Articles

PERBANDINGAN METODE CERAMAH TANYA JAWAB DAN FOCUS GROUP DISCUSSION DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA Putri, Liana Deta; Solehati, Tetti; Trisyani, Mira
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1072

Abstract

Sekitar 50% infeksi baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) dunia berasal dari kalangan remaja sebagai akibat kurangnya pemahaman kalangan remaja tentang pendidikan seks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap siswa-siswi tentang HIV/AIDS melalui metode ceramah tanya jawab dan metode focus group discussion di SMK YPK Sumedang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 190 orang dengan pembagian 95 orang pada kelompok metode ceramah tanya jawab dan 95 orang pada kelompok metode focus group discussion. Setelah diberikan intervensi, maka peneliti akan mengukur tingkat pengetahuan dan sikap siswa menggunakan kuesioner yang berisi 37 pertanyaan. Analisa data menggunakan analisa bivariat. Menunjukkan bahwa pada metode focus group discussion  49 siswa (51.57%) memiliki pengetahuan cukup dengan sikap sebanyak 55 siswa (57.90%) menunjukkan sikap mendukun. Pada metode ceramah tanya jawab sebanyak 60 siswa (63.16%) memiliki pengetahuan cukup dengan sikap sebanyak 55 siswa (57.90%) menunjukkan sikap mendukung. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi menjadi sangat penting sebagai salah satu upaya dalam pencegahan penularan HIV/AIDS di kalangan remaja. Metode pembelajaran ini dapat diterapkan di kalangan remaja sesuai dengan kebutuhan mereka. 
PENGETAHUAN DAN SIKAP PEREMPUAN YANG SUDAH MENIKAH TERHADAP PENCEGAHAN PENULARAN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS/ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (HIV/AIDS) Ayuningtias, Rayinda; Solehati, Tetti; Maryati, Ida
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2018): December
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.274 KB) | DOI: 10.30604/jika.v3i2.130

Abstract

The number of woman infected with HIV in Indonesia predicted to continue to rise. The main mode of this infection is through heterosexual and IDU this causes it to trigger the wide spread of infection to partner or wife.The purpose of this research was to find out the woman's knowledge and attitude toward the prevention of HIV/AIDS disease transmission at Kelurahan Kebon Pisang. This research was a quantitative research using descriptive method where study was conducted in September 2012 using questionnaires that were distributed to 350 respondents with stratified random sampling technique. The result of this research showed nearly to half of the respondents understood well about the object of transmission (44,9 percent), behavioral risk of contracting HIV (55,1 percent), and HIV prevention efforts (52 percent). In terms of attitude, nearly to half of respondents supported people with HIV/AIDS (52 percent) and HIV prevention efforts (58,6 percent). However, if viewed as averall attitude components 52,7 percent respondents have an attitude that did not support towards the prevention of HIV/AIDS. Therefore, the health care providers is expected to further optimize the programs that already exist related health promotion program on HIV/AIDS as whole to all society especially the womans.
EFFECTS OF HEALTH EDUCATION ON KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF THE HEALTH CADRES IN PREVENTION OF HIV, DIABETES, AND STROKE Kosasih, Cecep Eli; Solehati, Tetti; Lukman, Mamat
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2019): June
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.942 KB) | DOI: 10.30604/jika.v4i1.168

