Denny Nugroho Sugianto
Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedharto, SH, Tembalang Semarang. 50275 Indonesia

Published : 42 Documents
Articles

PEMETAAN TINGKAT KERAWANAN ROB UNTUK EVALUASI TATA RUANG PEMUKIMAN DAERAH PESISIR KABUPATEN PEKALONGAN JAWA TENGAH Ilhami, Fadhly; Sugianto, Denny Nugroho; Rochaddi, Baskoro
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11409

Abstract

Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu Kabupaten di pesisir utara Jawa yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Seperti kebanyakan daerah di pesisir utara, Kabupaten Pekalongan tidak luput dari permasalahan banjir rob. Penyebabnya adalah kenaikan muka air laut (Sea Level Rise), penurunan tanah (land subsidence), dan tentu saja pemanasan global (global warming). Adanya banjir rob ini tentu sangat merugikan aktifitas manusia dan merusak berbagai infrastruktur pemukiman, industri, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan tingkat kerawanan banjir rob terhadap pemukiman penduduk di Kabupaten Pekalongan, untuk kemudian dilakukan evaluasi terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pekalongan Tahun 2010-2030. Parameter yang digunakan untuk menentukan tingkat kerawanan adalah ketinggian tanah, penurunan tanah, jarak dari bibir pantai, dan jarak dari sungai. Masing-masing parameter tersebut diberi bobot yang berbeda untuk kemudian dilakukan metode overlay atau tumpang susun dengan bantuan software ArcGIS 10. Hasil pengolahan data diketahui bahwa daerah rawan genangan rob di pesisir Kabupaten Pekalongan mencapai luas 586,294 Ha, yang meliputi 3 kecamatan. Sebagian dari wilayah rawan tersebut mengenai kawasan pemukiman, sehingga tata ruang pemukiman Kabupaten Pekalongan perlu dilakukan evaluasi untuk mengurangi dampak negatif banjir rob bagi masyarakat.
MODEL DISTRIBUSI DATA KECEPATAN ANGIN DAN PEMANFAATANNYA DALAM PERAMALAN GELOMBANG DI PERAIRAN LAUT PACIRAN, JAWA TIMUR Sugianto, Denny Nugroho
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 15, No 3 (2010): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2015.7 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.15.3.143-152

Abstract

Penelitian telah dilakukan di perairan Laut Paciran, Jawa Timur pada bulan Oktober 2009. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui model distribusi kecepatan angin dan pemanfaatannya untuk peramalan gelombang di perairan Laut Paciran, Jawa Timur. Data angin diperoleh dari stasiun pengukuran angin Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Juanda Surabaya tahun 2007-2009, berupa data angin tiap jam. Pengolahan data angin dikelompokkan berdasarkan skala Beufort. Pengukuran tinggi dan periode gelombang menggunakan  Sontek  Argonaut  XR.  Peramalan  gelombang  menggunakan  data  angin  dilakukan  dengan menggunakan metode SMB dan Darbyshire. Hasil pengukuran data gelombang diperoleh hasil tinggi gelombang antara 3,2-82,9 cm dan periode gelombang 6,0 -7,9 detik, dari klasifikasi gelombang termasuk gelombang perairan transisi. Model distribusi data kecepatan angin menunjukkan bahwa untuk kecepatan angin kuat (1727 knot) pada musim barat durasinya antara 3-6 jam, sedangkan pada musim timur antara 1-4 jam. Dengan menggunakan metode SMB dan Darbyshire pada saat terjadi kecepatan maksimum pada musim Timur, tinggi gelombang mencapai 1,51 meter dengan periode 5,2 detik, sedangkan pada musim barat tinggi maksimum gelombang mencapai 2,4 meter dengan durasi 7 detik. Dari nilai MRE (mean relative error) data lapangan terhadap hasil peramalan dari data angin selama 3 tahun didapatkan nilai kesalahan relatif sebesar 0,3 34,32 % untuk tinggi gelombang dan 13,24 - 22,06 % untuk periode gelombang.Kata kunci: Distribusi kecepatan angin, gelombang, perairan laut Paciran, Jawa Timur The survey was conducted at Paciran East Java sea waters during October 2009. The purpose of this study to determine the wind speed distribution model and its use for forecasting waves in the sea waters Paciran, East Java. Wind data obtained from wind measurement stations Meteorology, Climatology and Geophysics (BMKG) Class I Juanda Surabaya in 2007-2009, in the hourly wind data. Wind data grouped by Beufort scale for processing. Height and wave period measured using Sontek Argonaut XR. Wave forecasting using wind data were calculated using SMB and Darbyshire method. The observation data obtained by the wave of wave height between 3.2 to 82.9 cm and wave period from 6.0 to 7.9 seconds, from the classification of waves including transitional waters. Wind speed data distribution model showed that for strong winds (17-27 knots) in the west season duration is between 3-6 hours, while in the east monsoon between 1-4 hours. By using the SMB method and Darbyshire in the event of a maximum speed of the Eastern season, wave height 1.51 m and periods of 5.2 seconds, while the west monsoon maximum wave height 2.4 meters and 7 seconds duration. The MRE (mean relative error) field data on the forecasting from wind data obtained during 3 years the mean relative error between 0.3 - 34.32 % of wave height and between 13.24 - 22.06 % of wave period. Key words: Winds speed distribution, wave, Paciran sea water, East Java.
SIMULASI MODEL TRANSPOR SEDIMEN TERSUSPENSI UNTUK MENDUKUNG PERENCANAAN PELABUHAN TELUK BAYUR, SUMATERA BARAT Sugianto, Denny Nugroho
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 5, No 2 (2009): DESEMBER 2009
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.259 KB)

