Adnan Sofyan
Universitas Khairun Ternate Maluku Utara

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

KAJIAN EROSI TANAH DENGAN PENDEKATAN WISCHMEIER PADA DAS KALIMEJA SUBAIM KECAMATAN WASILE TIMUR KABUPATEN HALMAHERA TIMUR Sofyan, Adnan; Hartono*), Gunawan
Pendidikan Geografi Vol 11, No 22 (2013): Volume 11 Nomor 22 Desember 2013
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Erosi yang terjadi di Sub Das Kalimeja telah menimbulkan kerugian termasuk menyebabkan terjadinya pendangkalan. Akibat dari pembukaan hutan yang tidak terkendali, dan pengelolaan lahan yang keliru dengan intensitas tinggi. Oleh karena itu penting untuk mengetahui faktor-faktor penyebab erosi pada DAS Kalimeja, menentukan tingkat bahaya erosi tanah dan indeks bahaya erosi pada DAS Kalimeja, dan menentukan alternatif teknik konservasi tanah yang dapat dilakukan pada DAS Kalimeja. Prediksi erosi meliputi tingkat bahaya erosi dengan metode  Universal Soil Loss Equation (USLE) yang dikembangkan oleh (Wischmeier dan Smith, 1978 dalam Hardjowigeno dkk., 2001). Tingkat bahaya erosi yang terjadi pada DAS Kalimeja antara sangat rigan 0,05 – 1,66 ton/ha/thn dan tingkat ringan 22,67 – 25,44 ton/ha/thn. Erosi sangat ringan pada SPL I5Aa, III1Cb, III2Cb, V2Cb, dan VI2Bb,  seluas 3.675,38 ha (91,1 %), erosi ringan pada SPL II3Bb dan IV2Bb seluas 360,53 ha (8,9 %) dari luas DAS Kalimeja. Upaya konservasi tanah meliputi tumpang gilir jagung + ubikayu dan kacang tanah pada SPL II 3Bb, kemudian tanpa alternatif konservasi pada SPL I5Aa, III1Cb, III2Cb, IV2Bb, V1Cb, dan VI2Bb.   Kata kunci: erosi tanah, DAS, konservasi, entisol, inseptisol.
KAJIAN KERUSAKAN PANTAI AKIBAT EROSI MARIN DI WILAYAH PESISIR KELURAHAN KASTELA KECAMATAN PULAU TERNATE Sofyan, Adnan
Pendidikan Geografi Vol 12, No 1 (2014): Volume 12 Nomor 1 Juni 2014
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Tingkat kerusakan di wilayah pesisir Kelurahan Kastela yaitu  sesuai panjang garis pantai dengan panjang 1.652 meter dan lebar yang tererosi marin  pertahunnya mencapai 1,5 meter. Kerusakan oleh erosi marin di wilayah pesisir Kelurahan Kastela disebabkan oleh faktor alam dan faktor buatan/manusia. Faktor alam yang disebabkan oleh erosi marin adalah arus, pasang surut, gelombang, dan angin. Sedangkan penyebab erosi marin oleh faktor buatan atau manusia yang berupa aktifitas penambangan pasir oleh masyarakat di sepanjang wilayah pesisir Kelurahan Kastela. Dampak yang ditimbulkan erosi marin di wilayah pesisir Kelurahan Kastela secara fisik yang berupa rusaknya fasilitas rekreasi, berubahnya daratan menjadi laut, pergeseran garis pantai, terancamnya permukiman dari terjangan ombak karena jarak permukiman 3 sampai 30 meter dari pasang tertinggi. Kerusakan biotik berupa rusaknya lahan perkebunan, seperti kebun kelapa, rusaknya salah satu tanaman endemik pulau Ternate yaitu pohon capilong/nyamplung (Calophyllum inophyllum)   di sepanjang pesisir Kelurahan Kastela yang disebabkan oleh gelombang yang menghantam wilayah pesisir secara terus menerus, dengan demikian perlu adanya penangan dan pengelolaan untuk mengurangi ancaman erosi marin tersebut.   Kata Kunci : Kerusakan, Pantai, Pesisir, Erosi marin
KAJIAN EROSI MARIN SEBAGAI PENYEBAB DEGRADASI KEPESISIRAN KOTA TERNATE Sofyan, Adnan; Sunarto, Sunarto; Sudibiyakto, Sudibiyakto; Sahubawa, Latif
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 17, No 2 (2010)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Erosi marin yang terjadi di Kota Ternate telah banyak menimbulkan kerugian terhadap masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di wilayah kepesisiran. Erosi marin juga menyebabkan luas hutan mangrove di beberapa desa yang terletak di pantai menjadi berkurang bahkan hilang. Perubahan garis pantai berupa pengurangan pantai karena erosi pantai yang bervariasi terutama pada hampir sebagian besar di sepanjang pantai bagian Barat dari Kota Ternate, seperti di pantai Gambesi, pantai Sasa, pantai Castela, pantai Rua, pantai Taduma, pantai Togafo, pantai Takome. Erosi marin yang terjadi di Kola Ternate dominan dipengaruhi oleh faktor angin, pasang surut, arus, dan gelombang. Gelombang yang bersifat destruktif umumnya memiliki sifat yang merusak, hal ini dapat terjadi karena sifat gelombang yang destruktif mempunyai ketinggian dan kecepatan rambat yang sangat tinggi. Ini terutama terjadi pada musim Utara.
Kajian Intrusi Air Laut Terhadap Kualitas Air Tanah Di Kelurahan Gambesi Kecamatan Ternate Selatan Kota Ternate Robo, Tamrin; Sofyan, Adnan; Banapon, Juanda
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 1, No 01 (2019): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.698 KB)

