Luh Made Sudimartini
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Published : 32 Documents
Articles

Found 32 Documents
Search

PERHATIAN PEMILIK ANJING DALAM MENDUKUNG BALI BEBAS RABIES Suartha, I Nyoman; Anthara, Made Suma; Dewi, Ni Made Rita Krisna; Wirata, I Wayan; Mahardika, I Gusti Ngurah Kade; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Sudimartini, Luh Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhatian pemilik anjing dalam mendukung  Bali bebas Rabies. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2010, di Desa Kukuh Tabanan, Desa Jagapati Badung, dan Desa Seraya Karangasem dengan jumlah responden sebanyak 500 orang. Cara pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan panduan daftar pertanyaan yang ada pada kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah kepemilikan anjing dari satu ekor sampai 4 ekor. Masyarakat memelihara anjing sebagian besar dengan tujuan untuk menjaga rumah (77,6%). Perhatian masyarakat pemilik anjing terhadap kesehatan dan perawatan kesehatan anjingnya, dilihat dari memandikan anjing, jumlah pemberian pakan, dan memeriksakan anjingnya ke dokter hewan masih rendah. Anggota keluarga yang sering  berinteraksi (memberikan pakan, memandikan) dengan anjing adalah ayah. Responden yang menjawab anjing bisa  dipegang pemilik sebanyak 93,6%. Berdasarkan atas jenis kelamin, masyarakat sebagian besar memelihara anjing jantan (84,8%). Anjing yang dipelihara dengan cara dilepas (64%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perhatian masyarakat dalam memelihara anjing dalam upaya mendukung Bali bebas rabies masih rendah. Disarankan perlu dilakukan kegiatan sosialisasi dan  edukasi tentang pemeliharaan anjing pada masyarakat.
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETHANOL, PARTISI N-HEKSANA DAN FRAKSI KROMATOGRAFI MOMORDICA CHARANTIA DALAM MENURUNKAN GLUKOSA DARAH Dewinda, Ni Luh Putu Kusuma Clara; Suartha, I Nyoman; Sudimartini, Luh Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 9 No. 2 Agustus 2017
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol, partisi n-heksana, dan fraksi kromatografi buah pare (Momordica charantia L.) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan diabetik eksperimental. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi lima kelompok perlakuan P0 (kontrol negatif), P1 (kontrol positif), P2 (ekstrak etanol), P3 (partisi n-heksana), dan P4 (fraksi kromatografi), variable yang diamati kadar glukosa darah selama 21 hari. Kadar glukosa darah dianalisa pada hari ke -1, 0, 4, 11, 18. Rancangan yang digunakan berupa rancangan acak lengkap (RAL). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan Split in Time. Hasil penelitian menunjukkan pemberian fraksi kromatografi pare 50 mg/kg berat badan mampu menurunkan kadar glukosa darah pada tikus hiperglikemik lebih baik dibandingkan dengan pemberian ekstrak etanol 200 mg/kg berat badan dan pertisi n-heksana 50 mg/kg berat badan.
GAMBARAN HISTOPATOLOGI LIMPA TIKUS PUTIH YANG DIBERI DEKSAMETASON DAN VITAMIN E Hidayati, Elsa; Berata, I Ketut; Samsuri, Samsuri; Sudimartini, Luh Made; Merdana, I Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 1 Pebruari 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i01.p03

