Anhar Solichin
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 57 Documents
Articles

LAJU PERTUMBUHAN BEBERAPA KARANG BERCABANG PADA PERAIRAN PULAU KARIMUNJAWA, KABUPATEN JEPARA GROWTH RATE OF SOME BRANCHING CORALS IN KARIMUNJAWA ISLAND, DISTRICT OF JEPARA Wicaksono, Anangga Rifqi; Purnomo, Pujiono Wahyu; Solichin, Anhar
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 8, No 1 (2019): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ) merupakan kawasan konservasi bagi lingkungan dan biota, salah satunya adalah terumbu karang. Pengukuran pertumbuhan karang merupakan informasi penting terhadap potensi terumbu karang dimana mampu mengetahui waktu yang diperlukan karang untuk tumbuh secara akurat. Penelitian dilaksanakan di 2 lokasi, Pantai Ujung Gelam yang terletak pada sisi barat pulau Karimunjawa dan Pantai Pancuran yang terletak pada sisi timur pulau Karimunjawa selama 3 bulan yaitu selama April ? Juli 2018 dan bertujuan untuk mengetahui jenis karang cabang dominan serta tutupan terumbu karangnya dan mengetahui laju pertumbuhan dari beberapa karang cabang yang ditemukan. Penelitian dilakukan pada kedalaman air berbeda yaitu kurang dari 2 meter dan lebih dalam dari 2 meter, menggunakan 8 individu karang bercabang, setiap individu karang diambil data sebanyak 3 cabang karang dan 3 kali pengulangan. Analisis data laju pertumbuhan karang dilakukan dengan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa karangAcropora robusta dan Acropora formosa ditemukan di stasiun 1, Montipora digitata dan Acropora nobilis ditemukan di stasiun 2, Acropora aspera dan Acropora formosa ditemukan di stasiun 3, dan Acropora formosa dan Porites cylindrica ditemukan di stasiun 4. Rata ? rata laju pertumbuhan panjang dan diameter dalam kurun waktu 3 bulan karang jenis Acropora robusta sebesar 0,605 cm/bulan dan 0,2 cm/bulan, karang Acropora aspera sebesar 0,395 cm/bulan dan 0,083 cm/bulan, karang Acropora nobilis sebesar 0,946 cm/bulan dan 0,3 cm/bulan, karang Acropora formosa sebesar 0,491 cm/bulan dan 0,122 cm/bulan, karang Porites cylindrica sebesar 0,58 cm/bulan dan 0,162 cm/bulan, dan karang Montipora digitata adalah 0,541 cm/bulan dan 0,095 cm/bulan. ABSTRACT Karimunjawa National Park  is a conservation area for the environment and biota, coral reefis one of it. Coral growth measurement is a very important information on potential of coral reefs where we can determine time needed for corals to grow accurately. This research was conducted in2 locations,Ujung Gelam beach in westside of Karimunjawa Island and Pancuran beach in eastside of Karimunjawa Island  for 3 months started from April ? July 2018 and aims to determine the dominant species of branching coral in each area and its percentage cover and to find out the growth rate of branching coral found in those area. This study was conducted with difference-depth treatment which is less than 2 metres and deeper than 2 metres, using 8 branching corals as a samples where each individual takes 3 branches and 3 repetition data. The experimental test used in this study was simple linear regression. The study result showed that Acropora robusta and Acropora formosa can be found in area 1, Montipora digitata and Acropora nobilis can be found in area 2, Acropora aspera and Acropora formosa can be found in area 3, and Acropora formosa and Porites cylindrica can be found in area 4. The average length and diameter growth rate within 3 months of species Acropora robusta is 0,605 cm/month and 0,2 cm/month,Acropora aspera is 0,395 cm/month and 0,083 cm/month, Acropora nobilis is 0,946 cm/month and 0,3 cm/month, Acropora Formosa is 0,491 cm/month and 0,122 cm/month, Porites cylindrical is 0,58 cm/month and 0,162 cm/month, and Montipora digitata is 0,541 cm/month and 0,095 cm/month
ASPEK BIOLOGI IKAN SEBELAH (PSETTODES ERUMEI) YANG TERTANGKAP DAN DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAWANG KABUPATEN KENDAL Barokah, Leni; Solichin, Anhar; Suprapto, Djoko
