Articles

DETEKSI PRODUKSI TOKSIN STX-1 DAN STX-2 DARI ESCHERICHIA COLI O157:H7 ISOLAT LOKAL HASIL ISOLASI FESES DAN DAGING SAPI Suardana, I Wayan; Krisna Erawan, I Gusti Made; Sumiarto, Bambang; Widaya Lukman, Denny
Jurnal Veteriner Vol 10 No 4 (2009)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shiga toxin produced by Escherichia coli O157:H7 can cause outbreaks and sporadic cases of serioushuman diseases. The diseases are indicated by hemorrhagic colitis and hemolytic uremic syndrome. Meatand meat products have been identified as vehicles of food borne disease caused by E.coli O157:H7. Themain aim of this research was to identify the correlation between the level of E.coli O157:H7 contaminationand the presence of Shiga toxin (Stx1 and Stx2) by applying method of Vero toxin Escherichia coli-ReversePassive Agglutination Test (VTEC-RPLA). The results showed that 3 of 7 isolates and 1 of 4 isolatesisolated from feces of cattle and beef, respectively produced Stx 1 (VT1). In the detection of Stx 2 (VT2), 4of 7 isolates and 1 of 4 isolates, isolated from the same samples were found to produce this toxin.According to all isolates, in this research showed, 1 isolate was found to produce VT2, 4 isolates to produceboth VT1 and VT2, while 6 isolates showed negative results either to VT1 or VT2.
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PARTAI POLITIK SEBAGAI KORPORASI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA Hendra, I Wayan; Suardana, I Wayan
Kertha Wicara : Journal Ilmu Hukum Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Kertha Wicara : Journal Ilmu Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi adalah merupakan masalah yang begitu serius yang terdapat di Indonesia. Korupsi ibarat suatu penyakit yang muncul secara silih berganti yang bisa membawa kehancuran pada segi perekonomian, politik, sosial budaya, maupun keamanan negara. Belakangan beberapa kasus menunjukkan bahwa korupsi melibatkan partai politik, namun belum ada partai politik yang disangkakan. Penulisan jurnal ilmiah ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana partai politik dapat dipersamakan dengan korporasi dan bagaimana pertanggungjawabannya ketika terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Jurnal ilmiah ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa partai politik sama dengan korporasi. Hal ini ditinjau dari aspek karakteristik dan konsep dari ketentuan perundang-undangan yang ada yakni undang-undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan undang-undang tentang partai politik. Mengenai pertanggungjawaban yang bisa dimintakan kepada korporasi yang terbukti melakukan tindakan korupsi adalah mengacu pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana kecuali pidana mati, pidana penjara dan pidana kurungan. Selain itu undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi juga mengatur untuk menjatuhkan denda maksimal ditambah dengan sepertiganya. Sehingga berdasarkan konsep pertanggungjawaban tersebut dapat dijadikan pedoman oleh penegak hukum dalam melakukan pemberantasan korupsi yang ada di Indonesia. Kata Kunci: Pertanggungjawaban, Partai Politik, Korupsi.
TINDAK PIDANA PENCURIAN BENDA SAKRAL DI BALI Suandi, Ari Pramitha; Ariawan, I Gst Ketut; Suardana, I Wayan
Kertha Semaya : Journal Ilmu Hukum Vol. 01, No. 01, Januari 2013
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Theft offenses, can be found in any society, including in Bali and is regarded asa normal phenomenon. However, in Bali theft will be an interesting issue, when theobject of theft was sacred objects. The frequency of criminal theft of sacred objects inBali, is quite high. The high frequency of criminal theft of sacred objects on the onehand can not be released to the uniqueness and value of the art of sacred objects that areattracting overseas for collecting. On the other hand, for the perpetrators of theft ofsacred objects, has a high economic value.