Abstract

Deksametason merupakan obat kortikosteroid golongan glukokortikoid yang berfungsi sebagai anti-inflamasi dan imunosupresan. Efek terapi dari obat ini adalah mengurangi respon radang dan menekan sistem imun. Limpa merupakan organ yang mengkoordinasi sistem imun, sehingga penggunaan deksametason secara berkepanjangan akan berefek pada limpa. Sebagai upaya mencegah efek deksametason ke limpa, maka dibutuhkan antioksidan. Vitamin E merupakan vitamin yang larut dalam lemak dan bertindak sebagai antioksidan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, dimana 25 ekor tikus putih jantan, dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Kontrol negatif diberi pakan dan minum. Deksametason (Harsen®) diberikan secara injeksi subkutan 0,13 mg/kg BB pada perlakuan kontrol positif, P1, P2 dan P3. Vitamin E diberikan peroral pada perlakuan P1 (100 mg/kg BB), P2 (150 mg/kg BB) dan P3 (200 mg/kg BB). Setelah 2 minggu perlakuan, semua sampel diterminasi dan diambil organ limpa untuk dibuat preparat histopatologi. Variabel yang diperiksa meliputi perdarahan dan nekrosis. Penelitian menunjukkan terjadi nekrosis pada kontrol positif, sedangkan P1, P2, P3 mengalami perbaikan kerusakan namun tidak signifikan. Perlakuan P2 menunjukkan hasil paling baik dalam mengurangi efek deksametason. Kesimpulan dari penelitian ini adalah deksametason mempengaruhi gambaran histopatologi limpa tikus putih dan Vitamin E dosis 150 mg/kg BB dapat memperlihatkan perbaikan kerusakan jaringan limpa yang lebih baik vitamin E dosis 100 mg/kg BB dan 200 mg/kg BB.
GAMBARAN RADIOGRAFIS PENGGUNAAN TULANG BABI SEBAGAI BAHAN CANGKOK UNTUK PENANGANAN FRAKTUR FEMUR PADA ANJING Sudimartini, Luh Made; Wirata, I Wayan; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Gunawan, I Wayan Nico Fajar; Sudipa, Putu Henrywaesa
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 1 Pebruari 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i01.p04

Abstract

Fraktur merupakan salah satu kasus yang dapat terjadi pada hewan kesayangan terutama anjing dan kucing. Prinsip penanganan kasus fraktur  yaitu melakukan reposisi dan imobilisasi pada daerah fraktur. Kerusakan tulang yang besar karena trauma dapat menghambat kesembuhan dan menyebabkan cacat tulang, sehingga diperlukan bahan cangkok tulang untuk merangsang proses penyembuhan dan untuk mengisi bagian tulang yang hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari gambaran radiografis penggunaan tulang babi sebagai bahan cangkok untuk penanganan kasus fraktur pada anjing. Delapan ekor anjing jantan umur 3-4 bulan digunakan dalam penelitian ini, yang dibagi menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok I berjumlah 2 ekor adalah Anjing yang dipergunakan sebagai kontrol, yaitu anjing pada diaphysis tulang femurnya dibor dengan diameter 1 cm tanpa pemberian bahan cangkok. Kelompok II berjumlah 6 ekor dibor seperti kelompok I dan diberi bahan cangkok. Monitoring perkembangan kesembuhan dilakukan berturut-turut pada 24 jam, minggu  ke-2, ke-4 dan ke-8 pasca operasi dengan pemeriksaan foto rontgent. Hasil analisis radiografis menunjukkan telah terjadi penyatuan dan mineralisasi fragmen tulang pada minggu kedelapan pasca operasi pada kelompok II dengan densitas tulang sudah tampak normal.
GERUSAN DAUN BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA) MEMPERCEPAT KESEMBUHAN LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) Airlangga, Komang Sri Gilang; Gorda, I Wayan; Dada, I Ketut Anom; Sudimartini, Luh Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 1 Pebruari 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i01.p13

