Articles

Found 31 Documents
Search

Analisa Magnetoresistance Berbasis Lapisan Tipis Giant Magnetoresistance (GMR) Pada Nanopartikel Cobalt Ferrite (CoFe2O4) Dilapisi Polyethylen Glicol (PEG) Susanti, Novi; Suharyadi, Edi
Jurnal Fisika Indonesia Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3010.008 KB) | DOI: 10.22146/jfi.27955

Abstract

Telah dilakukan pengukuran magnetoresistance pada lapisan tipis spin valve GMR yang memiliki struktur CoFeB/Cu/CoFe/MnIr dengan memvariasikan ketebalan lapisan barrier Cu (2,2 dan 2,8 nm) dan free layer CoFeB (7 dan 10 nm) menggunakan System Four Point Probe Method (SFPPM) pada medan eksternal 0 600 gauss. Dihasilkan perubahan range resistansi (69,29-71,74) ? untuk Cu 2,2 nm dan (38,5-40,47) ? untuk ketebalan Cu 2,8 nm. Pada variasi ketebalan CoFeB dihasilkan perubahan range resistansi untuk ketebalan 7 nm dan 10 nm masing masing adalah (38,74-41,11) ? dan (69,29-71,74) ?. Selanjutnya lapisan tipis digunakan sebagai sensor magnetik untuk mendeteksi kehadiran nanopartikel CoFe2O4, CoFe2O4 yang dimodifikasi PEG dan CoFe2O4 termodifikasi PEG yang telah mengikat biomolekul formalin. Terjadi pergeseran nilai resistansi ketika lapisan tipis dilapisi nanopartikel magnetik tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa lapisan tipis GMR mampu mendeteksi prilaku spin pada nanopartikel magnetik CoFe2O4. 
Kajian Pengaruh Lapisan Nanopartikel Cobalt Ferrite (CoFe2O4) Terhadap Pergeseran Sudut Surface Plasmon Resonance (SPR) Menggunakan Konfigurasi Kretschmann-Perak Termodifikasi Di Bawah Pengaruh Medan Magnet Luar Mayasari, Rina Dewi; Nuryadi, Ratno; Suharyadi, Edi; Abraha, Kamsul
Jurnal Fisika Indonesia Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.139 KB) | DOI: 10.22146/jfi.27914

Abstract

Pergeseran sudut surface plasmon resonance (SPR) pada konfigurasi Kretschmann-perak termodifikasi oleh nanopartikel cobalt ferrite (CoFe2O4) telah dikaji secara eksperimen di bawah pengaruh medan magnet. Tiga sampel nanopartikel CoFe2O4 dengan ukuran partikel yang berbeda, yaitu 1,68 nm untuk sampel A; 1,95 nm untuk sampel B; dan 5,87 untuk sampel C, disintesis dengan metode kopresipitasi. Pendeposisian tiga sampel menggeser sudut SPR referensi (prisma/Ag) dengan nilai yang berbeda-beda, yaitu sebesar 0,10°; 0,10°; dan 0,30°, dengan ketidakpastian masing-masing sebesar ±0,05° untuk sampel A, B, dan C secara berturut-turut. Setelah dikenai medan magnet luar,sudut SPR bergeser lagi sejauh 0,30° untuk sampel A dan B, dan 0,5° untuk sampel C, dengan ketidakpastian masing-masing sebesar ±0,05°. Selain itu, perbedaan dua arah medan magnet terkonfirmasi bahwa pergeseran sudut SPR memiliki nilai yang berbeda, yaitu 0,3°±0,05° dan 0,6°±0,05°. Respon nanopartikel CoFe2O4 pada pergeseran sudut SPR memberikan potensi sebagai smart materials pada sistem SPR
Pengukuran Magnetoresistance Berbasis Lapisan Tipis Giant-Magnetoresistance (GMR) Pada Polyethylen Glicol (PEG)-Coated-Nanopartikel Magnetit (Fe3O4) (Halaman 5 s.d. 8) Musa Rampengan, Alfrie; -, Ma?arif; Nuzully, Seveny; Kato, Takeshi; Iwata, Satoshi; Suharyadi, Edi
Jurnal Fisika Indonesia Vol 17, No 49 (2013)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.887 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24404