Abstract

Simulation model of suspended sediment to support development planning for Teluk Bayur port. The survey was conducted at Teluk Bayur sea waters during September 2008, where this area is development planning for Teluk bayur port. Objective of research is known suspension sediment transport at dredging area and dumping site for development planning of Teluk Bayur port at Teluk Bayur, Province of West Sumetera. Grab sampler was used to carry sediment bottom and Nansen bottle was used collect water sample for total suspended sediment (TSS). Analysis of hydrodynamic pattern used modeling system by software SMS 8.1 (Surface Water Modeling System) with SED2D module. The result had shown that TSS is above sea water standard for marine organism, between 6,0 ? 10,0 mg/L. Therefore bottom sediment was dominated by sand, and then silt and gravel. The result of modeling shown that sediment transport depends of monsoon current pattern, where sediment transport to east-northeast on west monsoon and to northwest-north on east monsoon. Dredging and dumping site activity due to decreasing water quality at construction time.
POLA SIRKULASI ARUS LAUT DI PERAIRAN PANTAI PROVINSI SUMATERA BARAT Sugianto, Denny Nugroho; ADS, Agus
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 12, No 2 (2007): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.804 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.12.2.79-92

Abstract

Salah satu aspek oseanografi yang penting untuk mengetahui hidrodinamika dari suatu perairan adalah polapergerakan arus. Wilayah pantai Sumatera Barat memiliki topografi yang unik, terdiri dari banyak pulau, teluk dan tanjung serta terdapat pertemuan 2 massa air besar. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai kondlsi arus perairan Sumatera Barat. Metode pengukuran data arus di lapangan menggunakan metode Eularian. Sedangkan metode deskriptif digunakan untuk analisa hasil penelitian dan model matematis diperlukan untuk membantu analisis tersebut terutama untuk pola arus secara spasial. Penentuan lokasi sampling menggunakan metode pertimbangan (Purposive Sampling Method) sebanyak 3 lokasi. Pengambilan data lapangan dibagi menjadi 3 kondisi musim yaitu musim peralihan (27-30 April 2004), musim timur (9-12 Juli2004) dan musim barat (24-27 Nopember 2004). Lokasi penelitian berada di wilayah perairan sebelah barat Provinsi Sumatera Barat, yang meliputi perairan sekitar Padang, Kab. Padang (Lokasi 1), Pariaman, Kab.Padang Pariaman (Lokasi 2), dan Painan, Kab. Pesisir Selatan (Lokasi 3). Data survey lapangan yang diperolehakan digunakan sebagai veriffkasi hasil model matematis yang dibuat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pola pergerakan arus di perairan pantai Suma tera Barat di pengaruhi oleh pasut serta pola arus regional di Samudera Hindia. Dari hasil pengamatan lapangan, kecepatan arus terbesar terjadi pada musim peralihan, dengan kecepatan maksimal mencapai 0,358 - 0,397 m/dt dengan arah dominan ke tenggara hingga selatan. Pada musim timur kecepatan arus maksimal mencapai 0,22 - 0,24 m/dt dengan arah dominan ke arah tenggara. Sedangkan pada musim barat kecepatan arus maksimal 0,22-0,29 m/dt dengan arah dominan kearah utara hingga selatan.Kata kuncl: Oseanografi, Arus, Pasut, Model, Sumatera Barat.
PENGUJIAN RELIABILITAS INSTRUMEN TERHADAP VARIABEL KONTINU UNTUK PENGUKURAN KONSENTRASI KLOROFIL- A PERAIRAN Ismunarti, Dwi Haryo; Zainuri, Muhammad; Sugianto, Denny Nugroho; Saputra, Suradi Widjaya
Buletin Oseanografi Marina Vol 9, No 1 (2020): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v9i1.23924