Journal of Management of Aquatic Resources VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ikan Sebelah (Psettodes erumei) merupakan ikan demersal yang hidup di dasar perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek biologi ikan Sebelah di Perairan Kabupaten Kendal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2016. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling atau acak sederhana. Data primer meliputi panjang berat, tingkat kematangan gonad, dan fekunditas untuk mengetahui aspek biologi ikan Sebelah, sedangkan data sekunder meliputi data produksi ikan Sebelah selama penelitian. Hasil penelitian menunjukan ukuran panjang ikan Sebelah mempunyai kisaran 140 mm ? 310 mm dan berat dengan kisaran 31 gram ? 332 gram, ukuran pertama kali ikan tertangkap (L50%) adalah 228 mm. Sifat pertumbuhanya bersifat allometrik positif  dengan nilai Kn adalah 1,19. Tingkat kematangan gonad ikan Sebelah jantan didominasi oleh TKG III dan IV, sedangkan tingkat kematangan gonad ikan Sebelah betina didominasi oleh TKG IV. Nilai indeks kematangan gonad terendah pada ikan Sebelah jantan adalah 0,07% dan nilai IKG tertinggi adalah 1,03%, sedangkan nilai IKG terendah pada ikan Sebelah betina adalah 0,24% dan nilai IKG tertinggi adalah 4,41%. Fekunditasnya berkisar antara 38.832 ? 64.318 butir. Diameter telur terkecil pada TKG IV dan terbesar pada TKG VI. CPUE tertinggi pada sampling minggu ke 1 yaitu sebesar 5.607 kg/kapal sedangkan CPUE terendah terjadi pada sampling minggu ke 4 yaitu sebesar 3.623 kg/kapal. Kata Kunci : Ikan Sebelah (Psettodes erumei), Perairan Kendal, Pola Pertumbuhan. ABSTRACT Flatfish (Psettodeserumei) is kind of demersal fish that lives in seabed. The aimed of this research is to find out the biological aspect of flatfish of Kendal Regency waters. The research was done in May to June of 2016. The method used in this research is descriptive method. In taking the sample, it uses simple random sampling method. The primary data include long weight, gonad maturity level and fecundity to know the biological aspect of flatfish. Secondary data include flatfish production data during research. The result shows the flatfish length is about 140 ? 310 mm and its weight is about 31? 332 gram. The length of first caught flatfish (L50%) is 228 mm. Its nature of growth is allometrikpositif, and its Kn value is 1,19. The gonad maturity level of male flatfishis dominated by TKG III and IV, and the gonad maturity level of female flatfish is dominated by TKG IV. The lowest value of gonad maturity level of male flatfish is 0,07% and the highest IKG value is 1,03%, while the lowest IKG value of female flatfish is 0,24% and the highest IKG value is 4,41%. The fecundity is about 38.832 ? 64.318 egg. The smallest egg diameter is in TKG IV and the biggest is in TKG VI. The highest CPUE of first week sampling is 5.607 kg/ship, while the lowest CPUE is occurred on the fourth week, i.e. 3.623 kg/ship. Keywords:Flatfish (Psettodeserumei), Kendal waters, Growth pattern.
ANALISIS POTENSI TUNA SIRIP KUNING (THUNNUS ALBACARES) DALAM KAITANNYA DENGAN PROGRAM REVITALISASI TUNA DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA Lestari, Sri; Solichin, Anhar; Saputra, Suradi Wijaya
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis potensi ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) dan evaluasi program revitalisasi tuna bermanfaat untuk mengetahui seberapa besar pengaruh program tersebut terhadap peningkatan potensi dan pemanfaatan tuna khususnya di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi ikan Tuna Sirip Kuning melalui analisis produksi, struktur ukuran ikan, L50% dan sifat pertumbuhan ikan Tuna Sirip Kuning, mengetahui perkembangan kapal dengan alat tangkapnya, mengevaluasi program revitalisasi tuna dan merumuskan langkah-langkah pengelolaan sumberdaya perikanan Tuna Sirip Kuning di perairan Kabupaten Gunungkidul. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober ? 20 Desember 2014 yang berlokasi di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng, Gunungkidul. Metode  penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan teknik pengambilan sampel secara acak. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan  sebanyak 4 kali dengan rincian 8 kapal/ perahu setiap sampling. Data primer diperoleh dari perhitungan ukuran panjang dan berat ikan Tuna Sirip Kuning hasil tangkapan yang didaratkan di PPP Sadeng. Data sekunder yang dikumpulkan  berupa data jumlah produksi dan data revitalisasi Tuna Sirip Kuning yang terdiri dari data ukuran ikan dan data harga ikan pada tahun 2010-2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi penangkapan Tuna Sirip Kuning cenderung growth overfishing dan terjadi penurunan ukuran hasil produksi yang ditandai dengan nilai modus tertinggi 27 cm, L50% 32 cm dan L? sebesar 210,53 cm menunjukkan bahwa hasil tangkapan belum layak karena berdasarkan perhitungan nilai L50% < ½ L? sedangkan modus tertinggi selama penelitian < L50% menyebabkan ukuran hasil tangkapan tergolong kecil. Nilai CPUE dengan trip standart kapal motor selama penelitian tinggi tetapi, ukuran ikan produksi tergolong kecil dan belum layak tangkap. Sedangkan nilai faktor kondisi sebesar 1,28. Keadaan ini menggambarkan bahwa upaya revitalisasi tuna di Kabupaten Gunungkidul selama 5 tahun