Agus Subagiyo
Environmental Health Department, Polytechnic Health Ministry of Semarang

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

PEMBUATAN SISTEM PENGOLAH AIR BERSIH MENGGUNAKAN MATERIAL FOTOKATALIS TITANIA (TiO2) Sutanto, Heri; Hidayanto, Eko; Subagiyo, Agus; Widiyandari, Hendri; Nugroho, Indro Adi; Rahmawati, Zakiyah
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah berhasil dibuat sistem pengolah air bersih menggunakan material fotokatalis titania (TiO2). Sistem pengolah air bersih yang terdiri dari 2 pompa yang bertujuan untuk mengalirkan air kotor ke bak penampungan pertama, dan pompa kedua untuk mensirkulasikan air yang telah melewati biofilter untuk diolah melalui reaktor foto katalis TiO2 yang diaktifasi dengan menggunakan lampu UV sebanyak 2 buah masing-masing dengan daya 10 W. Lapisan tipis TiO2 dideposisi di atas substrat gelas dengan metode sol-gel teknik spray coating. Titanium Tetraisopropoxide 0,5 M dilarutkan ke dalam Diethylene Glycol dengan perbandingan mol DEG: (Ti(OC3H7)4 adalah 4:1 lalu diaduk dengan magnetic stirrer pada laju putar sebesar 1500 rpm selama 2 jam. Gel TiO2 hasil sintesis kemudian dimasukan ke dalam tabung spray-coater dan diberi tekanan Sebelum disemprot, substrat gelas dipanaskan pada temperatur 70oC untuk meningkatkan daya ikat antara larutan dengan substrat. Lapisan hasil penyemprotan selanjutnya di oven pada temperatur 200oC selama 30 menit dan sintering pada temperatur 450oC selama 2,5 jam. Hasil pengujian struktur kristal dengan x-ray diffractometer (XRD) menunjukkan bahwa semakin banyak pelapisan yang dilakukan menyebabkan kualitas kristal dari lapisan tipis TiO2 meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan semakin menurunnya nilai FWHM. Selain itu, semakin banyaknya pelapisan yang dilakukan menyebabkan ukuran kristalit dari lapisan tipis TiO2 meningkat. Citra SEM lapisan tipis TiO2 menunjukkan bahwa semakin besar molaritas prekursor TiO2 menyebabkan kuantitas keretakan pada permukaan semakin menurun. Hasil pengujian BOD dan COD dari sistem pengolah air bersih menunjukkan bahwa sistem yang dibuat telah mampu mereduksi kandungan BOD hingga 5,76 mg/L dan COD hingga 25,22 mg/L. Kata kunci: Lapisan Tipis TiO2, Spray Coating, Foto Katalis, Substrat Gelas
Aedes sp Density Analysis as an Evaluation of PSN-DBD on Primary Purwokerto Year 2013 Widiyanto, Arif; Subagiyo, Agus; Martanti, Listyaning Eko
Jurnal LINK Vol 10, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v10i2.266

Abstract

PSN- DBD is the method to reduce mosquito's larva breeding sources, which is a vital strategy for preventing Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Active public participation is required to implement PSN- DBD. Community is not only regarded as an object, but also as the subject or perpetrator. The main targets of the PSN - DBD is all families; communities; schools; and public places, including industrial areas. These targets are expected to perform PSN - DBD by eliminating mosquito breeding places and maintaining healthy environment in their homes and respective communities on an ongoing basis. The purpose of this study was to determine container index and describe the implementation of PSN - DBD on elementary environments in Purwokerto. The descriptive method was used to survey eight elementary schools in Eastern, Western, Norhtern, and Southern districts of Purwokerto. The study was conducted by counting the larvae of Aedes sp to identify container index in tubs, water containers and containers of water for ritual wash. Findings revealed container index of 25 % at SDN 1 Bantarsoka and SDN 1 Karang Klesem, while container index of other elementary schools was 0%. PSN - DBD had been implemented in all elementary, except at SDN 1 Bantarsoka and SDN 1 Karang Klesem. Efforts to clean the tubs and drainage systems had not been carried out regularly for at least once a week. The schools should pay an active role in blocking the chains of the disease's transmission through PSN-3M activities, which included cleaning water containers and drainage systems, burying ground surface/ destroying potential mosquito breeding sites, and closing the water reservoirs. In addition, schools should always maintain good environmental school hygiene.
Sanitasi dan Kualitas Air Minum pada Depot Air Minum (DAM) Sumiyati, Sumiyati; Subagiyo, Agus; Lusiana, Arum
Jurnal Riset Kesehatan Vol 4, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v4i3.369

