Petrus Subardjo
Jurusan Ilmu Kelautan, Program Studi Oceanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 66 Documents
Articles

PEMETAAN KONDISI TERUMBU KARANG YANG TERKAIT DENGAN SEBARAN FOSFAT DAN NITRAT DI PERAIRAN PANTAI DESA KARIMUNJAWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Zainal, Jasmine Khairani; Subardjo, Petrus; Munasik, Munasik
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.682 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.5985

Abstract

Desa Karimunjawa merupakan desa dengan kepadatan penduduk tertinggi yang terdapat di Kawasan Taman Nasional Karimunjawa, didukung dengan keberadaan dua dermaga penting bagi masyarakat Kepulauan Karimunjawa yaitu Dermaga Perintis dan Dermaga Syahbandar yang menjadikannya pusat perekonomian masyarakat kepulauan Karimunjawa. Perairan Pantai Desa Karimunjawa banyak dipengaruhi oleh aktivitas manusia yang tinggi dan berpotensi dalam peningkatan kandungan nitrat (NO3-) dan fosfat (PO43-) perairan yang dapat memberikan tekanan pada ekosistem terumbu karang, sehingga diperlukan kajian untuk mengetahui kualitas air perairan pantai desa Karimunjawa khususnya nitrat, fosfat dan kondisi ekosistem terumbu karang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif eksploratif menggunakan metode Manta Tow untuk kondisi terumbu karang dan analisis spasial pada ArcGIS 10 untuk sebaran kualitas air. Materi yang digunakan berupa sebaran dan kondisi terumbu karang dan kualitas air perairan pantai Desa Karimunjawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas terumbu karang di perairan pantai Desa Karimunjawa yang padat penduduk adalah 149,50 m2berdasarkan analisa satelit Landsat-8 dan kondisi terumbu karang masuk dalam kategori sedang (26-50%). Kandungan fosfat perairan berkisar antara 0,12-2,19 mg/l dan kandungan nitrat perairan berkisar antara 0,04-1,33 mg/l.
STUDI PERUBAHAN GARIS PANTAI DI TELUK BANTEN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT MULTITEMPORAL Kusumastuti, Erni; Pratikto, Ibnu; Subardjo, Petrus
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.715 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11424

Abstract

Garis pantai adalah garis yang dibentuk oleh perpotongan antara air laut dengan daratan pantai. Perubahan garis pantai dapat terjadi akibat fenomena akresi dan abrasi pantai. Akresi pantai adalah kondisi semakin majunya pantai karena penambahan material dan proses marin, sedangkan abrasi pantai adalah kerusakan pantai yang mengakibatkan semakin mundurnya pantai karena kegiatan air laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2013 di Teluk Banten Kabupaten Serang untuk mengetahui perubahan garis pantai di Teluk Banten, Kabupaten Serang, Propinsi Banten dari tahun 1999 sampai tahun 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Analisis data menggunakan análisis multitemporal menggunakan citra satelit Landsat (sensor ETM+ 7 tahun 1999, 2007 dan OLI 8 tahun 2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan garis pantai Teluk Banten selama tahun 1999 sampai dengan 2007 mengalami abrasi seluas 64,63 ha dan akresi seluas 248,06 ha. Sedangkan pada tahun 2007 sampai dengan 2013 mengalami abrasi seluas 297,76 ha dan akresi seluas 31,26 ha. Tingkat kerusakan pantai di Teluk Banten lebih tinggi di daerah pantai bagian timur daripada daerah pantai bagian barat
ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK WISATA SNORKELING DAN DIVING DI PULAU PISANG BAGIAN UTARA KECAMATAN PESISIR UTARA LAMPUNG BARAT Lazuardi, Irfan; Subardjo, Petrus; Hariyadi, Hariyadi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.814 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3144

Abstract

Pisang Island is one of the islands located in the Coastal West Lampung regency precisely in West Lampung. Expected with the development of Pisang Island as a tourist destination it will beable to increase revenue and the welfare of society in western Lampung. Utilization of coastal and marine resources in West Lampung could be the development of nautical tourism in the region in this regard Pisang Island. One form of nautical tourism is snorkeling and diving activities. However, in the tourist development efforts in Pisang Island have held identification and approach problems first. The most fundamental and the purpose of this studyis to conducta study on the suitability of water level in Pisang Island, especially for snorkeling and diving tourism activities. Research carried out by field observations (collecting primary data and secondary data) for 2 months in July 2011 to August 2011 in the northern part of the Pisang Island, which is divided into thirteen point sampling locations. Primary data collection consisted of coral cover data retrieval and type of life formusing LIT, count the number off is husing visual census of fish and measure the brightness levels use these cchidisk. The method used for the analysis of the research is descriptive method of analysis with the help of Travel Suitability Index which produces the suitability andvalue of the carrying capacity of tourist areas. Based on the results obtained from the calculation of travel suitability index for snorkeling and diving touris snorkeling tours there instations 1, 2, 3, and 5 are located at a depth of 3 meters. And for diving there instations 6, 7, 8, 9, 11, 12, 13 and 14 are located at a depth of 5 meter still 10 meters.
STUDI KESESUAIAN PERAIRAN PANTAI TANJUNG SETIA SEBAGAI KAWASAN WISATA BAHARI KABUPATEN LAMPUNG BARAT PROVINSI LAMPUNG Aziz, Zulkifli; Subardjo, Petrus; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.719 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2029

