Articles

SURVEI TOPOGRAFI UNTUK MENENTUKAN GARIS TAMPAK PANDANG BASE TRANSCEIVER STATION (BTS) Laila Nugraha, Arief; Sudarsono, Bambang
TEKNIK Volume 29, Nomor 1, Tahun 2008
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1777.704 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v29i1.2004

Abstract

Base Transceiver Station (BTS) representation one of appliance of supporter of telecommunicationsnetwork. The development of BTS have to each other in circuit by other BTS or which have been planned.The situation BTS in circuit between other BTS without obstacle are called Line of Sight (LoS). Thetopographic survey is method of survey work to make sure the Line of Sight BTS. The topographic surveyconsist of GPS survey and study map for determination of high of BTS antenna and the Line of Sight ofBTS can be made.
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN UPT CREW KA SURABAYA KOTA PT. KAI DAOP VIII MELALUI MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Tambrin, Mohamad; Sudarsono, Bambang; Ayuningsih, Dwi
Eco-Entrepreneur Vol 4, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : Eco-Entrepreneur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTACTThe aims of this study are (1) to analyze whether organizational commitment has a positive and significant effect on employee performance, (2) to analyze whether organizational commitment has a positive and signicant effect on motivation, (3) to analyze whether motivation has a positive and significant effect on employee performance,(4) to analyze whether organizational commitment has a positive and significant effect employee performance with motivation as intervening variable. This study uses quantitative method that population is all of employee in UPT CREW KA Surabaya- Kota PT KAI DAOP VIII which amounts to 189 employee. Using the Simple Random Sampling is got 129 employee as responden. The hypothesis of this study are: (1) organizational commitment has a positive and significant effect on employee performance; (2) organizational commitment has apositive and signicant effect on motivation;(3) motivation has a positive and significant effect on employee performance;(4) organizational commitment has a positive and significant effect employee performance with motivation as intervening variable. Based on path analysis, the result showed that; (1) organizational commitment has a positive and significant effect on employee performance with value 38,5% (2) organizational commitment has a positive and signicant effect on motivation with value 78,7% (3) motivation has a positive and significant effect on employee performance with value 49% (4) organizational commitment has a positive and significant effect employee performance with motivation as intervening variable with value 38,6%.
ANALISIS POTENSI DESA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus: Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kabupaten Semarang) SETYAWAN, DEDI; Nugraha, Arief Laila; Sudarsono, Bambang
Jurnal Geodesi Undip Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.561 KB)

