Articles

STUDI PEMANFAATAN BANGUNAN PANTAI SEBAGAI PROTEKSI JALAN TOL SEMARANG – DEMAK Kristian, Agung; Wijaya, Siek Stefanus Hendra; Sriyana, Sriyana; Salamun, Salamun
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.05 KB)

Abstract

Jalan Nasional Semarang – Demak merupakan jalan nasional di bagian utara Pulau Jawa yang menghubungkan antara Kota Semarang dengan Kabupaten Demak. Pertumbuhan arus lalu lintas yang pesat menimbulkan kepadatan di Jalan Nasional Semarang – Demak, sehingga pemerintah memberikan respon dengan adanya perencanaan Jalan Tol Semarang – Demak. Jalan Tol Semarang – Demak tersebut direncanakan melewati garis Pantai Morosari, Kabupaten Demak. Garis Pantai Morosari sangat terpengaruh oleh aspek hidrodinamika kelautan seperti abrasi, erosi, dan sedimentasi. Karena permasalahan tersebut, perlu adanya bangunan perlindungan pantai yang berguna melindungi garis Pantai Morosari serta dapat melindungi trase rencana Jalan Tol Semarang – Demak nantinya. Perencanaan bangunan pantai pelindung jalan tol Semarang – Demak ini mempertimbangkan gejala – gejala kelautan akibat gelombang laut dan pasang surut air laut. Data yang digunakan adalah data angin dari Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Semarang pada jangka waktu Januari 2007 sampai Mei 2017; data pasang surut dari Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Semarang pada tanggal 11 Mei 2017 – 25 Mei 2017; data tanah dari Laboratorium Mekanika Tanah, Fakultas Teknik, Departemen Teknik Sipil, Universitas Diponegoro; dan peta batimetri dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Tengah. Metode analisis yang digunakan adalah metode Admiralty untuk menghitung elevasi pasang surut air laut; metode SMB untuk menghitung kedalaman dan ketinggian gelombang di perairan dalam dan perairan dangkal; program GENESIS untuk memprediksi perubahan garis pantai; dan program PLAXIS untuk mengetahui daya dukung tanah dan penurunan tanah; serta dilakukan pemilihan dan perencanaan bangunan pelindung pantai untuk proteksi jalan tol Semarang – Demak. Berdasarkan hasil analisis tugas akhir ini, didapatkan elevasi pasang surut adalah HHWL = +154,07 cm, MHWL = +122,49 cm, MSL = +83,46 cm, MLWL = +44,42 cm, dan LLWL = +12,85 cm; jenis pasang surut adalah campuran condong ke harian ganda; kedalaman gelombang pecah sebesar 2,12 m dengan ketinggian gelombang pecah 1,7 m; didapatkan jenis bangunan pelindung terpilih adalah kombinasi antara offshore submerged breakwater dan revetment; ketinggian gelombang di area bangunan offshore submerged breakwater adalah 1,864 m; ketinggian gelombang di area bangunan revetment adalah 0,49 m; offshore submerged breakwater direncanakan 4 (empat) buah pada kedalaman – 3,5 m dengan dimensi panjang 400 m; lebar 19,35 m; tinggi 3,1 m; dengan jarak antar breakwater 150 m; revetment sepanjang garis pantai yang terdapat trase jalan tol sebesar 2300 m pada kedalaman – 0,5 m dengan dimensi panjang 2300 m; lebar 9 m; dan tinggi 2,4 m. Terjadi penurunan sebesar 5,371 cm pada bangunan breakwater dan sebesar 5,008 cm pada bangunan revetment dengan menggunakan bantuan program PLAXIS.
OPTIMIZATION OF CHANGES METHODS OF BAMBOO PILES INTO PVD AHMAD YANI AIRPORT PROJECT Nur Shidqi, Arif Haidar; Wibowo, Mochamad Agung; Sriyana, Sriyana
CIVED (Journal of Civil Engineering and Vocational Education) Vol 7, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.04 KB) | DOI: 10.24036/cived.v7i1.108419

