Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DAN KEMAMPUAN NUMERIK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Sudiasa, I Wayan
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 45, No 3 (2012): Oktober, 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.278 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v45i3.1841

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran inkuiri dan kemampuan numerik terhadap hasil belajar matematika. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Nusa Penida pada kelas X sebanyak 188 orang. Penelitian dirancang dalam bentuk posttest only control group design. Data dikumpulkan dengan tes hasil belajar yang berbentuk essay dan tes kemampuan numerik yang berbentuk objektif dengan lima pilihan jawaban. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varians faktorial 2´2 dan dilanjutkan dengan uji t-Scheffe. Hasil penelitian menunjukkan (1) hasil belajar matematika siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional, (2) terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran dan kemampuan numerik terhadap hasil belajar matematika, (3) untuk siswa yang memiliki kemampuan numerik tinggi, hasil belajar matematika siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional, dan (4) untuk siswa yang memiliki kemampuan numerik rendah, hasil belajar matematika siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional lebih tinggi dari pada siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri.. Kata-kata Kunci:inkuiri, hasil belajar matematika, kemampuan numerik
MONITORING PANTAI KALISADA KECAMATAN SERIRIT KABUPATEN BULELENG Sedana Triadi, I Nyoman; Mudhina, Made; Sudiasa, I Wayan
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol 6 No 1 (2016): MATRIX - Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.99 KB)

Abstract

Permasalahan daerah pantai berupa  rusaknya kawasan tepi pantai ditunjukkan oleh perubahan garis pantai oleh erosi, abrasi maupun sedimentasi. Tujuan kegiatan ini adalah mengidentifikasi  masalah-masalah yang ada di Pantai Kalisada saat ini dan  monitoring terhadap pengelolaan bangunan wilayah Pantai Kalisada. Penelitian dilakukan di Pantai Kalisada dan sekitarnya dengan metode penelitian deskritif kualitatif. Konsep perencanaan dan pengelolaan pantai menyeluruh dan terpadu meliputi aspek-aspek administrasi, sosial, teknis, ekonomi, hukum, kelembagaan, dan lingkungan Hasil analisis kondisi eksisting data dapat disimpulkan bahwa permasalahan Pantai Kalisada saat ini adalah adanya erosi, kondisi bangunan pantai  yang ada belum optimal dalam  upaya pengamanan pantai, permasalahan penanganan pantai yang tidak menyeluruh. Gelombang dan arus merupakan fenomena alam yang sangat memengaruhi keadaan pantai. Gelombang yang terjadi dipengaruhi oleh besarnya angin dan jarak fetch pada lokasi studi. Fetch Pantai Kalisada  (daerah pembangkitan gelombang) dominan berasal dari arah timur laut dan arah barat. Hal ini menyebabkan terjadi gelombang dominan berasal dari barat dan timur sesuai dengan musim angin yang terjadi di Pantai Kalisada. Pantai Kalisada dalam satu hari terjadi dua kali air pasang dan dua kali air surut dengan tinggi yang hampir sama. Pasang surut yang terjadi di Pantai Kalisada termasuk dalam tipe pasang surut harian ganda (semidiurnal tide)
POTENSI PENGEMBANGAN JALAN DI ATAS TUKAD MATI KUTA, BADUNG – BALI Salain, Putu Dana Pariawan; Sudiarsa, Made; Sudiasa, I Wayan
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol 4 No 1 (2014): MATRIX - Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan pembangunan yang bertumpu pada sektor pariwisata di wilayah Bali padaumumnya dan di wilayah Badung pada khususnya, memerlukan dukungan infrastruktur jalan untuk kelancaran arus transportasi. Dalam upaya mengembangkan dan membangun infrastruktur jalan baru di wilayah Kabupaten Badung bagian Selatan, ketersediaan lahan akan menjadi permasalahan yang paling utama. Hal ini terkait dengan desakan yang kuat atas semakin menyempitnya ruang dan lahan yang telah terbangun untuk mendukung kegiatan perekonomian dan kepariwisataan. Untuk itu diperlukan terobosan lain yang bersifat mengoptimalkan berbagai peluang yang ada, tanpa mengorbankan fungsi-fungsi utama dari ketersediaan ruang yang akan dimanfaatkan.Salah satu peluang untuk dioptimalkan fungsinya adalah membangun jalan di atas sungai denganmempertimbangkan aspek-aspek teknis, sosial, budaya, dan estetika seperti pembangunan jalan di atas Tukad Mati di wilayah Kuta. Ruas jalan baru direncanakan mulai dari pertemuan Tukad Mati dan ruas Jalan Raya Kuta sampai di perpanjangan Jalan Kalianget yang menuju ke arah pantai Kuta. Rencana jalan baru ini dalam upaya meringankan beban jaringan jalan lama dibangun dengan memanfaatkan alur sungai Tukad Mati sepanjang 325 meter. Ruas jalan ini merupakan ruas jalan yang terkoneksi dengan jaringan jalan lama melalui terusan Jalan Kalianget ke arah Timur. Jalan ini mula-mula sudah terbangun dan menghubungkan Jl. Blambangan dengan lokasi Lapangan Samudera di sebelah Timur Tukad Mati. Rencana jalan baru yang akan dibangun merupakan jalan 1 jalur dan 2 lajur dengan lebar lajur masing-masing 3,50 m dan dilengkapi dengan fasilitas pejalan kaki selebar 1,00 m.Konstruksi jalan menggunakan satu kolom penyangga beton precast dengan kebutuhan biaya sekitar Rp. 52.000.000,00.
METODE SARINGAN PASIR UNTUK PENURUNAN KEKERUHAN DAN AMONIAK (NH3) PADA AIR LIMBAH KANTIN DI POLITEKNIK NEGERI BALI Winaya, I Nyoman Anom Purwa; Triadi, I Nyoman Sedana; Sudiasa, I Wayan
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 1 (2017): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan survey secara langsung debit air limbah kantin 1 dan 2 di Politeknik Negeri Bali. Penelitian ini didasarkan berdasarkan fakta bahwa seringnya terjadi luberan air limbah kantin akibat dari tidak sesuainya kaidah dalam pengolahan air limbah untuk karakteristik limbah organik. Simulasi penelitian dengan melakukan pengujian awal untuk mengetahui karakteristik awal dari parameter fisik dan kimia dari air limbah tersebut. Karakteristik awal dari uji karakteristik air limbah yaitu didapatkan : 1) kekeruhan 119 NTU (newton total unit), 2) Ammonia / amoniak 0.21 mg/ltr. Berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 8 tahun 2007 tentang Baku Mutu Air Limbah bahwa : 1) kekeruhan ambang batasnya adalah 5 NTU (newton total unit), 2) ammonia / amoniak (nihil) atau tidak terdeteksi. Hal inilah menjadi dasar penelitian bahwa harus dirancang Instalasi Pengolahan Air Limbah yang sesuai dengan prosedur dan tepat secara dimensi. Hasil penelitian menyatakan debit air limbah didapatkan sebesar : 0.43 m3/dtk dalam seminggu. Untuk pernecanaan IPAL direncanakan tahap pertama yaitu pengolahan secara anaerob  dengan merencanakan detensy Time. selama 24 jam didapatkan hasil  kekeruhan yaitu 81,8 NTU. Sedangkan ammonia (NH3) tetap terdeteksi 0.21 mg/ltr. Tahap berikutnya adalah pengolahan aerob dengan metode aerasi selama 45 menit dan waktu tunggu selama 24 jam didapatkan penurunan kekeruhan menjadi 55.7 NTU dan ammonia 0.12 mg/ltr.. Hal ini menyatakan bahwa limbah organic memang tidak bisa hanya diolah secara aerob maupun aneorob, tetapi harus dilanjutkan ke tahap berikutnya yaitu dengan metode filtrasi. Simulasi alat filtrasi menggunakan hasil penelitian Dwijani W. (2007) dengan metode saringan biologis memanfaatkan media kerikil, pasir dan tanah yang disusun secara berlapis. Setelah proses filtrasi dengan kecepatan debit 0.03 m/dtk dengan waktu tunggu 8 jam maka didapatkan hasil : 1) kekeruhan 2.81 NTU dan ammonia tetap terbaca menjadi 0.19 mg/ltr. Perencanaan bak pengolahan air limbah adalah Panjang 3 meter dan lebar 2.54 meter dan kedalaman 5 meter. Perkiraan RAB Rencana Anggaran Biayanya adalah Rp. 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).
OPTIMALISASI KEBUTUHAN AIR IRIGASI DI DAERAH IRIGASI SENGEMPEL, KABUPATEN BADUNG Triadi, I Nyoman Sedana; Winaya, I Nyoman Anom P; Sudiasa, I Wayan
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 2 (2017): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.932 KB) | DOI: 10.31940/logic.v17i2.570

