Articles

Found 26 Documents
Search

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DAN PROBLEM POSING DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA Sugiyanti, Sugiyanti
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 2/Septembe (2013): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v4i2/Septembe.549

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Apakah pembelajaran matematika pada materi kelipatan dan faktor dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) lebih baik daripada pembelajaran dengan pendekatan Problem Posing (2) Apakah peserta didik yang mempunyai gaya belajar visual akan mempunyai prestasi belajar lebih baik dibanding dengan peserta didik yang mempunyai gaya belajar auditorial, peserta didik yang mempunyai gaya belajar visual akan mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dibanding peserta didik yang mempunyai gaya belajar kinestetik, dan peserta didik yang mempunyai gaya belajar auditorial akan mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dibanding peserta didik yang mempunyai gaya belajar kinestetik. (3) Apakah perbedaan prestasi belajar dari masing-masing pendekatan pembelajaran konsisten terhadap masing-masing gaya belajar siswa dan apakah perbedaan antara masing-masing gaya belajar siswa konsisten pada setiap pendekatan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 23. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV (empat) SD Negeri di Kecamatan Grobogan. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 188 orang dengan rincian 97 orang untuk kelas eksperimen 1 dan 91 orang untuk kelas eksperimen 2. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika dan angket gaya belajar siswa. Uji keseimbangan menggunakan uji rerata t, dengan ?é?ádiperoleh kesimpulan bahwa kedua kelompok eksperimen dalam keadaan seimbang. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett dengan statistik uji Chi Kuadrat. Dengan ?é?ádiperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Pendekatan pembelajaran RME memberikan prestasi yang sama dengan pendekatan Problem Posing. (2) Terdapat perbedaan efek gaya belajar. Siswa dengan gaya belajar visual memiliki prestasi belajar yang sama dengan siswa yang memiliki gaya belajar auditorial. Siswa dengan gaya belajar visual memiliki prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa dengan gaya belajar kinestetik, dan siswa dengan gaya belajar auditorial memiliki prestasi yang sama dengan siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik. (3) Perbedaan prestasi belajar dari masing-masing metode pembelajaran tidak konsisten terhadap masing-masing gaya belajar siswa dan perbedaan antara masing-masing gaya belajar siswa tidak konsisten pada setiap motode pembelajaran. Pada pembelajaran dengan pendekatan RME, siswa dengan gaya belajar visual memiliki prestasi yang sama baiknya dengan siswa dengan gaya belajar auditorial, siswa dengan gaya belajar visual memiliki prestasi yang lebih baik daripada siswa dengan gaya belajar kinestetik dan siswa dengan gaya belajar auditorial?é?á memiliki prestasi yang sama baiknya dengan siswa dengan gaya belajar kinestetik. Pada pembelajaran dengan pendekatan Problem Posing, semua gaya belajar memberikan prestasi yang sama, baik gaya belajar visual, auditorial maupun kinestetik. Pada siswa dengan gaya belajar visual, pendekatan RME memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada pendekatan Problem Posing, pada siswa dengan gaya belajar auditorial dan kinestetik, pendekatan RME memberikan prestasi belajar sama dengan pendekatan Problem Posing. Kata kunci: Realistic Mathematics Education (RME), Problem Posing, Gaya Belajar Siswa
ANALISIS BIAYA DAN GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID RAWAT INAP DI PUSKESMAS TLOGOSARI KULON TAHUN 2007 djatmiko, mohammad; sugiyanti, sugiyanti; anas, yance
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 5 NO. 2 DESEMBER 2008
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThyfoid fever is a suddenly fever causing by Salmonella Typhii infection. Pharma coeconomi research can help pharmacologist and nursing for deciding exact and efficient antibiotic medicine using. Direction of this research showing description of antibiotic using which consist of choosing group and type of antibiotic, single or combination using, oral on injection antibiotic supply, identification of component and therapy cost, calculating medicine using cost comparison against therapy cost on typhoid fever room caring patient in Puskesmas Tlogosari Kulon on 2007. This research is retrospective with descriptive data analysis. Data taken from 183 medical report of room caring typhoid fever patient on Puskesmas Tlogoari Kulon on 2007. Information from medical record is patient identity, medicine therapy, laboratory and caring time. Therapy cost counted from healthy tariff service book of Puskesmas Tlogosari Kulon. The result of research showing description of antibiotic using in typhoid fever room caring on Puskesmas Tlogosari Kulon on 2007 consist of : the most antibiotic used penisilin 40,45%, kuinolon 23,16%, kloramfenikol 22,64% the most antibiotic used ampisilin 34,35%, siprofloksasin 23,16%, kloramfenikol 17,81%, the most single giving antibiotic is kloranfenikol 5,15%, siprofloksasin 4,46%, combination antibiotic is ampisilin and siprofloksasin 26,80%, ampisilin and kloramfenikol 15,98%, the most givig way is oral combination and injection 82,52%,. Component and therapy cost of typhoid fever patient consist of : antibiotic cost Rp. 87.404,- non antibiotic cost Rp. 104.168,- accommodation and administration Rp.85.131,- visit cost or medician visit consultation Rp. 31.902,- act cost Rp. 25.306 and supporting checking cost Rp. 37.279. Medicine using cost comparison is 51,61% against total therapy cost Rp. 371.189,- Key word : cost analysis, tifoid fever, Puskesmas Tlogosari Kulon
PROFIL METAKOGNISI MAHASISWA PEREMPUAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BANGUN DATAR DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF REFLEKTIF DAN IMPULSIF Sugiyanti, Sugiyanti; Utami, Rizky Esti; Indriana, Kristi
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 5, No 1 (2018): January
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v5i1.144