Abstract

This is a descriptive research about the sanitation and the quality management of drinking water stands in Banyumas. The data were collected through interviews, observations and laboratory tests. The results show that drinking water stands sanitary conditions in Banyumas in 2014 with excellent category as much as 57.15%, 21.4% is in good category, 14.3% is in quite category and 7.15% is in unfavorable category, the physical quality of drinking water meets health standards: colorless, odorless and tasteless, chemical quality of drinking water qualify chemically with normal pH, 78.6% drinking water stands are not contaminated with coli form bacteria and 21.4% contaminated with coli form bacteria. The sanitary conditions categories are excellent, good, quite, and unfavorable. While the physical and chemical quality meets health standards, but there are still stands that contaminated with coli form bacteria. We suggest the owner of drinking water stands to increase sanitation hygiene and examine the water refill samples every month. It is also important for the employees to improve healthy behavior and cleanliness. DKK Banyumas needs to improve guidance and supervision for the owner of drinking water stands to manage the sanitation and hygiene well so that the quality of the product is assured.
Frequency of Use Mukena Relations With Number of Figures Germs In Mukena Subagiyo, Agus; Widiyanto, Arif; Cahyono, Tri
Jurnal Riset Kesehatan Vol 1, No 1 (2012): Januari 2012
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v1i1.278

Abstract

The type of research is quasi-experimental with 3 times replication. The samples of the study are 15 pieces of mukena using purposive sampling technique. Analysis of data from the measurement results, observations, and laboratory tests. The result of the study showed that the sanitary condition of the mosque with a score of 885 indicates as a good criteria, sanitary conditions inside the mosque with a score of 77.78% indicates as a good criteria, sanitary condition of Mukena storage area with a score of 42.85% indicates as poor criteria. The average temperature and the humidity of prayer room are 27.° C and 80.20%. Total number of germs on mukena is 788.4 colonies / cm ² on average, with a range between 44 colonies / cm ² up to 2561 colonies / cm ². The difference in number of germs on mukena showed that the highest number is from the frequency of usage 20 times to 40 times, which is 795 colonies / cm ². That is, the more often the mukena used, the higher the number of germs on mukena. So the number of germs on mukena is influenced by the frequency of usage.
STUDI PROSES PENANGANAN LINEN DI RUMAH SAKIT EMANUEL BANJARNEGARA TAHUN 2015 Legowati, Agnesti Endang; Subagiyo, Agus
Buletin Keslingmas Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i1.3058

Abstract

Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara merupakan rumah sakit Tipe C, dengan nilai (Bed Occupancy Ratio) 64,88%, jumlah tempat tidur 180. Lingkungan rumah sakit yang kurang baik merupakan sumber potensi terjadinya infeksi nosokomial, salah satu lingkungan tersebut adalah penanganan linen. Proses penanganan linen ada beberapa tahap yang belum memenuhi standar diantaranya, pengangkutan menggunakan kereta linen yang tidak terlindungi sehingga bisa menjadi potensi cemaran bakteri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses penanganan linen dan mendiskripsikan proses penanganan linen, jumlah rata-rata linen kotor, jenis linen serta mengetahui jumlah angka kuman spora spesies Bacillus sp. pada linen bersih setelah keluar dari proses. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yaitu dengan cara membandingkan hasil penelitian yang dilakukan dengan teori dan peraturan yang berlaku yaitu KepMenkes RI Nomor 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Proses penanganan linen di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara dalam katagori cukup baik dengan nilai 70%. Hasil pemeriksaan mikrobiologi spora spesies Bacillus sp. pada seprei (0,62 inc), sarung bantal (19,22 inc2), sarung guling (4,96%) dan selimut (127,72 inc2 ). Peneliti menyimpulkan proses penanganan linen masih ada yang belum baik yaitu proses pengangkutan linen kotor karena troli yang digunakan sama antara linen infeksius dan non infeksius tetapi kantongnya sudah terpisah. 2
FAKTOR INTERNAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR ENZIM CHOLINESTERASE PADA DARAH PETANI KENTANG DI GAPOKTAN AL-FARRUQ DESA PATAK BANTENG KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2016 Wicaksono, Aulia Bagas; Widiyanto, Teguh; Subagiyo, Agus
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.2985