Abstract

Instrumen penelitian adalah alat ukur yang digunakan secara sistematis untuk mengumpulkan data penelitian. Hasil penelitian yang baik diperoleh jika instrumen yang digunakan valid dan reliabel. Reliabilitas instrumen menunjukkan ketepatan atau sejauh mana hasil pengukuran instrumen dapat direplikasi. Reliabilitas menjadi salah satu parameter penting dalam menentukan kualitas suatu instrumen. Penelitian ini bertujuan untuk memilih statistik uji yang paling tepat terhadap pengujian reliabilitas terhadap instrumen untuk konsentrasi klorofil-a perairan. Data konsentrasi klorofil-a perairan diperoleh dari dua instrumen yaitu : metode spektrofotometri dari 14 stasiun pengamatan di Teluk Semarang Jawa Tengah dan penginderaan jauh. Statistik uji yang paling tepat digunakan adalah Intraclass Correlation Coefficients (ICC). Nilai  ICC adalah rasio antara varians objek terhadap varians total. Hasil penelitian diperoleh nilai ICC = 0,83 artinya 83 % keragaman data disebabkan keragaman objek dalam hal ini stasiun penelitian. Tidak terdapat bias pengukuran konsentrasi klorofil-a dari kedua instrumen, karena reliabilitas kedua instrumen mendekati sempurna. A research instrument is a measuring tool used systematically to collect the data. A good result of the research is obtained if the instrument is reliable. The reliability of the instrument showed accuracy on instrument measurement could be replicated. Reliability is one of the important parameters in determining the quality of the device. This study is aimed at selecting the most appropriate test of statistics in the reliability of the instrument for chlorophyll-a water concentrations. The data of chlorophyll-a waters concentration is gained from two instruments called spectrophotometric method from 14 observation stations in Semarang Bay, Central Java, and remote sensing. The best test statistic is the Intraclass Correlation Coefficients (ICC). The value on ICC is the ratio between the variance of the object at total variance. The results showed that ICC = 0.83, meaning that 83% of a variety of data is due to the diversity of objects in these research stations. There is no bias in measuring the chlorofil-a concentration using the two instruments because the reliability of the two devices is closely perfect.
KAJIAN POLA ARUS LAUT DENGAN PENDEKATAN MODEL HIDRODINAMIKA DUA DIMENSI UNTUK PENGEMBANGAN PELABUHAN KOTA TEGAL Amirullah, Argian Nisyar; Sugianto, Denny Nugroho; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakRencana pengembangan pelabuhan Kota Tegal membutuhkan informasi mengenai arus laut. Penelitian pola arus laut tersebut dapat menjadi bahan dasar acuan untuk pengambilan kebijakan dalam rencana pengembangan pelabuhan Kota Tegal. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengkaji pola arus laut di perairan Kota Tegal terhadap pengembangan pelabuhan Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan penentuan lokasi dengan metode area sampling. Pendekatan model hidrodinamika menggunakan perangkat lunak MIKE 21 dengan modul MIKE 21 flow model untuk dua skenario yaitu sebelum dan sesudah pengembangan pelabuhan Berdasarkan hasil penelitian ini  didapatkan dominasi arus laut di perairan Kota Tegal adalah arus pasang surut dengan arah timur (25,95%) dan barat (29,76 %). Kecepatan arus laut terendah sebesar 0,009 m/det dan kecepatan arus laut tertinggi sebesar 0,118 m/det serta kecepatan rata-rata sebesar 0,054 m/det. Dari hasil simulasi model menggambarkan pola arus laut yang terjadi sebelum pengembangan pelabuhan tidak jauh berbeda dengan pola arus laut yang terjadi setelah pengembangan pelabuhan.Adanya Pengembangan pelabuhan Kota Tegal berupa reklamasi dan bangunan pemecah gelombang mengakibatkanpenurunan kecepatan arus laut yang tidak signifikan.