KEWENANGAN KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) DALAM UPAYA PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA Satria, I Wayan Yuda; Suardana, I Wayan; Darmajaya, Ida Bagus Surya
Kertha Semaya : Journal Ilmu Hukum Vol. 01, No. 01, Januari 2013
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Conflict between police agencies, prosecutors and the commission in handling cases ofcorruption in Indonesia. This is because the investigator is owned KPK investigatorappointed from police and prosecutors, and at a KPK investigator is still a police andprosecutors. This causes less maximum performance of KPK in eradicating corruptionlet alone deal with cases of corruption involving members of the police and prosecutors.It is hoped the Commission has the authority to appoint an independent investigatoroutside of the police and judiciary, in order to maximize the performance of the KPK ineradicating corruption in Indonesia.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA BAKTERIOSIN ASAL BAKTERI ASAM LAKTAT ENTEROCOCCUS DURANS HASIL ISOLASI KOLON SAPI BALI Suardana, I Wayan; Septiara, Hana Kristal Alamanda; Suarsana, I Nyoman
Buletin Veteriner Udayana Vol. 9 No. 2 Agustus 2017
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri asam laktat mampu mengeksresikan senyawa antimikroba seperti bakteriosin. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui karakterisasi fisiko-kimia bakteriosin asal  bakteri asam  laktat          Enrerococcus durans    isolat 18A hasil isolasi kolon sapi bali. Karakterisasi fisiko-kimia ini diawali dengan pewarnaan Gram dan uji katalase, selanjutnya dilakukan isolasi dan pemurnian bakteriosin. Hasil pemurnian bakteriosin selanjutnya diuji secara kimiawi dengan uji Ninhidrin, uji Molisch, dan uji Lowry. Selain dilakukan uji kimiawi, secara fisik bakteriosin juga diuji menggunakan sodium dodecyl sulfate polyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE) untuk mengtahui bobot molekulnya.Akhir penelitian dilakukan uji potensi daya hambat antibiotiknya terhadap bakteri indikator Bacillus cereus. Hasil penelitian menunjukkan bakteriosin asal bakteri asam laktat           Enterococcus durans18A merupakan senyawa protein dengan konsentrasi protein sebesar 0,272 µg/ml dan tidak mengandung senyawa karbohidrat., Pengujian secara fisik dengan  uji  SDS-PAGE  belum  memperlihatkan  adanya  pita  protein.  Bakteriosin  asal  BAL Enterococcus durans isolat 18A juga diketahui memiliki efektivitas penghambatan terhadap Bacillus cereaus sebesar 23,88%.
IDENFITIKASI BAKTERI ASAM LAKTAT ISOLAT 9A ASAL KOLON SAPI BALI SECARA FENOTIPIK Ekamelinda, Mita; Suardana, I Wayan; Pinatih, Komang Januartha Putra
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 2 Agustus 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i02.p14

Abstract

Bakteri asam laktat merupakan bakteri yang bermanfaat dalam bidang pangan dan kesehatan sebagai biopreservatif, fermentatif, atau probiotik. Sapi bali diketahui dapat menjadi inang potensial untuk bakteri asam laktat spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara fenotipik bakteri asam laktat isolat 9A yang diisolasi dari kolon sapi bali, yang menghasilkan substansi diketahui memiliki potensi sebagai antimikroba. Identifikasi secara fenotipik mencakup uji secara konvensional dan uji API 50 CHL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara konvensional, bakteri asam laktat isolat 9A adalah Streptococcus sp, sedangkan hasil uji menggunakan kit API 50 CHL, menunjukkan hasil isolat 9A sebagai Lactobacillus fermentum dengan nilai identifikasi 83%. Perbedaan hasil antara uji konvensional dengan hasil uji kit API 50 CHL, menunjukkan adanya perbedaan sensitivitas dan spesifitas dari kedua uji, sehingga perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI ESCHERICHIA COLI O157:H7 PADA FESES SAPI DI KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG-BALI Suardana, I Wayan; Putri, Putu Januari Ratna Apsari; Besung, I Nengah Kerta
Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 1 Pebruari 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Escherichia coli (E. coli) merupakan salah satu kelompok terbesar dari bakteri Coliform dan umum ditemukan di dalam kotoran ternak termasuk sapi. Strain E. coli verotipe enterohemorrhagic Escherichia coli (EHEC) khususnya serotipe O157:H7 dapat bersifat patogen karena menghasilkan toksin yang disebut Shiga like toksin. Sebanyak  58 sampel feses sapi di tujuh Desa di Kecamatan Petang dilakukan isolasi dan identifikasi. Data disajikan secara deskriptif yang dilanjutkan dengan uji korelasi Sperman?s rho, serta uji Mc Nemar. Hasil penelitian menunjukkan semua sampel positif Coliform (100%), dan 29 sampel positif E.coli (50%). Sampel yang positif E. coli tersebut, diketahui sebanyak tujuh sampel positif E. coli O157 (12,07%) dan lima sampel positif E. coli O157:H7 (8,62%). Jumlah bakteri Coliform dengan jumlah E. coli  yang didapat berbeda sangat nyata sedangkan jumlah bakteri E. coli O157 dengan E. coli O157:H7 tidak berbeda nyata. Kehadiran Coliform pada feses sapi tidak dapat dipakai sebagai petunjuk yang pasti untuk mendeteksi kehadiran E. coli, E. coli O157 maupun E. coli O157:H7, namun ditemukannya bakteri E. coli memungkinkan untuk ditemukannya strain E.coli O157 ataupun E. coli O157:H7. Ditemukannya E. coli O157 akan sangat memungkinkan untuk ditemukannya E. coli O157:H7.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA BAKTERIOSIN DARI ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT 15B HASIL ISOLASI KOLON SAPI BALI Lestari, Ni Kadek Lyming; Suardana, I Wayan; Sukrama, I Dewa Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 1 Pebruari 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i01.p11

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) merupakan kelompok bakteri Gram positif, berbentuk kokus atau batang dan katalase negatif serta mampu menghasilkan asam laktat. BAL juga merupakan suatu mikroorganisme yang memiliki sifat tidak toksik dan mampu menghasilkan senyawa antimikroba, berupa bakteriosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter fisikokimia dan aktivitas antimikroba bakteriosin dari isolat 15B hasil isolasi dari kolon sapi bali. Penelitian dimulai dengan reculture isolat 15B dan dilanjutkan dengan kultivasi isolat, isolasi, produksi dan presipitasi bakteriosin. Tahap selanjutnya dilakukan uji sifat fisika dan kimiawi dari bakteriosin, dilanjutkan dengan uji aktivitas antimikroba dari bakteriosin isolat 15B. Hasil dari kultivasi isolat menunjukkan bahwa isolat 15B merupakan bakteri asam laktat yang ditandai dengan hasil pewarnaan sebagai Gram positif, uji katalase negatif dan tumbuh pada suasana anaerob. Hasil uji sifat kimiawi bakteriosin dari isolat 15B menunjukkan hasil uji Ninhidrin positif, uji Molisch negatif, dan uji lowry positif dengan konsentrasi protein 0,11 µg/ml. Hasil karakterisasi sifat fisik dengan menggunakan SDS PAGE menunjukkan bahwa hasil uji negatif. Uji aktivitas antimikroba menunjukkan bakteriosin isolat 15B memiliki efektivitas hambatan sebesar 35,82%.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA BAKTERIOSIN ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT 17B HASIL ISOLASI KOLON SAPI BALI Putri, Nuria Fitrianti; Suardana, I Wayan; Utama, Iwan Harjono
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 2 Agustus 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i02.p01

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) merupakan suatu mikroorganisme yang bersifat tidak toksik dan mampu menghasilkan senyawa antimikroba, yakni bakteriosin. Penelitian dimulai dari peremajaan isolat 17B dan dilanjutkan dengan produksi dan presipitasi bakteriosin yang dilanjutkan dengan uji sifat kimiawi dan sifat fisik dari bakteriosin. Aktivitas antimikroba bakteriosin isolat 17B dilakukan terhadap bakteri indikator Bacillus cereus FTCC 005. Data hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel atau gambar dan analisis secara deskriptif. Hasil penelitian meneguhkan bahwa BAL isolat 17 merupakan bakteri Gram positif dan katalase negatif. Hasil uji sifat kimiawi bakteriosin dari isolat 17B, menunjukkan bahwa bakteriosin yang dihasilkan sebagai senyawa protein yang dibuktikan dengan uji ninhidrin positif, uji Molisch negatif, dan uji lowry positif dengan konsentrasi protein 0, 11 µg/ml. Hasil karakterisasi sifat fisik dengan menggunakan SDS PAGE menunjukkan bahwa hasil uji negatif. Uji aktivitas antimikroba terhadap bakteriosin menunjukkan efektivitas hambatan sebesar 18,92%.
