Dadang Sugiana
Departemen Ilmu Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

CONSTRUCTION OF SELF-IDENTITY AND SOCIAL IDENTITY OF "KOES PLUS" MUSIC FANS Sugiana, Dadang; Hafiar, Hanny
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 34, No. 1, Year 2018 [Accredited Ranking Sinta 2]
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v34i1.3321

Abstract

This research discusses about the construction of self and social identity of music fans community, Study on Community of Koes Fans Club-Jiwa Nusantara, intended to understand self-identity, and social identity, that develops inside the music fans community. The objective of this research is to find how member of musical group fans construct self-identity and social identity in the community. The research method is a qualitative with phenomenology tradition. As for the subjects of this study are the member of Koes Music Fans Club- Jiwa Nusantara that are domiciled in several cities, including Medan, Jakarta, Bogor, Bekasi, Karawang, Tangerang, Cimahi, Padalarang, Tegal, Banyumas, and Surabaya. The research results found that members of music fans community are constructing self-identity and social identity inseparable from the existence and activity of the community as well as the figure of their favorite musical group. Communication behavior that develops between individuals who are members of music fans community takes places in the context of togetherness as members of the community by developing typical symbols which only understood by fellow members of the community and leads to the preservation of musical group creations that became their idol.
Penggunaan Media Digital Untuk Penanganan KLB DIFTERI Wahyudin, Uud; Sugiana, Dadang
Jurnal Common Vol 2 No 1 (2018): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/common.v2i1.870

Abstract

Beberapa pihak mensinyalir bahwa penyakit difteri kembali terjadi karena adanya penolakan sebagian kecil anggota masyarakat terhadap imunisasi dengan alasan keyakinan, ketidakpercayaan pada kualitas vaksin, tidak sampainya informasi, hingga kurangnya perhatian kepala daerah pada program imunisasi. Dengan demikian, keberhasilan penanganan dan pencegahan KLB difteri ditentukan oleh diseminasi subtansi informasi dan media penyampaian informasi. Kebijakan perluasan jangkauan yang ditempuh dalam upaya melaksanakan imunisasi dan vaksinasi difteri, diperlukan adanya partisipasi aktif dinas kesehatan maupun puskesmas dalam menginformasikan atau mengkomunikasikan pesan pesan imunisasi difteri, memotivasi dan mem¬persuasi masyarakat. Oleh karena itu, pemanfaatan dan penggunaan media digital sangat relevan untuk diaplikasikan. Merujuk kepada permasalahan KLB difteri, salah satu solusi serta pencegahan yang dapat dilakukan terkait permasalahan KLB difteri adalah melalui pelayanan kesehatan dan edukasi online. Edukasi menjadi peranan penting bagi masyarakat untuk membantu menurunkan kasus difteri secara tidak langsung. Edukasi ini penting untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, karena kurangnya pengetahuan juga berkontribusi terhadap kematian. Upaya pelayanan kesehatan dan edukasi ini dapat dilakukan melalui pemanfaatan sistem informasi, seperti melalui website, media sosial atau pun aplikasi.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK Setiaman, Agus; Sugiana, Dadang; Mahameruaji, Jimi Narotama
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.647 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6044

