Articles

ANALISIS PEMANFAATAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DI SMA DAN SMK Sudiyono, Sudiyono
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i2.170

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dana BOS di SMA dan SMK ditinjau dari sumber pendanaan, pemanfaatan dana, dan sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran. Studi ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi dalam studi ini adalah seluruh SMA/SMK yang menerima bantuan BOS tahun 2014 baik negeri maupun swasta di kabupaten/kota seluruh Indonesia. Teknik pengambilan sampel kabupaten/ kota menggunakan proporsional random sampling dengan didasarkan pada indeks kapasitas fiskal (IKF) tinggi dan rendah, sedangkan penentuan sampel SMA dan SMK secara random. Responden/sumber data penelitian adalah 64 kepala sekolah dan 64 pengelola BOS di sekolah sampel. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, FGD, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan dana BOS di SMA dan SMK terbesar digunakan untuk pengadaan buku dan kegiatan ekstrakurikuler efektif dalam membantu kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler sehingga mampu meningkatkan mutu pembelajaran. AbstractThe purpose of this study is to examine the school operational assistance funds in general and vocational senior high school in terms of source of fund, utilization of fund and as an effort to improve the quality of learning. This study is descriptive research with quantitative and qualitative approach. The population in this study is the entire general and vocational senior high school which receive school operational assistance in 2014 both public and private in districts/cities throughout Indonesia. The sampling technique of districts/cities using proportional random sampling is based on high and low fiscal capacity index, whereas the determination of sample of general and vocational senior high school is random. Respondents/ research data sources were 64 school principals and 64 school operational assistance managers in sample schools. The data in this study were collected by using questionnaires, FGD, and documentation. The data obtained were analyzed using descriptive statistic method. The results showed that the utilization of school operational assistance funds in general and vocational senior high school is used to procure books and extracurricular activities and also effective in helping school activities such as curricular to enhance quality learning.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN ALJABAR DI KELAS VIII SMP NEGERI 4 BATU Sudiyono, Sudiyono; Budiyanto, Moch. Agus Krisno
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i2.11608

