Articles

Pembentukan Konselor Teman Sebaya dalam upaya preventif perilaku kekerasan pada remaja di SMP negeri 1 Pangandaran Hidayati, Nur Oktavia; Lukman, Mamat; Sriati, Aat; Widianti, Efri; Agustina, Habsyah Safaridah
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.548 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i2.14861

Abstract

Remaja adalah kelompok beresiko mengalami masalah kesehatan, sesuai tahap perkembangannya, remaja berada pada masa transisi, pencarian identitas diri. Perilaku kekerasan merupakan salah satu masalah remaja yang menjadi fenomena akhir-akhir ini, seperti halnya tawuran, pendurungan (bullying) yang apabila tidak tertangani dengan akan membahayakan masa depan remaja sebagai generasi penerus bangsa. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah membentuk konselor teman sebaya yang diharapkan nantinya mempunyai peran bagi teman sebayanya dalam membantu memberikan alternatif pemecahan masalah remaja khususnya dilingkugan sekolah dan sekitarnya pada umumnya. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan bagaimana mempersiapkan siswa untuk menjadi konselor sebaya bagi teman-teman sebayanya. Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa dalam permasalahan remaja serta terbentuknya konselor teman sebaya. Kegiatan ini dihadiri oleh 11 siswa perwakilan dari setiap kelasnya. Hasil kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan siswa dalam memahami materi dan terbentuknya 11 konselor sebaya. Melalui program pembentukan konselor sebaya ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi bagi permasalahan remaja yang terjadi di lingkugan sekolah ataupun sekitarnya.  
Tingkat Kemandirian Pasien Mengontrol Halusinasi setelah Terapi Aktivitas Kelompok Handayani, Dwi; Sriati, Aat; Widianti, Efri
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.78 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v1i1.52

Abstract

Halusinasi merupakan gejala positif yang paling sering dialami oleh pasien dengan gangguan jiwa. Terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi merupakan bagian dari terapi modalitas yang diberikan pada pasien skizofrenia yang mengalami halusinasi dengan tujuan tercapainya kemandirian pasien. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu melihat gambaran tingkat kemandirian pasien dalam mengontrol halusinasi setelah mengikuti kegiatan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi. Sebanyak 42 orang menjadi responsden dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Proses pengumpulan data menggunakan metode observasi, yang dalam pelaksanaannya peneliti dibantu oleh numerator. Analisis data dengan persentase dan dideskripsikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat kemandirian pasien dalam mengontrol halusinasi setelah mengikuti kegiatan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi adalah supportive28,6%, partially 61,9%, dan wholly9,5%. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar tingkat kemandirian pasien adalah partiallysehingga perlu dikembangkan strategi-strategi dalam upaya peningkatan kinerja perawat dalam pelaksanaan tindakan keperawatan sehingga dapat menumbuhkan kemandirian pasien.Kata kunci: Halusinasi, tingkat kemandirian, terapi aktivitas kelompok, stimulasi persepsi AbstractHallucinations are positive symptoms most commontly experienced bypatients with psychiatric disorders. Perceptual stimulation therapy group activities are part of the therapeutic modalities that are given to patients with schizophrenia who experienced hallucinations in order to achieve independence of patient. This is a descriptive study which saw the picture of the level of independence of the patients in the control hallucinations after following stimulation group activity. The sampling technique used was consecutive sampling, in which 42 people were interviewed. The process of data collection using the method of observation, which in practice researchers assisted by the numerator. Analysis of the data with the percentage and frequency distribution are described in the table. The result showed that the level of independence of patient hallucinations in controlling halluciantions after following stimulation group activity therapy activity perception is supportive 28.6%, partially 61,9%, and wholly 9,5%. Based on the findings that majority of patients a level of independence that is partially, developed strategies necessary in an effort to increase the performance of nurses in the implementation of nursing actions that can foster patient independence.Key words:Level of independence, hallucination, therapeutic group activity stimulation perception
The Difference of Perceived HIV Stigma between People Living with HIV Infection and Their Families Ibrahim, Kusman; Kombong, Rita; Sriati, Aat
Nurse Media Journal of Nursing Vol 9, No 2 (2019): (DECEMBER 2019)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.393 KB) | DOI: 10.14710/nmjn.v9i2.24256