Abstract

Pangandaran is one of tourist destinations in West Java which is visited by foreign and domestic tourists that makes Pangandaran is vulnerable for infectious diseases such as HIV/AIDS. In addition, unhealthy lifestyles due to increasing of economic value in this area caused an increasing the risk of diabetes mellitus and stroke. Efforts to overcome the problem of infectious diseases caused by Diabetes, Stroke, and HIV AIDS, it required the support of various parties both from the health service center and from community participation, especially the role of cadres who are members of Integrated Healthcare Post (Posyandu). The study aimed to know the effect of health education on knowledge and attitude of the health cadres in prevention of HIV, diabetes mellitus, and stroke. The study was conducted in Pamotan and Bagolo Villages of Pangandaran Regency in 2017. The populations in this study were all health cadres of Posyandu in the two villages with 39 total sampling. Design of the study was quasi experimental with pretest and posttest design. Instruments used questioners. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The results showed that there were significant higher of the mean scores about knowledge after intervention of DM (M 3.79), Stroke (M= 4.64), and HIV (M = 3.92), than before intervention DM (M = 3.15), Stroke (M = 3.26), HIV (M = 2.85) (p = 0.00). There were significant higher of the mean scores about attitude after intervention of DM (16.46), Stroke (18.15), HIV (18.51), than before intervention of DM (M = 15.13), Stroke (M = 15.36), and HIV (M = 15.64) (p = 0.00). In this study, there were significantly different of mean scores of knowledge and attitude of health cadres before and after intervention period. It can be suggested for nurses that this method could increase a health promotion especially to increase knowledge and attitude of the cadres.ABSTRAKPangandaran merupakan salah satu tempat wisata di Jawa Barat yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara maupun domestik menjadikannya rentan terhadap penyakit HIV AIDS. Selain itu gaya hidup tidak sehat akibat meningkatnya ekonomi pada masyarakatnya meningkatkan resiko terkena diabetes melitus dan stroke. Diperlukan dukungan dari pusat pelayanan kesehatan dan peran serta masyarakat melalui kader kesehatan posyandu untuk mencegah masalah tersebut. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan  terhadap  pengetahuan dan sikap kader kesehatan dalam pencegahan HIV,diabetes melitus, dan stroke. Penelitian dilakukan di Desa Pamotan dan  Desa Bagolo Kab Pangandaran tahun 2017. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kader kesehatan posyandu di dua desa tersebut berjumlah 39 orang dengan total sampling. Desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan pre test dan post test. Instrumen menggunakan quesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan terdapat peningkatan rerata tingkat pengetahuan tentang DM (3,15), Stroke (3,26), HIV (2,85) sebelum intervensi menjadi DM (3,79), Stroke (4,64), HIV (3,92) setelah intervensi (p=0,00). Rerata sikap terhadap DM (15,13), Stroke (15,36), HIV (15,64) sebelum intervensi meningkat menjadi DM (16,46), Stroke (18,15), HIV (18,51) setelah intervensi (p=0,00). Edukasi berpengaruh dalam meningkatkan tingkat pengetahuan dan sikap kader kesehatan. Hal ini dapat digunakan perawat sebagai metode promosi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap semua kader.
EDUCATIONAL VIDEO OF THE CIGARETTE HAZARD IN INCREASING KNOWLEDGE AND ATTITUDE AMONG "LITTLE DOCTORS" AT ELEMENTARY SCHOOL Kosasih, Cecep Eli; Solehati, Tetti
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Article in Press
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cigarettes are a big problem in Indonesia. Smoking becomes a habit for adult men, and even extends to children. Children become accustomed to seeing the smoking patterns of adults in their homes. It is risky for children to try smoking. Education in preventing the dangers of smoking can be done in various ways, one of which is using video media. This study aimed to find out the effect of video education on the level of knowledge about the dangers of smoking at little doctor in elementary school students. Quasi-experimental research design with pre-test and post-test design was used in this study. The study was conducted at Bojong Asih Elementary School, Pasawahan Elementary School, Cangkuang Elementary School, and Leuwi Bandung Elementary School in 2017. The population in this study were all 4-6 grade students totaling 323 people. The sample used was total sampling. Students were given questionnaires before the intervention and then were given education about the dangers of smoking through a video, then given a quisioner again to measure the level of knowledge about the dangers of smoking. Data analysis was performed using analysis of the paired t-test. Result this study was found that the average level of knowledge before the intervention was 2.6 (SD = 0.86). After the intervention there was a change in the level of knowledge to 2.87 (SD = 0.48). There was an influence of a video media intervention on students' knowledge (p = 0,000). This study found significant differences in the increase in average knowledge before and after the intervention period (p = 0.001). The local government need support the students, from both the Health Office and the Education Office as well as sub-district officials, village heads and principals for the sustainability of smoke-free programs in schools by using video as a means of educating students.
PERBEDAAN METODE PEER TEACHING DENGAN METODE JIGSAW TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI Solehati, Tetti; Anggraeni, Farina; Mardiah, Wiwi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2018): June
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.596 KB) | DOI: 10.30604/jika.v3i1.80

Abstract

Adolescents are particularly vulnerable to the problem of the triad of adolescent reproductive health that includes sexuality, HIV/AIDS and drugs. Lack of knowledge among adolescents is one of the causes of risky behavior on reproductive health. Health education through peer teaching method and jigsaw method can improve knowledge and prevent adolescent reproductive health problems. The purpose of this research is to analyze the differences between the effects of peer teaching method with jigsaw method toward the level knowledge of reproductive health students SMPN 1 Cilegon. The research design is quasi-experiment with non equivalent control group. The research sample consisted of 42 respondents to the peer teaching group and 42 respondents to the jigsaw group which is chosen by stratified random sampling. The results of the analysis of statistical tests using t-dependent test shows that there is significant influence after being given health education with p value 0.001 (p less than 0.05) and the results t-independent test obtained p value 0.021 (p less than 0.05), which shows the differences in effect between peer teaching method with jigsaw method toward the level knowledge of reproductive health students SMPN 1 Cilegon. The suggestion of this research is to use the jigsaw method as an alternative method in providing adolescent reproductive health education.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG SADARI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KADER KESEHATAN DI DESA GUNUNG SARI DAN DESA SINDANG SARI KECAMATAN CIANJUR Solehati, Tetti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: PROCEEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN : Penggunaan Herbal Dalam Kesehatan Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.789 KB)

