Articles

PENGENDALIAN GETAH KUNING MANGGIS MENGGUNAKAN EKSTRAK RUMPUT LAUT DAN PEMUPUKAN KALIUM SUADA, I KETUT; SUNITI, NI WAYAN
Agrotrop: Journal on Agriculture Science Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Control of Mangosteen Yellow Latex Using Seaweed Extract and Potassium Fertilizer. The yellow latex disease decreases fruit quality of mangosteen because of exogenic latex causes dirty fruit and the endogenic latex makes the bitter fruit taste, then it does not deserve to be consumed. The causal agent of the disease was Verticillium alboatrum, Fusarium oxysporum, and Pestalotia macrotricha. Control using synthetic chemical for the fungus is severely decreasing the quality of the environment, therefore the use of organic agent such as botanical fungicide and the use of potassium fertilizer is recommended. The purpose of this research is to find the dose of potassium fertilizer and sea weed extract to decrease yellow latex disease of mangosteen fruit. The research was done in-vivo in the field with indicator of the decrease of yellow latex incident. The research showed that potassium fertilizer of 1.5 kg/plant combine with 1% extract was the best treatment with the lowest yellow latex incident of 9.4%. The treatment effective decreasing the disease of 56.3% compared to control and 56.9% when it is compared to 0,2% Antracol fungicide.
INDUKSI MUTASI TANAMAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L.) DENGAN ETHYL METHANESULFONATE PADA BERBAGAI TINGKAT WAKTU PERENDAMAN WIARTANA, I MADE AGUS; PHARMAWATI, MADE; SUADA, I KETUT
Agrotrop: Journal on Agriculture Science Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Induction of Mutation of Red Chili (Capsicum Annuum L.) Using Ethyl Methanesulfonate at Several Soaking Periods.One way to increase genetic variation is through induced mutation usingchemical mutagen. Ethyl methanesulfonate (EMS) is a chemical compound that can cause mutationsand commonly used in plant. In this study seeds of red chili were treated using EMS 1% through seedsoaking. Seeds of red chili were soaked with EMS 1% in phosphate buffer pH 7 for 6, 9, 12 and 15hours at room temperature. As control, seeds were soaked in phosphate buffer pH 7. This study aimsto evaluate, physiological and reproductive characters of plants after treated with EMS. Experimentwas conducted in an open field with 5 replicates for each treatment. Results showed that concentrationof chlorophyll a, b and total chlorophyll increased in plants derived from seed treated with EMS 1% for9 hours compared to control and other soaking periods. Soaking seeds with EMS 1% for 12 hoursincreased viability of pollen compared to control and other treatments. The first time of floweringoccurred earlier at 6 and 9 hours soaking period.
KUALITAS SUSU KUDA SUMBAWAPADA PENYIMPANAN SUHU RUANG Sinlae, Reny Navtalia; Suada, I Ketut; Sampurna, I Putu
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No. 2 Agustus 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui kualitas susu kuda Sumbawa pada penyimpanan suhu ruang. Masing-masing sampel (dari 5 kuda) dibagi dalam 5 gelas Beaker selanjutnya disimpan dalam suhu ruangan. Pengamatan dilakukan sebanyak 6 kali, diperiksa dan dilakukan pengujian terhadap parameter yang meliputi : uji pH, uji alkohol, uji bau dan uji rasa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan menggunakan 5 ekor kuda sebagai kelompok dan waktu pengamatan pada hari ke-0, ke-1, ke-2, ke-3, ke-4, dan ke-5 sebagai perlakuan, sehingga diuji 30 sampel (5 ekor kuda x 6 kali pengamatan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH susu mengalami penurunan yang signifikan. Pada uji alkohol menunjukkan hasil uji alkohol bereaksi positif, pada hasil uji bau dan uji rasa menunjukkan perubahan setelah hari ke-2. Penurunan kualitas susu kuda Sumbawa sangat nyata menurun pH-nya (P<0,01) pada hari ke-0 sampai hari ke-1 dan nyata (P<0,05) menurun dari hari ke-1 sampai hari ke-2 tetapi tidak nyata (P>0,05) menurun dari hari ke-2 dengan hari ke-3 selama penyimpanan. Pada uji alkohol ketahanan susu kuda Sumbawa semakin menyimpang dan bereaksi positif. Pada uji bau dan uji rasa susu kuda Sumbawa sangat nyata (P<0,01) menyimpang baunya selama penyimpanan dalam suhu ruang dimulai hari ke-2. Untuk mempertahankan kualitas susu kuda Sumbawa maka sebaiknya penyimpanan pada suhu ruang tidak lebih dari 2 hari.