Abstract

Rekayasa Nilai (Value Engineering) adalah salah satu teknik untuk mengendalikan biaya yang memiliki potensi keberhasilan cukup besar dengan menggunakan pendekatan analisa nilai terhadap fungsinya. Salah satu cara yang diterapkan menggunakan metode kerja PVD (Pre Fabricated Vertical Drain) karena memiliki waktu yang lebih cepat untuk final settlement, kemudahan dalam metode kerja, dan memberikan peningkatan daya dukung tanah lebih baik. Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui Optimasi Perubahan Metode kerja cerucuk bambu menjadi PVD pada pelaksanaan Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani – Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rekayasa nilai ( Value Engineering) yaitu (1) Informasi, (2) Spekulasi, (3) Perencanaan/Pengembangan, (4) Penyajian. Hasil analisis pemilihan metode kerja PVD dan Cerucuk bambu sebagai berikut : Tinggi timbunan yang ingin dicapai yaitu setinggi 8 m melebihi tinggi kritis, Waktu yang diperlukan untuk tercapainya derajat/proses konsolidasi 90% pada penurunan primer adalah selama 19 tahun, Konfigurasi pemasangan PVD yang direkomendasikan adalah PVD (lebar 100 mm dan tebal 3,5 mm) dengan panjang 20 m dan spasi 1 m dengan konfigurasi segitiga, Dengan pemasangan PVD, waktu yang dibutuhkan untuk tercapainya derajat konsolidasi 90% adalah sekitar 3 bulan, Penurunan konsolidasi dengan konstruksi timbunan bertahap dengan tinggi total timbunan 8 m adalah berkisar 2,7 m sampai 3,0 m, Penimbunan tahap awal dilakukan hingga elevasi pemasangan PVD tercapai yaitu + 3,5 m. Penimbunan berikutnya maksimum sebesar 0,5 m dalam rentang waktu 2 minggu, Deformasi lateral yang terjadi pada area platform slab on pile tergolong berpotensi cukup besar yaitu berkisar 1,07 m sampai 1,23 m pada tahap konstruksi dan 1,19 m sampai 1,35 m pada tahap akhir. 
SISTEM INFORMASI JARINGAN IRIGASI (SIJARI) KABUPATEN SUKOHARJO BERBASIS PROGRAM ARCVIEW GIS 3.3. Sriyana, Sriyana
TEKNIK Volume 31, Nomor 1, Tahun 2010
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.588 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v31i1.1760

Abstract

Data availability of irrigation area authority, discharge data, physical condition of weir, channel condition,hydraulic structure damage, finance needed for recovery etc are sometimes unclear, invalid and lost in data,low service and poor performance, resulting planning interest, monitoring implementation and controlunfulfilled. The purpose of this thesis is to make SIJARI software (Sistem Informasi Jaringan Irigasi )whichcontains data base information of Irrigation in Geographic Information System(SIG), based on Arcviewprogram GIS 3.3. The result of SIJARI software contains all data base information starting from irrigationarea authority, structures damage, channel condition, crop pattern etc, where all data can be fast andaccurately accessible and can be used for pre-plan, planning, implementation, monitoring and control.
PERENCANAAN EMBUNG CABEAN DI KABUPATEN SUKOHARJO Himawan, Edo; Kusumo N., Muhammad Donny; Sriyana, Sriyana; Sugiyanto, Sugiyanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.007 KB)

