Sukayasa Sukayasa
Unknown Affiliation

Published : 52 Documents
Articles

Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Fase-Fase Polya untuk Meningkatkan Kompetensi Penalaran Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Sukayasa, Sukayasa
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada hakekatnya penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Development Research) dengan tujuan untuk menghasilkan suatu model pembelajaran berbasis fase-fase Polya untuk meningkatkan kompetensi siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka jenis penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe prototypical studies melalui tiga tahap pengembangan yaitu: (1) fase analisis hulu hilir dengan menggunakan studi pustaka dan lapangan serta datanya  dianalisis melalui expert jugment; (2) fase pengembangan melalui kegiatan validasi oleh pakar dan uji coba I dan; (3) fase penilaian melalui kegiatan uji coba II dengan rancangan “Quasi Eksprimen” serta datanya akan dianalisis dengan Anacova. Produk yang telah dihasilkan melalui penelitian ini adalah suatu model pembelajaran berbasis fase-fase Polya untuk meningkatkan kompetensi siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika. Sintak model pembelajaran ini terdiri atas empat tahap yakni Tahap I :Pengantar, Tahap II: Memberikan Contoh Memecahkan Masalah Matematika, Tahap III: Latihan Memecahkan Masalah Matematika dan Tahap IV: Penutup. Selain itu juga telah dihasilkan perangkat- perangkat pembelajaran yang berkualitas valid, praktis dan efektif. Terdapat beberapa kendala dalam pengimplementasian model pembelajaran ini antara lain: (a) kesulitan guru mengubah kebiasaan pola mengajar; (b) siswa pada umumnya kurang terlatih memecahkan soal-soal matematika yang bersifat problem solving (pemecahan masalah); (c) keterbatasan waktu yang tersedia
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 4 Bajugan Pada Operasi Hitung Campuran Hermawan, Heri; Paloloang, Baharuddin; Sukayasa, Sukayasa
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 9 (2016): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permaslahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas V SDN 4 Bajugan pada materi operasi hitung campuran. Salah satu faktor yang menyebabkan kemampuan siswa rendah adalah metode mengajar yang selama ini digunakan cenderung membuat siswa pasif dan berpusat pada guru. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, maka peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization (TAI) dalam mengajarkan operasi hitung campuran di kelas V SDN 4 Bajugan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas partisipan , yakni peneliti terlibat langsungdalam proses penelitian mulai dari pelaksanaan tindakan sampai berakhirnya tindakan. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus dengan jumlah siswa 6 orang, setiap siklus terdiri dari perencanaan pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Dari hasil tindakan siklus I diperoleh ketuntasan belajar klasikal sebesar 50% dengan nilai rata-rata 6,3. Hasil tindakan siklus II diperoleh ketuntasan belajar klasikal 100% dengan nilai rata-rata 7,4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization (TAI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 4 Bajugan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI, Hasil Belajar.
Penerapan Model Pembelajaran Tutor Sebaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 20 Toli-Toli Pada Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat Nurmala, Nurmala; Sukayasa, Sukayasa; Paloloang, Baharuddin
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 9 (2016): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas V SDN 20 Tolitoli dalam menyelesaikan operasi hitung campuran bilangan bulat. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: “Bagaimana pembelajaran Tutor Sebaya dapat meningkat hasil belajar siswa kelas V SDN 20 Tolitoli pada Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat?”. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa tersebut, maka peneliti menggunakan Pembelajaran Tutor Sebaya dalam menyelesaikan operasi hitung campuran bilangan bulat. Pembelajaran Tutor Sebaya adalah salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas. Dimana pembelajaran tutor sebaya, teman sebaya yang lebih pandai memberikan bantuan belajar kepada teman-teman sekelasnya di sekolah, sehingga diharapkan yang kurang paham tidak segan-segan untuk mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya. Dalam penerapan pembelajaran tutor sebaya langkah-langkah yang digunakan yaitu 1) pilih materi yang memungkinkan, materi tersebut dapat dipelajari siswa secara mandiri, 2) bagilah para siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen, Para siswa yang pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya, 3) masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari sub-sub materi. Setiap kelompok dipandu oleh siswa yang pandai sebagai tutor sebaya, 4) beri mereka waktu yang cukup untuk persiapan, 5) setiap kelompok melalui wakilnya menyampaikan sub materi sesuai tugasnya yang telah diberikan, 6) setelah semua kelompok menyampaikan tugasnya secara berurutan sesuai dengan urutan sub materi, beri kesimpulan dan klarifikasi. Peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari 4 komponen, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berupa data aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran yang diperoleh dengan menggunakan lembar observasi, data hasil catatan lapangan, data hasil wawancara dengan beberapa siswa, data hasil belajar siswa yang diperoleh dengan memberikan tes individu kepada siswa serta lembar penilaian diri, sikap dan minat. Hasil secara keseluruhan dari penelitian yang telah dilaksanakan adalah peningkatan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung campuran bilangan bulat. Hal ini dapat dilihat dari persentase ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I yang hanya mencapai 74,30 % kemudian pada siklus II, persentase ketuntasan belajar klasikal mencapai hasil 84,71 %. Hasil observasi, penelitian sikap dan minat rata-rata berada dalam kategori baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 20 Tolitoli pada operasi hitung campuran bilangan bulat. Kata Kunci: Hasil Belajar, Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat, Tutor Sebaya
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas II SDN 2 Tolitoli Pada Materi Pengukuran Waktu Gaib, Rismah; Sukayasa, Sukayasa; Murdiana, I Nyoman
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 11 (2016): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama  pada penelitian ini adalah  rendahnya hasil belajar siswa  kelas II SDN 2 Tolitoli pada materi pengukuran waktu, yang masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal( KKM) 70 %  yang telah ditentukan. Untuk meningkatkan Hasil belajar siswa kelas II SDN 2 Tolitoli, maka peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tujuan penelitain ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa pada materi pengukuran waktu siswa kelas II SDN 2 Tolitoli melalui model pembelajaran Kooperatif tipe STAD. Desain penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas  yang mengacu pada pada modifikasi  spiral yang dikemukakan  Kemmis dan Mc Tanggart yang dilakukan  dalam dua siklus,  dalam setiap siklus melalui 4 ( (empat) tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas II  SDN 2 Tolitoli dengan jumlah siswa 34 orang, 16 orang siswa laki-laki dan 18 orang  siswa peremnpuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan siklus I daya serap klasikal siswa mencapai 64,3% . Pada tindakan siklus II daya serap klasikal 81,2%. Hal ini menunjukkan pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan dengan daya serap individu minimal 65 dan ketuntasan belajar klasikal memperoleh nilai minimal 70%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDN 2 Tolitoli. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif tipe STAD; Meningkatkan hasil belajar  siswa pada materi pengukuran waktu.
Penggunaan Alat Peraga Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siwa Kelas 1 SD Negeri 6 Tolitoli dalam Menyelesaikan Soal Cerita Tentang Penjumlahan Dan Pengurangan Dahniar, Dahniar; Murdiana, I Nyoman; Sukayasa, Sukayasa
Jurnal Kreatif Online Vol 4, No 3 (2016): Junal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.992 KB)

Abstract

Permasalahan ditemukan masih rendahnya hasil belajar siswa kelas 1 di SD Negeri 6 Tolitoli. Masalah utama dari penelitian ini adalah bagaimana penggunaan alat perega dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1 SD Negeri 6 Tolitoli dalam menyelesaikan soal cerita tenteng penjumlahan dan pengurangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perubahan hasil belajar matematika siswa kelas 1 SD negeri 6 Tolitoli. Desain penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dilakukan dengan 2(dua) siklus,melalui 4(empat) tahap, yaitu : perencanaan, pelaksaan tindakan, observasi dan refleksi.Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 1 SD Negeri 6 Tolitoli, Kecamatan Baolan dengan jumlah siswa 26 orang. Dari penelitian ini menunjukan hasil belajar siswa kelas 1 SD Negeri 6 Tolitoli,mengalami peningkatan dari kategori cukup dalam skala deskriptif menjadi kategori sedang. Pada siklus 1(pertama) siswa yang memenuhi Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) mengalami pola peningkatan dari siklus 1(pertama) ke siklus 2 (kedua) atas 26 siswa yang menjadi subyek penelitian. Pada siklus 1 diperoleh nilai rata-rata 6,0 ,meningkat pada siklus 2 menjadi 7,23. Hasil penelitian tersebut memberikan gamabran.Bahwa dengan meningkatnya hasil belajar siswa tersebut,berarti pembelajaran dengan menggunakan alat peraga terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Kata kunci: alat peraga, hasil belajar, soal cerita penjumlahan dan pengurangan.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pengurangan Bilangan Sampai Dengan 500 Kelas II SDN 2 Tinigi Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli Hasmiati, Hasmiati; Baharuddin, Baharuddin; Sukayasa, Sukayasa
Jurnal Kreatif Online Vol 4, No 3 (2016): Junal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.875 KB)

Abstract

Permasalahan Utama dalam Penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa Kelas II SDN 2 Tinigi Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli pada pengurangan bilangan sampai dengan 500. Salah satu faktor yang menyebabkan kemampuan siswa rendah adalah adalah metode mengajar yang selama ini digunakan cenderung membuat siswa pasif dan berpusat pada guru. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, maka peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif Tipe STAD dalam mengajarkan materi pengurangan bilangan samapai dengan 500 di kelas II SDN 2 Tinigi Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus dengan jumlah siswa 17 orang, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Dari hasil tindakan siklus 1 diperoleh  nilai rata-rata ketuntasan belajar klasikal 69,41 dengan persentase ketuntasan 17,64% serta hasil tindakan siklus II terjadi peningkatan nilai rata-rata ketuntasan belajar klasikal  92,94 dengan persentase ketuntasan 100%  dilihat dari KKM 70 penelitian ini disebut berhasil dengan kategori BAIK. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDN 2 Tinigi Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Kata Kunci: Hasil Belajar Siswa, Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
PROFIL PEMECAHAN MASALAH BANGUN RUANG SISI DATAR OLEH SISWA SMP DITINJAU DARI KECERDASAN VISUAL-SPASIAL Sukayasa, Sukayasa; Lefrida, Rita; Nur’aini, Jafar
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 4, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.193 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah bangun ruang sisi datar oleh siswa SMP yang memiliki kecerdasan visual-spasial. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek pada penelitian ini berjumlah 1 (satu) orang. Subjek dipilih berdasarkan hasil tes kecerdasan majemuk dengan melihat tingkat kecerdasan visual-spasial yang dominan. Pemecahan masalah pada penelitian ini mengacu pada langkah-langkah pemecahan masalah Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) profil pada saat memahami masalah, subjek memahami kalimat pada masalah yang berikan. Subjek dapat menemukan informasi mengenai hal-hal yang diketahui dan ditanyakan. (2) Profil pada saat menyusun rencana pemecahan masalah, subjek melihat keterkaitan dari informasi pada masalah yang diberikan untuk mencari informasi baru yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah. (3) Profil pada saat melaksanakan rencana pemecahan masalah, subjek menghubungkan antara informasi-informasi yang diperoleh, pengalaman, serta pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya untuk dapat memecahkan masalah. (4) Profil pada saat memeriksa kembali jawaban, subjek melakukannya dengan cara melihat-lihat serta sesekali menghitung hasil pekerjaannya. Kata kunci : Profil pemecahan masalah, bangun ruang sisi datar, kecerdasan visual-spasial.
PROFIL PROSES BERPIKIR SISWA BERKEMAMPUAN MATEMATIKA TINGGI DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA KELILING DAN LUAS PERSEGI PANJANG DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER DI SMP NEGERI 15 PALU Endrawati, Tri; Sukayasa, Sukayasa; Bakri, Bakri
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.915 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil proses berpikir siswa berkemampuan matematika tinggi dalam menyelesaikan soal cerita keliling dan luas persegi panjang ditinjau dari perbedaan gender di SMP Negeri 15 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek laki-laki dan perempuan berkemampuan matematika tinggi dalam memahami masalah, melaksanakan rencana penyelesaian  masalah dan memeriksa kembali jawaban melakukan proses berpikir asimilasi, sedangkan dalam menyusun rencana penyelesaian masalah melakukan proses berpikir asimilasi dan akomodasi.Kata kunci:              profil proses berpikir, penyelesaian masalah, keliling dan luas persegi panjang, gender.
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA SOFTWARE GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAAN LINGKARAN DI KELAS XI IPA 2 SMA NEGERI 1 DAMPELAS Tamauni, Syahrial Syahrir; Sukayasa, Sukayasa; Hasbi, Muh.
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.576 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan metode penemuan terbimbing dengan media bantu software GeoGebra untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan lingkaran di kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Dampelas. Ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dengan media bantu software GeoGebra dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan lingkaran, mengikuti fase-fase: 1) fase pendahuluan, 2) fase terbuka, 3) fase konvergen dan 4) fase penerapan dan penutup.Kata Kunci: Penemuan terbimbing, hasil belajar, persamaan lingkaran.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 PALU Ramadhani, Ramadhani; Paloloang, Baharuddin; Sukayasa, Sukayasa
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.797 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional untuk melihat hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Palu. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Palu yang terdiri dari 12 kelas. Penentuan sampel menggunakan teknik cluster random sampling (randomisasi kelompok). Diperoleh tiga kelas sampel penelitian yaitu kelas VII C, VII F, dan VII H. Jumlah siswa yang menjadi sampel adalah sebanyak 73 orang. Pengumpulan data menggunakan dua intrumen yaitu, data kecerdasan emosional dengan kuisioner kecerdasan emosional dan  data hasil belajar diperoleh dari nilai raport. Hasil analisis data diperoleh nilai korelasi . Nilai  untuk  dengan taraf signifikansi 5% diperoleh . Nilai      maka diputuskan menerima hipotesis awal (H0) dan menolak hipotesis alternativ (H1). Artinya, tidak terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Palu.Kata kunci: Kecerdasan Emosional, Hasil Belajar