Articles

Found 21 Documents
Search

PENGEMBANGAN LKS INKUIRI TERINTEGRASI GENERIK SAINS PADA MATERI FLUIDA STATIS Nasir, Muhammad; Harjono, Ahmad; Sridana, Nyoman
JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP) Vol 21, No 2 (2014): Juni 2014 - JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangan LKS Inkuiri Terintegrasi Generik Sains (ITGS) pada materi pokok fluida statis. Metode penelitian ini adalah metode Research and Development (R & D). Pengembangan yang digunakan adalah Four D dari Thiagarajan, Semmel & Semmel. Tahapan Four D meliputi tahap define, design, develop, and disseminate. Desaian uji coba hasil pengembangan menggunkan one group pretest-posttes. Effektivitas LKS ITGS dianalisis menggunakan N gain dan uji t dua pihak. Kesimpulan penelitian ini meliputi 1) hasil validasi Tim Ahli menunjukkan LKS ITGS adalah sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran, 2) LKS ITGS yang diajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa, 3) LKS ITGS mendapat respon positif dari siswa SMAN 1 Aikmel, dan 4) profile LKS ITGS adalah memuat percobaan korelasi yang dianalisis menggunakan aspek-aspek generik sains dan disusun berdasarkan teori pembelajaran konstruktivisme. Kata kunci: LKS inkuiri terintegrasi generik sains dan fluida statis Abstract: The aim of this Study was to develop the inquiry integrated by science generic (IIBSG) student’s work sheet in materials of static fluid. The method of this research was research and Development (R & D). Development used four D from Tigarajan, semmel & Semmel. Steps four D include define, design, develop, and disseminate. Eksperiment of development result used one group pretest-posttes design. Effectiveness of IIBSG student’s work sheet was analyzed by N gain and t test two tiled. The conclution of this study include 1) expers appraisal of IIBSG student’s work sheet was very proper used in learning process, 2) IIBSG student’s work sheet that learned by guided inquiry effective to increase student’s cognitif learning outcomes, 3) IIBSG student’s work sheet was positif responded by students in state 1 Aikmel, and 4) Profile of IIBSG student’s work sheet include correlation experiment that result analized by science generic aspect and it developed from constructivisme theory learning. Keywords: IIBSG student’s work sheet and static fluid
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA GURU SMK NEGERI DI KOTA MATARAM Hidayat, Ramli; Sridana, Nyoman; Sudirman, Sudirman
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.043 KB) | DOI: 10.29303/jipp.v1i2.15

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui ada tidaknya pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja guru SMK Negeri di Kota Mataram, 2) mengetahui ada tidaknya pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja guru SMK Negeri di Kota Mataram, dan 3) mengetahui ada tidaknya pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMK Negeri di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, dimana peneliti menggambarkan fenomena yang diamati dengan lebih detail menggunakan data-data berupa data kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru SMK Negeri di Kota Mataram yang berjumlah 416 guru. Sampel penelitian ini adalah sebagian dari jumlah guru SMK Negeri di Kota Mataram yang berjumlah 81 guru dengan menggunakan teknik proportionate random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja guru SMK Negeri di Kota Mataram sebesar 33,7% yang dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000<level of signifikan (0,05). 2) terdapat pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja guru SMK Negeri di Kota Mataram sebesar 43,5 % yang dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000<level of signifikan (0,05). 3) terdapat pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMK Negeri di Kota Mataram sebesar 53,4 % yang dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000<level of signifikan (0,05). Kata Kunci : Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Kinerja Guru
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBASIS PEMBERDAYAAN BERPIKIR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AKADEMIK SISWA Utami, Septiana Dwi; Jamaluddin, Jamaluddin; Sridana, Nyoman
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.095 KB)