KARAKTERISTIK PROTEIN DAN ASAM AMINO DAGING SAPI BALI DAN WAGYU PADA PENYIMPANAN SUHU DINGIN 4°C (CHARACTERISTIC OF PROTEIN AND AMINO ACIDS OF BALI AND WAGYU BEEF AT COLD STORAGE TEMPERATURE 4°C) Sinlae, Reny Navtalia; Suwiti, Ni Ketut; Suardana, I Wayan
Buletin Veteriner Udayana Vol. 7 No. 2 Agustus 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research has been conducted to determine the effect of breed (bali cattle and wagyu) andperiod time at cold storage temperatures (4°C) of beef protein and amino acids charateristics. Thisstudy used the completely randomized factorial design. First factors were type of beef (bali cattle and wagyu) and the second factors were period storage at cold temperature 4°C (day of 0, 3, 7, and14). The bands of proteins were analyzed using SDS-PAGE method while the amino acids wereanalized using HPLC method. Data were analyzed by analyse of variance. The result showed thatthe storage time affected to the profil of protein bands of bali and wagyu beef after 7 days and 14days of storage, while the concentration of amino acids has been decreased. This means that theactivity of proteolytic enzymes in meat stored at 7 days was degrading proteins and affected thequality of meat. The conclusion indicated that bali and wagyu beef showed differencescharacteristic of protein (the thickness and number of bands) as well as significant differences ofthe amino acid Phenylalanine in wagyu beef compared with bali beef. The period time at coldstorage temperature 4°C showed real effect to the decline of the amino acid histidine, phenylalanineand isoleucine of bali and wagyu beef.
Co-Authors A. A. Ngurah Wirasila A.A. Ngurah Wirasila, A.A. Ngurah AA. Sagung Amega Indra Theresa, AA. Sagung Ade Prawita Sari, Ade Agfianto, Tomi Agus Slamet, I Wayan Amrulloh, Muhammad Faqih Andi Isma Lestari Amin, Andi Isma Anggianti, NI Kadek Dwi Ari Pramitha Suandi Ariana, Nyoman Asyauqi Ilham Perdana, Asyauqi Ilham Atmaja, Ida Wayan Dharma Punia Ayu Marini Sarasdiyanthi, Ni Kadek Ayu Savitri, Ni Putu Bambang Sumiarto Bayu Anggriawan, Bayu Budi Setiadi Daryono Christina, Maya Damayanti, Ni Made Ayu Darmadi, Anak Agung Ngurah Yusa Dayono, Budi Setiadi Dayu Widiasari, Gusti Ketut Deannisa Hakika Putri, Deannisa Denny Widaya Lukman Dessy Lina Oktaviani Suendra Dewa Putu Kiskenda Erwanda P., Dewa Putu Dwi Lestari Dwi Widya Mandasari, Dwi Dyah Ayu Widiasih Ekamelinda, Mita Endra Kurniawan, I Wayan Eva Damayanti, Eva Febrianti, Andri Nurdiana Firdausy Hakim, Mutiara Franciska, Juliana Ganika, Made Aditya Abhi Gardita Sardana, I Made Gde Made Swardhana Haribawa Setiawan, I Made Helena, Ida Ayu Putri Dita Hendra, I Wayan I Dewa Made Sukrama, I Dewa Made I Gede Dion Raharja, I Gede I Gede Made Krisna Dwi Putra, I Gede Made I GPB Sasrawan Mananda, I GPB I GPB. Sasrawan Mananda, I GPB. I Gst Ketut Ariawan I Gusti Ayu Agung Suartini I Gusti Bagus Eka Pramana Putra, I Gusti Bagus I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Parwata I Kadek Dwipayana I Kadek Satrya