Articles

OPTIMASI QUERY SEDERHANA GUNA KECEPATAN QUERY PADA DATABASE SERVER Atma, Yeyen Dwi; Suhartati, Suhartati
METIK JURNAL Vol 1 No 1 (2017): METIK Jurnal
Publisher : LP3M Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi sebagai keluaran sebuah aplikasi akan sangat berguna jika memenuhi tiga aspek dalam kualitas yaitu relevan, akurat dan tepat waktu. Untuk mencapai kualitas dan menyesuaikan dengan tuntutan jaman yang serba cepat maka diperlukan optimasi yang baik dalam menampilkan data kembali. Pernyataan SQL dapat digunakan untuk mengambil data dari database manapun. Untuk mendapatkan hasil yang sama kita perlu menulis query SQL yang berbeda. Untuk kinerja yang lebih baik, perlu menggunakan kueri terbaik, cepat, dan efisien. Jadi kita perlu query SQL tuning berdasarkan kebutuhan bisnis dan pengguna. Makalah ini membahas bagaimana query SQL dapat dioptimalkan untuk kinerja yang lebih baik. Dalam tulisan ini tidak fokus mendalam tentang database tapi penggunaan dan trik query sederhana yang bisa diterapkan untuk mendapatkan keuntungan kinerja secara optimal.
STRATEGIS SISTEM INFORMASI PADA INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI DENGAN MENGGUNAKAN KERANGKA FRAMEWORK, ANALISIS PEST DAN SWOT Atma, Yeyen Dwi; Suhartati, Suhartati
METIK JURNAL Vol 1 No 1 (2017): METIK Jurnal
Publisher : LP3M Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak institusi pendidikan tinggi melakukan pengembangan teknologi informasi hanya berdasarkan apa yang mereka percayai atau rekomendasi dari kolega atau vendor. Tidak semua perguruan tinggi paham dan mengerti bagaimana melakukan pengembangan SI/TI dilembaganya, hal ini dikarenakan tidak semua perguruan tinggi bidang keilmuannya berbasis SI/TI. Pengembangan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SI/TI) membutuhkan perencanaan yang matang untuk menghindari kerugian yang lebih besar dari sisi finansial dan investasi. Pengembangan SI/TI yang tidak sistematis akan terkesan tambal sulam, hanya memenuhi kebutuhan sesaat, tidak ada skala prioritas dan tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis Perguruan Tinggi baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Perencanaan strategis sistem informasi merupakan pendekatan sistematis mengenai apa yang dianggap paling efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan informasi. Pendekatan strategis sistem informasi yang dikemukakan oleh John Ward and Joe Peppard (2002) yang akan mendasari penulisan ini dengan menggunakan kerangka Framework dan analisys PEST serta SWOT. Hasil analisis ini diharapkan akan menjadi kerangka acuan perencanaan strategis yang merujuk kepada rencana bisnis setiap perguruan Tinggi.
MITOS DAN REALITAS PERANGKAT LUNAK DARI BERBAGAI SUDUT PANDANG Suhartati, Suhartati
METIK JURNAL Vol 1 No 1 (2017): METIK Jurnal
Publisher : LP3M Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Software merupakan salah satu unsur dalam terbentuknya sistem komputer yang memiliki peran penting terjadinya komunikasi antara brainware dan hardware. Definisi software adalah (1) instruksi (program komputer) yang bila dieksekusi memberikan fungsi tertentu dan proses kerja, (2)  program yang memanipulasi struktur data yang layak menjadi informasi, (3) program yang menggambarkan operasi dokumen. Software memiliki karakteristik  bisa dikembangkan, tidak aus, tidak rentan terhadap pengaruh lingkungan, dibangun menyesuaikan kebutuhan user. Software terbagi menjadi 3 bagian yaitu: software sistem operasi, software real time yang berguna untuk monitoring, software aplikasi bisnis, software rekayasa dan ilmiah, software yang tertanam pada perangkat keras, software kecerdasan buatan. Software memiliki peran ganda yaitu sebagai produk dan sebagai jalan untuk membuat produk. Terdapat beberapa mitos software yaitu mitos bagi manajamen, bagi pelanggan, bagi praktisi.