Abstract

Telah dilakukan pengujian Magnetoresitance berbasis lapisan tipis Giant-Magnetoresistance (GMR) pada Plyethylen Glicol (PEG)-coated-nanopartikel magnetit (Fe3O4). Penambahan lapisan nanopartikel magnetit Fe3O4 dan lapisan nanopartikel magnetit Fe3O4 yang dimodifikasi dengan PEG menyebabkan pergeseran nilai resistance pada lapisan tipis GMR dan mempengaruhi pergerakan domain-wall free layer FeCoB seiring dengan bertambahnya medan eksternal. Hasil ini ditunjukkan dengan pergeseran nilai resistansi sebesar ± 55,5 %, sebelum dan setelah dilapisi oleh nanopartikel magnetit Fe3O4. Resistansi ± 45,6 %, sebelum dan setelah dilapisi oleh nanopartikel magnetit Fe3O4 yang dimodifikasi dengan PEG.
Studi Penurunan Kadar Logam Fe dan Co pada Limbah Cair dengan Sistem Purifikasi Berbasis Adsorben Nanopartikel Magnetik Fe3O4 (Halaman 16 s.d. 19) Sartika, Dewi; Puji A., Fitri; Suharyadi, Edi
Jurnal Fisika Indonesia Vol 18, No 52 (2014)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.918 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24398

Abstract

Proses purifikasi limbah cair mengandung logam Fe dan Co dengan menggunakan adsorben nanopartikel magnetik Fe3O4 berukuran 14,5 nm telah dilakukan. Pada konsentrasi Fe3O4 0,01 g/ml,  kadar logam Co dan Fe mengalami penurunan lebih besar daripada konsentrasi Fe3O4 0,008 g/ml, yaitu  masing-masing sebesar 71% dan 99%. Penurunan kadar logam Co dan Fe juga terserap secara efektif oleh adsorben dengan ukuran partikel 11,5 nm daripada yang berukuran 14,5 nm yaitu masing-masing Co dan Fe sebesar 99,855% dan 100%. Pada proses adsorpsi kedua (amplifikasi) kadar logam Co dan Fe mengalami penurunan secara maksimal yaitu sebesar 100%.
Sintesis Nanopartikel Manganese Ferrite (MnFe2O4) dengan Metode Kopresipitasi dan Karakterisasi Sifat Kemagnetannya (Halaman 1 s.d. 7) Dewi Tawainella, Rosita; Riana, Yuni; Fatayati, Rusliana; -, Amelliya; Kato, Takeshi; Iwata, Satoshi; Suharyadi, Edi
Jurnal Fisika Indonesia Vol 18, No 52 (2014)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.433 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24395

Abstract

Telah disintesis nanopartikel magnetit dengan berbagai ukuran butir yang berbeda yang berasal dari bahan MnSO4H2O dan FeCl3.6H2O  dengan metode kopresipitasi dengan memvariasi parameter suhu dan konsentrasi NaOH. Struktur dan ukuran partikel hasil analisa X-Ray Diffraction (XRD) dan Transmission Electron Microscopy (TEM) menunjukkan bahwa nanopartikel mengkristal dengan baik dan ada ketergantungan ukuran butir nanopartikel terhadap dua variasi parameter sintesis tersebut. Ukuran butir yang dihitung menggunakan persamaan Scherrer menunjukkan bahwa ukuran butir meningkat seiring peninggkatan suhu dan berkurangnya konsentrasi NaOH. Sifat kemagnetan MnFe2O4 hasil analisa Vibrating Sample Magnetometer (VSM). Sampel dengan variasi konsentrasi NaOH, semakin kecil ukuran butir nanopartikel, medan koersivitasnya semakin rendah. Sementara untuk sampel dengan variasi suhu, semakin kecil ukuran butir, medan koersivitasnya semakin tinggi. Hasil VSM juga menunjukkan bahwa semakin tinggi kristalinitas sampel, nilai magnetisasi saturasinya semakin tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ukuran butir dan kehadiran fasa pengotor hematit (?-Fe2O3) mempengaruhi sifat kemagnetan nanopartikel MnFe2O4. 
Pengukuran Tetapan Suseptibilitas pada Polyethylene Glycol (PEG-4000) Coated- Nanopartikel Magnetik Cobalt Ferrite (CoFe2O4) (Halaman 50 s.d. 54) Eka Siswanto, Rizki; Suharyadi, Edi
Jurnal Fisika Indonesia Vol 18, No 53 (2014)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.622 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24389

