Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH JENIS MINERAL LEMPUNG TERHADAP KUALITAS GENTENG KERAMIK Taslimah, Taslimah; Wibisono, Roy; Sriyanti, Sriyanti; Hastuti, Rum
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 5, No 2 (2002): Volume 5 Issue 2 Year 2002
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2691.475 KB) | DOI: 10.14710/jksa.5.2.11-14

Abstract

Telah dilakukan penelitian jenis mineral dan komposisi kimia bahan baku genteng Soka Kebumen dan Mateseh Kendal serta uji sifat fisik genteng dari bahan baku tersebut. Analisis dilakukan dengan metoda difraksi sinar-X dan spektrofotometer serapan atom, uji sifat fisik genteng meliputi susut kering, susut bakar, kuat tekan dan peresapan air. Disimpulkan bahwa lempung Soka Kebumen terdiri dari monmorionit, kaolinit, anortit dan kwarsa sedang lempung Mateseh Kendal terdiri dari haloisit dan anortit. Jenis mineral lempung yang berbeda menghasilkan kualitas genteng yang berbeda. Genteng Soka Kebumen dengan campuran pasir kualitasnya paling baik.
EVALUASI MODEL LANGMUIR-HINSHELWOOD UNTUK KINETIKA ADSORPSI BESI(III) PADA 2-MERKAPTOBENZOTIAZOL-ZEOLIT ALAM Sriyanti, Sriyanti; Taslimah, Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 7, No 2 (2004): Volume 7 Issue 2 Year 2004
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.157 KB) | DOI: 10.14710/jksa.7.2.39-45

Abstract

Telah dibuat adsorben dengan mengimpregnasikan 2-merkaptobenzotiazol pada padatan pendukung zeolit alam yang sebelumnya telah dilapisi polistirena. Adsorben yang dihasilkan selanjutnya digunakan untuk mengadsorpsi besi (III) dalam medium air. Sebelum impregnasi zeolit diberi perlakuan fisikokimia, meliputi pemanasan 80 0C dalam campuran KMnO4 dengan H2SO4; KMnO4 dengan HCl dan KMnO4 dengan H2SO4, dilanjutkan dengan HCl. Kajian kinetika dilakukan dengan variasi waktu kontak terhadap banyaknya besi (III) yang teradsorpsi menggunakan metode batch. Model kinetika Langmuir-Hinshelwood digunakan untuk mengesti-masi besarnya konstanta laju, dan perubahan energi bebas adsorpsi. Sebagai evaluasi digunakan model kinetika adsorpsi melalui dua proses, cepat dan lambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan awal KMnO4-H2SO4-HCl pada zeolit alam dapat dinyatakan sebagai cara paling efektif untuk menurunkan aluminium (dealu-minasi). Data adsorpsi ion besi (III) pada adsorben yang dibuat dari zeolit alam dengan perlakuan awal tersebut menunjukkan besi (III) teradsorpsi paling lambat baik dengan model Langmuir-Hinshelwood (k1=0,39x10-2 menit-1) maupun model adsorpsi dua proses (laju cepat (kc)= 3,66x10-2 menit-1, laju lambat (kl)= 0,106 menit-1). Dari data energi bebas, besi(III) teradsorpsi secara fisik.
PENGARUH PEMERANGKAPAN ENZIM ALKALIN FOSFATASE KE DALAM SILIKA DARI ABU SEKAM PADI TERHADAP AKTIVITAS ENZIMATIKNYA Sriyanti, Sriyanti
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 1 (2017): Volume 20 Issue 1 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.253 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.1.42-47

Abstract

Alkalin fosfatase telah diperangkap ke dalam silika dari abu sekam padi melalui proses sol-gel. Dalam prosedur ini, larutan silika dihasilkan melalui ekstraksi abu sekam padi menggunakan larutan natrium hidroksida 1,5 N. Larutan asam klorida 0,1 N ditambahkan untuk menurunkan pH larutan silika hingga 10. Alkalin fosfatase (dalam larutan buffer tris-HCl pH:8) ditambahkan ke dalam larutan silika, didiamkan di dalam desikator hingga terbentuk gel. Gel kering merupakan enzim terperangkap (terenkapsulasi). Parameter katalitik dan kinetik ditentukan baik untuk enzim bebas dalam larutan maupun untuk enzim terimobilisasi. Hasil menunjukkan bahwa pH dan suhu optimal untuk alkalin fosfatase terimobilisasi dalam silika adalah 9,0 dan 45?C, lebih tinggi dibandingkan dengan bentuk bebasnya (8,5 dan 40?C). Pada suhu kamar dan pH 8,5, konstanta Michaelis-Menten (Km) adalah 7,50 mM dan aktivitas spesifiknya adalah 0,051 U/mg enzim untuk alkalin fosfatase terenkapsulasi, sedangkan untuk alkalin fosfatase bebas dalam larutan berturut-turut 0,08 mM dan 1,041 U/mg enzim.
ENCAPSULATION OF ALKALINE PHOSPHATASE IN MESOPOROUS METHYL-SILICA HYBRID BY SOL-GEL PROCESS Sriyanti, Sriyanti
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 3 (2017): Volume 20 Issue 3 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.887 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.3.110-113

Abstract

In recent years, the sol-gel technique has attracted increasing interest as a unique approach to immobilize biomolecules for bioanalitical applications as well as biochemical and biophysical studies. In this research, encapsulation of Alkaline Phosphatase (ALP) enzyme in mesoporous methyl-silica hybrid by sol-gel process has been carried out. Mesoporous methyl-silica hybrid has been synthesis by using tetraethylorthosilicate (TEOS) and methyltriethoxysilane (MTES) as precursor and poly(ethylene) glycol (PEG) as a polymer dopant. The preparation of methyl-silica hybrid was carried out at various mol ratios of precursors and PEG concentration. Encapsulation was emphasized by mixing sol solution and tris-HCl buffer containing ALP. The Surface Area Analyzer analysis data showed that the pore diameter and surface area of methyl-silica hybrid tended to increase as the PEG dopant concentration increases. Result showed that ALP encapsulated in the methyl-silica hybrids with PEG dopant gave enzymatic activity as 0.112 U/mg enzyme, higher than ALP encapsulated in copolymerization of TEOS with MTES or in silica from TEOS precursor only (0.098 U/mg enzyme and 0.069 U/mg enzyme, respectively). It was shown that copolymerization of TEOS with organosilane precursor and the entrapment of polymer additives into sol-gel processed materials are useful methods for modifying the internal environment and hence the activity of biomolecules entrapped in sol-gel derived biomaterials.
BILANGAN OKSIDASI DAN REAKSI-REAKSI MANGAN Sriyanti, Sriyanti
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 3, No 1 (2000): Volume 3 Issue 1 Year 2000
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4866.627 KB) | DOI: 10.14710/jksa.3.1.171-176

Abstract

Telah dilakukan pembuatan tris (2,4-pentanadionato) Mangan (III), Kalium manganat dan Kalium permanganat untuk mempelajari bilangan oksidasi mangan. Dilakukan pula reaksi-reaksi sederhana terhadap mangan untuk mengamati mangan pada berbagai keadaan tingkat oksidasi. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa Mangan (II) stabil dalam suasana asam, Mangan (III) tidak stabil dan dapat distabilkan dengan pembentukan kompleks mangan-acetylacetonat, Mangan (IV) stabil dalam bentuk oksidanya (MnO2), Mangan (VI) atau manganat stabil dalam suasana basa kuat dan Mangan (VII) atau permanganat hanya stabil dalam suasana asam.
COMPETENCY ENHANCEMENT OF LOCAL COMMUNITY IN TRASS UTILIZATION IN NAGREG KENDAN, BANDUNG, WEST JAVA Widayati, Sri; Usman, Dudi nasrudin; Sriyanti, Sriyanti; Nuryahya, HimawaN; Triwardhani, Ike J.
PROMINE Vol 7 No 2 (2019): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Competency enhancement in trass utilization was given to local communities of Nagreg Kendan,Bandung, West Java. This activity was intended to explore the potential of local cummunity indeveloping trass deposit utilization for local economy. This activity is expected to providerecommendation and encouragement for local community to develop entrepreneurship in utilizing andmanaging mineral resources potential. This activity was divided into several parts, they are pre-test,counseling and discussion about trass utilization, and also post-test to evaluate local community?sbasic knowledge. Local community shows good knowledge and enthusiasm of local community indeveloping local economy through trass utilization.
SINTESIS BAHAN HIBRIDA AMINO-SILIKA DARI ABU SEKAM PADI MELALUI PROSES SOL-GEL Sriyanti, Sriyanti; Taslimah, Taslimah; Nuryono, Nuryono; Narsito, Narsito
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 1 (2005): Volume 8 Issue 1 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.238 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.1.1-8

Abstract

Silika dengan imobilisasi gugus amino dengan bahan dasar abu sekam padi telah dibuat melaluiproses sol-gel. Sebagai perbandingan, dibuat pula silika gel tanpa gugus organik.Larutan mendidih natriumsilikat (1,5 N) ditambahkan pada abu sekam padi, kemudian filtratnya dipisahkan sebagai larutan natriumsilikat. Selanjutnya , kedua filtrat digunakan untuk sintesis silika gel dengan dan tanpa gugus organik. 3-Aminopropiltrimetoksisilan (APTS) ditambahkan ke dalam larutan natrium silikat, dilanjutkan denganpenambahan asam klorida perlahan-lahan sampai pH 7 dan pH 3. Gel yang terbentuk diperam selama 18jam dengan temperatur 80oC, dicuci dengan air kemudian dikeringkan pada temperatur 80oC selama 9 jam.Silika gel dibuat dengan cara yang sama. Kedua produk dikarakterisasi dengan FTIR dan XRD, serta diujikemampuan adsorpsinya terhadap logam Ni(II). Hasil menunjukkan bahwa silika gel hasil mempunyai polayang sama dengan silika Kiesel Gel 60 dari Merck, baik spektra FTIR maupun defraktogram XRDnya,sedangkan bahan hibrida amino-silika mempunyai puncak-puncak serapan yang menunjukkan adanyagugus amin (-NH2) dan rantai alifatik (-CH2-) di samping kesamaan pola dengan silika standar. Dalam ujiadsorpsi, amino-silika mengadsorpsi Ni(II) lebih tinggi dibanding silika gel dengan kapasitas adsorpsimasing-masing 0, 106 mol/g adsorben dan 0,0088 mol/g adsorben.
PENGARUH PEMANASAN TANAH DIATOME TERHADAP KEMAMPUAN ADSORPSI CD (II) DALAM PELARUT AIR Setyaningtyas, Tien; Sriyanti, Sriyanti
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 6, No 3 (2003): Volume 6 Issue 3 Year 2003
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2808.983 KB) | DOI: 10.14710/jksa.6.3.1-4