Abstract

Abstract: The study aims to find out the scientific approach implementation on algebra learning of class VIII, SMPN 4 Batu. This study employs a qualitative approach while it uses interviews, surveys, and documents as the techniques under the descriptive method. The source triangulation technique is used to support the validity of this study. The result shows that scientific approach implementation on algebra learning of class VIII, SMPN 4 Batu was conducted contextually through a scientific approach. The school needs to equip its teachers and educational staff with competency by training and workshop, sufficient funding, and supporting facilities and infrastructure. By applying the scientific approach, the school can improve KKM completeness percentage, decrease misconception, boost self-esteem, be more communicative, increase discipline, augment academic and nonacademic achievement as well.Keywords: Implementation, Scientific Approach, Algebra Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran aljabar kelas VIII di SMP Negeri 4 Batu. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif sedangkan metode yang digunakan deskriptif melalui tehnik wawancara, observasi dan dokumen. Keabsahan data dalam penelitian ini digunakan tehniktrianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan dalam implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran aljabar kelas VIII di SMP Negeri 4 Batu, dilakukan secara kontekstual melalui pendekatan saintifik, sekolah perlu mempersiapkan tenaga pendidik dan kependidikan yang kompeten dengan melalui pelatihan, diklat dan workshop, adanya dukungan dana yang mencukupi, sarana dan prasarana yang mendukung. Dengan pendekatan saintifik dapat, meningkatakanprosentase ketuntasan KKM, memperkecil miskonsepsi, menambah percaya diri, lebih komunikatif, meningkatkan kedipsilinan, dan meningkatkan prestasi akademis dan non akademis.Kata kunci: Implementasi, Pendekatan Saintifik, Aljabar
STUDI POTENSI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH “PUTRI CEMPO” SURAKARTA SEBAGAI SUMBER PAKAN SAPI POTONG Sudiyono, Sudiyono; Handayanta, Eka
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui  potensi dari tempat pembuangan  sampah akhir ( TPA) Putri Cempo Surakarta sebagai sumber pakan sapi potong. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan di beberapa  lokasi  antara  lain 1) TPA  sampah  “Putri  Cempo”  Mojosongo  Surakarta,  untuk  pengambilan sampel  sampah  2) Laboratorium  Biokimia  Nutrisi  Fakultas  Peternakan  UGM  untuk analisis  proksimat (kandungan   nutrien)   sampel  sampah  (organik),   3).  Laboratorium   Pengujian   Veteriner   Balai  Besar Veteriner  (BBVET), Wates Yogyakarta untuk analisis kandungan logam berat (Pb dan Hg) pada sampah organik.  Hasil  pengambilan  sampel  (sampling)  sampah  yang  dibuang  ke  TPA  “Putri  Cempo”  dan dipisahkan     antara sampah organik dan sampah anorganik,  terlihat bahwa jumlah sampah organik jauh lebih banyak daripada yang anorganik. Jumlah sampah organik dari masing-masing sumber sampah yang dibuang di TPA, diantaranya sampah domistik   adalah 63,82%, sampah pasar adalah  83,21% dan sampah umum 67,53%. Hasil analisis proksimat terlihat bahwa kandungan protein (PK)  sampah organik  berkisar antara 10,00 – 12,79%. dan bahan kering (BK) 26,88-34,01 %. Berdasarkan kandungan bahan keringnya, maka total BK sampah organik selama 5 (lima) tahun terakhir adalah berkisar antara 15,81 – 16,56 ribu ton/tahun, jika diasumsikan  bakalan sapi potong yang digemukan dengan bobot badan 300 Kg/ekor dan kemampuan  mengkonsumsi  pakan  (dalam  BK)  sebesar  3%  bobot  badan  (9  Kg/ekor/hari  atau  3.285 Kg/ekor/tahun)   maka   sampah organik tersebut dapat mencukupi 4812 – 5041   ekor. Kandungan logam berat Timbal  atau Plumbum  (Pb) dari sampah organik yang dibuang ke TPA “Putri Cempo”  Surakarta sebesar 12,34 ppm adalah cukup tinggi. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini bahwa TPA Putri Cempo Surakarta,  potensial  sebagai sarana penggembalaan  ternak sapi potong,  mengingat  jumlah sampah organik (Bahan Kering) yang dibuang  secara kuantitatif cukup besar yakni 15,81 – 16,56 ribu ton /tahun dan secara kaulitatif masih mengandung  nutrien yang cukup baik yang   dapat dimanfaatkan  oleh sapi potong, akan tetapi tercemar oleh Timbal atau Plumbum (Pb), tetapi tidak tercemar oleh Mercury atau Hydrogyrum (Hg).
EFEKTIVITAS BETAIN PADA PAKAN AYAM BROILER RENDAH METIONIN BERDASARKAN PARAMETER BERAT BADAN DAN KARKAS Ratriyanto, Adi; Indreswari, Rysca; Sudiyono, Sudiyono
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas betain sebagai donor gugus metil berdasarkan parameter berat badan dan karkas. Sebanyak 100 ekor day old chicken (DOC) ayam broiler digunakan dalam penelitian ini, yang dibagi secara acak ke dalam 4 perlakuan pakan dengan 5 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari terdiri dari 5 ekor ayam broiler. Pakan basal disusun dalam kondisi rendah metionin. Pakan kontrol diperoleh dari pakan basal yang disuplementasi metionin sehingga mencukupi kebutuhan yaitu sebesar 5g/kg pada fase starter dan 3,8 g/kg pada fase finisher. Tiga pakan perlakuan lainnya adalah pakan basal yang disuplementasi betain sebesar 1, 2 dan 3 g/kg pakan. Data yang diamati adalah pertambahan berat badan dankarakteristik karkas. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan analisis variansi rancangan acak lengkap dan jika terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan Uji Dunnet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi betain sebesar 1 g/kg dan 2 g/kg pakan defisien metionin dapat menghasilkan performan yang setara dengan pakan yang  disuplementasi  metionin.  Suplementasi  betain  pada  pakan  defisien  metionin  dapat menghasilkan karakteristik karkas yang setara dengan suplementasi metionin, yang berarti bahwa betain efektif dalam menghemat penggunaan metionin di dalam pakan ternak unggas. Dapat disimpulkan bahwa suplementasi betain sebesar 1 dan 2 g/kg pakan dapat menurunkan penggunaan metionindalampakanayam broiler.
EFEKTIVITAS BETAIN PADA PAKAN AYAM BROILER RENDAH METIONIN BERDASARKAN PARAMETER BERAT BADAN DAN KARKAS Ratriyanto, Adi; Indreswari, Rysca; Sudiyono, Sudiyono
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 27, No 1 (2012): March
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/carakatani.v27i1.14342

