Articles

PENGARUH PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL MODIFIED FREE INQUIRY DAN GUIDED INQUIRY TERHADAP KEMAMPUAN MULTIREPRESENTASI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Qurotul A’yun, Dya; Sukarmin, Sukarmin; Suparmi, Suparmi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Jurnal Inkuiri
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i1.9526

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Modified Free Inquiry (MFI) dan Guided Inquiry (GI), kemampuan awal, keterampilan proses sains (KPS), dan interaksinya terhadap kemampuan multirepresentasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X kelompok peminatan Matematika dan Ilmu Alam (MIA) SMA Negeri 1 Genteng Kabupaten Banyuwangi yang terdiri dari 5 kelas. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu XMIA1 yang pembelajarannya dengan GI dan XMIA2 yang pembelajarannya dengan MFI. Data dikumpulkan dengan tes untuk kemampuan multirepresentasi, dokumentasi untuk kemampuan awal, lembar observasi untuk keterampilan proses sains. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) ada pengaruh model pembelajaran MFI dan GI terhadap kemampuan multirepresentasi; (2) tidak ada pengaruh kemampuan awal terhadap kemampuan multirepresentasi; (3) ada pengaruh keterampilan proses sains terhadap kemampuan multirepresentasi; (4) ada interaksi model pembelajaran dengan kemampuan awal terhadap kemampuan multirepresentasi; (5) tidak ada interaksi model pembelajaran dengan keterampilan proses sains terhadap kemampuan multirepresentasi; (6) tidak ada interaksi kemampuan awal dengan keterampilan proses sains terhadap kemampuan multirepresentasi; (7) tidak ada interaksi model pembelajaran, kemampuan awal, dan keterampilan proses sains terhadap kemampuan multirepresentasi
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM CONSTRUCTING EXPLANATIONS AND DESIGNING SOLUTIONS MATERI GERAK DAN GAYA Cahyanti, Tiara Obrilian; Sukarmin, Sukarmin; Ashadi, Ashadi
EDUSAINS Vol 11, No 2 (2019): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.54 KB) | DOI: 10.15408/es.v11i2.10674

Abstract

ANALYSIS OF THE ABILITY IN CONSTRUCTING EXPLANATIONS AND DESIGNING SOLUTIONS OF STUDENTS ON FORCE AND MOTION AbstractThis study is aimed to determine the Constructing explanations and designing solutions ability among students in Force and Motion  subject. The result was analyzed by descriptive methode to describe the Constructing explanations and designing solutions ability among junior high school student. The sample of this study included 128 students of four junior high schools; SMP N 1 Jaten, SMP N 1 Kebakkramat, SMP N 3 Surakarta, and SMP N 5 Surakarta. The results showed that the ability of students in constructing explanations and designing solutions in each aspect below 55%. The percentage of the student?s Constructing explanations and designing solutions ability in each sub-subject was on the moderate category, then there should be a treatment to improve the students' Constructing explanations and designing solutions ability. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kemampuan siswa dalam Constructing explanations and designing solutions pada materi Gerak dan Gaya kelas VIII SMP. Penelitian ini menerapkan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan kemampuan siswa dalam Constructing explanations and designing solutions. Subjek penelitian adalah 128 siswa SMP yang terdiri dari 4 sekolah yaitu SMP N 1 Jaten, SMP N 1 Kebakkramat, SMP N 3 Surakarta, dan SMP N 5 Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam constructing explanations and designing solutions pada masing-masing aspek dibawah 55%.  Selain itu persentase kemampuan siswa dalam Constructing explanations and designing solutions pada masing-masing sub materi masuk dalam kategori sedang, sehingga perlu dilakukan tindakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam Constructing explanations and designing solutions. 
THE ANALYSIS OF STUDENT’S WRITTEN COMMUNICATION SKILLS IN SCIENCE LEARNING BASED ON GENDER IN THE MIDDLE SCHOOL IN SOUTH TANGERANG REGION Hariyanto, Hariyanto; Yamtinah, S; Sukarmin, Sukarmin; Saputro, Sulistyo; Mahardiani, L
EDUSAINS Vol 11, No 2 (2019): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.352 KB) | DOI: 10.15408/es.v11i2.11320