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh pemanasan tanah diatome terhadap kemampuan adsorpsi logam kadmium (II) dalam pelarut air. Parameter eksperimen meliputi temperatur pemanasan, waktu kesetimbangan dan kapasitas adsorpsi.Kapasitas adsorpsi ditentukan melalui penggunaan isoterm adsorpsi Langmuir yang menekankan pembentukan lapisan monomolekuler sebagai konsekwensi interaksi kimia antara ion logam dan gugus aktif adsorben. Peranan gugus siloksan dipelajari dengan membandingkan perilaku adsorpsi ion logam pada permukaan tanah diatome dengan jumlah relatif gugus siloksan yang berbeda. Secara eksperimen langkah ini dilakukan dengan menggunakan sistem ?batch shaker?.Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pemanasan tanah diatome mempengaruhi jumlah gugus siloksan. Jumlah gugus siloksan bertambah dengan naiknya temperatur pemanasan tanah diatome dan menurunkan kapasitas adsorpsi kadmiun (II). Temperatur pemanasan tanah diatome pada 100 oC mempunyai kapasitas adsorpsi paling besar yaitu 39,34 mg/g. Kapasitas adsorpsi kadmium (II) pada tanah diatome alam dan pada pemanasan 500 oC, 900 oC masing-masing adalah 29,22 mg/g ; 23,18 mg/g ; 12,3 mg/g.
ADSORPSI KADMIUM(II) PADA BAHAN HIBRIDA TIOL-SILIKA DARI ABU SEKAM PADI Sriyanti, Sriyanti; Azmiyawati, Choiril; Taslimah, Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2005): Volume 8 Issue 2 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.351 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.2.48-54

Abstract

Bahan hibrida tiol-silika telah dibuat dengan mengimobilisasikan 3-merkapto-propiltrimetoksisilan ke dalam silika melalui metode sol-gel. 3-Merkaptopropil-trimetoksisilan ditambahkan ke dalam larutan natrium silikat, kemudian diasamkan dengan HCl 6M hingga pH: 7. Larutan natrium silikat dihasilkan dari ekstraksi abu sekam padi dengan larutan natrium hidroksida mendidih. Model isoterm adsorpsi Langmuir digunakan untuk memperkirakan kapasitas dan energi adsorpsi kadmium(II). Dilakukan pula adsorpsi pada berbagai pH untuk mendapatkan kondisi yang sesuai untuk adsorpsi selektif ion logam yang dipelajari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cd(II) teradsorpsi lebih tinggi pada bahan hibrida tiol-silika (SG-MPTS) dibandingkan pada silika gel tanpa gugus tiol dengan kapasitas adsorpsi berturut-turut (b: 0,0208 mol/g) dan (b = 0,0156 mol/g) . Dari energi adsorpsi yang terlibat (25, 545 kJ/mol dan 27,422 kJ/mol), adsorpsi Cd(II) pada kedua adsorben dapat dikategorikan sebagai adsorpsi kimia. Untuk kedua adsorben, adsorpsi Cd(II) paling efektif pada 3<pH<8.
PENGARUH KEASAMAN MEDIUM DAN IMOBILISASI GUGUS ORGANIK PADA KARAKTER SILIKA GEL DARI ABU SEKAM PADI Sriyanti, Sriyanti; Taslimah, Taslimah; Nuryono, Nuryono; Narsito, Narsito
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 3 (2005): Volume 8 Issue 3 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.605 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.3.74-80

Abstract

Silica gel is well known as a material that may be used as adsorbent, host matrix for catalyst, etc. Hence, synthesis of silica gel from rice hull ash has been done by evaluation of the effect of medium acidity and organic group immobilized in the snythesis of silica gel.Synthesis of silica gel was done by adding sodium silicate solution from rice hull ash to hydrochloric acid until pH 3, 5 and 7. Immobilization of thiol group and amino group in silica was done by adding 3-mercaptopropyltrimethoxysilane or 3-aminopropyl-trimethoxysilane to sodium silicate solution and hydrochloride acid solution until pH: 7. The products were characterized by X-ray deffractometer and FTIR Spectroscopy.Results showed that porousitas of silica increased with increasing medium acidity ( decreasing pH medium).Immobilization thiol or amino group in silica added a functional group on silica but did not destroy primary structure of silica gel.Key Words: Silica Gel, Rice Hull Ash, 3-mercaptopropyltrimethoxysilane, 3-aminopropyl-trimethoxysilane.