Abstract

This study aims to find out: 1) the influence of application of cooperative learning model based on empowerment of thinking (PKBPB) to the learning outcomes of science; 2) the influence of academic ability on science learning outcomes; and 3) the influence of PKBPB model interaction with academic ability on science learning outcomes. This study uses a population sample consisting of 98 students from 4 classes. This research is a quasi-experimental research using factorial design 2 x 2. Data collection is done by test. Data were analyzed using covariance analysis with the help of SPSS 18 for windows program. The result of data analysis shows that: 1) there is influence of PKBPB model implementation toward science learning result (F = 6.065 and p <0.05); 2) there is influence of students' academic ability on science learning outcomes (F = 6.171 and p <0.05); and 3) there is no interaction between PKBPB and non PKBPB model with academic ability on science learning outcomes (F = 0.486 and p = 0.487).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SAINS DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA -, Susilawati; -, Susilawati; Sridana, Nyoman
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 1, No 2 (2015): July
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.16 KB) | DOI: 10.29303/jppipa.v1i2.26

Abstract

This study aims to find out: (1) the differences in science concept mastery of students who take guided inquiry learning model with conventional learning, (2) the differences in science concept mastery of students that prior knowledge high and low prior knowledge. This method of research is an quasi-experimental with factorial 2x2 analysis design. The subject of this study was ten class of 8th grade student in SMP 10 Mataram 2014/2015. Two class was chosen as sample using cluster random sampling technique, one classes as experimental group and one classes of control group. The research instrument is science mastery concept made by teacher. Data were analyzed using ANCOVA to find the effect of learning model and prior knowledge to science concept mastery. Analyses were performed using SPSS version 20 for Windows. Based on the analysis can be concluded that: 1) There are differences in science concept mastery of students who take guided inquiry learning model compared to conventional learning. 2) There is no difference in concept science mastery of students who have high and low prior knowledge of students.
HARAPAN DAN TANTANGAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPA DALAM KONTEKS KOMPETENSI KETERAMPILAN ABAD 21 DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Andayani, Yayuk; Sridana, Nyoman; Kosim, Rernat; Setiadi, Dadi; Hadiprayitno, Gito
Jurnal Edukasi Sumba (JES) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : SekolahTinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketrampilan Abad 21 yang dianggap bisa memperkuat modal social (social capital) dan modal intelektual (intellectual capital) ini, biasa disingkat dengan 4C: communication, collaboration, critical thinking and problem solving, dan creativity and innovation. Secara operasional, 4C ini dapat dijabarkan sebagai cara berpikir, termasuk berkreasi, berinovasi, bersikap kritis, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan belajar pro-aktif. Juga termasuk cara bekerja, termasuk berkomunikasi, berkolaborasi, bekerja dalam tim sehungga dapa mendukung dan mengembangkan ketrampilan abad 21, yakni teknologi informasi, jaringan digital, dan literasi. Konsep 4C ini diharapkan dapat diimplementasikan di sekolah-sekolah dan para peserta didik Indonesia terbekali dengan keutamaan-keutamaan tersebut, yakni komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta kreatif dan inovatif. Kegiatan pembelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertamadiharapkan mampu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk mendorong pencapaian kompetensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Dengan demikianguru diharapkan mampu mengimplementasikan metode pembelajaran yang inovatif (students-centered), maka peran guru tidak lagi sebagai pentransfer ilmu, melainkan sebagai fasilitator atau membantu siswa agar siswa mampu menguasai berbagai kompetensi yang diharapkan.Kata Kunci: Pembelajaran IPA, kompetensi keterampilan abad 21, Kurikulum 2013
PENGARUH TUNJANGAN PROFESI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SENI BUDAYA SLTA DI KOTA MATARAM Purni Astiti, Ni Wayan; Wilian, Sudirman; Sridana, Nyoman
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) Vol 4, No 1 (2019): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.837 KB) | DOI: 10.29303/jipp.v4i1.78

