Articles

Found 24 Documents
Search

PENGUASAAN MATERI AJAR GURU KIMIA DI SULAWESI TENGAH PASCA PENDAMPINGAN OLEH LPMP Putra, Erisda Eka; Liliasari, Liliasari; Sopandi, Wahyu
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains No 2 (2010): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XV
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v15i2.12187

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk melihat efektivitas program pendampingan yang dilakukan oleh LPMP dalam rangka meningkatkan kompetensi penguasaan materi ajar guru kimia SMA di Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan di Kota Palu dan melibatkan 16 orang guru kimia SMA Negeri yang mengajar kelas X. Materi ajar dibatasi pada Struktur Atom, Sistem Periodik dan Ikatan Kimia. Sebelum pendampingan guru diobservasi di kelas dan diberikan tes awal. Setelah kegiatan pendampingan selesai kepada guru diberikan tes akhir. Nilai gain ternormalisasi rata-rata dari hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kualitas penguasaan materi guru sebesar 0,55 (SD=0,29). Penyerapan tertinggi terjadi pada materi ajar Struktur Atom sebesar 0,65 (SD=0,25) dan penyerapan terendah 0,52 (SD=0,29) pada materi Sistem Periodik.Kata kunci: penguasaan materi ajar, guru kimia, pendampingan
ANALISIS KEBUTUHAN GURU KIMIA TERHADAP PROGRAM PELATIHAN PENINGKATAN KETERAMPILAN INKUIRI DAN SCAFFOLDING BERBASIS BLENDED LEARNING Purtadi, Sukisman; Permanasari, Anna; Sumarna, Omay; Sopandi, Wahyu
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 2, No 1: June 2014
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v3i1.3895

Abstract

Telah dilakukan analisis kebutuhan (need assessment) untuk melihat kebutuhan para guru kimia di SMA pada pelatihan untuk meningkatkan keterampilan inkuiri dan scaffolding. Analisis kebutuhan ini dilakukan untuk menjaring informasi mengenai kondisi guru dan harapan guru berkaitan dengan program pelatihan, penggunaan internet, metode pembelajaran inkuiri, dan program pelatihan yang akan dikembangkan. Analisis kebutuhan ini dilakukan dengan menggunakan angket yang disebarkan secara random pada guru SMA. Angket terdiri dari 52 butir pertanyaan terbuka dan semi-terbuka. Analisis dilakukan terhadap 24 angket yang terkumpul. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan guru mengenai inkuiri masih perlu ditingkatkan dengan proses pelatihan berbasis blended learning yang menekankan materi yang langsung dapat digunakan guru kimia di dalam kelas mereka. Hasil dari analisis ini dijadikan sebagai salah satu dasar dalam menyusun program pelatihan berbasis blended learning.Kata kunci: analisis kebutuhan, pelatihan, inkuiri, scaffolding, blended learning
KONTRIBUSI TINDAKAN KREATIF PADA PENGUASAAN KONSEP SISWA MELALUI PROBLEM-BASED LEARNING PADA KONTEKS PENGAWETAN APEL Azizah, Farisa Nur; Rosbiono, Momo; Sopandi, Wahyu
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v3i1.16029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh model PBL (Problem-based Learning) terhadap tindakan kreatif dan penguasaan konsep siswa serta kontribusi tindakan kreatif terhadap penguasaan kosep siswa dalam materi larutan penyangga. Penelitian ini menggunakan metode mix method. Subjek penelitian adalah 34 siswa di kelas XI yang diberikan pembelajaran model PBL. Lokasi penelitian dilakukan di salah satu SMA Negri Tasikmalaya. Data dikumpulkan menggunakan Lembar Pesertadidik (LKP), lembar observasi, tes soal pilihan berganda dan angket. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji statistik menggunakan IBM SPSS statistik 22. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dampak positif model PBL pada tindakan kreatif siswa. Perbedaan signifikan antara rata-rata skor pretest dan posttest penguasaan konsep (p = 0,000) menunjukkan PBL juga memberikan pengaruh positif terhadap penguasaan konsep siswa. Terdapat kontribusi tindakan kreatif sebesar 8,3% pada penguasaan konsep siswa. Siswa menunjukkan ketertarikannya dengan model PBL sehingga membantunya lebih memahami konsep larutan penyangga
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMA KELAS X PADA MATERI PERSAMAAN KIMIA DAN STOIKIOMETRI MELALUI PENGGUNAAN DIAGRAM SUBMIKROSKOPIK SERTA HUBUNGANNYA DENGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Zidny, Robby; Sopandi, Wahyu; Kusrijadi, Ali
Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia
Publisher : Masyarakat Pendidikan Kimia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada materi persamaan kimia dan stoikiometri serta hubungannya dengan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa SMA Negeri di Kota Bandung pada kelas X sebanyak 30 siswa. Instrumen penelitian berupa tes diagnostik pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah. Hasil tes diagnostik pemahaman konsep siswa pada materi persamaan kimia menunjukan bahwa hampir separuhnya siswa termasuk pada tingkat paham konsep dan pada materi stoikiometri sebagian kecil siswa termasuk pada tingkat paham konsep. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan (r = 0,759; p < 0,005) antara pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah serta menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan (r = 0,189; p > 0,005) antara pemahaman konsep dan kemampuan penyelesian soal algoritmik tradisional pada materi stoikiometri. Kata Kunci: pemahaman konsep, diagram submikroskopik, kemampaun pemecahan masalah, persamaaan kimia dan stoikiometri.
ANALISIS HASIL BELAJAR LEVEL MAKROSKOPIK, SUBMIKROSKOPIK, DAN SIMBOLIK BERDASARKAN GAYA KOGNITIF SISWA SMA PADA MATERI POKOK SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Hanif, Nayudin; Sopandi, Wahyu; Kusrijadi, Ali
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 18, No 1 (2013): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v18i1.264