Abstract

Upaya perlindungan kesehatan masyarakat dalam Peraturan Pemerintah No 66 tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan Pasal 39 dilakukan untuk mewujudkan lingkungan sehat yang bebas dari unsur yang menimbulkan gangguan kesehatan. Pasal 39 Ayat 2 huruf e menjelaskan unsur yang menimbulkan gangguan kesehatan adalah pestisida. Di Indonesia banyak terjadi kasus keracunan pestisida yaitu penurunan kadar enzim cholinesterase. Pestisida masuk kedalam tubuh manusia salah satunya melalui faktor internal. Tujuan penelitian yaitu mengetahui faktor internal yang berhubungan dengan kadar enzim cholinesterase. Metode penelitian observasional dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan Maret hingga Juni 2016. Populasi dan sampel penelitian yaitu total petani kentang di Gapoktan Al-Farruq dengan jumlah 38 petani kentang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pemeriksaan laboraturium. Analisis univariate menggunakan distribusi frekuensi, dan bivariate menggunakan uji chi-square dengan a 5%. Hasil penelitian menggunakan alaisis bivariat menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara keadaan kesehatan dengan kadar enzim cholinesterase (p=1,000), tidak ada hubungan antara umur dengan kadar enzim cholinesterase (p=0,613), tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kadar enzim cholinesterase (p=0,226), tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kadar enzim cholinesterase (p=0,913), tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kadar enzim cholinesterase (p=273). Simpulan dari hasil penelitian yaitu tidak ada hubungan antara keadaan kesehatan, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pengetahuan dengan kadar enzim cholinesterase. Disarankan dilakukan penyuluhan oleh dinas pertanian dan dinas kesehatan mengenai penggunaan dan penanganan pestisida yang baik.
ANALISIS POTENSI PAJAK PARKIR DALAM MENINGKATKAN PENERIMAAN PAJAK DAERAH DI KABUPETEN KARAWANG Subagiyo, Agus
JURNAL REFORMASI ADMINISTRASI Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani Vol 5, No 2: September 2018
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen Stiami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.447 KB) | DOI: 10.31334/ra.v5i2.274

Abstract

Regional Tax according to Law No.34 of 2000  as amended the latest  by Law number 28 of 2009 that Regional Tax is the contribution of taxpayers to regions that are owed by an individual or a body that is compelling based on the law, with no reward directly  and used for regional needs for the greatest prosperity of the people. The basis for tax collection is carried out by the regional Government in accordance with law number 32 of 2004 as ammanded  by Law No. 12 of 2008 concerning regional autonomy wich states that the government  and the people in the regionsare allowed to take care or their own households responsibly. Karawang regency is famous for its parking tax revenue target and realization  of parking tax which continues to increase every year.increasing the target every year within the last three years  2015-2017 is based on the achievement of the parking tax realization received. When viewed in terms of the determination of the largest target number, it accurred in 2017, which amounted ti IDR 4,000,000,000  from the previous year 2016, which was IDR 1,750,000,000 which increased by IDR 2,250,000,000. If seen  from the realization, the biggest income occured in 2017 with the total realization of Rp.3,063,776,838 with a percentage of 76.59%  but was not  achieved when viewed against the target of the determination. In terms of achieving the target, the biggest percentage occurred in 2016 with a realization of Rp.1,950,622,021 with a percentage of 111.46%. with the  failure to achieve the target in 2017, there are obstacles that arise during the implementation process in the field
STUDI DESKRIPTIF TENTANG KADAR DEBU PADA PERTUKANGAN KAYU KABUPATEN PURBALINGGA Hargiani, Puput; Subagiyo, Agus
Buletin Keslingmas Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i4.5498

Abstract

Lingkungan yang sehat perlu dilakukan pengawasan agar terhindar dari dampak negatif terhadap kesehatan maupun keselamatan. Salah satu diantara kualitas lingkungan yang sehat adalah terhindar dari pencemaran udara dengan zat pencemaran yaitu debu. Dngan ukurannya yang sangat kecil,debu dapat menyelinap dan diam lama dalam perabotan rumah tangga yang apabila dibiarkan maka dapat berbahaya bagi kesehatan, diantaranya iritasi pada mata, sering bersin-bersin, iritasi pada kulit dan gangguan pernapasan. Tujan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar debu pada Pertukangan Kayu PK Bodas Kusen dan permukiman terdekat Pertukangan Kayu PK Bodas Kusen.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif, yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk membuat gambaran suatu keadaan secara objektif dan memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada permasalahan sekarang.Hasil penelitian pengukuran kadar debu pada pertukangan kayu PK Bodas Kusen dengan menggunakan Dusttrek selama pengukura 15 menit adalah 0,491 mg/m3 dan setelah dikonversikan ke 8 jam adalah 15,712 mg/m3. Sedangkan hasil penelitian pengukuran kadar debu pada permukiman yang terdekat dengan pertukangan kayu PK Bodas Kusen selama 15 menit pengukuran adalah didapatkan hasil tertinggi sebesar 0,362 mg/m3 atau 362 µg/m3, hasil terendah sebesar 0,302 mg/m3 atau 302 µg/m3 dan didapatkan hasil rata-rata sebesar 0,317 mg/m3 atau 317µg/m3 sedangkan setelah dikonversikan ke 24 jam di dapatkan hasil tertinggi sebesar yaitu sebesar 30,432 mg/m3 atau 30.432 µg/m3, hasil terendah sebesar 28,991 mg/m3 atau 28.991 µg/m3 dan didapatkan hasil rata-rata sebesar 30,432 mg/m3 atau 30.432µg/m3.Masyarakat seharusnya membersihkan rumah dan perabotnya minimal 2 kali sehari dan menyiram halaman rumah untuk mengurangi debu yang berterbangan, sedangkan untuk pihak Pertukngan Kayu PK Bodas Kusen seharusnya menambah fasilitas penghisap debu yang sifatnya lokal dengan cara didekatkan ke sumbernya dan menyediakan APD untuk para pekerja.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEDAGANG DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI PASAR SEGAMAS KABUPATEN PURBALINGGA Dina, Laelani; Hilal, Nur; Subagiyo, Agus
Buletin Keslingmas Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i2.4732