Abstract

Tingkat kebutuhan informasi akan meningkat jika informasi memberikan sesuatu yang bermanfaat pada sipencarinya, seperti menyelesaikan masalah atau memecahkan persoalan, memberikan ide-ide baru untuk sebuah program baru, kebutuhan pada pengetahuan, atau melakukan pengawasan pada sesuatu yang sedang berjalan. Kemampuan penyeleggara pemerintahan menyiapkan sediaan informasi dengan berbagai infrastruktur dan konten yang memadai, disertai dengan sikap keterbukaan dan mekanisme serta prosedur yang memadai, akan memudahkan masyarakat memberikan konstribusi atau partisipasi secara positif. Masyarakat tidak akan mudah terpancing isu atau informasi yang simpang siur seandainya mereka mudah mandapatkan iformasi yang memadai. Hasil penelitian menunjukkan bhawa sebagian besar masyarakat Kota Bandung kurang atau belkum memahmai keterbukaan informasi publik, bahkan sebagian besar warga Kota belum atau kurang mehami bentuk informasi yang digunakan oleh Pemkot sebagai upaya implementasi keterbukaan informasi publik. Sebagian warga Kota tahu bahwa setiap ada pekerjaaan pembangunan sarana publik tersedia pengumuman tentang batas waktu pengerjaaan, biaya, dan sebagainya tapi mereka tidak tahu bhawa hal itu sebagai bagian dari kebijakan keterbukaan informasi publik dari pemegang kenbijakan publik kepada warganya. Masih kurangnya sosialiasasi tentang keterbukaan informasi publik yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung merupakan salah satu dampak dari kurangnya pemahaman warga Kota terhadap berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kota dalam implementasi keterbukaan publik.
Adaptasi Media Interaksi Sosial Tradisional Terhadap Modernisasi: Filsafat Komunikasi Di Rancakalong, Sumedang Anwar, Rully Khairul; Rizal, Edwin; Novianti, Evi; Sugiana, Dadang
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan bahwa sementara di Negara kita sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup di ladang-ladang pertanian, terkadang masih mengalami kesulitan dalam menyebarkan informasi, khususnya informasi pembangunan yang sangat dibutuhkan oleh para petani untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas hasil pertaniannya. Pada era otonomi daerah ini, penggunaan media informasi pembangunan dari pusat ke daerah menjadi hal yang sangat penting. Urgensi penelitian adalah ingin mengukur tingkat penggunaan media tradisional pada masyarakat pedesaan dalam mendidik masyarakat pedesaan di Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media tradisional yang digunakan untuk mentransfer pengetahuan lokal dan regenerasi, juga digunakan sebagai media komunikasi formal; sehingga muncullah praktek filsafat komunikasi di dalamnya. Namun, media itu kurang beradaptasi dengan bentuk-bentuk informasi modern dan hanya memasukkan alat-alat pendukung seperti pengeras suara dalam acara-acara tertentu.
Strategi Customer Relationship Management (CRM) PT Angkasa Pura II (Persero) Wildyaksanjani, Janiar Puspa; Sugiana, Dadang
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.059 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v6i1.8754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan strategi Customer Relationship Management (CRM), mengetahui strategi Customer Relationship Management (CRM) yang dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero) dan untuk mengetahui persepsi mitra usaha pada strategi Customer Relationship Management (CRM) yang dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero) di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan/verifikasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi alasan PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan strategi Customer Relationship Management (CRM) di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung adalah untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada mitra usaha sehingga tercipta hubungan jangka panjang yang lebih baik serta mendorong loyalitas dari mitra usaha kepada PT Angkasa Pura II (Persero). Strategi Customer Relationship Management (CRM) yang dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero) di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung adalah dengan memberikan pelayanan prima kepada mitra usaha dan yang membedakan Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung dengan bandara lain di Indonesia adalah adanya program inovasi seperti lucky draw dan piagam penghargaan. Persepsi mitra usaha pada strategi Customer Relationship Management (CRM) yang dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero) di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung cukup beragam mulai dari persepsi yang bersifat positif ataupun negatif. Namun secara garis besar persepsi pelanggan lebih kepada masukan atau kritikan agar PT Angkasa Pura II (Persero) meningkatkan kualitas pelayanannya di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung. 
MODEL KONSTRUKSI MAKNA PERAN DAN POSISI PEREMPUAN INDONESIA PELAKU KAWIN CAMPUR Pratamawaty, Benazir Bona; Mulyana, Deddy; Sugiana, Dadang
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2018): Januari 2018
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v3i4.253