Abstract

The construction of small dams Cabean is an effort in order to meet the water needs of the textile industry in Nguter Subdistrict, Sukoharjo Regency. The first step to design Cabean Small Dam is hidrology analysis such as: dependable discharge and water requirement. The dam is projected to supply  water requirement in one subdistricts, water requirement for irrigation which has 50 ha of areas. Dependable discharge is discharge mainstay 80% fulfilled. Flood discharge plan of The Cabean Small Dam is calculated from rainfall data and the result of flow is 393.86  m3/s which taken from HSS Gamma 1 with PMF. Cabean Small Dam is designed with rock fill dam type. The height of the dam is 18 meters with slope ratio 1:2.25 at the upper course and 1:1.75 at the lower course. For 25 years lifetime and storage capacity 113,625 m3. The spillway design is choosen with 30 m wide and  with stilling basin (USBR Type IV) which use 30 m of wide and 15 m of length as the dimension. The diversion tunnel design takes 150 m of length and 5 m of diameter. The cost of Cabean Small Dam Project  is about Rp 21,343,482,440.00 (Twenty One Billion Thirty Hundred Fourty Three Million Four Hundred Eighty Two Thousand Four Hundred Fourty Rupiahs) with 48 weeks as time target of this project.
ANALISIS KINERJA DERMAGA 3 PELABUHAN CITRANUSA KABIL, BATAM Pangaribuan, Harry J; Agettis, Resi Ayu; Hargono, Slamet; Sriyana, Sriyana
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBatam merupakan suatu daerah atau kawasan yang potensial untuk dapat dikembangkan. Sehingga untuk kepentingan industri dan ekonomi Pemerintah Indonesia menetapkan Batam menjadi kawasan perdagangan bebas (free trade zone) dan pelabuhan bebas (free port). Otorita Batam sebagai lembaga pusat pemerintahan di Batam memberikan hak pengelolaannya kepada PT Sarana Citranusa Kabil dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 261 tahun 2005 tentang Pengoperasian Pelabuhan Umum Kawasan Industri Kabil yang berlokasi di Desa Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.Evaluasi dilakukan dengan melakukan analisis data lalu lintas kapal dan bongkar muat barang pada tahun 2010 hingga tahun 2016, untuk mendapatkan nilai berth occupancy ratio (BOR), berth throughput (BTP) dan kapasitas alat yang ada di dermaga 3. Hasil analisis data selama peneltian diperoleh bahwa nilai BOR (berth occupancy ratio) bulanan terkecil 1,60% dan terbesar adalah 67,41% di mana nilai ini telah melebihi nilai BOR UNCTAD, akan tetapi masih di bawah standar nilai BOR Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor: UM.002/38/18/DJPL-11. Untuk barang yang lewat dermaga (BTP/berth throughput) 1.763,07 ton/meter/bulan dan kapasitas alat 614.892,19 ton/bulan. Berdasarkan analisis regresi arus kedatangan kapal dan arus barang pada dermaga 3 menunjukkan penurunan, hal ini dapat disimpulkan bahwa fasilitas dermaga 3 sudah cukup untuk dapat melayani arus barang dan kedatangan kapal yang ada.
PERENCANAAN SUBMERGED DAN NON SUBMERGED BREAKWATER UNTUK PENANGANAN ABRASI, DI PANTAI MOROSARI DEMAK Kautsar, Zhafarina Hafizha; Dzaki, Tubagus Nauval; Sriyana, Sriyana; Hargono, Slamet
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perubahan garis pantai dapat disebabkan oleh faktor alam maupun ulah manusia. Pantai Morosari Demak salah satu pantai yang mengalami abrasi disetiap tahunnya sehingga menenggelamkan pemukiman warga serta ekosistem mangrove. Tujuan dari perencanaan bangunan pelindung pantai ini adalah mengembalikan daratan pantai beserta eksistensi dari mangrove yang tenggelam akibat abrasi dengan merencanakan bangunan pelindung pantai. Bangunan pelindung pantai inilah yang nantinya berfungsi untuk meredam energi gelombang dan membuat garis pantai maju akibat sedimentasi. Dari