Abstract

Abstrak : Penelitian  ini  bertujuan  menemukan perbedaan kinerja guru berdasarkan tunjangan profesi dan motivasi kerja guru seni budaya SLTA di kota Mataram. Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  ex - post  facto dengan jenis penelitian kuantitatif. Rancangan yang digunakan adalah Design Treatment by Level 2 jalur  dengan 94 responden. Menggunakan teknik anava A x B ditemukan hasil sebagai berikut; Perbedaan kinerja guru antara kelompok guru yang sudah mendapat tunjangan profesi dan yang belum mendapatkan tunjangan profesi, menunjukkan bahwa tunjangan profesi guru tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru, F(1,90) = 0.458, p-value = 0.5. Perbedaan kinerja guru antara kelompok guru yang memiliki motivasi kerja tinggi dengan kelompok guru yang memiliki motivasi kerja rendah, menunjukkan bahwa kinerja guru pada guru yang memiliki motivasi kerja tinggi berbeda dengan kinerja guru yang memiliki motivasi kerja rendah, F(1,90) = 193.396, p < 0.001. Pengaruh interaksi antara tunjangan profesi dan motivasi kerja terhadap kinerja guru. secara bersama-sama, ditunjukkan melalui nilai signifikansi interaksi antara dua faktor, F(1,90) = 2.354, p-value = 0.128. Hal ini mengindikasikan  bahwa efek dari motivasi kerja adalah sama untuk guru yang sudah mendapat tunjangan dan yang belum mendapat tunjangan profesi.Keywords : Tunjangan Profesi, Motivasi Kerja, Kinerja guru
MENINGKATKAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU MADRASAH ALIYAH NEGERI DI KOTA MATARAM MELALUI MODEL PELATIHAN MOTIVASI BERPRESTASI Aprinaida, Dina Nurlaily; Sridana, Nyoman; Karta, I Wayan
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1206.831 KB) | DOI: 10.29303/jipp.v1i1.1

Abstract

ABSTRAK:Motivasi berprestasi guru merupakan kekuatan yang mendorong guru untuk menjalankantugas sebagai pendidik, pengajar, pembimbing dan pelatih. Guru yang mempunyai motivasi berprestasiyang tinggi akan mempunyai tanggung jawab tinggi untuk bekerja dengan antusias dan sebaik mungkinmengerahkan segenap kemampuan dan keterampilannya guna mencapai prestasi yang optimal. Penelitian ini mengembangkan model Pelatihan Motivasi Berprestasi (PMB), dan meningkatkan motivasi berprestasi guru sebagai tujuan akhirnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan  teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi. Data dianalisis secara induktif/kualitatif. Hasil dari uji ahli untuk pengembangan model PMB : pada aspek ketepatan, kegunaan, dan kelayakan tergolong sangat tepat, sangat berguna, dan sangat layak. Hasil dari uji pengguna untuk pengembangan model PMB : pada aspek ketepatan, kegunaan, dan kelayakan tergolong sangat tepat, sangat berguna, dan layak. Berdasarkan rangkaian uji efektivitas mengukur peningkatan aspek-aspek motivasi berprestasi yang terdiri dari 6 aspek yaitu memiliki tingkat tanggung jawab yang tinggi, keberanian mengambil/ memikul resiko, memiliki tujuan yang realistik, memiliki rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasikan tujuan, memanfaatkan umpan balik yang konkret dalam semua kegiatan yang dilakukan, dan mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan, diperoleh hasil bahwa pelatihan ini mampu meningkatkan aspek-aspek motivasi berprestasi dengan kategori tinggi sekali. Hasil Uji efektivitas model secara kelompok menunjukkan bahwa 80% peserta pelatihan mengalami peningkatan motivasi berprestasi minimal dalam kategori tinggi sehingga PMB menggunakan model dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan motivasi berprestasi guru. Kata Kunci: Motivasi Berprestasi dan Model Pelatihan
DISAIN MEDIA PERAGA DAN BANTU PEMBELAJARAN GEOMETRI BAGI SISWA SEKOLAH DASAR KELAS TINGGI Sarjana, Ketut; Sridana, Nyoman; Turmuzi, Muh.
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.468 KB) | DOI: 10.29303/jipp.v3i2.28

