Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Jurnal Agrotek Tropika

KAJIAN JENIS DAN POPULASI TIKUS DI PERKEBUNAN NANAS PT GREAT GIANT FOOD TERBANGGI BESAR, LAMPUNG TENGAH Husein, Ahmad Aziz Alfi; Solikhin, Solikhin; Wibowo, Lestari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.375 KB) | DOI: 10.23960/jat.v5i2.1832

Abstract

Kajian jenis dan populasi tikus merupakan tahapan dasar yang sangat penting sebelum dilakukannya manajemen pengendalian hama. Informasi yang diperoleh dapat menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan strategi pengendalian tikus yang efektif. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari jenis dan populasi tikus, serta intensitas serangan tikus di perkebunan nanas PT Great Giant Food (GGF). Penelitian dilakukan di perkebunan nanas PT GGF Terbanggi Besar, Lampung Tengah pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan teknik survei purposive sampling dengan empat blok kebun yang dipilih sebagai sampel yaitu blok kebun yang berbatasan dengan perkebunan tebu PT GMP, berdekatan dengan gedung dan kantor, berdekatan dengan desa, dan blok kebun yang jauh dari perbatasan maupun gedung. Penelitian dilakukan menggunakan metode perangkap (trapping), berbentuk persegi panjang dengan ukuran p x l x t = 30 cm x 20 cm x 15 cm. Jumlah tikus terperangkap dan intensitas serangan dianalisis nilai tengah standar errornya. Populasi relatif dihitung dari presentase setiap jenis di tiap blok, sedangkan nisbah kelamin dihitung dengan membandingkan jumlah jantan/betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis tikus yaitu Rattus argentiventer dan Rattus exulans. Populasi relatif tikusspesies Rattus argentiventer yaitu 66,7% sedangkan spesies Rattus exulans yaitu 33,3%. Intensitas serangan tikus tertinggi terdapat pada blok kebun yang berbatasan dengan perkebunan tebu PT GMP 0,68% dan intensitas serangan tikus terendah pada blok kebun yang jauh dari perbatasan dan bangunan 0,22%.
VIRULENSI BEBERAPA ISOLAT METARHIZIUM ANISOPLIAE TERHADAP WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius F.) DI LABORATORIUM Perwira, Panji; Purnomo, Purnomo; Solikhin, Solikhin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.578 KB) | DOI: 10.23960/jat.v4i2.1860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pertumbuhan, viabilitas serta kerapatan dari beberapa isolatMetarhizium anisopliae dan mempelajari pengaruh aplikasi Metarhizium anisopliae terhadap mortalitas Leptocorisa oratorius F. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan dan Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Bidang Proteksi Tanaman JurusanAgroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada akhir tahun 2013 (Tahap I) dan dilanjutkan pada awal tahun 2015 (Tahap II). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : Tidak terdapat perbedaan viabilitas spora M. anisopliae yang nyata antar 5 isolat asal Tegineneng, Trimurjo, Gadingrejo, Bantul dan UGM; Kerapatan isolat asal UGM adalah 2,31 x 10 9 spora/ml, lebih tinggi dibandingkan dengan isolat asal Gadingrejo, Bantul, Tegineneng dan Trimurjo; IsolatM. anisopliae asal Tegineneng mampu membunuh walang sangit (Leptocorisa oratorius F.) hingga  44,67%. Isolat lain memiliki kemampuan lebih rendah dibandingkan isolat asal Tegineneng.
POPULASI NEMATODA Radopholus DAN Pratylenchus PADA TANAMAN KOPI ROBUSTA BERBEDA UMUR DI TANGGAMUS, LAMPUNG Hasanah, Septia; Swibawa, I Gede; Solikhin, Solikhin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.55 KB) | DOI: 10.23960/jat.v4i3.1855