Abstract

Abstract: This qualitative study described the metacognition of female students with reflective and impulsive cognitive style in solving the problems of plane. The subjects of the study were female students of the fourth semester in Universitas PGRI Semarang period 2016/2017 whom was given the problems of plane. Data collection applies think aloud method. The analysis of data focused on students' metacognitive ability in three steps, i.e. planning, monitoring, and evaluating.This research showed that: 1) metacognitive ability of female mathematics students with impulsive cognitive style in solving the problem was not able to realize the thinking process, causing student has not been able to answer all the given problems with the correct results; and 2) metacognitive ability of female mathematics students with reflective cognitive style in solving the problem was able to realize the thinking process well in the planning, monitoring and evaluating stages, causing subject is able to answer all the given problems with the correct result.Keywords: Profile; Metacognition; Reflective; ImpulsiveAbstrak: Penelitian kualitatif ini mendeskripsikan metakognisi mahasiswa perempuan dengan gaya kognitif reflektif dan impulsif dalam menyelesaikan masalah bangun datar. Subjek penelitian adalah mahasiswa perempuan semester IV Universitas PGRI Semarang periode 2016/2017 yang diberikan soal pemecahan masalah bangun datar. Teknik pengumpulan data menggunakan metode Think Aloud Method. Analisis data difokuskan pada kemampuan metakognitif mahasiswa dalam tiga tahap yaitu perencanaan, pemantauan, dan pengevaluasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kemampuan metakognitif mahasiswa matematika berjenis kelamin perempuan dengan gaya kognitif impulsif dalam pemecahan masalah belum mampu menyadari proses berpikirnya dengan baik, menyebabkan subjek belum mampu menjawab semua permasalahan yang diberikan dengan hasil akhir yang benar; dan 2) kemampuan metakognitif mahasiswa matematika berjenis kelamin perempuan dengan gaya kognitif reflektif dalam pemecahan masalah mampu menyadari proses berpikirnya dengan baik pada tiga tahap metakognitif menyebabkan subjek mampu menjawab semua permasalahan yang diberikan dengan hasil akhir yang benar.Kata kunci: Profil; Metakognisi; Reflektif; Impulsif 
PENGGUNAAN KARTU DOPLAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITASDAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIIIDSMP NEGERI 1 SELOGIRI SEMESTER 1 TAHUN 2014/2015 Sugiyanti, Sugiyanti
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penggunaan Kartu Doplan Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Materi Memahami Sistem Dalam Kehidupan Tumbuhan  Pada Siswa Kelas VIII D SMP Negeri 1 Selogiri Semester 1 Tahun Pelajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini ada 2.a.Tujuan umum adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar Biologimateri memahami sistem dalam  kehidupan tumbuhan  bagi siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Selogiri Tahun Pelajaran 2014/2015. b.Tujuan Khusus adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar Biologimateri memahami sistem dalam  kehidupan tumbuhan  bagi siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Selogiri Tahun Pelajaran 2014/2015 melalui penggunaan Kartu Doplan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus,masing masing siklus 2 kali pertemuan. Pada siklus I pembelajaran dilakukan dengan penggunaan Kartu Doplan secara kelompok tanpa daftar pertanyaan, sedangkan pada siklus II penggunaan Kartu Doplan secara kelompok disertai daftar pertanyaan. Pada masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pertama, penggunaan Kartu Doplan dapat meningkatkan aktivitas belajar Biologi materi memahami sistem dalam  kehidupan tumbuhan  bagi siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Selogiri pada semester 1 tahun pelajaran 2014/2015. Terbukti persentase jumlah siswa dalam kategori aktivitas belajar baik meningkat dari kondisi awal 21,43% menjadi 78,57% pada siklus I dan menjadi 89,29% pada siklus II atau pada kondisi akhir mengalami peningkatan sebesar 67,86% dari kondisi awal. Kedua, penggunaan Kartu Doplan dapat meningkatkan hasil belajar Biologi materi memahami sistem dalam  kehidupan tumbuhan  bagi siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Selogiri pada semester 1 tahun pelajaran 2014/2015. Terbukti persentase ketuntasan belajar siswa meningkat dari kondisi awal 32,14% menjadi 71,43% pada siklus I dan menjadi 96,43% pada siklus II atau pada kondisi akhir mengalami peningkatan sebesar 64,29% dari kondisi awal.
PENGARUH PENERAPAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 46 TAHUN 2013 TERHADAP KEWAJIBAN PERPAJAKAN WAJIB PAJAK DENGAN PEREDARAN BRUTO TERTENTU (Studi Pada KPP Pratama Malang Utara) Sugiyanti, Sugiyanti
Fakultas Ekonomi Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.709 KB)

