Articles

Found 17 Documents
Search

BAHASA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN MENULIS PERSUASI DI SMP Sukamto, Edi; Rusminto, Nurlaksana Eko; Wetty, Ni Nyoman
JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya) Vol 1, No 2 (2013): Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this research is the language from public service  Ad and its implication for the the learning of persuasion writing at SMP. This research has a purpose to describe language in public service Ad masyarakat such as, the use of spelling, and the effectiveness of sentence, and then the implication for the learning of persuasion writing at SMP. The research design which is used is qualitative descriptive, that is the procedure of problem solving by  explaining the research objective based on the facts which is happening. The data source in this research is the public service Ad which is at the jl. Zainal abiding pagar alam kedaton, Bandar lampung. Form the result of observation, this research get eleven public service Ads from the eight public service Ads with the different topic and theme. From the result of this research, there are eleven public services Ads in the Jl. Zainal Abidin Pagar Alam, Kedaton, Bandar Lampung which has interesting phenomenom in the using of spelling especially in the using of  punctuation (.), (,) and the use of capital words. Beside of that diction that  is used in the public service Ad at the jl zainal abiding pagar alam, kedaton Bandar lampung, there are seven public servis Ads which means connotation and there are five which means denotation, and the effectiveness sentence in the public service Ad put on the similarity between the kind of sentence which is used and the message that will be delivered.Key words : public service, language public services, public service ads
PENGARUH PENKES TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR PADA SISWA KEPERAWATAN TINGKAT 2 DI SMK MEDIKA SAMARINDA TAHUN 2017 Sylviana, Erika; Sukamto, Edi; Rahman, Gajali
Husada Mahakam Vol 4 No 6 (2018): Mei 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.231 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan pada siswa keperawatan tingkat 2 di SMK Medika Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain penelitian exsperimen semu dengan rancangan one group pre and post test design, waktu yang digunakan ialah cross sectional. Teknik pengambilan sample dalam penelitian ialah total sampling yaitu seluruh siswa keperawatan tingkat 2 di SMK Medika Samarinda Tahun 2017 dengan jumlah 40 sample. Data yang diperoleh dengan membagikan kusioner tentang bantuan hidup dasar (BHD) kemudian pemberikan penkes tentang BHD setelah itu membagikan kembali dan responden mengisi kembali kusioner yang sama untuk menilai pengaruh penkes terhadap tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatn tentang bantuan hidup dasar. Uji yang digunakan dalam menilitan ini adalah uji Wilcoxon Test Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dibandingkan sebelum pendidikan kesehatan, dengan nilai minimal sebelum penkes 9, maxsimal 14 dan nilai minimal sesudah penkes 24, maxsimal 28. sebelum penkes didapatkan sebagian besar siswa dengan pengetahuan kurang 20 siswa (50%) dan sebagian kecil pengetahun baik 3 siswa (7.5%). setelah penkes didapatkan hasil sebagian besar dengan pengetahuan baik 31 siswa (77.5%) dan sebagian kecil pengetahun kurang 3 siswa (7.5%).Hasil penelitian uji analisis Wilcoxon test menunjukan nilai p-value = 0.000 dimana lebih kecil dari nilai α = p<0.05 yaitu  terdapat pengaruh yang signitifikan penkes terhadap tingkat pengetahuan tentang BHD. Ada Pengaruh Penkes terhadap tingkat pengetahuan pada siswa keperawatan tingkat 2 di SMK Medika Samarinda Tahun 2017, p-value = 0.000
The Effect of Family Support Toward Motivation in Following The Drugs Rehabilitation Program Sukamto, Edi; Rasmun, Rasmun; Andi, Parellangi; Sutrisno, Sutrisno
Journal of Global Research in Public Health Vol 4 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Stikes Surya mitra Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Children were victims of drugs in Samarinda were at the high level. Some parents feel desperate, shame of the community environment, accompanying their children to consult to various places and it has definitely cost a lot. Efforts of mentoring and support to their children also produce different results. Some of their children, who have been taking drugs want to rehabilitate, but at the end being bored and depressed by the rules of the rehabilitation place. Objective: This study aims to determine the effect of family support on the motivation of patients in following the drug rehabilitation program. Methods: The design of this research is observational analytics by using a survey method. This study was conducted in Samarinda City by involving the Rehabilitation Center of National Narcotics Agency in Tanah Merah Samarinda, East Kalimantan, with the populations are 632 respondents and based on Gay and Diehl theory, it obtained the number of samples are 79 respondents. The data analysis method in this research used Structural Equation Models (SmartPLS) and t (t-test). Result: Based on the research result got the value of family support toward the motivation is 0.366 with the value of the t-statistic is 3.772 > 1.96. The dominant indicator that influences the family support is the indicator of opportunity for nurturance. The dominant indicator that gives effect to motivation is the desire for help indicator. Conclusion: Family support has a positive and significant impact on the motivation of patients with the drug abuse in following the rehabilitation program in Samarinda. The family is advised to maintain and increase supporting, the family is advised to maintain the dominant factor of the opportunity for nurturance and increase the attachment, reassurance of worth, reliable alliance, and guidance and patients are advised to maintain the dominant factor that is desired to be assisted and improve the problem recognition and treatment readiness
Studi Deskriptif Pengetahuan Klien Tentang Tata Cara Salat Selama Rawat Inap Dalam Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Sukamto, Edi
Husada Mahakam Vol 3 No 5 (2013): Mei 2013
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.794 KB)

