukan dalam percobaan ini dapat memberikan keuntungan sebesar 19, 4%.
Efek Antioksidan Larutan Kosolven Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) pada Tikus dengan Parameter MDA dan SOD SUMARNY, ROS; NURHIDAYATI, LILIEK; SOFIAH, SITI; SUMIYATI, YATI; SANTI, FRANSISKA DIANA
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 13 No 1 (2015): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.637 KB)

Abstract

Ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dalam bentuk kapsul telah dipasarkan. Telah diketahui bahwa a-mangostin, senyawa aktif dari G. mangostana memiliki kelarutan dalam air yang sangat rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengukur dan membandingkan efek antioksidan a-mangostin dalam bentuk sediaan larutan kosolven terhadap bentuk sediaan ekstrak. 25 ekor tikus dibagi ke dalam 5 kelompok: kontrol negatif (I), kontrol positif (II), larutan kosolven (III), ekstrak (IV) dan ekstrak® (V). Sediaan uji diberikan selama 14 hari dan diinduksi menggunakan CCl . MDA dianalisis menggunakan metode thiobarbituric acid, sedangkan SOD dianalisis menggunakan adenochrome assay. Didapatkan kadar MDA 1,0±0,19; 0,3±0,05; 0,4±0,04; 0,6±0,04 dan 0,5±0,00 nmol/μL sedangkan aktivitas SOD 17±0,0; 123±25,3; 107±19,0; 73±18,9 dan 97±27,0 U/mL untuk kelompok I, II, III, IV dan V . Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan adanya perbedaan kadar MDA yang bermakna antara kelompok III dengan IV dan V (P&gt;0,05), menunjukkan kemampuan penurunan MDA kosolven lebih tinggi dibandingkan kedua kelompok ekstrak. Terdapat perbedaan SOD yang bermakna antara kelompok III dan IV (p&gt;0,05) menunjukkan peningkatan SOD kosolven lebih tinggi dibandingkan ekstrak. Penelitian menunjukkan kosolven memiliki efek antioksidan yang lebih tinggi dengan potensi penghambatan pembentukan MDA sebesar 70% dan potensi peningkatan aktivitas SOD sebesar 623%.
Formulasi Tablet Matriks Mukoadhesif Diltiazem Hidroklorida Menggunakan Hidroksi Propil Metil Selulosa dan Carbopol 940 Sofiah, Siti; Faizatun, Faizatun; Riyana, Yulia
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 5 No 2 (2007): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1468.394 KB)

Abstract

Diltiazem hydrochloride has a half life of 3-4 hours and a bioavailability of 40%. The influence of a mixture of carbopol 940 and hydroxypropyl methyl cellulose as a mucoadhesive matrix on tablets made by the wet granulation method, had been determined by the dissolution and “wash off method. The result showed that increasing the concentration of carbopol 940 decreased the dissolution rate. The concentration of carbopol 940 and hydroxypropyl methyl cellulose in formula I (0%; 40%), II (5%; 35%), III (10%; 30%), IV (15%; 25%), and V (20%; 20%) released respectively 75,99%; 74,08%; 73,07%; 72,04%; and 71,29% diltiazem hydrochloride. The higher the concentration of carbopol 940 in acid solution, the shorter is the mucoadhesive action: 2 hours in formula I and II, and 1 hour in formula III, IV, and V. All of the formulas (pH 7,2) did not show a difference in mucoadhesive duration; after 8 hours, still attached to the mucosa of the small intestines.