Abstract

Nematoda Radopholus sp. dan Pratylenchus sp. diindikasikan telah menyerang perkebunan kopi di Kabupaten Tanggamus. Oleh karena itu, saat ini terus dilakukan penelitian tentang populasi nematodaRadopholus sp. danPratylenchussp. Penelitianyang bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur tanaman terhadap tingkat serangan dan populasi nematoda Radopholus sp. danPratylenchus sp. pada kopi robusta di Tanggamus telah dilakukan pada bulan Mei sampai November 2015. Penelitian menggunakan metode survei acak bertingkat untuk menetapkan sampel tanaman kopi di Kecamatan Pulau Panggung dan Kecamatan Air Naningan. Ekstraksi nematoda dilakukan terhadap tanah dan akar tanaman kopi. Hasil penelitian menunjukkan baik di Kecamatan Pulau Panggung maupun di Air Naningan, tingkat kerusakan akar karena serangan nematodadipengaruhi oleh umur tanaman, kerusakan akar lebih tinggi pada tanaman tua. Populasi nematoda tidak dipengaruhi oleh umur tanaman kopi.
PENGARUH PENGOLAHAN TANAH DAN PEMULSAAN TERHADAP KELIMPAHAN NEMATODA PARASIT TUMBUHAN DI LAHAN PERKEBUNAN TEBU MENJELANG PANEN PERIODE RATOON II PT GMP Bramsista, Gede Adi; Swibawa, I Gede; Solikhin, Solikhin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.249 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i3.1966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pengolahan tanah dan pemulsaan terhadap kelimpahan nematoda parasit tumbuhan pada pertanaman tebu periode ratoon II. Penelitian dilaksanakan di PT Gunung Madu Plantations (GMP) Lampung Tengah dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung dari bulan Juni 2013 sampai dengan Desember 2013. Rancangan petak terbagi (split plot design) dengan lima kelompok diterapkan pada plot percobaan jangka panjang yang dimulai tahun 2010 pada lahan seluas 2 ha. Petak utama adalah sistem olah tanah dan anak petak adalah pemulsaan. Sistem olah tanah terdiri dari dua perlakuan yaitu olah tanah intensif dan tanpa olah tanah, sedangkan pemulsaan terdiri dari tanpa mulsa dan pemberian mulsa bagas 80 ton ha -1 . Sampel tanah diambil ketika tebu Ratoon II berumur 10 bulan, nematoda diekstraksi menggunakan metode penyaringan dan sentrifugasi dengan larutan gula, nematoda diidentifikasi sampai pada tingkat genus berdasarkan ciri morfologinya. Berdasarkan hasil ekstrasi sampel tanah, ditemukan 17 genus nematoda yang terdiri dari 11 genus nematoda parasit tumbuhan dan 6 genus nematoda hidup bebas. Dari 11 genus nematoda parasit tumbuhan, 3 genus yang dominan adalah genus Hoplolaimus, Hemicriconemoides dan Xiphinema ditemukanpada pertanaman tebu periode ratoon-II berumur 10 bulan setelah tanam. Perlakuan pengolahan tanah mempengaruhi kelimpahan nematoda Hoplolaimus dan nematoda Meloidogyne, sedangkan perlakuan pemulsaan tidak nyata berpengaruh. Kelimpahan nematoda Hoplolaimus pada perlakuan tanpa olah tanah (TOT) mencapai 114,69 individu per 300 cc tanah lebih tinggi dibandingkan dengan kelimpahan nematoda ini pada perlakuan olah tanah intensif (OTI) yaitu 79,09 individu per 300 cc tanah. Kelimpahan nematoda Meloidogyne pada perlakuan TOT yaitu 1,15 individu per 300 cc tanah lebih tinggi dibandingkan dengan pada perlakuan (OTI) yaitu 0,00 individu per 300 cc tanah.
PENGARUH PENGOLAHAN TANAH DAN PEMBERIAN MULSA TERHADAP POPULASI NEMATODA PARASIT TUMBUHAN DARI AKAR DAN TANAH PADA PERTANAMAN TEBU RATOON-III Lestari, Ni W. D.; Swibawa, I Gede; Solikhin, Solikhin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v3i2.2005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sistem pengolahan tanah dan pemulsaan pada tanaman tebu terhadap populasi nematoda parasit tumbuhan ketika pertanaman periode ratoon-III. Penelitian dilaksanakan di lahan pertanaman tebu milik PT Gunung Madu Plantations (GMP), Lampung Tengah dari bulan Maret sampai dengan September 2014. Satuan percobaan berupa petak 25 m x 40 m disusun menggunakan rancangan petak terbagi (split plot design) dengan lima kelompok. Sistem olah tanah sebagai petak utama terdiri dari dua taraf yaitu tanpa olah tanah dan olah tanah intensif, sementara pemulsaan sebagai anak petak terdiri dari pemberian mulsa bagas 80 ton/ha dan tanpa mulsa. Sampel tanah dan akar diambil ketika tebu berumur 7 dan 10 bulan, nematoda dari tanah diekstraksi dengan metode penyaringan dan sentrifugasi menggunakan larutan gula, sementara nematoda dari akar diekstraksi menggunakan metode Baermann yang dimodifikasi. Nematoda diidentifikasi sampai pada tingkat genus berdasarkan ciri morfologinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 19genus nematoda parasit tumbuhan yang berasosiasi dengan pertanaman tebu di PT GMP. Populasi seluruh nematoda dan tiap genus parasit tumbuhan tidak dipengaruhi oleh perlakuan olah tanah dan pemulsaan ketika tebu berumur 7 bulan, kecuali genus Tylenchus dan Paratylenchus yang dipengaruhi sistem olah tanah. Populasi seluruh nematoda dan beberapa parasit tumbuhan dipegaruhi secara independen oleh perlakuan olah tanah dan pemulsaan ketika tebu umur 10 bulan. Ketika tebu berumur 10 bulan populasi seluruh nematoda lebih tinggi pada lahan tanpa olah tanah daripada lahan dengan olah tanah intensif. Populasi seluruh nematoda pada lahan yang diberi mulsa lebih tinggi daripada lahan tanpa mulsa. Populasi genus Helicotylenchus lebih tinggi pada lahan dengan olah tanah intensif, tetapi genus Tylenchus, Hoplolaimus, Xiphinema, Tricodorus, dan Criconemella lebih tinggi pada lahan tanpa olah tanah. Populasi genus Hemicriconemoides lebih tinggi pada lahan dengan mulsa, tetapi genus Radopholus lebih tinggi pada lahan tanpa mulsa.
PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA FERMENTASI EKSTRAK BIJI MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP MORTALITAS HAMA KEONG EMAS (Pomacea sp.) DI RUMAH KACA Septiana, Lia; Solikhin, Solikhin; Hariri, Agus M.
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.992 KB) | DOI: 10.23960/jat.v4i2.1862