terakhir belum tercapai secara maksimal. Analysis of the potential of Yellow Fin Tuna (Thunnus albacares) and tuna revitalization program evaluation was useful to determine how much influence the program to increase the potential and utilization of tuna, especially in Gunungkidul. This study was conducted to determine the potential of Yellow Fin Tuna through the analysis of productions, the size of fish?s structure, L50% and growth properties of Yellow Fin Tuna, determine the development of the boat with fishing gear, evaluate tuna revitalization program and formulate measures Tuna fisheries resource management Yellow Fin in the waters of Gunungkidul. The study was conducted on 13 October to 20 December 2014 that was located in the Port of Coastal Fisheries (PPP) Sadeng, Gunung. The method used in this study was a survey method, with a random sampling technique. The data used were primary and secondary data. The sampling was carried out 4 times with details of 8 ships / boats each sampling. Primary data were obtained from the calculation of the length and weight of Yellow Fin Tuna that catches and landed in PPP Sadeng. Secondary data were collected in the form of data on the number of production and the data of Yellow Fin Tuna revitalization consisting of the data of fish size and fish price in 2010-2014. The results showed that the condition of the cathes of Yellow Fin Tuna tend to be growth overfishing and a the size of the products were too small that marked with the highest mode of value was 27 cm, L50% was 32 cm and L? 210.53 cm indicate that the catch was not feasible because the calculation was based on the value of L50% < ½ L? while the highest mode for research was < L50% caused the size of the catch was small. CPUE values with standard boat trip during studies was high, however, the size of the fish production was small and not worth to be catching. While the value of the condition factor was 1,28. This situation illustrates that the revitalization of tuna in Gunungkidul during the last 5 years has not reached its full potential.
ASPEK BIOLOGI IKAN GABUS (OPHIOCEPHALUS STRIATUS) DI PERAIRAN RAWA PENING, KABUPATEN SEMARANG Puspaningdiah, Merantika; Solichin, Anhar; Ghofar, Abdul
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Rawa Pening merupakan sumber daya perairan yang memiliki potensi sumberdaya  perikanan yang dapat dimanfaatkan oleh nelayan dan petani ikan didalam kegiatan penangkapan dan budidaya ikan. Ikan Gabus memiliki banyak manfaat yang menyebabkan penangkapan terhadap ikan Gabus  semakin meningkat, sehingga populasi menjadi semakin menurun. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji aspek pertumbuhan, mengkaji aspek reproduksi dan strategi pengelolaan ikan Gabus.Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga bulan Maret 2014.Metode yang digunakan yaitu metode simple sensus sampling. Materi yang digunakan yaitu  ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) yang tertangkap dengan alat tangkap branjang di Perairan Rawa Pening. Hasil penelitian yang dilakukan pada ikan Gabus yang didapatkan sebanyak 66 ekor, yaitu pertumbuhan ikan Gabus bersifat allometrik negatif dengan nilai b sebesar 2,8019. Faktor kondisi yang diperoleh sebesar 1,099 yang tergolong dalam ikan yang pipih atau tidak gemuk.Ukuran ikan Gabus yang tertangkap belum layak untuk ditangkap, karena L50%< ½ L?.Tingkat kematangan gonad ikan Gabus menurut Kestevan didominasi oleh TKG II yaitu fase dara berkembang.IKG tertinggi pada ikan Gabus betina selama penelitian yaitu 4,324% sedangkan pada ikan Gabus Jantan sebesar 0,292%. Fekunditas tertinggi sebesar 20035 butir dengan panjang tubuh 480 mm dan berat tubuh 875,6 gram, sedangkan yang terendah sebesar 1282 butir dengan panjang tubuh 318 mm dan berat tubuh 250,2 gram. Perbandingan jumlah ikan jantan dan ikan betina yaitu 1:2,143. Strategi pengelolaan yang dapat dilakukan yaitu pengaturan ukuran mata jaringalat tangkap branjang, keikutsertaan nelayan melepas ikan berukuran kecil, dan pembatasan jumlah penangkapan.  