ANALISIS FAKTOR PENENTU KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP LAYANAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING PADA STMIK BALIKPAPAN Suhartati, Suhartati; Sunarto, Lana
METIK JURNAL Vol 2 No 1 (2018): METIK Jurnal
Publisher : LP3M Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan dosen dalam memberikan layanan pendidikan berupa layanan proses belajar mengajar ditentukan oleh kualitas layanan yang diberikan. Untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan dapat diukur dengan memuaskan mahasiswa sebagai custumernya. Pengukuran kualitas layanan merupakan elemen penting untuk memberikan layanan yang lebih baik, lebih efisien dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penentu kepuasan mahasiswa terhadap layanan proses belajar mengajar. Data dikumpulkan melalui penyebaran questioner kapada ±300 mahasiswa aktif STMIK Balikpapan. Untuk pengolahan datanya menggunakan salah satu metode dalam Sistem Pengambilan Keputusan (SPK) yaitu Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini dipilih karena metode ini mampu melakukan seleksi terhadap alternative ? alternative terbaik dari sejumlah alternative. Terdapat sepuluh kriteria yang dipakai dalam penelitian ini diantaranya : Gaya mengajar, kemampuan berkomunikasi, penguasaan materi, kesiapan dan terorganisir,  Antusiasme Yang Dinamis,  Kepedulian Pribadi Terhadap Mahasiswa, Ketrampilan Berinteraksi,  Fleksibilitas dan Kreativitas serta Keterbukaan, Kepribadian yang kuat dan komitmen. Dari kriteria tersebut akan dipadukan dengan faktor penentu kualitas layanan Jasa Diantaranya :Kehandalan (Reliability), Bukti Langsung (Tanggible), Daya Tangkap (Responsiveness), Jaminan (Assurance), dan Empati (Empatthy). Kemudian dilakukan penilaian oleh mahasiswa menggunakan skala linkert dengan bobot yang telah ditentukan. Dari perhitungan penilaian tersebut  maka diperoleh hasil bahwa nilai terbesar terdapat pada V3 dan V9 = 15.99, sehingga alternative A3=Penguasaan Materi dan A9 = Kepribadian Yang Kuat adalah alternative yang terpilih sebagai alternative terbaik.
PEMBELAJARAN KONSEP GEOMETRI DENGAN MODEL ADVANCE ORGANIZER PADA SMP NEGERI 3 BANDA ACEH Suhartati, Suhartati
Jurnal Mentari Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geometri merupakan bagian dari matematika yang selama ini mendapat sorotan karena rendahnya prestasi yang diperoleh siswa mulai dari siswa Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah  Lanjutan. Demikian juga yang terjadi di SMP Negeri 3 Banda Aceh. Oleh karena itu, melalui penelitian ini dicoba menerapkan model pembelajaran advance organizer pada pembelajaran konsep segi empat dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan hal-hal berikut: (1) Aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran yang dilaksanakan dengan model advance organizer, (2) Tanggapan siswa terhadap kegiatan dengan model model advance organizer, (3) Tingkat pencapaian hasil belajar siswa tentang konsep geometri yang diperoleh melalui pembelajaran dengan model advance organizer, dan (4) Ketuntasan belajar siswa pada konsep geometri yang dicapai dengan model. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan model pembelajaran Advance Organizer melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajar  dan guru kreatif dalam kegiatan mengajar, (2) Siswa umumnya merasa senang dan berminat untuk mengikuti pembelajaran berikutnya dengan model pembelajaran Advance Organizer, (3) Melalui penerapan model pembelajaran Advance Organizer, penguasaan materi Segi empat siswa mencapai tingkat sedang, dan (4) Penerapan model pembelajaran Advance Organizer pada materi Segiempat telah mewujudkan tercapainya ketuntasan belajar secara klasikal   Kata kunci : Advance organizer,  konsep Geometri     Geometry is a part of mathematics that has been under the spotlight because of the low achievements of students ranging from elementary school students to high school. The same thing happened in SMP Negeri 3 Banda Aceh. Therefore, through this study attempted to apply the learning model