DETEKSI PENJUALAN DAGING AYAM TIREN DI EMPAT PASAR TRADISIONAL KOTA DENPASAR Swari, Luh Putu Pradnya; Agustina, Kadek Karang; Swacita, Ida Bagus Ngurah; Suada, I Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 2 Agustus 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i02.p06

Abstract

Ayam tiren pada dasarnya adalah ayam bangkai yaitu ayam yang mati bukan karena disembelih, melainkan ayam yang sebelumnya telah mati disebabkan daya tahan yang kurang baik selama perjalanan atau terkena penyakit kemudian sengaja disembelih untuk dijual di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan ada penjualan daging ayam mati kemarin (tiren) yang dijual di empat pasar tradisional Kota Denpasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dimana 72 sampel daging ayam diambil dari empat pasar tradisional di Kota Denpasar, masing-masing tiga sampel setiap pasar dengan enam kali ulangan. Variabel yang diuji dalam penelitian ini adalah deteksi ayam tiren dengan uji Malachite green dan uji pH daging ayam. Hasil penelitian didapatkan bahwa 19,44% (14/72) sampel menunjukkan uji Malachite green positif dan rataan pH daging ayam 5,93 (5,32 - 6,45).  Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa 19,44% daging ayam yang dijual di empat pasar tradisonal di Kota Denpasar diduga ayam tiren untuk itu disarankan kepada konsumen agar lebih selektif dalam memilih daging ayam untuk dikonsumsi. 
PEMAKAIAN ASAM ORGANIK DAN ANORGANIK SEBAGAI ACIDIFIER BERPENGARUH POSITIF TERHADAP PERFORMAN ANAK BABI PASCA SAPIH Agung, I Gede Made Sunu Satwika Nur; Ardana, Ida Bagus Komang; Suada, I Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 9 No. 1 Pebruari 2017
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam organik dan anorganik (Orgacid?) sebagai acidifier dalam pakan terhadap bobot badan, konsumsi pakan dan konversi pakan. Penelitian ini menggunakan 24 ekor babi landrace jantan pasca sapih umur 30 hari sampai 58 hari. Bahan pakan yang digunakan adalah Charoen 550? Produksi PT.Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Pakan perlakuan yang digunakan antara lain: pakan tanpa Orgacid?, kombinasi Orgacid? 1g/kg pakan, kombinasi Orgacid? 2g/kg pakan, kombinasi Orgacid? 4g/kg pakan. Variabel yang diamati adalah Bobot badan, konsumsi pakan, konversi pakan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi Orgacid? 1g/kg pakan sampai dengan 4g/kg pakan dalam pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot badan, konsumsi pakan dan konversi pakan.
