Articles

IbM Memadukan Pengusaha Batu Bata Dan Petani Pemilik Lahan Dalam Meningkatkan Kualitas Tanah Dan Bentuk Lahan Sudadi, Sudadi; Suryono, Suryono; Suwarto, Suwarto
PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 3, No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prima.v3i1.36108

Abstract

Program IbM ini bekerjasama dengan dua mitra, yaitu: (1) UKM Pengusaha Batu Bata ?Suko Makmur?, dan (2) Kelompok Tani ?Krido Tani?. Mitra (1) berlokasi di Dusun Tulakan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Bidang usaha yang dikembangkan oleh mitra (1) tersebut adalah usaha pembuatan batu bata. Mitra (2) juga berlokasi di Dusun Tulakan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Bidang usaha yang dikembangkan oleh mitra (2) tersebut adalah usaha pertanian tanaman padi. Mitra (1) dan Mitra (2) berjarak tempuh sekitar 65 km dari Fakultas Pertanian UNS. Permintaan konsumen terhadap batu bata tiada henti sejalan dengan pembangunan yang ada di wilayah tersebut. Permasalahan utama Mitra 1 (UKM Pengusaha Batu Bata ?Suko Makmur yaitu hampir setiap hari membutuhkan tanah yang teksturnya halus sebagai bahan pembuat batu bata. Dalam satu minggu UKM ini rata-rata membutuhkan sekitar 5 truk tanah atau 30 ton per minggu setara dengan 120 ton per bulan. Untuk mendapatkan tanah tersebut relatif sulit. Selain hal tersebut dalam pembakaran batu bata menghasilkan limbah yang sangat banyak, berupa abu (abu sekam padi atau abu kayu bakar). Setiap kali bakar membutuhkan sekitar 3 ton sekam padi dan 1 ton kayu bakar, yang akan menghasilkan limbah sekitar 0,5 ton abu. Apabila hal ini tidak digunakan akan menumpuk sebagai limbah. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan utama yang dihadapi mitra (1) adalah menghubungkan/mempertemukan dengan petani yang mempunyai tanah-tanah yang lahannya berteras kecil/sempit untuk diperlebar yang merupakan permasalahan mitra (2). Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan utama yang dihadapi mitra (2) adalah memperlebar teras tanah dari 2 sampai 3 bidang teras menjadi 1 bidang teras dan memulihkan tingkat kesuburan/kualitas tanah bekas galian pengambilan bahan baku batu bata, salah satunya dengan memanfaatkan abu limbah pembakaran batu bata yang menjadi permasalahan mitra (1). Hasil kegiatan adalah bahan pembuatan batu bata bagi pengusaha batu bata (Mitra 1) berupa tanah lempung yang diambil dari bagian sawah yang lebih tinggi, milik Mitra 2. Sedangkan hasil kegiatan yang diperoleh oleh Mitra 2 adalah bentuk lahan yang rata sehingga lahan sawahnya lebih luas. Hal ini akan lebih memudahkan untuk penggarapan tanahnya karena dapat dikerjakan dengan traktor tangan. Sebelumnya tidak bisa diolah dengan traktor tangan karena sempitnya lahan. Kedua mitra memperoleh manfaat ekonomi yang cukup besar karena bagi Mitra 1 tanah lempung adalah bahan utama pembuatan batu bata. Tanpa bahan tersebut usaha akan berhenti karena tidak bisa berproduksi. Sebaiknya bagi Mitra 2 mendapatkan manfaat berupa efisiensi biaya dan waktu pengolahan tanah (lahan) yang sangat signifikan.
STABILITAS HEMODINAMIK PROPOFOL – KETAMIN VS PROPOFOL – FENTANYL PADA OPERASI STERILISASI / LIGASI TUBA Prasetya, Laurentius Sandhie; Sudadi, Sudadi
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 4, No 2 (2012): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.974 KB) | DOI: 10.14710/jai.v4i2.6429

Abstract

Latar belakang: Teknik TIVA kontinyu menggunakan kombinasi propofol dan fentanyl telah umum digunakan. Teknik tersebut dapat memberikan anestesi yang adekuat, namun dapat menyebabkan perubahan hemodinamik durante operatif yang bervariasi. Kombinasi propofol dan ketamin diharapkan dapat memberikan anestesi yang nyaman untuk pembedahan dengan perubahan hemodinamik durante operatif yang lebih stabil.Metode: Desain penelitian percobaan acak terkontrol. Ruang lingkup penelitian adalah pasien wanita yang menjalani operasi sterilisasi ligasi tuba dengan Metode Operasi Wanita dengan tehnik anestesi TIVA kontinyu. Subyek berjumlah 70 yang memenuhi kriteria inklusi, dibagi menjadi dua kelompok yang masing -masing terdiri dari 35. Kelompok PK adalah subyek yang menggunakan kombinasi propofol 2 mg/kgbb dan ketamin 0,5 mg/kgbb dilanjutkan pemeliharaan propofol 2 mg/kgbb/jam dan ketamin 0,5 mg/kgbb/jam intravena, sedangkan kelompok PF adalah subyek yang menggunakan kombinasi induksi propofol 2 mg/kgbb dan fentanyl 1 ?g/kgbb dilanjutkan pemeliharaan propofol 2 mg/kgbb/jam dan fentanyl 1 ?g/kgbb/jam intravena. Penilaian parameter perubahan hemodinamik meliputi tekanan darah sistolik (TDS), tekanan arteri rerata (TAR) dan laju denyut jantung (DJ) dinilai pada saat induksi, insisi dan durante operasi hingga selesai.Hasil: Penurunan parameter hemodinamik lebih dari 10 % terjadi pada kelompok PF pada saat induksi, insisi dan menit ke-5, dimana tekanan darah sistolik (TDS) menurun sebesar 15,5 (7,26) %, tekanan arteri rerata (TAR) menurun sebesar 14,0 (8,34) % dan laju denyut jantung (DJ) sebesar 14,2 (6,52) % sedangkan pada kelompok PK terjadi penurunan TDS sebesar 4,3 (2,72) % (p = 0,000), TAR of 4,6 (3,18) % (p =0,000) dan DJ sebesar 3,5(2,63) % (p = 0,000) saat induksi.Simpulan: Stabilitas hemodinamik kelompok PK lebih baik daripada kelompok PF.
PENGARUH BAHAN ORGANIK TERHADAP POPULASI Aspergilhis flavus PADA BEBERAPA JENIS TANAH Sudadi, Sudadi; Setyorini, Endang
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 2, No 1 (2002)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v2i1.100

Abstract

The objective of the research was to study the effect of soil type and organic matters applied on the growth of innoculated Aspergilus flavus. Considering the caracleristics of soil and organic matter source types, the organic carbon content total nitrogen content. C/N ratio and pH of the soil were analized. The research design used was completely randomized block design with two factors, namely soil type (regosol, grucmosol and latosol) and organik matters applied (control; manure and straw). Treatment replication was considered as variation source of block. It was indicated that there was signcant effect (P < 0,05) of soil type on the growth of the fungsi. Latosol tended to give higher growth than regosol and grumosol. Though no significant effect of organics matters indicated, the fungsi showed better growth with application of straw. It seemed the result had nothing to do with the carbon and nitrogen content of the soil. They might be caused by other factors that should be studied further
POTENSI ISOLAT MIKROBIA ASAL ANDISOL DIENG, JAWA TENGAH SEBAGAI INOKULUM PUPUK HAYATI PENGOKSIDASI SULFUR Sudadi, Sudadi; Ernawati, Ika; Sumarno, Sumarno; Dewi, Widyatmani Sih; Widijanto, Hery
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v10i1.130

Abstract

Masalah kekahatan hara cenderung meningkat, termasuk kekahatan sulfur. Penggunaan pupuk NPK berkemurnian tinggi ikut mendorong terjadinya kekahatan hara di lahan pertanian. Masalah kekahatan hara ini dapat diatasi melalui penggunaan sulfur elementer yang disertai denngan pupuk hayati pengoksidasi sulfur. Penelitian bertujuan untuk mengkaji potensi mikrobia pengoksidasi sulfur yang diisolasi dari tanah Andisol Dieng, Jawa Tengah sebagai inokulan untuk pupuk hayati. Tanah Andisol Dieng secara alamiah mengandung sulfur yang cukup tinggi sehingga diperkirakan dihuni oleh banyak mikrobia pengoksidasi sulfur. Penelitian terdiri dari dua percobaan, masing-masing disusun dalam rancangan percobaan acak lengkap dua faktor, yaitu macam isolat mikrobia hasil isolasi dari Andisol Dieng dan lama inkubasi. Percobaan pertama menggunakan medium cair Czapek-dox + sulfur sedangkan percobaan kedua menggunakan medium vermikompos. Tiap-tiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Variabel yang diamati meliputi jumlah S terlarut, kerapatan sel bakteri atau biomassa jamur dan pH medium. Dari hasil eksplorasi diperoleh satu isolat bakteri I1 dan tiga isolat jamur F1, F2 dan F3 yang menunjukkan kemampuan mengoksidasi sulfur pada medium Czapek-dox+ sulfur elementer agar. Hasil percobaan menunjukkan bahwa proses oksidasi sulfur meningkat seiring dengan bertambahnya waktu inkubasi yang ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah S-terlarut, kerapatan sel bakteri atau biomassa jamur dan menurunnya pH medium. Hasil serupa diperoleh dari percobaan kedua. Isolat jamur F2 menunjukkan potensi yang paling tinggi sebagai inokulan pengoksidasi sulfur yang ditunjukkan oleh kemampuannya tumbuh dan mengoksidasi sulfur yang paling tinggi baik pada medium cair Czapek-dox + sulfur maupun pada medium vermikompos.
KAJIAN PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI ALKOHOL CIU BEKONANG SEBAGAI BAHAN PUPUK ORGANIK CAIR PLUS Sudadi, Sudadi
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v1i1.87

Abstract

N/A
SERAPAN DAN KETAHANAN AZOLLA TERHADAP KROMIUM PADA VERTISOLS DAN ENTISOLS DENGAN BERBAGAI TINGGI GENANGAN AIR Sudadi, Sudadi; Ariyanto, Dwi Priyo; Purniawati, Erwin
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 6, No 2 (2009)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v6i2.57

Abstract

This research aims to study the effect of water level, soil kind, chromium concentration (Cr), and their interactions on uptake and tolerance of azolla to Cr. The research was done in March to May 2009 in the green house of Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University, Surakarta. The research used completely randomized design (CRD) factorial with three treatment factors, they were: soil kind (Vertisols of Jatikuwung and Entisols Colomadu, Karanganyar), water levels (0; 2; and 7 cm) and Cr concentrations (0; 5; 10; 15; and 20 ppm). There were 191 g of Vertisols and 200 g of Entisols pass to 2 mm sieve put into plastic pot and watering at various levels according to the treatments. A gram of fresh azolla was spread on each pot and incubated for three weeks. Each treatment combinations were replicated three times. Sampling was taken at 1, 2, and 3 weeks after planting for azolla biomass, Cr uptake of azolla, available Cr, and Cr toxicities symptoms of azolla. The data analyzed statistically by Kruskal Wallis test at 95% level significant, followed with Mood Median test. The result shows that soil kind has no significant effect, while water level, Cr concentration, and treatment interaction contribute highly significant influence on uptake and tolerance of azolla to Cr. The highest uptake of Cr at the Vertisols was taken at 7 cm water level and 15 ppm Cr concentration, while at the Entisols was in 2 cm of water level and 15 ppm Cr concentration. Azolla most tolerance to Cr at treatment combination of 2 cm water level and 10 ppm Cr concentration in Vertisols, and at 2 cm water level and 5 ppm Cr concentration at Entisols. Keywords: A. mycrophylla, chromium, Cr uptake and tolerance, water level
LAJU PERTUMBUHAN DAN PENAMBATAN N2 AZOLLA PADA BERBAGAI INTENSITAS PENYINARAN DAN TINGGI GENANGAN Suyana, Jaka; Sudadi, Sudadi; Supriyadi, Supriyadi
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v1i1.88

Abstract

N/A
Pengaruh Sifat Ketidakbalikon Tanah Gambyang Dihadapkan Pada Tingkat Lengas dan Lama Inkubasi Tertentu Terhadap Beberapa Sifat Kimianya Sudadi, Sudadi; Parwati, Parwati
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

N/A
EFEKTIVITAS BAKTERI PELARUT FOSFAT PADA BEBERAPA MACAM BAHAN PEMBAWA INOKULUM Supriyadi, Supriyadi; Sudadi, Sudadi
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v1i1.90

Abstract

N/A
PENGARUH SAAT PEMUPUKAN UREA PADA SISTEM GANDA AZOLLA‐PADI SAWAH TERHADAP N‐KAPITAL TANAH DAN HASIL PADI DI ENTISOL Sudadi, Sudadi; Sumarno, Sumarno
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 8, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v8i2.4

Abstract

The purposed of research was to study the effect of urea use in dual system azolla‐rice paddy to soil capital nitrogen and rice yield on Entisol. Research was conducted on rice paddy field at Colomadu, Karanganyar district, Central Java. The experiment arranged in single factor randomized completely block design (RCBD), with eight treatments says D1 (azolla + 100 kg urea /ha at 0 day after planting‐dap), D2 (azolla + 100 kg urea /ha at 30 dap), D3 (azolla + 100 kg urea /ha at 60 dap), D4 (azolla + 50 kg urea /ha at 0 and 30 dap), D5 (azolla + 50 kg urea /ha at 30 and 60 dap), D6 (azolla + 50 kg urea /ha at 0 and 60 dap), D7 (control treatment ‐ without azolla nor NPK fertilizer), and D8 (lokal farmer treatment ‐ 250 kg urea /ha split three times, 50 kg/ha at 0 dap, 100 kg/ha at 30 dap and 100 kg/ha at 60 dap). Azolla inoculums spreaded 7 dap at rates 500 g/m2. Variables observed were soil capital nitrogen, soil total‐N, tissue total‐N, soil organic matter content and rice yield. Data taken was analyzed with anova and followed with Duncan Multiple Range Test (DMRT) at 5 % level of significant. The results show that the use of urea in dual system azolla‐rice paddy increase soil capital nitrogen, soil total‐N, tissue total‐N, soil organic matter content and rice yield at Entisol. The highest soil capital nitrogen (0,953 kg/ha) and rice yield (8 ton/ha) were taken from the treatment of D8 and D3 respectively. Keywords: azolla‐rice paddy, rice yield, soil capital nitrogen, Urea