Abstract

Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 mengatur tentang pajak penghasilan atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh wajib pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu, untuk meningkatkan hasil pajak Indonesia maka diharapkan pelaku UMKM turut melakukan kewajiban dalam pembayaran pajak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 ini terhadap perubahan kewajiban perpajakan bulanan maupun tahunannya bagi Wajib Pajak dengan Peredaran Bruto Tertentu. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian dengan mengunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian ini menggunakan metode non probability sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah kuesioner dan observasi. Metode analisa data yang digunakan adalah menggunakan regresi linear sederhana dengan program SPSS. Hasil uji t membuktikan bahwa variabel Penerapan PP No.46 Tahun 2013 berpengaruh terhadap variabel Kewajiban Perpajakan dengan nilai variabel Penerapan PP No.46 Tahun 2013 sebesar 3,257. Dengan demikian untuk menigkatkan kewajiban perpajakan maka perlu adanya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak Kantor Pelayanan Pajak Malang Utara kepada masyarakat tentang maksud dari penerapan PP No.46 Tahun 2013 sehingga masyarakat lebih memahami alasan pemerintah menerapkan peraturan perpajakan tersebut.
PENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MENGGUNAKAN ALAT-ALAT UKUR MELALUI PENGGUNAAN MEDIA KOMPUTER Sugiyanti, Sugiyanti
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 29, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v29i1.5645

