I Gusti Ketut Suarjana
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Published : 37 Documents
Articles

Found 37 Documents
Search

KARAKTERISASI MOLEKULER DAN UJI PATOGENESITAS STREPTOCOCCUS PATOGEN ISOLAT ASAL BALI Suarjana, I Gusti Ketut; Asmara, Widya
Buletin Veteriner Udayana Vol. 4 No.1 Pebruari 2012
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main of this study were characterized of muramidase released protein (MRP) andexctracellular factor (EF) as virulence factor of Streptococcus beta hemolityc of Bali islotesand its patogenecity on mice.The MRP was isolated from the cell walls bacteria withmuramidase (lysozyme) and EF was obtained from supernatant of bacteria precipated with70% ammonium sulphate and then dialysed. These protein were identified by usingsodium-dodecyl sulphate polyacrylamide gel electrophoresis ( SDS-PAGE). Isolates thatwas observed are five consist of three isolates from pigs and two isolates from monkeys.Pathogenecity test using 20 mices divided into four group. Group I inoculated with 0,1 mltodd-hewitt broth steril as negative control, group II inoculated with 0,1 ml inoculum ofbacteria of Streptococcus suis type 2 (strain D282) as positive control, group III inoculatedwith 0,1 ml Streptococcus beta haemolytic isolated from monkey and group IV inoculated with 0,1 ml Streptococcus beta haemolytic isolated from pig. The result of this studyshowed that all isolates were consist of eight protein bands of MRP and one EF of 110 kDamolecular weight. Eight protein MRP were 125 kDa, 76 kDa, 60 kDa, 57 kDa, 48 kDa, 45kDa, 30 kDa, and 28 kDa respectively. Each isolates had two major protein bands of MRP(76 kDa and 45 kDa).The patogenecity test in mice showed that the morbidity andmortality rates were 100% and 60% respectively. The prevalence of meningitis in mice are100%. Clinical sign were observed 30 hour post inoculated (pi) whereas mice found deathstarty 48 pi.
PREVALENSI PASTEURELLA MULTOCIDA PADA SAPI BALI DI BALI Besung, I Nengah Kerta; Tono PG, Ketut; Rompis, Aida Louis Tenden; Suarjana, I Gusti Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 2 Agustus 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi Pasteurella multocida pada sapi bali di Bali. Sebanyak 300 ekor sapi sampel diambil dari usap hidung untuk diisolasi dan identifikasi terhadap kuman P. multocida. Sampel tersebut berasal dari kabupaten Badung, Denpasar, Gianyar, dan Bangli. Sampel ditumbuhkan pada media agar darah. Koloni yang terpisah diidentifikasi berdasarkan morfologi, pewarnaan Gram, Triple sugar Iron Agar, Methyl Red-Voger Proskauer (MRVP), Simmnons Citrate agar, Sulphid Indol Motility,uji gula gula, dan uji katalase. Kuman yang mencirikan P. multocida dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 15 ekor mengidap kuman P. multocida yang tersebar di Kabupaten Badung 5 ekor (5%), Denpasar 4 ekor (8%), Gianyar 4 ekor (8%), dan Bangli 2 ekor (2%).
RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA ESCHERICHIA COLI YANG DIISOLASI DARI AYAM PETELUR Besung, I Nengah Kerta; Suarjana, I Gusti Ketut; Gelgel, I Ketut Tono Pasek
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 1 Pebruari 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i01.p05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan resistensi antibiotik pada Escherichia coli yang diisolasi dari ayam petelur. Sebanyak 100 sampel feses dari ayam petelur diambil dari peternakan di Kabupaten Tabanan, Bangli, dan Karangasem. E. coli diisolasi dan identifikasi dengan metode Carter (1990), yang dilanjutkan dengan uji sensitivitas kuman dengan metode difusi cakram menurut metode Kirby Bauer terhadap antibiotik oksitetrasiklin (30 µg), ampisilin (10 µg), streptomisin (10 µg), sulfametoksasol (30 µg), kloramfenikol (30 µg), dan kanamisin (30 µg). Data diameter hambatan antibiotik dibandingkan dengan standar kepekaan kuman dan diklasifikasikan sebagai sensitif, intermediit, dan resisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E. coli sensitif terhadap kanamisin, sedangkan terhadap antibiotik yang lainnya bersifat intermediit dan resisten. Bertambahnya umur ayam, akan meningkatkan resistensi terhadap antibiotik.
