p-Index From 2015 - 2020
6.551
P-Index
Articles

PERBANDINGAN KUALITAS DAGING RAJUNGAN HASIL TANGKAPAN KEJER DAN BUBU LIPAT DI GEBANG MEKAR, KABUPATEN CIREBON Supriadi, Dedi; Utami, Dayanti Rizka; Sudarto, Sudarto
Akuatika Indonesia Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v4i2.25282

Abstract

Rajungan termasuk salah satu hasil perikanan yang umumnya bersifat perishable food (mudah rusak/busuk), maka dalam penanganan daging rajungan rebus dilakukan cold chain system(sistem pengupasan kulit rajungan dengan menjaga suhu produk di bawah suhu ruangan) dengan cepat dan cermat untuk menghindari pembusukan (kenaikan suhu) pada daging rajungan.Rajungan (Portunus pelagicus) dalam penelitian  ini adalah hasil tangkapan dari alat tangkap jaring kejer dan bubu lipat di Gebang Mekar Kabupaten Cirebon yang sudah diolah menjadi daging rajungan rebus.Perbedaan pada penanganan hasil tangkapan dan pengolahan rajungan dari alat tangkap jaring kejer dan bubu lipat meliputi kehati-hatian dalam penanganan rajungan saat hauling, lamanya waktu melaut yang mempengaruhi waktu penyimpanan, perbedaan pengoperasian alat tangkap bubu lipat dengan menggunakan umpan, sedangkan jaring kejer tidak, dan penanganan daging rajungan hasil tangkapan bubu lipat yang melalui proses perebusan di laut dan hasil tangkapan jaring kejer langsung diolah atau direbus di miniplant.Hasil analisis daging rajungan rebus pada hasil tangkapan jaring kejer dengan nilai rata-rata uji skor organoleptik yaitu 7,6, hasil uji mikrobiologi Angka Lempeng Total (ALT) 1,1 x 104 koloni/g dan uji Escherichia coli bernilai negatif (< 3). Daging rajungan hasil tangkapan bubu lipat nilai rata-rata uji skor organoleptiknya 6,6, uji mikrobiologi ALT 2,0 x 104 koloni/g, dan uji Escherichia coli bernilai sama dengan jaring kejer negatif (< 3), maka kualitas daging rajungan rebus hasil tangkapan jaring kejer bernilai lebih baik dibandingkan hasil tangkapan bubu lipat.
THE INFLUENCE OF FINANCIAL LITERACY TOWARDS FINANCIAL BEHAVIOR RESWARI, ANGGINA DWI; SUDARTO, SUDARTO; WIDYASTUTI, EKANINGTYAS
JOURNAL OF RESEARCH IN MANAGEMENT Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : INDONESIAN RESEARCH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/jorim.v1i2.28

Abstract

The ability to manage personal finance has become increasingly important in today?s world.The study about personal finance is challenging to be investigated, due to the rare ofresearch regarding this topic. This research is aim to know the influence of demographicfactors towards financial literacy and its impact towards financial behavior from the membersof SMEs under the guidance of Bank Indonesia in Banyumas. The research methodologythat used in this study is a case study with survey research method. Convenience samplingtechnique derived from non-probability sampling techniques are used for sample selection.The sample of this research are 83 respondents and used the OLS as the model estimation.The results of this study indicate that education significantly influences the financial literacylevel and the financial behavior level. Then, income also significantly affects financialbehavior, but does not affect a person's financial literacy. Surprisingly, the financial literacydoes not affect the financial behavior of the members and other variables such as gender,age, and marital status also do not affect both financial literacy level and financial behaviorlevel. This result could give evidence about the factors affecting financial literacy andfinancial behavior thus it could give the implications to the Bank Indonesia and the SMEs forincreasing the personal financial ability as a whole.
Pemanfaatan Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai Model Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemilihan Karyawan Berprestasi Sudarto, Sudarto
JSM (Jurnal SIFO Mikroskil) Vol 12, No 1 (2011): Volume 12 Nomor 1 Tahun 2011
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Mikroskil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.728 KB)

Abstract

Betweenness merupakan ukuran centrality berdasarkan pada lintasan terpendek yang banyak digunakan dalam analisis terhadap graf yang kompleks. Solusi eksak terbaik untuk menghitung betweenness centrality adalah O(nm) untuk graf tak berbobot dan O(nm+n2 log n) untuk graf berbobot untuk jumlah vertex adalah n serta jumlah edge adalah m. Dalam dunia nyata dimana ukuran graf sangat besar perhitungan eksak akan menjadi sangat tidak fisibel. Untuk kondisi tersebut maka solusi pendekatan menjadi pilihan terbaik yang dapat dilakukan. Dalam paper ini akan dibandingkan solusi eksak dengan solusi pendekatan untuk menghitung betweennes centrality. Algoritma eksak yang digunakan adalah algoritma Brandes yang dieksekusi secara stand alone dan paralel serta algoritma pendekatan dengan teknik sampling yang adaptif untuk mengurangi secara signifikan perhitungan jumlah SSSP (single-source shortest path)  untuk verteks-verteks yang mempunyai nilai centrality yang tinggi. Dari ketiga algoritma tersebut akan diberikan diskusi terkait dengan kinerja masing-masing dengan graf uji yang berbeda-beda. Untuk keperluan saat ini dan ke depan dibutuhkan algoritma dinamis dengan kompleksitas lebih baik.
Analisis Optimasi Penjadwalan Jaga Dokter Residen Penyakit Dalam pada Rumah Sakit Pendidikan Sufarnap, Erlanie; Sudarto, Sudarto
JSM (Jurnal SIFO Mikroskil) Vol 12, No 2 (2011): Volume 12 Nomor 2 Tahun 2011
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Mikroskil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2420.326 KB)

Abstract

Penjadwalan kegiatan jaga residen pada sebuah rumah sakit adalah hal yang rumit. Hampir sama rumitnya dengan penjadwalan belajar mengajar pada sebuah institusi pendidikan. Seorang dokter residen biasanya mendapat giliran jaga pada dua rumah sakit  yang berbeda.  Selain dilihat dari sisi dokter  supervisornya  juga harus dilihat dari sisi dokter residen, yaitu kemungkinan-kemungkinan dokter residen akan menangani beberapa kasus yang berbeda sesuai dengan pasien yang masuk rumah sakit saat itu. Hal ini bisa dilihat dari sudah berapa stase yang dilewati oleh seorang dokter residen selama pendidikan kespesialisannya sebab ada kemungkinan jumlah kasus pasien yang banyak  dan berbeda-beda serta jumlah dokter residen tidak sebanding pada saat jaga,  sehingga harus dipikirkan juga solusi agar dokter residen bekerja dengan tim jaganya pada hari , tanggal  dan jam jaga yang sama. Selain itu, harus dipertimbangkan juga tingkat atau semester seorang dokter residen sehingga levelisasi tim jaga dapat dilaksanakan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan pendekatan algoritma genetik. Algoritma genetik merupakan pendekatan komputasional untuk menyelesaikan masalah yang dimodelkan dengan proses biologi dari evolusi. Diharapkan dengan  digunakannya algoritma genetik akan diperoleh optimasi penjadwalan yaitu kondisi dimana terjadi kombinasi terbaik untuk pasangan dokter residen  dengan tim jaga beserta keahlian dan kemampuan lainnya secara keseluruhan, tidak ada permasalahan bentrokan jadwal jaga pada stase lain dan pada rumah sakit lainnya. Kata kunci: penjadwalan, optimasi, algoritma genetik.
PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG KORUPSI Soemanto, RB.; Sudarto, Sudarto; Sudarsana, Sudarsana
YUSTISIA Vol 88 (2014)
Publisher : YUSTISIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pembangunan Nasional Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berdasarkan keadilan sosial. Survei Transparency International (TI) menyatakan Indonesia merupakan salah satu negara paling korup di dunia. korupsi telah meluas dan dilakukan oleh semua elemen masyarakat, termasuk pejabat publik (Djulianto, 2009). pemerintah Indonesia memerangi korupsi dengan menerapkan Undang-Undang Antikorupsi, di samping membangun komisi pemberantasan Tindak pidana korupsi (kpk) untuk menegakkan pelaksanaan program pemberantasan korupsi. Efektivitas pelaksanaan program membutuhkan kontribusi dari partisipasi masyarakat. pertanyaan penelitian adalah: “bagaimana masyarakat memahami dan menanggapi korupsi?” pertanyaan penelitian : “bagaimana pengetahuan, sikap, kesadaran dan respon masyarakat terhadap korupsi ?”. penelitian ini menggunakan metode gabungan kuantitatif dan kualitatif dalam pengumpulan data. Lokasi penelitian di kabupaten klaten, kabupaten Sragen dan kota Surakarta. Sampel wilayah kabupaten/kota terpilih desa sampel : kedungan, kecamatan pedan di kabupaten klaten,  desa  Gabugan, kecamatan Tanon, kabupaten Sragen, dan  kelurahan kerten, kecamatan Laweyan, di kota Surakarta. Sampel renponden dari desa/kelurahan ditentukan secara sistematik proporsional random, masing-masing desa terpilih 100 orang. pengumpulan data kuantitatif digunakan teknik wawancara terstruktur. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan teknik korelasi. Data kualitatif dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam dan FGD. Hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif dibahas bersama untuk mendapatkan data yang saling melengkapi. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa masyarakat desa di kabupaten klaten, Sragen serta kota Surakarta memiliki pengetahuan, sikap dan kesadaran  yang  tinggi tentang tindak korupsi yang merugikan negara dan masyarakat. Ciri-ciri tindak korupsi, sumber dan akibatnya dipahami dengan baik dan lengkap. Hasil uji X2 sebesar 19, 115 dan sigifikan pada taraf kepercayaan 99% (alpha 0,01). Hubungan sikap dengan tanggapan terhadap tindak korupsi dengan koefisien contingensi 0,247, signifikan pada alpha 0,01.Artinya, hubungan sikap dengan respon terhadap tindak korupsi memiliki koefisien korelasi (rs) 0,301 dan signifikan pada tingkat kepercayaan 99% (alpha 0,01). Korupsi sebagai perbuatan tidak benar, semakin masyarakat menentangnya semakin mendukung upaya pemerintah untuk memberantas korupsi. Angka R sebesar 0,552 menunjukkan bahwa korelasi antara respon masyarakat dengan tingkat pengetahuan, sikap, dan tingkat kesadaran adalah kuat. Artinya, secara umum dinyatakan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan mengenai korupsi, sikap dan kesadaran yang besar serta memiliki respon positif untuk mendukung upaya (pemerintah) menanggulangi korupsi.
PENGEMBANGAN MEDIA VISUAL FLASH CARD PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA Damayanti, Elsa; Yunus, Sitti Rahma; Sudarto, Sudarto
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 5, No 2 (2016): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.176 KB) | DOI: 10.35580/sainsmat5264462016

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kevalidan dan keefektifan media visual flash card pada materi interaksi mahluk hidup dengan lingkungannya yang dikembangkan. Penelitian pengembangan ini merujuk pada langkah-langkah pengembangan pembelajaran model Plomp yang terdiri dari 5 tahapan yaitu tahap investigasi awal (preliminary investigation), tahap perancangan (design), tahap realisasi konstruksi (realization construction), tahap tes, evaluasi dan revisi (test, evaluation and revition) dan tahap implementasi (implementation). Produk yang dihasilkan adalah media visual flash card.  Instrumen penelitian yang digunakan terbagi menjadi dua yaitu instrumen kevalidan yang mencakup lembar validasi media visual flash card dan instrumen keefektifan meliputi angket respon peserta didik dan tes hasil belajar. Subyek dalam penelitian ini adalah media visual flash card yang diujikan pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Palangga tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 43 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data melalui kuesioner dan tes. Analisis validasi media visual flash card oleh dua validator diperoleh hasil rata-rata yaitu 4 yang artinya valid. Berdasarkan analisis angket respon peserta didik diperoleh hasil 86% peserta didik menyatakan bahwa media visual flash card baik sekali digunakan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan tes hasil belajar peserta didik kelas VII diperoleh hasil yaitu sebanyak 40 peserta didik yang mencapai nilai KKM 70 dengan persentase ketuntasan 93%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media visual flash card efektif digunakan dalam pembelajaran IPA pada materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya.
Pijat Oksitosin Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Pospartum Primipara Di Kota Singkawang Seri, Usman; Sudarto, Sudarto; Nur Akhmad, Arif
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): JANUARI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.824 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v5i1.227

Abstract

Abstract: The Oxytocin Massage Improved Breastmilk Production on Primipara Postpartum Mother In Singkawang City The challenge in providing exclusive breastfeeding is the complaints of Primipara Postpartum Mother (PPM) who are difcult to give breast milk because of limitation. The various attempts have been made, one of them by doing oxytocin massage is attemps to help breastfeeding production. The Aims of this study is to determine the effectiveness of oxytocin massage toward breastmilk production in the PPM. This study used a quasi experimental with a Case control design. A total of 30 samples were divided to intervention and control groups. This research was conducted for 6 months. The research instrument used the breastfeeding checklist. The data were analyzed by using Chi Square test. The results of Chi Square statistical test between oxytocin massage and breastmilk production obtained signifcant p = 0.025 (<0.05). These results indicate that there was a relationship between oxytocin massage and breastmilk production in the PPM. The OR value was 8 (CI (95%)) which explained that the PPM who performed oxytocin massage had eight times chance of breast milk production faster and smoother than mothers who did not do oxytocin massage. This study recommended to use large number of sample for high quality of research. Abstrak: Pijat Oksitosin Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Pospartum Primipara Di Kota Singkawang. Tantangan dalam pemberian Air Susu Ibu (ASI) eklusif adalah keluhan ibu postpartum primipara yang sukar memberikan ASI karena ASI nya tidak keluar. Pijat Oksitosin merupakan suatu upaya untuk membantu dalam pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin dalam pengeluaran ASI pada ibu Pospartum primipara. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan kasus kontrol. Sebanyak 30 sampel yang dibagi dalam kelompok intervensi dan kontrol. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan dengan Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar checklist pengeluaran asi. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat adanya pengaruh antar variabel. Hasil uji statistik Chi-Square antara pijat oksitosin dengan pengeluaran ASI diperoleh nilai sig p= 0,025 (< 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pijat oksitosin dengan pengeluaran ASI pada ibu pospartum primipara. Nilai Odd Ratio (OR) dalam penelitian ini sebesar 8 (CI (95 %)) yang menjelaskan bahwa ibu pospartum primipara yang melakukan pijat oksitosin berpeluang 8 kali produksi ASI lebih cepat dan lancar dibandingkan dengan ibu yang tidak dilakukan pijat oksitosin. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan jumlah sampel yang lebih besar untuk kualitas yang lebih baik.
PENGARUH KOMPETENSI PEMBIMBING DAN KOMPETENSI INSTRUKTUR TERHADAP KEEFEKTIFAN PELAKSANAAN ON THE JOB TRAINING Sudarto, Sudarto
Educational Management Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS KOMPETENSI DAN KINERJA APARATUR PADA DINAS SOSIAL DAN TENAGA KERJA KABUPATEN KARO Sudarto, Sudarto
Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Administrasi Publik Juni
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.171 KB)

Abstract

Sental atau pentingnya pimpinan yang efektif guna mendukung kebijakan pemerintah kabupaten pusat, maka pemimpin daerah dalam hal ini adalah pemerintah kabupaten juga dituntut untuk mampu mengatur dan mengkoordinasi pegawai secara signifikan. Kondisi yang ada saat ini menuntut aparatur pemerintah untuk melakukan kinerja yang optimal agar dapat menghasilkan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Karena itulah proses penempatan pegawai dalam jabatan struktural merupakan titik awal dari keberhasilan layanan kepada masyarakat di masa mendatang.Dalam proses pengakatan pejabat struktural, awalnya diolah dalam Beperjkat yang mempunyai tugas pokok memberikan pertimbangan. Dalam memberikan pertimbangan, Beperjakat selalu berpedoman kepada peraturan yang ada, sehingga calon yang diusulkan semuanya sesuai denan persyaratan yang ditentukan (PP no 13 tahun 2002 pasal 1 ayat 2). Dengan mempertimbangkan persyaratan dan sistem administrasi lainnya, tahap selanjutnya Beperjakat mengusulakn 3 calon pejabat berdasarkan skala prioritas kepada bupati selaku pejabat pembina Kepegawaian, kemudian Bupati memutuskan slah satu calon yang akan menduduki jabatan struktural dimaksud. Kewelangan sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah membuat Bupati dapat melakukan perubahan nama baik sesuai urutan prioritas maupun memilih nama lain di luar calon yang diusulkan Beperjakat.
KAJIAN TENTANG PENENTUAN KRITERIA PENERIMAAN PADA ANALISIS KESELAMATAN INNR UNTUK PENINGKATAN PENGAWASAN TERHADAP INNR Sudarto, Sudarto; Sulistiyoningsih, Sulistiyoningsih; Hermawan, Dedi
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 4 No 2 November 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.966 KB)

Abstract

Dalam Perka 10 tahun 2006 tentang pedoman penyusunan LAK INNR bab 13 tentang Analisis Keselamatan Nuklir, belum terdapat penjabaran analisis keselamatan yang meliputi analisis bahaya dan kecelakaan dalam satu alur proses secara komperehensif yaitu pengembangan skenario, analisis suku sumber dan analisis konsekuensi. Pada makalah ini dikaji tentang analisis kecelakaan pada instalasi nuklir non reaktor dengan menggunakan metode analisis kecelakaan berdasarkan referensi US-DOE-3009-94. Hasil kajian menunjukan bahwa analisis kecelakaan dalam metode ini diawali dengan skenario kecelakaan yang dilengkapi dengan pohon kejadian. Semua asumsi utama dalam skenario diidentifikasi dan dijustifikasi. Langkah selanjutnya adalah menentukan suku sumber kecelakaan yang terlepas secara tak sengaja melalui jalur yang dianalisis dengan menentukan semua parameter dan model fenomenologi. Setelah suku sumber ditentukan, konsekwensi akibat dispersi atmosfir atau jalur relevan lain ditentukan yaitu dengan melakukan analisis perhitungan perkiraan dosis yang diterima masyarakat akibat kecelakaan terpostulasi. Dari hasil kajian tersebut dapat disimpulkan bahwa kriteria penerimaan berdasarkan referensi US-DOE-3009-94 yang meliputi pengembangan skenario, analisis suku sumber dan analisis konsekuensi dapat melengkapi Perka BAPETEN No. 10 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Analisis Keselamatan Instalasi Nuklir Nonreaktor untuk digunakan oleh evaluator atau pemohon untuk melakukan analisis keselamatan nuklir.
Co-Authors Adi Hanafi Adpriyadi, Adpriyadi Adpriyadi, Adpriyadi Adriani, Andi Reski Adrianto, Risman Adrie A. Tarumingkeng Anyan, Anyan Arief Rahmansyah Arif Wibowo Asih, Sidi Aziz, Moh. Nurul Bastiar Nur Bonga, Andi Budi Santoso Budi Utomo Chumaidi Chumaidi Damayanti, Elsa Dedi Hermawan Dedi Supriadi Djoko Suseno Endang Arisoesilaningsih Erlanie Sufarnap Estu Nugroho Farida, Lusila Firdaus, Zuhri Hadie, Lies Emmawati Hatimah, Sri Hervi, Navis Hidonis, Kafi I Wayan Subamia Irin Iriana Kusmini, Irin Iriana Jacques Slembrouck Jaelani, Jaelani Julindra, Rimaniar Kadarwan Soewardi Karlinalanti, Karlinalanti Kristanto, Anang Hari Kurnaeni, Nur Laurent Pouyaud Lesmana, Handyka Prayogi Luchman Hakim Mahfud, Muhammad Mamin, Ratnawaty Meilisza, Nina muh. Tawil Muhammad Mukhlisin MUHAMMAD RIZAL Muhammad Zarlis, Muhammad Mun'im, Abdul Nastiti, Erika Nadya Nugraha, Media Fitri Isma Nugraha, Media Fitri Isma Nur Akhmad, Arif Nurazizah Nurazizah, Nurazizah Panne, Rut Yustriani Paradis, Emmanuel Priadi, Agus Purwanti, Juni Purwanti, Juni Puteri, Irene Mardian Putra, Donny Maha Rachmatika, Rachmatika Rahmita, Rahmita Ramlawati Ramlawati RB. Soemanto RESWARI, ANGGINA DWI Ridwan Affandi Ruby V. Kusuma, Ruby V. S, Hariyani Samudar, Nurhaerani Sarbini Sarbini, Sarbini Seran, Yoseph Nahak Seri, Usman Sirait, Pahala Siti Qomariyah Sitti Rahma Yunus, Sitti Rahma Slembrouck, Jack Soemarno Soemarno Sofiana, Ayu Ismoyo Sudarsana Sudarsana Sugito, Slamet Sulistiyoningsih Sulistiyoningsih Sulistyandari, Sulistyandari Sumiarsa, Gede Suwarthama Sunyoto Sunyoto Suryadi, A. Fitriani Susilowati, Eny Suwaryo, Suwaryo Suwaryo, Suwaryo Takdir, A. Tawil, Tawil Tunut, Tunut Ummah, Fatayah Nadhlastul Utami, Dayanti Rizka WAHYU PURBOWASITO Wartono Hadie, Wartono Wayan Firdaus Mahmudy WIDYASTUTI, EKANINGTYAS Wilhelmina Patty Yudha Alif Auliya, Yudha Alif