STUDI POLA ARUS DAN SEBARAN MUATAN PADATAN TERSUSPENSI DI MUARA SUNGAI LASEM, KABUPATEN REMBANG Pasaribu, Fridholin Hatoguan; Rochaddi, Baskoro; Sugianto, Denny Nugroho
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muara sungai Lasem mengalami pendangkalan akibat pengendapan sedimen tersuspensi. Pendangkalan ini akan berdampak negatif terhadap kondisi perairan antara lain; terhambatnya aliran sungai ke laut dan alur pelayaran kapal nelayan terganggu.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola sebaran konsentrasi sedimen tersuspensi dan pengaruh arus terhadap sebaran konsentrasi sedimen tersuspensi di perairan Lasem, Kabupaten Rembang.Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan memanfaatkan dan mengelola lingkungan muara sungai antara lain normalisasi muara sungai dan dasar perencanaan untuk mengatasi pendangkalan.Materi yang digunakan dalam penelitian ini data primer  terdiri dari sampel sedimen tersuspensi dan arus tanggal 12 sampai dengan 15 April 2014, sedangkan data sekunder diantara lainnya, Peta LPI, Peta RBI dan data pengamatan  pasang surut selama 15 hari dari tanggal 12 sampai dengan 27 April 2014 . Pemodelan arus menggunakan model 2Ddepth average pada ADCIRC dan analisis spasial pada ArcGIS10.1 untuk sebaran sedimen tersuspensi dengan metode interpolasi spline. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi saat kondisi pasang dan saat surut di perairan Lasem berkisar antara 0,1-0,4 g/l. Hasil analisis bahwa pola arus di perairan Lasem dipengaruhi oleh arus pasut. Arus pasang membawa sedimen tersuspensi dari laut mengendap di muara sungai serta saat arus surut sedimen tersuspensi yang berada di muara sungai terbawa arus menuju laut dan menyebar. Kecepatan arus di kedalaman 0,2d berkisar antara 0,003 ? 0,369 m/dt, 0,6d kecepatan arus antara 0,004 ? 0,278 m/dt dan Kedalaman 0,8d kecepatan arus antara 0,001 ? 0,253 m/dt dengan arah dominasi arus ke arah barat laut, timur dan tenggara. 
STUDI PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KAWASAN KILANG GAS ALAM PT ARUN NGL, PANTAI UJONG BLANG, KOTA LHOKSEUMAWE, ACEH Irfan, Muhammad; Sugianto, Denny Nugroho; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai selalu menyesuaikan bentuk profilnya sedemikian sehingga mampu meredam energi gelombang yang datang. Sering pertahanan alami pantai tidak mampu menahan serangan aktifitas laut (gelombang, arus, pasang surut) sehingga pantai dapat tererosi, namun pantai akan kembali kebentuk semula oleh pengaruh gelombang normal.. Simulasi model dengan menggunakan perangkat lunak NEMOS dapat digunakan untuk mengetahui perubahan garis pantai yang terjadi dan memprediksikannya. Data yang digunakan mencakup data primer dan sekunder. Data primer yaitu data gelombang, batimetri, dan sampel sedimen dasar laut. Sedangkan data sekunder yaitu data angin dan data pasang surut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan penentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis data menggunakan metode analitis dan pendekatan model menggunakan perangkat lunas CEDAS-NEMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perubahan garis pantai Ujong Blang selama 2008 ? 2018 diperkirakan mundur sebesar 53,10 meter sepanjang 1,73 km dengan luas lahan yang mengalami kemunduran garis pantai (erosi) sebesar  86.318,90 m2 (8,63 Ha) dan maju sebesar 51,61 meter sepanjang 0,42 km dengan luas lahan yang maju (akresi) sebesar 22.755,55 m2 (2,27 Ha). 
KAJIAN REFRAKSI-DIFRAKSI DAN TRANSFORMASI PENJALARAN GELOMBANG LAUT DI PERAIRAN PANTAI TAPAK PADERI KOTA BENGKULU Vimeris, May Trio; Sugianto, Denny Nugroho; S, Wahyu Budi