Abstract

Background: The stigma of HIV and AIDS become a significant barrier to prevention, treatment, and care for HIV infected people. Disclosure of HIV status to the family can help People Living with HIV infection (PLWH) to obtain support and comfort from their family. However, the difference of perceived HIV stigma held by patients and families has become problematic and lead to inadequate responses of PLWH and their families.Purpose: This study aimed to examine the difference in perceived HIV stigma between PLWH and their families.Methods: This was a cross-sectional study involving 60 respondents that consisted of 30 PLWH and 30 family members. They were recruited purposively in an HIV clinic of a residencial hospital in West Java Province, Indonesia. The perceived HIV stigma was measured by the Berger’s HIV stigma scale (BHSS), and the Liu’s Courtesy Stigma Scale (LCSS) was used to measure the perceived HIV stigma at the family level. Data were analyzed using descriptive and inferential analysis (independent t-test) to test the difference in perceived HIV stigma between PLWH and their families.Results: The study found that most PLWH and their families perceived HIV stigma at a moderate level (70% vs. 63.4%, respectively). There was a significant difference in perceived HIV stigma between PLWH and their families (t=3.4; p=0.001). The PLWH perceived HIV stigma was higher than their family members (M=41, SD=13.9 vs. M=28.5, SD=14.0).Conclusion: This study highlighted that PLWH and their family have different perceptions regarding HIV stigma, which can lead to different responses. Therefore, nurses and other health care providers need to be aware and take a comprehensive assessment-related perceived HIV stigma in order to provide a high quality of nursing care, mainly dealing with HIV stigma for both PLWH and their family members.
Correlation between parents anxiety level with parenting styles in autism spectrum children at Special-Educational-Needs (SEN) school students Bandung Atmadiyanti, Ayu Lita; Sriati, Aat; Nurhidayah, Ikeu
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): JANUARI
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.053 KB) | DOI: 10.22219/jk.v9i1.5045

Abstract

Autism spectrum children have a complex growth disorder that deals with communication, social interaction, and behavior which can cause anxiety disorder in parents. This anxiety can affect their parenting styles to children. The purpose of this study was to determine the correlationbetween parents anxiety level and parenting styles of children with autism spectrum disorder at Special-Educational-Need (SEN)(Indonesian : Sekolah Luar Biasa (SLB)) school students in Bandung. The method using correlational design. Samples were taken by using total samplingtechnique. This study used Zung Self-Rating Anxiety Scale. Data were analyzed by using Spearman Rank test. The result of the study found that 26 parents (54,2%) suffer moderate anxiety and 4 parents (8,3%) suffer severe anxiety, while parents implemented authoritative parenting is 26respondents (54,2%) and 9 parents (18,8%) implemented permissive parenting. There is a correlation between parents anxiety level and parenting styles in autism spectrum children at Special-Educational-Need (SEN) (Indonesian: Sekolah Luar Biasa (SLB)) school students in Bandung (p value = 0,009; r-value = 0,374). Based on result of this study, for the education institutions and health institutions espescially nurses are expected to educate parents about how to pressing anxiety level and implementing the right parenting styles in children with Autism Spectrum as well as the impact of the parenting
Upaya Peningkatan Gizi Balita Melalui Pelatihan Kader Kesehatan di Desa Cilumba dan Gunungsari Kabupaten Tasikmalaya Kosasih, Cecep Eli; Isabella, Chandra; Sriati, Aat
Media Karya Kesehatan Vol 1, No 1 (2018): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.159 KB) | DOI: 10.24198/mkk.v1i1.16945

Abstract

Kesehatan masyarakat khususnya balita menjadi prioritas utama dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Balita merupakan kelompok usia yang paling rentan dengan gangguan kesehatan terutama masalah gangguan gizi. Balita mengalami gangguan gizi maka akibat yang akan ditimbulkan  antara lain: gizi buruk, gizi kurang, kwashiorkor, marasmus. Angka kekurangan gizi yang dialami anak di bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Tasikmalaya hingga saat ini cukup tinggi. Upaya untuk mengatasi masalah gizi,  perlu dukungan berbagai pihak baik dari pusat pelayanan kesehatan maupun dari peran serta masyarakat dalam bentuk peran kader yang tergabung dalam posyandu. Pengelolaan Posyandu di masyarakat perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak untuk bisa meningkatkan keberlangsungan pelayanan Posyandu.  Untuk meningkatkan keberlangsungan program tersebut dilakukan berberapa langkah salahsatunya adalah program revitalisasi posyandu dalam upaya peningkatan gizi balita.Kegiatan KKNM-PPMD integratif ini dilaksanakan di Desa Cilumba dan Desa Gunung Sari Kec. Cikatomas Kab. Tasikmalaya yang dilaksanakan sejak bulan Juli sampai dengan bulan September 2012. Khalayak sasaran pada program KKNM-PPMD integratif ini adalah seluruh kader dan ibu-ibu yang memiliki balita yang ada di Desa Cilumba dan Desa Gunung Sari dan tergabung di dalam posyandu di masing masing desa. Kegiatan ini meliputi; Melakukan pendataan tentang kondisi kesehatan yang ada di wilayah Desa Cilumba dan Desa Gunung Sari, Melakukan pelatihan revitalisasi posyandu dan penyuluhan tentang masalah kesehatan di wilayah Desa Cilumba dan Desa Gunung Sari.Kegiatan pemberdayaan kader dan revitalisasi posyandu memerlukan dukungan yang efektif baik dari pemerintahan desa maupun dari puskesmas baik material maupun dukungan moral bagi para kader kesehatan dan posyandu yang berada di daerahnya masing-masingKata kunci: gizi balita, revitalisasi posyandu
The effectiveness of psycho education towards depression, anxiety and stress level of patients with pulmonary tuberculosis Suryani, Suryani; Widianti, Efri; Widianti, Efri; Hernawati, Taty; Hernawati, Taty; Sriati, Aat; Sriati, Aat
Jurnal NERS Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Ners
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.308 KB) | DOI: 10.20473/%oj.Ners111%y128-133

