Suhat Suhat
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Stikes Jenderal A. Yani Cimahi

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN KADER DALAM KEGIATAN POSYANDU (STUDI DI PUSKESMAS PALASARI KABUPATEN SUBANG ) Suhat, Suhat; Hasanah, Ruyatul
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis ekonomi yang berkepanjangan menyebabkan menurunnya partisipasi kader pada kegiatan posyandu. Cakupan D/S Puskesmas Palasari Kecamatan Ciater tidak mencapai target.Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader dalam kegiatan posyandu. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatancrossectional.Populasi penelitian adalah seluruh kader di wilayah kerja Puskesmas Palasari sebanyak 228 kader.Jumlah sampel 70 kader diambil menggunakan teknikrandom sampling.Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan nalisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini mendapatkan adanya hubungan antara pengetahuan tentang posyandu, (p value: 0,032); pekerjaan kader, (p-value:0,0005), pendapatan kader, (p-value:0,046 ); dan keikutsertaan kader pada organisasi lain dengan keaktifan kader dalam kegiatan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Palasari Kecamatan Ciater Kabupaten Subang (p-value:0,00). Simpulan dalam penelitian ini adalah keaktifan kader posyandu berhubungan dengan pengetahuan, pekerjaan,pendapatan dan keikutsertaan kader dalam organisasi. Prolonged economic crisis led to decreased cadres involvement in Integrated care activities. As result, cadres involevement Health center in Ciater District did not reach the target, that was 70,2% of set target at 80%. The aim of the research is to discover factors relate to cadres liveliness in Integrated care activities.Type of research used was analytic descriptive with cross sectional design. Population to this research were all cadres in Palasari health center which numbered 228 people. Sample collecting technique used was random sam-pling as many as70 cadres. Data analysis used was Chi-Square test. Result. Research re-sulted relationship between cadre’s knowledge over Integrated care (p value: 0,032);cadre’s employment (p-value:0,0005), cadre’s income (p-value:0,046 ); and cadre’s involvement in another organization and the liveliness of cadre in Integrated care activities of Palasari Health center work field in Ciater district Subang regency (p-value:0,00). Conclusion. The liveliness of Integrated care cadres relates to knowledge, employment, income, and involve-ment of cadres in another organization
HUBUNGAN PENJANGKAUAN DAN STIGMA DENGAN KEIKUTSERTAAN VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING HIV PADA KELOMPOK RISIKO LELAKI SEKS LELAKI Maulida, Mirfat Rosari; Pranitia, Rainta; Suhat, Suhat
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 1 (2018): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.131 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.1.2018.6-12

Abstract

ABSTRAK Lelaki Seks Lelaki menjadi kelompok faktor risiko penularan HIV dan AIDS tertinggi kedua pada tahun 2014 sebesar 15% dan 6%, dengan estimasi ODHA 113.650 orang dan infeksi HIV baru 22.352 orang. Upaya untuk menurunkan penularan HIV yaitu dengan VCT, tetapi keikutsertaan kelompok risiko LSL masih rendah. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan penjangkauan dan stigma dengan keikutsertaan voluntary counseling and testing HIV pada kelompok risiko lelaki seks lelaki. Jenis penelitian menggunakan penelitian analitik dengan pendekatan kasus kontrol menggunakan teknik puposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh LSL yang melakukan VCT sebesar 109 LSL dengan perbandingan 1:1. Sampel dalam penelitian ini adalah 42 kasus dan 42 kontrol. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah penjangkauan dan stigma terhadap kelompok risiko LSL. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square dengan CI = 95% ? = 0.05 (H0 ditolak jika p < ?). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjangkauan kelompok risiko LSL memiliki hubungan dengan keikutsertaan VCT HIV (p value = 0.0001) dan stigma terhadap kelompok risiko LSL memiliki hubungan dengan keikutsertaan VCT HIV (p value = 0.029).   Kata kunci : Penjangkauan, Stigma, VCT, LSL   RELATIONSHIPS OF REGISTRATION AND STIGMA WITH THE VOLUNTARY COUNSELING AND HIV TESTING IN THE GROUP OF LIFE RELATED RISK   ABSTRACT Man who have sex with man become the second highest risk factor of HIV and AIDS transmission in 2014 by 15% and 6%, with and estimated 113.650 people living with HIV and 22.352 new HIV infection.  Efforts to reduce HIV transmission wit VCT, but the participation of the MSM group is low. Purpose of this study was to investigate outreach and stigma relationship with voluntary counseling and testing HIV participation in MSM. This study used analytical research with case control approach using purposive sampling. Population in this study were all MSM who performed VCT of 109 MSM with ratio 1:1. Samples in this study were 42 cases and 42 controls. Instruments in this study used questionnaires. Variables studied in this tudy were outreach and stigma againts MSM risk group. The statistical test used is Chi-Square with CI = 95% ? = 0.05 (H0 is rejected if p <?). The results showed that the MSM group outreach had associated with VCT HIV participation (p value = 0.0001) and stigma MSM risk group were associated with VCT HIV participation (p value = 0.029).   Keywords:  Outreach, Stigma, VCT, MSM
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN KADER DALAM KEGIATAN POSYANDU (STUDI DI PUSKESMAS PALASARI KABUPATEN SUBANG ) Suhat, Suhat; Hasanah, Ruyatul
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i1.3072