Abstract

Penelitian yang berjudul “Analisis Hasil Belajar Level Makroskopik, Submikroskopik, dan Simbolik Berdasarkan Gaya Kognitif Siswa SMA pada Materi Pokok Sifat Koligatif Larutan” bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa gaya kognitif Field Dependent (FD) dan Field Independent (FI) level makroskopik, submikroskopik, dan simbolik pada materi pokok sifat koligatif larutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan subyek penelitian siswa FD sebanyak 49 orang dan siswa FI sebanyak 21 orang yang berasal dari tiga SMA Negeri kelas XII IPA di Kota Bandung. Instrumen penelitian berupa tes tertulis dan Group Embedded Figures Test (GEFT) serta instrumen penelitian pendukungnya berupa pedoman wawancara dan angket. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh hasil sebagai berikut: (1) hasil belajar antara siswa FD dan siswa FI pada level makroskopik berbeda secara signifikan (p < 0,05) pada materi pokok sifat koligatif larutan, rata-rata hasil belajar siswa FI (sd = 29,53) lebih besar daripada siswa FD (sd = 29,00), (2) hasil belajar antara siswa FD dan siswa FI pada level submikroskopik berbeda secara signifikan (p < 0,05) pada materi pokok sifat koligatif larutan, rata-rata hasil belajar siswa FI (sd = 14,61) lebih besar daripada siswa FD (sd = 12,15), dan (3) hasil belajar antara siswa FD dan siswa FI level simbolik tidak berbeda secara signifikan (p > 0,05) pada materi pokok sifat koligatif larutan.Kata Kunci: gaya kognitif, makroskopik, sifat koligatif larutan, simbolik, submikroskopik
PROFIL MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA CALON GURU KIMIA DAN KORELASINYA TERHADAP MODEL MENTAL Wiji, Wiji; Liliasari, Liliasari; Sopandi, Wahyu; Martoprawiro, Muhammad A. K.
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 2 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i2.465