Abstract

This experiment was conducted to investigate the efficacy of methyl groups donor of betaine to spare methionine based on performance and carcass in broiler chickens. In total, 100 day old broiler chickenss were used in this experiment. They were allocated to 4 dieaty treatmants in 5 replicates with 5 broilers each. The basal diet was deficient in methionine. The control diet was obtained from basal diet supplemented with methionine to meet the requirements 5 g/kg diet for starter period and 3.8 g/kg diet for finisher period. The rest 3 treatments were basal diet deficient in methionine supplemented with 1, 2 and 3 g betaine per kg diet. The variables that were observed included average daily gain and carcass characteristics. The data were than analyzed by analysis of variance of Completely Randomized Design and continued with Dunnet test. The result indicated that supplementation of 1 and 2 g betaine per kg diet deficient in methionine resulted the broiler performance which was not different with supplementation of methionine. Accordingly, carcass characteristics for broilers fed diet supplemented with methionine were not different with that supplemented with betaine, which indicated that betaine may reduce the methionine level in the broiler diet. It can be concluded that betaine spares metionine in broiler diets.
RESPON BIRAHI KAMBING PERANAKAN ETAWA BETINA YANG MENDAPAT SUPLEMENTASI PAKAN UREA MOLASES MINERAL ANTI PARASIT BLOK DALAM PROGRAM SINKRONISASI ESTRUS MENGGUNAKAN HORMON PROSTAGLANDIN F2α Prastowo, Sigit; Ratriyanto, Adi; Sudiyono, Sudiyono; Sunarto, Sunarto
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 25, No 2 (2010): October
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/carakatani.v25i2.14064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon estrus kambing PE betina yang mendapat pakan suplemen UMMAT blok, dalam program Sinkronisasi Estrus. Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm Jatikuwung, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret. Materi yang digunakan adalah 9 ekor kambing PE betina yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan. Kelompok 1 adalah perlakuan pemeliharaan dengan pakan hijauan, kelompok 2 pakan hijauan dan UMMAT blok  dan kelompok 3 pakan hijauan dan konsentrat. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, analisa data menggunakan anova. Sinkronisasi Estrus dengan injeksi 0.5 ml hormon PGF2α secara intramuscular, interval 11 hari pengamatan waktu, lama dan tanda-tanda estrus pada setiap individu kambing seluruh kelompok perlakuan.Hasil penelitian diperoleh data estrus pada masing-masing kelompok yaiu, waktu estrus (jam) 30.67, 28.67, 27.66 dan lama estrus (jam) 33.67, 35.67, 35.66. Hasil uji anova menunjukkan beda nyata (P<0.05) pada waktu estrus antara kelompok 1 dengan kelompok 2 dan 3. Secara deskriptif terdapat tanda-tanda estrus yang teramati pada seluruh kelompok perlakuan yaitu vulva bengkak, mengeluarkan mucus dan ekor diangkat.Kesimpulan dari penelitian ini bahwa UMMAT blok mampu meningkatkan dan memperbaiki kinerja reproduksi kambing PE betina dalam proses Sinkronisasi Estrus.
Evaluation of Vegetation and Wildlife in Gunung Ambang Nature Reserve Sudiyono, Sudiyono
Jurnal Wasian Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Wasian
Publisher : Balai Penelitian Kehutanan Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jwas.v1i2.874

Abstract

The objective of this research is to evaluate the ecosystem functions through vegetation and wildlife indicators.  Methods used are vegetation analysis and direct indirect method to count wildlife .  Results show that the dominant type of land coverage in Gunung Ambang Nature Reserve is open secondary forest, where shrubs, rattan, and epiphytes dominated.  This might lead to vulnerability of the site toward disturbance.  Furthermore, it was indicated that this area still contains local wildlife species such as Babyrousa babyrussa celebensis.  Eventhough land degradation has become a significant issue, the status of Gunung Ambang as nature reserve has limited restoration attempts both vegetatively and mechanically.  
The Opacity of Kidney in Nephrogram Phase with Different Urea and Creatinine levels in Patients Who Undergoing Intravenous Pyelography Examination Sudiyono, Sudiyono; Rochmayanti, Dwi; Aryani, Asri Indah
Jurnal LINK Vol 10, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The examination of intravenous pyelography (IVP) is one of the tests carried out with the aim to examine abnormalities of urinary tract anatomy and physiology. The opacity of urinary tract anatomy and function of the kidney, especially on an X-ray, is influenced by serum urea and creatinine levels of the patients prior to conducting the IVP examination. The study was an observational survey with retrospective approach. Purpose of this study was to describe the opacity of kidney picture in Nephrogram phase with different urea and creatinine levels. Urea and creatinine data were obtained from medical records of patients who underwent radiological examinations in Dr. Moewardi Hospital in 2013. The nephrogram phase imaging picture was taken from the document of Computed Radiography. The study sample was 41 patients. Data of overview kidney opacity in nephrogram phase were analyzed with Matlab software to get the value at the point calyces Pixel kidney (ROI). Research results revealed that 32 p atients (78%) of 41 patients had laboratory results of urea levels higher than normal (8-25 mg/100 ml) and 34 patients (83%) had normal creatinine levels (0.6 to 1.2 mg/ 100 ml). The results of test matlab found that opacity kidney picture nephrogram phase in patients with urea level higher than normal had a decrease of Pixel value (65220 pix.value) when compared to patients with normal urea levels (65231 pix. values ). Patients with creatinine above 1.2 mg/ 100 ml had a higher Pixel value (65239 pix.value), comparing to patients with normal creatinine levels (65219 pix.value). Further research is expected to gain more understanding. It is recommended that patients levels of urea and creatinine should be checked in 48-72 hours before the time of IVP test, and interventions to decrease these levels should be implemented before conducting the test.
POJALE (KETELA POHON JAGUNG DAN KEDELAI) SEBAGAI BAHAN PENGEMBANGAN BERAS ANALOG PENGENDALI KEGEMUKAN Sukamto, Sukamto; Sui, Moh.; Sudiyono, Sudiyono; Domas G., Patria; Karim, Fatimah
Jurnal Lahan Suboptimal: Journal of Suboptimal Lands Vol 7, No 2 (2018): JLSO
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.369 KB) | DOI: 10.33230/JLSO.7.2.2018.353