Abstract

ANALISIS KETERAMPILAN KOMUNIKASI TERTULIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) BERDASARKAN GENDER DI SEKOLAH MENENGAH DI WILAYAH TANGERANG SELATAN AbstrakKeterampilan komunikasi tulisan merupakan keterampilan yang sangat penting didalam era globalisasi dan termasuk kedalam salah satu keterampilan belajar abad 21 yang harus diberdayakan dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk komunikasi tulisan peserta didik secara real di sekolah berdasarkan gender. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 186 orang dengan rincian 88 orang laki-laki dan 98 orang perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuatitatif. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi dan pedoman wawancara. Data yang didapatkan kemudian dianalisis secara kuantitatif sehingga didapatkan nilai keterampilan komunikasi peserta didik. Hasil penelitian mengungkapkan tidak terdapat perbedaan yang terlalu besar antara nilai keterampilan komunikasi tulisan peserta didik laki-laki dan perempuan. Masing-masing gender(laki-laki dan perempuan) mendapatkan rata-rata nilai 1,44 dan 1,45, namun keduanya masih masuk kedalam kategori nilai huruf D+. Nilai keterampilan komunikasi tulisan peserta didik masih relative rendah dengan nilai rata-rata 1,44 (D+). Hasil ini masih jauh dibawah standar pemerintah dalam Permendikbud No. 104 tahun 2014 yaitu 2,67 (B-) untuk aspek keterampilan. Hal tersebut mengindikasikan perlu ditingkatkannya pelatihan keterampilan komunikasi didalam pembelajaran.AbstractWritten communication skills are essential for the globalization era, and it is one of the 21st-century skills that must be empowered in learning. This study aimed to determine the profile of learners? written communication skills in real terms by gender. The subjects in this study were 186 students, consisted of 88 male and 98 female students in detail. The method used in this research was a descriptive-quantitative research method. The research instrument used was an observation sheet and the form of an interview. The data obtained were then analyzed quantitatively so that the value of the students? communication skills was appropriately obtained. The results of the study had found that there were not too differences in the mean values of male and female written communication skills. Each of them got an average score of 1.44 and 1.45, but both are still in the D+ category of value. The value of the students? written communication skills was still relatively low, with a value of 1.44, interpreted as a D+ category. The results were far below government standards as regulated in the Minister of Education and Culture No. 104 of 2014, which is equal to 2.67 (B-). Further study is needed to improve training in students? written communication skills in learning. 
EFEKTIFITAS PELATIHAN LABORATORIUM VIRTUAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU KIMIA Lutfi, Achmad; Sukarmin, Sukarmin
EDUSAINS Vol 11, No 2 (2019): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.22 KB) | DOI: 10.15408/es.v11i2.11222