Rawa Pening has the potential fishery resources that can be utilized by fishermen and fish farmers in fish farming and fishing activities. Snakehead fish is one of the targeted fish that has many benefits which led to more capture of the snakefish that causes the declining population of the fish. The purpose of this study is to examine the aspects of growth, reproduction and examines the management strategies of Snakehead fish aspects.This research was held on January to March 2014. The method used in the research was simple census sampling method. The material used was the snakehead fish (Ophiocephalus striatus) which were caught by branjang fishing tool in Rawa Pening. The research done on the caught snakehead fish as many as 66 fish was the growth was negatively allometric in which b showed 2,8019. The condition factor was 1,099 which indicated that the fish were flat or not fat. Based on the size, the caught snakehead fish was not eligible to be caught because Lc50%< ½ L?. The gonad maturity level according to Kestevan was dominated by TKG II, the phase of developing virgin. The highest IKG on female snakehead during the research was 4,324% while on male snakehead fish was 0,292%. The highest fecundity was 20035 items with the body length was 480 mm and body weight was 875,5 grams while the lowest fecundity was 1282 items with the body length was 318mm and body weight was 250,2 grams. Comparison of the number of male fish and female fish is 1: 2,143. Management strategies that could be done is to setting mesh size of Branjang fishing gear, fishing participation for removing small fish, and restrictions on the number of arrests.
ASPEK BIOLOGI IKAN LAYUR (TRICHIURUS LEPTURUS) BERDASARKAN HASIL TANGKAPAN DI PPP MORODEMAK Vianita, Ririn; Saputra, Suradi Wijaya; Solichin, Anhar
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Layur (Trichiurus lepturus) merupakan ikan demersal dan salah satu komoditas ekspor yang banyak ditemukan di pantai-pantai Jawa dan muara-muara sungai di Sumatera. Produksi perikanan saat ini masih didominasi oleh hasil penangkapan dari laut. Dengan adanya penangkapan yang tidak akan pernah berhenti, maka perlu adanya suatu pengelolaan terhadap sumberdaya tersebut. Aspek biologi merupakan salah satu informasi yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan Layur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek biologis ikan Layur yang mencakup hubungan panjang-berat, faktor kondisi, tingkat kematangan gonad, fekunditas, ukuran pertama kali tertangkap, serta ukuran pertama kali matang gonad berdasarkan hasil tangkapan di PPP Morodemak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan teknik pengambilan sampel secara sistematik random sampling. Jenis data yang digunakan yaitu data primer yang didapatkan dari hasil tangkapan dengan cara mengambil 10% dari total hasil tangkapan ikan yang didaratkan. Pengambilan sampel dilakukan  sebanyak 4 kali pada bulan Maret ? April 2014. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pertumbuhan ikan Layur bersifat alometrik negatif, dengan nilai b yaitu sebesar 2,68. Nilai faktor kondisi ikan Layur adalah 1,106 yang berarti ikan Layur memiliki tubuh kurang pipih. Nilai fekunditas terbesar yang diperoleh yaitu 230.692 butir dan fekunditas terkecil sebanyak 147.844 butir. Tingkat kematangan gonad didominasi TKG I, karena ikan Layur belum memasuki musim pemijahan, dan nilai indeks kematangan gonad bervariasi yaitu antara 0,021% - 5,015%. Ukuran pertama kali matang gonad (L50%) ikan Layur adalah 743 mm. Ukuran pertama kali tertangkapnya ikan Layur adalah 563 mm, hal ini menunjukan bahwa ikan sudah layak tangkap berdasarkan nilai L50% > ½ L?. Ribbon Fish (Trichiurus lepturus) is one of the demersal are found on the coasts of Java and estuaries in Sumatra. Fishery production is still dominated by fishing from the sea. By fishing that will never stop, therefore it needs a good management of these resources. Aspects of biologyis one of the information that can be used as a basis in the management and utilization resources of Ribbon Fish. The purpose of this research was to determine the biological aspects of Ribbon Fish which includes length-weight relationship, condition factor, Gonad Maturity Level, fecundity, size of the first captured fish, as well as the size of the first ripe gonads based on catching in PPP Morodemak. The method that used was a survey method, the technique of sampling was systematic random sampling. The type of data used was primary data obtained from the catching by taking10% of the total catching fish landed. Sampling was carried out 4 times in March-April 2014. The results show that Ribbon fish growth was allometric negative, the value of b was 2.68. Ribbon fish condition factor value was 1.106 which means less Ribbon fish had flattened bodies. The biggest fecundities value was 230.692 and the smallest grains value was 147.844. The gonads maturity level was dominated by TKG I, as yet entered Ribbon fish spawning season, and gonad maturity index which varied between 0.021% - 5.015%. The size of the first ripe gonads (L50%) was 743 mm. The first Ribbon Fish captured size was 563 mm, it indicated that the fish was worth catching based on its value L50%>½ L ?.
HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS) DENGAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP BUBU LIPAT YANG DIDARATKAN DI TPI TANJUNG SARI KABUPATEN REMBANG Arios, Anthonius Hot; Saputra, Suradi Wijaya; Solichin, Anhar
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bubu merupakan jenis alat tangkap ikan yang dioperasikan secara pasif di dasar perairan. Secara umum bubu dapat digolongkan sebagai alat penangkap yang berbentuk seperti kurungan atau berupa ruangan tertutup dimana ikan-ikan tidak dapat keluar lagi. Materi yang digunakan dalam penelitan adalah alat tangkap bubu lipat dan rajungan  hasil tangkapan diukur berat untuk analisis struktur ukuran berat,produksi harian untuk menganalisis CPUE harian. Materi tersebut di dapat dari hasil melaut selama 1 bulan di Perairan Jawa Kabupaten Rembang. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah dengan metode deskriptif dan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sistematik random sampling. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah, jenis, dan kelimpahan rajungan  yang tertangkap dengan alat tangkap bubu lipat di TPI Tanjung Sari,Rembang, mengetahui Catch Per Unit Effort  (CPUE)  rajungan  dengan menggunakan alat tangkap bubu lipat di TPI Tanjung Sari, mengetahui strukur ukuran berat rajungan  dengan menggunakan bubu lipat, mengetahui status atau tingkat pemanfaatan optimal produksi rajungan  harian per satuan upaya penangkapan (CPUE). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa spesies rajungan yang didapat selama penelitian adalah Portunus sp. produksi alat tangkap bubu rajungan  sebesar  591,76 kg, struktur ukuran berat dan frekuensi rajungan  yang tertangkap dengan bubu didominasi oleh kelas kelas 161.1-187.9 gr yaitu frekuensi sebanyak 736 ekor dan terendah oleh kelas  300-326.8 gr dengan jumlah frekuensi sebanyak 27 ekor rajungan ,dan CPUE yang tertinggi pada hari ke-26 yaitu sebanyak 5,75 kg/trip dengan total dan CPUE terendah terjadi pada hari ke-7 yaitu sebesar 4,22 kg/trip dengan CPUE rata-rata 4,55 kg/tri dengan rata-rata total produksi 19,73kg/hari dan rata-rata CPUE 3,95kg/trip/hari. Dalam penyusunan konsep pengelolaan perlu diadakan pendataan produksi dan trip hasil tangkapan bubu sehingga perkembangan eksploitasinya dapat terus di pantau pada setiap tahunnya.
KOMPOSISI TANGKAPAN CANTRANG DAN ASPEK BIOLOGI IKAN BELOSO (SAURIDA TUMBILL) DI PPP BAJOMULYO, JUWANA Dewi, Afina Nursa; Saputra, Suradi Wijaya; Solichin, Anhar
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Kabupaten Pati memiliki potensi perikanan. Salah satu jenis ikan yang tertangkap pada alat tangkap cantrang di perairan ini dan bernilai ekonomis tinggi adalah ikan Beloso (Saurida tumbill). Dalam mengelola sumberdaya ikan Beloso yaitu mengetahui kondisi atau status sumberdaya ikan Beloso dibutuhkan data aspek biologi, karena itu diperlukan suatu kajian yang meliputi komposisi hasil tangkapan, struktur ukuran, hubungan panjang berat, panjang pertama kali tertangkap, tingkat kematangan gonad (TKG), ukuran pertama kali matang gonad, indeks kematangan gonad (IKG), fekunditas dan CPUE Ikan Beloso yang didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bajomulyo selama penelitian. Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2015 dan Januari 2016. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey, metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan metode pengumpulan data yaitu  dengan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pola pertumbuhan Ikan Beloso bersifat allometrik negatif dengan persamaan W=0,0022L2,006. Ukuran rata-rata pertama kali tertangkap Ikan Beloso (L50%) adalah 330 mm. Nilai L? sebesar 693 mm dan 1/2 L? sebesar 346 mm. Persentase terbesar tingkat kematangan gonad Ikan Beloso jantan terdapat pada TKG II yaitu 35,59 % sedangkan Ikan Beloso betina persentase terbesar terdapat pada TKG IV yaitu 61,90 %. IKG  untuk jantan berkisar antara 0,071% sampai 2,558% dan betina berkisar 0,42% sampai 6,31%. Nilai r = 0,971 untuk hubungan panjang dengan fekunditas, nilai r = 0,982 untuk hubungan berat dengan fekunditas. Nilai Catch per Unit Effort (CPUE) tertinggi pada tanggal 21 Desember 2015 yaitu 967 kg/kapal dan terendah pada tanggal 22 Desember 2015 yaitu 187 kg/kapal dan cenderung mengalami fluktuasi. Upaya pengelolaan yang dapat dilakukan agar ketersediaan ikan Beloso tetap terjaga yaitu mengawasi penggunaan jaring cantrang dengan ukuran (mesh size) yang sesuai dengan Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 