Articles

Found 5 Documents
Search

PROSPEK PENGEMBANGAN BUDIDAYA TANAMAN KENTANG DI INDONESIA Sugiharyanto, Sugiharyanto
Geomedia: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 6, No 2 (2008): Geomedia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3234.328 KB) | DOI: 10.21831/gm.v6i2.15388

Abstract

Abstrak             Tanaman holtikultura merupakan salah  satu tanaman pertanian yang dikembangkan oleh petani. Tanaman holtikultura dapat berupa tanaman hias, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Tanaman kentang merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang dikembangkan di Indonesia. Komoditas kentang diharapkan dapat berkembang baik di berbagai daerah di Indoenesia, terutama pada daerah yang lahannya sesuai untuk tanaman kentang. Pengembangan tanaman kentang menguntungkan bagi petani, karena kentang tidak mudah rusak, kentang sebagai sumber kalori dan protein, serta kentang memiliki pemasarannya mudah. Seiring dengan meningkatnya konsumsi kentang oleh masyarakat, terjadi pula perkembangan teknologi budidaya, teknologi pengendalian hama dan penyakit, serta teknologi segi genetik. Teknologi segi genetik berperan dalam mendapatkan verietas baru yang mempunyai kualitas tinggi. Produktivitas kentang di Indonesia tergolong rendah dibandingkan negara maju. Produktivitas kentang di Indonesia saat ini berkisar 13 ton/ha, sedangkan di negara maju lebih dari 30 ton/ha. Namun dengan adanya perkembangan teknologi pertanian yang dapat diadopsi oleh petani, maka varietas kentang berkualitas tinggi bisa didapatkan dan produktivitas kentang juga meningkat. Pengembangan tanaman kentang mempunyai prospek baik dan dapat meningkatkan pendapatan petani maupun negara. Hal ini disebabkan jumlah konsumen kentang semakin meningkat, luasnya lahan sesuai untuk tanaman kentang, bibit, dan modal mudah didapatkan, dan keuntungan petani lebih banyak. Kata Kunci : Pengembangan, Tanaman, Kentang.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MEMBUAT PETA PENDUDUK DIGITAL (KASUS KECAMATAN TAWANGMANGGU) Sugiharyanto, Sugiharyanto; Satya, Nurhadi
Geomedia: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 4, No 2 (2006): Geomedia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7042.903 KB) | DOI: 10.21831/gm.v4i2.19007

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membuat model penyajian peta dalam bentuk digital yang dapat disimpan, diakses, diupdate dan dicetak secara masal. Penelitian ini merupakan penelitian yang merancang dan membuat model peta penduduk digital.Peta penduduk digital dapat dimanfaatkan untuk memantau perkembangan jumlah penduduk suatu kecamatan dan sebagai bahan acuan untuk melakukan kebijakan-kebijakan pengembangan wilayah. Peta Tentatif Rupa Bumi Indonesia shet Tawangmangu dan Poncol serta data monografi Kecamatan Tawangmanggu digunakan sebagai masukan yang terdiri dari informasi tentang jumlah penduduk dan jumlah penduduk usia sekolah. Kecamatan Tawangmangu terdiri dari sepuluh desa yang mempunyai potensi alam dan penduduk yang cukup tinggi sehingga memerlukan informasi yang diakses oleh banyak kalangan karena masih terbatasnya informasi dalam bentuk peta digital. Proses digital on screen dilakukan dengan perangkat lunak AutoCad Map 2000i untuk membuat layer administratif, jalan, sungai, dan permukiman, sedangkan editing, labeling, penghitungan koordinat astronomis dan pembangunan tipologi layer digunakan dengan perangkat lunak Arc View versi 3.5. Layout peta digital menggunakan perangkat lunak Arc View versi 3.3 dan pembuatan halaman muka menggunakan Microsoft Front Page XP yang berbasiskan Hypertext Markup Languange (HTML).Dan hasil perancangan pembuatan peta penduduk digital ini dapat dibuat tiga buah peta digital, yaitu: peta jumlah penduduk, peta jumlah penduduk menurut usia sekolah 13-18 tahun. Dalam penelitian ini peta digital sudah dapat diakses lewat browser internet karena sudah menggunakan protokol Hypertext Markup Languange pada halaman mukanya. Kata kunci : peta digital, digitasi layer, hypertext markup languange
KELAYAKAN WILAYAH PERBUKITAN JIWO SEBAGAI LABORATORIUM ALAM UNTUK PRAKTIK KERJA LAPANGAN GEOGRAFI FISIK MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI Sugiharyanto, Sugiharyanto
Geomedia: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 1 (2007): Geomedia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.947 KB) | DOI: 10.21831/gm.v5i1.14198