Abstract

Pulmonery Tuberculosis is a chronic pulmonary disease that affects physicallly and psychosocially for the patients . Until now, the government’s programs in overcoming this disesase still focus on treatment and prevention of infection. The programs has not yet to lead to a psychosocial problem of the patients whereas the psychosocial impact has a big influence on treatment compliance and prognosis of patients with Pulmonery Tuberculosis. This study was quassy experiment to test the effect of psychoeducation on the level of stress, anxiety and depression of Patients with pulmonary tuberculosis. 74 patients with Pulmonery Tuberculosis involved in this study divided into two group (37 involved in intervention and 37 involved as control group). The result of the study showed that psychoeducation was effective in reducing stress, anxiety and depression of the patients with Pulmonery Tuberculosis. Psycho education should be provided for patients with pulmonary tuberculosis at the Community health Center.  Keywords:   intervention, psychoeducation, pulmonary tuberculosis,     
The effectiveness of psycho education towards depression, anxiety and stress level of patients with pulmonary tuberculosis Suryani, Suryani; Widianti, Efri; Widianti, Efri; Hernawati, Taty; Hernawati, Taty; Sriati, Aat; Sriati, Aat
Jurnal NERS Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Ners
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.308 KB) | DOI: 10.20473/%oj.Ners111%y128-133

Abstract

Pulmonery Tuberculosis is a chronic pulmonary disease that affects physicallly and psychosocially for the patients . Until now, the government’s programs in overcoming this disesase still focus on treatment and prevention of infection. The programs has not yet to lead to a psychosocial problem of the patients whereas the psychosocial impact has a big influence on treatment compliance and prognosis of patients with Pulmonery Tuberculosis. This study was quassy experiment to test the effect of psychoeducation on the level of stress, anxiety and depression of Patients with pulmonary tuberculosis. 74 patients with Pulmonery Tuberculosis involved in this study divided into two group (37 involved in intervention and 37 involved as control group). The result of the study showed that psychoeducation was effective in reducing stress, anxiety and depression of the patients with Pulmonery Tuberculosis. Psycho education should be provided for patients with pulmonary tuberculosis at the Community health Center.  Keywords:   intervention, psychoeducation, pulmonary tuberculosis,     
PERSEPSI PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN KOMUNIKASI EFEKTIF DI IRJ AL–ISLAM BANDUNG Syagitta, Mutiara; Sriati, Aat; Fitria, Nita
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.199 KB)