Abstract

Telah dikaji pengukuran tetapan suseptibilitas nanopartikel magnetik cobalt ferrite (CoFe2O4) yang telah dilapisi polietilen glikol (PEG-4000) dengan konsentrasi berturut-turut 25%, 33%, 50%, 66%, 75%  menggunakan metode Gouy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CoFe2O4 memiliki suseptibilitas yang baik. Nilai tetapan suseptibilitas magnetik CoFe2O4 dipengaruhi konsentrasi pelapisan PEG-4000. Semakin besar konsentrasi PEG-4000 yang diberikan, nilai tetapan suseptibilitas magnetik CoFe2O4 semakin kecil. Hasil pengukuran tetapan susebtibilitas berdasarkan konsentrasi pelapisan PEG-4000 berturut-turut (3,9 ± 0,2) 10-7 m3 /Kg; (2,4 ± 0,3) 10-7 m3 /Kg; (2,1 ± 0,2) 10-7 m3 /Kg; (0,90 ± 0,03) 10-7 m3 /Kg; (0,40 ± 0,03) 10-7 m3 /Kg.
Kajian Sifat Kemagnetan pada Nanopartikel Cobalt Ferrite (CoFe2O4) yang dicoating dengan Polyethylene Glykol ( PEG-4000) dan Silika (Halaman 103 s.d. 107) -, Sulanjari; Noor Santi, Winda; Ayu Artanti, Annisa; Suharyadi, Edi; Kato, Takeshi; Iwata, Satosi
Jurnal Fisika Indonesia Vol 18, No 54 (2014)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.473 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24383

Abstract

Telah dilakukan fungsionalisasi CoFe2O4  menggunakan Polyethylene Glykol (PEG-4000) dan Silika. Nanopartikel  CoFe2O4 disintesis menggunakan metode kopresipitasi. Hasil sintesis yang berbentuk serbuk dicoating menggunakan PEG-4000. Kemudian dengan melakukan variasi  konsentrasi PEG-4000, telah diperoleh koersivitas terendah pada konsentrasi 33%. Muncul fasa baru pada CoFe2O4 setelah dicoating PEG-4000, yaitu  yang bersifat antiferromagnetik dan  yang bersifat paramagnetik. Kedua fasa ini menurunkan respon sampel terhadap medan eksternal. Coating PEG juga menyebabkan berkurangnya aglomerasi dan bentuknya lebih bulat. Ukuran butir sampel setelah dicoating meningkat, karena sampel cenderung polidispersif. Selanjutnya, penelitian yang kedua melakukan variasi  konsentrasi silika untuk pengcoatingan CoFe2O4. Nilai koersivitas terendah pada konsentrasi 50%. Muncul puncak difraksi baru setelah dicoating silica, yaitu: (331) pada konsentrasi 20% dan (222) pada konsentrasi 5%. Volume fasa ?-Fe2O3 menurun ketika konsentrasi silika dinaikkan. Ukuran sampel pada konsentrasi 5% lebih kecil dibandingkan pada konsentrasi 20%. 
Kajian Sifat Dielektrik pada Lempeng Nanopartikel Magnetit (Fe3O4) yang dienkapsulasi dengan Polyvinyl Alcohol (PVA) (Halaman 34 s.d. 37) -, Mustawarman; -, Heriansyah; Suharyadi, Edi
Jurnal Fisika Indonesia Vol 19, No 55 (2015)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.969 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24370