02 Tahun 2011 bahwa ukuran mata jaring cantrang yang diperbolehkan yaitu yang berukuran lebih dari 2 inchi. Pati waters have the potential fishery. One of the high-value fish species found in these waters are Beloso fish (Surida tumbill). Belosos were caught in cantrang fishing gear and had a high economic value. Data of biological aspect is needed in order to determine the condition or status of Beloso fish resources, Therefore we need a study was to determine the long-weight relationship, condition factor, the size of the first captured, the size of the first ripe gonads, gonad maturity level (GML), gonad maturation index, fecundity and daily catch per unit effort of Beloso. The study was conducted in December 2015 and January 2016. The research collected with survey method, sample random sampling, primary and secondary data. The results obtained that Beloso fish growth pattern in negative allometric equation W = 0,0022L2,006. The average of first caught size of Beloso fish (L50%) was 330 mm. L? obtained by 693 mm and ½ L? value of 346 mm. The largest percentage of male Beloso fish level gonad maturity contained in the GML II that is 35.59 % while the percentage of female Beloso fish are most at GML IV is 61.90 %. IKG small for males ranged from 0,071% to 2,558% and females ranging from 0.42% to 1.86%. The value r = 0.947 for a long relationship with fecundity, r = 0.982 to severe ties with fecundity. The highest value of Catch per Unit Effort (CPUE) was on December 21, 2015 i.e 967 kg/vessel and the lowest was on December 22, 2015 i.e 187 kg/vessel and prone to fluctuation. Management efforts to can doing the availability of fish Beloso maintained that oversees the use of nets cantrang with size (mesh size) in accordance with Ministry of Marine and Fisheries No. 02 of 2011 that the mesh sizes permitted cantrang is larger than 2 inches.
ANALISIS KELIMPAHAN, POLA DISTRIBUSI, DAN NISBAH KELAMIN KERANG KIJING (ANODONTA WOODIANA) DI INLET DAN OUTLET DANAU RAWAPENING JAWA TENGAH Astari, Findiani Dwi; Solichin, Anhar; Widyorini, Niniek
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 7, No 2 (2018): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rawapening merupakan salah satu perairan air tawar yang banyak dihuni oleh Kerang Kijing (Anodonta woodiana), namun kondisi ekologi Rawapening yang terus menurun menyebabkan terganggunya kelangsungan hidup Kerang Kijing yang ada di dalamnya, sehingga berpengaruh pada jumlah populasinya. Penelitian mengenai analisis kelimpahan, pola distribusi, dan nisbah kelamin Anodonta woodiana secara umum di Danau Rawapening masih kurang diketahui. Banyaknya materi baik organik maupun anorganik yang masuk ke Danau Rawapening yang berasal dari kegiatan masyarakat sekitar danau kemungkinan menjadi dampak pada populasi tersebut. Penelitian tersebut dilaksanakan pada bulan Oktober 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, pola distribusi, dan nisbah kelamin Kerang Kijing di inlet dan outlet Danau Rawapening. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan metode makroskopis di dalam pengamatan nisbah kelamin sampel. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan rumus kelimpahan populasi, Indeks Morishita untuk mengetahui pola distribusi kerang berdasarkan ukuran panjang digunakan uji Analysis of Variance, dan uji Chi-Square untuk mengetahui nisbah kelamin kerang. Hasil penelitian bahwa rataan kelimpahan  populasi pada stasiun I (inlet) DAS Rengas 3,11 ind/m²; stasiun II (inlet) DAS Ringis 7,44 ind/m²; stasiun III (outlet) DAS Kedungringin 9,67 ind/m². Angka rataan Indeks Morishita dari seluruh stasiun pengamatan kurang dari 1 (Id < 1) sehingga dapat dikatakan pola distribusi Kerang Kijing di 3 stasiun seragam. Hasil perhitungan nisbah kelamin dengan menggunakan uji Chi-Square yaitu nilai hitung X2 0,986 sehingga dapat dikatakan nisbah kelamin jantan dan betina kerang Anodonta woodiana pada tiga stasiun pengamatan tidak berbeda secara nyata (P<0,05).  