Abstract

Pengambilan air tanah dangkal yang berlebihan menyebabkan ruang kosong dalam lapisan tanah dan mengakibatkan tinggi muka air tanah lebih rendah dari pada permukaan air laut, dan menyebabkan proses intrusi air laut. Kelurahan Gambesi merupakan wilayah pesisir dengan perkembangan wilayah permukiman tinggi  sehingga mengakibatkan jumlah kebutuhan akan air tanah semakin meningkat dan beresiko mengalami intrusi air laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intrusi air laut terhadap kualitas air tanah di Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, dan pengaruh jarak dan kedalaman air tanah terhadap intrusi air laut. Penelitian ini dapat memberikan informasi kualitas air tanah kepada masyarakat dan membantu instansi terkait untuk pertimbangan sarana prasarana penyedia baku air minum warga.  Metode penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data sampel diambil dari 4 sumur warga secara purposive berdasarkan jarak dari tepi pantai. Sampel air dimasukkan ke dalam jerigen sebanyak 2 liter dan diuji di laboratorium pada variabel warna, kekeruhan, TDS, suhu, pH, dan salinitas.. Hasil dibandingkan dengan Menteri Kesehatan No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Hasil penelitian menunjukan bahwa belum terjadi intrusi air laut pada air tanah daerah penelitian, dimana  air tergolong air payau, dengan nilai salinitas 1,3317 ppt di sumur 1, sumur II 1,3316 ppt, sumur III 1,3316 ppt, dan sumur IV 1,3316 ppt, dimana jarak dan kedalaman mempengaruhi kualitas air tanah. Untuk itu pemerintah Kecamatan Ternate Selatan harus memberi pengarahan dan mengingatkan pada warga agar kualitas air bersih dapat ditingkatkan  dan perlu adanya pengawasan serta konservasi di daerah pesisir supaya terhindar dari intrusi.
Persepsi Masyarakat terhadap Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLMTG) di Kelurahan Kastela Kecamatan Ternate Pulau Amarul, Sri Suryatul; Pasongli, Hernita; Sofyan, Adnan
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 1, No 02 (2019): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.48 KB)

Abstract

        Pembangunan PLTMG di Kelurahan Kastela Kota Ternate menyebabkan perubahan sosial khususnya perubahan mata pencaharian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Masyarakat Terhadap Perusahan PLTMG di Kelurahan Kastela Kecamatan Ternate Pulau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung dari responden yang berjumlah 32 KK menggunakan kuesioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan resmi BPS 2018. Analisis data penelitian menggunakan teknik persentase, dimana jawaban responden dikategorisasi dan diberi skor, kemudian dilakukan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Kastela terhadap PLTMG cukup baik dari aspek ekonomi, namun buruk dalam aspek sosial. Dalam aspek ekonomi bahwa masyarakat Kastela memandang positif keberadaan PLTMG karena sangat berkontribusi terhadap kegiatan ekonomi masyarakat terutama dalam dunia industry dan pembukaan lapangan usaha baru. Dari aspek sosial adalah persepsi negatif dimana masyarakat merasakan kurangnya transparansi pengelolaan PLTMG, kurangnya sosialisasi, dan penanganan konflik yang tidak memuaskan masyarakat. Hal lain yang dianggap masalah adalah kurang efektifnya komunikasi karena minimnya fasilitas penyalur aspirasi masyarakat untuk memberikan kritik kepada pengelola PLTMG.            Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, PLTMG.