POLA KEPEKAAN E COLI YANG DIISOLASI DARI FESES BROILER PENDERITA DIARE TERHADAP SULFAMETOKSAZOL, AMPISILIN DAN OKSITETRASIKLIN (SENSITIVITY PATTERN OF E. COLI ISOLATED FROM PATIENTS WITH DIARRHEA BROILER FAECES AGAINST SULFAMETOKSAZOLE, AMPICILLIN Suharsa, I Wayan Aris; Suarjana, I Gusti Ketut; Gelgel, Ketut Tono Pasek
Buletin Veteriner Udayana Vol. 7 No. 2 Agustus 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Broiler merupakan jenis ayam yang paling cepat berproduksi dan dagingnya memiliki mutu yang tinggi dibandingkan dengan jenis ayam ras lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikepekaan bakteri Escherichia coli (E. coli) sebagai penyebab kolibasilosis terhadapsulfametoksazol, ampisilin, dan oksitetrasiklin pada peternakan broiler di Banjar Tangkub, DesaPayangan. Bakteri E. coli diisolasi dari 30 sampel feses broiler penderita diare diuji kepekaanyadengan menggunakan metode Kirby-Bauer dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebanyak 25 isolat resisten (83,33%), satu isolat intermediet dan sisanyaempat isolat sensitif terhadap antibiotika oksitetrasiklin. Sedangkan terhadap antibiotika ampisilin,sejumlah 24 isolat (86,67%) menunjukkan resisten dan sisanya yakni empat isolat sensitif terhadapantibiotika tersebut. Terhadap sulfametoksazol, kuman E coli yang diisolasi menunjukkan 29 isolatresisten (96,67%) dan satu isolat sensitif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwapenggunaan sulfametoksazol, ampisilin dan oksitetrasiklin sebaiknya dihindari. 
SENSITIVITAS ISOLAT ESCHERICHIA COLI PATOGEN DARI ORGAN AYAM PEDAGING TERINFEKSI KOLISEPTIKEMIA TERHADAP OKSITETRASIKLIN, AMPISILIN DAN SULFAMETOKSAZOL Luhung, Yusmaniar Galuh Adi; Suarjana, I Gusti Ketut; Gelgel, Ketut Tono Pasek
Buletin Veteriner Udayana Vol. 9 No. 1 Pebruari 2017
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kepekaan Escherichia coli (E. coli) penyebab koliseptikemia terhadap antibiotik oksitetrasiklin, ampisilin dan sulfametoksasol pada ayam pedaging di Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah E. coli yang diisolasi dari organ ayam pedaging penderita koliseptikemia sebanyak 15 sampel. Tahap pertama dalam penelitian ini ialah sampel diisolasi pada media EMBA yang kemudian diidentifikasi dengan pewarnaan Gram dan uji biokimia dengan TSIA, SIM, SCA dan MRVP. Isolat yang positif E. coli diuji kepekaanya terhadap antibiotik oksitetrasiklin, ampisilin dan sulfametoksasol dengan metode Kirby-Bauer dan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji kepekaan E. coli yang diisolasi dari organ ayam pedaging penderita koliseptikemia menunjukan bahwa 73,3% resisten, 20% intermediet, dan 6,7% sensitif terhadap antibiotik oksitetrasiklin, 100% resisten terhadap antibiotik ampisilin, 53,3% resisten dan 46,7% intermediet terhadap sulfametoksasol.
STUDI KASUS PERHITUNGAN TINGKAT MORBIDITAS, MORTALITAS, DAN FATALITAS KOLIBASILOSIS PADA BABI YANG DIPELIHARA SEMI-INTENSIF Kardena, I Made; Suarjana, I Gusti Ketut; Udayani, Putri
Buletin Veteriner Udayana Vol. 4 No.1 Pebruari 2012
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A case study on morbidity, mortality and case fatality rate of swine colibasillosis was done. A totalof 244 pigs aged 1 day to 4 weeks that were collected from semi-intensive pig farms was used inthis study. All of the young pigs were obtained from Sudimara Village, in Tabanan District, Bali.The observation of the disease was evaluated in 30 days. Confirmation of Colibasillosis infectionwas based on the diarrhea clinical sign, and then confirmed with microbiological test using EMBA.The percentage of morbidity, mortality and case fatality rate were calculated based on the formulaof Roberson (2008). Results showed the morbidity, mortality and case fatality rate were 8.6%,2.05%, and 23.8% respectively. These results indicating that morbidity, mortality and case fatalityrate in young pigs that were rising in semi-intensive farm were relatively low. It seemed that thelow level of morbidity, mortality, and case fatality rate were influenced by the pig rising systemwhere the feed, captive, and hygiene are much better than the traditional pig farming system.
