Irman Somantri
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA

PENGARUH FAKTOR DEMOGRAFI TERHADAP QUALITY OF NURSING WORK LIFE (QNWL) PERAWAT RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH BANDUNG Puspita, Asih Purwandari W; Susilaningsih, F Sri; Somantri, Irman
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 3, No 1 (2017): Vol 3, No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v3i1.7475

Abstract

Perawat sebagai SDM dengan jumlah terbanyak di rumah sakit,mempunyai peranan penting dalam pencapaian tujuan dan kualitas rumah sakit. Untuk bisa mencapai tujuan rumah sakit memerlukan perawat yang memiliki komitmen organisasi dan kinerja yang baik, Quality of Nursing Work Life (QNWL) adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi komitmen dan kinerja perawat. Permasalahan perawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung (RSMB) terindikasi memiliki Quality of Nursing Work Life (QNWL) kurang baik yang berdampak pada kurang baiknya komitmen dan kinerja perawat. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut terkait QNWL perawat RSMB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran QNWL perawat RSMB, mengetahui gambaran demografi beserta pengaruhnya terhadap QNWL perawat RSMB Penelitian deskriptif cross- sectional survey ini, melibatkan 94 perawat yang diambil dengan cara kuantitatif. Data dikumpulkan dengan kuesioner, dan dianalisis menggunakan uji non-parametrik Mann Whitney. Penelitian ini dilakukan pada akhir bulan Januari 2017 di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung. ‘Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perawat di RSMB memiliki nilai QNWL secara keseluruhan dan dimensi-dimensi QNWL yang berada dalam kategori baik. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa tiga faktor demografi berpengaruh signifikan terhadap QNWL perawat, yaitu: faktor jenis kelamin (p=0.04), umur (p=0.006) dan lama bekerja sebagai perawat (p=0.009). Sedangkan, dari segi status pernikahan (p=0.71), tingkat pendidikan (p=0.71) dan lama bekerja sebagai perawat di RSMB (p=0.173) tidak berpengaruh signifikan. Implikasi penelitian ini adalah perlu adanya upaya perbaikan komponenkomponen dan faktor-faktor QNWL yang masih bermasalah. Kunci utama terletak pada upaya penerapan sistem penilaian kinerja perawat yang dihubungkan dengan jenjang karir perawat dan sistem penggajian perawat. ABSTRACTNurses as the highest number of human resources in hospital have an important role in achieving the goals and qualities of hospital. In order to achieve the goals, hospitals require nurses who are committed to the organization and have a good performance. Quality of Nursing Work Life (QNWL) is one of the important factors which affect the nurses’ organizations’ commitment and performance. The problem of nurses at Muhammadiyah Hospital Bandung (RSMB) can be identified from the low number of nurses’ QNWL which affect the nurses’ commitment and performance. Therefore, further researches related to QNWL in RSMB nurses are needed. This study aimed to investigate the nurses’QNWL in RSMB, discover demographic factors and its influence on nurses’ QNWL in RSMB. This descriptive cross-sectional survey was conducted on 94 nurses taken by a quantitative manner. The Data were collected through questionnaire and analyzed using non-parametric test of Mann Whitney. This research was conducted at the end of January 2017 at Muhammadiyah Hospital Bandung.The results of this research showed that nurses at Muhammadiyah Hospital Bandung overall have a good level of Quality of Nursing Work Life (QNWL) in each dimensions. The results also showed that three demographic factors significantly influence QNWL of nurses, which are gender (p = 0:04), age (p = 0.006) and length of work as a nurse (p = 0.009). Meanwhile, there is no significant relationship in terms of marital status (p= 0.71), educational level (p= 0.71) and length of work as nurses in RSMB (p=0.173). The implication of this research is the need to improve the problematic components dan factors of QNWL. The main key lies in promoting the evaluation performance system linked to the nurses’ career development opportunities and nurses’ salary.
GAMBARAN PELAKSANAAN KEGIATAN KEBERSIHAN TANGAN OLEH PETUGAS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT DUSTIRA CIMAHI Ningsih, Shely Silfia Ratna; Noprianty, Richa; Somantri, Irman
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 3, No 1 (2017): Vol 3, No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v3i1.7486