Abstract

Competency of using measurement tools is one of difficult subjects to understand quickly. It was proven by the researcher and the researcher’s partner that the students’ learning achievement has not met the satisfaction yet. There were still many students obtained the score under the passing grade (KKM). Media of learning is an important element in the process of teaching and learning. One of the appropriate media is computer. With this media, the students can show the identification of measurement tools, know the measurement tools, and treat the measurement tools so that it helps the students to understand the subject. This research aims at knowing the improvement of students’ learning achievement in the activities of teaching and learning in using the measurement tools through the media of computer on tenth grade students of TKR 2 SMKN 7 Semarang. This classroom action research was conducted in two cycles. In every cycle, it consists of planning, actuating, observing, and reflecting. The data used in this research are: 1). Quantitative data, which was comparing the result of students’ learning achievement in the cycle I and cycle II. 2). Qualitative data analysis qualitative, in the compared the result of observation on the students’ activities during teaching and learning process and the students’ response or feed back toward the use of computer media in both, cycle I and II. This research resulted that there was improvement on students’ learning activities of 75, 49% (good) in the cycle I and it increased into 86% (very good) in the cycle2. And the students’ response toward the use of computer media in teaching and learning process, it resulted agree in the cycle I and changed into very agree in cycle II. From those data, the researcher concluded that there was significant improvement of students’ learning achievement, in which it was obtained 20% of students passed the KKM in Pre-Cycle, then in the Cycle I, the number of students who passed the KKM reached 40 %, and in the Cycle 2, the students who passed the KKM reached 100 %.
PENGEMBANGAN PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VII SMP Muhtarom, Muhtarom; Nizaruddin, Nizaruddin; Sugiyanti, Sugiyanti
PYTHAGORAS Vol 5, No 1 (2016): PYTHAGORAS JOURNAL
Publisher : PYTHAGORAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.931 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan permainan matematika berupa teka-teki silang(TTS). Perangkat yang dihasilkan meliputi silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP),media pembelajaran berbasis permainan, lembar kerja siswa, assessment serta mengujiefektifitas implementasinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan denganujicoba terbatas dilakukan di SMP N 2 Mranggen. Analisis data menggunakan metode mixmethod, yaitu analisis data kuantitatif dan kualitatif yang dilakukan secara simultan,kemudian dilakukan triangulasi data sehingga diperoleh data yang valid. Hasil validasiterhadap permainan dan perangkat yang dikembangkan adalah valid dan layak digunakandengan sedikit revisi. Lebih lanjut, berdasarkan hasil analisis data penelitian disimpulkanbahwa kategori kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran, aktivitas siswa danrespon siswa terhadap penerapan permainan dalam pembelajaran pada kategori baik. Lebihlanjut, berdasarkan hasil analisis uji perbandingan diperoleh t 9,455 t 1,345 hitung tabel   sehingga rataan hasil posttest lebih baik dibandingkan hasil pretest dan peningkatan hasilbelajar siswa melalui penerapan permainan matematika dalam kategori sedang dengan nilaiN-gain = 0,6563.Kata Kunci: Permainan, Teka-Teki Silang, Perangkat PembelajaranThe purpose of this study was to develop a mathematical game in the form of crosswordpuzzles (TTS). The device includes syllabus, lesson plan (RPP), game-based learning media,student worksheets, assessment and the effectiveness test of its implementation. This type ofresearch was the development of research with limited test conducted at SMP N 2 Mranggen.Data analysis using mixed methods, quantitative and qualitative data analysis were donesimultaneously, then the triangulation of data in order to obtain valid data. The results of thevalidation of the games and devices developed was valid and fit for use with minimalrevision. Furthermore, based on data analysis of the study concluded that the ability ofteachers in the management of learning, student activities and students response to theapplication of games in learning in good categories. Furthermore, based on the analysis ofcomparative test results obtained so that the average post-test better than the results of pretestand improving student learning outcomes through the application of mathematical game inthe medium category with a value of N-gain = 0.6563.Keywords: Games, Puzzle, Learning Device
Pengelolaan Supervisi Akademik oleh Kepala Sekolah di SD Negeri 6 Putatsari Grobogan Sugiyanti, Sugiyanti; Narimo, Sabar