Abstract

Luka bakar merupakan kejadian dimana rusaknya jaringan kulit akibat kontak kulit dengan sumber panas seperti listrik, bahan kimiawi, dan api serta radiasi. Penelitian Efek Gerusan Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Tenore) Steenis)   terhadap kecepatan kesembuhan luka bakar derajat II pada tikus putih (Rattus Norvegicus) dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian gerusan daun binahong terhadap kesembuhan luka bakar tikus putih (Rattus norvegicus) yang diukur berdasarkan lama peradangan, kecepatan epitelisasi dan kepadatan kolagenisasi yang dilihat dari gambaran makroskopis dan mikroskopis. Penelitian menggunakan  menggunakan hasil pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis dianalisis secara statistik dengan bantuan piranti SPSS for window 17 The Randomize Postest Control Only Group Design. Tiga puluh dua (32) ekor tikus putih betina dengan berat 150-200 gram dibagi menjadi 2 perlakuan. Hasil penelitian adalah pemberian daun binahong berpengaruh terhadap kesembuhan luka bakar pada tikus putih berdasarkan lama perdangan dan kecepatan epitelisasi. Pemberian gerusan daun binahong mempercepat penyembuhan luka bakar pada tikus putih. Saran, gerusan daun binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) dapat dipergunakan pada penyembuhan luka bakar di daerah-daerah terpencil.
PENGARUH PEMBERIAN PROPOLIS TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH YANG DIBERIKAN PARASETAMOL DOSIS TINGGI Febilani, Elti; Berata, I Ketut; Samsuri, Samsuri; Merdana, I Made; Sudimartini, Luh Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 9 No. 1 Pebruari 2017
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian propolis terhadap gambaran histopatologi ginjal tikus putih yang diberikan parasetamol dosis tinggi. 25 ekor tikus putih jantan digunakan dalam penelitian ini yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol (P0) tanpa perlakuan, kelompok perlakuan 1 (P1) diberi parasetamol dosis 250mg/kg BB, kelompok perlakuan 2 (P2), perlakuan 3 (P3), dan perlakuan 4 (P4), diberi parasetamol dosis 250mg/kg BB, serta ditambahkan propolis dosis 0,25 ml (P2), 0,50 ml (P3) dan 0,75 ml (P4). Parasetamol dan propolis diberikan secara oral dengan cara dicampurkan ke dalam air minum yang diberikan secara ad libitum selama 10 hari.. Setelah itu dilakukan nekropsi dan organ ginjal diambil secara aseptik untuk pembuatan preparat histopatologi denganpewarnaan Hematoksilin dan EosinVariabel yang diperiksa adalah degenerasi melemak dan nekrosis di tubulus proksimal ginjal. Hasil menunjukkan terjadi perubahan degenerasi melemak dan nekrosis pada perlakuan P1, sedangkan perlakuan P2, P3, dan P4 berpengaruh terhadap perbaikan kerusakan akibat efek samping parasetamol. Perlakuan P4 menunjukkan hasil paling baik dalam mengurangi efek samping parasetamol. Uji Kruskall-Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada degenerasi dan nekrosis dari kelompok yang diuji. Dari penelitian ini dapat disimpulkan propolis dengan dosis 0,75 ml memberikan proteksi yang lebih baik dari pada dosis 0,25 ml dan 0,50 ml.
AKTIVITAS ALANIN AMINOTRANSFERASE DAN ASPARTAT AMINOTRANSFERASE SAPI BALI TERINFEKSI FASCIOLA GIGANTICA Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Kusumadarma, Ida Bagus Dimas; Ardana, Ida Bagus Komang; Anthara, Made Suma; Gunawan, I Wayan Nico Fajar; Sudimartini, Luh Made; Agustina, Kadek Karang
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 1 Pebruari 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i01.p14

Abstract

Alanin Aminotransferase (ALT) dan Aspartat Aminotransferase (AST) merupakan enzim-enzim aminotransferase yang sering digunakan sebagai parameter kerusakan hati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui infeksi Fasciola gigantica pada sapi bali terhadap aktivitas ALT dan AST. Materi yang digunakan adalah 60 sampel darah sapi bali yang terdiri dari 30 sampel darah yang terinfeksi Fasciola gigantica dan 30 sampel darah yang tidak terinfeksi Fasciola gigantica. Sampel darah diambil pada saat pemotongan berlangsung dengan menggunakan tabung non EDTA. Data dianalisis dengan menggunakan Independent Samples T Test. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar ALT darah pada sapi bali yang terinfeksi Fasciola gigantica adalah 78,73 U/L tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan kadar ALT dibandingkan dengan sapi bali yang tidak terinfeksi Fasciola gigantica  57,23 U/L. Sedangkan, rerata kadar AST darah pada sapi bali yang terinfeksi Fasciola gigantica adalah 108,43 U/L berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan AST dibandingkan dengan sapi bali yang tidak terinfeksi Fasciola gigantica  78,13 U/L.
KESEMBUHAN FRAKTUR TULANG FEMUR KELINCI PASCA IMPLANTASI BAHAN CANGKOK DEMINERALISASI SERBUK TULANG SAPI BALI Asih, Ni Putu Trisna; Wirata, I Wayan; Sudimartini, Luh Made; Winaya, Ida Bagus Oka; Kardena, I Made; Gorda, I Wayan
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 2 Agustus 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i02.p13