KUALITAS DAGING SAPI BALI DAN DAGING WAGYU YANG DISIMPAN PADA SUHU DINGIN Agustina, Kadek Karang; Sembiring, Sonia Dewi Citra; Suada, I Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 1 Pebruari 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i01.p16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daging sapi lokal dan daging sapi impor. Contohnya daging sapi bali yang merupakan sapi lokal dan daging Wagyu yang merupakan daging sapi impor. Parameter yang digunakan dalam menentukan kualitas daging tersebut meliputi pH, Kadar Air, Daya Ikat Air (DIA) dan Tekstur. Untuk mempertahankan kualitas daging, alternatif yang biasa digunakan adalah penyimpanan daging pada suhu dingin. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang  daging Wagyu dan daging sapi bali pada penyimpanan suhu dingin 40C dalam jangka waktu selama 0-5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH daging Wagyu yaitu (5,50) nyata (P<0,05) lebih rendah dari daging sapi bali (5,60) sedangkan rata-rata kadar air daging Wagyu yaitu (57,72%) nyata (P<0,05) lebih rendah dari daging sapi bali (74,59%), dan rata-rata daya ikat air daging Wagyu yaitu (61,11%) nyata (P<0,05) lebih rendah dari daging sapi bali (64,36%). Demikian pula nilai rata-rata tekstur daging Wagyu yaitu (3,3) nyata (P<0,05) lebih tinggi dari daging sapi bali (2,1). Selama penyimpanan di suhu dingin 40C terjadi kenaikan nilai pH, penurunan kadar air, daya ikat air, dan tekstur daging sapi bali maupun daging Wagyu.
PENGARUH PERENDAMAN PADA INFUSA DAUN SALAM TERHADAP KUALITAS DAN DAYA TAHAN DAGING BABI Agustina, Kadek Karang; Sari, Prabarini Hanum; Suada, I Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 9 No. 1 Pebruari 2017
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman dengan infusa daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap kualitas dan daya tahan daging babi pada peletakan suhu ruang (280C). Sebanyak 80 sampel daging babi pada bagian loin diuji dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial yaitu faktor konsentrasi 0%, 5%, 10%, dan 15%  infusa daun salam, dan  empat faktor daya tahan yaitu lama peletakan pada suhu ruang pada jam ke 0, 3, 6, dan 9. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak lima kali. Parameter kualitas daging yang diuji pada penelitian ini adalah Daya Ikat Air, Kadar air, pH, warna dan tekstur daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi infusa daun salam tidak berpengaruh terhadap daya ikat air dan kadar air daging babi, namun berpengaruh terhadap nilai pH, warna dan tekstur daging babi. Daging babi yang dicelupkan pada infusa daun salam memiliki daya tahan yang baik selama peletakan di suhu ruang hingga pengamatan jam ke-9. Sehingga dapat disimpulkan bahwa infusa daun salam pada berbagai konsentrasi mampu mempertahankan kualitas daging babi.
KUALITAS DAGING SAPI DI RUMAH POTONG HEWAN PESANGGARAN DITINJAU DARI UJI PH DAN DAYA IKAT AIR Setiawan, Satria Yanuwardani; Swacita, Ida Bagus Ngurah; Suada, I Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 9 No. 1 Pebruari 2017
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran merupakan tempat pemotongan hewan terbesar di Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas daging sapi di RPH Pesanggaran ditinjau dari nilai pH dan daya ikat air dan hubungan di antara kedua variabel tersebut. Lima belas sampel daging sapi bagian longisimus dorsi diuji kualitasnya berdasarkan nilai pH dan daya ikat air selama waktu pengamatan mulai jam ke satu sampai ke delapan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, kualitas daging sapi yang dihasilkan di RPH Pesanggaran memiliki pH ultimat 5,51 pada jam ke tujuh setelah pemotongan dan Daya Ikat Air dengan nilai 60,4% pada jam ke tujuh setelah pemotongan. Disimpulkan bahwa pH dan DIA daging sapi di RPH Pesanggaran menurun dari jam pertama sampai jam ke tujuh dan terdapat hubungan positif antara pH dan Daya Ikat Air daging sapi.  