Abstract

Asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat tidak terlepas dari aspek spiritual yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang meliputi aspek bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif. Bagi seorang muslim, salat adalah kebu-tuhan spiritual yang harus tetap ditunaikan, yang merupakan salah satu kebutuhan spiri-tual. Tata cara salat dalam keadaan sakit berbeda dengan tata cara salat orang yang dalam keadaan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pengetahuan klien tentang tata cara salat dalam keadaan darurat sakit selama rawat inap dalam pemenuhan kebutuhan spiritual klien di Ruang Flamboyan RSUD. Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini menggunakan rancangan non eksperimental dengan metoda deskriptif, sampel penelitian berjumlah 46 orang, diambil secara total sampling. Alat pengukur data adalah kuesioner tentang pengetahuan. Hasil analisa data dilakukan dengan analisa univariat menggunakan program software computer menun-jukkan hampir setengah responden (44,7%) berpengetahuan kurang tentang tata cara salat selama rawat inap. Pengetahuan klien kurang berhubungan dengan pendidikan rendah (57,9 % pendidikan SD), 50% berusia middle age, 76,3% tidak mempunyai pe-ngalaman melaksanakan salat saat sakit dan berhubungan juga dengan lingkungan yang tidak mendukung, kesadaran pribadi kurang, rendahnya motivasi pribadi dan kei-manan seseorang
Studi Tentang Kesehatan Jiwa Anak di 16 Sekolah Dasar Berprestasi Kota Samarinda Sukamto, Edi
Husada Mahakam Vol 2 No 1 (2009): September 2009
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.241 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Studi tentang kesehatan jiwa anak di 16 Sekolah Dasar berprestasi Kota Samarinda dengan menggunakan desain penelitian desain deskriptif sederhana yang bertujuan untuk mengetahui tentang gambaran kesehatan jiwa anak di 16 Sekolah Dasar berprestasi di Kota Samarinda. Populasi peneliti adalah orang tua atau wali atau pengasuh siswa kelas I sampai dengan VI dengan menggunakan purposive sampling didapat sebanyak 772 responden, yang tersebar di 16 Sekolah Dasar di 6 Kecamatan yang ada di Kota Samarinda. Dari 772 responden terdapat 105 responden (13,60%) yang memperoleh nilai di atas 23 (cut of point) yang diartikan bahwa terdapat 13,60% (1 dari 10 responden) dari 772 responden diduga mengalami masalah jiwa. Hal ini lebih kecil jika dibandingkan dengan hasil penelitian Elbahan 1995 yang menyebutkan 2 dari 10 orang bermasalah dengan kesehatan jiwanya. Dari 105 responden tersebut 68% terdistribusi pada siswa dikelas II, III, IV, dan V. Sisanyaberada pada siswa kelas I dan VI. Dari temuan oleh peneliti ini, maka diasumsikan bahwa anak sekolah dasar yang tidak ditangani dengan baik akan beresiko mengalami masalah kesehatan jiwanya. Dan akan berdampak pada prestasi belajarnya, sehingga akan dapat mempengaruhi terhadap perkembangan berikutnya. Untuk itu penanganan untuk tindak lanjut terhadap penemuan ini dirasakan sangat dibutuhkan.
Pengaruh Terapi Musik Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio Caesaria Sukamto, Edi
Husada Mahakam Vol 3 No 7 (2014): Mei 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.261 KB)