advance organizer on learning concepts rectangle in order to identify and describe the following: (1) activities of teachers and students in learning models implemented with advance organizer, (2) student response the activities of the advance organizer model model, (3) level of student achievement on geometry concepts obtained through learning with models advance organizer, and (4) the concept of mastery learning students achieved with the model geometry. The data obtained were analyzed using descriptive statistics. The results showed that: (1) Application of Advance Organizer model of learning actively engages students in learning activities and creative teachers in teaching activities, (2) Students generally get excited and interested in learning to follow next with Advance Organizer learning model, (3) Through the application of Advance Organizer model of learning, mastery of the material aspect of four students reach moderate levels, and (4) application of learning model Quadrilateral Advance Organizer on the material achievement of mastery learning was manifest in the classical Keywords: Advance organizer, the concept of Geometry  
Effect of Papaya Seed Extract (Carica papaya Linn.) on Glucose Transporter 4 (GLUT 4) Expression of Skeletal Muscle Tissue in Diabetic Mice Induced by High Fructose Diet Wulansari, Devyani Diah; Basori, Achmad; Suhartati, Suhartati
Majalah Obat Tradisional Vol 22, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.683 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.27926

Abstract

Ethnobotany surveys show that papaya seeds are widely used as herbs for the management of some diseases such as abdominal discomfort, pain, malaria, diabetes, obesity, and infection. This research was conducted to analyze the effect of papaya seed extract on GLUT4 expression on skeletal muscle tissue of DM type II model induced by high fructose diet. This study used 24 animals, divided into 4 groups of negative control group, treated with papaya seed extract 100 mg / kgBB, 200 mg / kgBW and 300 mg / kgBW, was adapted for 14 days then induced by fructose solution 20% Orally with a dose of 1.86 grams / kgBB for 56 days. The treatment group was given papaya seed extract in accordance with the dose of each group for 14 days. GDP levels was measured using a spectrophotometer. Skeletal muscle tissue is used on the gastrocnemius part. GLUT4 expression was measured through a Immunoreactive Score (IRS) method with immunohistochemical staining using GLUT4 polyclonal antibodies. Comparative test results showed that there were significant differences between groups (p <0.05) in final GDP variables and GLUT4 expression. Pearson correlation test results show that the value p = 0.001, meaning there is a significant relationship between GLUT4 expression with final GDP levels. The result of simple linear regression analysis showed that p = 0,000 (<0,05), meaning that dose of papaya seed extract had a significant influence on GLUT4 expression.
Secang (Caesalpinia sappan L.) : Tumbuhan Herbal Kaya Antioksidan Sari, Ramdana; Suhartati, Suhartati
Buletin Eboni Vol 13, No 1 (2016): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secang merupakan jenis tumbuhan herbal yang digunakan oleh masyarakat sebagai campuran air minum sehari-hari. Serpihan batang secang dimasukkan ke dalam air minum menjadikan air berwarna kemerahan. Tumbuhan ini mengandung senyawa flavonoid dan terpenoid yang bermanfaat sebagai antioksidan. Indeks antioksidatif ekstrak kayu secang lebih tinggi daripada antioksidan komersial, dapat menangkal radikal bebas oksidatif. Radikal bebas dapat merusak sel-sel tubuh dengan menyerang lipid, protein, enzim, karbohidrat dan DNA. Secang juga bermanfaat sebagai ramuan obat tradisional untuk pengobatan berbagai penyakit kronis dan degeneratf. Pemanfaatan bahan alami dapat menghasilkan residu yang lebih mudah terdegradasi dibandingkan bahan sintetik, serta efek samping dapat diminimalisir. Oleh karena itu, secang berpotensi sebagai minuman herbal  untuk kesehatan dan pengobatan.