NILAI KONSISTENSI, SUSUT MASAK, DAN JUMLAH BAKTERI COLIFORM PADA DAGING SAPI WILAYAH DENPASAR Mamboran, Nikko Marthen; Suada, I Ketut; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (6) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai konsistensi, susut masak, dan bakteri Coliform pada daging sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan di pasar tradisional di wilayah Denpasar. Penelitian ini menggunakan enam sampel masing-masing dua sampel daging di RPH Pesanggarahan Denpasar, dua sampel dari Pasar Badung, dua sampel dari Pasar Kreneng Denpasar dan dilakukan enam kali pengulangan. Metode pengujian konsistensi menggunakan 10 orang panelis untuk menguji konsistensi daging sapi. Pengujian susut masak dilakukan dengan cara pemasakan daging sapi pada panci yang berisi air dengan suhu 90oC selama 30 menit. Pengujian bakteri Coliform dilakukan dengan cara penanaman pada media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Hasil penelitian diperoleh rataan konsistensi daging di RPH Pesanggaran, Pasar Badung dan Pasar Kreneng memiliki skor 1, Analisis statistik menunjukan konsistensi daging sapi di RPH dan di pasar tidak berbeda nyata. Rataan susut masak daging sapi di RPH Pesanggaran sebesar 41%, Pasar Badung sebesar 39,5% dan Pasar Kreneng sebesar 42%. Analisis statistik menunjukan susut masak daging sapi di RPH dan di pasar tidak berbeda nyata. Jumlah bakteri Coliform dalam LogY pada daging sapi di RPH Pesanggaran yaitu 5,6; Pasar Badung yaitu 5,7; dan Pasar Kreneng yaitu 5,8. Analisis statistik menunjukan bakteri Coliform pada daging sapi sangat berbeda nyata. Sampel daging sapi yang diambil di RPH Pesanggaran, Pasar Badung dan Pasar Kreneng memiliki konsistensi liat, tidak ada perbedaan nilai susut masak daging serta uji cemaran bakteri menunjukan kecenderungan peningkatan jumlah bakteri Coliform dari daging sapi di RPH sampai ke pasar.
ANGKA LEMPENG TOTAL BAKTERI PADA DAGING AYAM BROILER YANG DIJUAL DI BEBERAPA PASAR TRADISIONAL DI DENPASAR SELATAN Manullang, Martha Putri; Swacita, Ida Bagus Ngurah; Suada, I Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 12 No. 1 Pebruari 2020
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2020.v12.i01.p01

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan perbedaan cemaran Angka Lempeng Total Bakteri (ALTB) pada daging ayam broiler yang dijual di beberapa pasar tradisional Kecamatan Denpasar Selatan.Total 72 sampel diambil dari empat pasar tradisional dan setiap pasar diambil tiga pedagang dengan ulangan sebanyak enam kali.Variabel yang diukur adalah jumlah cemaran ALTB pada daging ayam broiler yang ditanam pada media Nutrient agar. Data hasil pengukuran dianalisis dengan uji ANOVA dan apabila terdapat perbedaan nyata (P<0,05), dilanjutkan dengan Duncan?s new Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah cemaran ALTB pada daging ayam broiler pada Pasar Nyanggelan 45,58x104CFU/g, Pasar Sudha Merta 47,28x104CFU/g, Pasar Kertha Boga 55,64x104CFU/g dan pasar I Made Putra 58,08x104CFU/g  dan setelah dianalisis secara statistik antara Pasar Nyanggelan dengan Pasar Sudha Merta dan antara Pasar Kertha Boga dengan Pasar I Made Putra tidak berbeda nyata (P>0,05). Sedangkan antara pasar Nyanggelan dan Pasar Sudha Merta dengan Pasar Kertha Boga dan Pasar I Made Putra berbeda nyata (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa cemaran ALTB pada daging ayam broiler yang dijual di beberapa pasar di Kecamatan Denpasar Selatan jumlahnya masih di bawah batas standar sehingga layak dikonsumsi.