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran mikroskopis kesembuhan fraktur tulang femur kelinci pascaimplantasi dengan bahan cangkok demineralisasi serbuk tulang sapi bali. Kelinci lokal jantan  sebanyak 12 ekor digunakan dalam penelitian ini yang dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Kelompok A adalah tiga ekor kelinci yang digunakan sebagai kontrol, yaitu kelinci pada diaphysis tulang femurnya dibor dengan diameter 5 mm dan kedalaman bor hingga mencapai medula, tanpa pemberian bahan cangkok. Kelompok B adalah 9 ekor kelinci yang dibor seperti kelompok A dan diberikan serbuk cangkok tulang pada bagian tulang yang dibor. Pada minggu ke-2, ke-4, dan ke-6 pascaoperasi dilakukan biopsi tulang masing-masing satu ekor kelinci pada kelompok A dan tiga ekor kelinci pada kelompok B.  Pengamatan mikroskopis dilakukan dengan membuat sediaan tulang  diwarnai dengan Hematoksilin-Eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kesembuhan tulang lebih cepat terjadi pada kelompok B yang diamati dari minggu ke-2 sampai minggu ke-6 dengan sel radang terlihat sedikit dan jumlahnya berkurang setiap pengamatan, adanya pertumbuhan osteoblas, osteoklas, osteosit, kartilago, tulang trabekula, neovaskularisasi dan proliferasi fibrolas lebih cepat dibandingkan kelompok A. Dapat disimpulkan, bahan cangkok asal tulang sapi bali mampu menginduksi proses kesembuhan tulang fraktur pada kelinci.
EFEKTIVITAS VITAMIN E DAN DEKSAMETASON PADA OTAK TIKUS PUTIH Umam, Afrizal Choirul; Berata, I Ketut; Samsuri, Samsuri; Sudira, I Wayan; Sudimartini, Luh Made; Merdana, I Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 1 Pebruari 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i01.p05