Abstract

Latar Belakang:perempuan merupakan kelompok yang beresiko mengalami kanker payudara tetapi banyak dari mereka yang tidak mengetahui hal ini. Hal tersebut merupakan salah satu faktor penyebab masih tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Payudara merupakan organ yang berfungsi ganda, selain untuk keindahan juga untuk menyusui. Bila perempuan mengalami kanker payudara akan menyebabkan tidak dapat menyusui serta dapat menjadikan kwalitas hidup penderita menurun. Tujuan: penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan tentang SADARI terhadap pengetahuan dan sikap kader kesehatan. Metode: desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest dan posttest design. Penelitian dilakukan di Desa Gunung Sari dan Desa Sindang Sari Kecamatan Cianjur. Jumlah sampel adalah 41 kader kesehatan dengan total sampling. Data dikumpulkan dengan penyebaran kuisioner kepada 41 responden yang kemudian diolah menggunakan t test dengan melihat hasil sebelum dan setelah pendidikan kesehatan. Hasil: hasil penelitian ini menemukan perbedaan yang bermakna rata-rata peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah periode intervensi pendidikan kesehatan (p= 0.02). Kesimpulan: kesimpulan dari penelitian in adalah bahwa pemberian pendidikan kesehatan tentang SADARI  berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kader kesehatan. Saran: Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan agar adanya dukungan yang efektif baik dari pemerintahan desa, puskesmas, pusat pelayanan kesehatan maupun dari peran serta masyarakat dalam bentuk peran kader yang tergabung dalam posyandu sebagai upaya untuk mengatasi masalah kanker payudara. Disamping itu perlu adanya program tertentu yang intensif untuk mendukung program deteksi dini kanker payudara tersebut di masyarakat khususnya pada kelompok ibu ada di Desa Gunung Sari dan Desa Sindang Sari Kecamatan Cianjur. Program tersebut adalah program Pemberdayaan dan  PendampinganKader Kesehatan Posyandu Sebagai Upaya Pencegahan kanker payudara.
PENGARUH METODE SMS CENTRE PREGNANCY TERHADAP PENGETAHUAN KIA DALAM BUKU KIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUTER KOTA BANDUNG Purnamasari, Siti Sarah; Ermiati, Ermiati; Solehati, Tetti
Majalah Keperawatan Unpad Vol 13, No 2 (2011): Majalah Keperawatan Unpad
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siti Sarah Purnamasari*Ermiati**Tetti Solehati** ABSTRAKSalah satu kebijakan pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu adalah dengan pengadaan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Buku KIA adalah sarana untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian keluarga dalam memelihara kesehatan, mencegah, mendeteksi secara dini, serta menanggulangi masalah kesehatan ibu. Metode SMS Centre Pregnancy mengajak ibu untuk membaca buku KIA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan tentang KIA dalam buku KIA  sebelum dan sesudah metode SMS Centre Pregnancy pada ibu hamil. Rancangan penelitian menggunakan quasi experiment dengan pre-test and post-test group design. Jumlah responden sebanyak 30 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling Uji hipotesis yang digunakan adalah Wilcoxon. Instrumen penelitian berupa angket. Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p=0.000) antara pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan SMS Centre Pregnancy. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh metode SMS Centre Pregnancy terhadap pengetahuan tentang KIA dalam buku KIA pada ibu hamil. Saran untuk penelitian ini, bagi pihak puskesmas dapat menentukan kebijakan tentang penggunaan metode SMS Centre Pregnancy. Untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang KIA dalam buku KIA pada metode SMS Centre Pregnancy. Kata Kunci : Buku KIA, SMS, Ibu hamil ABSTRACT          One of the Government's policies to reduce maternal mortality was the provision of Maternal and Child Health Handbook (MCH). Maternal and child health handbook is a means to improve the knowledge of pregnant women, which is expected to increase the autonomy of the family in the care of health, prevention, early detection, and solve the problem of maternal health. SMS Centre pregnancy methods invited mothers to read MCH. The purpose of this study was to determine differences in knowledge about MCH in MCH book before and after the SMS Pregnancy Center method in pregnant women Used a quasi-experimental research design with pre-test and post-test design group. Sampling used a purposive sampling technique. The number of respondents as many as 30 people. Hypothesis test used was Wilcoxon. Hypothesis test results showed a significant difference (p = 0.000) between the knowledge before and after the pregnancy center of SMS.The conclusion of this study was indicate that method of SMS Centre pregnancy influence to the knowledge of the MCH in MCH book for pregnant women. Suggestions for this study, Community Health Center can determine the policy on the use of the SMS Centre pregnancy methods. For further research are advised to examine the factors that affect maternal knowledge about MCH in MCH book on the method of SMS Center Pregnancy. Keywords : Maternal and child health book, SMS, Pregnant women
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG RISIKO TINGGI KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE Sari, Puput Antika; Maryati, Ida; Solehati, Tetti
Majalah Keperawatan Unpad Vol 12, No 2 (2011): Majalah Keperawatan Unpad
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kehamilan risiko tinggi merupakan faktor utama tingginya angka kematian ibu di seluruh dunia. Angka kematian di Indonesia salah satunya dikarenakan masih rendahnya pemanfaatan pelayanan antenatal sedangkan antenatal care yang merupakan salah satu cara untuk mendeteksi dini adanya risiko tinggi kehamilan. Di Kota Bandung kasus kematian ibu pada tahun 2010 mencapai 25 kasus dengan cakupan kunjungan pelayanan antenatal yang masih di bawah batas minimal yaitu 90,60% untuk K4. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya hubungan antara pengetahuan ibu tentang risiko tinggi kehamilan dan kepatuhan kunjungan antenatal care. Penelitian ini berbentuk deskriptif korelasional dengan pendekatan studi cross sectional. Sampel yang terlibat adalah 66 ibu post-partum dengan riwayat kehamilan risiko tinggi yang sedang mendapatkan perawatan di ruang nifas RSKIA Kota Bandung pada bulan Mei 2011. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi, sedangkan untuk analisis data menggunakan presentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 48,5% dari total responden berpengetahuan cukup tentang risiko tinggi kehamilan, 57,6% responden tidak mematuhi jadwal kunjungan antenatal care, dan terdapat hubungan yang rendah antara kedua variabel dengan p value 0,046. Dari hasil penelitian ini diharapkan pelayanan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang risiko tinggi kehamilan melalui pendidikan kesehatan sebagai rangkaian pelayanan antenatal care dan pemanfaatan buku KIA secara maksimal.   Kata Kunci : Antenatal care, Kepatuhan, Pengetahuan, Risiko tinggi kehamilan ABSTRACT High risk pregnancy is a major factor in high rates of maternal mortality worldwide. In Indonesia, maternal mortality rate followed by the low utilization of antenatal care, while antenatal care is one way to detect the early presence of high risk pregnancies. In Bandung, the maternal mortality case in 2010 reached 25 cases and coverage of antenatal care visits are still below the minimum limit, it was 90,60% for K4. This study aims to look at the relationship between maternal knowledge about high risk pregnancy and antenatal care visit adherence. This research was a descriptive correlational research with cross sectional study. The sample involved was 66 post-partum mothers with a history of high risk pregnancies who were getting treatment in postpartum ward of RSKIA Bandung. Questionnaires and observation sheets were used to collect the data. The results of this study showed that 48.5% of the total respondents knowledgeable enough about high-risk pregnancies, 57.6% of respondents did not comply with the schedule of antenatal care visits, and there was a low relationships between those two variables. From the results of this research, health services is expected to increase knowledge of high risk pregnant women about pregnancy through health education as a series of antenatal care and utilization of MCH book maximally. Keywords : Antenatal care, Adherence, Knowledge, High risk pregnancy
FAKTOR PRAKTIK, PENGHASILAN, DAN TRADISI DENGAN PERILAKU MEROKOK MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI DURIAN KABUPATEN SINTANG Juliansyah, Elvi; Solehati, Tetti; Eli Kosasih, Cecep
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 5, No 2 (2018): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.58 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v5i2.1278