Abstract

Telah dilakukan sintesis nanopartikel Fe3O4 yang kemudian dienkapsulasi dengan Polyvinyl alcohol (PVA) dengan perbandingan 1:0, 1:3, 1:4, 1:5 dan 1:6 menggunakan metode kopresipitasi. Pengukuran dilakukan menggunakan sistem spektroskopi impedansi terkomputerisasi pada wilayah frekuensi 10 kHz  hingga 120 kHz untuk mengetahui sifat dielektrik dari nanopartikel. Hasil pengukuran sifat dielektrik menunjukkan nilai permitivitas dielektrik pada seluruh sampel mengalami penurunan dengan bertambahnya frekuensi. Penambahan PVA mempengaruhi sifat dielektrik dari nanopartikel Fe3O4. Nilai permitivitas dielektrik riil  seluruh sampel secara berturut-turut pada frekuensi 10 kHz yaitu 522, 212, 36, 234 dan 692.  Nilai permitivitas dielektrik yang paling baik adalah nanopartikel Fe3O4+PVA (1:6 ) sehingga dapat digunakan untuk aplikasi biosensor Surface Plasmon Resonance(SPR) sebagai bahan aktif untuk meningkatkan sensitifitas sensor dan mengikat biomolekuler.
Adsorpsi Logam Tembaga (Cu), Besi (Fe), dan Nikel (Ni) dalam Limbah Cair Buatan Menggunakan Nanopartikel Cobalt Ferrite (CoFe2O4) (Halaman 23 s.d. 27) Amor Nurdila, Femila; Sumawati Asri, Nining; Suharyadi, Edi
Jurnal Fisika Indonesia Vol 19, No 55 (2015)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.131 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24368

Abstract

Nanopartikel CoFe2O4 telah berhasil disintesis menggunakan metode kopresipitasi dan digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan kadar logam Cu, Fe, dan Ni dalam limbah cair buatan. Pengaruh suhu, lama pengadukan, readsorpsi dan pelapisan adsorben dengan Polyethylen glycol terhadap penurunan kadar logam telah dilakukan dalam penelitian ini. Prosentase penurunan kadar logam Cu, Fe, Ni diketahui meningkat dengan peningkatan suhu dan lama pengadukan namun tidak signifikan. Penurunan kadar logam maksimum untuk logam Cu dan Ni  terjadi pada suhu 60oC yaitu 99,70% dan 99,94%. Pengaruh lama pengadukan terhadap adsorpsi maksimum logam Cu pada 5 jam, sedangkan logam Ni terjadi pada 3 jam. Adsorpsi logam Fe tidak terpengaruh signifikan oleh perubahan suhu dan lama pengadukan. Peningkatan adsorpsi logam juga tampak saat dilakukan proses pengulangan (readsorpsi) namun ketika adsorben dilapisi dengan, Polyethylen glycol (PEG-4000) adsorpsi logam menurun. Hasil penilitian ini mengindikasikan bahwa CoFe2O4 dapat digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan kadar logam Cu, Fe, dan Ni dalam limbah cair.  
Sintesis Nanopartikel Nickel Ferrite (NiFe2O4) dengan Metode Kopresipitasi dan Karakterisasi Sifat Kemagnetannya (Halaman 20 s.d. 25) -, Muflihatun; Shofiah, Siti; Suharyadi, Edi
Jurnal Fisika Indonesia Vol 19, No 56 (2015)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.517 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24353

Abstract

Nanopartikel Nikel Ferit (NiFe2O4) telah disintesis dengan metode kopresipitasi dengan memvariasi konsentrasi NaOH dan suhu sintesis. Struktur kristal, ukuran partikel, dan morfologi dari sampel dianalisa menggunakan X-ray diffraction (XRD) dan transmission electron microscopy (TEM). Ukuran butir pada konsentrasi NaOH 3, 5, dan 10 M masing-masing adalah 5,7; 4,3; dan 4,2 nm, sedangkan pada suhu 60, 80, dan 150°C berturut-turut adalah 4,2; 4,9; dan 5,5 nm. Analisa fourier transform infrared (FTIR) menunjukkan dua puncak serapan pada rentang ~400-600 cm-1 yang terkait dengan site oktahedral dan tetrahedral pada struktur NiFe2O4. Sifat magnetik NiFe2O4 hasil analisa vibrating sample magnetometer (VSM) menunjukkan bahwa sampel berperilaku ferromagnetik dengan nilai koersivitasnya pada rentang 42-47 Oe. Sampel dengan variasi konsentrasi NaOH, koersivitasnya cenderung menurun dengan menurunnya ukuran partikel. Sementara sampel dengan variasi suhu, semakin kecil ukuran partikel, koersivitasnya cenderung meningkat. Pada 15 kOe, nilai magnetisasi terbesar (6,17 emu/g) diperoleh pada sampel dengan rasio fasa ?-Fe2O3 paling rendah.