Abstract

This study aims to explore marriage between Indonesian women and the western men (laki-laki bule) from western culture and to describe the meaning of role and position of Indonesian women married with western men. Individual perspective on the role and gender position in marriage life is mostly influenced by neighbours, community, and family. The process of interpreting the role and gender position for Indonesian women is a part of community construction. This research deploys phenomenological perspective, particularly symbolic interactionism and the theory of the social construction of reality. Data have been collected by in-depth interviews and observation to seven Indonesian women married to western men in Jakarta selected through snowball sampling. This research found a construction meaning model related to the role and position of Indonesian women doing mix marriage. Through interaction with their husband, the informants define their role and position in marriage life which is inline with equality principle done by their husband including four different equality meaning, such as partial equality, natural equality, absolute equality, and pragmatic equality. The contribution of this study is to provide a model of construction of meaning on the role and position of Indonesian women doing mixed marriage in family and community.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENGEMBANGAN KAPASITAS INOVASI DAN DAYA SAING DAERAH (Studi Kasus Pemanfaatan Web Portal Inovasi KUKM dalam Pengembangan Kapasitas Inovasi dan Daya Saing Daerah oleh Komunitas Pengrajin Bordir di Kabupaten Tasikma Gemiharto, Ilham; Sugiana, Dadang
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas inovatif diperlukan agenda strategis yang dilaksanakan dengan komitmen yang tinggi. Agenda strategis disusun berdasarkan landasan sistem inovasi daerah, termasuk perkuatan kelembagaan melalui pemanfaatan teknologi informasi. Pengembangan Web Portal Inovasi KUKM merupakan salah satu upaya untuk menciptakan pasar berbasis web dan mendorong pelaksanaan metode pengembangan kapasitas inovasi dan daya saing daerah secara terbuka. Komunitas Pengrajin Bordir di Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu komunitas KUKM yang memanfaatkan Web Portal Inovasi UMKM untuk mengembangkan kapasitas dan daya saing mereka. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan inovasi dan daya saing daerah, sehingga mendorong peningkatan kapasitas inovatif para pelaku KUKM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) serta teknik analisis data deskriptif, dengan informan penelitian adalah anggota komunitas pengrajin bordir di Tasikmalaya, fasilitator KUKM, administrator Web Portal KUKM dan para pejabat terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwapemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan inovasi dan daya saing daerah, memiliki peran signifikan dalam mendorong peningkatan kapasitas inovatif para pelaku KUKM. Penelitian ini merekomendasikan untuk merancang suatu model pemanfaatan teknologi informasi yang dapat diimplementasikan di daerah lain di Indonesia. Kata Kunci :Teknologi Informasi, Kapasitas Inovatif, Daya Saing Daerah, Pengrajin Bordir, Kabupaten Tasikmalaya.
POLA JARINGAN KOMUNIKASI SOSIAL MASYARAKAT PERDESAAN DI DESA SUKARESIK KECAMATAN SIDAMULIH, KABUPATEN PANGANDARAN Sugiana, Dadang; Anwar, Rully Khairul; Budiono, Agung
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh banyaknya program pemerintah yang harus disampaikan kepada masyarakat. Namun tidak sedikit yang gagal dalam mensosialisasikan kebijakan tersebut. Kesalahan dalam memilih saluran komunikasi atau tidak paham dengan adanya hubungan interpersonal di antara warga masyarakat, atau juga salah dalam mengenali struktur sosial budaya dan sistem yang berlaku di suatu daerah/desa. Sehingga masyarakat salah menerjemahkan, memaknai, atau memahami pesan/informasi. Akibat selanjutnya, terjadi kesalahan pada taraf pelaksanaan, yang berarti juga kegagalan dari program pembangunan, kegagalan dari difusi inovasi, dan kegagalan dari implemetasi kebijakan secara keseluruhan. Untuk mengetahui hal itu digunakanlah metode analisis jaringan yang berusaha untuk mengetahui struktur komunikasi dan pola komunikasi yang berlaku di masyarakat, dalam hal ini di Desa Sukaresik dengan menelusuri isu program KIS, KIP dan KSKP. Data dikumpulkan dengan membuat kuesioner yang memuat tiga kelompok pertanyaan yaitu: 1) Kelompok identitas, 2) Kelompok pertanyaan pokok; 3) kelompok pertanyaan sosiometrik yang disebarkan ke seluruh responden yang berjumlah 282 KK yang dilakukan dengan cara sensus. Hasil penelitian menunjukkan pola komunikasi masyarakat pedesaan yang relatif stabil bahkan cenderung lebih merupakan budaya yang butuh waktu lama untuk mengubahnya dimana anggota masyarakat desa masih memilih hubungan interpersonal dalam kegiatan komunikasinya. Bagi masyarakat desa media masih lebih dominan digunakan semata-mata untuk mendapatkan hiburan. Kata Kunci: Komunikasi Social, Masyarakat Perdesaan, Pola Jaringan.
MEDIA LITERACY LEARNING FOR CHILDREN SCHOOL IN BANDUNG Setiaman, Agus; Karimah, Kismiyati El; Sugiana, Dadang
-
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The presence of media in the midst of human life certainly had an impact on our behavior patterns, either in the form of understanding, mental attitudes, as well as concrete actions. In every use of the media must be contained messages or accompanying information and consciously accepted by its users, which in turn will affect their behavior. This study aims to identify and obtain an overview about media literacy study conducted in the Junior High School. The method used in this research is qualitative method with case study approach. While the theory used in this research is the theory of the Media Literacy by Potter. The results of this study found that basically media literacy is an alternative that aims to empower the public in the middle of the media siege. This concept has the aim to educate the public to be able to interact and use the media intelligently and critically, so that the public does not easily "fooled" and exploited by the media's interests are not aligned on the needs of the public. Meanwhile, the teenager mentally junior high school students are very vulnerable public to easily affected by media content, while seen from the number of media they use the most widely used.
Pengaruh Atribut Agen Perubahan (Agent of Change) Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap Perubahan Sikap Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Bandung Suryana, Asep; Sugiana, Dadang; Trulline, Putri
Manajemen Komunikasi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Manajemen Komunikasi Vol. 1 No.1 Otober 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.87 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v1i1.10061