Abstract

EFFECTIVITY OF VIRTUAL LABORATORY TRAINING AS A LEARNING MEDIA FOR CHEMISTRY TEACHERSAchmad Lutfi, SukarminUniversitas Negeri Surabaya, Indonesia achmadlutfi@unesa.ac.idAbstractThe study aims to determine the level of training achievement using virtual laboratories for chemistry teachers on the ability of teachers to use virtual laboratories and the achievement of objectives in learning chemistry using virtual laboratories. The training was conducted for chemistry teachers who were members of the City and District High School Chemistry Teachers' Working Group (MGMP). During the study, the teachers were trained in how to install, operate virtual laboratories, and conduct experiments with virtual laboratories. At the end of the activity, an ability test was conducted using a virtual laboratory, giving questionnaires to participants and assigning participant assignments in the form of lesson plans (RPP) with the use of virtual laboratories as learning media. The data obtained showed that 90% of the participating teachers had been able to use virtual laboratory programs, including installing, operating, and conducting experiments with virtual laboratories. 82-100% of the participants found it useful to participate in the activities, and the compiled lesson plans showed that the participants were able to use the virtual laboratory as a medium for chemistry learning with a percentage of 85% -100%, and students gave positive responses and good learning outcomes after participating in chemistry learning with use of virtual laboratories. AbstrakPenelitian bertujuan mengetahui tingkat ketercapaian pelatihan menggunakan laboratorium virtual bagi guru kimia terhadap kemampuan guru menggunakan laboratorium virtual dan ketercapaian pembelajaran kimia dengan menggunakan laboratorium virtual. Pelatihan dilakukan terhadap guru kimia yang tergabung pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran Kimia Sekolah Menengah Atas  Kota dan Kabupaten Kediri. Selama penelitian dilatihkan cara menginstal , mengoperasikan laboratorium virtual dan melakukan percobaan dengan laboratorium virtual. Pada akhir kegiatan dilakukan tes kemampuan menggunakan laboratorium virtual, pemberian angket kepada peserta dan pemberian tugas peserta berupa pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan pemanfaatan laboratorium virtual sebagai media pembelajaran. Data yang diperoleh menunjukkan 90% guru peserta telah mampu menggunakan program laboratorium virtual, meliputi: menginstal, mengoperasikan, dan melakukan percobaan dengan laboratotium virtual. Sebesar 82-100 % peserta merasa bermanfaat mengikuti kegiatan dan RPP yang disusun memperlihatkan bahwa peserta sudah dapat memanfaatkan laboratorium virtual sebagai media pembelajaran kimia dengan prosentasi  85%-100%, serta peserta didik memberikan tanggapan positif dan hasil belajar yang baik setelah mengikuti  pembelajaran kimia dengan penggunaan laboratorium virtual. 
IMPLEMENTASI MULTIPLE REPRESENTATION PADA RANGKAIAN LISTRIK DC SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PROBLEM SOLVING SKILLS Dewati, Maria; Suparmi, A; Sunarno, Widha; Sukarmin, Sukarmin; Cari, C.
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2019
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.123 KB) | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v4i0.35927

Abstract

Abstract: The low understanding of physics concepts, especially in DC electrical circuits which are considered abstract material, causes students difficulty in solving various problems in learning. Various attempts were made, one of which used a representation approach. This literature review article aims to observe the implementation of multiple representations (MR) in physics learning, which is considered capable of improving problem-solving skills in learning. The results showed that students who used MR a lot in each of their learning processes found it easier to understand physics concepts and were able to solve problems than students who did not use MR in their learning process. So that MR is considered as a physics learning approach tool that is able to improve students' problem-solving skills.Abstrak: Rendahnya pemahaman konsep fisika terutama pada rangkaian listrik DC yang dianggap materi yang bersifat abstrak, menyebabkan siswa kesulitan dalam menyelesaikan berbagai masalah dalam belajar. Berbagai upaya dilakukan, salah satunya dengan menggunakan pendekatan representasi. Artikel literature review ini bertujuan untuk menyoroti implementasi multiple representation (MR) pada pembelajaran fisika, yang dianggap mampu meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dalam belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang banyak menggunakan MR dalam setiap proses belajarnya, ternyata lebih mudah memahami konsep fisika dan mampu memecahkan masalah daripada siswa yang tidak menggunakan MR dalam belajarnya. Sehingga MR dianggap sebagai alat pendekatan pembelajaran fisika yang mampu meningkatkan problem solving skills siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI SURAKARTA Rahayu, Suryani Jati; Sukarmin, Sukarmin; Karyanto, Puguh
EDUSAINS Vol 11, No 2 (2019): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.364 KB) | DOI: 10.15408/es.v11i2.11355