analisa windrose dengan data angin selama 10 tahun 5 bulan (2007 - Bulan Mei 2017) diketahui arah angin dominan berasal dari barat laut. Gelombang rencana menggunakan periode ulang 25 tahun. Simulasi terhadap tinggi gelombang dan periode gelombang maksimum menggunakan program Mike21. Perbandingan perubahan garis pantai sebelum dan sesudah adanya bangunan pantai menggunakan program Genesis. besarnya deformasi bangunan pelindung pantai menggunakan program Plaxis. Besarnya kedalaman cerucuk bambu pada bangunan pelindung pantai menggunakan program Foundation Pro V1. Perencanaan bangunan pelindung pantai berupa bangunan submerged dan non submerged breakwater yang ditempatkan rangkap pada dua lokasi, yaitu dari arah barat laut garis pantai sebagai lokasi 1 dan dari arah barat daya garis pantai sebagai lokasi 2. Susunan lapisan dari yang paling bawah sampai ke lapisan yang paling atas pada bangunan pelindung pantai submerged dan non submerged breakwater adalah lapisan geoteknik berupa cerucuk bambu dengan kedalaman 12 m untuk non submerged breakwater dan kedalaman 20 m untuk submerged breakwater, matras bambu dengan tebal 3 lapisan atau setebal 0,5 m, lapisan geogrid setebal 20 cm; dilanjutkan pada lapisan diatasnya terdapat tumpukan batu mulai dari lapisan inti dan berm kaki, untuk lapis lindung kedua dari kedua bangunan tersebut menggunakan tumpukan batu kasar dengan berat 50 kg per butir, pada lapisan yang paling atas terdapat lapis lindung luar menggunakan struktur tetrapod dengan berat 500 kg per butir. Rekapitulasi rencana anggaran biaya untuk pembangunan submerged dan non submerged breakwater pada lokasi 1 sebesar Rp. 71.252.574.500, sedangkan rekapitulasi rencana anggaran biaya untuk pembangunan submerged dan non submerged breakwater pada lokasi 2 sebesar Rp. 30.727.219.500.
PERENCANAAN EMBUNG JEMAWAN KABUPATEN KLATEN JAWA TENGAH Putra, Fero Adi; Prasetyo, Ika Noviana; Sriyana, Sriyana; Falah, Al
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Irrigation water demand and raw water in Klaten regency is increasing in line with population growth. Raw water needs in Klaten regency, District Jatinom, especially Jemawan village have been obtained from well water and for irrigation use pattern of rainfed. For the Government in this case the Department of Water Resources Management (PSDA) seeks to develop new sources of raw water by building Jemawan Small Dam. As the rainy season water reservoir, water reservoir can also be efficiently used in the dry season. Aside from being a source of raw water for daily use and meets the needs of water for irrigation, small dam also be an alternative flood mitigation in downstream areas of the river. Based on the mainstay discharge analysis by the method of F.J Mock obtained the discharge mainstay 20% dry minimum of 19,3 liters/sec. For the body design of the small dam used the flood discharge hydrological data HSS Gamma I method with flood discharge plan 100 years return period amounted 105,550 m3/sec. Jemawan Small Dam reservoir volume is 170.783,58 m3. Small dam design life is 20 years, can meet the needs irrigation with an area of 200 Ha and raw water needs for 3.513 people. The planned small dam 9,60 m high, with a base elevation ponds +221,00 m, +230,60 m dam crest elevation, surveillance 1,5 m high, 5 m wide dam crest, upstream slope of 1:3, 1:2,25 downstream slope. In planning this Jemawan Small Dam used Ogee threshold type spillway width 30 m with a height of 1,5 m and a spillway crest elevation of +228,00 m, using an eject pond flat type III with a length of 10 m. This project implementation is scheduled for 48 weeks with a budget plan of Rp.12.603.159.500,00.
STUDI PERENCANAAN SUBMERGED DAN NON SUBMERGED BREAKWATER UNTUK PENANGANAN ABRASI DI PANTAI MOROSARI DEMAK Kautsar, Zhafarina Hafizha; Dzaki, Tubagus Nauval; Sriyana, Sriyana; Hargono, Slamet