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 11, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the planning, execution, and follow-up of the academic supervision by the principal at SDN 6 Putatsari Grobogan. This research is qualitative. Data collection techniques with interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques to the analysis of the groove. The process of collecting data through data reduction, data presentation, and conclusion. The validity of the data using triangulation, triangulation method, and triangulation of researchers. The results of the research, academic supervision 1. Planning in SD Negeri 6 Putatsari produce, a. Preparation of supervision schedule, b. Preparation of Instrument, c. Compile a list of teachers who would be supervised. 2. Implementation of Academic Supervision in SD Negeri 6 Putatsari, supervisor came to the class with the instruments that have been prepared to make observations of learning while noting the incident in accordance with the instrument. 3. Follow-Up Supervision Academic SD Negeri 6 Putatsari, principal with the teachers held discussions break time in the principal’s office, teachers are given the opportunity to express their opinions about the learning process has been implemented. The headmaster shows the results of further observations provide opportunities for teachers to observe and analyze it.  
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DAN PROBLEM POSING DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA Sugiyanti, Sugiyanti
AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Apakah pembelajaran matematika pada materi kelipatan dan faktor dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) lebih baik daripada pembelajaran dengan pendekatan Problem Posing (2) Apakah peserta didik yang mempunyai gaya belajar visual akan mempunyai prestasi belajar lebih baik dibanding dengan peserta didik yang mempunyai gaya belajar auditorial, peserta didik yang mempunyai gaya belajar visual akan mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dibanding peserta didik yang mempunyai gaya belajar kinestetik, dan peserta didik yang mempunyai gaya belajar auditorial akan mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dibanding peserta didik yang mempunyai gaya belajar kinestetik. (3) Apakah perbedaan prestasi belajar dari masing-masing pendekatan pembelajaran konsisten terhadap masing-masing gaya belajar siswa dan apakah perbedaan antara masing-masing gaya belajar siswa konsisten pada setiap pendekatan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 23. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV (empat) SD Negeri di Kecamatan Grobogan. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 188 orang dengan rincian 97 orang untuk kelas eksperimen 1 dan 91 orang untuk kelas eksperimen 2. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika dan angket gaya belajar siswa. Uji keseimbangan menggunakan uji rerata t, dengan  diperoleh kesimpulan bahwa kedua kelompok eksperimen dalam keadaan seimbang. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett dengan statistik uji Chi Kuadrat. Dengan  diperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Pendekatan pembelajaran RME memberikan prestasi yang sama dengan pendekatan Problem Posing. (2) Terdapat perbedaan efek gaya belajar. Siswa dengan gaya belajar visual memiliki prestasi belajar yang sama dengan siswa yang memiliki gaya belajar auditorial. Siswa dengan gaya belajar visual memiliki prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa dengan gaya belajar kinestetik, dan siswa dengan gaya belajar auditorial memiliki prestasi yang sama dengan siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik. (3) Perbedaan prestasi belajar dari masing-masing metode pembelajaran tidak konsisten terhadap masing-masing gaya belajar siswa dan perbedaan antara masing-masing gaya belajar siswa tidak konsisten pada setiap motode pembelajaran. Pada pembelajaran dengan pendekatan RME, siswa dengan gaya belajar visual memiliki prestasi yang sama baiknya dengan siswa dengan gaya belajar auditorial, siswa dengan gaya belajar visual memiliki prestasi yang lebih baik daripada siswa dengan gaya belajar kinestetik dan siswa dengan gaya belajar auditorial  memiliki prestasi yang sama baiknya dengan siswa dengan gaya belajar kinestetik. Pada pembelajaran dengan pendekatan Problem Posing, semua gaya belajar memberikan prestasi yang sama, baik gaya belajar visual, auditorial maupun kinestetik. Pada siswa dengan gaya belajar visual, pendekatan RME memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada pendekatan Problem Posing, pada siswa dengan gaya belajar auditorial dan kinestetik, pendekatan RME memberikan prestasi belajar sama dengan pendekatan Problem Posing. Kata kunci: Realistic Mathematics Education (RME), Problem Posing, Gaya Belajar Siswa
PEMBELAJARAN DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL JIRAK TERMODIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VII F SMP NEGERI 9 SEMARANG Sugiyanti, Sugiyanti
AKSIOMA Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII F SMP N 9 Semarang melalui pembelajaran dengan permainan jirak termodifikasi. Subjek penelitian tindakan ini adalah siswa siswa kelas VII F semester I SMP Negeri 9 Semarang tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini dirancang dalam dua siklus, masing-masing siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran pembelajaran dengan permainan jirak termodifikasi dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar siswa kelas VII F SMP N 9 Semarang. Hal ini dapat dilihat  pada siklus I kemampuan pemecahan masalah siswa mencapai tingkat baik dan sangat baik pada siklus II.  Persentase ketuntasan klasikal siswa yang semula pada siklus I mencapai 31,25% (10 siswa tuntas) menjadi 100% pada siklus II (32 siswa tuntas). Pembelajaran pembelajaran dengan permainan jirak termodifikasi dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas VII F SMP N 9 Semarang. Hal ini dapat dilihat pada persentase aktivitas siswa yang semula pada siklus I mencapai 65,87% menjadi 85,24% pada siklus II. Kata Kunci: permainan jirak, pemecahan masalah