APLIKASI INOKULUM EM-4 DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SENGON Suhartati, Suhartati
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Media pembibitan yang diaplikasikan dengan inokulum mikroba diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang lama fermentasi inokulum EM-4 yang terbaik untuk pertumbuhan   bibit tanaman sengon (Parasereanthes falcataria (L.) Nielsen di persemaian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-September 2006, di lokasi persemaian Balai Penelitian Kehutanan (BPK)   Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan lima perlakuan lama waktu fermentasi yaitu : F0  = tanpa fermentasi (kontrol); F1   = fermentasi selama 3 hari;  F2    =  fermentasi selama 6 hari; F3    =  fermentasi selama 9 hari; F4  = fermentasi selama 12 hari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan bibit tanaman, meliputi tinggi, diameter batang, dan jumlah daun.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aplikasi EM-4 dapat meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman sengon di persemaian. Perlakuan yang menghasilkan pertumbuhan optimal adalah media pembibitan yang difermentasi selama 6 hari. Pertumbuhan dari semua perlakuan meningkat sampai periode kedua, namun periode berikutnya media yang tidak difermentasi menunjukkan pertumbuhan yang agak lambat dibanding dengan media yang difermentasi.
PENGARUH BERBAGAI JENIS MATERIAL BOKASHI SEBAGAI MEDIA PEMBIBITAN GMELINA Suhartati, Suhartati; Rahmayanti, Syofia
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang besarnya pengaruh jenis material bokashi dan persentase bokashi terbaik sebagai campuran media   untuk pertumbuhan bibit gmelina (Gmelina arborea Roxb.) di persemaian.   Penelitian dilaksanakan di persemaian PT  Inhutani I  Gowa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan analisis faktorial. Faktor pertama adalah jenis material bokashi: jerami, sekam, kirinyu, dan   faktor kedua adalah persentase bokashi: 20%,  40%,  dan 60%.  Parameter yang diamati adalah tinggi bibit tanaman, diameter batang, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis material bokashi  yang terbaik adalah bokashi sekam, disusul bokashi kirinyu dan jerami. Persentase bokashi yang lebih efisien digunakan sebagai media pembibitan  gmelina adalah 40% bokashi.  Interaksi perlakuan  yang memberikan hasil pertumbuhan yang optimal adalah penggunaan 40% bokashi sekam,  yaitu menghasilkan pertumbuhan tinggi 45,16 cm, diameter 5,40 mm, dan jumlah daun sebanyak 19 helai, pada bibit gmelina umur tiga bulan di persemaian.
POLA AGROFORESTRY TANAMAN PENGHASIL GAHARU DAN KELAPA SAWIT Suhartati, Suhartati; Wahyudi, Agus
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPengembangan tanaman penghasil gaharu (Aquilaria malacensis Lamk.) di areal perkebunan kelapa sawit merupakan sistem agroforestry yang perlu diketahui pola tanamnya yang tepat, terutama jarak tanam yang optimal antara tanaman penghasil gaharu dan pohon kelapa sawit.  Jarak tanam berkaitan dengan  intensitas cahaya,  semakin jauh jarak tanaman penghasil gaharu dari pohon kelapa sawit, maka  intensitas cahaya yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman penghasil gaharu semakin besar, sebaliknya tingkat naungannya berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  jarak tanam yang  tepat antara tanaman penghasil gaharu dan pohon kelapa sawit, sehingga tanaman penghasil gaharu dapat tumbuh optimal di areal perkebunan kelapa sawit. Plot ujicoba berlokasi di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Berblok  dengan tiga perlakuan jarak tanaman penghasil gaharu dari pohon kelapa sawit,  yaitu jarak 2 m, 3 m, dan 4 m. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan tanaman penghasil gaharu, meliputi tinggi tanaman,  diameter batang,  persentase hidup  serta kondisi iklim mikro dan biofisik lapangan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan  jarak tanaman penghasil gaharu dari  pohon kelapa sawit belum menunjukkan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan  tanaman penghasil gaharu  sampai umur  24 bulan.  Pengaruh  nyata  terlihat  pada umur 30 bulan, dimana  jarak tanam yang optimal adalah  4 m dengan rerata pertumbuhan  tinggi 235,0 cm dan diameter batang 32,0 mm.