Abstract

Penelitian inibertujuan untuk mempelajari pengaruh taraf konsentrasi dan lama fermentasi ekstrak biji mahkota dewa terhadap mortalitas keong emas dan mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi dan lama fermentasi ekstrak biji mahkota dewa terhadap mortalitas keong emas. Penelitian ini dilakukandi rumah kaca, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung pada bulan Agustus - Oktober 2015. Penelitian disusun dengan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial 2 faktor (4 x 3). Faktor pertama adalah perlakuan konsentrasi ekstrak biji mahkota dewa yaitu 0% (K 0 ), 0,5% (K 1 ), 1% (K 2 ), 1,5% (K 3 ). Faktor kedua adalah lama fermentasi ekstrak biji mahkota dewa yaitu fermentasi 5 hari (F 5 ), fermentasi 7 hari (F 7 ), dan fermentasi 9 hari (F 9 ). Data diolahdengan program statistikMicrosoft Excel 2007. Homogenitas data diuji dengan Uji Bartlett, dan aditifitasnya diuji dengan Uji Tukey kemudian dilakukan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara konsentrasi dan lama fermentasi ekstrak biji mahkota dewa yang menyebabkan mortalitas keong emas sebesar 22,5 - 100%. Aplikasi ekstrak biji mahkota dewa pada konsentrasi K 3 (1,5%) dan lama fermentasi F 9 (9 hari) menyebabkan mortalitas keong emas 100% pada 1 hari setelah aplikasi.
TOKSISITAS EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria papuena Warb.) TERHADAP ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) DI LABORATORIUM R.S., Irvan Zestyadi; Solikhin, Solikhin; Yasin, Nur
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.708 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i1.2528