Abstract

Terapi musik adalah usaha meningkatkan kualitas fisik dan mental dengan rangsangan suara yang terdiri dari melodi, ritme, harmoni, timbre, bentuk dan gaya yang diorganisir sedemikian rupa hingga tercipta musik yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Musik bekerja pada sistem saraf otonom yaitu bagian sistem saraf yang bertanggung jawab mengontrol tekanan darah, denyut jantung dan fungsi otak, yang mengontrol perasaan dan emosi. Kecemasan merupakan emosi subjektif yang membuat individu tidak nyaman, ketakutan yang tidak jelas dan gelisah, dan disertai respon otonom. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui dan menganalisis pengaruh terapi musik terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi Sectio Caesaria di RSUD A.W Sjahranie Samarinda.  Jenis Penelitian Ini adalah Kuantitatif dan menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik. Rancangan Penelitian ini menggunakan one group pre and posttest design. Sampel diambil sebanyak 87 Responden secara  Purposive Sampling. Hasil uji statistik didapatkan nilai P=0,000 maka  dapat disimpulkan ada perbedaaan yang signifikan antara tingkat kecemasan pasien pre operasi SC sebelum dan sesudah diberikan terapi musik. pemberian terapi musik dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien Pre Operasi SC. Kesimpulan : pemberian terapi musik dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan
Pola Asuh Anak dan Remaja di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Juanda Samarinda Rasmun, Rasmun; Sukamto, Edi
Husada Mahakam Vol 4 No 5 (2017): November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.11 KB)

Abstract

ABSTRAK Kepribadian adalah segala corak kebiasaan manusia yang terhimpun di dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan dirinya terhadap segala rangsang baik yang datang dari lingkungan maupun yang berasal dari dirinya sendiri. Fenomena anak dan remaja saat ini terkadang tumbuh di luar kontrol moral dan etika, tekanan dan tuntunan kehidupan mengakibatkan banyak individu mudah melakukan perilaku kekerasan, penyimpangan perilaku, kriminal, gangguan kejiwaan yang ringan hingga gangguan kejiwaan yang berat. Hal tersebut tidak muncul tiba-tiba tetapi sudah  terpola dalam proses pikir anak sebagai akibat dari perkembangan kepribadian yang dibentuk sejak dini yang sangat besar pengaruhnya yaitu pola asuh orang tua. Untuk mendapatkan gambaran pola asuh anak di puskesmas Juanda Samarinda, penulis melakukan penelitian yang berjudul “Gambaran pola asuh anak dan remaja di wilayah kerja Puskesmas Juanda Samarinda”. Responden dalam riset ini adalah ibu-ibu  atau orang tua yang memiliki anak dan remaja yang berjumlah 111 responden. Hasil penelitian diolah dengan menggunakan statistis distribusi frekuensi dan disajikan dalam bentuk tabel, rerata usia responden adalah 22 tahun – 68 tahun rerata 37,9 tahun, jenis kelamin responden laki-laki 24 (1,6%), perempuan 87 (78%), tingkat pendidikan tidak sekolah 8 (7,2%), pendidikan kurang dari SMA 40 (36,0%) pendidikan SMA/SMK 40 (36.0%), pendidikan PT 23 (20.0%), Status pekerjaan responden tidak bekerja 72 (64.9%), bekerja 39 (35,1%) penghasilan < Rp. 2.000.000, 84 (75%), Rp. 2.000.000 0 Rp. 5.000.000 23 (20,7%), penghasilan > Rp. 5.000.000 4 (3,6%) jumlah anak satu (32,4%) , dua (34,2%) , tiga (21,6%) lebih dari tiga (11,7%) sedangkan hasil penelitian terhadap pola asuh anak yaitu pola asuh pemanja atau permisif 12 (10,8%), pola asuh demokratis yaitu 99 (89,2%). Penelitian ini sesuai dengan harapan yaitu orang tua mengasuh anak dengan pola demokratis atau autoritatif adalah pola asuh anak yang mendorong anak dan remaja bebas tetapi tetap memberikan batasan dan  mengendalikan dengan tindakan mereka. Pola asuh yang diterapkan oleh ibu-ibu atau orang tua diwilayah kerja puskesmas Juanda sudah baik, kiranya dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Kata kunci : Pola asuh anak dan remaja
THE RISK OF SMARTPHONE ADDICTION TO EMOTIONAL MENTAL DISORDERS AMONG JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Setiadi, Rizky; Tini, Tini; Sukamto, Edi; Kalsum, Umi
Belitung Nursing Journal Early View
Publisher : Belitung Nursing Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.572 KB) | DOI: 10.33546/bnj.841