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil motivasi belajar Mahasiswa Calon Guru Kimia (MCGK) tingkat I sampai dengan tingkat IV. Selain itu, juga dikaji korelasi antara motivasi dengan model mental kimia sekolah. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif non eksperimen, dengan desain survei lintas-bagian (cross-sectional survey) dan melibatkan 124 mahasiswa calon guru kimia di jurusan Pendidikan Kimia pada salah satu Universitas di Bandung. Data dikumpulkan melalui Kuesioner Motivasi Belajar Kimia (KMBK) dan Tes Diagnostik Model Mental Kimia Sekolah (TDMKS). Hasil analisis deskriptif menunjukkan motivasi belajar MCGK pada kategori rendah untuk tingkat I (M=3,04; SD=0,24) dan kategori sedang untuk tingkat II (M=3,56; SD=0,20), tingkat III (M=3,78; SD=0,26), dan tingkat IV (M=3,89; SD=0,25). Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan adanya perbedaan secara signifikan pada sebagian besar jenis motivasi belajar MCGK berdasarkan tingkat kelas, kecuali jenis target prestasi. Motivasi belajar MCGK berkorelasi pada tingkat sedang dengan model mental kimia sekolah (r=0,399; p<0,01).Kata kunci : motivasi belajar, model mental, kimia sekolah, tes diagnostik
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN SISIPAN MEMBACA KRITIS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Muttaqiin, Arief; Sopandi, Wahyu
EDUSAINS Vol 8, No 1 (2016): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v8i1.1752

Abstract

Abstract The aims of this study was to find whether there was an influence of the Discovery Learning model with critical reading insertion (DL-MK) towards critical thinking skills of students of grade VII in one of junior high school in Cimahi. A Quasi Experiment method with The Static-group Pretest-Posttest Design was used in this study. Students were grouped in an experimental group (Discovery Learning model with critical reading/DL-MK) and a control group (Discovery Learning model with non-critical reading/ DL-MB). The data from a test were analyzed using t-test or Mann-Whitney U test with ?= 0.05. The findings showed that there was a significant difference of critical thinking skills enhancement on aspects of strategy and tactics between experimental group and the control group (sig. N-gain= 0.014). The results of statistical tests in elementary clarification (sig. N-gain= 0.520) and conclussion (sig. N-gain= 0.144) aspect showed no significant differences between the experimental group and the control group. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menemukan adakah pengaruh dari pembelajaran model Discovery Learning dengan sisipan Membaca Kritis (DL-MK) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII di salah satu SMP di Kota Cimahi. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Quasi Experimental dengan desain The Static-Group Pretest-Posttest.siswa dikelompokkan ke dalam kelas (model Discovery Learning dengan sisipan Membaca Kritis/ DL-MK) dan kelas kontrol (model Discovery Learning dengan sisipan Membaca Biasa/ DL-MB). Data hasil tes dianalisis menggunakan uji-t atau uji U-Mann Whitney dengan ?= 0,05. Hasil temuan menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan signifikan peningkatan kemampuan berpikir kritis pada aspek strategi dan taktik di antara kedua kelompok penelitian (sig. N-gain= 0,014). Hasil pengujian statistik pada aspek penjelasan dasar (sig. N-gain= 0,520) dan menyimpulkan (sig. N-gain= 0,144) menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i1.1752
ANALISIS PENGEMBANGAN KARAKTER, KETERAMPILAN PROSES SAINS, DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA TOPIK KOLOID MELALUI PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING Nur, Al Hafit; Sopandi, Wahyu; Mustapha, Iqbal
EDUSAINS VOL 8, NO 2 (2016): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v8i2.1849