Abstract

Merokok merupakan satu faktor risiko penyakit kronis seperti kanker paru, kanker saluran pernafasan bagian atas, penyakit jantung, stroke, bronchitis, emplysema dan penyebab kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor praktik, penghasilan, dan tradisi dengan perilaku merokok masyarakat, serta faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku merokok masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Durian, Sintang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penelitian potong lintang (cross sectional) dengan populasi orang laki-laki sebanyak 4.321 orang dan sampel penelitian ini sebanyak 218 responden perilaku merokok berdasarkan distribusi responden merokok di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian sebanyak 180 responden (82,6%). Uji statistik menggunakan uji chi square untuk melihat hubungan variabel bebas dan terikat menggunakan derajat kebermaknaan. Hasil analisis bivariat menunjukkan, bahwa variabel yang berhubungan dengan perilaku merokok adalah praktik dengan p value 0,000 dan OR sebesar 4,504, penghasilan dengan p value 0,000 dan OR sebesar 0,181, dan tradisi dengan p value 0,000 dan OR sebesar 0,148. Hasil analisis multivariat variabel yang berhubungan dominan adalah praktik merokok dengan OR 33,272. Disarankan melakukan pendidikan kesehatan secara langsung dan secara terus-menerus untuk mengurangi praktik merokok dan akibat bahaya yang ditimbulkan oleh asap rokok bagi orang lain
HUBUNGAN USIA IBU SAAT HAMIL DENGAN STUNTED PADA BALITA 24-59 BULAN Sani, Mira; Solehati, Tetti; Hendarwati, Sri
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.713 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.2016