Budhi Prabawa I Ketut Adi Widhiantara I Ketut Buda I Ketut Mertha I Ketut Rai Setiabudhi I KETUT SUADA I Ketut Suwena, I Ketut I Komang Gde Bendesa I Made Adyana Putra, I Made I Made Kusuma Negara, I Made I Made Pradnya Sutara, I Made I Made Sendra, I Made I Made Sukada I Made Suparta I Made Tjatrayasa I Nengah Kerta Besung I Nengah Sujaya I Nyoman Darma Putra I Nyoman Suarsana I Nyoman Sudiarta I Putu Pande Eka Krisna Yoga, I Putu Pande Eka Krisna I PUTU SUDANA I Wayan Ari Mertha Sedana I Wayan Batan I Wayan Kartika Setiawan I Wayan Mustika I Wayan Sudana I Wayan Yuda Satria IB. ASTINA IB. ASTINA IB. ASTINA Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Surya Darmajaya Ida Bagus Swacita Iga Prassetyo Adji, Iga Prassetyo Iwan Hardjono Utama, Iwan Hardjono Iwan Harjono Utama Jaya, Ida Bagus Surya Dharma Jayanti, Shintia Kadek Karang Agustina Kara, Sarah Dewi Karna, Ayu Mirah Iswari Karuni, Ni Kadek Karuni, Ni Kadek Khamid Yusuf Baehaqi, Khamid Yusuf Komang Gede Wiryawan Komang Januartha Putra Pinatih Komang Januartha Putra Pinatih Krisnadi Rahmanu, Krisnadi Kusuma, I Komang Oka Wijaya Lestari, Ni Kadek Lyming Loreza, Ghannez Novaldi Luh Gede Leli Kusuma Dewi, Luh Gede Made Antara MADE KUSUMA NEGARA Made Oka Ari kamayani, Made Oka Ari Maharani Putri, Kurnia Maheztra, Aditya Peramana Manafe, Neil Oktovianus Manik, Gayatri MAS DJOKO RUDYANTO Mega Puriani, Dewa Ayu Putu Michael Haryadi Wibowo Mulyadi, Indra Bayu Ni Ketut Suwiti Ni Luh Putu Eva Yanti, Ni Luh Putu Eva Ni Made Sofia Wijaya, Ni Made Ni Putu Eka Mahadewi, Ni Putu Ni Wayan Nonik Ismayanti, Ni Wayan Novianti, Syinthia Arya NYOMAN SEMADI ANTARA Octaviani, I Dewa Ayu Mirah Oktivia Chandra Mustika, Oktivia Chandra Parmadi, I Komang Agus Dany Pinatih, I Gusti Agung Kresna Prabawa, I Made Aditya Pradipta, omang Adiyuda Pramesti, Komang Atika Dewi Wija Pranita, Ni Kadek Puspa Pratiwi, Ni Putu Iin Intan Putra, I Gede Yudiana Putra, I Putu Diland Agustya Sandika Putri, Nuria Fitrianti Putu Ayu Sisyawati Putriningsih Putu Januari Ratna Apsari Putri, Putu Januari Ratna Apsari Putu Juniarta, Pande Rasdianah, Rasdianah Reny Navtalia Sinlae Rian Ka Praja, Rian Ka Riantara, Ketut Adi Rinca, Korbinianus Feribertus Riska Riana Paramita, Luh Putu Satia Negara, I Made Weda Septiara, Hana Kristal Alamanda Setiawan, I Made Sutrisna Si Gede Ngurah Bramantya Agustiano, Si Gede Ngurah Sisthayoni, Anak Agung Ayu Sitohang, Marulina Sri Anggreni Lindawati Sri Utami, Dewa Ayu Sri Wahyuni Sucahyana, I Gusti Nyoman Sukmadewi, Ni Putu Rika Sukoco, Hendro Surya Maha Putra, I Nyoman Susrami Dewi, Ni Gusti Ayu Tenouye, Pius Tjokorda Sari Nindhia Tresia Silalahi, Agnes UDIANA NINDHIA PEMAYUN, TJOKORDA Udiyani, Tri Ayu Neska Sanga Umbu Roru, Yohanis Wahyu Hananto, Wahyu Wayan Tunas Artama Wayan Tunas Artama Widayanti, Ni Made Risma Widya Asmara Widyadnyana, Dewa Gede Agung Widyadnyana, Made Martha Widyasmara, Ida Bagus Made Windy Pramita, Ni Putu Wiweka, Gede Rhama Sukmayoga Yan Ramona Yuli Darmawan, Yuli Yunita Sri Hastuti, Yunita Sri