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pantai Morosari, Kevamatan Sayung, Kabupaten Demak adalah salah satu pantai yang mengalami abrasi disetiap tahunnya ditambah dengan penurunan tanah menyebabkan banjir rob, sehingga menenggelamkan pemukiman warga serta ekosistem mangrove. Tujuan studi yaitu mengembalikan daratan pantai yang tenggelam akibat abrasi dengan merencanakan bangunan pelindung pantai. Perencanaan bangunan pelindung pantai berupa bangunan submerged dan non submerged breakwater yang ditempatkan rangkap sejajar pada dua lokasi, yaitu dari arah barat laut garis pantai sebagai lokasi 1 dan dari arah barat daya garis pantai sebagai lokasi 2. Simulasi terhadap tinggi gelombang dan periode gelombang maksimum menggunakan program MIKE21, menunjukkan bahwa reduksi gelombang oleh submerged breakwater sebesar 80% sedangkan submerged breakwater sebesar 66,67%. Simulasi perubahan garis pantai menunjukkan kemajuan garis pantai sejauh +100m. Simulasi terhadap deformasi tanah pada dasar bangunan menunjukkan deformasi tanah terbesar setelah pembangunan adalah 31,41 mm. Penentuan kedalaman cerucuk bambu pada bangunan pelindung pantai menggunakan program FoundationProV1 menghasilkan kedalaman cerucuk 20m untuk non submerged breakwater dan 12m untuk submerged breakwater. Hasil perhitungan dimensi menunjukkan konstruksi pada Lokasi 1 akan mempunyai cost yang relatif jauh lebih besar dibandingkan Lokasi 2, namun efektivitas dalam melindungi wilayah pantai pada Lokasi1 lebih baik dibandingkan Lokasi2.
RESTORASI SUNGAI DOMBO SAYUNG STA 0+000 – 3+800 KABUPATEN DEMAK Mayasari, Mayasari; Astuti, Riris Dwi; Sangkawati, Sri; Sriyana, Sriyana
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada daerah disekitar wilayah Sungai Dombo Sayung adalah banjir akibat rob dan pendangkalan sungai serta alur sungai yang dijadikan tempat parkir nelayan masyarakat kecamtan Sayung tidak tertata dengan baik. Perencanaan restorasi Sungai Dombo Sayung bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai debit banjir rencana, dimensi penampang efektif sungai, mewujudkan restorasi dari segi morfologi dan sosial ekonomi. Debit banjir rencana dihitung dari DAS Dombo Sayung dengan metode Haspers, Melchior dan Rasional ditambah dengan debit banjir yang masuk ke hulu Sungai Dombo Sayung melalui pintu Bendung Pucanggading, kemudian hasil ketinganya diambil yang terbesar dan dilakukan running dengan aplikasi HEC-RAS untuk mengetahui apakah kapasitas sungai mampu menampung debit banjir rencana. Berdasarkan hasil analisa menggunakan software HEC-RAS dengan nilai debit kala ulang 100 tahun total sebesar 749,19 m3/dt pada STA 8+800 – 0+000 elevasi air lebih tinggi dari elevasi tanggul. Penampang sungai yang sudah direncanakan, dicek kestabilan lerengnya menggunakan aplikasi Geostudio Slope W/ dan kemiringan lereng sungai cukup stabil dengan nilai FS 1,134. Hasil perencanaan yaitu dilakukan pengerukan sedalam ± 1,5 m, kemiringan dasar sungai rencana 0,000016,  perbandingan lereng sungai 1:2 dan tinggi jagaan tidak kurang dari 0,7 m. Restorasi dari segi sosial ekonomi direncanakan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dan daerah dengan direncanakan pariwisata di alur sungai Dombo Sayung STA 0+000 ( Pantai Morosari ) hingga STA 3+800 ( Desa Bedono ). Perencanaan dermaga wisata, dermaga nelayan dan jalur pelayaran kapal dilakukan pada STA 0+800 – 0+000. Rencana anggaran biaya untuk melaksanakan restorasi Sungai Dombo Sayung yaitu sebesar Rp. 58.710.504.000,-.
PERENCANAAN EMBUNG SOMOSARI DI JEPARA Utami, Hesti Astria; Nalendra, Galang Sri; Sriyana, Sriyana; Nugroho, Priyo
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.308 KB)