Abstract

Faithful Cape Coast is one of Lampung destinations featured attraction and a tourist attraction in West Lampung regency which has considerable potential as a marine tourism area. This study aims to identify and assess physical potential of Cape Coast Faithful as marine tourism area. This study aims to identify and assess physical potential of Cape Coast Faithful as marine tourism area. The results of the study showed that the physical condition of the waters of Cape Coast Faithful potential as marine tourism area, with some activity that is surfing (Surfing), diving (Diving), and fishing (Fishing). Based on the IKW for surfing activities (Surfing) into the category of class S1 (very suitable) with IKW value by 80%, whereas for diving (Diving) and fishing (Fishing) in the category S2 (quite appropriate) with each IKW value of 70% for diving (Diving), and 64% for fishing activities (fishing).
DAERAH RAWAN GENANGAN ROB DI WILAYAH SEMARANG Ramadhany, Apriliawan Setiya; Subardjo, Petrus; Suryo, Agus Anugroho Dwi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.091 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2035

Abstract

This study aims to determine the broad tidal inundation during the study and the level of vulnerability to tidal inundation that occurred in Semarang. Benefit of this study is to provide information about the areas that are prone to rob puddles and how much the extent area of rob that occur on the mainland of Semarang. There are five levels of vulnerability classes in Semarang area, starting from the very vulnerable class 625, 45 Ha, Ha 1418.92 prone, somewhat prone to 4807, 52 Ha, safe 1325, 57 Ha, very safe and 1157.54 ha with a total area of 9334.46 Ha. The spread of inundation rob Semarang region in 2011 is amounted to 1538.8 hectares. The North Region of Semarang is the most affected by tidal inundation, up to 508.28 hectares are affected. The second largest is at Genuk District with a total area of 377.68 hectares puddle. Extensive tidal inundation of 257.20 hectares located in the District Tugu furthermore, tidal inundation area of 237.19 hectares located in the District of West Semarang. The rest are spread in Semarang District Central, South and Gayamsari Semarang.
STUDI POTENSI PULAU PISANG BAGIAN UTARA UNTUK PERENCANAAN KAWASAN WISATA PANTAI, KABUPATEN LAMPUNG BARAT, PROVINSI LAMPUNG Sitompul, Putra Charisma Chryssa; Subardjo, Petrus; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.594 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3142

Abstract

Faithful Cape Coast is one of Lampung destinations featured attraction and a tourist attraction in West Lampung regency which has considerable potential as a marine tourism area. This study aims to identify and assess physical potential of Pisang Island as coastal tourism area. The research was conducted in July-August 2011, this is because the month is a transitional season, when the season started, many people were coming to Pisang Island. The method used in this study is descriptive exploratory method. The analysis used in this study is the analysis of the suitability of tourism, namely by comparing the characteristics and quality of land to the land use requirements for specific tourism activities. The results of the study showed that the physical condition of the waters of North Pisang Island potential as marine tourism area, with some activity that is Coastal walk, Sun Bathing, and fishing. Based on the IKW for Coastal Walk into the category of class S1 (highly suitable) with IKW value by 93%, whereas for Sun Bathing in the category S1 (highly suitable) with IKW value by 94% and for Fishing in category S2 (Quite suitable) with IKW value by 70%.
STUDI PERUBAHAN LUASAN VEGETASI MANGROVE MENGUNAKAN CITRA LANDSAT TM DAN LANDSAT 7 ETM+ TAHUN 1998 – 2010 DI PESISIR KABUPATEN MIMIKA PAPUA Fajri, Fajri; Subardjo, Petrus; Pribadi, Rudhi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.517 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i1.2002