Abstract

Dalam budidaya tanaman, salah satu kendala utama yang menjadi penghambat produksi baik secara kualitas maupun kuantitas adalah adanya serangan organisme pengganggu tanaman. Salah satu hama yang menyerang budidaya tanaman adalah ulat grayak (Spodoptera litura F.). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui toksistas ekstrak buah mahkota dewa (Phaleria papuena Warb.) terhadap ulat grayak (Spodoptera litura F.). Penelitian ini menggunakan 6 perlakuan ekstrak buah mahkota dewa. Pada setiap satuan percobaan digunakan 15 ekor ulat grayak yang dipapari ekstrak buah mahkota dewa. Perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi ekstrak buah mahkota dewa yang terdiri atas 6 taraf konsentrasi, yaitu 0%, 1%, 5%, 10%, 20%, 30%. Untuk memperoleh nilai LC 50 data mortalitas yang diperoleh pada uji toksisitas ekstrak buah mahkota dewa (Phaleria papuena Warb.) terhadap ulat grayak(Spodoptera litura F.) dilakukan analisis probit dengansoftware menggunakan SPSS v23for windows.Nilai LC 50 ditentukan pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah mahkotadewa dapat mematikan ulat grayak. Nilai LC 50 ekstrak buah mahkota dewa terhadap larva Spodoptera litura F. yaitu 7,98% pada 8 hari setelah aplikasi. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak buah mahkota dewa yang digunakan maka akan semakin cepat dalam mematikan ulat grayak, semakin tinggi konsentrasi ekstrak buah mahkota dewa LT 50 -nya semakin rendah.
PENGARUH VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) DAN JENIS KELAMIN KEONG EMAS (Pomacea sp.) TERHADAP DAYA RUSAK KEONG EMAS PADA TANAMAN PADI Wijayanti, Rani; Wibowo, Lestari; Solikhin, Solikhin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.713 KB) | DOI: 10.23960/jat.v4i2.1863