Abstract

The maternal age on pregnancy with stunting among children of age 24 to 59 monthsBackground: Stunting is a chronic nutritional problem caused by lack of nutritional intake for a long time, resulting in a height that is shorter than the standard age (stunted). Many factors influence the incidence of stunted, including maternal, child, and social, economic and environmental factors. The mother factor that must be considered is the age during pregnancy. Age of mothers <20 years and> 35 years has a risk of stunted.Purpose: To determine the relationship between the maternal age on pregnancy with stunting among children of age 24 to 59 months in the work area health center (Puskesmas) Citeras.Methods: Descriptive correlational with a retrospective method. The population of this study were mothers who had children aged 24-59 months who had stunted in Cibunar and Kutanagara Villages. The sample was 76 respondents with total sampling technique. The instrument in this study was a questionnaire from SDKI and microtoise. Data analysis used bivariate with spearman correlation test. The study was conducted in May 2019 with ethical permits number 511 / UN6.KEP / EC / 2019.Results: The maternal age at risk in Cibunar and Kutanagara Villages is 64.5% with stunted children. By using Spearman correlation, the value is 0.001 at 1% significance level.Conclusion: There is a correlation between maternal age with stunted among children 24-59 months in the work are of Puskesmas Citeras.Keywords: Maternal age on Pregnancy;  Stunting; Children of age 24 To 59 MonthsPendahuluan: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurang asupan gizi dalam waktu cukup lama sehingga berakibat pada tinggi badan yang lebih pendek dari standar usianya (stunted). Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian stunted, diantaranya faktor ibu, anak, serta sosial, ekonomi, dan lingkungan. Faktor ibu yang harus diperhatikan adalah usia saat hamil. Usia ibu yang < 20 tahun dan > 35 tahun memiliki risiko terhadap kejadian stunted.Tujuan: Mengetahui hubungan usia ibu saat hamil dengan stunted pada balita 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Citeras.Metode: Menggunakan deskriptif korelasional dengan metode retrospektif. Populasi penelitian ini yaitu ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan yang mengalami stunted di Desa Cibunar dan Kutanagara. Sampel 76 responden dengan teknik total sampling. Instrumen pada penelitian ini kuesioner dari SDKI dan microtoise. Analisis data menggunakan bivariat yaitu uji korelasi spearman. Penelitian dilakukan pada Bulan Mei 2019 dengan perizinan etik nomor 511/UN6.KEP/EC/2019.Hasil: Menunjukkan bahwa usia ibu saat hamil yang berisiko di Desa Cibunar dan Desa Kutanagara sebanyak 64,5% yang memiliki balita stunted. Nilai korelasi Spearman sebesar 0,001 pada taraf signifikansi 1%.Simpulan: Terdapat hubungan antara usia ibu saat hamil dengan stunted pada balita 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskemas Citeras.
Co-Authors ., Ermiati Aan Nuraeni Aat Sriati agus rahmat AI MARDHIYAH, AI Alfiyah, Nur Anggraeni, Farina Ardliana, Ratna R Astuti, Niken Fitri Ayuningtias, Rayinda Cakrahayat, Agus Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih chania, Astilia Darmayanti Darmayanti Dewi, Nadya Puspita Dinda, Arini E, Ermiati Efri Widianti Eldiana, Liesta Elhaqqa, Arina Elvi Juliansyah Ermiati Ermiati Fauziah, Namirotu Fikri, Auliya Ramanda Fithriyah, Noor Gardelia, Rizky Ayu Habibah, Nisaul Hendarwati, Sri Hidayat, Anne Mayliani Ida Maryati Imas Rafiyah Indriana, Vivi V Iqomatulhaq, Hanifa Koeryaman, Mira Trisyani Komalasari, Masriyah Laili Rahayuwati, Laili Liana Deta Putri Mahendra, Olga Sandrela Mahmuudah, Lu'lu N Mamat Lukman, Mamat Mambang Sari, Citra Windani Mamuroh, Lilis Miliarta, Evita R Mira Trisyani Napisah, Pipih Nur Oktavia Hidayati Nurhakim, Furkon Nurhidayah, Ida Permatasari Wadjaudje, Nona Intan Prastidini, Tri Pratiwi, Rery Yuliani Pratiwi, Siti Rahmiati Puput Antika Sari Purba, Chandra Isabela Puspitasari, Neneng Ratnanengsih Putri, Sarah Rauzana Rahmawati, Ai Rahmi, Elisa Rais, Yulia Ramdhanie, Gusgus Ghraha Rohimah, Imas Sabiyanto, Vici Triyunita Sani, Mira Sari, Citra Windani Mambang Sayu Putu Yuni Paryati Septianah, Tri Indah Setyawati, Anita Sholihah, Amalia Rizqi Siti Sarah Purnamasari Sri Hendrawati Sri Susilawati Suhenda, Meilinda Ulfah Adha Sukmawati . Supriadi Supriadi Taty Hernawaty Titin Sutini, Titin Widiasih, Restuning Widiasih, Restuning Winingsih, Wina Wiwi Mardiah, Wiwi Yanti Hermayanti