Abstract

Pemberian deksametason dalam jangka waktu yang lama dan dengan dosis besar dapat menimbulkan gangguan pada otak. Untuk mencegah gangguan terhadap otak, maka diperlukan antioksidan diantaranya yaitu vitamin E. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberian deksametason menimbulkan gangguan pada otak tikus putih dan mengetahui efek pemberian suplementasi vitamin E dalam mencegah efek samping deksametason pada otak tikus putih. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan, dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif tanpa diberi perlakuan, kontrol positif diberikan deksametason dosis 0,13 mg/kgbb, dan kelompok perlakuan secara berurutan yang diberikan deksametason 0,13 mg/kgbb dan vitamin E 100 mg/kgbb, deksametason 0,13 mg/kgbb dan vitamin E 150 mg/kgbb, diberikan deksametason 0,13 mg/kgbb dan vitamin E 200 mg/kgbb. Perlakuan diberikan selama 14 hari, kemudian hewan coba dinekropsi. Jaringan otak diambil dan diproses untuk pembuatan preparat histopatologi dengan teknik pewarnaan hematocilin-eosin. Variabel yang diperiksa meliputi adanya lesi edema perivaskuler dan kongesti. Hasil penelitian diperoleh adanya perbedaan yang nyata antara kontrol negatif dengan kontrol positif. Rerata skor perbaikan dari kerusakan otak tidak berbeda nyata antara perlakuan vitamin E dosis 100 mg/kgbb, 150 mg/kgbb dan 200 mg/kgbb. Kelompok perlakuan vitamin E 100 mg/kgbb menunjukkan mendekati rerata skor kelompok control negatif. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian deksametason menyebabkan perubahan histopatologi otak tikus putih. Pemberian  suplementasi vitamin E sampai dosis 200 mg/kg tidak mampu mengurangi efek deksametason pada otak.
KECEPATAN KESEMBUHAN LUKA INSISI YANG DIBERI AMOKSISILIN DAN ASAM MEFENAMAT PADA TIKUS PUTIH Lostapa, I Wayan Fandhi Wibawa; Wardhita, Anak Agung Gde Jaya; Pemayun, I Gusti Agung Gde Putra; Sudimartini, Luh Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 2 Agustus 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan kesembuhan luka insisi pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diberikan obat amoksisilin dan asam mefenamat ditinjau dari gambaran makroskopik dan mikroskopik. Tiga puluh dua ekor tikus putih jantan dengan berat 150-200 gram dibagi menjadi 2 kelompok secara acak dibuat luka insisi pada linea alba dengan panjang insisi 2 cm dengan kedalaman hingga menembus peritoneum. Tikus Kelompok perlakuan I adalah tikus yang diberikan amoksisilin dengan dosis 150 mg/kg BB/ hari pasca operasi, sedangkan kelompok perlakuan II adalah tikus yang diberikan amoksisilin dosis 150 mg/kg BB/ hari yang dikombinasikan dengan asam mefenamat dengan dosis 45 mg/kg BB/hari pasca operasi selama 3 hari. Pengamatan kesembuhan luka secara makroskopik dilakukan setiap hari selama 14 hari. Pada hari ketujuh dan keempat belas, 8 ekor tikus dari masing-masing kelompok dieutanasi, kemudian kulit lokasi luka insisi dikoleksi untuk pemeriksaan histopatologis. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pemberian amoksisilin dan asam mefenamat mempercepat kesembuhan luka dibandingkan kelompok tikus yang hanya diberi amoksisilin dengan hilangnya tanda kemerahan dan kebengkakan pada hari ke-6. Secara histopatologis tidak terjadi perbedaan yang signifikan terhadap sel epitel, sel radang dan jaringan kolagen luka insisi tikus putih.
Co-Authors Airlangga, Komang Sri Gilang Anak Agung Gde Jaya Wardhita, Anak Agung Gde Jaya Anak Agung Gde Oka Dharmayudha Anak Agung Sagung Kendran Asih, Ni Putu Trisna Boro, Saptarima Eka Estiani Bour, Cyrilus Jefferson Cahyaniarta, I Kade Candra Dewinda, Ni Luh Putu Kusuma Clara Dharmayudha, AA Oka Febilani, Elti Gorda, Wayan Gumawan, Wayan Herry Gunawan, I Wayan Nico Fajar Gunawan, IWN Fajar Hidayati, Elsa I Gusti Agung Gde Putra Pemayun, I Gusti Agung Gde Putra I Gusti Made Krisna Erawan, I Gusti Made Krisna I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Sudisma I Ketut Anom Dada I Ketut Berata I Made Agus Wiranata I Made Kardena I Made Merdana I Nyoman Suartha I Wayan Fandhi Wibawa Lostapa, I Wayan Fandhi Wibawa I Wayan Gorda I Wayan Sudira I Wayan Wirata Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Oka Winaya Ida Bagus Windia Adnyana IGAG Putra Pemayun, IGAG Putra Jayawardhita, Anak Agung Gde Junaedi, Putu Adrian Kadek Karang Agustina Kusumadarma, Ida Bagus Dimas Luh Dewi Anggreni Made Suma Anthara Maslim, Archie Leander Megariyanthi, Ni Putu Arie Ni Kadek Laura Sastrawan, Ni Kadek Laura Ni Made Rita Krisna Dewi Pakpahan, Yoana Pratiwi Clara Pratama Putra, I Wayan Dwika Purbantoro, Steven Dwi Putrawan, Baja Sadhayu Putri, Ayu Chitra Adhitya Rahim, M. Andry Rohmandhani, Roby Rosni Lumban Gaol, Rosni Lumban Sakura, Yoakim Wilson Samsuri Samsuri Saweng, Cikal Farah Irian Jati Sawitajaya, I Made Sudipa, Putu Henrywaesa Umam, Afrizal Choirul Wayan Wirata, Wayan Widyanti, Agnes Indah Wirawan, I Gede