Abstract

Tujuan penelitian ini menghasilkan set media peraga dan bantu geometri lengkap pedoman operasional penggunaannya. Media peraga yang dimaksud untuk membantu siswa SD yang masih berpikir kongkret dalam memahami konsep ukuran pada bangun datar dan bangun ruang  yang  abstrak. Konsep atau prinsip ukuran yang dimaksud adalah luas daerah poligon dan volume polyhedral dari bangun prisma, khususnya  prisma segiempat dan  prisma segitiga. Media peraga dengan  pedoman operasional dimanfaatkan secara simultan. Media yang  dikontruksi disesuaikan topik geometri di kelas tinggi. Media peraga berupa alat  peraga lengkap dengan petunjuk penggunaannya mengenai ukuran baik itu prinsip luas daerah maupun volume bangun ruang telah didisain 11 item alat peraga geometri untuk siswa sekolah dasar kelas tinggi. Alat tersebut meliputi alat untuk menentukan  rumus luas daerah  segitiga,  menentukan rumus luas daerah segiempatn (persegi panjang. jajaran genjang, trapesium, dan layang-layang),  menentukan rumus  luas daerah lingkaran, menentukan rumus volume prisma segitiga dan volume prisma segiempat ( balok, paralel epipedum), menentukan rumus luas permukaan balok dan untuk menentukan rumus luas permukaan kubus.   Dari hasil evaluasi 9 orang yang terdiri dari 3 ahli dan 6 praktisi disimpulkan bahwa alat peraga yang di desain lengkap dengan petunjuknya sangat layak. Dari hasil uji coba terbatas alat tersebut efektif  dan konsisten. Ini berati bahwa jika alat yang di desain dilengkapi dengan petunjuk penggunaan,  digunakan oleh dua guru untuk mengajar di kelas yang berbeda dengan dengan materi sama pada tingkatan sama, maka informasi yang disampaikan sama. Dari hasil penelitian ini disarankan bahwa 1) Bagi para guru SD yang menggunakan  alat peraga ini, sebaiknya memiliki pengetahuan yang mendalam tentang materi yang akan diajarkan 2) Para guru menggunakan bahasa yang mudah dipahami tetapi jangan sampai mengabaikan maknanya serta menggali prasyarat pengetahuan yang memadai.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Susilawati, Susilawati; Sridana, Nyoman
Biota Vol 8 No 1 (2015)
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.705 KB) | DOI: 10.20414/jb.v8i1.56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (Quasi experimental research). Penelitian dilaksanakan di SMPN 10 mataram tahun pelajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah 62 siswa terdiri dari satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol dengan perlakuan yang berbeda. Instrumen penelitian berupa lembar observasi keterampilan proses sains. Data hasil penelitian dianalisis dengan teknik anakova untuk menguji pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan proses sains. Analisis dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 20 for Windows. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan ada perbedaan keterampilan proses sains siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan pembelajaran konvensional. &nbsp;
Sistem Penjaminan Mutu Internal Di Satuan Pendidikan Menengah (SMA) Sridana, Nyoman; Wilian, Sudirman; Setiadi, Dadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 1 (2018): Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.239 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.212

Abstract

Abstrak: Tingkat pengetahuan warga sekolah terkait dengan Sisitem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) masih pada tingkat rendah yang masih perlu dikembangkan sebelum membentuk sistem penjaminan mutu internal satuan pendidikan. Selain itu pemahaman pendidik terkait standar pendidikan nasional yang sangat berhubungan dengan tugasnya masih pada tingkat cukup sehingga masih perlu peningkatan pemahaman agar bisa melaksananakan proses dan evaluasi sesuai dengan standar. Perlu pengembangan bagi tenaga pendidik dan kependidikan dalam hal pengetahuan dan keterampilan dalam implementasi penjaminan mutu internal melalui tim khusus dari eksternal satuan pendidikan sampai sekolah tersebut siap untuk bisa melaksanakan sistem penjaminan mutu internal. Untuk dapat melakukan penjaminan mutu pendidikan, satuan pendidikan perlu membentuk SPMI sesuai dengan stándar dan aturan yang berlaku Estándar Nasional Pendidikan (SNP) walaupun dilihat dari nilai akreditasi mencapai stándar tertinggi.  Dengan demikian diperlukan kajian terkait dengan sistem penjaminan mutu internal di sekolah-sekolah tersebut agar secara bertahap bisa memenuhi SNP atau bahkan melebihinya. Kata Kunci: Sistem Penjaminan Mutu internal (SPMI), Standar Nasional Pendidikan (SNP), Satuan Pendidikan Menengah