Abstract

Salah satu tempat umum yang sering menghasilkan permasalahan sampah adalah pasar. Pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk mengadakan transaksi sejumlah barang atau jasa. Pasar mempunyai problematika masalah sampah tersendiri, karena sebagian besar sampah pasar terdiri dari sampah basah dan sampah kering. Pengelolaan sampah yang tidak baik dikhawatirkan akan memicu terjadinya kerusakan lingkungan. Pengelolaan sampah tersebut tidak lepas dari perilaku pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah di Pasar Segamas Kabupeten Purbalingga.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan crosssectional desain penelitian menggunakan quota sampling. Pengumpulan data dengan cara melakukan wawancara dengan menggunakan kuesioner dan ceklis kepada 96 sampel. Pengelolaan data dengan menggunakan uji spearman rank.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan perilaku pedagang dengan nilai value 0,000 ( 0,05), menunjukan hubungan yang bermakna antara sikap dengan perilaku pedagang dengan p value 0,000 ( 0,05), menunjukan hubungan yang bermakna antara ketersediaan saran dengan perilaku pedagang dengan p value 0,000 ( 0,05), dan antara pelaksanaan peraturan kebersihan dengan perilaku kebersihan menunjukan hubungan yang bermakna dengan p value 0,000 ( 0,05)Simpulan dari hasil penelitian ini bahwa secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, ketersediaan sarana pembuangan, dan pelaksanaan peraturan kebersihan dengan perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah di Pasar Segamas Kabupaten Purbalingga. One public place that often produces waste problems is the market. The market is a meeting place for sellers and buyers to make transactions for a number of goods or services. The market has a problem with its own waste problems, because most of the market waste consists of wet waste and dry waste. Poor waste management is feared to trigger environmental damage. Waste management cannot be separated from the behavior of traders. This study aims to determine the factors associated with the behavior of traders in waste management at the Segamas Market in Purbalingga Regency.This study was an observational study with a cross-sectional approach to research design using quota sampling. Data collection by conducting interviews using questionnaires and checklists to 96 samples. Data management using the Spearman rank test.The results showed that there was a significant relationship between knowledge and behavior of traders with a value of 0,000 ( 0.05), indicating a significant relationship between attitudes and traders' behavior with p value 0,000 ( 0.05), indicating a meaningful relationship between availability advice with merchant behavior with p value 0,000 ( 0.05), and between the implementation of hygiene regulations and hygiene behavior shows a significant relationship with p value 0,000 ( 0.05).Conclusions from the results of this study that there is a statistically significant relationship between knowledge, attitudes, availability of disposal facilities, and implementation of hygiene regulations with the behavior of traders in waste management in Segamas Market, Purbalingga Regency.
PENGARUH JARAK SUNGAI TERHADAP JUMLAH BAKTERI E-COLI AIR SUMUR GALI DI KABUPATEN BANYUMAS Alviansyah, Adi Erwin; Subagiyo, Agus; Hilal, Nur
Buletin Keslingmas Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i2.4884

Abstract

Sumur gali merupakan sarana penyediaan air bersih yang digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kualitas air bersih harus memenuhi syarat mikrobiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak sungai terhadap jumlah bakteri Escherichia coli air sumur gali di Kelurahan Purwokerto Wetan Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas.Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional dengan pendekatan Cross sectional. Jumlah populasi penelitian adalah 124 sarana sumur gali dan jumlah  sampel  20  sarana  sumur  gali  yang  diambil  secara random sampling. Pengukuran jarak dilakukan dengan menggunakan meteran, konstruksi sumur gali menggunakan check list serta pemeriksaan bakteri Escherichia coli menggunakan Microbiological Water Test Kit.Hasil penelitian dianalisa menggunakan uji Regresi logistik. Hasil analisis pengaruh jarak sungai terhadap jumlah bakteri  Escherichia coli air sumur gali  didapat nilai ? = 0,222 0,05. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh jarak sungai terhadap jumlah Escherichia coli air sumur gali. Saran yang diberikan kepada masyarakat. Sebaiknya masyarakat harus memperhatikan dan memahami pembuatan sumur gali yang memenuhi syarat dan selalu menjaga kebersihan sumur gali