Co-Authors Adiartayasa, I Wayan ADIATHY, IDA AYU GEDE DIANGGI Agung, I Gede Made Sunu Satwika Nur AGUSTINA BORU MANIK Ahmat Fansidar Aletha Yuliana Mandala, Aletha Yuliana Alhamdani, Yusuf Riska ANAK AGUNG NGURAH GEDE SUWASTIKA, ANAK AGUNG NGURAH GEDE Anastasia Cornelia Anggara Fajri Prasafitra ANITA KAROLINA SIMAMORA ANTARI, NI PUTU MERRY SENI Apriyani, Ester Muki Arhiono, Haru Nira Putra Chandra Immanuel Saragih CHOIRI, HERLINDAH Christine Regina Fenita Wenno, Christine Regina Fenita Cita, I Putu Giri Wahyu Eka Dayana, Anak Agung Putri Isadela DELVIANA PANJAITAN Dewa Ngurah Suprapta DEWI, NI LUH PUTU SONIA SAVITA DEWI, NI MADE PRITIYANTI Dwi Yoga Sutrisna Dyah Ayu Widiasih ELIYA KUSUMAWATI Elly Hariati Br Purba, Elly Hariati Br Emerensia Patryconsitha Aman EUSEBIO GOMES Gea, Octo Berkat GEDE WIJANA Gladkov, Oleg Gracemon Loe Mau, Gracemon Hapsari Mahatmi HESTI YOHANA GINTING I Gede Indrawan I GEDE KETUT SUSRAMA I Gede Putu Wirawan I GEDE SUSRAMA I Gusti Ketut Suarjana I MADE AGUS WIARTANA I Made Damriyasa I Made Merdana I Made Sudana I MADE SUDARMA I Made Sukada I NYOMAN RAI I Putu Sampurna I Wayan Batan I WAYAN EKA ADI WIRAWAN, I WAYAN EKA ADI I Wayan Suardana I WAYAN WIRAATMAJA I.B.N. Swacita, I.B.N. Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Ngurah Ngurah Swacita, Ida Bagus Ngurah Ida Bagus Ngurah Swacita IRMA SELVYANA Br. SITEPU Julitha Dewitri Merthayasa, Julitha Dewitri Kadek Karang Agustina KARTINI HUTASOIT KETUT AYU YULIADHI Ketut Budiasa LELE, ONESIMUS KE Lely Anggriani Nababan LEUNARDUS, VEDERIS Lingga, Alvionita Alexther LULUK WULANDARI Lusandika, Eggy Hidta MADE PHARMAWATI Made Sritamin Mamboran, Nikko Marthen Manullang, Martha Putri Mardyawati, Ida Ayu Putu Aselya Maria Yasinta Manuama Mas Djoko Djoko MAS DJOKO RUDYANTO Maulina Nababan, Maulina Narty, Yasinta Ni Made Puspawati NI PUTU LINDA SUNARIASIH NI WAYAN SUNITI NOER SYAIFUL HAKIM Nurul Masyita, Nurul Nyoman Mantik Astawa Nyoman Sadra Dharmawan Pande Made Satya Sumitra Paramita, Ni Made Diana Pradnya Polos, I Nyoman Poloskin, Rodion Praborini, M. Pradnyana, I Kadek Ngestika Prima, Evy Purnama Layli, Purnama Purnama, Dimas Indra Dwi Putra, I Putu Agus Santika PUTU AYU MEITA YUDIA DEWI, PUTU AYU MEITA YUDIA Reny Navtalia Sinlae REZKI ABADI BONTONG Richard Stenly Tindjabate SANGGUL HUTASOIT Sari, Prabarini Hanum Sembiring, Sonia Dewi Citra Setiawan, Satria Yanuwardani Shchegolkova, Nataliya SHEILA SIMANJUNTAK SISKA MAHARGIAN FIBRIANTI Sriyanti, Ni Luh Gede Stepanov, Aleksey SUGITA, PUTU SURAINIWATI SURAINIWATI SURYANINGSIH, KADEK INTAN SUWASTIKA, A. A. NGURAH GEDE SWANDEWI, NI KADEK LIA Swari, Luh Putu Pradnya Uli Rehlitna Sembiring, Uli Rehlitna WAYAN ADIARTAYASA Wilson Lois, Wilson Wisnu Pradana Yakimenko, Olga Yunita Sri Hastuti, Yunita Sri YUNITI, I GUSTI AYU DIAH