Abstract

ABSTRAKKomunikasi efektif merupakan sebuah proses yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan asuhan keperawatan. Kunci dari terciptanya hubungan yang baik antara perawat dan klien adalah kemampuan perawat dalam berkomunikasi. Perawat yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang baik dalam berkomunikasi akan mudah menumbuhkan kepercayaan klien, sehingga klien bisa lebih terbuka untuk berbicara mengenai masalah yang berhubungan dengan penyakitnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang pelaksanaan komunikasi efektif antara perawat dan klien di Instalasi Rawat Jalan Al Islam Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif. Informan dalam penelitian ini adalah perawat di Instalasi Rawat. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah informan 9 orang perawat. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 10 desember 2016. Penelitian ini menggunakan metode FGD (Focus Group Discussion) dengan teknik analisa data menggunakan analisis sistematik (systematic analysis). Hasil penelitian ini didapatkan 3 tema utama mengenai persepsi perawat terhadap pelaksanaan komunikasi efektif. Tema pertama adalah pelaksanaan komunikasi efektif di instalasi rawat jalan berjalan baik, masih adanya hambatan yang dirasakan perawat ketika melakukan komunikasi efektif, dan pola komunikasi perawat-klien mempengaruhi tingkat kepuasan klien terhadap pelayanan. Saran dari penelitian ini adalah diharapkan agar perawat lebih meningkatkan keterampilan komunikasi efektifdalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan. Selain hal itu disarankan juga bagi RS Al Islam untuk membuat Standard Operational procedure (SOP)  mengenai komunikasi dengan klien yang  dapat menunjang kelancaran pemberian asuhan keperawatan. Kata Kunci : Instalasi Rawat Jalan, RS Al Islam, Komunikasi efektif, Perawat-Klien. ABSTRACTEffective communication is a crucial process in supporting the success of nursing care. The key into the good relations between the nurse and client is the ability of nurses to communicate. Nurses who have the ability and good skills in communication will easily build the trust of clients, so that the clients can be more open to talking about the problems associated with they disease.The purpose of this research is to get in depth overview of the implementation of effective communication between nurses and client in outpatient installation Al Islam Hospital Bandung. The research method used is descriptive explorative, while sampling technique used  is purpossive sampling with the number of informants nine nurses. Data collection was conducted on December 10th 2016. FGD (Focus Group Discussion) method used in this research with data analysis techniques using a systematic analysis.The result of this research shows the three main themes of the nurses perception of the implementation of effective communication. First theme is the implementation of effective communication has been running well, the nurses still perceived barriers when implementating effective communication, and nurse-client communication patterns influence the level of client satisfaction with services. Suggestion of this study is expected to nurse more effectively improve their communication skills in order to improve the quality of service. Otherwise it is also advisable for Al Islam Hospital  to make Standar Operational Procedure regarding communication with clients to support the provision of nursing care. Keywords : Effective communication, Al Islam Hospital Bandung, Nurses-client, Outpatient installation.
Pembentukan Konselor Teman Sebaya dalam upaya preventif perilaku kekerasan pada remaja di SMP negeri 1 Pangandaran Hidayati, Nur Oktavia; Lukman, Mamat; Sriati, Aat; Widianti, Efri; Agustina, Habsyah Safaridah
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.548 KB)

Abstract

Remaja adalah kelompok beresiko mengalami masalah kesehatan, sesuai tahap perkembangannya, remaja berada pada masa transisi, pencarian identitas diri. Perilaku kekerasan merupakan salah satu masalah remaja yang menjadi fenomena akhir-akhir ini, seperti halnya tawuran, pendurungan (bullying) yang apabila tidak tertangani dengan akan membahayakan masa depan remaja sebagai generasi penerus bangsa. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah membentuk konselor teman sebaya yang diharapkan nantinya mempunyai peran bagi teman sebayanya dalam membantu memberikan alternatif pemecahan masalah remaja khususnya dilingkugan sekolah dan sekitarnya pada umumnya. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan bagaimana mempersiapkan siswa untuk menjadi konselor sebaya bagi teman-teman sebayanya. Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa dalam permasalahan remaja serta terbentuknya konselor teman sebaya. Kegiatan ini dihadiri oleh 11 siswa perwakilan dari setiap kelasnya. Hasil kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan siswa dalam memahami materi dan terbentuknya 11 konselor sebaya. Melalui program pembentukan konselor sebaya ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi bagi permasalahan remaja yang terjadi di lingkugan sekolah ataupun sekitarnya.  
Pengaruh Sentuhan Spiritual Quantum terhadap Nyeri Saat Perubahan Posisi pada Pasien Paska Operasi di Ruang Perawatan Intensif Haryani, Ani; Susilaningsih, F Sri; Sriati, Aat
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.695 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v4i3.288

Abstract

Pasien paska operasi besar berisiko mengalami komplikasi yang mengancam kehidupan. Mobilisasi dinimerupakan salah satu prosedur untuk mencegah komplikasi tersebut, namun mobilisasi menyebabkan peningkatannyeri. Sentuhan Spiritual Quantum (SSQ) merupakan intervensi komplementer berbasis biofield energy yangtelah banyak digunakan pada praktik keperawatan untuk mengurangi nyeri post operasi. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui pengaruh SSQ terhadap nyeri saat miring kiri kanan pada pasien paska operasi.Desain penelitian adalah pre-eksperimental one group pretest-post test design. Jumlah sampel dalam penelitianadalah 18 orang yang didapat melalui purposive sampling. Intensitas nyeri diukur dengan menggunakan NumericRating Scale (0-10). Analisis data menggunakan wilcoxon test untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri padapengukuran pre dan post test. Hasil penelitian menunjukkan nilai median intensitas nyeri saat istirahat adalah 5,posisi miring tanpa SSQ adalah 8, posisi miring setelah SSQ1 adalah 5,5 dan miring setelah SSQ 2 adalah 5. Terjadipenurunan yang bermakna saat miring setelah SSQ1(p=0,001) dan SSQ2. SSQ dapat menjadi alternatif bagiperawat di area keperawatan kritis dalam manajemen nyeri non farmakologis untuk meningkatkan kemampuanmobilisasi. Diperlukan penelitian lanjutan menggunakan sampel yang lebih besar dan kasus yang lebih bervariasi.