Abstract

Background: The use of smartphones increases in Indonesia, its users are no longer among adults but have also spread to teenagers and children. Smartphone addiction causes a variety of problems, both physical, social, behavioral, and psychological problems of adolescents.Objective: The objective of this study is to identify the association between the tendency of smartphone addiction and the occurrence of emotional mental disorders in adolescents of junior high school students in Samarinda.Methods: This study used a descriptive analytic design through cross-sectional approach conducted in junior high schools in Samarinda. Sample of this study were 127 students. The 20 self-questionnaire adopted from the 2013 Basic Health Research questionnaire was used to measure emotional mental disorders, and the Smartphone Addiction Scale - Short Version (SAS-SV) questionnaire was used to measure smartphone addiction. Data were analyzed with multiple logistic regressions.Results: Results showed that there was an association between smartphone addiction and emotional mental disorders among junior high school students in Samarinda (p < .05). Adjusted Odds Ratio (AOR) was obtained at 2.418 (95% CI was 1.033 – 5.660).Conclusions: Smartphone addiction may lead emotional mental disorder among Junior High School students. The decisive rules are needed in the use of smartphones, both at school and at home to prevent the occurrence of smartphone addiction.
PENGARUH RESTRAIN PADA PASIEN PERILAKU KEKERASAN TERHADAP PENURUNAN PERILAKU KEKERASAN DI RUANG IGD RSJD ATMA HUSADA MAHAKAM SAMARINDA Rahma, Siti Nur; Sukamto, Edi; Rahman, Gajali
MNJ (Mahakam Nursing Journal) Vol 2 No 3 (2018): Mei 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/mnj.v2i3.76

Abstract

ABSTRACTBackground: According to WHO data in 2012 the number of people with mental disorders worrying globally, about 450 million people suffering from mental disorders. People with mental disorders a third live in developing countries, as many as 8 out of 10 people with mental disorders that do not get treatment.Objective: To identify the effect of restrain on patient violent behavior toward decreasing violent behavior in room of ER Hospital Atma Husada Mahakam Samarinda.Design: The type of research used in this study is quasi experiment. Quasi experimental research is a study that tested an intervention in a group of subjects with or without a comparison group.Results: showing the characteristics of respondents mostly male sex numbered 14 people (70%) and women as many as 6 people (30%). And shows the characteristics of respondents by age less than 25 years as many as 6 people (30%), 26-40 years as many as 13 people (65%), and more ? 45 years as many as 1 person (5%).Test results Wilcoxon Test performed obtained value P = 0.001 (P &lt;0.05)Conclusion: There is influence of Restrain on the decrease of violent behavior in patient of violent behavior residing in room of IGD RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda. Keywords: Restrain, violent behavior
POLA ASUH REMAJA MENJADI BENTENG TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOBA sukamto, edi
MNJ (Mahakam Nursing Journal) Vol 1 No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Remaja di Indonesia yang berumur 10 sampai 24 tahun berjumlah 63.443.448 jiwa, atau 27,6% dari 237,6 Juta jiwa penduduk Indonesia (Sensus Penduduk tahun 2010). Dengan jumlah remaja yang begitu besar, di Indonesia diharapkan pada sekitar tahun 2025 hingga 2030 yang akan datang, akan terjadi Bonus Demografi, yang ditandai dengan banyaknya Sumber Daya Manusia (SDM) produktif yang akan melanjutkan tugas dan tanggung jawab pembangunan dari generasi sebelumnya. Ironisnya saat ini, banyak remaja di Indonesia yang bermasalah, dari yang ringan hingga berat, seperti periku seks bebas, geng motor, perkelahian, bahkan yang teraktual dan paling marak hingga saat ini, adalah penyalahgunaan narkoba. Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2012, menyebutkan bahwa jumlah tersangka penyalahgunaan Narkoba di Indonesia adalah 32.743 jiwa. Remaja dengan rentang usia 16 sampai 19 tahun, berjumlah 1.944 jiwa dan Remaja dengan rentang usia 20 sampai 24 tahun berjumlah 5.057 jiwa. Penyalahgunaan narkoba pada remaja seperti di atas, penulis asumsikan baru pada persoalan hilir dari terjadinya permasalahan remaja. Adapun persoalan hulu, yang harus lebih menjadi perhatian adalah, salah satunya tentang Pola Asuh Remaja dalam keluarga. Karena itu, dengan pola asuh yang baik dari usia dini hingga masa remaja, diharapkan dapat menjadi benteng terhadap penyalahgunaan narkoba. Hal ini juga dipertegas oleh Gories Mere (2011), yang menyebutkan bahwa makin dini usia anak mulai menyalahgunakan narkoba, makin sulit penanggulangannya. Karena itu ?mencegah lebih baik daripada mengobati?