Abstract

Peta secara sederhana diterjemahkan sebagai gambar wilayah dimana informasi diletakkan dalam bentuk simbol-simbol. Peta disajikan untuk memberikan informasi-informasi berupa batas wilayah, sarana prasarana, bangunan, penggunaan lahan dan jalan. Desa atau kelurahan dipandang sebagai titik awal pemberdayaan potensi daerah. Dengan adanya pemetaan potensi desa/kelurahan ini dapat digunakan untuk mengetahui informasi tentang potensi-potensi yang terdapat, serta dapat digunakan sebagai bahan perencanaan pengembangan desa/kelurahan.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data dari pemetaan partisipatif, citra satelit beresolusI tinggi, dan survey lapangan dengan menggunakan GPS navigasi. Pengolahan pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan software ArcGIS. Penelitian dilakukan di Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kabupaten Semarang.Dari hasil pengolahan diperoleh batas wilayah, administrasi jalan, dan titik-titik potensi. Potensi di Kelurahan Sumurboto ini didominasi dari sektor ekonomi. Berdasarkan hasil analisis kerapatan tidak tedapat perbedaan yang signifikan dari wilayah satu dengan  yang lainnya.
ANALISIS PENGARUH POLA PERUBAHAN LAHAN AKIBAT PERPINDAHAN RUANG PUBLIK TERHADAP ZONA NILAI TANAH DI KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG Ikhsan, Adi Nur; Sudarsono, Bambang; Nugraha, arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Semarang memiliki alun-alun sebagai ruang publik di Kecamatan Ungaran Timur, tepatnya di Kelurahan Sidomulyo. Namun pada tahun 2011 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Semarang, ruang publik yang semula di Kelurahan Sidomulyo, dipindahkan ke Kelurahan Kalirejo. Hal ini akan berpengaruh terhadap meningkatnya aktifitas masyarakat yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan. Tentu saja akibat dari perubahan penggunaan lahan tersebut adalah perubahan nilai/harga tanah, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai perubahan penggunaan lahan dan pengaruhnya terhadap perubahan nilai tanah.Penelitian ini menggunakan citra tahun 2009, citra tahun 2013, dan Peta Tata Guna Lahan Kabupaten Semarang tahun 2011. Data tersebut digunakan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan tahun 2009-2014. Selanjutnya analisis perubahan nilai tanah menggunakan peta zona nilai tanah hasil data transaksi dan penawaran survei lapangan tahun 2009 dan 2014. Dari hasil tersebut, dilakukan analisis perubahan penggunaan lahan terhadap zona nilai tanah yang dikaitkan dengan pengaruh perpindahan alun-alun di Kecamatan Ungaran Timur.Hasil analisis dalam penelitian ini yaitu, terjadi perubahan penggunaan lahan tertinggi yang terdapat pada zona 40 dengan perubahan penggunaan lahan tegalan/ladang menjadi tanah kosong sebesar 11,87 ha. Namun kenaikan harga tanah tertinggi tidak terletak pada zona tersebut melainkan terletak pada zona 28 sebesar Rp. 2.726.000 /m². Hal ini dapat dianalisis karena zona 28 merupakan lokasi perpindahan ruang publik yang baru (alun-alun baru Bung Karno), sehingga wajar jika kenaikan harga tanah tertinggi terletak pada zona tersebut. Kata Kunci : Zona Nilai Tanah, Perubahan Lahan  ABSTRACT Semarang Regency has a plaza or square as a public space in the District of East Ungaran, precisely in the Village Sidomulyo. But in 2011 according to the Medium Term Development Plan (RPJMD) of Semarang Regency, a public space that was originally in the Village Sidomulyo, moved to Village Kalirejo. This will increase the activity of the community that would result in changes in land use. As the result, there will be changes in the value or price of land, so it is necessary to research on land use changes and its effects on the value of land changes.This study used the satellite image of the year 2009 and 2013, and the map of Semarang Regency’s land use in 2011 to analyze its changes in 2009-2014. To analyse the changes in the value of land, the zone map of land values is used resulted from data transactions and field surveys offers in 2009 and 2014. From these result, an analysis of land use changes on land value zone associated with the effect of displacement of the square to East Ungaran District.The result of this these study is the location of maximum changes in land use is zone 40 with changes in land use fields into a wasteland of 11.87 ha. However, the highest increase in the price of land is not located in the same zone. It lies in zone 28 with the change of value by Rp. 2,726,000 /m². It can be concluded that zone 28 is the new location of the public space (Bung Karno New Square), so it is rational that the zone has the highest price of land increase. Keywords : Value of Land Zones, Land Changes *) Penulis, Penanggung Jawab
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI STASIUN KERETA API JALUR SEMARANG - BANDUNG BERBASIS ANDROID Julian, Handoko Dwi; Sudarsono, Bambang; Nugraha, arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.873 KB)