Abstract

Sukamto et al, 2018. The Development of Analog Rice as Obesity Control from Pojale Materials (Cassava, Corn and Soybean). JLSO 7(2):128-135.Population growth can cause 2 problems, namely food shortage population and overweight and obese population. Indonesians who are overweight and obese have reached 25%. This study aimed to develop analog rice to control obesity from corn and cassava-based ingredients than contain high amylose, and soybeans as a protein source. Corn flour, cassava flour and soy flour passed the 80-mesh sieve was used in the study. The analog rice granulation process used the Twin Screw Extruder KL Protecal machine. The temperature settings for the extruder thread at the beginning, middle and end were 80, 85 and 90 °C, respectively. The results showed that the composition of the ingredients of corn flour, 1:1 cassava flour and without addition of soy flour yielded the best results of analog rice in terms of color, texture, structure and surface smoothness. The analog rice can be cooked for 8-10 minutes with addition of water by 1.5 times of the rice. Cooked rice contained 9.44% protein, 76.40% starch, 7.99% fiber, and 36% amylose when the formula was added with 10% soy flour. Sensory test showed that panelists was on average like the rice.
ANALISIS KERUSAKAN DINI (PREMATURE FAILURE) RUAS JALAN NGUTER-WONOGIRI Sudiyono, Sudiyono; Setyawan, Ary
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakJalan Nguter–Wonogiri adalah jalan provinsi dan termasuk kategori jalan kolektor dalam sistem jalan jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota dan sebagai kawasan jalan strategis provinsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kerusakan yang terjadi pada perkerasan jalan serta dapat memilah metode penanganan kerusakan yang tepat guna.Data yang dibutuhkan untuk penelitian adalah data lalu-lintas kendaraan harian, data dimensi, lokasi serta jenis kerusakan, peta jaringan jalan, data geometri jalan, data berat dan jenis kendaraan, serta panduan harga pekerja, bahan dan peralatan. Data tersebut diolah untuk menghitung nilai pertumbuhan lalu lintas ruas jalan Nguter – Wonogiri, untuk menghitung nilai (Indeks Tebal Perkerasan) ITPawal  dan nilai ITPexisting, menghitung nilai ESAL pada tahun 2007, 2008, dan 2010. Membandingkan nilai (Equivalent Single-Axle Load) ESAL setiap tahun dengan nilai ITP setiap tahun, serta dapat memilih metode perbaikan yang tepat dari sisi kualitas dan biaya konstruksi dengan cara membandingkan metode perbaikan Standar, Overlay, Rigid, (Cement Treated recycling Base) CTRB.ESAL pada ruas jalan Nguter – Wonogiri pada tahun 2007 = 129.044,54 standard axle, ESAL pada tahun 2008 = 130.812,69 standard axle, ESAL pada tahun 2010 =150.231,52 standard axle. Pertumbuhan lalu lintas dari tahun 2007 sampai tahun 2010 adalah 10,21 % per tahun. Indeks tebal perkerasan (ITP) di ruas jalan Nguter – Wonogiri mengalami penurunan akibat bertambahnya umur layak jalan.  ITP yang semula 5 pada awal umur rencana tahun 2007, saat ini  ITP  ruas jalan ini turun menjadi 3,25. Setiap tahun  ITP pada ruas jalan Nguter - Wonogiri mengalami penurunan sebesar 0,58 nilai ITP atau sekitar 11,6 %.Berdasarkan hasil penilaian dari ketiga metode diperoleh nilai  overlay sebesar 43, nilai perkerasan kaku (Rigid Pavement) sebesar 28, dan nilai CTRB lapis Laston sebesar 38. Maka  metode perbaikan yang paling optimal pada ruas jalan Nguter–Wonogiri yaitu Perbaikan dengan Overlay lapis laston MS 744 dengan tebal 20 cm dan tebal laston MS 340 dengan tebal 16 cm dengan biaya pelaksanaan sebesar Rp. 10.324.301.200,00. Kata kunci:  Indeks Tebal Perkerasan , Equivalent Single-Axle Load, Metode Perbaikan