. Subandiyono
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

BLOOD GLUKOSE RESPONSE OF GIANT GOURAMY (OSPHRONEMUS GAOURAMY, LAC.) TO THE STRESS OF ENVIRONMENTAL TEMPERATURE CHANGES Hastuti, S.; Supriyono, Eddy; Mokoginta, Ing; Subandiyono, .
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 2 No. 2 (2003): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : ISSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.367 KB) | DOI: 10.19027/jai.2.73-77

Abstract

This experiment was conducted to investigate blood glucose performance of giant gouramy (Osphronemus gouramy, Lac.) to environmental changes. Fish with body weight of about 52,15 g was used in the experiment. A hundred and twenty fish were subjected to stress by moving them to another aquarium containing cooler water for 5 minute before put them back to the origin aquarium. The stress treatments were ? 0°C (A), ?-3°C (B), ?-6°C(C), and ?-9°C(D). Blood glucose was measured at 0, 1, 2, 3, 4 and 5 hours post stress, each for 5 fish. During stress treatment, the survival offish were recorded. To study the role of insulin activation on reducing the stress effects, thirty fish were injected with insulin 2 IU/100 g body weight before subjected them to stressar. Blood glucose level of fish subjected to temperature stress of ?-9°C was the greatest. The blood glucose response to temperature changes was linear, Y = 4,4543 X + 35,553 with R2 = 0,09976. The survival rate of fish was 100% for all treatments. Injected of insulin 2 IU/100 g body weight was able to reduce hyperglycemia that caused by stress. Key words: Blood glucose, giant gouramy, Osphronemus gouramy, stress   ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui performa glukosa darah ikan gurami (Osphronemus gouramy, Lac.) dalam merespon perubahan suhu lingkungan. Ikan berbobot rata-rata 52,15 g sebanyak 120 ekor diberi stres dengan cara diangkat dan dipindahkan ke suatu wadah yang bersuhu lebih dingin selama 5 menit dan dikembalikan lagi ke wadah mula-mula. Perlakuan stres perubahan suhu dingin tersebut adalah A (? 0°C), B (?- 3°C), C (?-6°C) dan D (?-9°C). Glukosa darah diukur dari 5 ekor ikan pada jam ke 0, 1, 2, 3, 4 dan 5 jam pascastres. Kelangsungan hidup dihitung pada saat perlakuan stres. Untuk melihat peran aktivasi insulin dalam menekan efek stres, ikan sebanyak 30 ekor diinjeksi insulin 2 iu/100 g bobot badan sebelum diberi stres. Kadar glukosa darah ikan gurame yang diberi stres perubahan suhu dingin sebesar ?-9°C mengalami peningkatan paling besar. Respon glukosa darah terhadap stres perubahan suhu tersebut berpola linier Y= 4,4543 X + 35,553, dengan R2 = 0,9976. Perlakuan tersebut menghasilkan kelangsungan hidup yang sama yaitu 100%. Injeksi insulin 2 IU/100 g bobot badan mampu menekan hiperglisemia akibat stres. Kata kunci: Glukosa darah, ikan gurami, Osphronemus gouramy, stres
PENGARUH TRIPTOFAN DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP TINGKAT KANIBALISME DAN PERTUMBUHAN LOBSTER AIR TAWAR (CHERAX QUADRICARINATUS). Trisnasari, Vania; Subandiyono, .; Hastuti, Sri
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 4, No 1 (2020): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v4i1.6064

Abstract

Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan salah satu udang air tawar yang sudah dikembangkan sejak tahun 2000. Karakteristik yang signifikan terkait kelangkaan stok benih adalah sifat kanibalisme. Sifat kanibal biasanya muncul pada stadia benih terutama saat moulting. Upaya yang dapat dilakukan dengan penambahan triptofan dalam pakan. Triptofan merupakan asam amino esensial yang diduga dapat berperan sebagai pengendali kanibal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penambahan triptofan dalam pakan buatan terhadap tingkat kanibalisme dan pertumbuhan lobster air tawar. Udang uji yang digunakan adalah lobster air tawar dengan bobot 1,47±0,16 g/ekor. Pakan diberikan dengan metode relative feeding rate yaitu 3%. Benih dipelihara pada ember padat tebar 1 ekor/L. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan A, B, C, dan D adalah pakan buatan dengan dosis triptofan masing-masing sebesar 0, 1, 2, dan 3%. Variabel yang diamati meliputi total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio (PER), laju pertumbuhan relatif (RGR), kelulushidupan (SR) dan tingkat kanibalisme (TK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa triptofan pada pakan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap TKP, EPP, PER, RGR, SR, dan TK. Perlakuan B (1%) menghasilkan nilai tertinggi pada TKP yaitu sebesar 16,54±0,91g, EPP 74,54±3,77%, PER 2,12±0,11%, RGR 1,99±0,16%, dan SR 82±8,37%, TK 10,00±7,07%. Dosis optimum untuk menekan tingkat kanibalisme dan meningkatkan pertumbuhan berkisar antara 1,55-1,61%. Parameter kualitas air selama penelitian berada pada kisaran yang layak untuk kehidupan benih lobster air tawar. Disimpulkan bahwa penambahan dosis triptofan dalam pakan buatan mampu menekan tingkat kanibalisme dan meningkatkan pertumbuhan benih lobster air tawar secara maksimal.