Abstract

Abstrak Kereta Api merupakan salah satu jenis moda transportasi massal yang efisien untuk jumlah penumpang yang tinggi. Pada era sekarang ini, peranan Transportasi Kereta Api sangatlah penting bagi masyarakat luas dan pengaplikasian Sistem Informasi Geografis semakin populer dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan analisis spasial. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran koordinat lapangan menggunakan Global Positioning System (GPS) sebagai data utama dan data atribut sebagai data pendukung serta Google Maps yang berguna untuk menampilkan jalur kereta api Semarang-Bandung. Pada penelitian ini dikembangkan sebuah aplikasi yang dibangun dengan bahasa pemrograman java menggunakan software Eclipse dan ADT ( Android Development Tool). Hasil akhir dari penelitian ini berupa Aplikasi Harina Train Online berbasis mobile GIS yang dioperasikan dengan sistem Android dan memiliki beberapa fitur utama seperti visualisasi jalur kereta api Semarang-Bandung, informasi setiap stasiun kereta yang dilewati, tarif tiket kereta api, jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api, serta informasi alternatif transportasi. Kata Kunci : Jalur Kereta Api, GPS, Mobile GIS, Aplikasi, Android. Abstract Train is one kind of efficient mass transportation for the high number of passengers. In this era, the role of transport is very important for the society and the Application of geographic information system utilized increasingly popular for various interest of spatial. In this research, the coordinates of the field were taken by Global Positioning System (GPS) as the main data and attribute data as supporting data and visualize railway on Google Maps. In this study who later became an application built with the Java programming language using the Eclipse software and ADT ( Android Development Tool). The end result of this research is Harina Train Online Application based mobile GIS that operate on the android system has several key features such as visualization of railroad Semarang-Bandung, any information that is passed the train station, train ticket fares, schedules train departure and arrival, as well as alternative transportation information. Keyword: Railway, GPS, Mobile GIS, Applications, Android.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN GARIS PANTAI TERHADAP PENGELOLAAN WILAYAH LAUT DAERAH KABUPATEN PEKALONGAN DAN KOTA PEKALONGAN Damanik, Oki Samuel; Sudarsono, Bambang; Amarrohman, Fauzi Janu
Jurnal Geodesi Undip Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.988 KB)

Abstract

Memasuki era otonomi daerah pasal 18 Undang-Undang No.32 tahun 2004 yang diperbarui dengan Undang-Undang No.23 Tahun 2014 pasal 27, menyatakan bahwa daerah yang memiliki wilayah laut diberikan kewenangan untuk mengelola sumber daya alam pada sekitar wilayah lautnya. Penentuan dan penegasan wilayah laut diatur berdasarkan dengan Permendagri No.76 Tahun 2012. Garis pantai menjadi faktor utama dalam penarikan batas pengelolaan. Tetapi keadaan garis pantai yang fluktuasi dapat berubah-ubah mengikuti kondisi alam seperti dinamika pasangsurut, abrasi dan akresi. Oleh sebab itu, diperlukan adanya penelitian mengenai pengaruh perubahan garis pantai terhadap batas pengelolaan wilayah laut. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan batas pengelolaan wilayah laut Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan dengan menggunakan metode kartometrik di atas peta LPI dan citra Landsat yang diamati secara time series. Citra yang digunakan menerapkan rumus BILKO dan AGSO dalam mempermudah interpretasi garis pantai. Penarikan batas pengelolaan wilayah laut dilakukan dengan prinsip equidistance ( sama jarak) untuk daerah berdampingan. Dari hasil pengamatan citra Landsat tahun 2008 sampai 2018, terjadi perubahan garis pantai di wilayah Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan dikarenakan adanya abrasi dan akresi. Perubahan garis pantai mempengaruh pada garis batas pengelolaan wilayah laut dan luas pengelolaan wilayah laut. Hal ini diperkuat dengan sampel luasan pada penerepan rumus AGSO kurun waktu tahun 2008 dan 2018  di Kabupaten Pekalongan bertambah 1.714,581 Ha, sedangkan untuk Kota Pekalongan berkurang 272,033 Ha.
VERIFIKASI PENARIKAN GARIS BATAS PROVINSI KALIMANTAN BARAT, KALIMANTAN TENGAH, DAN KALIMANTAN TIMUR SESUAI DENGAN PERMENDAGRI NO. 76 TAHUN 2012 MENGGUNAKAN METODE KARTOMETRIK Sukma, Aulia Imania; Sudarsono, Bambang; Amarrohman, Fauzi Janu
Jurnal Geodesi Undip Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1231.913 KB)