Abstract

Somosari Village and its surrounding area in Jepara District is currently having a decline in its water resources. This condition is indicated by the drop of ground water level, the drought among its river and the reduction of water availability through out its irrigation. On the counting, this condition is contrasted by the flood during the rainy season. An alternative solution to the conditions is to build small dam in Somosari Village. The small dam is function as water reservoir, flood control, and conservation. The final project was based on some complementing methods. The first method is hydrological analysis which included storage capacity analysis using simulation. The other hydrological analysis are analysis of flood discharge using Weduwen Methods, discharge mainstay analysis using Basic Year Methods, water demand analysis and water balance analysis. The last phase is small dam construction planning. The result suggest that Somosari Small Dam will have 100752.736 m3 storage capacity, handle the flood debit of 426,279 m3/sec with cycle period of 100 years. The small dam is planned to be build as high as 18 m with the base elevation degree +274.48, and effective width of 22.127 m. The small dam constructed using K 300 concret and fill soil with estimated cost of Rp 20,814,178,800.00 (twenty billion eight hundred fourteen million one hundred seventy eight thousand and eight hundred Rupiah).
Co-Authors Adiwardojo Adiwardojo Agettis, Resi Ayu Agustiani, Nurwulan Al Falah Arief Tris Yuliyanto Ary Wibowo Astuti, Riris Dwi Aziz Jakfar Bambang Eko Afiatno Bambang Purwanggono Bambang Suprawoto Buchori, Afif Bani Devi, Sutya Devina, Clara Dharu Dewi Dzaki, Tubagus Nauval Edo Himawan Eko Julianto Sasono Erick Chendratama Eusabinus Bunau Fandy Halim Fero Adi Putra Frida Kistiani Galang Sri Nalendra, Galang Sri Gigit Mujianto, Gigit Hadi Suntoko Hari Nugroho Hartono, Hil Gendoet Haryono Putro Hayashi, K. Heni Susiati Hesti Astria Utami, Hesti Astria I Putu Dian Arie Wibawa Ika Noviana Prasetyo Ikhsanudin Ikhsanudin Imam Bastori Ivana, Laili Iwan K. Hadihardaja Iwan Kridasantausa Hadihardaja Jati Utomo Dwi H. Jatmiko Jatmiko Joetata Hadihardaja Kautsar, Zhafarina Hafizha Kristi, Bondan Kristian, Agung Kusuma, Herning Dyah M. Hikmah, Zaqiah Mayasari Mayasari, Mayasari Moch. Djoko Birmano Mochamad Nasrullah Muhammad Donny Kusumo N. Muhammad Idu Zaman Suquti, Muhammad Idu Zaman Mushafa Fahmi Nafi Feridian Nur Shidqi, Arif Haidar Nurlaila Nurlaila Pangaribuan, Harry J paringhan, yohanes gylberd Pranoto Samto Atmojo Priyanto Mudo Joyosukarto Priyo Nugroho Ratya Anindita Refrison Refrison Sahala Maruli Lumbanraja Salamun Salamun Sarwoko Sarwoko Seno Darmanto Setyaningrum, Maria Handayani Siswati, Muji Slamet Hargono Sri Sangkawati Sugiyanto Sugiyanto Sumbogo Pranoto Suparman Suparman Syafrudin Syafrudin Teguh Pribadi Tony Susanto, Tony Wibowo, Mochamad Agung widodo winarso, widodo Wijaya, Siek Stefanus Hendra Wiku Lulus Widodo Wulansari, Aisha Cahya Yanti, Elyta Vivi Yanuar Danu Wijaya Yohanes Dwi Anggoro Yuliastuti Yuliastuti Yusuf Umardani