Abstract

Abstract This study aims to obtain a model of learning that develop character values??, science process skills, and mastery of concepts students. This study was designed with a quasi-experimental methods, to form "the two-group pretest-posttest design". The instrument used in this study is the science process skills test items and mastery of concepts, student worksheets, observation sheets and questionnaires of students and teachers. The subjects of this study were students at one of the high schools in Kampar regency of Riau as many as 24 peoples in experimental class and 24 peoples in control class. The results showed that the guided inquiry learning students can develop character, enhancing science process skills and mastery of concepts students colloid significantly compared to conventional learning. Keywords: Guided inquiry; character values??; science process skills; mastery of concepts; colloid Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lembar kerja siswa (LKS) berbasis mind map Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suatu model pembelajaran yang mengembangkan nilai-nilai karakter, keterampilan proses sains, dan penguasaan konsep siswa. Penelitian ini dirancang dengan metode kuasi eksperimen, dengan bentuk ?the two-group pretest-postest design?. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah butir tes keterampilan proses sains dan penguasaan konsep, lembar kerja siswa, lembar observasi, dan angket siswa dan guru. Subyek penelitian ini adalah siswa di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Kampar Riau sebanyak 24 orang kelas eksperimen dan 24 orang kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri terbimbing dapat mengembangkan karakter siswa, meningkatkan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep koloid siswa yang signifikan dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci: Inkuiri terbimbing; nilai-nilai karakter; keterampilan proses sains; penguasaan konsep; koloid  Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i2.1849  
PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH SISWA SEKOLAH DASAR PADA MATERI PERISTIWA ALAM Alawiyah, Iis; Sopandi, Wahyu
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 16, No 2 (2016): PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) merupakan model pembelajaran yang mengembangkan pemahaman konsep melalui investigasi masalah yang bermakna dan dapat menghasilkan suatu produk nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan sikap Ilmiah siswa SD pada materi peristiwa alam melalui implementasi model PjBL. Penelitian inimenggunakan metode eksperimen semu dengan desain Nonequivalent (Pre-Test and Post-Test) Kontrol-Group Design yang melibatkan seluruh siswa kelas V SDN 2 Cisomang Kecamatan Cikalongwetan Kab. Bandung Barat. Sampel penelitian terdiri dari kelas eksperimen berjumlah 28 siswa dan kelas kontrol berjumlah 27 siswa. Instrumen berupa skala sikap, pedoman observasi dan angket. Analisis penelitian menggunakan, N-Gain, dan uji inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan sikap ilmiah lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan kelas ekspositori dengan perbandingan di kelas eksperimen N-Gain 0,472 kategori sedang dan kelas N-Gain 0,283 kategori rendah.
Penggunaan Model Problem Based Learning untukMeningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah dan Sikap Peduli Lingkungan Peserta Didik Handayani, Dwi; Sopandi, Wahyu
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2702

Abstract

Era globalisasi menuntut sumber daya manusia yang memiliki kemampuan memecahkan masalah. Kemampuan ini dikembangkan melalui pendidikan IPA. Hasil observasi menemukan peserta didik kurang memperoleh kemampuan memecahkan masalah dan pembentukan sikap peduli lingkungan. Salah satu model pembelajaran yang berawal dari masalah adalah Problem Based Learning. Dalam Problem Based Learning peserta didik menyelesaikan masalah nyata tentang lingkungan dan berhubungan dengan kepentingan masyarakat. Peserta didik yang menjadi pemecah masalah diharapkan memiliki sikap peduli lingkungan. Penelitian ini bermaksud mengkaji pengaruh penggunaan Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan sikap peduli lingkungan. Subjek yang diteliti merupakan peserta didik kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan kelompok kontrol (pra tes dan pos tes). Kelompok eksperimen mendapatkan PBL sedangkan kelompok kontrol mendapatkan bukan PBL. Kemampuan memecahkan masalah diukur dengan soal uraian. Sikap peduli lingkungan dihimpun dengan angket sikap eksplisit dan sikap implisit. Teknik analisis data menggunakan SPSS for window versi 21. Kemampuan memecahkan masalah menggunakan Independen Test, sedangkan sikap peduli lingkungan menggunakan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan memecahkan masalah peserta didik yang memperoleh PBL (𝒙̅ = 0,440) lebih tinggi dari peserta didik yang memperoleh pembelajaran bukan PBL (𝒙̅ = 0,281), t (56) = 2,213 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙= 1,671. Sikap peduli lingkungan peserta didik yang memperoleh PBL lebih tinggi dari peserta didik yang memperoleh pembelajaran bukan PBL. Dengan demikian Model Problem Based Learning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan memecahkan masalah dan sikap peduli lingkungan peserta didik Sekolah Dasar.