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dengan pembagian wilayah terdiri dari 34 Provinsi, 397 Kabupaten dan 98 Kota, dengan total pembagian segmen batas daerah sebesar 966 segmen batas, yaitu terdiri dari 215 segmen definitive, 384 segmen yang sudah dilakukan pelacakan dan pengukuran, serta 367 segmen yang belum dilakukan pelacakan. Permasalahan batas daerah muncul salah satunya dikarenakan konflik yang dapat berujung menuju sengketa. Kesalahan dan tidak akuratnya gambar garis batas wilayah di peta berpotensi menimbukan sengketa posisional antar daerah yang berbatasan (Adler, 1995).Salah satu permasalahan terkait penegasan batas daerah adalah pada kasus perselisihan sengketa batas antara Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, sengketa ini berada pada batas yang membatasi ketiga wilayah tersebut (simpul batas), yang membatasi 3 Kabupaten yang berbeda mewakili tiap provinsi yaitu Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat, dan Kabupaten Mahakam Ulu Provinsi Kalimantan Timur. Dalam penetapan simpul batas berpedoman pada Permendagri No. 76 tahun 2012. Peletakkan titik simpul batas dan penarikan garis batas dilakukan dari segi aspek teknis dengan menggunakan metode kartometrik. Data yang digunakan dalam penelitian berupa, peta RBI digital skala 1:50.000, dan DEM SRTM.Menurut hasil penelitian, terdapat dua titik simpul batas yang diletakkan sesuai dengan metode kartometrik yang pertama adalah pada Gunung Liang Tanjung, dan yang ke dua adalah dengan mengikuti garis batas sesuai peta lampiran UU No. 2 tahun 2013. Kata Kunci : Metode Kartometrik, Simpul Batas, Sengketa Wilayah, Aspek Teknis.   ABSTRACT                    Indonesia is the largest archipelagic country with a division of 34 Provinces, 397 Districts and 98 Cities, indeed the divisions insist of 966 border segments, consisting with 215 definitive segments, 384 tracked and measured segments, and 367 unidentified segments. Regional boundary issues caused conflict that could possibly take the lead into sort of disputess. According to an inacurate the delineation on map caused positional dispute between the borderline areas (Adler, 1995).                     One of the problems related to the affirmation of regional borders is in the case of a dispute over the boundary disputes between West Kalimantan, Central Kalimantan and East Kalimantan provinces, this dispute lies within the boundary limiting the three regions (boundary node), which are divide into 3 different districts that representing each provinces, Murung Raya District, Central Kalimantan Province; Kapuas Hulu District, West Kalimantan Province; and Mahakam Ulu District, East Kalimantan Province. Permendagri No. 76 tahun 2012 in charge on  precept of  boundary making. Boundary position of point and delineation, takes charge from the point of view off technical aspect which is used kartometrik method. The data that used in this study are RBI digital map with scale 1 :50.000, and DEM SRTM  and  kartometrik method.                    According to the study, there are two alternative boundaries based on kartometrik methods. First, take a place in Liang Tanjung Mountain, and the second is attached to UU No. 2 tahun 2013. Keywords: Kartometrik Method, Boundary Node, Territory’s Dispute, Technical Aspect.
ANALISIS PERKEMBANGAN WISATA DI KABUPATEN SEMARANG BERDASARKAN NILAI FREKUENSI KUNJUNGAN DARI TAHUN 2015-2017 DENGAN PENDEKATAN TRAVEL COST METHOD DAN CONTINGENT VALUATION METHOD MENGGUNAKAN SIG (STUDI KASUS : ELING BENING DAN KAMPOENG RAWA) NABABAN, JACKIE SUPRAWITO; Subiyanto, Sawitri; Sudarsono, Bambang
Jurnal Geodesi Undip Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1265.18 KB)

Abstract

Kabupaten Semarang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dengan ibukotanya adalah Kota Ungaran. Perkembangan ekonomi di Kabupaten Semarang antara lain ditinjau dengan peningkatan pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata yang tidak lepas dari banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Semarang. Sebagai contoh adalah objek wisata Eling Bening dan Kampoeng Rawa yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK) untuk menilai dan mengetahui seberapa besar keinginan seseorang untuk memberikan nilai fungsi ekonomi kawasan dan masyarakat sekitar yang memperoleh manfaat dari kawasan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah TCM (Travel Cost Method) untuk menentukan nilai penggunaan langsung (Direct Use Value, DUV) dan CVM (Contingent Valuation Method) untuk menentukan nilai keberadaan (Existence Value, EV). Penarikan sampel (responden) yang digunakan adalah non probability sampling dengan teknik sampling incidental, yang berarti siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Penelitian Eling Bening sebesar 120 responden untuk TCM dan 70 responden untuk CVM, sedangkan Kampoeng Rawa sebesar 60 responden untuk TCM dan CVM. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan melakukan perhitungan menggunakan perangkat lunak Maple 20I7 sehingga dapat digunakan untuk pembuatan Peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan. Kemudian dilakukan survei toponimi untuk pembuatan Peta Utilitas dan Peta Persebaran Responden. Dalam penelitian tugas akhir ini, diperoleh nilai ekonomi kawasan dengan nilai surplus konsumen Eling Bening sebesar Rp3.717.137,389 dan nilai WTP sebesar Rp100.764 sehingga diperoleh nilai total ekonomi Eling Bening tahun 2017 sebesar Rp790.138.113.900. Dan nilai surplus konsumen Kampoeng Rawa sebesar Rp1.071.502,494 dengan nilai WTP sebesar Rp48.495 sehingga diperoleh nilai ekonomi total Kampoeng Rawa tahun 2017 sebesar Rp340.763.356.490.
PERANCANGAN APLIKASI WISATA DAN CITY TOURISM BERBASIS WEBGIS GUNA MENINGKATKAN DAYA SAING WISATA KOTA (STUDI KASUS: KOTA SEMARANG) Santynawan, Archita Permata; Sudarsono, Bambang; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.736 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang memiliki potensi yang besar dalam bidang pariwisata, namun dalam keberjalanannya pengembangan dan pemanfaatan potensi-potensi wisata di Kota Semarang dirasa belum maksimal. Kegiatan city tour yang biasa dilakukan oleh wisatawan sejauh ini hanya didukung pemerintah Kota Semarang melalui bus wisata seperti Si Kenang, Si Denok, dan Si Kuncung yang memiliki rute terbatas, maka untuk menunjang hal tersebut diperlukan adanya suatu aplikasi WebGIS wisata dan city tourism yang berisikan informasi mengenai objek-objek wisata di Kota Semarang, informasi fasilitas umum dan rute baru yang disarankan guna meningkatkan daya saing wisata Kota Semarang. Penelitian ini dilaksanakan dengan pembuatan basis data yang berisikan data objek wisata, data fasilitas umum dan data rute city tour hasil analisis proximity shortest path dan pembuatan peta dasar menggunakan Leaflet Javasctipt library yang kemudian ditempelkan ke aplikasi WebGIS wisata dan city tourism Kota Semarang. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah Aplikasi WebGIS wisata dan city tourism Kota Semarang dengan nama Melanglang Semarang yang memuat informasi tempat-tempat wisata di Kota Semarang sejumlah 37 objek wisata yang tergolong dalam 5 kategori yang tersebar di 12 kecamatan Kota Semarang beserta fasilitas-fasilitas umum di sekitar objek-objek wisata tersebut dengan total jumlah fasilitas 1532 dengan sebaran data fasilitas perbankan sebanyak 103 data, data fasilitas perbelanjaan sebanyak 107 data, data fasilitas peribadatan sebanyak 933 data, data fasilitas kantor polisi sebanyak 14 data, data fasilitas halte BRT sebanyak 148 data, data fasilitas transportasi sebanyak 3 data, data fasilitas bengkel sebanyak 16 data, data fasilitas SPBU sebanyak 24 data, data fasilitas kesehatan sebanyak 105 data dan data penginapan sebanyak 79 data. serta menampilkan saran 12 rute city tour di Kota Semarang dengan 5 tema yang dikelompokkan sesuai lokasinya. Pengujian usabilitas dari aplikasi ini mendapatkan hasil skor persentase rata-rata sebanyak 82,3% sehingga website ini masuk dalam kategori ‘Sangat Memuaskan‘. Kata Kunci: leafletjs, pariwisata, Semarang, tur keliling kota, WebGIS.ABSTRACTSemarang City has a great potential in tourism, but Semarang’s tourism are felt that they has not being developed and the utilized enough up to its real potential. City tour is one of the most often done by tourists on their journey while travelling, but in Semarang this activity are only supported by the city government by the city tour busses like Si Kenang, Si Denok, and Si Kuncung that have limited route focuses on the downtown area of Semarang, so to support tourists city tour activities this tourism map and city tour WebGIS application that contains information about the destinations, information about the public facilities, and new routes recommended by the researcher is needed to increase the Semarang’s tourism competitiveness in comparison to other cities in Indonesia. This research is done by making the database containing destinations coordinate data, public facilities coordinate data and city tour route data created from shortest path proximity analysis and creating the basic map application using Leaflet Javascript library that embedded into the Semarang City tourism and city tourism WebGIS application. The result of this research is Semarang tourism and city tour WebGIS application called Melanglang Semarang containing information about 37 tourism destinations in Semarang categorized into 5 category and distributed into 12 district in Semarang City with the information of public facilities located near them with the total number of 1532 public facilities with the distribution of 103 banks data, 107 market data, 933 worshipping place data, 14 police station data, 148 BRT Stop data, 3 transportation data, 16 machine shop, 24 gas station data, 105 health facilities data, and 79 lodging data. and also this application will show user 12 suggested new city tour routes classified within 5 themes grouped according to its location to go around in Semarang. The usability test done for this application get the average result of 82,3% so that this website is considered to the category ‘Very Satisfying’. Keywords: city tour, leafletjs, Semarang, tourism,WebGIS.
ANALISIS PERBANDINGAN PENINGKATAN SEDIMENTASI DI WADUK MRICA DENGAN PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) MERAWU MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT LANDSAT Fathin, Muhammad Asadullah Al; Sudarsono, Bambang; Bashit, Nurhadi
Jurnal Geodesi Undip Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.101 KB)

Abstract

Waduk Mrica terletak di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan waduk Mrica memiliki tujuan untuk PLTA dan irigasi. Namun Waduk Mrica mengalami sedimentasi yang cukup tinggi sehingga perlu dilakukan pengamatan terhadap peningkatan sedimentasi yang terjadi di Waduk Mrica. Pengamatan tersebut dilakukan dengan pemetaan batimetri waduk secara berkala. Di sisi lain, teknologi pengindraan  jauh merupakan salah satu teknologi yang efektif dan efisien dalam pemetaan batimetri perairan dangkal, diantaranya dengan menggunakan algoritma Van Hengel dan Spitzer. Pengolahan algoritma tersebut dianalisis dengan uji regresi menggunakan data pemeruman yan dilakukan pihak pengelola waduk, yakni Indonesia Power UP Mrica. Analisis klasifikasi tutupan lahan dilakukan dengan menggunakan metode klasifikasi terbimbing dan analisis kerapatan vegetasi menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Hasil analisis regresi menunjukkan nilai R2 pada data Landsat 7 tahun 2003 sebesar 0,741 atau 74,1%, sedangkan pada data tahun 2013 sebesar 0,440 atau 44,0%. Hasil algoritma Van Hengel dan Spitzer, diperkirakan terjadi peningkatan sedimen sebesar 76.243.184,23 m3. Perubahan tutupan lahan dan kerapatan vegetasi DAS Merawu memiliki hubungan korelasi yang tidak konsisten terhadap peningkatan sedimentasi Waduk Mrica dimana terjadi peningkatan sedimentasi namun pada beberapa kelas tutupan lahan terjadi perubahan yang tidak sejalan.
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Adi Nur Ikhsan, Adi Nur Adjie, Gandhi Permana Ahmad Hidayat Alfin Nandaru Amalia Permata Dewi, Amalia Permata Andhono Yekti Andika Malik Andri Suprayogi Anggraini, Dinda Anisa Annisa Usolikhah, Annisa Anugrahini Irawati, S Ardhianto, Igit Arfian Setiadi Arga Fondra Oksaping Arief Laila Nugraha Arief Laila Nugraha Arief Waskito Aji Aris, M. Chairul Arliandy Pratama Arnita Ikke Sari Aruma Hartri, Aruma Arwan Putra Wijaya ASTIANINGRUM, HARDIAN Atriyon Julzarika Aulia, Khoirul Isnaini Awwaluddin, Moehammad Ayuningsih, Dwi Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudiyatno Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bayu Pradana Bellamy, Ega Siva Bledug Kusuma P, Bledug Kusuma Brammadi, Sendy Budi Prayitno Budiman, Jolangga Agung Damanik, Oki Samuel David Carlous Pintubatu Dina Wahyuningsih, Dina Dwi Jatmoko Dyah Widyaningrum, Dyah Eko Nur Cahyo, Eko Nur Elsa Regina Rizkitasari Enersia Ihda K. U, Enersia Ihda Fadilla, Restu Fadlil Zen, Alif Ahmad Faidal, Faidal Faizal Hafidz Muslim, Faizal Hafidz Fajar Dwi Hastono Fakhri Islam, Lukman Jundi Fanny Rachmawati