Abstract

Untuk mencapai kualitas pendidikan geografi sesuai harapan, maka implementasi kurikulum secara optimal perlu dilakukan. Tulisan ini berusaha membahas tingkat kelayakan wilayah Perbukitan Jiwo sebagai laboratorium alam untuk kepentingan pelaksanaan mata kuliah Praktik Kerja Lapangan (PKL) Geografi Fisik.  Wilayah yang digeneralisasikan dalam penelitian ini adalah wilayah Bayat dari sekitar Waduk Rowo Jombor hingga Perbukitan Jiwo. Populasi penelitian ini adalah bukit-bukit yang ada di seluruh wilayah perbukitan Jiwo wilayah barat dan wilayah perbukitan Jiwo timur. Sampel penelitian diambil dengan teknik sampling wilayah. Dari sejumlah bukit yang ada di masing-masing wilayah tersebut diambil sebagian bukit secara proporsional dan acak. Jumlah bukit yang diambil sebagai sampel adalah perbukitan Jiwo barat sebanyak tiga sampel sedangkan perbukitan Jiwo timur sebanyak dua bukit. Penelitian ini dikerjakan dengan cara menjelajah dipandu dengan menggunakan peta topografi, peta geologi, peta geomorfologi, dan peta tanah. Metode pengumpulan dilakukan dengan observasi dan studi kepustakaan. Alat  yang digunakan adalah Check list, Kompas Geologi, Altimeter, Abney level, meteran, soil test kid.. Metode analisis data adalah Deskriptif Kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Daerah penelitian hanya layak dijadikan laboratorium alam geografi fisik untuk sebagian aspek geografi fisik, khususnya geologi dan sebagian geomorfologi serta hidrologi saja; 2) Topografi yang kasar sangat baik untuk belajar pemetaan relief; dan 3) Adanya Rowo Jombor dan sistem aliran sungai, sangat baik sebagai contoh pemetaan hidrologi, studi limnologi, maupun potamologi. Kata kunci: kelayakan, laboratorium alam, PKL, Geografi Fisik
MEASUREMENT OF LONGSOR LAND VULNERABILITY AS A DIFFICULTY PLAN FOR RESOURCES IN RESOURCES Nursa'ban, Muhammad; Sugiharyanto, Sugiharyanto; Khotimah, Nurul
Jurnal Penelitian Saintek Vol 15, No 1: April 2010
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7303.484 KB) | DOI: 10.21831/jps.v15i1.1731

Abstract

The objectives of this research are to: Investigating the level of landslide susceptibility and identifying the distribution of landslide   susceptibility locations in Menoreh Mountains area. This is the  explorative research. The subject of this research are Menoreh Mountains  area in Bagelen, and Bener districts Purworejo regency, in addition to Samigaluh District in Kulonprogo Regency. Land units  were chosen as the sample using the purposive area sampling technique.  Thirty land units were obtained by overlay maps of slope, geology,  and soil types. Data collecting  was conducted  with observation method and documentation  to be analyzed by qualitative deskriptif. Findings shown that (I) the level of landslide susceptibility  that is in four  categories in Samigaluh and Bener districts are low, medium, high, and very high.  While three categories were low, medium, and high clasified in Bagelen  district. The distributions of low landslide susceptibility covered about 46.500.527,08 m2 (2 land units in Samigaluh, 3 land units in Bener, and 3 land units in Bagelen). The medium categories covered about  104480073,8  m2 (l land units in Samigaluh,  4 land units in Bener, and 7 land units in Bagelen). High categories covered about 67734399,31 m2 (each of district is 2 land units). The very high categories covered about 12228602,01 m2 (2 land units for both, Samigaluh and Bener District). Key words: landslide, susceptibility,  mitigation, hazard, Menoreh
THE SUITABILITY OF THE LAND USAGE AND THE PRODUCTIVITY OF MELON FARMING IN THE FORMER LAGOON LAND IN PARANGTRITIS, KRETEK DISTRICT, BANTUL REGENCY, DIY 2010 Rahayu, Fenti; Suparmini, Suparmini; Sugiharyanto, Sugiharyanto
Geomedia: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 1 (2013): Geomedia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v11i1.3569

Abstract

This research aims to know the suitability of land usage in the former lagoon plains in Parangtritis for melon cultivation; land border factors; land improvement efforts; the management of melon cultivation and the productivity of melon in the research areas. This research is descriptive quantitative research. The population in this research consists of physical and non-physical population. Physical population includes all former lagoon lands planted with melons or 6,300 m². Moreover, non-physical population consists of all melon farmers in the research areas which consist of 3 farmers. This research employs purposive sampling techniques to take the non-physical research samples i.e. the former lagoon soil from the southern plains in the form of sand and the soil from the former lagoons in the northern part in the form of clay. Moreover, the non-physical population samples were not taken because there are only 3 farmers in the research areas. The techniques of data collection include observation, laboratory testing, interviews and secondary data collection. The data analysis for the physical aspects was performed through laboratory analysis while for the non-physical aspects were conducted through descriptive statistical analysis. The findings show that (1) the southern parts of the research areas have a land suitability level of S3 (marginally suitable), and the northern parts of the research areas have a land suitability level of S2 (quite appropriate); (2) the factors which become the land borders are rainfall, drainage, soil texture, and content of C-organic and the danger of flood; (3) land improvement efforts were performed by planting melons in the dry season to cope with heavy rainfall in the rainy season, fertilizing plants using manure to inhibit drainage and increase the content of C-organic in the soil, making water drainage on farms to prevent from flood; (4) The crop management is performed using modern techniques, planting melon is only done once every year in the dry season so that the plants are not in danger of flooding during the rainy season, and the optimal results can be achieved; (5) The net production of melon per year performed with good management can reach 3.2 tons per 1,000 m² land. The gross income of farmers per 1,000 m² of land is Rp. 6,080,000.00. The production and labor cost for each planting is Rp. 2,348,775.00 per 1,000 m² of land. Therefore, net income of melon farmers in the research area reaches Rp. 3,731,225.00.Keywords: landuse, productivity, lagoon