Abstract

Krisis ekonomi yang berkepanjangan menyebabkan menurunnya partisipasi kader pada kegiatan posyandu. Cakupan D/S Puskesmas Palasari Kecamatan Ciater tidak mencapai target.Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader dalam kegiatan posyandu. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatancrossectional.Populasi penelitian adalah seluruh kader di wilayah kerja Puskesmas Palasari sebanyak 228 kader.Jumlah sampel 70 kader diambil menggunakan teknikrandom sampling.Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan nalisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini mendapatkan adanya hubungan antara pengetahuan tentang posyandu, (p value: 0,032); pekerjaan kader, (p-value:0,0005), pendapatan kader, (p-value:0,046 ); dan keikutsertaan kader pada organisasi lain dengan keaktifan kader dalam kegiatan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Palasari Kecamatan Ciater Kabupaten Subang (p-value:0,00). Simpulan dalam penelitian ini adalah keaktifan kader posyandu berhubungan dengan pengetahuan, pekerjaan,pendapatan dan keikutsertaan kader dalam organisasi.Prolonged economic crisis led to decreased cadres involvement in Integrated care activities. As result, cadres involevement Health center in Ciater District did not reach the target, that was 70,2% of set target at 80%. The aim of the research is to discover factors relate to cadres liveliness in Integrated care activities.Type of research used was analytic descriptive with cross sectional design. Population to this research were all cadres in Palasari health center which numbered 228 people. Sample collecting technique used was random sam-pling as many as70 cadres. Data analysis used was Chi-Square test. Result. Research re-sulted relationship between cadres knowledge over Integrated care (p value: 0,032);cadres employment (p-value:0,0005), cadres income (p-value:0,046 ); and cadres involvement in another organization and the liveliness of cadre in Integrated care activities of Palasari Health center work field in Ciater district Subang regency (p-value:0,00). Conclusion. The liveliness of Integrated care cadres relates to knowledge, employment, income, and involve-ment of cadres in another organization
RELATIONSHIP BETWEEN JOB STRESS AND FRAUD RISK ON EMPLOYEES AT THE NATIONAL EYE CENTER HOSPITAL X Suhat, Suhat; Umami, Furi Destiana; Yogisutanti, Gurdani
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No 1 (2017)
Publisher : Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.143 KB)

Abstract

Background: Fraud is any unlawful acts committed by individuals within an organization or institution to gain an illegal advantage of others through manipulation, falsifying truth and good behavior. On employees, pressure may cause fraud in part by problems stemming job stress from the work environment. The purpose of this study was to determine the relationship of job stress with the risk of fraud on employees. Methods: The study design used cross sectional. Samples were employees in the Administration, Finance, Purchasing, Human Resources, Information and Technology, and Procurement at the National Eye Center Hospital X as many as 37 people. The sampling technique used in this study was proportional random sampling. Data was collected by questionnaire. Analysis of data was done through two stages, namely univariate to see the frequency distribution and bivariate to see the relationship (chi square). Results: The result showed that Ho was rejected (p-value = 0.0001) meant that there was a relationship between job stress with the risk of fraud. Conclusion: The relationship between job stress with the risk of fraud suggests the hospital to do the job stress measurement and risk of fraud continuous and reduce employees stress levels through strategies such as redisigning organizational approaches and participatory decision-making. 
PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DAN KERACUNAN PESTISIDA PADA PEKERJA DI PERUSAHAAN PENYEMPROT HAMA Yogisutanti, Gurdani; Mulianti, Ivanna Ajeng; Nurmalina, Indah; Hotmaida, Linda; Suhat, Suhat
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 16, No 2: JUNI 2020
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/mkmi.v16i2.9090

Abstract

Industri jasa pest control merupakan salah satu industri dibidang jasa pengendalian hama, terutama yang ada di daerah pemukiman yang menggunakan pestisida yang dapat membahayakan terutama bagi penyemprot hama. Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan keracunan pestisida pada pekerja di perusahaan penyemprot hama, Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 30 orang penyemprot hama di PT Zeta Prima Lestari dengan metode total sampling. Analisis secara univariat, bivariat dan uji statistik menggunakan coefficient contingency. Pengukuran kadar serum kolinesterase dilakukan di RS Borromeus Bandung. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden sebagian besar responden berusia 21-30 tahun (63,3%), masa kerja lebih dari 1 tahun sebanyak 43,3%, kebiasaan merokok 70,0%, lama paparan sebagian besar lebih dari 5 jam per hari (90%), masih ada yang tidak menggunakan APD secara lengkap (3,3%) dan IMT responden dalam kondisi kurus dan gemuk sebanyak 26,7%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa variabel penggunaan APD berhubungan dengan kadar serum kolinesterase (p=0,0001), tetapi umur (p=0,573), masa kerja (p=0,245), kebiasaan merokok (p=0,506), lama paparan (p=0,735), IMT (p=0,540) dan kadar Hb (p=0,690) tidak  berhubungan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pekerja penyemprot hama yang menggunakan APD dengan lengkap akan lebih terlindungi dari paparan pestisida. Saran yang direkomendasikan adalah perlu dilakukan pengawasan penggunaan APD sebelum bekerja dan pemeriksaan serum kolinesterase secara berkala pada pekerja penyemprot hama.