Fathimah, Siti Fathin, Muhammad Asadullah Al Fathul Qodir, Fathul Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Febriansya, Muhammad Haris Febrina Aji Ratnawati Galih Rakapuri, Galih Gilang Andhika Surya J. Gita Amalia Sindhu P. Guntur Bagus Pamungkas Hadi Winoto Haeriah, Siti Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handoko Dwi Julian Handy Novprastya Hani'ah, Hani'ah Harianja, Fetra Kristina Harianto Harianto Hasbie Rachmat Bachtiar Heri Setiawan Hisni Theresia Br Sinuraya, Hisni Theresia Imam Mudita, Imam Indira Septiandini Indriyanto, Ignatius Wahyu Isdiantoro, Yovi Adyuta Isnasatrianto, Agree Jiyah Jiyah, Jiyah Jokosantoso, Try Joni Dewanto Kadriansari, Riski Kartiko Ardhi Widananto, Kartiko Ardhi Khairi, Adnan Kinasih, Putri Ardianti Lea Kristi Agustina LM. Sabri LUTFI, MOHAMMAD YUSUP Luthfina, Muhammad Annis Wichi Mamei Saumidin Maschoer, Maschoer Ma’ruf, Anang Mega Dwijayanti Meita Arddinatarta, Meita Moehammad Awaluddin Mualif Marbawi, Mualif Muhammad Arizar Hidayat, Muhammad Arizar Muhammad Dimas Aji N. Muhammad Fadhli Auliarahman, Muhammad Fadhli Mulyo Budi Setiawan NABABAN, JACKIE SUPRAWITO Nauthika, Tsana’a Alifia Nila Hapsari Nawangwulan Nizma Humaidah, Nizma Nugroho, Dwi Priyo Nur Istiqomah, Lisa Nur Nur Rizal Adhi Nugroho, Nur Rizal Adhi Nur Wahidah Sudarsono, Nur Wahidah Nurul Huda Pambudi, Arif Panjaitan, Adri Patriot Ginanjar Satriya Pidu, Rika Enjelina Pradipta, Rachaditya Prakoso, Ongky Nurma Pramono Aji, Tito Wisnu Pratiwi, Dwi Yulinanda Prawira, Raka Angga Purwoko, Fajar Rudi Putra, David Beta Putri, Dini Ramanda Putri, Erni Dwi Hapsari rafiulhaq, Fakhrur Ramadhan, Fajri Ridho Alfirdaus, Ridho Rizki Fadillah, Rizki Rizki Widya Rasyid, Rizki Widya Rizky, Aulia Roseana, Benita Rudi Cahyono Putro Rudi Wibowo S Anugrahini Irawati, S Anugrahini S. Anugrahini Irawati, S. Anugrahini Sabri, L.M Sabri, LM Safi'i, Ayu Nur Salafudin, Faisal Sanches Budhi Waluyo, Sanches Budhi Santoso, Aziz Anjar Santynawan, Archita Permata Sasongko Adhi Sawitri Subiyanto Setiawan, Endar SETYAWAN, DEDI Shindy Mariska Zulkarnain, Shindy Mariska Sipayung, Michel Christiansen Sukma, Aulia Imania Sutomo Kahar Suyitno Suyitno Syafiri Krisna Murti Sylvia Tri Yuliani, Sylvia Tri Tambrin, Mohamad Tazani, Muhammad Sa?dudin Ataf Theodorus Satriyo Singgih, Theodorus Satriyo Thomas Sukardi Tika Christy Novianty Togi Pardo Siagian, Togi Pardo Tri Adi Hermawan Tri Rahmawati Winda Kusuma Uman Kertanegara Ummi Athiyyah Yuniarti Vinsensia Hutagaol Virgus Arisondang Wicke Widyanti Santosa Yogi Wahyu Aji, Yogi Wahyu Yudo Prasetyo Yugi Limantara