Abstract

Mangrove ecosystem is one of kind forest that naturally influenced by tides. Mangrove root?s system have capability to hold and capture sediment transported by waves or currents which bring to sedimentation or soil formation arise and become the new land for mangrove vegetation. Tailings from the mining PT. Freeport Indonesia in Tembagapura cusher form of a smooth stone is passed through Aghawagon River, followed Otomona River and deposited in the Regional Deposition Ajkwa (DPA), the possibility of 5-10% of particles remaining Sand Mining (tailings) carried out the most subtle to the Estuary Ajkwa and the Arafura Sea (PT Freeport Indonesia, 1999). Sedimentation due to the flow of the remaining mine sand from the river and taken apart Ajkwa currents, thought to affect an area of mangrove forests that exist around the estuaries in the coastal Mimika. Aim of this study is determining the extent of vegetation change in Mimika coastal mangrove District, Papua during 1998 to 2010 using multitemporal satellite imagery. The study was conducted in November 2010 to May 2011 using 1998?s Landsat TM imagery, Landsat 7 ETM + in 2002, Landsat 7 ETM + in 2006, and Landsat 7 ETM+ 2010, by using descriptive method. The results of this study indicate changes in the extent of mangrove vegetation of the estuary area to Mawati Kamora is varied, ie, in the year 1998 to 2002 has improvement 250.64 ha and 234.91 ha of reduction, in the year 2002 to 2006 has improvement 131.82 ha and 193.37 ha of reduction, in the year 20006 to 2010 experienced a reduction of 175.94 ha and 89.28 ha. Supply of sediment input in the form of tailings or suspected influence on the addition of mangrove vegetation in the Mimika District coastal area of Papua, particularly in the area and Kamora Ajkwa River Estuary, while the reduction of mangrove vegetation in the Coastal area of Timika, Papua, probably caused from to hydrological factors of the currents and waves.
PEMETAAN KERENTANAN BENCANA TSUNAMI DI PESISIR KECAMATAN KRETEK MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI, KABUPATEN BANTUL DIY Sinambela, Chandra; Pratikto, Ibnu; Subardjo, Petrus
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.531 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.8362

Abstract

Tsunami merupakan salah satu bencana alam yang senantiasa mengancam penduduk yang tinggal di daerah pesisir. Pesisir Kecamatan Kretek merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rentan terhadap tsunami. Bahaya tsunami ini akan diperburuk dengan keadaan pesisir Kecamatan Kretek yang memiliki tingkat kepadatan penduduk, kepadatan pemukiman, aktivitas pemerintahan dan aktivitas perekonomian yang cukup tinggi. Berdasarkan pada hal tersebut, maka perlu diketahui tingkat kerentanan tsunami agar dapat dimanfaatkan sebagai masukan data dalam upaya mitigasi untuk penyusunan rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang berbasiskan  tingkat resiko tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun peta kerentanan wilayah terhadap tsunami di pesisir Kecamatan Kretek. Penelitian ini dilaksanakan pada 17 Desember 2013 sampai dengan 17 April 2014. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini antara lain pengumpulan data baik itu data primer maupun sekunder, pengolahan data parameter-parameter yang mewakili tiap variabel kerentanan, pemberian bobot dan skor tiap variabel kerentanan, pengolahan data kerentanan wilayah terhadap tsunami untuk mendapatkan peta kerentanan wilayah terhadap tsunami dan survei lapangan.
STUDI KESESUAIAN WISATA PANTAI PARANGTRITIS SEBAGAI REKREASI PANTAI KABUPATEN BANTUL, YOGYAKARTA Yustiabel, Hebron; Irwani, Irwani; Subardjo, Petrus
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.475 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11415

Abstract

Pantai Parangtritis adalah pantai yang berlokasi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Pantai ini memiliki potensi pada sumberdaya pesisir yaitu dibidang pariwisata. Tetapi belum diketahui apakah pantai ini sudah sesuai atau belum. Selain itu lahan yang digunakan untuk kegiatan pariwisata masih belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini menunjukkan bahwa perlu dilakukan pengembangan objek wisata di pantai ini. Untuk mendukung pengembangan tersebut maka perlu dilakukan studi kesesuaian terlebih dahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan observasi lapangan (pengumpulan data primer dan data sekunder) pada bulan Desember 2013 sampai bulan Januari 2014. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposif yang terbagi dalam lima titik lokasi sampling. Pengumpulan data primer berupa data kondisi perairan dan parameter kesesuaian wisata, seperti tipe pantai, lebar pantai, kemiringan pantai, material pantai, kecepatan arus, kecerahan perairan, penutupan lahan pantai, biota berbahaya, dan ketersediaan air tawar. Analisis yang digunakan adalah analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW).Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IKW di Pantai Parangtritis termasuk kategori Sangat Sesuai (S1) dengan nilai IKW >80 %. Hal ini menunjukkan bahwa Pantai Parangtritis mendukung untuk pengembangan kawasan wisata rekreasi pantai
ANALISA SPASIAL PADANG LAMUN DENGAN MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH SATELIT GEOEYE-1 DI PERAIRAN PULAU PARANG DAN PULAU KUMBANG, KEPULAUAN KARIMUNJAWA Kurniawan, Andhika; Subardjo, Petrus; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1811.378 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.6010