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPantai Tapak Paderi Kota Bengkulu merupakan pantai yang telah beralih fungsi dari kawasan pelabuhan menjadi kawasan pantai wisata akibat kurangnya informasi terkait penjalaran gelombang laut di perairannya. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi transformasi penjalaran gelombang terkait refraksi dan difraksi gelombang di perairan Tapak Paderi Kota Bengkulu berdasarkan jalur pengamatan. Proses pengolahan data terdiri dari konversi gelombang per musim dari data angin 10 tahun dan proses model simulasi penjalaran gelombang menggunakan BOUSS2D dari program Surface Water Modeling System 11. Hasil pengukuran lapangan selama tiga hari di perairan Tapak Paderi menghasilkan tinggi signifikan 1,6 m dan periode signifikan 7,75 s. Hasil konversi angin menggunakan metode SMB mengasilkan resume data gelombang per musim selama sepuluh tahun. Gelombang signifikan tertinggi di perairan Tapak Paderi terjadi pada musim Timur dan peralihan II, masing-masing memiliki tinggi signifikan 2,23 m dan 2,0 m dengan periode signifikan 7,12 s dan 7,0. Gelombang di perairan Tapak Paderi memiliki dua arah datang dominan, yakni gelombang datang dari kelompok fetch barat laut dan kelompok fetch selatan. Hasil analisis simulasi model berdasarkan jalur pengamatan menunjukkan bahwa gelombang mengalami refraksi di jalur pengamatan 1, mengalami difraksi setelah adanya Gosong Patasembilan di jalur pengamatan 2, mengalami difraksi setelah adanya anak Gosong Patasembilan dan konvergensi gelombang pada Tanjung Pantai Tapak Paderi di jalur pengamatan 3, mengalami konvergensi pada daerah tanjung dan divergensi pada daerah teluk di jalur pengamatan 4. Sedangkan untuk tinggi gelombang terendah sebesar 0,29 m terjadi pada musim peralihan II pada titik pengamatan di belakang ujung bangunan pantai Tapak Paderi.
PEMETAAN BATIMETRI DAN SEDIMEN DASAR SEGARA ANAKAN KABUPATEN CILACAP Awaludin, Aji; Zainuri, Muhammad; Sugianto, Denny Nugroho
Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Segara Anakan merupakan perairan yang terletak di Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Perairan ini merupakan tempat bermuara nya tiga sungai besar, yaitu Citanduy, Cibeureum, dan Cimeneng. Dinamika aliran ketiga sungai yang bermuara di Segara Anakan menyebabkan terjadinya pendangkalan yang cukup hebat. Hal ini dikarenakan pasokan sedimen yang terbawa masuk oleh aliran sungai menuju wilayah perairan Segara Anakan jumlahnya tidak sebanding dengan yang terbawa keluar kembali menuju perairan lepas yang dalam hal ini ialah Samudera Hindia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi batimetri serta sebaran jenis sedimen dasar perairan yang nantinya akan disajikan dalam bentuk peta kontur batimetri dan peta sebaran jenis sedimen dasar perairan Segara Anakan. Pengukuran data lapangan pada penelitian ini dilaksanakan pada 2-9 Oktober 2015 di perairan Segara Anakan. Pengambilan data batimetri pada penelitian ini dilakukan dengan dua metode, yaitu metode pemeruman dengan menggunakan Echosounder Garmin GPSmap 585 dan dengan menggunakan tongkat ukur berskala. Pengambilan sampel sedimen dasar pada penelitian ini sebanyak 17 stasiun, dengan mempertimbangkan bahwa setiap stasiun akan merepresentasikan luasan tertentu dari daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan batimetri/kedalaman pada lokasi penelitian berkisar antara -0,25 meter hingga -12 meter terhadap nilai MSL. Perairan Segara Anakan memiliki jenis sedimen dasar sebanyak 4 macam, yaitu pasir lanauan, lanau lempungan, lempung, dan pasir. Sebaran jenis sedimennya membentuk pola yang bervariatif dan cenderung dipengaruhi oleh fluktuasi muka air laut atau pasang surut.