Abstract

Bendung Sengempel terletak di desa Bongkasa, kecamatan Abiansemal, kabupaten Badung.  Bendung Sengempel memanfaatkan aliran Tukad Ayung memiliki panjang sungai utama 42,64 km dan luas DAS 225,30 km2.  Daerah Irigasi sengempel  memiliki luas persawahan 75 ha dengan  sistem irigasi yang memanfaatkan Bendung sengempel, selama ini terus mengalami kekurangan pasokan air sehingga pola tanam yang dilaksanakan belum optimal. Perlu adanya penelitian tetang analisis pola tata tanam di daerah Irigasi Sengempel, terkait dengan optimalisasi kebutuhan air irigasi di wilayah ini. Kebutuhan air irigasi di sawah ditentukan oleh beberapa faktor antara lain: penyiapan lahan; penggunaan konsumtif; perkolasi dan rembesan; penggantian lapisan air;curah hujan efektif dan pola tanam. Optimalisasi pola tanam di suatu daerah  irigasi terkait dengan kebutuhan air irigasi yang paling efisien.Pola tanam yang paling optimal dan efisien dari 4 (empat) alternatif yang diusulkan di Daerah Irigasi Sengempel adalah alternatif pertama dengan mulai tanam padi pertama pada tanggal 1 Oktober, padi kedua pada tanggal 1 Februari dan mulai tanam palawija tanggal 1 Mei, dan total kebutuhan air irigasi untuk luas persawahan 952,925 lt/dt atau 0.952 m3/dt.