Abstract

PROJECT BASED LEARNING IMPLEMENTATION IN JUNIOR HIGH SCHOOL IN SURAKARTAAbstractProject-based learning needs to be implemented in junior high schools because by applying this model it will enhance student creativity. Project-based learning is a learning model that makes students active and innovative, completing a project in a certain period. This study aims to analyze the learning process at the junior high school in several schools in Surakarta to implement project-based learning. The design of this study is qualitative descriptive. Data analysis using Milles Huberman by observation, in-depth interviews, and student cognitive achievement. The results show that the learning that has been done in several Junior High School in Surakarta has not used project-based learning. This lack of using Project-Based learning is because the teacher has no direction or is still limited to learning using the Project-Based Learning model, so the teacher prefers to teach with lecture and discussion methods in the classroom. Even though in the 2013 curriculum, the application of a student-centered learning model is highly recommended. The researcher hopes that the results of this study will help design a curriculum that uses a project-based learning model. AbstrakPembelajaran berbasis proyek perlu diterapkan di sekolah menengah pertama, karena dengan penerapan model ini akan meningkatkan kreativitas siswa. Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang membuat siswa aktif dan inovatif, menyelesaikan suatu proyek dalam kurun waktu tertentu. Studi ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran tingkat SMP pada beberapa sekolah di Surakarta untuk menerapkan pembelajaran berbasis proyek. Desain penelitian ini deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan Milles Huberman dengan cara observasi, wawancara mendalam dan hasil belajar kognitif siswa. Hasil nya menunjukkkan bahwa pembelajaran yang telah dilakukan di beberapa SMP Negeri di Surakarta belum menggunakan pembelajaran berbasis proyek. Hal ini dikarenakan guru tidak memiliki arahan atau masih terbatas untuk pembelajaran menggunakan model Project Based Learning, sehingga guru lebih memilih mengajar dengan metode ceramah dan diskusi di kelas. Padahal di kurikulum 2013, penerapan model pembelajaran yang berpusat pada siswa sangat dianjurkan. Peneliti berharap dengan hasil penelitian ini akan membantu perancang kurikulum membuat perubahan yang berkaitan dengan pembelajaran dengan menerapkan model Project Based Learning. 
PELATIHAN PENGGUNAAN LABORATORIUM VIRTUAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA BAGI GURU DI MGMP KIMIA KABUPATEN BANYUWANGI Hidayah, Rusly; Sukarmin, Sukarmin; Lutfi, Achmad
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v2n2.p87-90

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru-guru di MGMP Kimia Kabupaten Banyuwangi dalam menggunakan media pembelajaran kimia berbasis komputer Chem Lab, mengintegrasikan media pembelajaran berbasis komputer Chem Lab dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kimia dan respon guru-guru di MGMP Kimia Kabupaten Banyuwangi terhadap pelatihan penggunan media pembelajaran berbasis komputer Chem Lab. Metode yang digunakan adalah pelatihan kepada guru-guru MGMP Kimia kabupaten Banyuwangi, Partisipan dari kegiatan ini adalah 18 guru MGMP Kimia Kabupaten Banyuwangi. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa pelatihan telah berhasil dilaksanakan, ditunjukkan dengan 89% peserta telah memiliki kemampuan menggunakan program Chem Lab dengan kategori baik, 83,3% dengan kategori sangat baik dan 11.1% dengan kategori baik telah mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013 dan mengintegrasikan program Chem Lab sebagai media pembelajaran serta semua peserta pelatihan memberikan respon yang positif terhadap kegiatan pelatihan yang diberikan oleh Tim PKM.
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR SEBAGAI DASAR PELAKSANAAN PEMBELAJARAN REMEDIAL FISIKA DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR Rahayu, Isti; Sukarmin, Sukarmin
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.4 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan hasil studi awal tentang urgensi tes diagnosis sebagai dasar pengembangan pembelajaran remedial fisika dan untuk menjelaskanpengaruh pembelajaran remedial terhadap peningkatan hasil belajar siswa.Telah diketahui bahwa pembelajaran remedial merupakan pembelajaran yang bersifat menyembuhkan atau membetulkan atau membuat jadi baik.Pembelajaran remedial merupakan bentuk pelayanan sekolah dengan memberikan pelayanan khusus (special treatment) bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar. Pelaksanaan pembelajaran remedial akan berjalan efektif apabila didasarkan pada pengetahuan akan kesulitan belajar yang dialami siswa. Oleh karena itu, dilaksanakan tes diagnosis kesulitan belajar untuk mengetahui factor penyebab serta letak kesulitan belajar siswa. Terdapat dua cara tes diagnosis kesulitan belajar yaitu analisis jawaban tes diagnosis dan wawancara. Kesimpulan yang didapat adalah : (1) tes diagnosis kesulitan belajar merupakan sarana yang efektif untuk dijadikan dasar pengembangan pembelajaran remedial Fisika; (2)  pemberian pembelajaran remidiasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan kesimpulan diatas, maka dapat disarankan hal-hal sebagai berikut : (1) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang berkesulitan belajar, diharapkan para pendidikmemberikan pelayanan khusus berupa pembelajaran remedial (2) tes diagnosis perlu dilakukan sebagai langkah awal pembelajaran remedial. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui letak kesulitan belajar siswa dan segala factor penyebabnya sebagai umpan balik bagi guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran remedial.Kata kunci :tes diagnosis, pembelajaran remedial fisika, hasil belajar
MEMBANGUN SISTEM DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR FISIKA ONLINE BERBASIS INTEGRASI JEJARING SOSIAL DAN WEB Ardika Prihatama, Yuli; Sukarmin, Sukarmin
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.203 KB)