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Pulau parang dan Pulau Kumbang, Kepulauan Karimunjawa. Sampai saat ini masih jarang penelitian yang membahas secara intensif ketersediaan informasi data kondisi padang lamun didaerah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisa spasial dan pemetaan padang lamun dengan menggunakan citra Satelit GeoEye-1, serta melakukan kajian kondisi padang lamun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sedangkan untuk cek lapangan menggunakan sampling purposif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa luas keseluruhan padang lamun diperairan pulau parang dan pulau kumbang mencapai 151,56 ha, yang terbagi menjadi tiga kelas yaitu kelas tutupan tinggi 13,21 ha, kelas tutupan sedang  75,11 ha, dan kelas tutupan rendah 63,23 ha. berdasarkan pengamatan dilapangan ditemukan 5 jenis spesies lamun yaitu Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Enhalus acoroides, Halophila ovalis, dan Halophila spinulosa. Hasil penghitungan persen penutupan padang lamun menunjukkan bahwa penutupan tertinggi terdapat pada stasiun 5 dengan penutupan rata-rata total dari setiap spesies lamun yaitu 4,74 %, sedangkan penutupan terendah terdapat pada stasiun 11 yang berjumlah 0,05%. Nilai indeks keanekaragamanragaman (H?) lamun adalah 1,25, indeks keseragaman (E) 1,14, dan indeks dominasi (C) 0,40.
Co-Authors Aditya Gilang Saraswata Aeda, Sofia Alma Agung, Andita Agus A.D. Suryoputro Agus ADS Agus Anugroho D.S Agus Anugroho DS Agus Anugroho Dwi Suryo Agus Anugroho Dwi Suryoputro Agus Anugroho Dwi Suryoputro Agustiadi, Teguh Ahmad Nur Huda Ajie Rahmat Budiwicaksono Alfi Satriadi Ali Djunaedi Andhika Kurniawan Andika Nugraha Pradana Anindya Wirasatriya Apriliawan Setiya Ramadhany Aris Ismanto Baskoro Rochaddi Chandra Sinambela Chiquita Tri Rezki Denny Nugroho Denny Nugroho Sugianto Diani, Karlina Putri Dwi, Agus Anugroho Erni Kusumastuti, Erni Fadhli, Ramdhani Fajri Fajri Farida, Fauzia Fitroh, Indah Syahiddah Franto Novico Gentur Handoyo Gersanandi Gersanandi Hanifah, Anne Hariadi Hariadi Hariadi, Ardian Hariyadi Hariyadi Haryadi haryadi Hebron Yustiabel, Hebron Heriyoso Setiyono Hermawan Saputra Heryoso Setiyono Ibnu Praktikto Ibnu Pratikto Ichwan Dwi Saputra Ilham Aulia Nur Fuady, Ilham Aulia Irfan Lazuardi Irwan Hidayatullah, Irwan Irwani Irwani Jasmine Khairani Zainal Kokoh Dwiyan Kunarso Kunarso Leon Rich Ginting Lilik Maslukah M. Furqon Aziz Ismail M. Taufan Qoriadi M., Bintang Yosua Cristian Melisa Dwi Syaputri, Melisa Dwi Muhammad Helmi Muhammad Sulaiman Muhammad Zainuri Munasik Munasik Muslim Muslim Nunut Parasian Siregar Nur Ismu Hidayat Pratikno, Ibnu Pratiwi Ramadhan Putra Charisma Chryssa Sitompul Putro, Agus A.D. Suryo Raden Ario Rahmat Hidayat Rifky Saputra Rina Shofiana Rizky Aditya Robin Sirait Rudhi Pribadi Ryan Nurdiansyah Sa?adah, Nailis Safwan, Mohammad Arif Setyiono, Heryoso Siddhi Saputra Siddhi Saputro Sigit Purnomo Siti Zulaykha Sondy Sunaryo Sri Yulina Wulandari Sugeng Widada Suryosaputro, Agus Anugroho Dwi Togi Persada Tarigan, Togi Persada Trenggono, Mukti Utami, Widya Sari Veri Yulianto Wahyu Aditya Nugraha Warsito Atmodjo Wibawa, Davis Pramayuda Willy Martahi Sihotang Zulkifli Aziz