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Terdapat beberapa kendala yang mengganggu pada budidaya tanaman padi, salah satu diantaranya adalah keong emas. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh varietas padi terhadap daya rusak keong emas pada tanaman padi, mempelajari pengaruh jenis kelamin keong emas terhadap daya rusaknya pada tanaman padi, dan mempelajari pengaruh interaksi varietas dan jenis kelamin keong emas terhadap daya rusaknya pada tanaman padi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Proteksi TanamanGadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Bahan yang digunakan adalah keong emas jantan, keong emas betina, varietas Ciherang, dan varietas lokal (padi ketan putih). Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (2 x 4). Faktor pertama adalah varietas padi terdiri atas varietas Ciherang dan lokal. Faktor kedua adalah jenis kelamin keong emas terdiri atas tanpa keong emas, dua ekor keong emas jantan, dua ekor keong emas betina, dan keong emas jantan dan betina yang diulangsebanyak 3 kali. Data penelitian dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) varietas padi tidak berpengaruh terhadap daya rusak keong emas pada tanaman padi, (2) perbedaan jenis kelamin keong emas jantan dan betina tidak menyebabkan perbedaan intensitas kerusakan tanaman padi, dan intensitas kerusakan yang terjadi sebesar 84,17%, (3) tidak ada interaksi antara varietas padi dan jenis kelamin keong emas terhadap daya rusaknya pada tanaman padi.
PENGARUH PENGOLAHAN TANAH DAN PENGELOLAAN GULMA TERHADAP POPULASI NEMATODA PARASIT TUMBUHAN PADA TANAMAN UBI KAYU DI KEBUN PERCOBAAN FAKULTAS PERTANIAN UNILA Wati, Widiana Eka; Swibawa, I Gede; Solikhin, Solikhin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.788 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i3.1963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sistem olah tanah dan pengelolaan gulma serta interaksinya terhadap populasi nematoda parasit tumbuhan pada pertanaman ubi kayu. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Lapangan Terpadu Universitas Lampung dari bulan April sampai dengan Oktober 2014. Satuan percobaan berupa petak 4 m x 4 m dirancang menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial (2x2) dengan sistem olah tanah sebagai faktor pertama dan pengelolaan gulma sebagai faktor kedua, dengan empat ulangan (kelompok). Sistem olah tanah terdiri dari dua taraf, yaitu olah tanah minimum dan olah tanah intensif. Pengelolaan gulma terdiri dari 2 taraf, yaitu gulma dikendalikan dengan aplikasi herbisida dengan bahan haktif glfosat dan 2,4 D dan gulma dikendalikan secara manual tanpa aplikasi herbisida. Sampel tanahdiambil ketika ubi kayu berumur 0 bulan sebelum tanam (0 BST) dan 3 bulan setelah tanam (3 BST). Nematoda diekstraksi menggunakan metode penyaringan dan sentrifugasi menggunakan larutan gula, kemudian diidentifikasi sampai pada tingkat genus berdasarkan ciri morfologinya. Hasil penelitian menunjukan bahwa populasi seluruh nematoda dan nematoda parasit tumbuhan dipengaruhi oleh perlakuan sistem olah tanah ketika tanaman ubi kayu berumur 0 BST, tetapi populasi tersebut tidak dipengaruhi perlakuan olah tanah ketika tanaman ubi kayu berumur 3 BST. Populasi genus Radopholus dipengaruhi olehperlakuan sistem olah tanah ketika tanaman ubi kayu berumur 0 BST, dan populasi genus Hoplolaimus dipengaruhi oleh perlakuan sistem olah tanah ketika tanaman ubi kayu berumur 3 BST. Populasi seluruh nematoda, nematoda parasit tumbuhan, dan genus nematoda parasit tumbuhan tidak dipengaruhi oleh perlakuan pengelolaan gulma dan interaksinya dengan perlakuan sistem olah tanah baik ketika tanaman ubi kayu berumur 0 BST maupun ketika tanaman ubi kayu berumur 3 BST.
TOKSISITAS EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechu L.) TERHADAP ULAT KROP KUBIS (Crocidolomia pavonana F.) DI LABORATORIUM Rikardo, Kalbi; Solikhin, Solikhin; Yasin, Nur
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 1 (2018): JAT Vol.6 (1) 2018
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.12 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i1.2532

Abstract

Ulat krop kubis (Crocidolomia pavonana F.) merupakan salah satu jenis hama yang menimbulkan masalah pada pertanian kubis. Penggunaan insektisida kimia dengan konsentrasi tinggi serta interval penyemprotan yang sering dapat menyebabkan efek residu pestisida. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama adalah tanaman pinang. Bagian dari tanaman pinag yang paling banyak digunakan sebagai insektisida nabati yaitu biji pinang muda(Areca catechu L.). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui toksisitas ekstrak biji pinang (Areca catechu L.) terhadap mortalitas ulat krop kubis (Crocidolomia pavonana. Konsentrasi larutan ekstrak biji buah pinang yang digunakan sebagai konsentrasi uji toksisitas lanjutan adalah 30%, 20%, 10%, 5%, 1%, 0.8%, 0.6%, 0.4%, 0.2 dan 0%. Data dari uji daya racun dianalisis dengan analisis probit menggunakan Software SPSS version 23 for windows. Nilai toksisitas LC 50 ekstrak biji buah pinang ditentukan pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Ekstrak biji buah pinang dapat mematikan ulat Crocidolomia pavonana F; (2) Ekstrak biji buah pinang mempunyai nilai LC 50 sebesar 1.17% untuk ulat Crocidolomia pavonana F; (3) Semakin tinggi konsentrasi ekstrak biji buah pinang maka semakin cepat mematikan ulat Crocidolomiapavonana F.