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan bagian yang penting di era milenium ketiga. Aplikasi TIK telah dimanfaatkan di berbagai bidang layanan dalam bentuk produk-produk praktis yang berguna bagi masyarakat. Dalam bidang pendidikan salah satunya adalah e-learning yang diwujudkan dalam sistem diagnostik kesulitan belajar fisika online dirancang untuk menjadi solusi dalam memperbaiki kualitas pembelajaran fisika siswa.Sistem diagnostik kesulitan belajar fisika online adalah bentuk perpaduan antara web dan jejaring sosial yang terintegrasi. Jejaring sosial menjadi sarana untuk memperkenalkan sekaligus pintu masuk pengguna untuk mengikuti serangkaian tes diagnostik online. Setelah tes dilakukan, hasil akan disajikan dalam laporan kesulitan belajar secara kuantitatif dan kualitatif. Selanjutnya pengguna akan mendapatkan tips dan trik untuk memperbaiki kualitas belajarnya lewat pesan jejaring sosial Facebook dan Twitter.Sistem ini akan memberikan beberapa manfaat yang signifikan dalam memperbaiki kualitas pembelajaran fisika. Pertama, pengguna yang merupakan para siswa akan lebih tertarik untuk mengukur kemampuannya dalam memahami fisika, kemudian termotivasi untuk memperbaiki cara belajarnyaberdasarkantips dan trik yang diterima secara berkala. Kedua, guru akan terbantu untuk mengetahui potensi siswa dalam belajar fisika, sehingga dapat menyiapkan perencanaan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.Kesimpulannya, sistem ini adalah sebuah solusi yang akan meningkatkan kualitas pembelajaran fisika dengan pendekatan ke guru dan siswa secara langsung dalam suasana yang sesuai.Kata kunci: diagnostik, kesulitan belajar, online, web, jejaring sosial
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA BERBASIS E-LEARNING TENGAH SEMESTER GENAP UNTUK SMA KELAS XI DI KOTA SURAKARTA Mulya Sari, Desi; Sukarmin, Sukarmin; Fauzi, Ahmad
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.058 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan langkah-langkah pengembangan tes yang sesuai dengan karakteristik tes Fisika yang baik dan menghasilkan produk berupa tes formatif tengah semester genap melalui e-learning pada mata pelajaran Fisika SMA Kelas XI. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan non-tes. Sumber data didapat dari hasil tes siswa, angket, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara kualitatif yang meliputi materi, konstruksi, dan bahasa, serta kuantitatif dengan menggunakan program MicroCat ITEMAN versi 3.00 untuk mengetahui tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh. Langkah-langkah yang digunakan untuk mengembangan instrumen tes formatif adalah analisis kebutuhan, menyusun spesifikasi tes, penulisan soal, analisis secara kualitatif, revisi tahap I, uji coba kelompok kecil, analisis butir soal uji coba kelompok kecil, revisi tahap II, uji coba kelompok besar berbasis e-learning, analisis butir soal uji coba kelompok besar, dan revisi tahap III.. Tes formatif Fisika berbasis e-learning tengah semester genap untuk SMA kelas XI yang dikembangkan ini sudah sesuai dengan karakteristik tes Fisika yang baik karena instrumen tes yang dikembangkan sudah memenuhi syarat menjadi instrumen yang baik yaitu mempunyai reliabilitas yang tinggi dan cukup tinggi, daya beda soal cukup, taraf kesukaran sedang, dan pengecoh berfungsi secara efektif. Produk pengembangan tes formatif ini menghasilkan soal yang memenuhi semua kriteria instrumen tes yang baik dengan rincian sebagai berikut: Untuk paket soal Dinamika Rotasi dihasilkan 20 soal yang memenuhi kriteria soal yang baik, untuk paket soal Kesetimbangan Benda Tegar dihasilkan 20 soal yang memenuhi kriteria soal yang baik, untuk paket soal Fluida Statis dihasilkan 22 soal yang memenuhi kriteria soal yang baik dan sudah mencakup semua indikator. Kata kunci : pengembangan, tes formatif, tengah semester genap, Fisika SMA kelas XI, e-learning.
Co-Authors A Suparmi, A A. Suparmi Abd Wahid Achmad Lutfi Ahmad Fauzi Anik Sunarsih, Anik Aprilliana Widyasari, Aprilliana Ashadi Ashadi Burhanuddin Nasir C Cari, C C. Cari Cahyanti, Tiara Obrilian Cari Cari Desi Mulya Sari, Desi Dewanto Harjunowibowo Dewati, Maria Dewi Gayatri Dewi Ratnasari Dwi Teguh Rahardjo Dwi Teguh Rahardjo Dya Qurotul A’yun, Dya Edy Wiyono Elly Nurachmah Endang Tri Hastuti, Endang Fandi Ahmad Fengky Adie Perdana, Fengky Adie Firmanto, Tofan P. Fitri April Yanti, Fitri April Fitri Mukti Wijayanti, Fitri Mukti Halimatus Sa’diyah Handaka, Arif Handayani, Ratih Astuti Handayaningsih, Tutik Hannum, Farida HARIYANTO HARIYANTO Harjana Harjana Imam Sujadi Iman Darmawan, Iman Irwansyah Irwansyah Isna, Renia Isti Rahayu Jalilah Rahmastuti Nurjanah Jua, Selestina Kostaria Kassiavera, Sujiyani Katimo, Katimo Khoirina, Maida Kinasih, Ayang Kusumawati Dwiningsih Lita Rahmasari Mahardiani, L Mariana, Erni Mohammad Masykuri Muchlis Muchlis MUHAMMAD ALI Nonoh Siti Aminah Nonoh Siti Aminah Novi Ayu Kristiana Dewi, Novi Ayu Novianto, Nur Kholis Novitayani, Linda Prastuti, Marlinda Mega Dwi Prastyaninda, Farra Ardilla Pratiwi, Rinta Dian PUGUH KARYANTO Putri, Sovranita Ramadhani Setiawan Rahayu, Suryani Jati Ratih Artwiantini Astuti, Ratih Artwiantini Realita, Abulia Rini Budiharti Rodi Rodi, Rodi Rohmani Rohmani, Rohmani Rosyida, Ulin Nuha RUSLY HIDAYAH Sarwanto Sarwanto Sa’diyah, Halimatus Setianingsih, Enik Sri Yamtinah Sugiyarto Sugiyarto Sulistyo Saputro Suparmi Suparmi Supurwoko Supurwoko Suri, Mutiah Pratama Susilo, Aris Tiarasita Summa Dewi, Tiarasita Summa Wahyudi, Elly Eka Widha Sunarno Y. Radiyono Yamtinah, S Yazida Rizkayanti, Yazida Yuli Ardika Prihatama