ISOLASI KLEBSIELLA SP. PADA SAPI BALI BERDASARKAN TINGKAT KEDEWASAAN DAN LOKASI PEMELIHARAAN SERTA POLA KEPEKAAN TERHADAP ANTIBAKTERI Ramaditya, Nyoman Anandiya; Tono PG, Ketut; Suarjana, I Gusti Ketut; Besung, I Nengah Kerta
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 1 Pebruari 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i01.p04

Abstract

Telah dilakukan penelitian jumlah isolat bakteri Klebsiella sp. pada sapi bali ditinjau dari tingkat kedewasaan dan lokasi pemeliharaannya, serta pola kepekaannya terhadap antibiotika ampisilin, sulfametoksasol dan oksitetrasiklin. Sebanyak 120 usapan hidung sapi bali yang terdiri dari sapi pedet, dara, dan dewasa yang dipelihara pada dataran tinggi dan rendah digunakan sebagai sampel dalam penelitian. Sampel usapan hidung yang didapat dilakukan isolasi dan identifikasi, kemudian dilanjutkan dengan uji kepekaan. Ditemukan bakteri Klebsiella Sp. pada sapi pedet berjumlah sembilan isolat (45%), sapi dara enam isolat (30%), dan sapi dewasa lima isolat (25%). Pada dataran rendah ditemukan 13 (65%) isolat dan dataran tinggi berjumlah tujuh isolat (35%). Pada uji kepekaan didapatkan hasil antibiotika ampisilin semua isolat sensitif (100%). Sulfametoksasol resisten empat isolat (20%), intermediate dua isolat (10%), dan sensitif 14 isolat (70%). Oksitetrasiklin isolat yang resisten berjumlah tujuh isolat (35%), intermediate dua isolat (10%), dan sensitif 11 isolat (55%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan tingkat kedewasaan dan lokasi pemeliharaan sapi bali dapat mempengaruhi perbedaan sebaran bakteri Klebsiella sp.
POLA KEPEKAAN E. COLI YANG DIISOLASI DARI FESES BURUNG KICAU PENDERITA DIARE TERHADAP ANTIBIOTIK SULFAMETOKSAZOL, AMPISILIN, DAN OKSITETRASIKLIN (SENSITIVITY PATTERN OF E. COLI ISOLATED FROM BIRD CHIRPING WITH DIARRHEA FECES AGAINST ANTIBIOTICS) Handriana, I Kadek Juli; Suarjana, I Gusti Ketut; Gelgel, Ketut Tono Pasek
Buletin Veteriner Udayana Vol. 7 No. 2 Agustus 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims were to determine the sensitivity pattern of Escherichia coli bacteria isolatedfrom the feces of birds chirping with diarrhea against antibiotic sulfamethoxazole, ampicillin, andoksitetrasiklin in Satria and Sanglah bird market.The results showed that all 30 isolates from birdfaeces were examined, sulfamethoxazole sensitive 3.3%, intermediate 13.3%, and resistant 83.3%.In oxytetracycline 3.3% sensitive, 40% intermediate, and 56.7% resistant . While sensitive to ampicillin 13.3%, 23.3% intermediate, and 63.3% resistant.
TOTAL BAKTERI SAPI BALI PADA BERBAGAI UMUR DAN LOKASI PETERNAKAN DI NUSA PENIDA mantrawan, chyntia nirmalasari; Besung, I Nengah Kerta; Suarjana, I Gusti Ketut; Suwiti, Ni Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 2 Agustus 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i02.p03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total bakteri yang diisolasi dari feses sapi bali pada berbagai umur dan lokasi peternakan. Sampel yang digunakan adalah feses sapi bali sebanyak 24 sampel yang ditumbuhkan pada media Nutrient Agar dengan metode tuang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktoria; 2x3 yaitu lokasi peternakan yaitu dataran tinggi dan dataran rendah dan tiga tingkatan umur (pedet, dara, dewasa). Data total bakteri diuji dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan total bakteri pada feses sapi dewasa sebanyak 724,6250 x109 CFU/g) lebih tinggi dibandingkan sapi dara sebanyak 667,5000 x 109  CFU/g) dan sapi pedet sebanyak 499,5000 x109 CFU/g). Jumlah total bakteri pada sapi yang dipelihara di dataran tinggi sebanyak 629,4167 x109 CFU/g) yang tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dengan yang di pelihara di dataran rendah sebanyak 631, 6667 x 109 CFU/g.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU KAMAR TELUR ITIK SEGAR DAN TELUR YANG MENGALAMI PENGASINAN DITINJAU DARI JUMLAH E COLI ( EFFECT OF LONG STORAGE IN THE ROOM TEMPERATURE FRESH DUCK EGGS AND DUCK EGGS IN SALTING PROCESS VIEWED FROM TOTAL OF E. COLI Finata, Ratna Pandu; Rudyanto, Mas Djoko; Suarjana, I Gusti Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 7 No. 1 Pebruari 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the number of bacteria Escherichia coli (E. coli) in fresh eggsand eggs in the salting process that is derived from UKM Mulyo, Mojokerto. A total of 24 day-oldduck eggs for the treatment of 12 fresh eggs and 12 eggs salting process. Examination of E. coli onthe first day, to eight, to 15, and day 22. Inspection is done by planting in the media EosinMethylene Blue Agar (EMBA). The results showed that the amount of E. coli on fresh eggs andegg salting increased on the first day until the eighth day, whereas on day 15 to day 22 decreased.Kesimpulanya that the amount of E. coli bacteria in fresh eggs and egg in the process pengasian increase until the eighth day and decreased on day 22.