Abstract

  Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemerintah berorientasi pada kepedulian terhadap masyarakat yang kondisi perekonomiannya perlu dibantu. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa PKH adalah program perlindungan sosial melalui pemberian uang tunai, yang sifatnya edukatif, dengan memberikan syarat bahwa mereka (peserta PKH) diharuskan berinteraksi dengan dua hal pokok, yaitu pendidikan dan kesehatan. Nilai pembangunannya adalah memutus rantai kemiskinan serta membangun kesadaran terhadap pentingnya kesehatan dan pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.Penelitian ini mengungkap tentang eksistensi agen perubahan (Agent of change) Pendamping Program Keluarga Harapan (PPKH) dikaitkan dengan faktor internal dirinya serta sikap sasarannya, yaitu rumah tangga sangat miskin (RTSM).  Populasi penelitian ini adalah Rumah tangga Sangat Miskin yang berdomisili di wilayah Kabupaten Bandung. Teknik sampling menggunakan klaster sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Kuesioner sebagai instrumen utama, sebelum disebarkan kepada responden, terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya. Sebelum dianalisis, data terlebih dahulu ditransformasi melalui methods succesive interval (MSI)karena menggunakan analisis statistik parametrik. Analisis data menggunakan prosedur Analisis jalur (Path Analysis).           Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perubahan sikap Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) peserta program keluarga harapan (PKH) dipengaruhi oleh  kredibilitas agen perubahan pendamping program keluarga harapan (PPKH) serta faktor perantara internal Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), (2) Perubahan sikap Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) peserta program keluarga harapan (PKH) dipengaruhi oleh  faktor efektivitas pesan agen perubahan pendamping program keluarga harapan (PPKH) serta faktor perantara internal Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), (3) Perubahan sikap Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) peserta program keluarga harapan (PKH) dipengaruhi oleh  kondisi penerima pesan agen perubahan pendamping program keluarga harapan (PPKH) serta faktor perantara internal Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). (4) Perubahan sikap Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) peserta program keluarga harapan (PKH) dipengaruhi oleh  faktor saluran komunikasi  agen perubahan pendamping program keluarga harapan (PPKH) serta faktor perantara internal Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), (5) Secara simultan, aspek-aspek kredibilitas agen perubahan pendamping Program Keluarga Harapan, efektivitas pesan agen perubahan pendamping Program Keluarga Harapan, kondisi penerima pesan agen perubahan pendamping program keluarga harapan (PPKH), serta faktor saluran komunikasi  agen perubahan pendamping program keluarga harapan (PPKH) berpengaruh terhadap faktor perantara internal Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan implikasinya terhadap perubahan sikap Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM).