Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK TENAGA PENDIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SD INPRES KALABAHI TENGAH VI Kiri, Aksari; Wurianto, Arif Budi; Sukarsono, Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i1.11577

Abstract

Abstract: This research aims to describe in depth how the pedagogical competence of teachers in planning, implementing and evaluating learning at SD InpresKalabahi Tengah IV in Alor Regency. The method used in this research is descriptive qualitative. Data sources used by researchers are information obtained through documents and records of interviews with informants. Informants in this study include the Principal, Vice Principal in the field of curriculum, Class Teachers, Subject Teachers. Data collection techniques in this study were interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques using the techniques of Miles and Huberman (1984), data reduction, data presentation, and data analysis. The data validity test used is the source triangulation technique. The results of this study indicate that pedagogical competence in the dimensions of learning planning possessed by teachers at SD ImpresKalabahi Tengah VI is still lacking because most teachers do not understand and have not been able to make good learning plans specifically for preparing lesson plans (RPP) correctly. Some teachers still have not implemented the Learning Implementation Plan (RPP) correctly. even teachers rarely make lesson plans (lesson plans) by taking them from textbooks. Pedagogical competence in the dimensions of learning implementation possessed by the teachers of In Kalabahi Tengah VI Elementary School has not reflected professional teachers. Pedagogical competence in the evaluation dimensions of learning possessed by Middle Kalabahi Middle School Teachers VI is still not by the theory of learning evaluation implementation.Keywords: Pedagogical Competence, Educators, Learning Implementation, Learning Evaluation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana kompetensi pedagogik guru dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran di SD InpresKalabahi Tengah IV di Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.  Sumber data yang digunakan oleh peneliti adalah informasi yang diperoleh melalui dokumen?dokumen dan catatan?catatan hasil wawancara dengan informan. Informan dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, Guru Kelas, Guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman (1984), reduksi data, penyajian data, dan analisis data. Uji keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik pada dimensi perencanaan pembelajaran yang dimiliki guru-guru SD ImpresKalabahi Tengah VI masih sangat kurang karena sebagian besar guru belum memahami dan belum mampu membuat perencanaan pembelajaran dengan baik khusus penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan benar. Sebagian guru masih belum menerapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan benar. bahkan guru jarang membuat Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan cara mengambil dari buku pelajaran. Kompetensi pedagogi pada dimensi pelaksanaan pembelajaran yang dimiliki guru Sekolah Dasar InpresKalabahi Tengah VI belum mencermin guru yang profesional. Kompetensi pedagogi pada dimensi evaluasi pembelajaran yang dimiliki guru Sekolah Dasar ImpresKalabahi Tengah VImasih belum sesuai dengan teori pelaksanaan evaluasi pembelajaran.Kata kunci: Kompetensi Pedagogik, Tenaga Pendidik, Pelaksanaan pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN DI YAYASAN ALMAWADDAH WARRAHMAH KOLAKA SULAWESI TENGGARA Nuraeni, Nuraeni; Sukarsono, Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11596

Abstract

Abstract: This study aims to describe 1) community participation in developing education; 2) supporting and inhibiting factors; and 3) efforts made to overcome the inhibiting factors in developing education at Almawadda Warrahmah Kolaka Foundation, Southeast Sulawesi. This research uses descriptive qualitative method with a qualitative approach. The results showed that: 1) Community participation in developing education in foundations was quite diverse, while the form of participation was participation in the provision of assistance in the form of funds and goods; participation in management both in foundations and committees; participation in participating in foundation programs, while participation in academics is still very minimal; 2) The inhibiting factor of community participation lies in the lack of optimality of the committee in carrying out its duties and functions as a mediator between the foundation, the government and the community; lack of human resources of parents, and teaching staff; inadequate infrastructure facilities; 3) Efforts made by the foundation to overcome the inhibiting factors in developing education at the foundation are establishing effective communication with parents, school committees, and the community involving parents, communities, and stakeholders in making decisions and programs to improve the quality of education at the foundation.Keywords: Participation, Society, Education Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) partisipasi masyarakat dalam mengembangkan pendidikan; 2) faktor pendukung dan penghambat; serta 3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat dalam mengembangkan pendidikan di Yayasan Almawadda Warrahmah Kolaka Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Partisipasi masyarakat  dalam  mengembangkan  pendidikan  di  yayasan  cukup  beragam, adapun bentuk partisipasinya adalah partisipasi dalam pemberian bantuan berupa dana dan barang; partisipasi dalam kepengurusan baik itu di yayasan maupun komite; partisipasi dalam mengikuti program yayasan, sedang partisipasi dalam bidang akademik masih sangat minim; 2) Faktor penghambat partisipasi masyarakat terletak pada kurang optimalnya pihak komite dalam menjalankkan tugas dan fungsinya sebagai mediator antara pihak yayasan, pemerintah dan masyarakat; kurangnya sumber daya manusia orangtua siswa, dan tenaga pengajar; sarana prasaran yang belum memadai; 3) Upaya yang dilakukan oleh pihak yayasan untuk mengatasi faktor penghambat dalam mengembangkan pendidikan di yayasan yaitu menjalin komunikasi yang efektif dengan orangtua siswa, komite sekolah, dan masyarakat melibatkan orangtua siswa, masyarakat dan stakeholder dalam pengambilan keputusan dan program peningkatan mutu pendidikan di yayasan.Kata kunci: Partisipasi, Masyarakat, Pendidikan
ANALISIS PERAN KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN KOMPETENSI SOSIAL GURU DI SMPK SANTO THOMAS KABUPATEN PAMEKASAN Anwar, Hairil; Sukarsono, Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.178 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11616

Abstract

Abstract: This study aims to find out 1) the role of the principal's democratic leadership in building the social competence of teachers; 2) know the social competence of teachers. This research was conducted at SMP Thomas Santo Thomas Pamekasan Regency, using a qualitative approach supported by descriptive data. Data analysis is performed by presenting data, data reduction and concluding. The results showed that the role of the democratic leadership of school principals included: 1) As an educator able to facilitate and encourage teachers to improve teacher social competence. 2) As a manager that is facilitating and providing opportunities for teachers to develop their social competence through various education and training activities. 3) An administrator can allocate a budget to improve teacher competencies to build the social competencies of teachers. 4) As a supervisor, namely giving advice and guidance to the teacher's indirect supervision of learning activities in building teacher social competence. 5) As a motivator that is providing educational motivation in carrying out the tasks and functions in building the social competence of teachers. The social competence of teachers is quite good, there is cooperation within the school community which includes the cooperation of fellow teachers, teachers with students, teachers with parents, and teachers with surrounding communities.Keywords: Role of School Principals, Democratic Leadership, Social Competence Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) peran kepemimpinan demokratis kepala sekolah dalam membangun kompetensi sosial guru; 2) mengetahui kompetensi sosial guru. Penelitian ini dilaksanakan di SMPK Santo Thomas Kabupaten Pamekasan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif didukung data deskriptif. Analisis data dilakukan dengan cara menyajikan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepemimpinan demokratis kepala sekolah antara lain: 1) Sebagai educator mampu memfasilitasi dan mendorong guru dalam meningkatkan kompetensi sosial guru. 2) Sebagai manajer yaitu memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada para guru untuk mengembangkan kompetensi sosialnya melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. 3) Sebagai administrator yaitu dapat mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kompetensi guru sehingga membangun kompetensi sosial para guru. 4) Sebagai supervisor yaitu memberikan saran dan bimbingan kepada guru dalam kegiatan supervisi pembelajaran secara langsung dalam membangun kompetensi sosial guru. 5) Sebagai motivator yaitu memberikan motivasi pendidikan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam membangun kompetensi sosial guru. Kompetensi sosial guru yang terjadi cukup baik, adanya kerja sama dalam warga sekolah yang meliputi kerja sama guru sesama guru, guru dengan siswa, guru dengan wali murid, serta guru dengan masyarakat sekitar.Kata kunci: Peran Kepala Sekolah, Kepemimpinan Demokratis, Kompetensi Sosial
OTOMASI PROSES PENIMBANGAN BAHAN PADA REAKTOR PELARUTAN CERIUM STABILIZED ZIRCONIUM NITRAT DENGAN AIR Dermawan, Totok; Sukarsono, Sukarsono; Handayani, Endah Putri
Jurnal Forum Nuklir JFN VOL 12 NO 2 November 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.492 KB)

Abstract

Suatu kontrol untuk mengatur sistem dalam menuang bahan serbuk  cerium stabilized zirconium (Ce-Zr) nitrat dan air bebas mineral (ABM) ke dalam reaktor pelarutan telah dibuat dengan menggunakan sensor load cell . Hal ini untuk memperoleh ketepatan konsentrasi, sehingga menghasilkan kualitas bahan bakar nuklir yang baik serta mengurangi resiko kontak langsung operator pada proses pencampuran bahan. Perancangan alat terdiri dari hardware dan software. Perancangan hardware terdiri dari hopper, rangkaian kontrol load cell, dan mekanis alat. Perancangan software pada simulasi pembacaan sensor beban load cell menggunakan program komputer dengan pemrograman bahasa BASIC. Sistem otomasi berbasis load cell yang telah dibuat memiliki jangkauan ukur maksimal 2000 gram dengan nilai skala terkecil (SSV) 1 gram. Hasil pengujian sistem otomasi berjalan baik dengan penerapan variasi massa anak timbangan terstandar pada alat, kesalahan relatif yang terjadi rata-rata 0.296%, tingkat akurasi load cell 99.704%.
Pengaruh Viskositas Sol dan Presolidifikasi Pada Gelasi Eksternal Dalam Pembuatan Gel Ammonium Diuranat Menggunakan Sorrogate Cerium Sukarsono, Sukarsono; Rachmawati, Meniek
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 23, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.884 KB) | DOI: 10.17146/urania.2017.23.2.3229

Abstract

Proses gelasi eksternal digunakan dalam pembuatan gel ammonium diuranat dan diproses lebih lanjut menjadi partikel UO2 terlapis. Partikel UO2 terlapis merupakan inti bahan bakar reaktor suhu tinggi (RST). Dalam makalah ini akan dijelaskan proses gelasi eksternal pembuatan gel menggunakan bahan pengganti (sorrogate) zirkonium yang distabilkan dengan cerium. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses gelasi gel ammonium diuranat dan pengaruh viskositas gel serta proses presolidifikasi terhadap kebulatan gel yang dihasilkan. Parameter yang dianalisis adalah viskositas sol dengan variasi penambahan bahan aditif dan proses gelasi dengan presolidifikasi (dengan aliran gas NH3) dan tanpa presolidifikasi (tanpa aliran gas NH3). Gel Ce-Zr dibuat melalui proses yang sama dengan proses pembuatan gel ADU yaitu proses gelasi eksternal. Larutan campuran cerium nitrat dan zirkonium dengan kadar Ce 12% mol ditambahkan urea, tetra hydro furfuryl alcohol (THFA) dan poly vinyl alcohol (PVA) menjadi larutan sol sebagai umpan proses gelasi. Nozzle penetes larutan sol divibrasi dengan frekuensi berkisar 90-110 Hz dengan amplitudo tertentu. Presolidifikasi dilakukan dengan melewatkan tetesan sol pada gas NH3 dan tetesan ditampung pada kolom gelasi berisi NH4OH. Pengoperasian kolom gelasi untuk menghasilkan gel yang bulat dan seragam dilakukan pengaturan frekuensi, amplitudo dan laju alir larutan sol. Kolom gelasi yang diperasikan dengan frekuensi 100 Hz, viskositas larutan sol sebesar 97 cP dan laju alirnya 25,8 mL/menit menghasilkan gel dengan kehalusan, keseragaman dan kebulatan yang relatif baik. Sol dengan viskositas 56 cP mempunyai laju alir yang relatif baik sebesar 28,8 mL/menit, sedangkan pada viskositas 46 cP diperoleh laju alir 30 ml/menit. Pengoperasian alat gelasi pada frekuensi 110 Hz, 100 Hz dan 90 Hz, menghasilkan gel yang halus, seragam dan bulat pada laju alir sol 27,9; 25,8 dan 21,2 mL/menit. Proses gelasi dengan aliran gas NH3 menghasilkan gel yang lebih bulat dan seragam dibandingkan dengan tanpa aliran gas NH3 yang menghasilkan gel yang tidak bulat. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa viskositas sol dan frekuensi vibrasi nozzle penetes mempengaruhi laju alir sol tetapi tidak mempengaruhi kebulatan gel. Makin besar viskositas sol, makin kecil laju alir sol untuk mendapatkan gel yang terpisah, seragam dan bulat. Meningkatnya frekuensi vibrasi akan memperbesar laju alir untuk mendapat gel yang baik dan proses gelasi tanpa presolidifikasi menghasilkan gel yang tidak bulat.Kata kunci: proses sol-gel, bahan bakar RST, cerium, zirkonium, gelasi eksternal, presolidifikasi.
STUDI STATUS TEKNIK PENGAYAAN D2O Sukarsono, Sukarsono; Dahroni, Imam; Herhady, Didiek
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 11 Nomor 1 Januari 2008
Publisher : PSTA BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.48 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2008.11.1.138

Abstract

Telah dilakukan studi status teknik pengayaan air berat baik yang telah dilakukan di Indonesia maupun di dunia.Proses pembuatan air berat yang sudah diteliti meliputi distilasi air, distilasi hidrogen, pemisahan dengan laser,elektrolisa dan pertukaran isotop. Pertukaran isotop sendiri dapat menggunakan pasangan bahan kimia seperti airhidrogensulfit, ammonium-hidrogen, aminomethan-hidrogen, dan air- hidrogen. Untuk proses pertukaran isotop adayang dijalankan pada satu panas (mono thermal) atau dua panas (bithermal). Negara produsen terbesar air beratadalah Kanada. Negara-negara yang sudah mempunyai pabrik air berat adalah Amerika Serikat, Norwegia danIndia. Proses yang banyak digunakan untuk produksi air berat adalah pertukatan isotop Girdler-Sulphide (G-S),distilasi dan elektrolisa, yang masing-masing mempunyai kekurangan dan keunggulannya sendiri. Penelitian yangsudah dilaksanakan di Batan Yogyakarta bertujuan untuk melihat karakteristik pemisahan air berat, meliputi distilasi,eletrolisa dan pertukaran isotop. Beberapa peratalan sudah berdiri adalah distilasi 3 buah dengan kolom pirek tinggi2 m, stainless steel tinggi 3 m dan baja 6 m. Peralatan elektrolisa yang ada adalah 50 buah sel elektrolisa, dan unitpertukaran isotop dengan katalisator Ni-Cr2O3 dan Pt-Carbon. Peralatan tersebut dalam keadaan yang belum siapdioperasikan
VARIASI KECEPATAN ALIR GAS PADA PROSES PELAPISAN KERNEL UO2 DENGAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) Sukarsono, Sukarsono; Harmianto, Liliek; Wasitho, Muhadi Ayub; Sudibyo, Sudibyo; Purwadi, Dhandang
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 15 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : PSTA BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1795.731 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2012.15.1.21

Abstract

VARIASI KECEPATAN ALIR GAS PADA PROSES PELAPISAN KERNEL UO2 DENGAN COMPUTATIONALFLUID DYNAMIC (CFD). Pelapisan kernel UO2, merupakan salah satu tahap dalam pembuatan bahan bakarnuklir yang sangat menentukan terhadap hasil akhir bahan bakar reaktor suhu tinggi. Kernel hasil prosessintering, yang merupakan partikel bulat UO2 diameter sekitar 0,8 mm, dikenakan proses pelapisan pirokarbondan silika karbida secara chemical vapor deposition (CVD). Aspek utama yang ditinjau dalam fluidisasi adalahmekanika fluida yang menggambarkan apa yang terjadi dalam proses fluidisasi. Kemampuan untukmemprediksi awal terjadinya fluidisasi sangat penting di dalam proses fluidisasi. Hal ini dilakukan untukmemperoleh hasil operasi yang bagus, life time tinggi, penentuan kecepatan minimum fluidisasi dan kecepatanmaksimum fluidisasi. Cairan atau gas apabila dilewatkan dari bawah ke atas pada partikel padat padakecepatan rendah, maka partikel tidak bergerak dan apabila kecepatan ditambah, pada titik tertentu partikelmulai bergerak. Kecepatan alir ini disebut sebagai kecepatan minimum fluidisasi. Dalam fluidisasi apabilakecepatan fluida yang melewati partikel dinaikkan maka perbedaan tekanan di sepanjang reaktor akanmeningkat pula. Partikel-partikel ini akan bergerak-gerak dan mempunyai perilaku sebagai fluida. Keadaanseperti ini dikenal sebagai partikel terfluidisasi (fluidized bed). Reaksi kimia yang terjadi dalam fluidisasi jugaberpengaruh terhadap kondisi proses dan terjadi perpindahan massa selama fluidisasi. Dalam penelitian initelah dilakukan modeling proses pelapisan pirokarbon dan silika karbida dengan Computational Fluid Dynamic(CFD) Fluent 6.3. Pelaksanaan penelitian, pertama-tama digambar reaktor dengan program Gambit 2.2.30 dandijalankan dengan program Fluent 6.3. Proses fluidisasi dihitung dengan model multiphase Eulerian dengan gassebagai fase primer dan kernel sebagai fase sekunder. Model dipilih untuk proses unsteady dan aliran laminar.Teori Syamlal-Obrien digunakan untuk perhitungan interaksi antar fase. Dari perhitungan Fluent 6.3, ternyatakecepatan alir gas masuk 8 m/dt masih ada kernel yang jatuh ke bawah, sehingga ini sesuai denganperhitungan menggunakan persamaan kecepatan minimum fluidisasi yang terhitung = 8,6 m/dt. Pada percobaanmenggunakan reaktor gelas juga diperoleh data pada kecepatan 9,49 m/dt sudah terjadi fluidisasi yang baikdibandingkan dengan fluidisasi pada kecepatan 7,11 m/dt masih terlihat ada kernel yang jatuh ke penampung.Data perhitungan nantinya bisa digunakan untuk operasi reaktor fluidisasi alat pelapisan kernel bahan bakar diPTAPB BATAN Yogyakarta.Kata kunci : kernel, reaktor suhu tinggi, fluidisasi, pirokarbon
Kualitas Minuman Herbal Kulit Pisang Raja Bulu (Musa paradisiaca L.) pada Suhu Pengeringan Berbeda Lestari, Herly Dwi; Sukarsono, Sukarsono; Latifa, Riomil; Husamah, Husamah
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Alauddi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v5i2.3551

Abstract

Banana peels have not been utilized optimally, just disposed of as organic waste or used as animal feed. Ripe banana peel skin is rich of chemical compounds which are antioxidants, both flavonoid compounds and other phenolic compounds. Banana peel contains high antioxidant activity compared to meat, especially “Raja Bulu” banana skin  which has antioxidant equal to 97,85%. Natural source of antioxidants in banana peel skin is very beneficial for health. The purpose of this study was to determine the effect of various drying temperature on antioxidant activity and the optimum drying temperature to antioxidant activity. This study also aims to determine the level of panelist's preference for herbal drinks of “Raja Bulu” banana peel with various drying temperatures. The type of research used is True Experimental Research. The study design was using RAL with 4 treatment P0 (control), P1 (drying temperature 75°C), P2 (drying temperature 80°C), P3 (drying temperature 85°C). Data is included the amount of antioxidant activity content and the average of organoleptic properties of banana peel herbal drink. Data analysis techniques used are One Way Anova and qualitative descriptive. The results showed 1) Various drying temperature effect on the antioxidant activity of banana peel herbal drink. 2) The best treatment is P3 (drying temperature 85°C) with antioxidant activity of 84.87%. 3) The result of the panelist's favorite test for the best color, flavor and taste on P3 treatment with 85 ° C drying temperature.
Alkaloid compound identification of Rhodomyrtus tomentosa stem as biology instructional material for senior high school X grade Ningrum, Retno; Purwanti, Elly; Sukarsono, Sukarsono
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 2, No 3 (2016): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.433 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v2i3.3863

Abstract

Rhodomyrtus tomentosais one of herbs which belongs to myrtaceaefamily. This plant possessesalkaloid which is efficacious as anti diarrhea, anti diabetes, anti microbial, and anti malaria, however some alkaloid compoundsare poisonous. Thus,it is necessity to identify the alkaloid compounds contained in the stem of Rhodomyrtus tomentosa which are known the use. Thisresearch aimed to identify the types of alkaloid compoundsin the Rhodomyrtus tomentosa stem and find out its usesas the biology teaching materials in form of LKS (Student Work Sheet). The research was descriptive explorative which was purposed to describe the types of alkaloid compoundsin the Rhodomyrtus tomentosa stem. LC-MS (Liquid Chromatograpgy-Mas Spectroscopy) was employed in this research to analyze the compounds. The research results showed that there were seven types of alkaloid compounds within the Rhodomyrtus tomentosa, namely: maritidine (BM 288 m/z), berberine (BM 336 m/z), ismine (BM 258 m/z), tazettine (BM 332 m/z), lycorine (BM 288 m/z), deoxytazettine (BM 216 m/z), and homolycorine (BM 316 m/z). The results of the research has been used as biology teaching materials in senior high school X grade,The Biodiversity of Indonesia.
THE BIODIVERSITY OF GASTROPODS IDENTIFIED IN THE MANGROVE FOREST OF BABAN VILLAGE, GAPURA DISTRICTS SUMENEP REGENCY AS THE RESOURCE OF LEARNING BIOLOGY Romdhani, Ahmad Mundzir; Sukarsono, Sukarsono; Susetyarini, Rr. Eko
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 2, No 2 (2016): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.029 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v2i2.3687

Abstract

Gastropoda merupakan hewan yang bergerak dengan menggunkan perutnya (gaster= perut dan podos=kaki) yang saat ini mulai terancam keberadaannya karena rusaknya ekosistem hutan mangrove karena konversi lahan, dampak ekologis yang ditimbulkan adalah mengganggu keseimbangan ekosistem hutan mangrove. Masalah lain adalah kurangnya informasi tentang keanekaragaman Gastropoda khususnya di daerah terpencil, salah satu daerah terpencil yang belum diteliti adalah Desa Baban Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep.Penelitian ini berujuan untuk mengetahui keanekaragaman Gastropoda hutan mangrove. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17-24 April 2016 pada saat air surut dengan metode random sampling dengan menggunakan transek kuadrat. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi atau pengamatan langsung terhadap populasi yang diamati.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gastropoda yang ditemukam terdiri dari 11  jenis yaitu Nerita fulgurans, Cassidula aurisfelis, Telescopium telescopium,  Cerithidea quadrata, Ceritiopsis sp, Littroraria scabra, Raphitoma purpurea, Alvania sp, Littoraria  melanostoma,  Terebralia  sulcata, dan Littorina  sp. Struktur komunitas Gastropoda berdasarkan beberapa hal: 1) indeks kepadatan tertinggi terdapat pada spesies Terebralia sulcata (2.17 individu per meter persegi) sementara indeks kepadatan terendah adalah Nerit fulgurans (0,25 individu per meter persegi); 2) indeks nilai penting tertinggi adalah spesies Terebralia sulcata (33%) dan yang terendah adalah pada spesies spesies Nerita fulgurans (0.05%); 3) indeks keragaman termasuk dalam kategori standar yaitu antara 1,84 sampai 2,16; 4) indeks nilai kemerataan menunjukkan kemerataan pada setiap stasiun, mulai 0.77 sampai 0.90; 5) indeks dominansi menunjukkan tidak adanya dominansi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber belajar Biologi dalam bentuk booklet.