Hery Suharna
Jurusan Matematika Universitas Khairun Ternate

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PROFIL BERPIKIR REFLEKTIF SISWA SD DALAM PEMECAHAN MASALAH PECAHAN BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA Suharna, Hery; Nusantara, Agung Lukito; Budayasa, I Ketut
EDUKASI Vol 14, No 2 (2016): Edisi Juni 2016
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.84 KB) | DOI: 10.33387/j. edu.v14i2.194

Abstract

The research reveals a profile of reflective thinking of elementary school students in problem solving fractions based on his mathematical abilities. The instruments used in data collection is Test Problem Solving (TPM), interview. Selection of research subjects in a way given test is based on the ability of mathematics, namely mathematical skills of high, medium and low and further categorized and taken at least 2 people to serve as subjects. The research objective is: describe the profile of reflective thinking that math skills of elementary school students High, medium, and low. Based on the results of the study found reflective thinking profile and high ability students were as follows: (a) the step to understand the problems students have information/knowledge or data that is used to respond, comes from inside (internal) and can explain what has been done; (B) the planned step problem solving students have information/knowledge or data that is used to respond, comes from inside (internal) and can explain what has been done; (C) on measures to implement the plan in terms of information/knowledge or data used by students to respond, comes from inside (internal), could explain what has been done, realized the error and fix it, and communicate ideas with a symbol or image, and (d) the checking step back, namely information/knowledge or data that is used by students to respond, comes from inside (internal) and can explain what has been done. Profile of reflective thinking ability students lowly mathematics, namely: (a) at the stage of understanding the problem, students can determine known and asked in the problem, but the students' difficulties to explain the identification of the facts that have been done, the students explained the understanding vocabulary, and feel of existing data the matter is enough; (B) at the stage of implementing the plan, the students explained, organize and represent data on the issue, describes how to select the operation in solving a problem though students are not sure, and students' difficulty in explaining what he had done; (C) at the stage of implementing the plan, the student has information on calculation skills although the answer is not correct. Students difficulty in explaining about the skills calculations have been done, trying to communicate their ideas in the form of symbols or images, even if students rather difficult to describe, and realized there was an error when using a calculation skills and improve it; (D) at the stage of check, students' difficulties in explaining whether obtained estimates it approached, it makes senseKeywords: reflective thinking, problem solving, fractions, and math skills.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI MODELPEMBELAJARANBERBASISMASALAH DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATERI RELASI umanailo, safina; Suharna, Hery; Afandi, Ahmad
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.127 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v7i1.1235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui model pembelajaran berbasis masalah danperbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui model pembelajaran berbasis masalah dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian eksperimen tipe pretest-posttest control group design.Sampel dalam penelitian ini adalah 60 siswa yang tersebar dalam dua kelas.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualifikasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, uji normalitas dan homogenitas. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh, kualifikasi sangat baik 14 siswa, kualifikasi baik 3 siswa, kualifikasi cukup 2 siswa dan kualifikasi kurang 1 siswa.Dari hasil perhitungan, diperoleh data berdistribusi normal dan tidak homogen, sehingga statistik uji yang digunakan adalah statistik uji parametrik dengan menggunakan uji t? , dengan thitung = 2,18 dan ttabel = 2,000 maka thitung ?ttabel atau 2,18 ? 2,000 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Maba.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) pada Materi Lingkaran Djuanda, Muksin; Hairun, Yahya; Suharna, Hery
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.368 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model pembelajaran NHT, 2) Apakah terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi lingkaran setelah di terapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT, 3) Bagaimana peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi lingkaran setelah diterapakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Pre-xsperimental Design dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini menggunakan satu kelas yaitu kelas yang diterapkan model NHT. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kota Ternate yang tersebar dalam 9 kelas dengan jumlah populasi 288 siswa. Dari kelas yang ada, kelas yang dijadikan sebagai sampel penelitian yaitu kelas VIII-E yang akan diberi perlakuan model NHT. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah berupa soal tes uraian yang berjumlah 3 soal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaranNHTdiperoleh 39% (9 orang) di kualifikasikan sangat baik, 30% (7 orang) baik, 13% (3 orang) cukup, 9% (2 orang) kurang, dan gagal 9% (2 orang), 2) Terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa setelah di terapkan Model pembelajaran Number Head Together (NHT) pada materi lingkaran, untuk uji normalitas data tes akhir dengan menggunakan programsofwareSpss diperolehsig. 0,054 > nilai ? = 0,05, artinya data atau sampelnya berdistribusi normal, sehingga digunakanuji statistik parametrik yaitu uji t. Dengandemikian berdasarkan nilai thitung = 3,200 ttabel = 2,080 karna maka kesimpulannya Ho ditolak dan H1 diterima artinya terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi  sistem persamaan linear dua variabel melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT, 3) Peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VIII-E SMP Negeri 1 Kota ternate setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) yaitu 0,58 yang diinterpretasikan sedang. Kata Kunci:Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa, Pembelajaran Kooperatif TipeNumbered Head Together (NHT)
BERPIKIR SEMANTIK (SEMANTIC THINKING) SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Gampa, Marwan La; Suharna, Hery; Angkotasan, Nurma
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.341 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v8i2.1373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat berpikir semantik (semantic thinking)siswa dalam pemecahan masalah matematis. penelitian ini merupakan jenis penelitian eksploratif dengan pendekatan deskripsi kualitatif, subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP N 14 HALMAHERA SELATAN, dalam pemilihan subjek peneliti melakukan tes kemampuan matematika, hasil tes tersebut dikategorikan menjadi kategori tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data penelitian ini adalah tugas pemecahan masalah (tpm), wawaancara, dan rekaman think out load. Analisis dalam penelitian ini adalah mentranskip data verbal yang dikumpulkan, kategorisasi data, mereduki data, memeriksa keabsahan data/ triangulasi data, menelaah data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan Hasil penelitian dari masing-masing kategori pertama kemampuan matematika tinggi: Berpikir semantik siswa dalam menyelesaikan pemecahan masalah matematis dimulai dari informasi/pengetahuan yang digunakan untuk merespon berasal dari dalam diri terhadap fenomena ? fenomena yang memerlukan jawaban fakta dan mencari jawaban sendiri dari persoalan yang diangkat, menyadari kesalahan dan memperbaikinya, dan mengkomunikasikan ide dengan simbol atau gambar.Kedua kemampuan matematika sedang: Berpikir semantik siswa dalam menyelesaikan pemecahan masalah matematis dimulai dariinformasi/pengetahuan yang digunakan untuk merespon berasal dari dalam diri (internal), menjelaskan yang telah dilakukan terkait lambang atau simbol, dan mengkomunikasikan ide dengan simbol atau gambar yang selaras.Ketiga kemampuan matematika rendah: Berpikir semantik siswa dalam menyelesaikan pemecahan masalah matematis dimulai dariinformasi/pengetahuan yang digunakan untuk merespon berasal dari dalam diri, kemudian menyusun lambang atau simbol dan merepsentasikan data. Kata kunci : Berpikir Semantik dan Pemecahan Masalah matematis