Rawapening is one of freshwater habitat for swan mussel (Anodonta woodiana), but Rawapening ecological state is now threatening swan mussel that lives there, dropping its population. Research about abundance, distribution pattern, and sex ratio of Anodonta woodiana is still less known for many people. Organic and anorganic materials from people?s activity around the area that go into Rawapening Lake may have an impact of swan mussel population. This research held on October 2017. This research intend to know about abundance, distribution pattern, and sex ratio of swan mussel in inlet and outlet of Rawapening Lake. Method used for this research is descriptive method with approach of case study and macroscopic method for sex ratio sample. Data from research analyzed using abundance equation, Morishita Index for distribution pattern of swan mussel based on length using Analysis of Variance, and Chi-Square test for sex ratio. The result is abundance of swan mussel in station I (inlet) Rengas Watershed is 3,11ind/m²; station II (inlet) Ringis Watershed is 7,44 ind/m²; station III (outlet) Kedungringin Watershed is 9,67 ind/m². Average number of Morishita Index from all observation station is less than 1 (Id < 1) then it can be said that distribution pattern in all 3 observation station are similar. Calculation result for sex ratio with Chi-Square Test is that X2 0,986 then it can be said that sex ratio for male and female Anodonta woodiana in three station are not significantly different (P<0,05). 
VALUASI EKONOMI KEGIATAN PARIWISATA DI PANTAI CAHAYA DAN PANTAI SENDANG SIKUCING KENDAL ECONOMIC VALUATION OF TOURISM ACTIVITIES IN CAHAYA BEACH AND SENDANG SIKUCING BEACH KENDAL Marwulandari, Riyani; Saputra, Suradi Wijaya; Solichin, Anhar
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 8, No 2 (2019): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPantai Cahaya dan Pantai Sendang Sikucing terletak di Desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal. Potensi pariwisata dari Pantai Cahaya dan Pantai Sendang Sikucing meningkatkan nilai tambah bagi sumberdaya alam dan lingkungan tersebut yang menarik minat wisatawan. Nilai ekonomi dari pariwisata dapat diukur dengan banyaknya jumlah pengunjung. Salah satu cara untuk mengetahui nilai ekonomi dari pariwisata adalah dengan valuasi ekonomi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik wisatawan dan valuasi ekonomi. Penelitian dilakukan pada bulan November-Desember 2018. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan pengumpulan data dengan bantuan kuesioner. Teknik sampling menggunakan convenience sampling yang dibagikan kepada 100 responden pengunjung, sedangkan analisis valuasi ekonomi biaya perjalanan menggunakan pendekatan Travel Cost Method. Karakteristik wisatawan Pantai Cahaya dengan persentase berusia 20-40 tahun 47%, pelajar/mahasiswa 34%,banyaknya kunjungan 2-3 kali per tahun, lama wisata 1-5 jam, berasal dari luar Kabupaten Kendal 59%, jarak tempuh dari tempat asal >20 km dan alat transportasi mobil sebesar 38%. Karakteristik wisatawan yang Pantai Sendang Sikucing dengan persentase usia 20-40 tahun 49%, pelajar/mahasiswa 41%, banyaknya kunjungan >8 kali per tahun, lama wisata 1-5 jam, berasal dari Kabupaten Kendal 66%, jarak tempuh >20 km dan menggunakan alat transportasi motor sebesar 55%. Nilai ekonomi pariwisata Pantai Cahaya sebesar Rp 18.606.970.047,00/tahun, sedangkan nilai ekonomi pariwisata Pantai Sendang Sikucing sebesar Rp 3.259.683.684,00/tahun. ABSTRACT Cahaya beach and Sendang Sikucing beach located in Sendang Sikucing village, Rowosari Sub-Regency, Kendal Regency. The tourism potential of Cahaya Beach and SendangSikucing Beach increases the value of these natural and environmental resources and attracts tourists. The economic value of tourism can be measured by the large number of visitors. One way to find out the economic value of tourism is with economic valuation.The purpose of this research are to find out the tourist characteristic and economic valuation. This research was conducted on November-December 2018. It used a descriptive method and collecting data by using questionnaires. Sampling technique used convenience sampling distributed to 100 visitors as the respondents while the economic valuation of travel cost analysis used the Travel Cost Method approach. The visitors? characteristics of Cahaya beach with a percentage of ages 20-40 years old 47%, students/college students 34%, the number of visits 2-3 times/years, fo 1-5 hours/visit, who come from outside the Kendal regency 59%, with mileage from their home about >20 km and using car transportation 38%. The visitors? characteristics of Sendang Sikucing beach with a percentage of ages 20-40 years old 49%, students/college students 41%, the number of visits >8 times/years, for 1-5 hours/visit, who come from Kendal regency 66%, with mileage from their home about >20 km and using motorcycle 55%.The economic value of tourism in Cahaya beach is Rp. 18.606.970.047,00/year while Sendang Sikucing beach is Rp. 3.259.683.684,00/year.