Abstract

ABSTRAKKeselamatan pasien merupakan variabel untuk mengukur dan mengevaluasi kualitas pelayanan keperawatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mencegah infeksi rumah sakit dengan menjaga kebersihan tangan dengan teknik enam langkah dan lima momen di rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan kebersihan tangan oleh petugas kesehatan di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam Pria Rumah Sakit Dustira Cimahi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan metode observasional. Sampel penelitian ini berjumlah 288 kali pengamatan kegiatan oleh petugas kesehatan (dokter, perawat dan mahasiswa praktek) yang terbagi pada shift pagi dan shift sore dengan 84 pengamatan, dan shift malam berjumlah 120 kali pengamatan. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dengan menggunakan work sampling. Hasil menggambarkan bahwa : 1) sebelum kontak dengan pasien sebagian besar hand hygiene tidak dilakukan oleh mahasiswa yaitu sebesar 89,8 % pada shift malam, 2) sebelum tindakan terhadap pasien sebagian besar hand hygiene tidak dilakukan oleh mahasiswa sebanyak 89,8% pada shift malam, 3) sesudah kontak dengan pasien sebagian besar kegiatan hand hygiene dilakukan tidak sempurna oleh dokter sebanyak 75% pada shift sore, 4) sesudah kontak dengan cairan tubuh pasien sebagian besar hand hygiene dilakukan tidak sempurna oleh mahasiswa sebanyak 82,4% pada shift pagi, dan 5) sesudah kontak dengan lingkungan pasien sebagian besar hand hygiene dilakukan tidak sempurna oleh dokter sebanyak 75% pada shift sore. Berdasarkan hasil observasi, ketidak patuhan pelaksanaan kegiatan kebersihan tangan disebabkan karena media yang digunakan kurang memadai seperti campuran air pada sabun yang terlalu banyak, tisu yang jarang tersedia, antiseptik berbasis alkohol murni sehingga menimbulkan bau yang menyengat dan terasa panas ditangan serta lengket. Disarankan bagi pihak rumah sakit untuk memperhatikan kembali sarana dan prasarana untuk menunjang kebersihan tangan dan bagi petugas kesehatan disarankan untuk membaca kembali standar operasional prosedur (SOP) dari setiap tindakan yang akan dilakukan, karena setiap tindakan yang dilakukan ada SOP untuk mencuci tangan. ABSTRACTPatient safety is a variable for measuring and evaluating the quality of nursing services. One of the effort that should be done is to prevent hospital infections with hand hygiene using six-step hand hygiene technique and five moments at the hospitalization rooms. This study aims to describe the implementation of hand hygiene practice by healthcare provider in patient safety activities atmale medical ward on Dustira Cimahi Hospital. The study was a descriptive exploratory with the observational method. The research sample numbering 288 times observation activities from health workers (doctors, nurses, and students college) that divided on the morning shift totaling 84 observation activities, totaling 84 observations afternoon shift and night shift activities amounted to 120 times the observation activities. The instrument of this study using observation tool which contains a table check list on the implementation of hand hygiene by using work sampling.The overall results describe that: 1) not doing hand hygiene activities before making contact with the patient, were 89,8% for college students at the night shift, 2) before taking action at the patient most of the hand hygiene activities were not done 89,8% for college students in night shift, 3) after making contact with the patient, most of the hand hygiene activities were not perfect carried out, 75% for doctors in the afternoon shift, 4) after making contact with patients body fluids most of the hand hygiene activities were not done 82,4% for the college students in the morning shift, and 5) after making contact with the patients environment most of the hand hygiene activities were not perfect carried out, 75% for doctors in the afternoon shift. Based on the observation, disobedience on implementation of hand hygiene due to insufficient media used liketoo much water in the mixture of water and soap, tissue is rarely available, pure alcohol-based hand rub is causing bad smell, hot at the skin and sticky hands. It is advised for the hospital to pay attention at infrastructure that support hand hygiene, and for health workers is advised to re-read the standard operating procedures (SOP) on any action to be performed, for every action there is SOP towash the hand.