ASPEK BIOLOGI IKAN TIGAWAJA (JOHNIUS SP.) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAWANG KABUPATEN KENDAL Anggraeni, Syiva Nur; Solichin, Anhar; Widyorini, Niniek
Journal of Management of Aquatic Resources VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah yang berada di pesisir utara Laut Jawa. TPI Tawang merupakan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) terbesar di Kabupaten Kendal. Salah satu jenis ikan demersal yang tertangkap di TPI Tawang adalah ikan Tigawaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek biologi Ikan Tigawaja yang didaratkan di TPI Tawang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2016. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive  sampling. Hasil penelitian yang dilakukan pada Ikan Ikan Tigawaja sebanyak 390 ekor. Ukuran panjang Ikan Tigawaja dengan kisaran 10,5 cm ? 20,9 cm. Pertumbuhan bersifat allometrik negatif dengan nilai b sebesar 2,8559. Faktor kondisi yang diperoleh sebesar 0,94 yang tergolong dalam ikan pipih. ukuran pertama kali tertangkap (L50%) adalah 16,4 cm. Tingkat kematangan gonad Ikan Tigawaja jantan didominasi oleh TKG II, sedangkan Tingkat Kematangan gonad Ikan Tigawaja betina didominasi oleh TKG III. Indeks kematangan gonad terendah pada Ikan Tigawaja jantan 0,154% dan tertinggi 0,465%, sedangkan nilai IKG terendah pada Ikan Tigawaja betina 0,56% dan tertinggi 8,82%. Ikan Tigawaja jantan dan betina pertama kali matang gonad (Lm) berukuran masing-masing sebesar 18 cm  dan 17,5 cm, artinya Ikan Tigawaja betina lebih cepat matang dari Ikan Tigawaja jantan. Fekunditasnya berkisar antara 15.500 ? 44.148 butir dan sebaran nilai diameter telur berkisar dari 0,05 mm ? 0,45 mm. Kata Kunci ; Ikan Tigawaja (Johnius sp), Aspek biologi, Perairan Kendal. ABSTRACT Kendal is one area which is on the north coast of Java Sea. The biggest fish auction place in Kendal Regency is Tawang Fish Auction (TPI Tawang). One of kind of demersal fish that caught in TPI Tawang is Croackers Fish. Biological aspect is needed to manage the resources of Croackers Fish. The porpose of this study is to found out the biological aspects of Croackers Fish Landed in Tawang Fish Auction Market. The research did in Juny 2016. The method used in this research is survey method. The sampling was taken by using Purposive sampling. From the research on 390 fish. the length size of Croackers Fish range from 10,5 cm ? 20,9 cm. The growth of served was negative allometric with value of b 2,8859. The condition factor of 0,94 are flat fish. size of the first captured fish (L50%) was 16,4 cm. The Gonad Maturity Level of male Croackers Fish was dominated by TKG II, while for female of Croackers was dominate by TKG III. The lowest Gonad Maturity Index  for male of Croackers Fish was 0,154% dan the hightest was 0,456, while foe female fish the lowest Gonad Maturity Index was 0,56% and the highest was 8,82%. For both  male and female fish, first mature gonad was obtained 18 cm and 17,5 cm, it means that the female of Croackers Fish was mature faster than the male. The fecundity ranged from 15.500-44.148 item and variance of diameter value range from 0,05 mm ? 0,45 mm.  Key Word; Croackers (Johnius sp), Biological Aspects, Kendal Waters.